Solo
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > JATENG DIY > Solo > [Scholar Corner] - mari berbagi ilmu dan pengetahuan ^_^
Total Views: 2409 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 9 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

super..pekok - 02/05/2012 01:19 PM
#1
[Scholar Corner] - mari berbagi ilmu dan pengetahuan ^_^
Halloo... Assalamu'alaikum... Salam Sejahtera..

akhirnya saya memberanikan diri untuk bikin trit (lagi).. hammer: pas hardiknas pula... o

Di trit ini mari kita sedikit serius ngobrolin seputar masalah pendidikan.. terutama bagi dimas dan diajeng yang sedang menempuh pendidikan tinggi, tapi pendidikan menengah pun boleh juga jagongan disini.. (kok aku dadi ketok tuwek biyanget ya...?? hammer: )

hanya melayani [masalah seputar perkuliahan, skripsi, tesis, publikasi, tips and tricks, research method] selain itu gak dilayani.. o misalnya [ngrasani dosen, gak bisa bayar spp, ngajak mbolos, trik bikin japlakan, dll] p

Saya juga ingin mengakomodasi dimas n diajeng yang butuh jurnal ilmiah, e-journal, e-paper, e-book, research articles, research report (terutama tebitan luar negeri yang biasanya sangat susah untuk didownload dari Indonesia) mumpung saya masih punya akses untuk download gratis dari berbagai situs penyedia jurnal ilmiah seperti Sciendirect, Elsevier, Emerald, Proquest, Sciverse, Inderscience, dll..


caranya gampang: post reply aja dengan format sebagai berikut..

Quote:
Judul : (harus komplit)
Penulis : (boleh tidak komplit)
Nama Jurnal : (boleh tidak ada)
link download : (kalo ada) paling enggak dari google
email: (harus komplit)


tapiii, harus terdaftar di kantor catatan si boy hlo.. yg enggak terdaftar, ya maap.. mangap aja deh.. D
nanti paper tsb akan saya kirim via email.. cekpms

it's totally free. you don't have to send me cendols.. D

untuk yang kesulitan dalam menyusun skripsi, tugas akhir, tesis, dll.. mungkin saya tidak bisa membantu secara detail, mengingat kapabilitas dan kapasitas saya yang sangat terbatas.. o dan saya harapkan temen2 yang mempunyai background terkait bisa saling mengisi dan melengkapi..

saya hanya bisa ikut memotivasi dan mendoaakan semoga penelitian, penyelesaian tugasnya berjalan sesuai yang direncanakan.. shakehand

let's kick it... Paws:


:armys PS: strictly no junk. junker will be prosecuted as requested.. batas
amakuzalek - 02/05/2012 01:22 PM
#2

wah reserved sik kih

aku we huurng kelar2 kih

\(
RajawaliSolo - 02/05/2012 01:22 PM
#3

Selamat dan sukses buat thread yang bermutu.
Senajan aku iki yo seneng crito-crito ilmiah sesuai bidangku, mbok menowo aku iso sithik-sithik sumbang saran.
roempoet - 02/05/2012 01:24 PM
#4

meninggalkan jejak dulu mbah :2thumbup
ngebut kuliah sek ngacir:
super..pekok - 02/05/2012 01:24 PM
#5

Quote:
Original Posted By amakuzalek
wah reserved sik kih

aku we huurng kelar2 kih

\(


ayo ndang digajul om... o

ben undangan rabine ono tambahan embel2e.. o

Quote:
Original Posted By RajawaliSolo
Selamat dan sukses buat thread yang bermutu.
Senajan aku iki yo seneng crito-crito ilmiah sesuai bidangku, mbok menowo aku iso isthik-sithik sumbang saran.


siap.. ditunggu sharing terutama salamah eh masalah civil eng, oil, gas, construction etc..

:thumbup
super..pekok - 02/05/2012 01:26 PM
#6

Quote:
Original Posted By roempoet
meninggalkan jejak dulu mbah :2thumbup
ngebut kuliah sek ngacir:


sing sregep yo le..

ojo mangan karo nonton bokep wae... o


update from mbah susu (.)(.)

Quote:
Original Posted By icesusuJahe
Info-Info Perguruan Tinggi Kedinasan / Ikatan Dinas yg mungkin bermanfaat buat anak sendiri, ponakan, atau anak tetangga yang ingin kuliah tapi gak pengen membebani biaya kuliah kepada orang tua. Selain itu, begitu tamat kuliah, langsung ditempatkan di Kementerian/Lembaga RI yg terkait, Info-Info Perguruan Tinggi Kedinasan / Ikatan Dinas tersebut adalah:


[*]STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online (4 april s.d. 20 Mei 2011 di www.stis.ac.id) Lokasi kuliah Jakarta
[*]AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id.
[*]MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), pendaftaran online (di www.mmtc.ac.id). Lokasi kuliah di Yogyakarta
[*]STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara, pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id, Lokasi kuliah di Bogor
[*]STKS – Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial RI. Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu. Info di www.stks.ac.id
[*]STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta.
[*]IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Pendaftaran offline di Bagian Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Lokasi kuliah Jakarta, Pekanbaru, Manado, Bukittinggi, Makassar.
[*]AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns-kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok
[*]Polri- utk pendaftaran bs dibuka di www.penerimaanpolri.go.id
Utk akpol buka tgl 23 april-21 mei 2012


.


Quote:
Original Posted By icesusuJahe
Daftar beberapa alamat sekolah/perguruan tinggi kedinasan

Badan Intelijen Negara
Sekolah Tinggi Intelijen Negara(STIN), Sentul,Bogor, Jawa Barat

Badan Meteorologi Dan Geofisika
Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Pd. Betung (Bintaro, Tangerang, Banten) www.amg.ac.id

MILITER dan Polri
- Akademi Militer (TNI Angkatan Darat), Magelang, Jawa Tengah
- Akademi Angkatan Laut (TNI Angkatan Laut), Surabaya, Jawa Timur
- Akademi Angkatan Udara (TNI Angkatan Udara), Yogyakarta
- Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut(TNI Angkatan Laut), Surabaya, Jawa Timur
- Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Darat(TNI Angkatan Darat), Malang, Jawa Timur
- Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Jakarta
Alamat : Jl. Tirtayasa Raya 6, Kebayoran baru, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 7222234 www.akmil.ac.id

Badan Pertanahan Nasional
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Yogyakarta
Alamat: Jl Tata Bumi No. 5 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta
Telepon : (0274) 587239
Faks.: (0274) 587239
Website : http://www.stpn.ac.id/

Badan Pusat Statistik
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta www.stis.ac.id

Badan Tenaga Nuklir Nasional- Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta www.sttn-batan.ac.id

Kementerian Dalam Negeri - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), gabungan dari STPDN dan IIP
Alamat : Jl. Ampera Raya, Cilandak Timur, pasar Minggu Jakarta Selatan 12560
Telepon : (021) 7806602,7806944,7805088,7827580
Fax. : (021) 7824157
Website : http.//-Depdagri.Port5.com

Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral
Akademi Minyak Dan Gas Bumi (Akamigas), Cepu, Blora, Jawa Tengah

Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia
Status : Kedinasan - Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI
- Akademi Imigrasi (AIM), Gandul (Cinere, Kota Depok, Jawa Barat)
- Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP), Gandul (Cinere, Kota Depok, Jawa Barat)
Alamat : Pusdiklat Kementerian Kehakiman dan HAM RI, Jl. Raya Gandul, Cinere, Jakarta Selatan16512
Telepon : (021) 7545096
Fax. : (021) 7545096

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung(STPB), Bandung, Jawa Barat
Alamat: Jl. Dr. Setiabudhi 186, Bandung 40141, Jawa Barat.
Telepon: (022) 2011456, 2011932.
Faks.: (022) 2012097.
Website: www.stp-bandung.ac.id.
- Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STB Bali)
- Akademi Pariwisata Medan
- Akademi Pariwisata Makasar

Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
- Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AIP), Jakarta, DKI Jakarta

Kementerian Keuangan
- Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Kabupaten Tangerang, Banten
sulawesi selatan, Makassar www.stan.ac.id

Kementerian Kelautan dan Perikanan
- Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta, DKI Jakarta
- Sekolah Tinggi Perikanan - Jakarta
Alamat:Kampus Jakarta: Jl. AUP, RT 001/09, Pasar Mlnggu, PO Box 7239/PSM, Jakarta Selatan 12520;
Telepon : (021) 7805030, 7806874, 78830275,7827378;
Faks.: (021) 7805030, 78830275, 7827378
- Akademi Perikanan Bitung (APB), Bitung, Sulawesi Utara

Kementerian Kesehatan
- Akademi Fisioterapi Surakarta, Jawa Tengah
- Akademi Keperawatan
- Akademi Teknik Medik
- Politeknik Kesehatan Bandung - Jawa Barat
Alamat: Jl. Prof. Eyckman 24, Bandung 40161, Jawa Barat
Telepon: (022) 2032672
Faks.: (022) 2032672 http://poltekkesdepkesbandung.ac.id/home/

Kementerian Luar Negeri
- Akademi Dinas Luar Negeri (ADLN), Jakarta (sudah ditutup)
- Akademi Imigrasi (AIM), Jakarta

Kementerian Perhubungan
- Sekolah Tinggi Transportasi Darat Bekasi, Jawa Barat
Alamat: Jl. Raya Setu Km, 3,5 Obuntu, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Telepon: (021) 8254640
Faks.: (021) 91977.34
E-mail: [email]sttd@bekasi.wasantara.net.id[/email]
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, DKI Jakarta
- Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Jawa Barat
Alamat: Curug, PO Box 509, Tangerang 15001, Banten
Telepon: (021) 5982203, 5982204, 5982205
Faks.: (021) 598234
Website: www.stplcurug.ac.id
E-mail: [email]stpi@stip.ac.id[/email]
- Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Medan, Sumatra Utara
- Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Surabaya, Jawa Timur
- Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Makassar, Sulawesi Selatan

Kementerian Perindustrian RI
- Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung (ST3), Bandung, Jawa Barat
Alamat: Jl. Jend. A. Yani 390, Bandung 40272, Jawa Barat.
Telepon: (022) 7272580.
Faks.: (022) 7271694.
E-mail: [email]sttt@bdg.centrin.net.id[/email]
- Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta (STMI), Jakarta, DKI Jakarta
Alamat: 31. Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Telepon; (021) 4244561, 4244280
- Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta (ATIK), Yogyakarta, DIY
- Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta (APP), Jakarta
- Alamat : Jl. Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12074
Telepon : (021) 7270215
Fax. : (021) 7271847
- Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP), Padang, Sumatra Barat
- Akademi Teknologi Industri Makassar (ST3), Makassar, Sulawesi Selatan
- Pendidikan Teknologi Kimia Industri Medan (PTKI), Medan, Sumatra Utara
- Akademi Kimia Analisis Bogor (AKA), Bogor, Jawa Barat
- Alamat: Jl. Ir. H. Juanda 7, Bogor 16122, Jawa Barat
Telepon : (0251) 323637, 328648
Faks. : (0251) 328648

Kementerian Sosial
- Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Bandung, Jawa Barat
Alamat: Jl. lr. h. Juanda 367, Kotak Pos 1011, Bandung 40135, Jawa Barat
Telepon: (022) 2504838
Faks.: (022) 2501330
Website: http://www.stks.ac-ld.net/
E-mail: [email]stksbandung@hotmail.com[/email]

Kepolisian Negara RI
- Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, DKI Jakarta www.akpol.ac.id

Lembaga Administrasi Negara
- Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara - Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), Bandung, Jawa Barat
Alamat: Jl. Cimandiri 34-38, Bandung, Jawa Barat
Telepon: (022) 437375, 438163, 435665
Faks.; (022) 4207678

Kementerian Pertanian ; Perkebunan ; Kehutanan
- Politeknik LPP Yogyakarta (PLPP), Yogyakarta, DI Yogyakarta
- Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan (STIP-AP), Medan, Sumatra Utara
- Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan (STPP Medan), Medan, Sumatra Utara
- Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang (STPP Magelang), Magelang, Jawa Tengah
- Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Gowa (STPP Gowa), Makassar, Sulawesi Selatan
- Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang (STPP Malang), Malang, Jawa Timur
- Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor (STPP Bogor), Bogor, Jawa Barat
- Sekolah Pertanian Pembangunan Banjarbaru (SPP Banjarbaru), Banjarbaru, Kalimantan Selatan
- Sekolah Pertanian Pembangunan Kupang (SPP Kupang), Kupang, NTT
- Sekolah Pertanian Pembangunan Sembawa (SPP Sembawa), Sembawa, Sumatera Selatan
- Akademi Penyuluhan Pertanian, Bogor - Jawa Barat
Aiamat: Jl. Cibalagung, Desa Paslr Bunclr, Kec. Carlngln, Bogor 16001, Jawa Barat
Telepon: (0251) 312386

Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia
- Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Bogor, Jawa Barat
ragesquad - 02/05/2012 01:28 PM
#7

astaghfirullah...
ono thread bahas TA, skripsi dll \(
RajawaliSolo - 02/05/2012 01:30 PM
#8

Quote:
Original Posted By super..pekok
ayo ndang digajul om... o

ben undangan rabine ono tambahan embel2e.. o



siap.. ditunggu sharing terutama salamah eh masalah civil eng, oil, gas, construction etc..

:thumbup


Seep kang.
Hayuuuh kaskuser Reg Solo, sopo sing arep takon, sumonggo mawon. Hura terbatas neng soal kuwi we, misale nek arep takon bab project management termasuk nggawe skripsi dibidang sing disebutake kuwi.

Quote:
Original Posted By super..pekok
sing sregep yo le..

ojo mangan karo nonton bokep wae... o


blaiik...konangan karo dosen D
panguwa - 02/05/2012 01:35 PM
#9

nek ono trit ngene ki nek rolas taon kepungkur mungkin lak ora sido oleh titel DO jano \(
super..pekok - 02/05/2012 01:35 PM
#10

Quote:
Original Posted By ragesquad
astaghfirullah...
ono thread bahas TA, skripsi dll \(


maaf.. saya tidak bisa mbantu kalo bikin gambar animasi..

kalo bikin skenarionya bisa..

p
super..pekok - 02/05/2012 01:37 PM
#11

Quote:
Original Posted By panguwa
nek ono trit ngene ki nek rolas taon kepungkur mungkin lak ora sido oleh titel DO jano \(


genah masalahmu ra rampung ki ra mergo kangelan gawe TA nueh... p


o
modot_82 - 02/05/2012 02:00 PM
#12

Pak Dosen ...:matabelo

Tips ben skripsi ndang rampung piye oom o?
ragesquad - 02/05/2012 02:02 PM
#13

Quote:
Original Posted By super..pekok
maaf.. saya tidak bisa mbantu kalo bikin gambar animasi..

kalo bikin skenarionya bisa..

p


penuliasan bab 1-4 wis ramfung om, garek karyane berbusa: lha disambi kiwo tengen \(

aku wedi iki :
Spoiler for jabingan


Syarat Kelulusan S1, S2, dan S3: Wajib Membuat Makalah di Jurnal Ilmiah


Hari ini saya menerima surat edaran dari Dikti yang menambahkan syarat kelulusan jenjang program studi (S1, S2, dan S3). Anda bisa membaca surat edaran tersebut pada pranala berikut:

http://dikti.go.id/attachments/article/2670/Surat%20Publikasi%20Karya%20Ilmiah.pdf

Di dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa publikasi untuk program S1/S2/S3 merupakan salah satu syarat kelulusan, yang berlaku terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012:
1 ) Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah
2 ) Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah terakreditasi Dikti
3 ) Untuk program S3 harus ada makalah yang terbit di jurnal Internasional.

Hmmm… dalam sekejap saja surat edaran Dikti ini menjadi bahan diskusi di milis dan jejaring sosial. Tujuannya bagus, yaitu untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal ilmiah maupun prosing konferensi. Harus diakui bahwa jumlah publikasi ilmiah dari negara kita jauh tertinggal dari negara lain, bahkan dengan negara tetangga pun kita kalah seperti Malaysia dan Singapura.

Sebenarnya kewajiban membuat makalah (paper) ilmiah itu sudah lama berlaku bagi mahasiswa S3 dan (sebagian) mahasiswa S2. Mahasiswa S3 wajib mempublikasikan hasil penelitiannya dalam prosiding konferensi dan jurnal (dulu tidak harus internasional, tetapi sekarang harus internasional), sedangkan untuk program S2 sebagian mewajibkannya, sebagian lagi tidak. Nah, untuk program S1 kewajiban menulis publikasi ilmiah di jurnal tentu hal yang relatif baru (meskipun di beberapa perguruan tinggi hal ini sudah dilaksanakan).

Saya pribadi mendukung kewajiban membuat makalah ilmiah tersebut. Makalah bisa diekstrak dari hasil Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Diseratsi atau makalah lainnya. Jauh sebelum surat edaran DIkti ini keluar, saya sudah melakukannya untuk seluruh mata kuliah yang saya ampu dan bagi mahasiswa tugas akhir yang saya bimbing. Pada setiap kuliah yang saya ampu mahasiswa wajib membuat makalah sebagai bagian dari komponen penilaian. Anda dapat melihat salah satu daftar makalah kuliah semester yang lalu di sini.

Untuk Tugas Akhir (TA) juga sama, mahasiswa bimbingan saya wajib membuat makalah dari TA-nya. Daftar makalah TA dapat dilihat di sini. Untuk setiap makalah ada standard format internasional yang harus diikuti mahasiswa. Tetapi, yang paling penting dari semua itu adalah integritas, yaitu makalah tidak boleh mengandung unsur plagiarisme. Beberapa makalah mahasiswa itu ada yang saya ikutkan dalam konferensi nasional dan internasional (lihat daftarnya di sini), beberapa diantaranya sudah terindeks di Scopus dan IEE Xplore.

Kembali pada topik di atas. Jadi, jika kewajiban membuat makalah itu menjadi syarat kelulusan, tidak masalah bagi mahasiswa kami. Mereka sudah melakukannnya dengan membuat makalah TA. Yang menjadi masalah selanjutnya adalah di jurnal ilmiah mana makalah tersebut akan diterbitkan. Harap maklum jurnal ilmiah di Indonesia jumlahnya sangat sedikit, itupun terbitnya hilang timbul, kadang-kadang terbit kadang-kadang tiarap. Semangat di awal, lalu mati. Kehidupan jurnal ilmiah itu dapat diibaratkan bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tidak mau. Persoalannya bukan karena dana, tetapi makalah yang akan dimuat sangat kurang. Produktifitas menulis akademisi dan peneliti di Indonesia masih rendah. Budaya menulis kalah dengan pekerjaan lain yang menjanjikan materi seperti mroyek, dan pengabdian masyarakat yang berkedok proyek.

Nah, dengan adanya edaran Dikti ini yang terjadi nanti mungkin malah sebaliknya. Lantaran diwajibkan, maka produktifitas makalah ilmiah akan ‘meledak’ luar biasa, jurnal ilmiah akan kebanjiran submission makalah. Nah, bagaimana memuat makalah yang luar biasa banyak itu dalam jurnal ilmiah yang sangat sedikit itu? Anda tidak perlu terlalu khawatir, tunggu saja nanti akan banyak lahir kreativitas dari setiap perguruan tinggi untuk menyiasati jurnal ilmiah itu.

Salah satu usulan yang realistis adalah setiap fakultas atau jurusan/program studi membuat makalah ilmiah sendiri (khusus untuk program S1) yang dikukuhkan oleh Perguruan Tinggi tersebut. Jurnal ilmiah itu tidak harus dicetak untuk menghemat biaya, tetapi dibuat dalam versi daring di internet. Setiap musim wisuda jurnal ilmiah itu terbit secara periodik di internet dan siapapun dapat mengaksesnya untuk membaca dan mengunduhnya. Keuntungan dengan penerbitan daring ini adalah dapat meminimalisir kasus plagiarisme. Orang yang akan melakukan plagiarisme TA akan berpikir seribu kali untuk melakukannyan karena makalah TA mereka akan dipublikasikan di jurnal di internet sehingga kasus-kasus plagiarisme dapat dengan mudah dideteksi.

Bagaimana dengan proses review? Sebagaimana diketahui setiap makalah di jurnal ilmiah dan prosiding harus melalui proses peer review. Makalah-makalah yang akan dimuat harus di-review kelayakannya oleh akademisi. Proses review makalah untuk suatau jurnal dapat memakan waktu lama. Durasi waktunya bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun. Penyebabnya karena hasil review tersebut harus ditindaklanjuti oleh penulis dengan memperbaiki dan mengirimkannya kembali untuk di-review. Terbayang kan lama waktunya. Jelas waktu yang lama ini dapat memperlambat waktu kelulusan seorang mahasiswa, yang tertunda gara-gara makalahnya belum terbit di jurnal.

Untuk mengatasi lama waktu proses review itu, makalah TA yang akan dimuat di dalam jurnal ilmiah jurusan/program studi/fakultas cukup di-review oleh Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji TA. Setelah proses sidang TA berakhir dan review makalah selesai, maka semua makalah tersebut dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah yang bersangkutan. Aturan ini mungkin tidak berlaku bagi jurnal ilmiah yang sudah mapan yang memerlukan proses review independen.

Saya menduga, jika Surat Edaran Dikti ini dipatuhi, maka akan lahir ratusan jurnal ilmiah yang terbit secara teratur. Bukan tidak mungkin dari sekian jurnal ilmiah itu akan lahir jurnal ilmiah berkualitas yang go international dan tidak terlalu bergantung pada pasokan makalah Tugas Akhir mahasiswanya. Sumber makalahnya bisa berasal dari mana-mana bahkan dari luar negeri. Jika begini jadinya, maka produktifitas menulsi orang Indonesia di jurnal ilmiah akan tumbuh secara signifikan. Dunia pendidikan dan penelitian akan hidup dan meriah.

Memang ada suara-suara kritik dan keberatan terhadap surat edaran Dikti ini. Salah satunya menyoroti alasan surat edaran itu yang terkesan emosional. Di dalam surat itu dikatakan publikasi ilmiah dari negara kita masih rendah dibandingkan Malaysia. Jika itu alasannya, jelas surat tersebut akan ditertawakan oleh orang Malaysia jika mereka membacanya. Memang rasanya tidak pantas sebuah dokumen negara menjadikan negara lain sebagai pembanding, hal yang memalukan jika Malaysia sebagai alasan pembandingnya dimuat dalam surat resmi Dikti seperti itu.

Seorang teman menilai bahwa surat edaran tersebut dari sisi hukum lemah karena tidak memiliki dasar hukum, oleh karena itu surat edaran itu dianggap tidak bersifat mengikat. Tidak ada konsekuensi berupa sanksi jika perguruan tinggi tidak melaksanakan surat edaran tersebut.

Terlepas dari kelemahan surat edaran Dikti tersebut, yang jelas tujuannya bagus dan patut didukung. Lebih banyak manfaatnya daripada kerugian yang timbul. Yang perlu diwaspadai adalah munculnya jasa outsourcing yang menerima pesanan membuat paper karena kewajiban seperti ini. Kalau kita sudah mendidik mahasiswa dengan benar, mereka tidak akan mau melakukan perbuatan yang memalukan seperti plagiarisme atau mendatangi tempat jasa membuat makalah.

sumber : rinaldimunir
flew_meneer - 02/05/2012 02:03 PM
#14

monggo silahkan sharing disini mengenai problema seputar pendidikan kalian..mengenai sekolah, kuliah, skripsi dan referensinya \D/

sing rung lulus yo nek bingung meh sharing yo bisa disharingkan disini..sing wes lulus dan iso ngrewangi adik2 kelas nya juga bisa sharing disini..pokoknya bebas tapi bertanggung jawab..sesuai rules yang dibuat oleh TS nya malu:
flew_meneer - 02/05/2012 02:09 PM
#15

Quote:
Original Posted By modot_82
Pak Dosen ...:matabelo

Tips ben skripsi ndang rampung piye oom o?


tips e gampang om ben skripsi ne ndang rampung


[*]ada niat dan tekat kuat untuk menyelesaikannya
[*]tidak berlindung pada kesibukan lain sehingga menjadi alasan menunda-nunda mengerjakan
[*]digarap
[*]klo ada kesulitan bisa sharing dengan teman yg lebih ngerti ato langsung konsultasi dengan dosen pembimbing

super..pekok - 02/05/2012 02:11 PM
#16

Quote:
Original Posted By modot_82
Pak Dosen ...:matabelo

Tips ben skripsi ndang rampung piye oom o?


hla iki.. masalah klasik om.. NIAT.

nek niat kuwi nuruti mood, yo ra rampung2.. artine, kita yg bikin timeline, ya kita harus patuh pada apa yg telah kita buat..

wah.. hla aku kudu ngurusi iki.. kuwi.. kae.. dll.. kuwi cuman alibi pembenaran karena tidak bisa memenuhi apa yg telah kita buat..

trik n tips nya,

[*]kalo mood datang.. jangan berhenti.. pancal terus nganti sak lempoh-e..
[*]hla nek mood-e ra teka2 piye?? ya digawe supaya ndang teka.. misal (inget pada ortu yg telah bersusah payah membiayai kita - adol sawah, utang mrono mrene mung arep nggo bayar kuliah n uang saku).. tumbuhkan empati pada ortu. tunjukkan bahwa kita mampu memberikan yg terbaik bagi ortu kita, yaitu dengan menyelesaikan kuliah sesuai rencana. insyaallah cepet rampung...
[*]hla nek sekolahe mbayar dhewe piye..?? yo golek motivasi liyane sing marai ngetokne mood.. misale, daripada ngena ngene terus.. hambok aku ndang rampung.. njur isoh mikir liyane.. duit kuliah isoh dienggo tuku PS3 opo nggo nyicil omah..
[*]hla nek ra mlaku kabeh piye..??? saranku, nyepi or dolan.. supaya fresh.. bar kuwi, balik neng cara sing uwis kasebut mau..




o
super..pekok - 02/05/2012 02:13 PM
#17

Quote:
Original Posted By ragesquad
penuliasan bab 1-4 wis ramfung om, garek karyane berbusa: lha disambi kiwo tengen \(

aku wedi iki :
Spoiler for jabingan


Syarat Kelulusan S1, S2, dan S3: Wajib Membuat Makalah di Jurnal Ilmiah


Hari ini saya menerima surat edaran dari Dikti yang menambahkan syarat kelulusan jenjang program studi (S1, S2, dan S3). Anda bisa membaca surat edaran tersebut pada pranala berikut:

http://dikti.go.id/attachments/article/2670/Surat%20Publikasi%20Karya%20Ilmiah.pdf

Di dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa publikasi untuk program S1/S2/S3 merupakan salah satu syarat kelulusan, yang berlaku terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012:
1 ) Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah
2 ) Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah terakreditasi Dikti
3 ) Untuk program S3 harus ada makalah yang terbit di jurnal Internasional.

Hmmm… dalam sekejap saja surat edaran Dikti ini menjadi bahan diskusi di milis dan jejaring sosial. Tujuannya bagus, yaitu untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal ilmiah maupun prosing konferensi. Harus diakui bahwa jumlah publikasi ilmiah dari negara kita jauh tertinggal dari negara lain, bahkan dengan negara tetangga pun kita kalah seperti Malaysia dan Singapura.

Sebenarnya kewajiban membuat makalah (paper) ilmiah itu sudah lama berlaku bagi mahasiswa S3 dan (sebagian) mahasiswa S2. Mahasiswa S3 wajib mempublikasikan hasil penelitiannya dalam prosiding konferensi dan jurnal (dulu tidak harus internasional, tetapi sekarang harus internasional), sedangkan untuk program S2 sebagian mewajibkannya, sebagian lagi tidak. Nah, untuk program S1 kewajiban menulis publikasi ilmiah di jurnal tentu hal yang relatif baru (meskipun di beberapa perguruan tinggi hal ini sudah dilaksanakan).

Saya pribadi mendukung kewajiban membuat makalah ilmiah tersebut. Makalah bisa diekstrak dari hasil Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Diseratsi atau makalah lainnya. Jauh sebelum surat edaran DIkti ini keluar, saya sudah melakukannya untuk seluruh mata kuliah yang saya ampu dan bagi mahasiswa tugas akhir yang saya bimbing. Pada setiap kuliah yang saya ampu mahasiswa wajib membuat makalah sebagai bagian dari komponen penilaian. Anda dapat melihat salah satu daftar makalah kuliah semester yang lalu di sini.

Untuk Tugas Akhir (TA) juga sama, mahasiswa bimbingan saya wajib membuat makalah dari TA-nya. Daftar makalah TA dapat dilihat di sini. Untuk setiap makalah ada standard format internasional yang harus diikuti mahasiswa. Tetapi, yang paling penting dari semua itu adalah integritas, yaitu makalah tidak boleh mengandung unsur plagiarisme. Beberapa makalah mahasiswa itu ada yang saya ikutkan dalam konferensi nasional dan internasional (lihat daftarnya di sini), beberapa diantaranya sudah terindeks di Scopus dan IEE Xplore.

Kembali pada topik di atas. Jadi, jika kewajiban membuat makalah itu menjadi syarat kelulusan, tidak masalah bagi mahasiswa kami. Mereka sudah melakukannnya dengan membuat makalah TA. Yang menjadi masalah selanjutnya adalah di jurnal ilmiah mana makalah tersebut akan diterbitkan. Harap maklum jurnal ilmiah di Indonesia jumlahnya sangat sedikit, itupun terbitnya hilang timbul, kadang-kadang terbit kadang-kadang tiarap. Semangat di awal, lalu mati. Kehidupan jurnal ilmiah itu dapat diibaratkan bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tidak mau. Persoalannya bukan karena dana, tetapi makalah yang akan dimuat sangat kurang. Produktifitas menulis akademisi dan peneliti di Indonesia masih rendah. Budaya menulis kalah dengan pekerjaan lain yang menjanjikan materi seperti mroyek, dan pengabdian masyarakat yang berkedok proyek.

Nah, dengan adanya edaran Dikti ini yang terjadi nanti mungkin malah sebaliknya. Lantaran diwajibkan, maka produktifitas makalah ilmiah akan ‘meledak’ luar biasa, jurnal ilmiah akan kebanjiran submission makalah. Nah, bagaimana memuat makalah yang luar biasa banyak itu dalam jurnal ilmiah yang sangat sedikit itu? Anda tidak perlu terlalu khawatir, tunggu saja nanti akan banyak lahir kreativitas dari setiap perguruan tinggi untuk menyiasati jurnal ilmiah itu.

Salah satu usulan yang realistis adalah setiap fakultas atau jurusan/program studi membuat makalah ilmiah sendiri (khusus untuk program S1) yang dikukuhkan oleh Perguruan Tinggi tersebut. Jurnal ilmiah itu tidak harus dicetak untuk menghemat biaya, tetapi dibuat dalam versi daring di internet. Setiap musim wisuda jurnal ilmiah itu terbit secara periodik di internet dan siapapun dapat mengaksesnya untuk membaca dan mengunduhnya. Keuntungan dengan penerbitan daring ini adalah dapat meminimalisir kasus plagiarisme. Orang yang akan melakukan plagiarisme TA akan berpikir seribu kali untuk melakukannyan karena makalah TA mereka akan dipublikasikan di jurnal di internet sehingga kasus-kasus plagiarisme dapat dengan mudah dideteksi.

Bagaimana dengan proses review? Sebagaimana diketahui setiap makalah di jurnal ilmiah dan prosiding harus melalui proses peer review. Makalah-makalah yang akan dimuat harus di-review kelayakannya oleh akademisi. Proses review makalah untuk suatau jurnal dapat memakan waktu lama. Durasi waktunya bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun. Penyebabnya karena hasil review tersebut harus ditindaklanjuti oleh penulis dengan memperbaiki dan mengirimkannya kembali untuk di-review. Terbayang kan lama waktunya. Jelas waktu yang lama ini dapat memperlambat waktu kelulusan seorang mahasiswa, yang tertunda gara-gara makalahnya belum terbit di jurnal.

Untuk mengatasi lama waktu proses review itu, makalah TA yang akan dimuat di dalam jurnal ilmiah jurusan/program studi/fakultas cukup di-review oleh Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji TA. Setelah proses sidang TA berakhir dan review makalah selesai, maka semua makalah tersebut dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah yang bersangkutan. Aturan ini mungkin tidak berlaku bagi jurnal ilmiah yang sudah mapan yang memerlukan proses review independen.

Saya menduga, jika Surat Edaran Dikti ini dipatuhi, maka akan lahir ratusan jurnal ilmiah yang terbit secara teratur. Bukan tidak mungkin dari sekian jurnal ilmiah itu akan lahir jurnal ilmiah berkualitas yang go international dan tidak terlalu bergantung pada pasokan makalah Tugas Akhir mahasiswanya. Sumber makalahnya bisa berasal dari mana-mana bahkan dari luar negeri. Jika begini jadinya, maka produktifitas menulsi orang Indonesia di jurnal ilmiah akan tumbuh secara signifikan. Dunia pendidikan dan penelitian akan hidup dan meriah.

Memang ada suara-suara kritik dan keberatan terhadap surat edaran Dikti ini. Salah satunya menyoroti alasan surat edaran itu yang terkesan emosional. Di dalam surat itu dikatakan publikasi ilmiah dari negara kita masih rendah dibandingkan Malaysia. Jika itu alasannya, jelas surat tersebut akan ditertawakan oleh orang Malaysia jika mereka membacanya. Memang rasanya tidak pantas sebuah dokumen negara menjadikan negara lain sebagai pembanding, hal yang memalukan jika Malaysia sebagai alasan pembandingnya dimuat dalam surat resmi Dikti seperti itu.

Seorang teman menilai bahwa surat edaran tersebut dari sisi hukum lemah karena tidak memiliki dasar hukum, oleh karena itu surat edaran itu dianggap tidak bersifat mengikat. Tidak ada konsekuensi berupa sanksi jika perguruan tinggi tidak melaksanakan surat edaran tersebut.

Terlepas dari kelemahan surat edaran Dikti tersebut, yang jelas tujuannya bagus dan patut didukung. Lebih banyak manfaatnya daripada kerugian yang timbul. Yang perlu diwaspadai adalah munculnya jasa outsourcing yang menerima pesanan membuat paper karena kewajiban seperti ini. Kalau kita sudah mendidik mahasiswa dengan benar, mereka tidak akan mau melakukan perbuatan yang memalukan seperti plagiarisme atau mendatangi tempat jasa membuat makalah.

sumber : rinaldimunir


mangkane.. jurnal ilmiah dalam negeri antri nganti 1-2 th lho..

mbayar terus sak durunge lulus.. ndang dikebut. maks agustus kudu rampung.. setelah agustus, aturan kuwi berlaku..

shakehand
icesusuJahe - 02/05/2012 02:16 PM
#18

aku tak lungguh karo golek bahan nggo sinau juga linux2:



Quote:
Original Posted By super..pekok
Bagi yang sudah lulus, dan pengen melanjutkan sekolah lagi.. monggo ini beberapa link besasiswa luar negeri yang bisa dipantau..

AMINEF - US

Fulbright - US

Ford Foundation - US

AusAID - Australia

Chevening and other British Scholarship - Inggris

Erasmus Mundus - Uni Eropa

Nippon Foundation - Jepang

Monbukagakusho - Jepang

Jepang lainnya

SEARCA - Asia Tenggara

dan masih banyak lagi yang lainnya...


tips n tricks How to get scholarship, step by step.. copas dari sebelah.. D



-----------

1. Lay an eye to particular scholarship.

I usually look at scholarship advertisement. If I found it interested, then I will apply. Although it is possible to find the department where you want to study first then apply the scholarship, I don`t do that because usually the nominal of scholarship is small. I am only interested to fully funding scholarship. Some scholarship, however, request you to apply officially to university and get accepted before apply the scholarship (mostly European scholarship I think)

2. Get the scholarship form and read it carefully

Make sure that you are eligible to the scholarship, you are within the age range, the topic you want is included, your background is acceptable etc. Some scholarship is mainly for gov. employee, some are for age 35 and below, you fulfill the minimum language requirements etc.

3. Find the university you want to go

Make sure that you know where you want to go. Only very few scholarship that just want you to write down what subject you want to do and you can choose the university later. Again, check the requirements carefully

4. Collecting the requirement

Be very careful with the requirement. If it requires international TOEFL/IELTS, then do it. If it is not specified, better ask than sorry. If it asked for 2 recommendations, get two, some even specifically asked for direct supervisor, make sure you get it as well. Some scholarship request you to develop contact with the department you want to study, then try to get it.

5. Make sure that your application is "selling"

Imagine yourself the person who need to select which application is acceptable, which is not. That person need to look hundreds and maybe thousands of application. Make sure that your application is neat, clear, concise, to the point and rich instead making it a flowery boring story that nobody want to finish reading it. Think, what is your strong point that makes you different from others, what is the founder agenda etc. Also make sure that when they say one page explanation, it`s one page. Try to put as much related information in the limited space

6. Pay attention to deadline



ttd
Paws:

om meneer.. tulung pejwan ya.. o
srabicoklat - 02/05/2012 02:22 PM
#19

Quote:
Original Posted By modot_82
Pak Dosen ...:matabelo

Tips ben skripsi ndang rampung piye oom o?


numpang share ya om malu:

nik aku mbiyen :
- memecah permasalahan menjadi bagian lebih kecil / per bagian.
- bikin jadwal perencanaan detail pengerjaan.misal seminggu ke depan harus selesai bagian 1
- misal bagian 1 wes rampung,coba hibur diri.misale dolan opo tuku burger malu: hammer:
- sering diskusi bareng dosen pembimbing
- banyak berdoa pastinya.


semoga membantu o
areMean - 02/05/2012 02:23 PM
#20

Yen jamanku ono sing jenenge pengganti skripsi, jenenge kapita selekta, pinuk kui wkwkwkw. tp mbuh ketoke kampusku tok jaman kui o
cuma nggawe makalah sitik, tp yo tetep nganggo pendadaran hammer:
Page 1 of 9 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > JATENG DIY > Solo > [Scholar Corner] - mari berbagi ilmu dan pengetahuan ^_^