Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)
Total Views: 25652 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 52 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

shamfar - 27/04/2012 07:16 AM
#141
Hadist Dlo'if (1)
Hadits Dhoif adalah hadits yang lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum matannya, mengenai beramal dengan hadits dhaif merupakan hal yang diperbolehkan oleh para Ulama Muhadditsin.

Hadits dhoif tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu hukum, namun tak sepantasnya kita menafikan (meniadakan) hadits dhoif, karena hadits dhoif banyak pembagiannya.Dan telah sepakat jumhur para ulama untuk menerapkan beberapa hukum dengan berlandaskan dengan hadits dhoif, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, menjadikan hukum bahwa bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa tidak membatalkan wudhu,
dengan berdalil pada hadits Aisyah ra bersama Rasul saw yang Rasul saw menyentuhnya dan lalu meneruskan shalat tanpa berwudhu, hadits ini dhoif, namun Imam Ahmad memakainya sebagai ketentuan hukum thaharah.

Hadits dhoif banyak pembagiannya, sebagian ulama mengklasifikasikannya menjadi 81 bagian, adapula yang menjadikannya 49 bagian dan adapula yang memecahnya dalam 42 bagian. Namun para Imam telah menjelaskan kebolehan beramal dengan hadits dhoif bila untuk amal shalih, penyemangat, atau manaqib. Inilah pendapat yang mu’tamad, namun tentunya bukanlah hadits dhoif yang telah digolongkan kepada hadits palsu.
Sebagian besar hadits dhoif adalah hadits yang lemah sanad perawinya atau pada matannya, tetapi bukan berarti secara keseluruhan adalah palsu, karena hadits palsu dinamai hadits munkar, atau mardud, batil, maka tidak sepantasnya kita menggolongkan semua hadits dhaif adalah hadits palsu, dan menafikan (menghilangkan) hadits dhaif karena sebagian hadits
dhaif masih diakui sebagai ucapan Rasul saw, dan tak satu muhaddits pun yang berani menafikan keseluruhannya, karena menuduh seluruh hadist dhoif sebagai hadits yang palsu berarti mendustakan ucapan Rasul saw dan hukumnya kufur.

Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang sengaja berdusta dengan ucapanku maka hendaknya ia bersiap - siap mengambil tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari hadits No.110).
Sabda beliau SAW pula : “sungguh dusta atasku tidak sama dengan dusta atas nama seseorang, barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka ia bersiap siap mengambil tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari hadits No.1229).

Cobalah anda bayangkan, mereka yang melarang beramal dengan seluruh hadits dhoif berarti mereka melarang sebagian ucapan atau sunnah Rasul saw, dan mendustakan ucapan Rasul saw.

Wahai saudaraku ketahuilah, bahwa hukum hadits dan Ilmu hadits itu tak ada di zaman Rasulullah saw. Ilmu hadits itu adalah bid’ah hasanah, baru ada sejak Tabi’in, mereka membuat syarat perawi hadits, mereka membuat kategori periwayat yang hilang dan tak dikenal, namun mereka sangat berhati – hati karena mereka mengerti hukum, bila mereka salah walau satu huruf saja, mereka bisa menjebak ummat hingga akhir zaman dalam kekufuran, maka tak sembarang orang menjadi muhaddits, lain dengan mereka ini yang dengan ringan saja melecehkan hadits Rasulullah saw.

Sebagaimana para pakar hadits bukanlah sebagaimana yang terjadi dimasa kini yang mengaku – ngaku sebagai pakar hadits. Seorang ahli hadits mestilah telah mencapai derajat Al Hafidh.
Al Hafidh dalam para ahli hadits adalah yang telah hafal 100.000 hadits berikut hukum sanad dan matannya, sedangkan 1 hadits yang bila panjangnya hanya sebaris saja itu bisa menjadi dua halaman bila ditulis berikut hukum sanad dan hukum matannya, lalu bagaimana dengan yang hafal 100.000 hadits?
Diatas tingkatan Al Hafidh ini masih adalagi yang disebut Al Hujjah (Hujjatul Islam) yaitu yang hafal 300.000 hadits dengan hukum matan dan hukum sanadnya, diatasnya adalagi yang disebut : Al Hakim, yaitu pakar hadits yang sudah melewati derajat Al Hafidh dan Al Hujjah, dan mereka memahami banyak lagi hadits – hadits yang teriwayatkan. (Hasyiah Luqathuddurar Bisyarh Nukhbatulfikar oleh Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy).
shamfar - 27/04/2012 07:28 AM
#142
Hadist Dlo'if 2
Sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal 1.000.000 hadits dengan sanad dan matannya (*rujuk Tadzkiratul Huffadh dan Siyar A’lamunnubala dan lainnya dari buku - buku Rijalulhadits) dan Ia adalah murid dari Imam Syafii rahimahullah, dan di zaman itu terdapat ratusan Imam – Imam pakar hadits.

Perlu diketahui bahwa Imam Syafii ini lahir jauh sebelum Imam Bukhari, Imam Syafii lahir pada tahun 150 Hijriyah dan wafat pada tahun 204 Hijriyah, sedangkan Imam Bukhari lahir pada tahun 194 Hijriyah dan wafat pada 256 Hijriyah. Maka sebagaimana sebagian kelompok banyak yang meremehkan Imam syafii, dan menjatuhkan fatwa – fatwa Imam
Syafii dengan berdalilkan Shahih Bukhari, maka hal ini salah besar, karena Imam Syafii sudah menjadi Imam sebelum usianya mencapai 40 tahun, maka ia telah menjadi Imam besar sebelum Imam Bukhari lahir ke dunia.

Lalu bagaimana dengan saudara - saudara kita masa kini yang mengeluarkan fatwa dan pendapat kepada hadits – hadits yang diriwayatkan oleh para Imam ini? Mereka menusuk fatwa Imam Syafii, menyalahkan hadits riwayat Imam - Imam lainnya.
Seorang periwayat mengatakan hadits ini dhoif, maka muncul mereka ini memberi fatwa bahwa hadits itu munkar, darimanakah ilmu mereka? Apa yang mereka fahami dari ilmu hadits? Hanya menukil - nukil dari beberapa buku saja, lalu mereka sudah berani berfatwa, apalagi bila mereka yang hanya menukil dari buku - buku terjemah, memang boleh - boleh saja dijadikan tambahan pengetahuan, namun buku terjemah ini sangat dhoif bila untuk dijadikan dalil.

Saudara – saudaraku yang kumuliakan, kita tidak bisa berfatwa dengan buku - buku, karena buku tidak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu, bukanlah berarti kita tidak boleh membaca buku, namun maksud saya bahwa buku yang ada zaman sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa - fatwa Imam - Imam terdahulu, terlebih lagi apabila yang dijadikan rujukan untuk merubuhkan fatwa para Imam
adalah buku terjemahan.

Sungguh buku - buku terjemahan itu telah terperangkap dengan pemahaman si penerjemah, maka bila kita bicara, misalnya terjemahan Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal ini hafal 1.000.000 hadits, lalu berapa luas pemahaman si penerjemah atau pensyarah yang ingin menerjemahkan keluasan ilmu Imam Ahmad dalam
terjemahannya?

Bagaimana tidak? Sungguh sudah sangat banyak hadits - hadits yang sirna masa kini, bila kita melihat satu contoh kecil saja, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal hafal 1.000.000 hadits, lalu kemana hadits hadits itu? Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad haditsnya hanya tertuliskan hingga hadits No.27.688, maka kira kira 970.000 hadits yang dihafalnya itu tak sempat ditulis…!

Lalu bagaimana dengan ratusan Imam dan Huffadh lainnya? Lalu logika kita, berapa juta hadits yang sirna dan tak sempat tertuliskan? Mengapa?
Tentunya dimasa itu tak semudah sekarang, kitab mereka itu ditulis tangan, bayangkan saja seorang Imam besar yang menghadapi ribuan murid – muridnya, menghadapi ratusan pertanyaan setiap harinya, banyak beribadah dimalam hari, harus pula menyempatkan waktu menulis hadits dengan pena bulu ayam dengan tinta cair ditengah redupnya cahaya lilin atau lentera, atau hadits hadits itu ditulis oleh murid – muridnya dengan mungkin 10 hadits yang
ia dengar hanya hafal 1 atau 2 hadits saja karena setiap hadits menjadi sangat panjang bila dengan riwayat sanad, hukum sanad, dan mustanadnya.
Bayangkan betapa sulitnya perluasan ilmu saat itu, mereka tak ada surat kabar, tak ada telepon, tak ada internet, bahkan barangkali pos jasa surat pun belum ada, tak ada pula percetakan buku, fotocopy atau buku yang diperjualbelikan.

Penyebaran ilmu dimasa itu adalah dengan ucapan dari guru kepada muridnya (talaqqiy), dan saat itu buku hanyalah 1% saja atau kurang dibanding ilmu yang ada pada mereka.Lalu murid mereka mungkin tak mampu menghafal hadits seperti gurunya, namun paling tidak ia melihat tingkah laku gurunya, dan mereka itu adalah kaum shalihin, suci dari
kejahatan syariah, karena di masa itu seorang yang menyeleweng dari syariah akan segera diketahui karena banyaknya ulama.
shamfar - 27/04/2012 07:34 AM
#143
Hadist Dlo'if (3)
Oleh sebab itu sanad guru jauh lebih kuat daripada pedoman buku, karena guru itu berjumpa dengan gurunya, melihat gurunya, menyaksikan ibadahnya, sebagaimana ibadah yang tertulis di buku, mereka tak hanya membaca, tapi melihat langsung dari gurunya, maka selayaknya kita tidak berguru kepada sembarang guru, kita mesti selektif dalam mencari guru, karena bila gurumu salah maka ibadahmu salah pula.

Maka hendaknya kita memilih guru yang mempunyai sanad silsilah guru, yaitu ia mempunyai riwayat guru – guru yang bersambung hingga Rasul saw dan kau betul - betul mengetahui bahwa ia benar - benar memanut gurunya.
Hingga kini kita ahlussunnah waljamaah lebih berpegang kepada silsilah guru daripada buku – buku, walaupun kita masih merujuk pada buku dan kitab, namun kita tak berpedoman penuh pada buku semata, kita berpedoman kepada guru – guru yang bersambung sanadnya kepada Nabi saw ataupun kita berpegang pada buku yang penulisnya mempunyai sanad guru
hingga Nabi saw.

Maka bila misalnya kita menemukan ucapan Imam Syafii, dan Imam Syafii tak sebutkan dalilnya, apakah kita mendustakannya? Cukuplah sosok Imam Syafii yang demikian mulia dan tinggi pemahaman Ilmu Syariahnya, lalu ucapan fatwa – fatwanya itu diteliti dan dilewati oleh ratusan murid – muridnya dan ratusan Imam dan Al Hafidh dan Hujjatul Islam sesudah
beliau, maka itu sebagai dalil atas jawabannya bahwa ia mustahil mengada ada dan membuat - buat hukum semaunya, jika ia salah dalam fatwanya mestilah sudah diperbaiki dan dibenahi oleh ratusan imam sesudahnya.

Maka muncullah dimasa kini pendapat pendapat dari beberapa saudara kita yang membaca satu, dua buku, lalu berfatwa bahwa ucapan Imam Syafii Dhoif, ucapan Imam Hakim dhoif, hadits ini munkar, hadits itu palsu, hadits ini batil, hadits itu mardud atau berfatwa dengan semaunya dan fatwa – fatwa mereka itu tak ada para Imam dan Muhaddits yang menelusurinya sebagaimana Imam – imam terdahulu yang bila fatwanya salah maka sudah diluruskan oleh Imam – Imam berikutnya, sebagaimana berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

Berkata pula Imam Atsauri : “Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”, berkata pula Imam Ibnul Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

Semakin dangkal ilmu seseorang, maka tentunya ia semakin mudah berfatwa dan menghukumi, semakin ahli dan tingginya ilmu seseorang, maka semakin ia berhati - hati dalam berfatwa dan tidak ceroboh dalam menghukumi.
Maka fahamlah kita, bahwa mereka - mereka yang segera menafikan atau menghapus hadits dhoif maka mereka itulah yang dangkal pemahaman haditsnya, mereka tak tahu mana hadits dhoif yang palsu dan mana hadits dhoif yang masih tsiqah untuk diamalkan.

Contohnya hadits dhoif yang periwayatnya maqthu’ (terputus), maka dihukumi dhoif, tapi makna haditsnya misalnya keutamaan suatu amal, maka para Muhaddits akan melihat para perawinya, bila para perawinya orang - orang yang shahih, tsiqah, apalagi ulama hadits, maka hadits itu diterima walau tetap dhoif, namun boleh diamalkan karena perawinya orang – orang terpercaya, cuma satu saja yang hilang, dan yang lainnya diakui kejujurannya, maka mustahil mereka dusta atas hadits Rasul saw. Namun tetap dihukumi dhoif dan paling tidak ia adalah amalan para sahabat, yang tentu mereka tak punya guru lain selain Rasulullah saw, dan masih banyak lagi contoh – contoh lainnya.

Masya Allah dari gelapnya kebodohan.. sebagaimana ucapan para ulama salaf : “dalam kebodohan itu adalah kematian sebelum kematian, dan tubuh mereka telah terkubur (oleh dosa dan kebodohan) sebelum dikuburkan”.

walillahittaufiq
mate81 - 27/04/2012 10:02 AM
#144

Quote:
Original Posted By shamfar
wah..nongol juga D


apanya gan yg nongol nih heheYbYb
PaNaZ - 27/04/2012 11:50 AM
#145

wah TSnya mantab...
ijin baca2 dolo menjelang sholat jum'at...
shamfar - 27/04/2012 05:18 PM
#146

Quote:
Original Posted By mate81
apanya gan yg nongol nih heheYbYb


hehe...tu kang, kang alga baru nongol D
ane mau nunggu pembabarannya sholawat kubro D linux2:

Quote:
Original Posted By PaNaZ
wah TSnya mantab...
ijin baca2 dolo menjelang sholat jum'at...


weih...kaga ye, ane mah tukang copasan hammer D
bagi-bagi donk bang, pengalaman dan pemahamannya \)
baihaq - 27/04/2012 07:25 PM
#147

absen dulu di trit penuh berkah \)

aduh bingung mau nulis apa, padahal tadi banyak yang mau ditulis hammer:
saking banyaknya jadi gak ada yang bisa ditulis hammer:

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad. yang dengan shalawat tersebut Engkau keluarkan saya denganya dari kegelapan dan kebimbangan, Engkau muliakan saya dengan cahaya kefahaman dan Engkau jelaskan bagi saya apa-apa yang sulit, sehingga dapat saya mengerti, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui dan saya tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib.
pejamata - 27/04/2012 08:35 PM
#148

karena bingung mau ngomong ape, maka tiada kata-kata lagi yang terucap selain :

APAPUN SHOLAWATNYA, YANG PENTING SHOLAWATAN
elsci01 - 27/04/2012 10:06 PM
#149

ijin tinggalin jejak yah para juragan..

dan mudah2han kita semua dapat berkah dari allah...

dan ane ijin copas tulisan2 ts yah wat taru di fb.. shakehand2
caid17 - 28/04/2012 12:31 AM
#150

Quote:
Original Posted By shamfar
makasih ye gan.. \) shakehand
ayatnya keluar ^^ kisss

maap ye, postingan agan kemarin di trit ini ga kebales, soalnya kaga keliatan di kaskus beta hammer

salam kenal shakehand2


gapapa gan...
salam kenal jugashakehand
GemarDangdut - 28/04/2012 02:55 AM
#151

Quote:
Original Posted By pejamata
karena bingung mau ngomong ape, maka tiada kata-kata lagi yang terucap selain :

APAPUN SHOLAWATNYA, YANG PENTING SHOLAWATAN

اللهم صلي على محمد و آلي محمد

Terima kasih untuk cendolnya, Gan.
hamilduluan - 28/04/2012 10:00 PM
#152

PaNaZ - 29/04/2012 08:35 AM
#153

Quote:
Original Posted By shamfar

...
weih...kaga ye, ane mah tukang copasan hammer D
bagi-bagi donk bang, pengalaman dan pemahamannya \)

huehehe... paling tidak kalo dah baca semua artikel di trit ini dah baguslah pengetahuannya... ane yakin TSnya juga dah biasa hunting artikel kek ginian... D

maaf TS pengetahuan ane maseh terbatas... masih banyak yang belum ane pelajari dalam membaca kitap Allah SWT...

kok pada panggil bang ya... emang dah pada tau umur ane hehe...
budhiZjunior - 29/04/2012 02:27 PM
#154
thread yg bagus
masya Allah... thread yg bagus... monggo TS dilanjut.

salaamullah alaikum warahmatuhu wabarakatuh.
pejam - 29/04/2012 04:22 PM
#155

Quote:
Original Posted By GemarDangdut
اللهم صلي على محمد و آلي محمد

Terima kasih untuk cendolnya, Gan.


sami-sami
ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD, WA AALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM

Quote:
Original Posted By budhiZjunior
masya Allah... thread yg bagus... monggo TS dilanjut.

salaamullah alaikum warahmatuhu wabarakatuh.


waalaikumsalam, bagi-bagi sesuatu dong om budhi tentang aswaja, biar jurkhod dan wahalay sirna ... shakehand

salam untuk guru tercinta, Habib Munzir
shamfar - 29/04/2012 05:52 PM
#156

Quote:
Original Posted By baihaq
absen dulu di trit penuh berkah \)

aduh bingung mau nulis apa, padahal tadi banyak yang mau ditulis hammer:
saking banyaknya jadi gak ada yang bisa ditulis hammer:

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad. yang dengan shalawat tersebut Engkau keluarkan saya denganya dari kegelapan dan kebimbangan, Engkau muliakan saya dengan cahaya kefahaman dan Engkau jelaskan bagi saya apa-apa yang sulit, sehingga dapat saya mengerti, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui dan saya tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib.


Aaamiin
rose:

Jangan sungkan-sungkang kang berbaginya \)

shakehand

Quote:
Original Posted By pejamata
karena bingung mau ngomong ape, maka tiada kata-kata lagi yang terucap selain :

APAPUN SHOLAWATNYA, YANG PENTING SHOLAWATAN


Kata-katanya keluar ^.^

Quote:
Original Posted By elsci01
ijin tinggalin jejak yah para juragan..

dan mudah2han kita semua dapat berkah dari allah...

dan ane ijin copas tulisan2 ts yah wat taru di fb.. shakehand2


Aaamiin \)

iya gan, silahkan.. salam kenal ya shakehand

Quote:
Original Posted By caid17


gapapa gan...
salam kenal jugashakehand


sip, \) shakehand

Quote:
Original Posted By GemarDangdut

اللهم صلي على محمد و آلي محمد

Terima kasih untuk cendolnya, Gan.


mas pejam juranga cendol yah \)

Allohumma shalli 'ala sayyidina muhammad wa alihi washohbihi wasallim

Quote:
Original Posted By hamilduluan
share dikit ah...
[url][youtube]97mps0n2gQg[/youtube]


Alfatehah... rose:

lanjut bang \)

Quote:
Original Posted By PaNaZ

huehehe... paling tidak kalo dah baca semua artikel di trit ini dah baguslah pengetahuannya... ane yakin TSnya juga dah biasa hunting artikel kek ginian... D

maaf TS pengetahuan ane maseh terbatas... masih banyak yang belum ane pelajari dalam membaca kitap Allah SWT...

kok pada panggil bang ya... emang dah pada tau umur ane hehe...


hehe..ane ndk bisa nerawang ye D
makasih cendolnya bang..suegerr cendolbig


Quote:
Original Posted By budhiZjunior
masya Allah... thread yg bagus... monggo TS dilanjut.

salaamullah alaikum warahmatuhu wabarakatuh.


wa salaamullah 'alaika aydlon warahmatuhu wabarakatuhu wamaghfirotuhu

shamfar - 29/04/2012 06:06 PM
#157
DAFTAR ISI Ke-2
shamfar - 29/04/2012 09:11 PM
#158
Bagaimana jika cinta Allah dan Rasul-Nya tapi masih banyak dosa pada orang lain?
Jika ia mencintai Allah dan Rasul, banyak beramal, lalu pahalanya sudah habis diminta oleh para penuntut.. maka Allah tetap membelanya, dan ia tak akan masuk neraka.

Sebagaimana ketika seorang hamba yang mencintai Allah dimasa hidupnya dengan sungguh sungguh, merindukan Allah, mencintai Rasul, maka saat ia di timbang dan di sidang, terlihat amal - amal pahalanya bagai gunung - gunung cahaya banyaknya, namun ia pernah berdosa pada fulan, fulan dan fulan, pahalanya dipreteli sampai habis...pahalanya habis, masih tersisa perbuatan dholim yang tak bisa ia tebus pada seseorang yang pernah ia dholimi, maka ia harus menerima kebalikannya, yaitu dosa - dosa orang itu dipindahkan padanya sebesar kedholimannya pada orang itu.., maka Allah melihat kejadian itu bahwa hamba-Nya ini akan diusung ke neraka karena orang yang ia dholimi tak mau memaafkannya, maka
Allah swt berkata pada orang itu : “wahai hamba-Ku, kau tak mau memaafkan hamba-Ku ini?” orang itu menjawab : tidak wahai Allah, karena aku pun banyak dosa, kalau aku tidak menumpukkan dosaku padanya atas kedholimannya maka aku semakin berat di neraka, dengan kutumpukkan dosaku padanya pun aku masih harus masuk neraka karena dosaku pun banyak, maka Allah berkata : “Lihatlah keatasmu”, maka orang itu melihat keatas..,
ia melihat istana cahaya yang demikian indah dan megah..., ia berkata dengan gemetar : “untuk siapa istana indah ini wahai Allah...??, Allah menjawab : “untukmu asalkan kau mau memaafkan hamba-Ku yang mencintai Ku ini..!, aku ingin membayar kedholimannya dengan istana ini..”maka berkata orang itu : Kumaafkan Demi Allah..!!.

Begitulah sayangnya Allah dan pembelaan-Nya kepada hamba-Nya yang mencintai dan merindukan Allah..

Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa Rasul saw melihat seorang anak dalam suatu perjalanan yang terpisah dari ibunya, maka Rasul saw mengangkat anak itu dan berkata : “adakah anak ini mempunyai ibu...??”, maka seorang wanita keluar dari sebuah kemah dan menjerit sambil menangis gembira berlari seraya berkata : anakku.. anakku.., maka ia
memeluk bayinya, lalu para sahabat menangis melihat kejadian itu, maka Rasul saw bertanya : kenapa kalian menangis..?, maka para sahabat menjawab : kami haru dengan kasih sayang ibu itu pada anaknya, lalu Rasul saw bertanya : kalau bayi itu dilemparkan di api apakah ibunya akan diam?, maka para sahabat berkata : “tidak demi Allah..!” Maka Rasul saw bersabda : Allah menyayangi kalian lebih dari ibu itu pada anaknya!.

Jelas sudah mereka yang mencintai dan merindukan Allah itu akan selalu dijaga oleh Allah dari siksa-Nya, apalagi api neraka, walau sudah kehabisan pahala pun masih Allah bela ia agar tetap tidak masuk neraka, walau dituntut oleh orang yang ia dholimi pun Allah malah membayar pengampunan untuk orang itu dan sorga, asal hamba-Nya ini dimaafkan dan bisa masuk sorga.

adakah kita tidak menerima lamaran cinta Allah dan rasul-Nya?
shamfar - 30/04/2012 06:52 AM
#159
Adakah doa untuk ketenangan batin dan penghapus dosa?
Habib Munzir menyarankan membaca dzikir Subhanallahi Wabihamdih,
bacalah 100X setiap pagi dalam keadaan suci, dzikir ini disarankan oleh Nabi saw sebagaimana sabda beliau saw : Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdih 100X setiap harinya maka berjatuhandosa - dosanya walau sebanyak buih di lautan (Shahih Bukhari)

Dan sabda Rasulullah saw : “Kalimat yang paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih” (Shahih Muslim)

Dzikir ini mencerahkan wajah, menenangkan hati, menyejukkan jiwa, dan membuka banyak kemudahan, karena kita menyukai dan mencintai dan mengamalkan ucapan yang dicintai Allah, maka Allah akan memberi apa - apa yang kita senangi dan sukai, yaitu kecerahan wajah, kemudahan hidup, dan ketenangan hati.
baihaq - 30/04/2012 11:36 AM
#160

ini baru ingat satu o
tentang gambar/foto, yang mengundang jin itu adalah foto yang bukan diyakini sebagai aulia
kalau yang dipajang adalah foto aulia InsyaAllah yang memancar adalah nur beliau
bahkan hawa kamar terasa dingin jikalau banyak foto aulia yang dipasang di rumah terlebih-lebih kamar sendiri
karena nur bersifat dingin \)

kedua alangkah baiknya foto aulia yang kita pasang adalah yang beliau-beliau yang memiliki sanad ilmu dengan kita
contoh di rumah saya terpasang foto guru abdul qodir al jailani, guru samman al-madani (nantinya), datuk syekh abdussamad al falimbani, datuk syekh muhammad arsyad al banjari, dan abah guru sekumpul

sementara foto aulia-aulia yang lain saya tetap sangat menghormati beliau namun tidak saya pasang karena saya belum mempunyai sanad ilmu kepada beliau-beliau
sehingga di rumah saya tidak terpasang foto habib mundzir, habib umar, dll
namun saya tetap menghormati beliau

hal ini karena dua alasan
pertama untuk tetap berada di jalan yang lurus, karena apabila kita hendak melanggar suatu syariat maka beliau insyaAllah hadir untuk menegur kita, karena kita sudah dianggap sebagai murid
namun jikalau kita tidak memiliki sanad ilmu, maka belum tentu beliau hadir ketika kita hendak tergelincir

kedua, apabila kita tidak memiliki sanad ilmu dengan beliau, maka apakah kita bisa memastikan bahwa beliau ridho dengan dipasangnya foto beliau di rumah kita?
jikalau beliau tidak ridho takutnya bukanlah berkah yang kita dapatkan.

nah untuk sekarang sampai saat ini,cukup segini yang ditulis soalnya cuman ini yang keinget o
Page 8 of 52 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Akidah Ahlus Sunah Wal jama'ah (Aswaja)