Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)
Total Views: 25652 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 52 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

baihaq - 24/04/2012 06:49 PM
#101

Quote:
Original Posted By amandamai
Yah disini kita saling belajar..
Saling share...

siapa yang merasa lebih dari yang lain berarti dia tidak ada apa-apanya

NOL BESAR...

nggak usah nyeleneh....
yang penting dan perlu ajah kita post....



Salam Aman damai............daiman......


wekeekekekeke
mantap mantap...............ngacir:
pejam - 24/04/2012 07:30 PM
#102

tambah copast lagi biar makin mudah dicerna :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah lambang yang mulia yang diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk dijadikan panutan, dijadikan idola,dan untuk dicintai lebih dari seluruh makhlukNya yang lain. Sehingga Allah subhanahu wata’ala mengelompokkan orang yang mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kelompok orang yang mencintai Allah subhanahu wata’ala. Jika seseorang mencintai Allah subhanahu wata’ala namun tidak mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka cintanya kepada Allah itu dusta, karena semakin seseorang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka hatinya akan semakin dipenuhi dengan cinta dan rindu kepada yang telah menciptakannya, yaitu Allah subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah makhluk yang paling indah dan paling mencintai kita (ummatnya) lebih dari seluruh makhluk lainnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mencintai kita lebih dari ayah ibu kita, mencintai kita lebih dari semua kekasih kita, karena ketika seseorang telah telah masuk ke dalam api neraka maka tidak ada seorang pun dari para kekasihnya yang akan mengingatnya kecuali sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang akan memohonkan syafaat untuknya

sumber
shamfar - 24/04/2012 09:52 PM
#103

Quote:
Original Posted By PaNaZ
keep update.... shakehand \)

==========================================
dengan melihat orang2 yg sangat mencintai Nabi terkadang saya berfikir... akankah mereka bergetar ketika mendengar adzan.. sama halnya ketika mendengar nama Nabi.. apakah mereka menangis ketika terlambat mengerjakan sholat.. sama halnya ketika mereka menangis ingin ketemu nabi... dll
sampai akhirnya seberapa besarkah cintanya kepada Allah ?
ane baru faham kenapa rosullullah melarang dirinya dilukis
maafkan ane kalo ada yg tersinggung.. bukannya ane tidak cinta Nabi, cuman sekedar shared pemikiran saja... D


Quote:
Original Posted By PaNaZ
huehehee.. nyante aja gan ane ga pernah bilang mereka sesat...
ane maseh nubie dan maseh cetek masalah ginian... D cuman ane terkagum2 aja sama tulisan yg ane bahas sebelumnya.. karena ane sendiri belum bisa mencintai nabi seperti itu...
ane ini masih sering dapat "sentilan" gan... D


sekedar share gan \) shakehand

mari kita baca hadist rasulullillah shallallahu alaihi wa alihi wasallam:

diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika melihat Nuaiman radiyallahu anhum. Ketika turun ayat pengharaman minum arak (khamr), maka mereka yang masih minum arak dihukum.
Nuaiman minum arak, dihukum. Tidak berapa lama minum arak lagi, dihukum lagi, tidak berapa lama beberapa hari minum arak lagi sampai Sahabat berkata “alaihi la’natullah” laknatnya Allah. Terus – terusan minum arak, terus – terusan mabuk – mabukkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “sungguh jangan kalian laknat Nuaiman karena aku tahu, demi Allah dia itu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”. Seorang pemabuk, Rasul berkata“demi Allah dia itu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.

menurut agan, apakah pemabuk itu cinta pd rasulullah shallallahu alaihi wasallam? \)

dalam hadist dia masih cinta walau dia pemabuk, bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sampai bersumpah demi Allah \)

lalu dimanakah cinta?
cinta itu di hati,
hati yg merasakan...

lalu bagaimana ujud cinta itu?
melaksanakan perintah Allah Ta'ala dan menjauhi larangan-Nya semampunya \)
serta melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
apakah sunnah yg dicintai beliau shallallahu alaihi wasallam?
salah satunya adalah sholawat \)

mari kita sholawatan gan rose:

Allohumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa alihi washohbihi wasallim


sy sekedar share aja gan \) shakehand
jika kita belum menangis saat mendengarkan azan dan telat sholat,
mgkn belum sekarang..
bisa jadi nanti, nanti atau nanti..
siapa tau dengan berkah dan cahaya sholawat, cinta kita kepada nabi..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam akan menuntun kita kepada keluhuran, lebih dan lebih lagi..
sehingga kita akan melaksanakan salah satu sunnahnya yg agung:
'Khoirul a'mali ashsholatu 'ala waqtiha'
sebaik-baik amal adalah sholat pada waktunya..

Allohu a'alam

shakehand





Quote:
Original Posted By logis
betul mbah kite2 ini sedang berproses mendapat ridho ALLAH dunia dan akhirat,
udah kok ntuh aja gak pengen macem2 pengen ketemu ALLAH terus say hello D

maaf pake kata "jamak" seperti "kite" karena sekedar ingin mengikuti "alur cerita"
sebenarnya mah nih postingan sekedar pendapat pribadi

-salam-


sy jadi teringat dg nasehat imam ahmad bin hanbal ketika di tanya:

مَتىَ يَجِدُ الْعَبْدُ طَعْمَ الرَّاحَةِ ؟ قَالَ : عِنْدَ أَوَّلِ قَدَمٍ يَضَعُهـَا فِي اْلجَنَّةِ
“Kapan seorang hamba bisa merasakan enaknya istirahat ? Ia berkata : Ketika pertama kali ia injakkan kakinya di surga”.

\)
amandamai - 25/04/2012 01:21 AM
#104

Quote:
Original Posted By shamfar
sekedar share gan \) shakehand

mari kita baca hadist rasulullillah shallallahu alaihi wa alihi wasallam:

diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika melihat Nuaiman radiyallahu anhum. Ketika turun ayat pengharaman minum arak (khamr), maka mereka yang masih minum arak dihukum.
Nuaiman minum arak, dihukum. Tidak berapa lama minum arak lagi, dihukum lagi, tidak berapa lama beberapa hari minum arak lagi sampai Sahabat berkata “alaihi la’natullah” laknatnya Allah. Terus – terusan minum arak, terus – terusan mabuk – mabukkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “sungguh jangan kalian laknat Nuaiman karena aku tahu, demi Allah dia itu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”. Seorang pemabuk, Rasul berkata“demi Allah dia itu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.

menurut agan, apakah pemabuk itu cinta pd rasulullah shallallahu alaihi wasallam? \)

dalam hadist dia masih cinta walau dia pemabuk, bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sampai bersumpah demi Allah \)

lalu dimanakah cinta?
cinta itu di hati,
hati yg merasakan...

lalu bagaimana ujud cinta itu?
melaksanakan perintah Allah Ta'ala dan menjauhi larangan-Nya semampunya \)
serta melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
apakah sunnah yg dicintai beliau shallallahu alaihi wasallam?
salah satunya adalah sholawat \)

mari kita sholawatan gan rose:

Allohumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa alihi washohbihi wasallim


sy sekedar share aja gan \) shakehand
jika kita belum menangis saat mendengarkan azan dan telat sholat,
mgkn belum sekarang..
bisa jadi nanti, nanti atau nanti..
siapa tau dengan berkah dan cahaya sholawat, cinta kita kepada nabi..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam akan menuntun kita kepada keluhuran, lebih dan lebih lagi..
sehingga kita akan melaksanakan salah satu sunnahnya yg agung:
'Khoirul a'mali ashsholatu 'ala waqtiha'
sebaik-baik amal adalah sholat pada waktunya..

Allohu a'alam


\)


Ketika kita semua ditanya apakah kita cinta Alloh Wa Rosuli SAW
maka spontan maka kita akan menjawab...cinta..

Maka untuk itu hisablah diri kita ini

tanda-tanda cinta adalah sering menyebut yang kita cintai..
dan akan bergetar hati ini apabila disebut nama yang kita cintai,,,,,

--Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh.........
--Syafaatilah kami, sehingga kami tidak hanya sekedar mengaku-aku cinta...

"Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan
Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia
Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku
Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu
tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii
jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa"
Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh.....
rose:
vyant - 25/04/2012 01:59 AM
#105

Quote:
Original Posted By PaNaZ
keep update.... shakehand \)

==========================================
dengan melihat orang2 yg sangat mencintai Nabi terkadang saya berfikir... akankah mereka bergetar ketika mendengar adzan.. sama halnya ketika mendengar nama Nabi.. apakah mereka menangis ketika terlambat mengerjakan sholat.. sama halnya ketika mereka menangis ingin ketemu nabi... dll
sampai akhirnya seberapa besarkah cintanya kepada Allah ?
ane baru faham kenapa rosullullah melarang dirinya dilukis
maafkan ane kalo ada yg tersinggung.. bukannya ane tidak cinta Nabi, cuman sekedar shared pemikiran saja... D


yok opo mbah lek Marbot musholla e dikelek i Wan Sechan, merdu-merdunya adzan Wan Sechan gitaran.... peace Yb

Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)

[HTML]http://pondokhabib.wordpress.com/2010/01/26/habib-syaikhon-bin-musthofa-albahar-kelakuan-nyelen eh-seorang-wali/[/HTML]

opo sing salah karo sing adzan.....berdukas

Salim wa Salaman
iloveindonesias
GemarDangdut - 25/04/2012 02:04 AM
#106

Izinkan nubie mengambil manfaat dari thread ini.
shamfar - 25/04/2012 07:30 AM
#107

Quote:
Original Posted By amandamai
Ketika kita semua ditanya apakah kita cinta Alloh Wa Rosuli SAW
maka spontan maka kita akan menjawab...cinta..

Maka untuk itu hisablah diri kita ini

tanda-tanda cinta adalah sering menyebut yang kita cintai..
dan akan bergetar hati ini apabila disebut nama yang kita cintai,,,,,

--Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh.........
--Syafaatilah kami, sehingga kami tidak hanya sekedar mengaku-aku cinta...

"Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan
Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia
Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku
Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu
tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii
jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa"
Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh.....
rose:


subhanallah wabihamdih..
menggetarkan sekali mas aman rose: kisss

Quote:
Original Posted By vyant
yok opo mbah lek Marbot musholla e dikelek i Wan Sechan, merdu-merdunya adzan Wan Sechan gitaran.... peace Yb

Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)

[HTML]http://pondokhabib.wordpress.com/2010/01/26/habib-syaikhon-bin-musthofa-albahar-kelakuan-nyelen eh-seorang-wali/[/HTML]

opo sing salah karo sing adzan.....berdukas

Salim wa Salaman
iloveindonesias


salim wa salaaman mas vyant \) shakehand rose:

Quote:
Original Posted By GemarDangdut
Izinkan nubie mengambil manfaat dari thread ini.


silahkan gan \) shakehand
shamfar - 25/04/2012 07:36 AM
#108
Kekuatan Maaf Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya.

Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”
Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.
Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.
Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.
Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”
Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi.
Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”


Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”
pejam - 25/04/2012 08:46 AM
#109

kata-kata cinta terucap \)
nightsand - 25/04/2012 09:47 AM
#110

absen pagi dl d thread cinta \)brose:
PaNaZ - 25/04/2012 11:02 AM
#111

Quote:
Original Posted By pejam


akang diatas telah mengakui mencintai Nabi, berarti pertanyaan akang sudah terjawab dengan tersendirinya di diri akang .... \) apakah akang dengan mencintai rasulullah, akang akan menangis juga ....

jadi ?

share dong ceritanya ....

hehe ane tidak pandai menulis cerita seperti seseorang yang sudah biasa menulis buku... \)
yah emang benar dengan mengetahui bagaimana rasulullah menyebarkan agama Islam memberikan kesan tersendiri...
Cerita tentang kehidupan beliau pada masa itu juga sanggup mebangkitkan semangat kepada orang yang hampir "putus asa"...

dengan mencintai Allah kita juga mencintai Nabi..
dengan mencintai nabi kita juga mencintai Allah..
Tapi tetep saja cinta terbesar ane hanya pada Allah...
yang menciptakan alam dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga kita bisa berwarna dan ada didalamnya...

dikehidupan ane selalu ada "sesuatu kekuatan" yang membuat ane tidak bisa mencintai sesuatu lebih dariNya.... karena semua terjadi atas izinya...
PaNaZ - 25/04/2012 11:13 AM
#112

Quote:
Original Posted By vyant


yok opo mbah lek Marbot musholla e dikelek i Wan Sechan, merdu-merdunya adzan Wan Sechan gitaran.... peace Yb

Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)

[HTML]http://pondokhabib.wordpress.com/2010/01/26/habib-syaikhon-bin-musthofa-albahar-kelakuan-nyelen eh-seorang-wali/[/HTML]

opo sing salah karo sing adzan.....berdukas

Salim wa Salaman
iloveindonesias


hehe setiap orang punya cara sendiri untuk berdakwah tergantung dimana orang itu berada... mmungkin itu suatu teguran buat yang mengkumandangkan adzan atau orang2 disekitar masjid untuk meramaikan kembali masjid dengan sholat berjama'ah... D
vyant - 25/04/2012 12:33 PM
#113

Quote:
Original Posted By PaNaZ
hehe setiap orang punya cara sendiri untuk berdakwah tergantung dimana orang itu berada... mmungkin itu suatu teguran buat yang mengkumandangkan adzan atau orang2 disekitar masjid untuk meramaikan kembali masjid dengan sholat berjama'ah... D


Apakah bukan berarti marbot musholla n jama'ahnya.... hanya "Sholat" fisiknya aja jungkir walik...

namun batinnya tidak


[*]Takbirotul Ihrom

[*]berdiri

[*]ruku'

[*]sujud

[*]bahkan tidak sampai tasyahud akhir....

[*]Apalagi batinnya "Jama'ah"....


tidak sama sekali "Jama'ah" meskipun berkumpul.....

Jasad "Jama'ah", tetapi batin ada yang cangkruk-an di warung kopi, nonton bola, ngrasani tonggone, mikir utang, bakso msh sisa di rumah lupa ga diabisin, bos di kantor galak, pemilu kalah, kena kasus korupsi, jabatan dalam keadaan genting, anak nakal, postingan kaskus kurang, tadi ada yang comment koq ga segera dibalas di FB, debat di kaskus belum selesai, dll...

Sehingga memperkuat batin "Jama'ah" untuk tidak "Jama'ah" walau jasadnya "Jama'ah"

krn jika mereka musyahadah, maka ruh dan batinnya "nyakseni" apa yang di lakoni.... dan Insya Alloh Jasad dan Batinnya "Jama'ah"

Mungkin itu pesan dari Wan Sechan....

kalo wong jowo bilang ojo mung moco lan nglakoni sing tinulis.... nanging moco o sing ra katon.... supoyo mengko ngerti sopo sejatine Ingsun lan Gusti Alloh....

Salim wa Salaman
iloveindonesias
mr.328 - 25/04/2012 01:47 PM
#114

Quote:
Original Posted By vyant


Apakah bukan berarti marbot musholla n jama'ahnya.... hanya "Sholat" fisiknya aja jungkir walik...

namun batinnya tidak


[*]Takbirotul Ihrom

[*]berdiri

[*]ruku'

[*]sujud

[*]bahkan tidak sampai tasyahud akhir....

[*]Apalagi batinnya "Jama'ah"....


tidak sama sekali "Jama'ah" meskipun berkumpul.....

Jasad "Jama'ah", tetapi batin ada yang cangkruk-an di warung kopi, nonton bola, ngrasani tonggone, mikir utang, bakso msh sisa di rumah lupa ga diabisin, bos di kantor galak, pemilu kalah, kena kasus korupsi, jabatan dalam keadaan genting, anak nakal, postingan kaskus kurang, tadi ada yang comment koq ga segera dibalas di FB, debat di kaskus belum selesai, dll...

Sehingga memperkuat batin "Jama'ah" untuk tidak "Jama'ah" walau jasadnya "Jama'ah"

krn jika mereka musyahadah, maka ruh dan batinnya "nyakseni" apa yang di lakoni.... dan Insya Alloh Jasad dan Batinnya "Jama'ah"

Mungkin itu pesan dari Wan Sechan....

kalo wong jowo bilang ojo mung moco lan nglakoni sing tinulis.... nanging moco o sing ra katon.... supoyo mengko ngerti sopo sejatine Ingsun lan Gusti Alloh....

Salim wa Salaman
iloveindonesias


salam dl sama ssepuh \)
PaNaZ - 25/04/2012 03:37 PM
#115

Quote:
Original Posted By vyant


Apakah bukan berarti marbot musholla n jama'ahnya.... hanya "Sholat" fisiknya aja jungkir walik...

namun batinnya tidak


[*]Takbirotul Ihrom

[*]berdiri

[*]ruku'

[*]sujud

[*]bahkan tidak sampai tasyahud akhir....

[*]Apalagi batinnya "Jama'ah"....


tidak sama sekali "Jama'ah" meskipun berkumpul.....

Jasad "Jama'ah", tetapi batin ada yang cangkruk-an di warung kopi, nonton bola, ngrasani tonggone, mikir utang, bakso msh sisa di rumah lupa ga diabisin, bos di kantor galak, pemilu kalah, kena kasus korupsi, jabatan dalam keadaan genting, anak nakal, postingan kaskus kurang, tadi ada yang comment koq ga segera dibalas di FB, debat di kaskus belum selesai, dll...

Sehingga memperkuat batin "Jama'ah" untuk tidak "Jama'ah" walau jasadnya "Jama'ah"

krn jika mereka musyahadah, maka ruh dan batinnya "nyakseni" apa yang di lakoni.... dan Insya Alloh Jasad dan Batinnya "Jama'ah"

Mungkin itu pesan dari Wan Sechan....

kalo wong jowo bilang ojo mung moco lan nglakoni sing tinulis.... nanging moco o sing ra katon.... supoyo mengko ngerti sopo sejatine Ingsun lan Gusti Alloh....

Salim wa Salaman
iloveindonesias

hehe... gile ngaskus sampe kebawa2 ke sholat...
kalo ane seh cuek aja gan, buat apa pusing2 mikirin debat..
hanya untuk sebuah ID kaskus yg tidk mewakili "gwe" yg sbenarnya di real world..

terus terang aje dimata ane yg awam ini ane heran... kenapa habib tersebut memancing keributan menjelang sholat... kan tidak semua orang paham apa maksutnya... apa habib tsb tidak menyegerakan sholat.. Rosulullah sendiri yang "dijamin" Allah tetap solat diwaktu yang tepat... sempat terbersit juga dalam hati ane, kalo ini cerita hoax... hehe..

kalo menurut ente seperti itu ya sah2 aja... mantab juga penjelasannya.. hehe

kalo saya sendiri terus terang hanya bisa menebak2 dan tidak tau apa maksut tindakan habib tersebut sebenarnya... Peace:


pejam - 25/04/2012 04:54 PM
#116

Quote:
Original Posted By GemarDangdut
Izinkan nubie mengambil manfaat dari thread ini.


boleh ane hijauin merahnya?

Quote:
Original Posted By PaNaZ
hehe ane tidak pandai menulis cerita seperti seseorang yang sudah biasa menulis buku... \)
yah emang benar dengan mengetahui bagaimana rasulullah menyebarkan agama Islam memberikan kesan tersendiri...
Cerita tentang kehidupan beliau pada masa itu juga sanggup mebangkitkan semangat kepada orang yang hampir "putus asa"...

dengan mencintai Allah kita juga mencintai Nabi..
dengan mencintai nabi kita juga mencintai Allah..
Tapi tetep saja cinta terbesar ane hanya pada Allah...
yang menciptakan alam dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga kita bisa berwarna dan ada didalamnya...

dikehidupan ane selalu ada "sesuatu kekuatan" yang membuat ane tidak bisa mencintai sesuatu lebih dariNya.... karena semua terjadi atas izinya...


shakehand kisah yang bagus \)

------------------------

lanjut share aswajanya ...
shamfar - 26/04/2012 08:25 AM
#117
Tawassul
Saudara saudaraku masih banyak yg memohon penjelasan mengenai tawassul, waha saudaraku, Allah swt sudah memerintah kita melakukan tawassul, tawassul adalah mengambil perantara makhluk untuk doa kita pd Allah swt, Allah swt mengenalkan kita pada Iman dan Islam dengan perantara makhluk Nya, yaitu Nabi Muhammad saw sebagai perantara pertama kita kepada Allah swt, lalu perantara kedua adalah para sahabat, lalu perantara ketiga adalah para tabi’in, demikian berpuluh puluh perantara sampai pada guru kita, yg mengajarkan kita islam, shalat, puasa, zakat dll, barangkali perantara kita adalah ayah ibu kita, namun diatas mereka ada perantara, demikian bersambung hingga Nabi saw, sampailah kepada Allah swt.

Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada Allah swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Allah SWT dan berjuanglah di jalan Allah swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.Al-Maidah-35).

Ayat ini jelas menganjurkan kita untuk mengambil perantara antara kita dengan Allah, dan Rasul saw adalah sebaik baik perantara, dan beliau saw sendiri bersabda : “Barangsiapa yg mendengar adzan lalu menjawab dg doa : “Wahai Allah Tuhan Pemilik Dakwah yg sempurna ini, dan shalat yg dijalankan ini, berilah Muhammad (saw) hak menjadi perantara dan limpahkan anugerah, dan bangkitkan untuknya Kedudukan yg terpuji sebagaimana yg telah kau janjikan padanya”. Maka halal baginya syafaatku” (Shahih Bukhari hadits no.589 dan hadits no.4442)
Hadits ini jelas bahwa Rasul saw menunjukkan bahwa beliau saw tak melarang tawassul pd beliau saw, bahkan orang yg mendoakan hak tawassul untuk beliau saw sudah dijanjikan syafaat beliau saw.

Tawassul ini boleh kepada amal shalih, misalnya doa : “Wahai Allah, demi amal perbuatanku yg saat itu kabulkanlah doaku”, sebagaimana telah teriwayatkan dalam Shahih Bukhari dalam hadits yg panjang menceritakan tiga orang yg terperangkap di goad an masing masing bertawassul pada amal shalihnya.

Dan boleh juga tawassul pada Nabi saw atau orang lainnya, sebagaimana yg diperbuat oleh Umar bin Khattab ra, bahwa Umar bin Khattab ra shalat istisqa lalu berdoa kepada Allah dg doa : “wahai Allah.., sungguh kami telah mengambil perantara (bertawassul) pada Mu dengan Nabi kami Muhammad saw agar kau turunkan hujan lalu kau turunkan hujan, maka kini kami mengambil perantara (bertawassul) pada Mu Dengan Paman Nabi Mu (Abbas bin Abdulmuttalib ra) yg melihat beliau sang Nabi saw maka turunkanlah hujan” maka hujanpun turun dg derasnya. (Shahih Bukhari hadits no.964 dan hadits no.3507).

Riwayat diatas menunjukkan bahwa :
• Para sahabat besar bertawassul pada Nabi saw dan dikabulkan Allah swt.
• Para sahabat besar bertawassul satu sama lain antara mereka dan dikabulkan Allah swt.
• Para sahabat besar bertawassul pada keluarga Nabi saw (perhatikan ucapan Umar ra : “Dengan Paman nabi” (saw). Kenapa beliau tak ucapkan namanya saja?, misalnya Demi Abbas bin Abdulmuttalib ra?, namun justru beliau tak mengucapkan nama, tapi mengucapkan sebutan “Paman Nabi” dalam doanya kepada Allah, dan Allah mengabulkan doanya, menunjukkan bahwa Tawassul pada keluarga Nabi saw adalah perbuatan Sahabat besar, dan dikabulkan Allah.
• Para sahabat besar bertawassul pada kemuliaan sahabatnya yg melihat Rasul saw, perhatikan ucapan Umar bin Khattab ra : “dengan pamannya yg melihatnya” (dengan paman nabi saw yg melihat Nabi saw) jelaslah bahwa melihat Rasul saw mempunyai kemuliaan tersendiri disisi Umar bin Khattab ra hingga beliau menyebutnya dalam doanya, maka melihat Rasul saw adalah kemuliaan yg ditawassuli Umar ra dan dikabulkan Allah.

Dan boleh tawassul pada benda, sebagaimana Rasulullah saw bertawassul pada tanah dan air liur sebagian muslimin untuk kesembuhan, sebagaimana doa beliau saw ketika ada yg sakit : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit pada kami, dg izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194), ucapan beliau saw : “demi air liur sebagian dari kami” menunjukkan bahwa beliau saw bertawassul dengan air liur mukminin yg dengan itu dapat menyembuhkan penyakit, dg izin Allah swt tentunya, sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dg izin Allah pula tentunya, juga beliau bertawassul pada tanah, menunjukkan diperbolehkannya bertawassul pada benda mati atau apa saja karena semuanya mengandung kemuliaan Allah swt, seluruh alam ini menyimpan kekuatan Allah dan seluruh alam ini berasal dari cahaya Allah swt.

Riwayat lain ketika datangnya seorang buta pada Rasul saw, seraya mengadukan kebutaannya dan minta didoakan agar sembuh, maka Rasul saw menyarankannya agar bersabar, namun orang ini tetap meminta agar Rasul saw berdoa untuk kesembuhannya, maka Rasul saw memerintahkannya untuk berwudhu, lalu shalat dua rakaat, lalu Rasul saw mengajarkan doa ini padanya, ucapkanlah : “Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku” (Shahih Ibn Khuzaimah hadits no.1219, Mustadrak ala shahihain hadits no.1180 dan ia berkata hadits ini shahih dg syarat shahihain Imam Bukhari dan Muslim).

Hadits diatas ini jelas jelas Rasul saw mengajarkan orang buta ini agar berdoa dengan doa tersebut, Rasul saw yg mengajarkan padanya, bukan orang buta itu yg membuat buat doa ini, tapi Rasul saw yg mengajarkannya agar berdoa dengan doa itu, sebagaimana juga Rasul saw mengajarkan ummatnya bershalawat padanya, bersalam padanya.

Lalu muncullah pendapat saudara saudara kita, bahwa tawassul hanya boleh pada Nabi saw, pendapat ini tentunya keliru, karena Umar bin Khattab ra bertawassul pada Abbas bin Abdulmuttalib ra. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari diatas, bahkan Rasul saw bertawassul pada tanah dan air liur.

Adapula pendapat mengatakan tawassul hanya boleh pada yg hidup, pendapat ini ditentang dengan riwayat shahih berikut : “telah datang kepada utsman bin hanif ra seorang yg mengadukan bahwa Utsman bin Affan ra tak memperhatikan kebutuhannya, maka berkatalah Utsman bin Hanif ra : “berwudulah, lalu shalat lah dua rakaat di masjid, lalu berdoalah dg doa : “: “Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku” (doa yg sama dg riwayat diatas)”, nanti selepas kau lakukan itu maka ikutlah dg ku kesuatu tempat.

Maka orang itupun melakukannya lalu utsman bin hanif ra mengajaknya keluar masjid dan menuju rumah Utsman bin Affan ra, lalu orang itu masuk dan sebelum ia berkata apa apa Utsman bin Affan lebih dulu bertanya padanya : “apa hajatmu?”, orang itu menyebutkan hajatnya maka Utsman bin Affan ra memberinya. Dan orang itu keluar menemui Ustman bin Hanif ra dan berkata : “kau bicara apa pada utsman bin affan sampai ia segera mengabulkan hajatku ya..??”, maka berkata Utsman bin hanif ra : “aku tak bicara apa2 pada Utsman bin Affan ra tentangmu, Cuma aku menyaksikan Rasul saw mengajarkan doa itu pada orang buta dan sembuh”. (Majmu’ zawaid Juz 2 hal 279).

Tentunya doa ini dibaca setela wafatnya Rasul saw, dan itu diajarkan oleh Utsman bin hanif dan dikabulkan Allah.
Ucapan : Wahai Muhammad.. dalam doa tawassul itu banyak dipungkiri oleh sebagian saudara saudara kita, mereka berkata kenapa memanggil orang yg sudah mati?, kita menjawabnya : sungguh kita setiap shalat mengucapkan salam pada Nabi saw yg telah wafat : Assalamu alaika ayyuhannabiyyu… (Salam sejahtera atasmu wahai nabi……), dan nabi saw menjawabnya, sebagaimana sabda beliau saw : “tiadalah seseorang bersalam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruh ku hingga aku menjawab salamnya” (HR Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10.050)

Tawassul merupakan salah satu amalan yang sunnah dan tidak pernah diharamkan oleh Rasulullah saw, tak pula oleh ijma para Sahabat Radhiyallahu’anhum, tak pula oleh para tabi’in dan bahkan oleh para ulama serta imam-imam besar Muhadditsin, bahkan Allah memerintahkannya, Rasul saw mengajarkannya, sahabat radhiyallahu’anhum mengamalkannya.
Mereka berdoa dengan perantara atau tanpa perantara, tak ada yang mempermasalahkannya apalagi menentangnya bahkan mengharamkannya atau bahkan memusyrikan orang yang mengamalkannya.

Walillahi taufiq
shamfar - 26/04/2012 11:58 AM
#118
3 sifat yang akan merasakan manisnya Iman
Sampailah kita kepada seruan tertinggi dari Rabbul Alamin lewat NabiNya Muhammad Saw hingga beliau bersabda “barangsiapa yang mempunyai tiga sifat mulia ini, maka ia akan merasakan lezatnya iman”, apa itu lezatnya iman? tenangnya jiwa dalam segala keadaan, tenangnya alam semesta dengan ketenangan-Nya, tenangnya saudara dan temannya dengan keberadaan-Nya. Siapa mereka? yang mempunyai salah satu dari tiga sifat ini.

yang pertama ialah orang yang mencintai Allah dan Rasul melebihi daripada segala-galanya, cintanya Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada yang lain, orang yang seperti ini akan merasakan lezatnya iman, akan merasakan lezatnya dekat dengan Allah, akan merasakan betapa tiada berartinya seluruh warna seluruh bentuk dan sifatnya dibanding Yang Maha Agung Yang Maha Indah, Allah Swt yang tidak tercapai dengan penglihatan, tidak pula terjangkau dengan pendengaran, tidak pula tersentuh dengan sentuhan, jauh tanpa jarak dan dekat tanpa jarak, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak yaitu Allah Swt.

dan Allah ciptakan yang paling baik dari semua makhluk-Nya adalah Sayyidina Muhammad Saw, karena tidak ada orang yang paling baik yang mau menolong pendosa di hari kiamat.
Semua orang baik undur diri dari dosa, mau jadi teman, mau jadi kawan, mau jadi saudara, mau kenal asal jangan bicara dosa di dunia. Kita bisa kenal dan dekat dengan orang yang banyak dosa tapi di akhirat setelah melihat kobaran api neraka. Jika turun hamba-hamba yang dimasukkan ke dalam api neraka itu terdengar jeritan dan lolongan mereka dan api itu bergemuruh. Disaat itu hadirin – hadirat semuanya mundur untuk kenal dengan pendosa, “kau kenal dengan temanmu ini?”, “tidak kenal”, “ini Ayahmu?”, “tidak tahu”, ini Ibumu?”, “tidak tahu”, selama ia pendosa kecuali Nabi kita Muhammad Saw berkata “engkau-engkau adalah orang dari umatku, engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku”. Demikian riwayat Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari, Rasul Saw mengenali seluruh umatnya dan berkata pada umatnya, “engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku Saw”. Maka memang yang pantas dicintai adalah Allah dan Rasul, maka Rasul Saw bersabda “orang yang mempunyai kecintaan, cintanya pada Allah dan Rasul lebih dari segala-galanya,kalau ia sudah memiliki ini, ia akan merasakan kelezatan iman”.

Yang kedua ia mencintai orang karena cintanya pada Allah,
Yang ketiga ia tidak mau kembali kepada kesesatan sebagaimana ia sangat tidak mau masuk kedalam api neraka,

Ada beberapa hal yang sangat memudahkan kita untuk menyampaikan kita kepada lezatnya iman.
Diantaranya adalah niat yang kuat untuk mendapatkan sifat itu, mau walau belum mampu. Niat yang kuat sudah mendapatkan satu pahalaNya, walaupun belum mampu kesana, niat yang kuat membuat ia sampai kepada pahalaNya, ia akan merasakan lezatnya iman dan manisnya iman.
Cara yang lainnya adalah mencintai orang-orang yang sudah sampai ke derajat itu, karena apa? Karena kecintaan itu dijanjikan oleh sang Nabi Saw “seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. Makin besar cintanya kepada orang yang sudah mencapai derajat itu, maka makin ia akan rasakan lezatnya iman dari rahasia cintanya kepada orang itu, seseorang bersama dengan orang yang ia cintai. Sebagaimana ucapan Abu Dzar Ra riwayat Shahih Bukhari, “ya Rasulullah, seseorang kelompok mencintai orang lainnya tapi tidak bisa menyusul dengan hebatnya ibadah mereka, tidak mampu seperti mereka, cuma cinta kepada mereka”, Rasul Saw menjawab,“seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”.
shamfar - 26/04/2012 11:59 AM
#119
cinta Allah saja
Sabda Rasul saw : "tiada sempurna iman kalian sebelum aku lebih dicintainya dari ayah bundanya, dari anak anaknya dan dari seluruh manusia". (Shahih Bukhari).

sabda Rasulullah saw : cintailah ALlah karena kenikmatan yg diberikan Nya pada kalian, dan cintailah aku karena cinta kalian pada Allah.

jelas sudah bahwa cinta kepada Rasul saw justru merupakan wujud cinta pada Allah swt,


Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilan Rasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangi Rasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul saw bersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allah telah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAH PANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal 24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt...

Jadilah beliau saw ini idola para sahabat, dan dalam riwayat lain, Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw, Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480).
Alangkah besar penghormatan para sahabat pada tempat tempat yg disentuh Tubuh Rasulullah saw, Bahkan gunung Uhud mencintai beliau saw dan dicintai oleh beliau saw sebagaimana sabdanya saw : “Gunung Uhud ini mencintai kita dan kita mencintainya” (Shahih Bukhari hadits no.3854).

Beruntunglah Jiwa orang orang yg mencintai Muhammad saw.
“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM” (QS Al Ahzab-56)
shamfar - 26/04/2012 12:08 PM
#120
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai perantara cinta
Beruntunglah jiwa yang mencintai Yang Maha sempurna.., Allah.., hadirin hadirat telah Allah jadikan alam semesta ini sedikit mengenalkan keindahan Allah kepada kita, mengenalkan kesempurnaan Allah, mengundang kecintaan kita kepada Allah, menghantarkan kerinduan kita kepada Allah.
Jadilah setiap nafas kita menghantarkan kita kepada keindahan Allah, Allah menciptakan suatu makhluk yang juga menghantar kita kepada mahabbatullah yaitu Sayyidina Muhammad saw yang dengan melihat wajah beliau saw sampailah kita kepada khusyu, yang dengan mengikuti gerak-gerik dan tuntunan beliau saw sampailah kita kepada kesempurnaan iman.
Hadirin-hadirat, (beliau saw adalah) manusia yang sempurna diciptakan oleh Allah sebagai lambang kesempurnaan Allah, untuk menghantarkan kita kepada kecintaan kepada Allah, untuk menghantarkan kita kepada kerinduan kepada Allah, Allah jadikan alam semesta ini cermin dan lambang keindahanNya, dan Allah jadikan satu makhluk yang paling cepat menghantar kita kepada keridhaan Allah Sayyidina Muhammad saw.

Namun Masih muncul pertanyaan : “seandainya kita bisa cinta kepada Allah dengan ingat kepada Nabi Muhammad saw hati-hati itu syirik”. Padahal jika kita melihat bulan purnama lalu kita rindu kepada Allah, jadilah bulan purnama itu yang menjadi perantara antara cinta kita dengan Allah, Ketika kita melihat kenikmatan yang datang kepada kita barangkali berupa anak keturunan atau berupa harta atau berupa kedudukan atau berupa hal-hal yang bersifat duniawi bila itu menghantarkan cinta kita kepada Allah jadilah ia perantara menuju kecintaan kita kepada Allah. Demikian Allah jadikan sedemikian banyak perantara di alam semesta untuk menghantarkan kita kehadiratNya , dan Allah ciptakan perantara yang terindah kepada Allah (adalah) Sayyidina Muhammad saw.

Sebagaimana diriwayatkan didalam Shahihain Bukhari dan Muslim ketika Rasul saw Mi’raj kelangit dan malaikat menjawab “wani’malmajii’u jaa’………………..”, setiap malaikat itu berkata : “semulia-mulia yang datang telah datang”, ucapan ini disetiap langit sampai ke langit yang ketujuh. Disambut dan dimuliakan oleh penduduk langit daripada para malaikat . Tentunya disambut dan dicintai oleh jiwa mukminin-mukminat dan para Nabi karena beliau juga teriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika malam Isra’ wal Mi’raj disambut oleh para Nabi. Mereka memuji Sang Nabi “Marhaban Yaa Akhi Shalih wa waladun shalih………..” disambut oleh Nabi Adam as “selamat datang wahai saudaraku yang shaleh, wahai anakku yang shaleh”. Demikian para Nabi terus menyambut beliau saw hingga semua Nabi diperintah oleh Allah menyambut Rasulullah Muhammad saw, beruntunglah jiwa yang mencintai Nabi Muhammad saw karena cinta kita kepada Sang Nabi, lambang cinta kita kepada Allah.

Diriwayatkan didalam buku yang paling Shahih yaitu Shahih Bukhari. Para sahabat mengambil tangan Rasul dan mereka mengusapkannya diwajah mereka, semulia-mulia tangan dan semulia-mulia wajah yang disentuh oleh telapak tangan Sang Nabi. Kenapa mereka berbuat demikian? Apakah mereka tidak mengenal tauhid? Apakah mereka keterlaluan dalam islam? Sungguh mereka yang lebih memahami tauhid karena mereka murid-murid Rasulullah saw. Seandainya ini mungkar maka Rasul akan mengatakan mungkar jangan kalian perbuat sekali lagi hal seperti ini. Dan Rasul berdiam memahami cinta dari para sahabat, cinta mereka untuk mengusapkan wajah mereka dengan tangan Nabi saw. Maka berkata perawi hadits ini “kuambil pula tangan Sang Nabi dan ketika ku genggam tangannya lebih dingin daripada salju dan lebih wangi daripada misk”.

Hadirin-hadirat kita lihat kenapa Allah swt membuat sempurna Sang Nabi demikian hal. Tidak ada manusia yang keringatnya dibikin wangi oleh Allah terkecuali Nabi Muhammad saw, kita bertanya kenapa wahai Allah Kau perbuat seperti ini? Sehingga para sahabat menyaksikan didalam riwayat mutawatir bahkan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa tangan beliau lebih wangi dan kulit beliau lebih wangi dari bau minyak misk. Minyak misk adalah minyak wangi termahal didunia, menunjukkan hadirin-hadirat Allah sudah mewangikan tubuh Sang Nabi ketika beliau saw lahir.

dan sungguh Rasul saw bersabda “bershalawatlah kalian dimanapun kalian berada, sungguh shalawat kalian disampaikan kepadaku saw”. Demikian hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, majelis mulia kita di malam mulia ini tentunya dipenuhi pembahasan agar kita lebih mengenal idola kita Nabi kita Muhammad Rasulullah saw.
Page 6 of 52 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)