Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)
Total Views: 25652 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 52 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

sang jelata - 17/04/2012 09:34 PM
#41

Quote:
Original Posted By shamfar
makasih ye kang \) shakehand
bagi2 ilmu donk kang rose:

ndak ol nih ym?


sama2 kang... shakehand

ane cuma bisa nyimak aja kang... \)

iya, titip salam ya buat saudara2 semuanya...
shamfar - 17/04/2012 10:06 PM
#42

Quote:
Original Posted By sang jelata


sama2 kang... shakehand

ane cuma bisa nyimak aja kang... \)

iya, titip salam ya buat saudara2 semuanya...


iye kang, udah ane salamin \)
kalo gitu, ane minta doanya yee \)
caid17 - 17/04/2012 11:26 PM
#43

Quote:
Original Posted By shamfar
Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad saw, peninggalan-peninggalannya saw, Ahlulbaitnya saw dan para pewarisnya yakni para ulama, para kyai dan para wali.
Mengenai benda-benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas - jelasnya, bahwa benda - benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yang shalih, maka sebagaimana diriwayatkan:

•Para sahabat seakan akan hampir saling bunuh saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits No. 186),
•Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka ia pun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya
dalam firman Nya SWT : “(berkata Yusuf as pada kakak kakaknya) PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA” (QS. Yusuf : 93), dan pula ayat : “MAKA KETIKA DATANG PADANYA KABAR GEMBIRA ITU, DAN DILEMPARKAN PADA WAJAHNYA (pakaian Yusuf as) MAKA IA (Ya’qub as) SEMBUH DARI KEBUTAANNYA” (QS. Yusuf : 96). Ini merupakan dalil Alqur’an, bahwa benda atau pakaian orang - orang shalih dapat menjadi perantara kesembuhan dengan izin Allah tentunya.
• Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar Asshiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yang sakit maka ia mencelupkan baju Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yang sakit (Shahih Muslim hadits No.2069).
Rasul saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk pengobatan, sebagaimana sabda beliau : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin Tuhan kami” (Shahih Bukhari hadits No.5413), ucapan beliau saw : “demi air liur sebagian dari kami” menunjukkan bahwa air liur orang mukmin dapat menyembuhkan penyakit, dengan izin Allah swt tentunya.
Sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dengan izin Allah pula tentunya, hadits ini menjelaskan bahwa Rasul saw bertabarruk dengan air liur mukminin bahkan tanah bumi, menunjukkan bahwa pada hakikatnya seluruh ala mini membawa keberkahan dari Allah swt.
• Seorang sahabat meminta Rasul saw shalat di rumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah di rumahnya, maka Rasul saw datang ke rumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yang kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla
(Shahih Bukhari hadits No.1130)
• Nabi Musa as ketika akan wafat ia meminta di dekatkan ke wilayah suci di Palestina, menunjukkan bahwa Musa as ingin di makamkan dengan mengambil berkah pada tempat suci (Shahih Bukhari hadits No.1274).
• Allah memuji Nabi saw dan Umar bin Khattab ra yang menjadikan Maqam Ibrahim as (bukan makamnya, tetapi tempat ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah yang dinamakan Maqam Ibrahim as) sebagai tempat shalat (musholla), sebagaimana firmanNya
: “Dan mereka menjadikan tempat berdoanya Ibrahim sebagai tempat shalat” (QS. Al Imran : 97), maka jelaslah bahwa Allah swt memuliakan tempat hamba - hambaNya berdoa, bahkan Rasul saw pun bertabarruk dengan tempat berdoanya Ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.
• Diriwayatkan ketika Rasul saw baru saja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasul saw, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata : “aku memintanya karena mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh Nabi saw dan kuinginkan untuk kafanku nanti” (Shahih Bukhari hadits No.5689), demikian cintanya para sahabat pada Nabinya saw, sampai kain kafan pun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh Nabi Muhammad saw.
• Sayyidina Umar bin Khattab ra ketika ia telah di hadapan sakratulmaut, yaitu sebuah serangan pedang yang merobek perutnya dengan luka yang sangat lebar, beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal - sengal beliau berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra),
“Pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin di makamkan dis ebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra”, maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : “Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu” (di makamkan di samping makam Rasul saw), (Shahih Bukhari hadits No.1328). Dihadapan Umar bin Khattab ra, kuburan Nabi saw mempunyai arti yang sangat Agung, hingga kuburannya pun
ingin di sebelah kuburan Nabi saw, bahkan ia berkata : “Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”.
• Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika
ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah di tempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits No.469).
Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap Sang Nabi saw.
• Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits No.480).
• Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : “aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri di belakang beliau dan kulihat Tanda Kenabian beliau saw” (Shahih Muslim hadits No.2345).
• Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul saw, maka ia berkata: “Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari hadits No.168). Demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw di mata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya.
• Diriwayatkan oleh Abi Jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air bekas wudhu Rasul saw dan mengusap - usapkannya ke wajah dan kedua tangan mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu Rasul saw lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka” (Shahih Bukhari hadits No.369, demikian juga pada Shahih Bukhari hadits No.5521, dan pada Shahih Muslim hadits No.503 dengan riwayat yang banyak).
• Diriwayatkan ketika Anas bin malik ra dalam detik detik sakratulmaut ia yang memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat Rasul saw dan beberapa helai rambut Rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu disertakan bersamanya dalam kafan dan hanutnya (Shahih Bukhari hadits No.5925)

mantap gan:2thumbup
shamfar - 18/04/2012 11:55 AM
#44
Bagaimana kita terus shalat dan maksiat terus berjalan?
Sungguh firman Allah ta'ala telah menjawabnya : Sungguh shalat itu menjaga dari perbuatan keji dan mungkar.
Ayat ini jelas merupakan jawaban bagi orang yang sulit meninggalkan maksiat, bagaimana caranya?, tak perlu repot repot susah payah menghindari maksiat yang tak bisa atau sulit kita tinggalkan, cukup kita terus memperbaiki shalat kita agar makin sempurna, teruslah daki tangga tangga kesempurnaan shalat, maka Allah yang akan meruntuhkan semua dosa dan menundukkan kekuatan maksiat agar tidak menguasai kita, Allah bantu kita untuk jauh dari maksiat.
Jika kita terjebak dengan keadaan, maka Allah akan permudah dan perluas kemudahan baginya, jika ia terjebak dosa karena kemiskinan maka Allah akan membuatnya makmur dan sangat berkecukupan, jika ia terjebak dosa karena keluarganya maka Allah akan mencurahkan hidayah pada keluarganya hingga justru balik mendukungnya dalam taat.
Jika ia terjebak dosa karena pekerjaan maka Allah akan berikan usaha atau pekerjaan yang sangat memuaskan dan jauh dari dosa, dan Allah ampuni dosa - dosanya.
makna ayat di atas juga bermakna bahwa Allah ta'ala yang akan menyingkirkan dosa - dosa bagi orang yang menjaga shalatnya.
shamfar - 18/04/2012 12:13 PM
#45

insya Allah akan update terus.. \)

dengan pembahasan-pembahasan yg ringan dan mecerahkan kisss

semoga Allah memberikan kekuatan pada kita..aamiin

Laahaula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiim
rose:
Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa aalihi washohbihi wasallim
BantengMirc - 18/04/2012 03:00 PM
#46

semua adalah keturunan rasullullah D
karena di ciptakan dari NUR NABI MUHAMMAD SAW ...
ada beberapa fam keturunan Arab yang katanya keturunan nabi muhammad ,,,
yang ane bingung kenapa hanya boleh menikah dengan sesama keturunan Rasul ? walau gak semua tapi ada ?
salah siapakah ?
salah tradisi , salah manusia nya atau ?

kiss
logis - 18/04/2012 03:53 PM
#47

Quote:
Original Posted By BantengMirc
semua adalah keturunan rasullullah D
karena di ciptakan dari NUR NABI MUHAMMAD SAW ...
ada beberapa fam keturunan Arab yang katanya keturunan nabi muhammad ,,,
yang ane bingung kenapa hanya boleh menikah dengan sesama keturunan Rasul ? walau gak semua tapi ada ?
salah siapakah ?
salah tradisi , salah manusia nya atau ?

kiss


tergantung anda menerima atau menolak pendapat nur Muhammad ntuh sendiri kang????
salah siapa??/
kayaknya ndak ada yang salah deh kang...
menurut hemat saya klo ada yang mempermasalahkan nasab dalam perihal pernikahan, anggap saja itu sebagai "syarat" orang tua yang bersangkutan...
ada ortu yang menyaratkan calon suami/istri ntuh harus kaya, lulusan S3 atau anak saudagar kaya atau bibit bebet bobot lainnya
apa mau menyalahkan ortunya/tradisinya atau?? D
sang jelata - 18/04/2012 05:06 PM
#48

Quote:
Original Posted By BantengMirc
semua adalah keturunan rasullullah D
karena di ciptakan dari NUR NABI MUHAMMAD SAW ...
ada beberapa fam keturunan Arab yang katanya keturunan nabi muhammad ,,,
yang ane bingung kenapa hanya boleh menikah dengan sesama keturunan Rasul ? walau gak semua tapi ada ?
salah siapakah ?
salah tradisi , salah manusia nya atau ?

kiss


ane pernah baca di sebuah buku, entah akidah sang penulis masuk aswaja atau bukan? yah buat sekedar nambah2 info... disitu disebutkan sebuah hadist yg intinya kira2 seperti ini: bahwa dari seluruh bangsa manusia, bangsa arab yg paling mulia, dan dari seluruh bangsa arab, suku quraisy yg paling mulia... sehingga karena ini sayyidina Umar bin Khattab membatalkan pernikahan putrinya dengan salah seorang sahabat ajam (non arab), sayyidina salman al farisi, walaupun disebutkan dalam sebuah hadist bahwa Rasululullah bersabda: "salman al farisi merupakan bagian dari keluarga ku (ahli bait)" tapi itu tetap tak mengubah tradisi di masa itu...
Hudavis - 18/04/2012 05:29 PM
#49

Quote:
Original Posted By shamfar
Rasulullah saw bersabda : Pikirkanlah ciptaan Allah, jangan berfikir tentang (Zat) Allah, karena kalian tidak akan sanggup memikirkannya.”’.
\)


gun ada yg bisa nerangkan kenapa Rosul bersabda begitu
mungkin Ts bisa bantu
Hudavis - 18/04/2012 05:30 PM
#50

Quote:
Original Posted By shamfar
Rasulullah saw bersabda : Pikirkanlah ciptaan Allah, jangan berfikir tentang (Zat) Allah, karena kalian tidak akan sanggup memikirkannya.”’.
\)


gun ada yg bisa nerangkan kenapa Rosul bersabda begitu
mungkin Ts bisa bantu
amandamai - 18/04/2012 05:30 PM
#51

kiss

Ikut duduk berjamaah mengharap barokah majelis...


kiss

shamfar - 18/04/2012 06:28 PM
#52

Quote:
Original Posted By BantengMirc
semua adalah keturunan rasullullah D
karena di ciptakan dari NUR NABI MUHAMMAD SAW ...
ada beberapa fam keturunan Arab yang katanya keturunan nabi muhammad ,,,
yang ane bingung kenapa hanya boleh menikah dengan sesama keturunan Rasul ? walau gak semua tapi ada ?
salah siapakah ?
salah tradisi , salah manusia nya atau ?

kiss


makasih ye kang dah mampir di trit ini \) shakehand

hm..mencoba menjelaskan...
jika yg dimaksud akang adalah nur Muhammad, maka seluruh ciptaan (makhluq) adalah dari nur Muhammad.
hadis Qudsiy riwayat ibn abbas: Kalau bukan karena Muhammad tak kuciptakan Adam, tak pula Surga dan tak pula.... hingga akhir hadits.
rwyt Imam Hakim dan hadits inipun diakui dan disahkan oleh Imam Assubki dalam kitabnya Syifaus siqom, dan Imam Bulqaini pada Fatwanya.
dan juga hadis riwayat ibn Abbas dengan makna serupa rwyt Imam Addailami fi musnadihi.

Mengenai bahwa Allah menciptakan segala sesuatu untuk/sebagai hadiah bagi Muhammad saw dapat dilihat pd Musnad Imam Hakim dg sanad shahih.

tapi jika yg di maksud adalah ahlul bait dan dzurriyah, maka...

Nisa dari kalangan dzurriyah lebih banyak dari pria, lalu apa solusinya?, dan bagaimana dengan pria nya yg tak mau berpoligami dan nisa nya yg menentang poligami?, lalu bagaimana dengan mereka yg tak mendapatkan suami?,

Tentunya mesti ada penyelesaian dalam hal ini, dan kini yg dipermasalahkan adalah bagaimana caranya Banat Zahra terjaga oleh orang yg baik baik, walaupun bukan dari dzurriyyah, maka peringkatnya adalah menikah dg dzurriyyah, lalu bila tidak berhasil mendapatkannya maka peringkat selanjutnya adalah menikah dg pria yg baik baik,

Karena mengharamkan wanita menikah adalah perbuatan yg mungkar,

Mengenai fatwa fatwa dari para ulama yg menyebutkan ( melarang orang-orang yang bukan dari gol.ahlul baith yang menikahi ahlulbait (syarifah) yang nantinya akan memutuskan dzuriah rosul) adalah fatwa di masa mereka yg saat itu jumlah pria dan wanita masih berimbang, dan pria dari kalangan dzurriyah adalah pria yg shalih dan ditarbiyyah dg tarbiyah yg luhur,

Ini adalah pendapat Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidh yg saya langsung menanyakannya, demikian pula fatwa Mufti Hadramaut Alhabib Ali Masyhur bin Hafidh


Lalu, bagaimana jika kita menikahi syarifah? apakah harus mendapat restu dari seluruh habaib sedunia?

Imam Syafii dan Madzhab Syafii berpendapat pernikahan antara keturunan Rasul saw dengan yg bukan dzurriyah adalah tidak kufu, Imam Syafii juga menganggap tidak kufu pernikahan antara orang miskin dan orang kaya,

mengapa?, jangan berprasangka buruk dulu terhadap Imam besar ini, sungguh Imam Syafii melihat ketika seorang wanita miskin menikah dengan pria yg kaya, maka sering terjadi sang wanita tersiksa, tak terbiasa mengikuti adat suaminya yg mewah, makanannya, cara bergaulnya, maka jadilah si istri terhina dan dianggap kampungan oleh keluarga suami, hal ini hampir selalu terjadi.

sebaliknya ketika seorang pria miskin menikahi wanita kaya, maka ia tak akan mampu menutupi kebutuhan istrinya, maka istri harus menahan diri dan tersiksa demi menyesuaikan diri dg pria/suami yg miskin,

disinilah Imam syafii mengatakan pernikahanya tidak kufu, demi menjaga kelansgungan asri nya rumah tangga itu sendiri.

dan juga pernikahan wanita syarifah dg pria yg bukan dzurriyyah akan memutus jalur keturunan Rasul shallallahu alaihi wasallam, semestinya keturunan Rasul shallallahu alaihi wasallam dilestarikan dan dijaga, sebagaimana firman Allah ta'ala : "Katakanlah wahai Muhammad, aku tak meminta pada kalian upah bayaran atas jasa ini, terkecuali kasih sayang kalian pada keluargaku" (QS Assyuura 23).

namun wanita syarifah sah menikah dg pria yg bukan Dzurriyyah bila walinya setuju dan wanita itu sendiri setuju, namun ada pendapat yg mengatakan yg dimaksud walinya adalah bukan ayahnya saja, tapi semua dzurriyah yg ada dimuka bumi,

namun pendapat yg mu'tamad (dipegang) oleh ulama kita saat ini adalah cukup disetujui oleh wanita tsb dan walinya.

Maaf ye kang, jadi agak panjang pembahasannya.. D
shamfar - 18/04/2012 06:32 PM
#53

Quote:
Original Posted By logis


tergantung anda menerima atau menolak pendapat nur Muhammad ntuh sendiri kang????
salah siapa??/
kayaknya ndak ada yang salah deh kang...
menurut hemat saya klo ada yang mempermasalahkan nasab dalam perihal pernikahan, anggap saja itu sebagai "syarat" orang tua yang bersangkutan...
ada ortu yang menyaratkan calon suami/istri ntuh harus kaya, lulusan S3 atau anak saudagar kaya atau bibit bebet bobot lainnya
apa mau menyalahkan ortunya/tradisinya atau?? D


makasih kang \) rose:
kiss

Quote:
Original Posted By sang jelata


ane pernah baca di sebuah buku, entah akidah sang penulis masuk aswaja atau bukan? yah buat sekedar nambah2 info... disitu disebutkan sebuah hadist yg intinya kira2 seperti ini: bahwa dari seluruh bangsa manusia, bangsa arab yg paling mulia, dan dari seluruh bangsa arab, suku quraisy yg paling mulia... sehingga karena ini sayyidina Umar bin Khattab membatalkan pernikahan putrinya dengan salah seorang sahabat ajam (non arab), sayyidina salman al farisi, walaupun disebutkan dalam sebuah hadist bahwa Rasululullah bersabda: "salman al farisi merupakan bagian dari keluarga ku (ahli bait)" tapi itu tetap tak mengubah tradisi di masa itu...


makasih kang \) rose:
kiss

Quote:
Original Posted By amandamai
kiss

Ikut duduk berjamaah mengharap barokah majelis...


kiss



aaamiin... kisss
ane ikut duduk dibelakang kang amandamai biar kecipratan barokahnya \) rose:
riz05tres - 18/04/2012 08:14 PM
#54

Assalamualaikum... wr wb ...

Salam salim untuk para sepuh...
ijin nyimak yah... malu
riz05tres - 18/04/2012 08:20 PM
#55

Quote:
Original Posted By shamfar
Sungguh firman Allah swt telah menjawabnya : Sungguh shalat itu menjaga dari perbuatan keji dan mungkar.
Ayat ini jelas merupakan jawaban bagi orang yang sulit meninggalkan maksiat, bagaimana caranya?, tak perlu repot repot susah payah menghindari maksiat yang tak bisa atau sulit kita tinggalkan, cukup kita terus memperbaiki shalat kita agar makin sempurna, teruslah daki tangga tangga kesempurnaan shalat, maka Allah swt yang akan meruntuhkan semua dosa dan menundukkan kekuatan maksiat agar tidak menguasai kita, Allah bantu kita untuk jauh dari maksiat.
Jika kita terjebak dengan keadaan, maka Allah akan permudah dan perluas kemudahan baginya, jika ia terjebak dosa karena kemiskinan maka Allah akan membuatnya makmur dan sangat berkecukupan, jika ia terjebak dosa karena keluarganya maka Allah akan mencurahkan hidayah pada keluarganya hingga justru balik mendukungnya dalam taat.
Jika ia terjebak dosa karena pekerjaan maka Allah akan berikan usaha atau pekerjaan yang sangat memuaskan dan jauh dari dosa, dan Allah ampuni dosa - dosanya.
makna ayat di atas juga bermakna bahwa Allah swt yang akan menyingkirkan dosa - dosa bagi orang yang menjaga shalatnya.


yang ini ane bangat ni...malu

Semoga Allah melanpangkan hati hambanya yang mau berubah Amin,,,:matabelo

pejam - 18/04/2012 11:17 PM
#56
Mengenal Allah (1)
menjawab yang diatas juga .....

[quote=MR]
didalam hadits qudsiy “man ahabba liqa’i ahbabtu liqa’ah” barangsiapa yang rindu jumpa dengan-Ku, Aku rindu jumpa dengannya. Tiadalah aku menyeru “wahai Allah” kecuali Allah menjawab “ya abdiy inniy ana Allah ” wahai hamba-Ku ini Akulah Allah. Maksudnya apa? Semuanya menyeru dan berdoa, ketika semua menyeru Nama Allah berbeda dengan menyeru nama yang lain. Jika mereka menyeru nama yang lain mungkin mereka dihardik karena dosanya atau kesalahan – kesalahannya atau pengkhianatannya atau kejahatannya atau tidak didengar karena yang diseru sedang sibuk, atau sang penyeru tidak diperdulikan karena yang diseru ada kesibukan yang lainnya. Beda dengan sang penyeru Allah, yang paling indah dari semua yang diseru adalah Allah Allahu Allahu Allah Alllahu Allah.

Lewati aliran kehidupan ini dengan Cahaya Allah. Siapa Cahaya Allah? Sirajan Muniraa, Sayyidina Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat, Sang Nabi saw mengajari kita lewat hadits ini. Syaitan itu bisa datang berusaha untuk menipu kita, seakan – akan bisikan yang baik awalnya tapi akhirnya jahat. Syaitan berkata “man khalaqa kadza?” siapa yang membuat seperti ini? Jawaban kita “Allah”. Siapa yang membuat siang bisa terbit, bumi berputar? Jawaban kita “Allah Allah Allah”. Terus syaitan bertanya “man khalaqa kadza?” siapa yang mencipta begini? “man khalaqa kadza?” siapa yang mencipta begitu? Siapa yang mencipta manusia dari sperma menjadi manusia yang sempurna? Jawaban kita “Allah Allah”.

Lalu syaitan menjebak kita dengan pertanyaan “man khalaqa Rabb? Siapa yang menciptakan Allah? Syaitan membenturkan logika kepada iman, ketika iman dibenturkan kepada logika. Inilah jahatnya syaitan yang diperingatkan oleh Sayyidina Muhammad Saw. Rasul saw sudah tahu ini tipuan syaitan yang akan berbuat begitu. Jadi Rasul saw berkata “kalau sampai ada dihatimu perkataan “siapa yang menciptakan Tuhanmu?”, “falyasta’idz billah walyantahi” maka segeralah berlindung kepada Allah dan berhentilah dari pemikiranmu. Karena pemikiranmu sudah dimasuki syaitan. Seperti ini kalau seandainya kita berfikir “koq disuruh jangan berfikir?” orang bertanya tentang Tuhanku? “boleh boleh” tapi kalau sampai pada pertanyaan siapa yang mencipta Tuhanku? Tidak boleh berfikir lagi, berhenti.

Kenapa tidak boleh memakai logikamu? Jawabannya kira – kira begini. Hal orang yang sudah ada yang lebih tahu padanya dan berpengalaman, jangan sesekali kita melanggarnya kalau orang itu sangat kita percaya. Kita punya teman, ini dari Sidney Australia Syekh Muhammad Abdullah. Misalnya kita datang ke Sidney, kita tidak tahu ada 10 makanan mana yang halal tapi ada satu yg haram, mana yang haram? Beliau berkata itu yang piringnya hijau boleh, yang piringnya merah boleh, yang piringnya kuning boleh, itu yang piringnya hitam jangan dimakan itu racun. Coba dengan logika kita, kita makan atau tidak makan? Tidak makan karena kita percaya kepada orang yang bicara. Yang mencobanya adalah orang yang bodoh dan orang yang mencobanya adalah orang yang terjerumus ke dalam jahatnya racun tersebut.

Demikian pula yang percaya kepada Sayyidina Muhammad Saw. Rasul berkata “kalau sudah alam pemikiranmu bertanya bagaimana penciptaan ini? bagaimana penciptaan itu? terus ikuti, boleh dalami boleh pelajari sampai kepada terbenturnya nanti syaitan berkata “siapa yang mencipta Tuhanmu?” Berhenti, kata Rasul. “falyasta’idz billah walyantahi”. Minta perlindungan kepada Allah, “wahai Allah lindungi aku dari kejahatan tipuan syaitan, tipuan – tipuan logika yang menjerumuskan aku dari kejauhan tauhid”. Jauhilah pemikiran - pemikiran itu, sebagaimana kita mendengar teman kita yang mengatakan itu racun, jangan dicoba karena kita percaya kepada teman kita. Dan orang yang paling berhak dipercaya adalah Sayyidina Muhammad Saw.

sumber
[/quote]

[quote=MR]
Allah subhanahu wata’ala berfirman :

???? ??????????? ????? ??????????? ????? ?????? ???????????? ???????? ???????????? ???? ???????? ??????? ???????? ???????????? ??????????? ????????? ??????????? ??????????????

( ????? : 21 )

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”. ( QS. Al Hasyr : 21 )

Hal ini Allah subhanahu wata’ala jadikan sebagai bahan untuk kita berfikir, maksudnya bahwa rahasia yang terbesar bukan ada pada gunung, langit atau bumi, tetapi ada pada sanubari ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena mereka mampu menampung al qur’an al karim, sebagaimana riwayat Al Imam Ibn Athaillah di dalam kitabnya Al Hikam, Allah subhanahu wata’al berfirman di dalam hadits qudsy :

??? ?????????? ???????? ????? ????????? ??????? ?????????? ?????? ???????? ???????????

“ Tidak mampu menampung-Ku bumi-Ku atau langit-Ku, tetapi mampu menampung-Ku hati hamba-Ku yang beriman.”

Maksudnya bukan menampung dzat Allah, tetapi menampung rahasia keluhuran Allah, jiwa ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang beriman siap menampung Al qur’an Al Karim, kalamullah yang tidak mampu ditampung oleh gunung sekalipun, maka kekuatan sanubari hamba yang beriman lebih kuat dibandingkan dengan gunung. Gunung jika diturunkan Al qur’an kepadanya maka ia akan lebur dan hancur, namun sanubari hamba yang beriman jika terkena cahaya Al qur’an maka ia akan berpijar dan menjadi cahaya hidayah bagi yang lainnya. Inilah makna khalifah (pemimpin di muka bumi) bahwa jiwa orang-orang yang beriman itulah yang membuat rahmat Allah berlimpah di wilayah sekitarnya

sumber
[/quote]
pejam - 18/04/2012 11:19 PM
#57
Mengenal Allah (2)
bagi yang merasa pernah jalan-jalan ke langit

[quote=MR]
Dan ketika nabiyullah Musa AS meminta untuk melihat Allah, maka Allah subhanahu wata’ala menjawab dalam firman-Nya:

???????? ????? ?????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ????? ??????? ???????? ???????? ????? ???? ???????? ???????? ??????? ????? ????????? ?????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ?????????? ???????? ?????? ??????? ?????? ??????? ???????? ??????? ????? ??????????? ?????? ???????? ??????? ??????? ??????????????
( ??????? : 143 )


“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa: "Ya Rabbku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Rabb berfirman: "Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman". ( QS. Al A’raf : 143 )

Akan tetapi nabi Musa AS diperlihatkan kekuatan tentara Allah subhanahu wata’ala yang ada di bumi, diperdengarkan gemuruh gelombang lautan yang paling dahsyat di bumi, diperdengarkan suara halilintar yang begitu dahsyat mengitari nabi Musa AS, diperlihatkan juga kepadanya alam yang gelap gulita dan sangat menakutkan, diperlihatkan tentara-tentara Allah subhanahu wata’ala dari para malaikat yang ada di bumi, begitu juga para malaikat yang ada di langit pertama yang kesemuanya bergemuruh memuji dan mensucikan nama Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala Maha Suci tanpa butuh disucikan, namun hamba yang mensucikan nama Allah dialah yang akan disucikan oleh Allah. Maka ketika itu nabi Musa AS termenung melihat dahsyatnya gemuruh para malaikat di langit pertama yang bertasbih dan menyebut nama Allah subhanahu wata’ala, kemudian malaikat Jibril membukakan langit yang kedua sebagaimana dalam tafsir Al Imam At Thabari bahwa di langit yang kedua itu terlihat para malaikat yang lebih besar dan gemuruh tasbih serta seruan para malaikat yang memuji Allah subhanahu wata’ala di langit kedua itu lebih dahsyat dari yang sebelumnya, kemudian malaikat Jibril membuka langit yang ketiga dan terlihatlah para malaikat yang lebih besar dan berwibawa dan gemuruh tasbih mereka pun lebih dahsyat dari yang sebelumnya, hingga nabi Musa pun roboh dan tidak mampu untuk berdiri karena dahsyatnya kewibawaan para tentara Allah subhanahu wata’ala. Maka ketika itu malaikat Jibril berkata : “berdirilah wahai Musa, dan engkau akan melihat sesuatu yang lebih dahsyat dari semua ini”, kemudian setelah langit keempat dibuka terlihatlah hal yang lebih dahsyat dari sebelumnya, sehingga nabi Musa AS menggigil melihat keadaan tersebut dan merasa menyesal karena meminta kepada Allah subhanahu wata’ala untuk melihat-Nya, dan hanya sekedar melihat para tentara Allah ia telah gemetar dari kewibawaan mereka. Kemudian malaikat Jibril membuka langit keenam dan ketujuh sehingga terlihatlah tabir, yang disebutkan dalam tafsir Al Imam Ibn Katsir bahwa tabir tersebut berupa 70000 cahaya, yang mana tabir tersebut adalah paduan antara cahaya, kegelapan dan air, dan ketika dibuka satu tabir dari sekian banyak tabir tersebut kemudian diperlihatkan kepada gunung, maka gunung itu terpendam ke dalam bumi dan tidak lagi terlihat bahkan tidak akan pernah muncul hingga hari kiamat kelak, karena rasa takutnya kepada Allah. Maka siapkanlah hati kita untuk menerima kewibawaan Ilahi, dimana hati kita bagaikan kaset, alat perekam atau kamera yang siap untuk merekam cahaya Rabbul ‘alamin, adapun telinga dan penglihatan adalah alat untuk mendengar dan menyampaikan pada sanubari, oleh sebab itu Allah subhanahu wata’ala berfirman :

????? ????????? ??????????? ???????????? ????? ????????? ????? ?????? ??????????
(??????? : 36 )


“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”. (QS. Al Israa: 36)

sumber

[/quote]
wahyudihasfi - 18/04/2012 11:22 PM
#58

AlhamduliLLah,.. ane jd lumayan tercerahkan nih gan...cendolbig
pejam - 18/04/2012 11:25 PM
#59
Mengenal Allah (3)
bagi yang masih tanya-tanya ...

[quote=MR]
Dialah ( Allah ) hakikat Yang Maha Baik dan mengawali kebaikan serta membagi-bagikan balasan-balasan luhur di dunia dan akhirah, sebagaimana firman-Nya subhanahu wata’ala :

??????? ???????? ???????? ?????? ???????? ??????? ??????? ???????? ???????? ????? ??????? ????????????????? ??? ?????????????? ??? ??????????? ???????????

( ?????? : 186 )

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” ( QS : Al Baqarah : 186 )

Jika seseorang bertanya kepadamu (sayyidina Muhammad) tentang Allah, bagaimana wujudnya, seperti apa sifatnya dan yang lainnya, maka pertanyaan-pertanyaan itu diringkas hanya dengan satu jawaban “Aku (Allah) dekat” dimana jawaban itu membuat seorang hamba dekat dengan Allah subhanahu wata’ala. Betapa indahnya jawaban Allah bagi yang bertanya tentang “Aku dekat”, namun dekatnya Allah bukan dekat dengan jarak , karena Allah subhanahu wata’ala Yang menciptakan jarak maka tidak bisa diukur dengan jarak, Allah itu dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak, Allah Maha dekat bahkan lebih dekat dari urat leher kita bukan berarti DIA berada sangat dekat dengan kita, atau bahkan kedekatan-Nya lebih dari itu karena jarak bisa diukur dengan jauh atau dekat, mulai dari seorang hamba di alam ruh sampai masuk ke alam rahim kemudian lahir ke dunia, dan masuk ke alam kubur dan yang selalu bersama kita hanyalah Allah, maka hakikatnya Yang Maha Dekat hanyalah Allah subhanahu wata’ala namun tidak terlihat oleh mata kita, tetapi Dialah Yang Maha Dekat, terkadang secara logika hal ini sulit untuk diterima namun tidaklah mustahil, sebagaimana kita tidak melihat bulu mata kita padahal berada paling dekat dengan kita, dan kita tidak mendengar aliran darah yang mengalir di telinga padahal lebih dekat dari semua yang ada di telinga kita, namun Allah subahanahu wata’ala lebih dekat dari itu, dan makna “dekat” disini memiliki makna lebih, bukan dekat dengan jarak tapi yang dimaksud adalah dekat kasih sayang-Nya, dekat pengampunan-Nya, dekat kelembutan-Nya. Dia (Allah) menjawab seruan hamba jika ia memanggil-Nya. Namun jangan samakan dengan makhluk, karena jika makhluk memanggil maka dia akan menjawab dengan suara, namun Allah menjawab bukan dengan suara yang terdengar oelh telinga kita, tetapi menjawabnya dengan rahmat dan anugerah dan kasih sayang-Nya yang mana jawaban itu jauh lebih agung daripada sekedar jawaban suara. Maka memohonlah pengampunan doa kepada Allah karena Allah akan mengabulkannya dengan rahmat dan kasih sayang-Nya.

sumber

[/quote]

[quote=MR]
????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? : ????? ?????? ?????? ?????????? ?????????? ????? ??????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ??????? ??????????? ???????????? ?????? ????????? ?????????? ?????? ??????????? ?????????? ???????????? ???? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ?????????? ????? ???????? ??????? ??????? ?????????? ???? ????????? ????? ????????? ????? ???????? .
(???? ??????? )


Sabda Rasulullah saw : “Jika penduduk sorga telah masuk sorga, maka berfirman Allah swt Yang Maha Luhur kemuliaan Nya : “Ingin kah kalian Kutambahkan sesuatu lagi?”, maka mereka berkata : “Bukankah telah Kau jernih dan membuat wajah kami bercahaya indah?, bukankah telah Kau masukkan kami ke sorga?, dan telah Kau selamatkan dari neraka?”, maka Rasul saw meneruskan : “Maka Allah membuka tabir yang menghalangi mereka dengan Allah swt, maka tiadalah mereka diberi suatu kenikmatan yang lebih mereka sukai dan nikmati dari memandang pada Tuhan mereka Yang Maha Agung dan Luhur. (Shahih Bukhari)

sumber

[/quote]

[quote=MR]
???? ????? ??????? ???????????? ?????: ??????? ??? ??????? ???????? ???? ????? ???????? ?????? ?????????????? ????? ???? ???? ??? ???? ???? ???? :???? ?????????? ??? ???????? ?????????? ???????????? ????? ??????? ????????? ???????: ???? ????? ??? ???? ???? ????: ??????????? ??? ??????????? ??? ???????? ?????????? ??????????? ?????? ????? ?????????? ??? ????????????.

(???? ???????)

Dari Abi Sa’id Al Khudriy :Kami berkata : Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan Pencipta Kami dihari kiamat?, sabda Rasulullah saw : “Apakah kalian terhalangi dari melihat matahari dan bulan jika sedang tiada awan dan penghalang?”, kami berkata tidak, sabda Rasulullah saw : maka sungguk kalian tiada akan terhalangi untuk melihat tuhan kalian hari itu, kecuali jika kalian merasa terhalangi dari melihat bulan dan matahari ketika sedang tiada yg menghalanginya (mustahil, dan menguatkan bahwa Allah swt akan terlihat dg jelas) (Shahih Bukhari)

sumber
[/quote]
riz05tres - 19/04/2012 01:33 AM
#60

takut merinding gan bacanya...
Ya Allah dengan segala sifatMu, ampunilah dosa2 kami baik yang disadari atau pun tidak...

Alfatehah + Sholawat sent to: Baginda Nabi Muhammad SAW.... Miss u...
Page 3 of 52 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)