Grappling
Home > LOEKELOE > SPORTS > Grappling > luta livre and brazilian jiu-jitsu
Total Views: 2956 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 3 |  < 1 2 3

tenshin_shoden - 20/09/2010 10:42 AM
#41

bro Shamo,
waaah blajar luta juga? metode latihan ada bedanya nggak?atau sama aja dgn BJJ no gi?
BarisanMudaPAN - 20/09/2010 11:05 AM
#42

owh gitu toh sejarahnya.....

baru tau ane.....

wah thank u banget buat TS nih... ane jadi tambah ilmu.....
babewagyu - 21/09/2010 02:00 AM
#43

sorry bro shamo , jujur aja ane rada bingun knapa sampe sekarang sejarah Luta Livre kurang jelas... pendiri nya si TATU ya kan? bingungs

mang ente latihan Luta livre dimana?
Shamo - 27/09/2010 09:10 PM
#44

Quote:
Original Posted By tenshin_shoden
bro Shamo,
waaah blajar luta juga? metode latihan ada bedanya nggak?atau sama aja dgn BJJ no gi?


Halo Bro' Tenshin,

Iya hehehe, latihan Luta Livre biar memperbanyak pengalaman nogi.

Metodenya kurang lebih sama dengan metode latihan BJJ Nogi hanya mungkin latihan fisiknya (warmup dan physical workout) lebih berat dari pada yang bisa disaksikan di BJJ class.

Dalam waktu 1h30, kira kira sbb:

- 20 mn : warm up + latihan fisik
- 35 mn : teknik/drilling teknik
- 5 mn : break
- 30 mn : rolling (6x5mn)


Salam,

Shamo

PS: good luck for your fight preparation \)
Shamo - 27/09/2010 09:12 PM
#45

Quote:
Original Posted By babewagyu
sorry bro shamo , jujur aja ane rada bingun knapa sampe sekarang sejarah Luta Livre kurang jelas... pendiri nya si TATU ya kan? bingungs

mang ente latihan Luta livre dimana?




Halo Bro' Babewagyu!

Hahaha, sebenarnya bukan sejarahnya yang kurang jelas, tetapi penyaluran info di internet yang salah atau yang menggunakan "short cut" (jalan pintas) sehingga membingungkan sang pembaca.

Ente benar kalau bilang bahwa Euclides Hatem (yang biasa dipanggil TATU) adalah pendiri Luta Livre. Sekali lagi, Tatu yang pertama kali menggunakan kata Luta Livre sebagai sistim gulat asal Brazil pada tahun 1927.
Sebenarnya, penciptaan martial art Luta Livre ini merupakan sebuah mix (pecampuran) dari beberapa teknik gulat yang sudah ada yaitu:
- gulat profesional (catch wrestling/catch as catchcan/pro wrestling),
- greco roman style wrestling dan
- freestyle wrestling

Saya yakin bahwa pada saat itu ilmu Luta Livre jauh dengan Luta Livre yang kita bisa saksikan sekarang.

Maksudnya, teknik2 Luta Livre dari TATU lebih mirip ke teknik gulat (yaitu bantingan-takedown typical wrestling dan kuncian2 seperti headlock, footlock...kurang lebih seperti yang kita bisa lihat di acara WWF).

Kalau ente lihat arsip2 tentang Luta Livre di Brazil, para Lutadores adalah pria yang badannya sangat besar dan lebar. Seperti para atlit jepang dari HYBRID WRESTLING PANCRASE (Masakatsu Funaki, Minoru Suzuki) atau Satoru Sayama alias TIGER MASK, Antonio Inoki, dll.

Beda sekali dengan keluarga Gracie yang tinggi badan tidak lebih dari 165/170 cm dan berat badan 60/65 kg.

Bisa juga dikatakan bahwa Luta Livre lebih fisik dari pada Gracie Jiu Jitsu; Luta Livre lebih menggunakan power dari pada Jiu Jitsu yang lebih fokus pada teknik. Yah, walaupun ane kurang suka dengan pernyatan ini tapi begitulah menurut ane.

Tapi jangan salah ngerti, Luta Livre sekarang jauh lebih bagus dan lebih teknik. Ente harus tahu juga bahwa di Luta Livre (yang asli, yakni Luta Livre dari TATU) tidak ada konsep guard, pull guard, sweep. Dan teknik kunican/choke sangat terbatas (guillotine, americana, armbar twist) tetapi teknik footlocknya lebih banyak (ankle lock, ankle twist, kneebar, calf crush, dst.).

Dari situ kita bisa mengerti pengaruh besar dari teknik2 gulat yang menjadi dasar pada pendirian Luta Livre (Greco Roman wrestling, Freestyle wrestling, Catch wrestling).

Seperti semua beladiri yang pasti akan menyaksikan perubahan (revolution), Luta Livre dibangkit kembali pada tahun 1965-1970 oleh Fausto Bruno Cilla (salah satu anak buah TATU) dan mulai diadakan kodifikasi teknik2 Luta Livre. Dengan kodifikasi ini, telah ditambah teknik2 "baru" (kuncian/cekikan) akibat pengalaman mereka dalam pertandingan VALE TUDO (baik lawan keluarga Gracie maupun aliran lain seperti Judo, Boxing, Wrestling, Karate).

Pada akhir tahun 1970/awal tahun 1980, Luta Livre mulai disebarkan di beberapa daerah di Rio (terutama daerah yang miskin). Sehingga dari 27 murid pertama Fausto Brunocilla (seperti Roberto Leitao, Hugo Duarte, Eugenio Tadeu, dll.) Luta Livre mencapai 2800 murid pada tahun 1990an.

Disitu bisa dibilang - seperti yang ane baca di forum ini - bahwa Jiu Jitsu adalah bela diri yang diikuti oleh orang2 yang berpunya (karena harus beli Gi) sedangkan Luta Livre bisa buat yang tidak berpunya (karena hanya memakai celana dalam/celana renang tipe seorang wrestler).

Sebagai penutup, bisa digarisbawahi bahwa Gracie Jiu Jitsu dan Luta Livre didirikan pada era yang sama, telah bertanding dalam Vale Tudo, tetapi mempunyai sejarah yang beda.

Juga bahwa Vale Tudo merupakan tempat konfrontasi antara kedua beladiri ini. Dan dengan ciptaan UFC oleh Rorion Gracie, maka Jiu Jitsu telah berkembang dengan cepat dan akibatnya teknik2 Jiu Jitsu adalah teknik2 yang paling matang kalau kita lihat dunia Grappling.

Para lutadores dari Luta Livre sempet merasakan kecewaan dengan kemenangan Jiu Jitsu di dalam dan khususnya diluar Brazil.

Tetapi syukurlah, Luta Livre yang moderen ini sudah mengejar Brazilian Jiu Jitsu dan bisa dikatakan bahwa Luta Livre tidak kalah dengannya.
Bahkan, dengan booming dunia Grappling/Submission, Luta Livre bisa perlu merasa minder.

Hal yang positif juga adalah bahwa antara Luta Livre dan Gracie Jiu Jitsu (BJJ) tidak ada lagi konflik. Mereka saling menghormati masing2, bahkan kerja sama. FYI, Carlson Gracie pernah membantu Hugo Duarte untuk acara PRIDE di Jepang. Ada juga yang dapat Black Belt BJJ (seperti Eugenio Tadeu atau Antonio Pequeno Nogueira, dll).


Menurut ane pribadi, dan kalau lihat statistik, memang BJJ "lebih kuat" (tanda kutip) dan kalau lihat para pemenang dalam event2 seperti Grappling, No Gi, submission wrestling, kebanyakan dari BJJ.
Sebagai contoh Marcelo Garcia adalah top grappler in the world...mungkin karena BJJ berlatih dengan Gi dan Nogi jadi "pengalaman" grapplingnya lebih banyak.

Anyway, ada juga yang bilang "statistically BJJ emang lebih kuat karena murid BJJ 2 kali lipat dari murid Luta"....Well, menurut ane itu tidak penting.

Yang penting bagi ane adalah memperbanyakan pengalaman bertarung (Gi/Nogi/BJJ/Luta). Kita harus cross training supaya teknik lebih mantap.

Oleh karena itu, ane latih BJJ (Synergy di Indonesia dan Alliance di Paris) dan juga Luta Livre (di Paris).


Salam,

Shamo

PS: sabar ya....dalam waktu dekat akan saya adakan thread baru tentang Sejarah Luta Livre yang lebih detail. Thanks
tenshin_shoden - 27/09/2010 09:51 PM
#46

nggak uah thread baru, disini saja
Shamo - 28/09/2010 12:43 AM
#47

Quote:
Original Posted By tenshin_shoden
nggak uah thread baru, disini saja


Ok bro' \)


Salam,

Shamo
Shamo - 28/09/2010 12:55 AM
#48
Penjelasan Tentang Perbedaan Antara LUTA LIVRE dan BJJ - Part 2
Karakteristik dari Luta Livre adalah bantingan (takedown), kuncian kaki (footlock), tumit (pergelangan kaki/heel hook), lutut (kneelock) dan tindihan otot (seperti biceps slicer, calf crush, dll.).

Untuk info, original Luta Livre sama sekali tidak familiar dengan teknik-teknik ala Jiu Jitsu seperti Kimura (ude garami), Triangle (sankaku jime) maupun konsep Guard (closed guard, pull guard, half guard).

Hanya belakangan Luta Livre "moderen" mulai menambah teknik-teknik tersebut (teknik bjj) dalam teknik mereka.

Tentu saja Luta Livre telah menjadi kendala bagi Jiu Jitsu (yang telah didirikan pada waktu yang hampir sama) dalam pertemuan Vale Tudo, sehingga persaingan besar antara keduanya (lihat tahun 1990an setelah Gracie Jiu Jitsu dan khususnya UFC masuk di Dunia Barat/Amerika Serikat).

Jadi pada tahun 1980an di Brazil, Jiu Jitsu dari keluarga Gracie meraih banyak kemenangan dalam pertandingan judo, sambo, gulat, jiu jitsu dan khususnya dalam pertandingan Vale Tudo. Dan atlit dari kalangan Gracie yang waktu itu menonjol adalah Rickson Gracie.

Para fighter dari Muay Thai akhirnya bergabung dengan para fighter dari Luta Livre untuk bisa bertahan atas perkembangan/penguatan aliran Jiu Jitsu keluarga Gracie.

Timbul-lah pertandingan Vale Tudo yang sangat terkenal juga sangat kejam.

Sejarah « panas » antara Luta Livre dan Jiu Jitsu dimulai pada tahun 1980 di Teresopolis, sebuah kota kecil dipinggiran Rio de Janeiro, dengan perkelahian antara Charles Gracie dan seorang Mario Dumo, yang adalah saudara dari Flavio Molina (guru Taekwondo dan Muay Thai). Pertikaian ini terus berlanjut di kota Rio dan Charles pergi mengeluh kepada Rolls Gracie dengan haapan masalah ini akan diatasi. Akirnya, Rolls datang ke Akademi Flavio Molina (kedatangannya bisa dikatakan sebuah « razzia ») untuk minta konfrontasi antara Charles dan Mario itu. Tapi pertarungan tersebut tak terjadi karena tiba-tiba Akdemi Flavio Molina menjadi medan tempur massal alias tawuran, yang berakhir hanya dengan kedatangan polisi.
Akar masalahnya telah terjadi antara orang-orang dari Muay Thai dan orang-orang Jiu Jitsu, namun karena orang Luta Livre sangat dekat dengan grup Muay Thai ini (banyak diantara mereka berlatih dua disiplin beladiri, seperti Marco Ruas, Luiz Alves, dll.), maka mereka akirnya terlibat juga.

Sejak saat itu, konfrontasi antar Muay Thai dan Jiu Jitsu terus meningkatkan. Para fighter dari team Gracie memang terkenal karena sering menantang disiplin bela diri lain, tapi baru pertama kali salah satu dari mereka bisa bertahan benar-benar.
Akhirnya, Flavio Molina mulai latihan gulat/groundfighting dan pada satu waktu ia pergi ke tempatnya Rickson Gracie, yang sudah menjadi pemimpin fighters dari Jiu Jitsu.
Namun Rickson beritahukan bahwa pihak Jiu Jitsu akan mengadakan Vale Tudo, dan Flavio harus menghadapi muridnya yang terbaik dulu sebelum melawan Rickson sendiri. Murid yang dipilih adalah Marcelo Behring, sabuk coklat pada saat itu.
Di pihak Muay Thai, dua petarung muda dari Luta Livre diminta untuk membela kehormatan Flavio Molina, yaitu Eugenio Tadeu dan Marco Ruas. Mereka menantang pihak Jiu Jitsu yaitu Renan Pitangui (anak buah Marcelo Behring) dan Fernando Pinduka (anak buah Carlson Gracie).

Pertemuan berlangsung pada tahun 1983 di sebuah lokasi bernama Maracanazinho dan merupakan kekalahan besar pertama dari Jiu-Jitsu. Meski Flavio Molina kalah lawan Marcelo Behring karena kurang terlatih dan kurang siap untuk pertarungan tipe Vale Tudo itu, pihak Luta Livre yang dipimpin oleh Eugenio Tadeu dan Marco Ruas telah membuktikan keseriusan mereka dan kekuatan sistem mereka : Eugenio Tadeu telah menghajar habis-habisan sih anak muda Pitangui Renan (sampai wajahnya hancur), sedangkan Marco Ruas (anak baru yang belum terkenal) bisa bertahan dan bertarung dengan Pinduka, yang dikenal sebagai hard striker dan « pecinta pertarungan yang keras/kasar/kejam ». Pertarungan antara kedua heavy weight ini berlanjut sampai ronde akhir dan dinyatakan seri (draw).

Tetapi perkelahian tidak berhenti di sini, bahkan berlanjut dikemudian hari, baik di jalan maupun di tempat latihan, dan tidak hanya melibatkan satu orang lawan satu orang, tetapi tawuran. Rickson Gracie dan Hugo Duarte, para leader dari dua disiplin itu, berantam dua kali di pantai dan tempat parkir. Pertarungan tersebut dimenangkan oleh Rickson.

Pada tahun 1991, telah terjadi konfrontasi besar yang ke-dua, di lokasi Tennis Club Grajau, dan kali ini Jiu-Jitsu, yang meraih kemenangan besar atas Luta Livre. Yang memulai pertarungan ini adalah Walid Ismail (anak buah Carlson Gracie) : melalui media/pers, ia menantang para Lutadores dengan mengatakan bahwa Jiu Jitsu adalah yang terbaik dari semua disiplin beladiri dan tidak bisa dikalahkan.

Murilo Bustamante, Marcelo Behring dan Carlson Gracie bertemu dengan Marco Ruas, Denilson Maia, Hugo Duarte dan Eugenio Tadeu agar memutuskan pengatura pertarungan antar dua kubu ini di dalam Academy. Lima petarung dari Jiu Jitsu telah ditunujuk : Walid Ismail, Amaury Bitteti, Fabio Gurgel, Marcelo Behring dan Murilo Bustamante. Tetapi akhirnya Amaury mengundurkan dirinya karena alasan kesehatan sedangkan Marcelo karena alasan cidera. Marco Ruas juga mengundurkan diri.

Akhirnya Murilo, Fabio dan Walid berlatih bersama-sama selama empat bulan di bawah naungan Carlson, dan dibantu oleh Ricardo Liborio serta Ze Mario dan juga para Jiu Jitsuka dari tim lain-lain. Ini merupakan satu-satu kalinya dimana semua fraksi Jiu Jitsu bersatu. Lain dengan kubu Luta Livre yang menunjukkan « ke-tidak-akurnya » dan tidak teralu minat untuk acara ini. Hanya sang lutador Hugo Duarte yang serius dalam persiapan fight tersebut, tetapi pada saat terakhir pihak Jiu Jitsu tidak menemukan musuh yang patut menjadi lawannya.

Acaranya berlangsung di Grajau, sebuah wilayah Luta Livre dan Muay Thai, dan diselenggarakan oleh Robson Gracie (Anak Carlos Gracie dan Ayah dari Renzo dan Ryan Gracie). Namun, lucunya kehadiran orang (penonton/suporter) Luta Livre hampir tidak ada. Melainkan, lokasinya itu dipenuhi sampai 95% oleh orang Jiu Jitsu. Mereka pada me-circle tempat tanding (ring) dan memukul para fighter Luta Livre saat mereka masuk ke arena (dari tempat Locker-room sampai di Ring). Wasit pun mengenakan T-shirt dari Federasi Jiu Jitsu.
Selama pertarungan tidak ada aturan dan semuanya diizinkan. Pertarungan ini yang dianggap paling kejam dalam sejarah Vale Tudo.

Eugenio Tadeu sangat terkenal karena sebelumnya tak pernah kalahkan sedangkan Walid dikenal sebagai orang yang suka berkelahi.

Ronde pertama sangat bagus buat Eugenio yang standup fightnya jauh lebih baik dari Wallid. Ia pun berusaha untuk melakukan Guillotine dan Kimura. Tetapi Wallid berhasil untuk melakukan escapenya dengan headbutt dan elbow strikes.

Ronde kedua Eugenio menjaga good standup fightnya dengan pukulan dan tendangannya. Tapi Wallid beberapa kali telah membanting/melakukan takedown Eugenio dan saat di ground, ia melakukan headbutt.

Pada suatu saat, mereka jatuh dari atas ring dan pertarungannya tetap dilanjutkan meski intervensi keamanan (security guard). Nasib buruk buat Eugenio: dia menerima banyak tendangan dari para pendukung Jiu Jitsu yang hadir di ringside. Eugenio tidak dapat kembali ke atas Ring, dihitung dan akhirnya pemenangnya adalah Wallid.

Pada malam itu, Fabio Gurgel dan Murillo Bustamente telah menang juga atas lawannya masing-masing (Marcelo Mendes & Denilson). Dan event ini telah disiarkan di teve nasional brasil sehingga popularitas Jiu Jitsu tambah meningkat.
tenshin_shoden - 28/09/2010 09:00 AM
#49

wuidih,
ceritanya serasa baca komik yah?

tapi yang saya tertarik adalah adalah latihan rutin luta yg bener2 ketat, seperti BJJ kalo mau tanding
rajamonyet - 28/09/2010 09:23 AM
#50

Quote:
Original Posted By Shamo
Karakteristik dari Luta Livre adalah bantingan (takedown), kuncian kaki (footlock), tumit (pergelangan kaki/heel hook), lutut (kneelock) dan tindihan otot (seperti biceps slicer, calf crush, dll.).

ini mirip sambo ya bro?


Quote:
Original Posted By Shamo

Pada suatu saat, mereka jatuh dari atas ring dan pertarungannya tetap dilanjutkan meski intervensi keamanan (security guard). Nasib buruk buat Eugenio: dia menerima banyak tendangan dari para pendukung Jiu Jitsu yang hadir di ringside. Eugenio tidak dapat kembali ke atas Ring, dihitung dan akhirnya pemenangnya adalah Wallid.

Pada malam itu, Fabio Gurgel dan Murillo Bustamente telah menang juga atas lawannya masing-masing (Marcelo Mendes & Denilson). Dan event ini telah disiarkan di teve nasional brasil sehingga popularitas Jiu Jitsu tambah meningkat.


kok curang begitu popularitas naik... bukannya kalah karena digebukin penonton?
Shamo - 28/09/2010 01:39 PM
#51
Penjelesan Tentang Perbedaan Antara LUTA LIVRE dan BJJ - Part 3 (END)
Ada pula event lain yang masuk dalam sejarah panas Luta Livre/BJJ: pertarungan antara Eugenio Tadeu (dia lagi) dan Renzo Gracie. Pertarungan telah diselenggarakan oleh ayahnya, Robson Gracie (dia lagi). Eugenio telah belajar dari pertandingan melawan Walid. Dia tidak melakukan kesalahan yang sama dan kali ini menggunakan dengan baik dan akurat teknik-teknik tendangan/pukulan.

Renzo berlawan dengan baik pada awal awalnya (takedown, taking the back) tetapi tenaganya mulai menipis (gased out). Eugenio ambil kesempatan untuk mendominasi lawannya sehingga Renzo berada dalam posisi bahaya yang mudah bisa Knock Out.

Tiba-tiba mati lampu! Di tengah kekacauan, perkelahian besar terjadi pula, bahkan sampai ada tembakan. Pertarungan akhirnya dihentikan dan ruang dievakuasi. Banyak yang kemudian mengatakan bahwa itu bukan suatu kebetulan. Bahwa Robson Gracie sendiri memadamkan lampu dengan sengaja supaya anaknya tidak kalah.

BJJ memang lebih banyak “mencetak kemenangan” melawan Luta Livre. Dan mungkin alasannya bukan karena BJJ lebih “kuat”, atau murid-muridnya lebih “jago”.

Kemungkinan besar alasannya harus dicari di “faktor-faktor sejarah” yakni :


1/ keberahian terhadap BJJ yang terjadi dengan lahirnya The Ultimate
Fighting Championship

2/ jumlah murid BJJ di dunia yang sangat besar

3/ penyelenggaraan pertandingan BJJ dan Grappling (Abu Dhabi Combat
Championship atau ADCC) yang akhirnya menyaksikan penemuan kembali
aliran-aliran gulat seperti Sambo, Silat, Systema, Wrestling, Freestyle
Wrestling, Greco Roman style, Submission Arts, Shootwrestling, Hybrid
Wrestling, Judo Kosen, Ju Jitsu/Judo Newaza, Shaolin Chin Na, Shuai Jiao
(gulat dari Cina), Oil Wrestling atau Turkish Wrestling (Yagli Gures),
Senegalese Wrestling (Laamb), Indian Wrestling (Kushti atau juga
Pehlawani), dll.

4/ dengan penemuan kembali teknik aliran gulat dan juga event-event seperti
Grappler Quest, Nogi BJJ, NAGA submission, FILA Grappling (dan juga MMA)
para BJJers (yang notabene jumlahnya lebih besar) melakukan cross
training sehingga Brazilian Jiu Jitsu – secara umum – selalu berkembang
dibanding aliran bela diri yang lain.


Hari ini, Jiu Jitsu dan Luta Livre terus bersaing, tetapi hanya diatas Ring atau Matras/Tatami, dan secara fairplay.

Bahkan banyak fighter dari Luta Livre belajar Brazilian Jiu Jitsu misalnya Hugo Duarte, Marco Ruas (Joe Moreira), Eugenio Tadeu (Joe Moreira), Milton Viera (BTT) , Alexandre Pequeno (BTT), Alexandre Carracerro (BTT), Renato Sobral (Gracie Barra Combat Team), Flavio Moura (Gracie Barra), Gustavo Machado (Gracie Barra Combat Team), Ivan “Batman” Jorge (Carlson Gracie), dll.

Kini, berbagai kompetisi yang mencampuran dua disiplin tersebut diorganisir baik di bawah aturan Gulat (FILA-Wrestling), Submission Grappling (Nogi) atau MMA.

Jika dulu Jiu Jitsu memiliki keunggulan teknis, kini Luta Livre mulai seimbang berkat perkembangan Brazilian/Gracie Jiu Jitsu.



Nama-nama para Black Belt (Faixa Preta) Luta Livre yang terkenal:

- Roberto Leitao (10° Dan - Ruas Vale Tudo)
- Denilson Maia (6° Dan)
- Hugo Duarte (5° Dan - Hugo Duarte Team)
- Eugenio Tadeu (5° Dan - Eugenio Tadeu Team)
- Jefferson Oliveira Pereira "JOP" (5º DAN - Equipe JOP)
- Marco Ruas (4° Dan - Ruas Vale Tudo USA)
- Alexandre Franca Nogueira "Pequeno" (3° Dan - Club Da Luta Faepol)
- Alexandre Ferreira "Cacareco" (2º DAN - CHUTE BOXE)
- Pedro Rizzo - 2º DAN (Ruas Vale Tudo - USA)
- Andreas Schmidt "Andyconda" (2° Dan - ELLO Germany)
- Flavio Santiago "Perroba" (2° Dan - FST France)
- Marcelo Brigadeiro
- Ebenezer F. Braga
dll...
Shamo - 28/09/2010 01:54 PM
#52

Quote:
Original Posted By tenshin_shoden

tapi yang saya tertarik adalah adalah latihan rutin luta yg bener2 ketat, seperti BJJ kalo mau tanding


Saya belajar dengan Mestre Flavio Santiago "Perroba" (2° Dan)

Ini adalah latihan LUTA LIVRE di Paris:

[CODE]LUTA LIVRE - TRAINING SESSION 2009 - FSTeam - PART 1 DRILLS
http://www.youtube.com/watch?v=fg0v1n3CPGM

LUTA LIVRE - TRAINING SESSION 2009 - FSTeam - PART 2 LESSON
http://www.youtube.com/watch?v=ZQZq0lsd1XM

LUTA LIVRE - TRAINING SESSION 2009 - FSTeam - PART 3 FIGHTS
http://www.youtube.com/watch?v=SYcOlqwACAM
[/CODE]

Bisa juga lihat Training di German (ELLO atau European Luta Livre Organization - Pusat Organisasi LUTA LIVRE di Eropa - yang dipimpin oleh Andreas "Andyconda" Schmidt)

Untuk format latihan di ELLO, bisa lihat di Youtube

[CODE]Ini latihan di Dortmund (Germany)
http://www.youtube.com/watch?v=GzP4g7tSJnY
[/CODE]

Kalau gak salah ada video Andyconda ELLO di thread ini...


Salam,

Shamo
Shamo - 28/09/2010 09:48 PM
#53

Quote:
Original Posted By rajamonyet
ini mirip sambo ya bro?


Teknik2 footlock memang bisa dikatakan mirip Sambo...
Tetapi apasih bedanya antara heel hook ala Nogi BJJ, heel hook Wrestling dan heel hook Sambo?

Zaman sekarang banyak "mix" dan "evolution" sehingga dibuatkan combat sport yang bernama "Grappling".

Kalau dipikir-pikir, sekarang Luta Livre tidak jauh beda dengan BJJ No Gi. Dan juga BJJ Gi-Nogi senantiasa berinovasi teknik2nya dengan melihat teknik "gulat" lain (Sambo, Wrestling, Submission Art, dll.)

Sebagai contoh, tokoh-tokoh beladiri seperti Lloyd Irvin, Stephan Kesting, Eddie Bravo adalah inovator dalam teknik Gi/Nogi dan mereka ngaku melakukan cross-training.

Saya baru 3 bulan latihan Luta Livre dan seperti yang saya tulis sebelumnya, so far tidak ada perbedaan besar antar Luta Livre moderen (sekarang) dan BJJ Nogi. Namun, latihan fisiknya lebih berat dikit dan mungkin "approach tekniknya" (maksudnya, cara posisi grip sebelum melakukan teknik submission...ini yang saya merasakan kalau lagi roll dengan training partners saya).



Quote:
Original Posted By rajamonyet


kok curang begitu popularitas naik... bukannya kalah karena digebukin penonton?


Ya, begitulah ceritanya...memang bisa dikatakan curang...tapi sebenarnya reaksi para penonton sudah bisa diprediksi karena supporter Luta Livre waktu itu pada gak datang!!! \( semuanya yang hadir kan orang BJJ!

Popularitasnya naik karena promotornya (Robson Gracie) sengaja membawa TV/pers sehingga "kemenangan" BJJ atas Luta Livre tidak bisa diabaikan!

Iya, dia (Eugenio) kalah karena diinjek, ditendang dst oleh penonton yang adalah orang BJJ.

This is part of BJJ and Luta Livre History...sekarang sudah damai dan saling membantu \)


Salam,

Shamo
Leo168 - 20/07/2011 10:52 PM
#54

Quote:
Original Posted By Shamo
Saya belajar dengan Mestre Flavio Santiago "Perroba" (2° Dan)

Ini adalah latihan LUTA LIVRE di Paris:

[CODE]LUTA LIVRE - TRAINING SESSION 2009 - FSTeam - PART 1 DRILLS
http://www.youtube.com/watch?v=fg0v1n3CPGM

LUTA LIVRE - TRAINING SESSION 2009 - FSTeam - PART 2 LESSON
http://www.youtube.com/watch?v=ZQZq0lsd1XM

LUTA LIVRE - TRAINING SESSION 2009 - FSTeam - PART 3 FIGHTS
http://www.youtube.com/watch?v=SYcOlqwACAM
[/CODE]

Bisa juga lihat Training di German (ELLO atau European Luta Livre Organization - Pusat Organisasi LUTA LIVRE di Eropa - yang dipimpin oleh Andreas "Andyconda" Schmidt)

Untuk format latihan di ELLO, bisa lihat di Youtube

[CODE]Ini latihan di Dortmund (Germany)
http://www.youtube.com/watch?v=GzP4g7tSJnY
[/CODE]

Kalau gak salah ada video Andyconda ELLO di thread ini...


Salam,

Shamo


Kalu lihat dari video c sama ajalah sama BJJ, atau submission grappling, menurut saya ya yg newbie ini hehe...
Megatronz - 18/10/2011 12:04 AM
#55

Thread paling bagus yg gua baca..mantappp
shalahuddin - 06/07/2012 09:46 PM
#56

Quote:
Original Posted By Shamo


Saya baru 3 bulan latihan Luta Livre dan seperti yang saya tulis sebelumnya, so far tidak ada perbedaan besar antar Luta Livre moderen (sekarang) dan BJJ Nogi. Namun, latihan fisiknya lebih berat dikit dan mungkin "approach tekniknya" (maksudnya, cara posisi grip sebelum melakukan teknik submission...ini yang saya merasakan kalau lagi roll dengan training partners saya).

Salam,

Shamo


Weh Keren nih Bro Shamo, di share lagi dong tentang luta livre, oia mendengar bahwa LL adalah BJJ untuk kalangan bawah. Untuk kenyataannya gmn gan di Perancis? apakah biayanya juga jauh di banding BJJ atau sama aja? BTW pulang ke Indonesia kalo buka sasana LL mantap nih, untuk meramaikan dunia grappling Yb
Page 3 of 3 |  < 1 2 3
Home > LOEKELOE > SPORTS > Grappling > luta livre and brazilian jiu-jitsu