Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)
Total Views: 25652 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 52 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

shamfar - 19/04/2012 06:09 AM
#61

Quote:
Original Posted By riz05tres
Assalamualaikum... wr wb ...

Salam salim untuk para sepuh...
ijin nyimak yah... malu


Wa'alaikumsalam wr wb.
salam juga \) shakehand kisss

Quote:
Original Posted By riz05tres


yang ini ane bangat ni...malu

Semoga Allah melanpangkan hati hambanya yang mau berubah Amin,,,:matabelo



Aaamiiin...rose:

Quote:
Original Posted By riz05tres
takut merinding gan bacanya...
Ya Allah dengan segala sifatMu, ampunilah dosa2 kami baik yang disadari atau pun tidak...

Alfatehah + Sholawat sent to: Baginda Nabi Muhammad SAW.... Miss u...


Aaamiiin rose:
shamfar - 19/04/2012 06:17 AM
#62

Quote:
Original Posted By pejam
menjawab yang diatas juga .....



Quote:
Original Posted By pejam
bagi yang merasa pernah jalan-jalan ke langit



seperti biasa mas, ane taroh di pejwan kisss

Quote:
Original Posted By wahyudihasfi
AlhamduliLLah,.. ane jd lumayan tercerahkan nih gan...cendolbig


alhamdulillah \) rose: kisss
shamfar - 19/04/2012 06:30 AM
#63
Pendidikan salah satu dzurriyah
Pagi-pagi mari kita mendengarkan sebuah kisah :

Seorang Ibu berucap kepada anaknya 'Wahai Anakku ! Engkau tak akan ku ridhoi dan tak ku akui sebagai anakku terkecuali engkau sudah bertemu dengan Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.

Mendengar perkataan tersebut, Anak itu takut tak di ridhoi ibunya dan tak di anggap sebagai anaknya. Sang anakpun mencari guru dan menuntut 'ilmu dengan giat. Agar bisa mentaati ucapan Ibunya untuk bertemu Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.

Setelah lama menuntut 'ilmu,
Sang Guru pun menyuruh anak tersebut untuk masuk ke tempat kholwat.

Setelah lama berkholwat
Sang Anak pun keluar dan memberi kabar kepada Ibunya. 'Wahai ibu aku sudah bertemu Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.' Dimana kamu bertemu Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.' tanya Sang Ibu. aku bertemu dalam mimpi wahai Ibu jawab Sang Anak'
Kamu bukanlah anak ku jawab Sang Ibu lagi !!

Sang Anak pun kembali berkholwat, singkat cerita setelah lama berkholwat Sang Anak pun keluar lagi. 'Wahai Ibu aku sudah bertemu Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam. kata Sang Anak, Dimana kamu bertemu tanya Sang Ibu. Setiap hari dan dalam keadaan jaga aku bertemu Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.

Sekarang aku ridho kepadamu dan engkau adalah Anakku jawab Sang Ibu !!

Ketahuilah wahai para pecinta Rosulullah Saw. Anak dalam kisah tersebut ialah AL QUTHUB AL IMAM AL HABIB 'ALI BIN MUHAMMAD BIN HUSEIN AL HABSYI ( PENGARANG SIMTHUDDUROR )
nightsand - 19/04/2012 08:23 AM
#64

alhamdulillah, dpt pencerahan d pagi hari, smoga iman dpt bertambah dan hati smakin bersih, lembut dan bercahaya, trit yg mantap gan TS, salam kenal ya hehe, barokallohu \)brose:
mbahmetal2 - 19/04/2012 01:15 PM
#65

Quote:
Original Posted By Hudavis


gun ada yg bisa nerangkan kenapa Rosul bersabda begitu
mungkin Ts bisa bantu


Hancur alam diirimu jika memikirkan/mencari Dzat Allah, spt hancurnya gunung tatkala musa pengen melihat Dzat/Kunhi Dzat, contoh yg paling mudah aja "gila" ntar efeknya, maka pikirkanlah ttg sifat2Nya saja, atau dgn kata lain aku mengenal Allah dgn Allah ...aku mengenal Allah melalui sifat2Nya yg ada pd diriku dan aku yakin bahwasanya sifat tak terpisah dari Dzat-Nya, kumpulan sifat2 (af'al, asma, sifat) inilah yg dikatakan hamba

Hanya Rasulullah yg sampai pd derajat Kunhi Dzat dan sedikit org2 yg dikehendaki-Nya
shamfar - 19/04/2012 03:24 PM
#66

Quote:
Original Posted By nightsand
alhamdulillah, dpt pencerahan d pagi hari, smoga iman dpt bertambah dan hati smakin bersih, lembut dan bercahaya, trit yg mantap gan TS, salam kenal ya hehe, barokallohu \)brose:


alhamdulillah... aamiin , wa baaroka 'alaika rose:
salam kenal jg gan shakehand \)

Quote:
Original Posted By mbahmetal2


Hancur alam diirimu jika memikirkan/mencari Dzat Allah, spt hancurnya gunung tatkala musa pengen melihat Dzat/Kunhi Dzat, contoh yg paling mudah aja "gila" ntar efeknya, maka pikirkanlah ttg sifat2Nya saja, atau dgn kata lain aku mengenal Allah dgn Allah ...aku mengenal Allah melalui sifat2Nya yg ada pd diriku dan aku yakin bahwasanya sifat tak terpisah dari Dzat-Nya, kumpulan sifat2 (af'al, asma, sifat) inilah yg dikatakan hamba

Hanya Rasulullah yg sampai pd derajat Kunhi Dzat dan sedikit org2 yg dikehendaki-Nya



makasih kang \) shakehand kisss rose:

ane pake kaskus beta, jadi beberapa id yg mampir disini ada yg ga terliat...
ndak tau kalo ada id caid17 sm hudavis kesini malus


Mr.tompel - 19/04/2012 05:09 PM
#67

gan kok ada SWT sama SAW
bukannya lebih baik tidak di singkatya
karena dengan tidak disingkat kitapun mendapat pahala
dan orang yang membaca pun bershalawat ketika membaca artikel
antum tersebut \)



Posted with [color=orange]kaskusBetaQR[/color]
riz05tres - 19/04/2012 07:53 PM
#68

Quote:
Original Posted By mbahmetal2
Hancur alam diirimu jika memikirkan/mencari Dzat Allah, spt hancurnya gunung tatkala musa pengen melihat Dzat/Kunhi Dzat, contoh yg paling mudah aja "gila" ntar efeknya, maka pikirkanlah ttg sifat2Nya saja, atau dgn kata lain aku mengenal Allah dgn Allah ...aku mengenal Allah melalui sifat2Nya yg ada pd diriku dan aku yakin bahwasanya sifat tak terpisah dari Dzat-Nya, kumpulan sifat2 (af'al, asma, sifat) inilah yg dikatakan hamba

Hanya Rasulullah yg sampai pd derajat Kunhi Dzat dan sedikit org2 yg dikehendaki-Nya



:2thumbup jawabanya Insya Allah menghasilakan Amal baik Amin...


salam salim sepuh,,,
riz05tres - 19/04/2012 07:55 PM
#69

Quote:
Original Posted By Mr.tompel
gan kok ada SWT sama SAW
bukannya lebih baik tidak di singkatya
karena dengan tidak disingkat kitapun mendapat pahala
dan orang yang membaca pun bershalawat ketika membaca artikel
antum tersebut \)



Posted with [color=orange]kaskusBetaQR[/color]


matabelo: ente bener....
tapi kalo sampe salah penulisan otomatis salah pengucapan, jadi mesti hati2 ya... Insya Allah berkah Amin....
shamfar - 19/04/2012 08:50 PM
#70

Quote:
Original Posted By Mr.tompel
gan kok ada SWT sama SAW
bukannya lebih baik tidak di singkatya
karena dengan tidak disingkat kitapun mendapat pahala
dan orang yang membaca pun bershalawat ketika membaca artikel
antum tersebut \)


Posted with [color=orange]kaskusBetaQR[/color]


makasih ye gan, saran dan nasehatnya \) shakehand
tar beberapa tulisan yg bisa ane edit, ane ganti \)

Quote:
Original Posted By riz05tres



:2thumbup jawabanya Insya Allah menghasilakan Amal baik Amin...


salam salim sepuh,,,


aamiin.. rose:

Quote:
Original Posted By riz05tres


matabelo: ente bener....
tapi kalo sampe salah penulisan otomatis salah pengucapan, jadi mesti hati2 ya... Insya Allah berkah Amin....


iye... semoga berkah ya..aamiin rose:
lumbalomba - 19/04/2012 09:31 PM
#71

subhanallah, terima kasih buat ilmunya.
shakehand2

waah, ane masih perlu banyak belajar nih dari TS dan para sesepuh yang lain nih.
masih nyubi ane, hehe
malu
riz05tres - 19/04/2012 10:44 PM
#72

Quote:
Original Posted By shamfar
makasih ye gan, saran dan nasehatnya \) shakehand
tar beberapa tulisan yg bisa ane edit, ane ganti \)



aamiin.. rose:



iye... semoga berkah ya..aamiin rose:


shakehand2 Salaman dulu tanda perkenalan,,, Semoga diridhoi ya kang... AMIN...
Hachi28 - 19/04/2012 11:13 PM
#73

Menebar cahaya sunnah www.radiorodja.com
shamfar - 20/04/2012 06:40 AM
#74

Quote:
Original Posted By lumbalomba
subhanallah, terima kasih buat ilmunya.
shakehand2

waah, ane masih perlu banyak belajar nih dari TS dan para sesepuh yang lain nih.
masih nyubi ane, hehe
malu


Alhamdulillah \)
makasih ye dah mampir kisss
kita duduk bersama, semoga barokah...rose:

Quote:
Original Posted By riz05tres
shakehand2 Salaman dulu tanda perkenalan,,, Semoga diridhoi ya kang... AMIN...


Salam kenal juga gan \) shakehand2
Aaamiin rose:

Quote:
Original Posted By Hachi28
Menebar cahaya sunnah www.radiorodja.com


makasih ye dah mampir \)
shamfar - 20/04/2012 06:44 AM
#75
Keutamaan Shalawat
Disebutkan dalam kitab Ihya , Al-Qirthas dan Al-Maghnam Fil Wirdil A'dham karangan Asy-Syaikh Muhyiddin Ibn An-Nuhhas, sebuah hadist dari Abi Kahil yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda:

"Hai, Abu Kahil ! Ketahuilah bahwa barangsiapa bershalawat karena cinta dan rindu kepadaku sebanyak 3x dalam sehari, maka sudah pasti Allah akan mengampunkan dosa-dosanya pada hari itu dan malam itu"

Diriwayatkan juga dari Abu Bakar bin Abu 'Ashim dalam Kitab Ash-Shalah juga disebutkan dalam Kitab Syarhul Washiyah

Rasulullah bersabda "Siapa yang bershalawat kepadaku di waktu pagi 10x dan petang 10x maka ia mendapat syafaatku di hari kiamat"

"Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku."

(HR. Baihaqi dengan sanad shahih)


Allohumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa alihi washohbihi wasallim
rose:rose:rose:
mr.pongkenk - 20/04/2012 12:10 PM
#76

wah mantab nih triid :2thumbup

coba dong dibabarkan kenali akidahmu jilid 2.
sungguh ane mahabbah bner sama habib munzir almusawa.
krn begitu luhur ceramah beliau mengajarkan sunnah2 Rasul SAW.

salam kenalYb buat antum bib.
sergeant - 20/04/2012 09:52 PM
#77

Quote:
Original Posted By shamfar
Disebutkan dalam kitab Ihya , Al-Qirthas dan Al-Maghnam Fil Wirdil A'dham karangan Asy-Syaikh Muhyiddin Ibn An-Nuhhas, sebuah hadist dari Abi Kahil yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda:

"Hai, Abu Kahil ! Ketahuilah bahwa barangsiapa bershalawat karena cinta dan rindu kepadaku sebanyak 3x dalam sehari, maka sudah pasti Allah akan mengampunkan dosa-dosanya pada hari itu dan malam itu"

Diriwayatkan juga dari Abu Bakar bin Abu 'Ashim dalam Kitab Ash-Shalah juga disebutkan dalam Kitab Syarhul Washiyah

Rasulullah bersabda "Siapa yang bershalawat kepadaku di waktu pagi 10x dan petang 10x maka ia mendapat syafaatku di hari kiamat"

"Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku."

(HR. Baihaqi dengan sanad shahih)


Allohumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa alihi washohbihi wasallim
rose:rose:rose:


shollallaah alaa Muhammad.. rose:
pejam - 21/04/2012 12:01 AM
#78
Akhlak Rasulullah (1)
Beliaulah yang menjadi pembela utama untuk umatnya di yaumal qiyamah disaat semua orang lari dari dosa, saat semua orang takut pada dosa sampai para Nabi berkata “nafsiy..nafsiy.., pergi – pergi kalian aku tidak bisa untuk menyelamatkan kalian diriku ..diriku”, para Nabi berkata demikian. Ini diriwayatkan didalam Shahih Bukhari. Hanya beliau inilah yang mempertahankan kita agar tidak masuk neraka, beliau saw sujud kepada Allah Swt seraya berkata “ummatiy..ummatiy...,umatku..u​matku wahai Allah”. Sujud untuk membela para pendosa agar jangan masuk neraka maka Allah berkata “…, angkat kepalamu beri syafa’at pada orang yang akan engkau beri syafa’at”. Dan beliau saw memberi syafa’at banyak orang, dibagi syafa’at kepada amal shalih, shadaqah bisa memberi syafa’at, hewan kurban bisa memberi syafa’at, masjid memberi syafa’at, semua bisa memberi syafa’at dari amal shalih. Sedemikian hebatnya para shalihin, para syuhada, para awlia memberi syafa’at. Terus saling membagi – bagi syafa’at agar banyak tertolong ummat ini. Ternyata masih ada yang menjerit didalam hati, mereka memanggil – manggil Nama Sang Nabi untuk mendapatkan syafa’at. Para pendosa, para penjahat, para orang yang wafat dalam kedhaliman, mereka masih menjerit dan Sang Nabi saw tidak tega mendengar jeritan mereka seraya kembali sujud kepada Allah meminta lagi syafa’at (dalam riwayat dikatakan 4X beliau meminta syafa’at) “ambil..ambil..orang yang akan kau beri syafa’at”, kata Allah. Demikian indahnya idolaku dan idola kalian Nabiyyuna Muhammad saw.

sumber
pejam - 21/04/2012 12:06 AM
#79
Akhlak Rasulullah (2)
“Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka ’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka ’bah, dan berzikir lagi: “ Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah. ”


Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab ?” “Belum,”jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya ?” “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum
pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya, ” kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat !” Melihat Nabi dihadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk
untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu,
Rasulullah s.a.w.menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:“Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda:
“ Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar !” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.

Maka orang Arab itu pula berkata:
“ Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya !”kata orang Arab badwi itu.
“Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan ?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘ Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawananNya! ’

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: “ Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda:
“Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya,juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti !”

Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

sumber
pejam - 21/04/2012 12:13 AM
#80
Akhlak Rasulullah (3)
“ … Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, pembohong, tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya pikiranmu akan dipengaruhi olehnya … Dia penakluk pikiran yang ulung, banyak saudara-saudara kita disesatkan olehnya! … berhati-hatilah kalian terhadapnya, menjauhlah darinya”.
Lelaki renta itu terus meracau, melontarkan hujatan yang tak putus seakan belum puas galau hatinya terhantarkan oleh desiran angin gurun yang dingin menusuk tulang. Dalam balutan jubah kusam lusuh compang-camping, pengemis tua itu terus mencaci pria yang sungguh begitu dibencinya sepenuh hati.
Baginya , Muhammad seolah menjadi nama satu-satunya yang ingin dibawa bersama dengkinya hingga diakhir hayat nanti. Tak ada nama lain yang begitu merasuk rasa benci di dadanya. Dari mulutnya tak berhenti sekalipun mengutuk Muhammad, sosok yang begitu kelam di matanya yang menggelap karena buta yang dideritanya.
Pengemis tua itu baru meredup mata nyalangnya dan meredakan gemuruh angkara murka dihatinya, karena setiap hari ada uluran tangan yang menenangkannya dan kemudian tangan yang sama akan memberikan suapan makanan yang selalu dibawa untuknya. Dengan lembut dan kesabaran, ada tangan lelaki yang tidak dikenalnya menyuapkan langsung makanan ke mulut lelaki sebatang kara itu.
Meskipun tidak mengenali rupa wajah dan namanya, pengemis itu yakin lelaki yang menyuapi makanan setiap hari itu adalah sosok lelaki baik yang lembut, dan memiliki hati yang pemurah. Pengemis tua itu bisa merasakannya, jauh sampai ke hatinya.
Pengemis tua itu berpesan
“Saudaraku, berhati-hatilah kepada Muhammad. Dia itu pembohong, orang gila, tukang sihir !”
Seakan melalui perkataan itu, ia ingin menjaga lelaki baik hati di sampingnya agar tidak menjadi korban seperti pengikut-pengikut Muhammad yang telah mengikuti ajaran barunya.
Lelaki itu terdiam, ditenangkannya gemuruh angkara yang terus bergolak di dada pengemis tua itu dengan mengelus-elus pundaknya. Pengemis tua itu lantas tersenyum sambil melegakan himpitan rasa marah yang seakan menghilangkan ruang kosong di dadanya. Kemudian tanpa berkata sedikitpun, lelaki itu pamit sesaat usai kunyahan terakhir makanan tertelan di mulut si pengemis tua.
---
Hingga suatu hari, terdengar kabar bahwa Muhammad yang telah memproklamirkan diri sebagai Rasul dengan ajaran barunya telah meninggal dunia. Rasa dukacita cepat menyebar saat berita sedih itu didengar seluruh penduduk kota Medinah yang tiba-tiba seperti menggantung awan hitam di atas langitnya.
Tapi tidak untuk pengemis buta, dia yang mendengar langsung berita itu begitu senangnya dan tertawa lepas karena Muhammad sosok yang sangat dibencinya telah mati. Maut telah menjemput musuhnya. Berita penting ini harus segera disampaikan kepada lelaki baik hati yang seperti hari-hari sebelumnya akan datang membawa makanan untuknya dan juga menyuapi langsung makanan tersebut untuknya.
Pagi telah melepas hingga siang, menjelang petang tak juga tiba lelaki baik hati yang selama ini setia mendatanginya setiap hari. Pengemis tua itu membatin dan harus menyimpan hingga esok, berita yang ingin dibaginya “ Muhammad telah mati “ ucapannya seolah meyakinkan kabar itu dalam hati.
Berhari-hari ditunggunya kedatangan lelaki baik hati itu, namun harapan hatinya untuk segera bersua sepertinya tak berbalas. Lelaki lembut hati seolah menguap, hilang tak tentu rimbanya. Penantian yang panjang untuk lelaki baik hati, sepertinya sirna harapan pengemis tua itu karena tamu yang begitu diharapkannya tak kunjung tiba.
Suatu hari setelah cukup lama dari berita kematian Muhammad, munculnya seorang lelaki di sampingnya yang langsung memberikan makanan yang dibawanya.
“Siapa kau ? “ tanya pengemis tua penuh curiga, dan mencoba mengenali sosok yang mendatanginya.
“ Aku orang yang seperti biasa mendatangimu ” ujar lelaki yang terasa asing baginya.
Disimak penuh suara lelaki yang baru pertama didengarnya, bimbang batinnya benarkah ini sosok lelaki yang sudah ditunggunya berhari-hari itu. Pengemis tua itu menajamkan rasa batinnya, ia merasakan ada yang berbeda.
“ Mengapa kau tak duduk dan menyuapiku “ tanya pengemis tua.
Lelaki itu menghampiri dan mulai menyuapi pengemis tua, tapi tiba-tiba tangan pengemis menepis suapan makanan yang diberikan lelaki itu.
“Siapa kau sebenarnya ? “ Pengemis tua mulai menyadari bahwa lelaki ini bukan yang ditunggunya.
“ Aku orang yang biasa mendatangimu “ terdengar getar dari suara lelaki yang coba meyakinkannya.
“ Bukan ! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku “ bantah pengemis tua.
“ Kau bukan orang itu. Sebab apabila benar, dia akan duduk bersimpuh duduk di sampingku, lalu ia akan menyuapiku setelah terlebih dahulu menghaluskan makanan itu agar tak sulit aku mengunyahnya ”
Mendengar kata-kata pengemis tua yang menjelaskan perangai laku sosok yang dimuliakannya, Lelaki itu tak kuasa menahan air matanya yang mengembang diringi isak-tangis tertahan karena kehilangan lelaki pilihan Sang Rasul yang wafat beberapa saat lalu meninggalkan ummat yang dikasihinya.
“ Aku memang bukan orang yang biasa mendatangimu ” suaranya lirih terdengar menahan tangis.
“ Namaku Abu Bakar, aku hanya seorang diantara banyak sahabat yang sangat mencintainya. Lelaki berakhlak mulia itu telah pergi, meninggal dunia. Dialah Muhammad Rasulullah yang mulia “
Mendengar pengakuan Abu Bakar, dan mendengar nama Muhammad disebutkan sebagai lelaki baik dan berhati lembut yang setiap hari membawakan dan menyuapi makanan kepadanya rasanya hampir pengemis tua tak percaya. Dadanya terasa sesak seperti ada himpitan yang membebani, tak terasa mengalir tetes air mata di pipinya yang cekung.
“Dia kah Muhammad yang setiap hari aku caci-maki dengan penuh kebencian ? benarkah ? “
“ Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, menyebutnya sebagai penyihir, dan orang gila tapi dia tak pernah memarahi sedikitpun. Ia hanya diam dan mengelus pundakku dengan lembut. Setiap hari ia datang dan duduk di sampingku, menghaluskan makanan dan menyuapiku. Benarkah lelaki itu, Muhammad ? “ tanya pengemis tua itu seolah hendak menyanggah kenyataan.
“ Ya, benar lelaki mulia itu Muhammad “ jawab Abu Bakar
Oh, Muhammad - pengemis tua itu membatin, ada rasa yang menyelusup dalam hati yang selama ini penuh kebencian terhadap sosok lelaki itu.
Oh, Muhammad – ada perasaan rindu yang tertahan akan kehadirannya. Pengemis tua itu tak sanggup lagi membendung aliran air mata yang membuncah tak tertahankan.

Allahuma shalaalaihi wassalam …

Rindu Rasul *
Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau di sini

sumber
Page 4 of 52 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)