SURAT PEMBACA
Home > CASCISCUS > SURAT PEMBACA > Tertipu pengacara solusi kartu kredit....(Waspada jasa mediasi kartu kredit bag 2)
Total Views: 7769 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 9 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

rossipochi - 14/05/2012 07:46 PM
#21

Quote:
Original Posted By t14z
yupzzz....bener sis, thanks infonya...

saya nyaris kena jeratan pengacara itu, untung browsing2 dulu,ketemu thread sis rossi sebelumnya, alhamdulillah,banyak info2 yg saya dapat dalam menyikapi kondisi terjerat kartu kredit

dan semoga dengan TS baru ini, bagi mereka2 yg sedang kesulitan dan terjerat KK,agar tidak terjerat iming2 manis para pengacara2 tsb

biar gimanapun kondisi apapun,namanya hutang harus dibayar,walau mungkin dengan cara keringanan mencicil,dan itu harus kita sendiri yg menghadapi dan memprosesnya ke Bank

kadang kalo dalam keadaan terjerat hutang,akal sehat kita sedikit di buntukan karena sudah terlalu stress memikirkan hutang yga gak sanggup dibayar,dan tergiur iming2 pengacara yg mungkin bisa cepat menyelesaikan masalah kita,tapi sebenernya kita semakin terjerumus ke dalam masalah,


imej2 serem tentang bank atau debcollector yg arogan,menurut saya gak selalu seperti itu,selama kita punya niatan menyelesaikannya dan gak lari dari setiap telpon atau kunjungan dari mereka,hadapi dan utarakan kesulitan yg sedang dialami, insyallah pasti ada jalan,seperti yg saya alami beberapa bulan ini, dan akhirnya sebenernya semua bisa diatasi selama kita mau berusaha


semua pasti ada hikmahnya....bijak lah memakai KK dan saran saya,jangan memakai dana dari KK untuk modal,dalam kondisi usaha kita baik kita bisa mengatasinya,tapi dalam kondisi usaha bangkrut,disitu masalah besar terjadi


makasi banget ya sis...untuk sharing nya...pasti sangat berguna buat mereka yg sedang/akan kena masalah dgn kartu kredit...pengacara itu menakut2i kita bhw bank itu serem,susah,jahat..(pdhl tdk demikian)...mksdny spy kita pake jasa mrk...pdhl mrk hanya kipas2 uang kita ongkang2 kaki sdgkn kita tetep jumpalitan mau mati ngadepin debt collector...aduh amit2....hikmah kejadian ini adalah biar kita lbh bijak menggunakan uang kita dan tidak terjerumus lagi dlm mslh yg sama.....sukses sis...dan terus sebarkan ke lbh byk org spy ga nambah korban lg...
MACOEY - 15/05/2012 02:23 AM
#22

Quote:
Original Posted By fox2858
napa ga ke jasa mediasi BI gan?




ane baru denger niey. gmn caranya gan? trus klo mediasi lewat BI, kelebihannya apa gan?


thanks before
fox2858 - 15/05/2012 02:37 AM
#23

Quote:
Original Posted By MACOEY
ane baru denger niey. gmn caranya gan? trus klo mediasi lewat BI, kelebihannya apa gan?


thanks before


buka di web bi aja gan, ada no telp bagian mediasinya. nanti janjian ketemu di BI duduk bareng ama pihak banknya. \)

kelebihannya ga perlu pake bayar pengacara dll, karena biasanya nanti akan membicarakan keringanan. tp mediasi ini hanya untuk menangani hutang sampai dengan 500jt kalau tak salah \)
Yasmine123 - 15/05/2012 08:21 AM
#24
klarifikasi
Selamat Pagi,

Senang sekali saya bisa mendapatkan info mengenai thread ini dari salah satu pembaca.
Kebetulan sayalah yang memiliki blog tersebut.

Setelah saya baca, saya langsung tahu bahwa pemilik thread ini adalah seorang ibu yang bernama Beatrix, yang hasil keringanannya sudah saya posting di blog tersebut juga dari bank niaga.

Ada beberapa hal yang perlu saya luruskan disini. Saya akan bahas satu per satu mengenai thread ibu di atas.

"Maka ane tanpa berfikir panjang langsung menghubungi marketingnya yang bernama Vivin, dari situlah mulai terjadi transaksi dimana ane harus mentransfer uang negosiasi supaya alamat ane dialihkan ke kantor pengacara tersebut. Setelah ane transfer ternyata ke 3 bank tersebut tetap menelepon dan menteror ke hp,telepon rumah dan kantor, dengan santainya ibu yasmin bilang, karena tagihan sudah jatuh tempo dan udah over limit jadi ga bisa dialihkan…loh ga bilang dari awal sebelum ane transfer ya?? Mana ada orang kesulitan kartu ga lewat jatuh tempo dan pasti udah over limit..jadi dy bohong padahal pengalihan tuh ga pernah bisa,tapi duit udah masuk, dan ane disuruh bohong sama bank biar telepon ke nomor yang dy kasih ke bank (katanya…) tapi tiap ane tanya bu yasmin jawab apa ke bank kalo ditelpon,dan dy ga pernah kasih jawabannya…licik ya…nyatanya bank2 tetep telepon ke ane…"

Pertama, saya langsung tahu bahwa ibu adalah ibu Beatrix, karena memang client dari marketing bernama vivin hanya ibu seorang.
Ibu memang harus mentransfer sejumlah uang, karena sudah menjadi prosedur bahwa untuk mengurus di kantor kami, memang harus ada pembayaran full. Namun karena ibu merasa tidak sanggup dengan pembayaran yang sejumlah 1,5jt (kalau tidak salah) oleh karena itu kami memberikan keringanan, dan ibu membayar waktu itu 500rb dulu.

Perlu diketahui disini, bahwa ibu membayar kami bukan untuk mengalihkan alamat dan nomor telp. Tapi untuk menggunakan jasa kami sebagai pihak ketiga yang akan memediasikan masalah kartu kredit ibu ke bank, supaya dapat cicilan tetap. Itulah tugas kami. Untuk masalah pengalihan alamat, itu hanya service tambahan, yang apabila berhasil akan kami laksanakan, dan apabila tidak, bukan tanggung jawab kami.

Saya kira untuk masalah penagihan itu tanggung jawab nasabah, karena memang memiliki tunggakan. Dan data ibu memang sudah ada di bank, yang apabila dirubahpun tidak akan menjamin bahwa ibu tidak akan dikejar-kejar.
Saya tidak menyalahkan ibu, yang saya salahkan adalah marketing kami karena tidak menjelaskan lebih jelas lagi mengenai itu.

Untuk pengalihan alamatpun harus ada kerja sama dengan nasabah yang bersangkutan. Seperti yang ibu jelaskan di atas, ibu memang harus memberikan nomor kami untuk bank hubungi. Itu suatu saran dari kami supaya pihak bank tidak menghubungi ibu. Namun namanya bank tidak bodoh, sudah banyak jasa seperti ini dan mereka sudah pasti antisipasi mengenai hal itu.

Thread berikutnya dari ibu:

"Setelah ane transfer 50% dari fee yg hrs ane bayar, kirain dy negoin ke bank, eh nyatanya ngga…yang beres cuma Niaga doank, padahal menurut orang2 Niaga itu bank paling baik kasih keringanan sehingga tidak perlu jasa pengacara… yang mandiri & hsbc tetap meneror telepon,malu2in aja padahal ane keluar duit kan biar tenang, udah gitu ane harus kirim meterai sampai 30 lembar, yang terpakai cuma berapa ya, yg ga kepake ga dibalikin dan perjanjian baru dikirim setelah ane bayar 50% dan baru baca ada perjanjian bahwa uang ga bisa dibalikin apapun sebabnya…padahal orang kesulitan kartu kredit tuh orang brp rupiahpun sangat berharga…setiap dicomplain bu yasmin cuma bilang sabar harus nunggu sampai 6 bulan….padahal ini taktik liciknya beliau, karena info dari debt collector jika sudah 6 bulan masuk bagian recovery , dan kalo udah masuk ke bag ini ,debitur sudah masuk tahapan semampunya mau bayar berapa,jadi sebenernya pengacara tuh ga pernah negoin karena angka keluar sendiri dalam jangka waktu 6 bulan, makanya dy bilang harus nunggu 6 bulan..mandiri dan hsbc pun bilang ke ane ga prnh ada negosiasi dr pihak manapun utk kartu ane..."

Kalau yang beres adalah "Niaga Doank" apa artinya kalau tidak melalui jalur negosiasi bu? Sesuatu yang ada hasilnya, itu artinya melalui suatu proses. Dan proses itu sudah kita lakukan. Justru ibu sudah kami bantu, walaupun fee belum lunas, sudah kita lakukan negosiasi. Di kantor manapun fee harus lunas dulu baru proses dilakukan. Jangankan lunas bu, ibu mencicil beberapa kali dalam jangka waktu yang di luar prosedur kami. Tapi tetap kami lakukan negosiasi.

Saya juga tidak pernah bilang bahwa nasabah tidak bisa urus sendiri. Banyak nasabah yang menghubungi saya, saya kasih saran untuk coba ke bank langsung, dan cara-cara lainnya supaya mereka bisa mendapatkan keringanan. Cara-cara itupun, walau tidak menggunakan jasa kami, tetap melalui proses peneroran yang dilakukan oleh bank. Jadi ibu urus atau tidak, sudah pasti nasabah akan diteror. Bukan berarti ibu urus ke kantor kita trus ibu bebas tidak ditagih.

Mengenai perjanjian "uang tidak bisa dikembalikan", kenapa? Karena kita sudah melakukan negosiasi. Mengenai yang mandiri, sudah kita negosiasikan, dan orang bank baru bisa mengeluarkan angka setelah masuk bulan ketiga macet. Dan benar saja, bank langsung memberikan keringanan seperti yang kita informasikan, di awal bulan, langsung diberikan kepada ibu, walaupun tidak melalui kami. Sangat mudah sekali ibu menganggap bahwa kami tidak melakukan apa2. Orang banknya sendiri yang kasih tanpa adanya permintaan keringanan. Dimana-mana orang yang minta keringanan dan bank mempersulit, bukan bank yang mengejar-ngejar nasabah untuk memberikan keringanan. Waktu saya informasikan ke ibu "diambil saja bu programnya, memang dari mandiri keringanan hanya seperti itu, 23 bulan, bunga flat 2% dan DP 10%)". Waktu itu ibu tidak ada complain apa-apa, tapi kenapa begitu selesai semuanya, tahu2 saya ketemu thread2 ibu seperti ini? Kalau ibu merasa ditipu, kenapa tidak lapor polisi saja? Kan ada surat perjanjian di atas materai, dengan nama saya lengkap disitu.

Thread berikutnya dari ibu:

"Karena udah ga tahan dengan teror2 bank ane putusin urus sendiri ke bank ,dan untungnya ga transfer sisa 50% ke yasmin,padahal b vivin nagih2 terus…enak aja,ngeruk uang orang yg lg susah,bantuin apa2 jg ngga…ke HSBC langsung dikasih diskon besar dan beres hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan, ane pikir yasmin bakal beresin yang mandiri,eh cuma omdo akhirnya ane sendiri yang beresin. Udah gitu ane lihat hasil negosiasi nya yasmin di blognya, eh sama hasilnya dgn yg ane negoin sendiri ke bank , tapi ane tanpa fee apapun alias gratis…syukurlahhh..sementara pihak yasmin bilang ane ga ngikutin aturan kantor beliau...wah bisa gila ngikutin aturan kantor gila padahal duit udah keluar banyak dan bunga bank jalan terusss...."

Untuk masalah hasil negosiasi, itu hasil negosiasi dari kita bu, bukan dari ibu. Buktinya? Tidak mungkin kita punya draftnya kalau ibu yang urus ke bank. Bank yang memberikan kepada kita. Kalau memang ibu yang urus, bank tidak akan memberikan kepada kita, tapi langsung memberikan kepada ibu.
Justru karena ibu lagi susah, pembayaran belum sepenuhnya masukpun masih kita bantu. Apa ada kantor yang seperti itu?
Mengenai mengikuti prosedur kantor saya, memang itu suatu keharusan bu. Karena ibu menggunakan jasa kami. Jadi ibu harus mendengarkan saran2 dari kami. Tapi ibu merasa tidak perlu, karena ibu lebih tahu dari kita sepertinya.
Bunga bank memang jalan terus selama ibu tidak melakukan pembayaran, dan itu bukan ketentuan kantor kami bu, tapi ketentuan bank.

Saran buat yang lain:
Cobalah untuk tidak menelan mentah-mentah apa yang anda baca. Kita tidak tahu orang seperti apa yang sedang curhat di kaskus ini. Tidak masalah nama saya disebut-sebut, selama masih bisa diklarifikasikan dan bisa dibuktikan, tidak ada yang perlu ditakuti bukan?

Jadi yang punya masalah kartu kredit, silahkan urus sendiri ke bank. Kalau memang sudah kesulitan, anda bisa menghubungi saya di hutang-kartu-kredit.blogspot.com
maggiedut - 15/05/2012 08:41 AM
#25

pantau klarifikasi di atas.. seru nih kayaknya hehe
nentautako - 15/05/2012 11:45 AM
#26

Quote:
Original Posted By maggiedut
pantau klarifikasi di atas.. seru nih kayaknya hehe


kiapa Mag... ngana banyak utang di bank so! info2 pakita nanti ta cari tau sapa depe debt collector. DB di jakarta tergabung di 3 organisasi .. \)
fox2858 - 15/05/2012 12:41 PM
#27

Quote:
Original Posted By Yasmine123
Selamat Pagi,

Senang sekali saya bisa mendapatkan info mengenai thread ini dari salah satu pembaca.
Kebetulan sayalah yang memiliki blog tersebut.

Setelah saya baca, saya langsung tahu bahwa pemilik thread ini adalah seorang ibu yang bernama Beatrix, yang hasil keringanannya sudah saya posting di blog tersebut juga dari bank niaga.

Ada beberapa hal yang perlu saya luruskan disini. Saya akan bahas satu per satu mengenai thread ibu di atas.

"Maka ane tanpa berfikir panjang langsung menghubungi marketingnya yang bernama Vivin, dari situlah mulai terjadi transaksi dimana ane harus mentransfer uang negosiasi supaya alamat ane dialihkan ke kantor pengacara tersebut. Setelah ane transfer ternyata ke 3 bank tersebut tetap menelepon dan menteror ke hp,telepon rumah dan kantor, dengan santainya ibu yasmin bilang, karena tagihan sudah jatuh tempo dan udah over limit jadi ga bisa dialihkan…loh ga bilang dari awal sebelum ane transfer ya?? Mana ada orang kesulitan kartu ga lewat jatuh tempo dan pasti udah over limit..jadi dy bohong padahal pengalihan tuh ga pernah bisa,tapi duit udah masuk, dan ane disuruh bohong sama bank biar telepon ke nomor yang dy kasih ke bank (katanya…) tapi tiap ane tanya bu yasmin jawab apa ke bank kalo ditelpon,dan dy ga pernah kasih jawabannya…licik ya…nyatanya bank2 tetep telepon ke ane…"

Pertama, saya langsung tahu bahwa ibu adalah ibu Beatrix, karena memang client dari marketing bernama vivin hanya ibu seorang.
Ibu memang harus mentransfer sejumlah uang, karena sudah menjadi prosedur bahwa untuk mengurus di kantor kami, memang harus ada pembayaran full. Namun karena ibu merasa tidak sanggup dengan pembayaran yang sejumlah 1,5jt (kalau tidak salah) oleh karena itu kami memberikan keringanan, dan ibu membayar waktu itu 500rb dulu.

Perlu diketahui disini, bahwa ibu membayar kami bukan untuk mengalihkan alamat dan nomor telp. Tapi untuk menggunakan jasa kami sebagai pihak ketiga yang akan memediasikan masalah kartu kredit ibu ke bank, supaya dapat cicilan tetap. Itulah tugas kami. Untuk masalah pengalihan alamat, itu hanya service tambahan, yang apabila berhasil akan kami laksanakan, dan apabila tidak, bukan tanggung jawab kami.

Saya kira untuk masalah penagihan itu tanggung jawab nasabah, karena memang memiliki tunggakan. Dan data ibu memang sudah ada di bank, yang apabila dirubahpun tidak akan menjamin bahwa ibu tidak akan dikejar-kejar.
Saya tidak menyalahkan ibu, yang saya salahkan adalah marketing kami karena tidak menjelaskan lebih jelas lagi mengenai itu.

Untuk pengalihan alamatpun harus ada kerja sama dengan nasabah yang bersangkutan. Seperti yang ibu jelaskan di atas, ibu memang harus memberikan nomor kami untuk bank hubungi. Itu suatu saran dari kami supaya pihak bank tidak menghubungi ibu. Namun namanya bank tidak bodoh, sudah banyak jasa seperti ini dan mereka sudah pasti antisipasi mengenai hal itu.

Thread berikutnya dari ibu:

"Setelah ane transfer 50% dari fee yg hrs ane bayar, kirain dy negoin ke bank, eh nyatanya ngga…yang beres cuma Niaga doank, padahal menurut orang2 Niaga itu bank paling baik kasih keringanan sehingga tidak perlu jasa pengacara… yang mandiri & hsbc tetap meneror telepon,malu2in aja padahal ane keluar duit kan biar tenang, udah gitu ane harus kirim meterai sampai 30 lembar, yang terpakai cuma berapa ya, yg ga kepake ga dibalikin dan perjanjian baru dikirim setelah ane bayar 50% dan baru baca ada perjanjian bahwa uang ga bisa dibalikin apapun sebabnya…padahal orang kesulitan kartu kredit tuh orang brp rupiahpun sangat berharga…setiap dicomplain bu yasmin cuma bilang sabar harus nunggu sampai 6 bulan….padahal ini taktik liciknya beliau, karena info dari debt collector jika sudah 6 bulan masuk bagian recovery , dan kalo udah masuk ke bag ini ,debitur sudah masuk tahapan semampunya mau bayar berapa,jadi sebenernya pengacara tuh ga pernah negoin karena angka keluar sendiri dalam jangka waktu 6 bulan, makanya dy bilang harus nunggu 6 bulan..mandiri dan hsbc pun bilang ke ane ga prnh ada negosiasi dr pihak manapun utk kartu ane..."

Kalau yang beres adalah "Niaga Doank" apa artinya kalau tidak melalui jalur negosiasi bu? Sesuatu yang ada hasilnya, itu artinya melalui suatu proses. Dan proses itu sudah kita lakukan. Justru ibu sudah kami bantu, walaupun fee belum lunas, sudah kita lakukan negosiasi. Di kantor manapun fee harus lunas dulu baru proses dilakukan. Jangankan lunas bu, ibu mencicil beberapa kali dalam jangka waktu yang di luar prosedur kami. Tapi tetap kami lakukan negosiasi.

Saya juga tidak pernah bilang bahwa nasabah tidak bisa urus sendiri. Banyak nasabah yang menghubungi saya, saya kasih saran untuk coba ke bank langsung, dan cara-cara lainnya supaya mereka bisa mendapatkan keringanan. Cara-cara itupun, walau tidak menggunakan jasa kami, tetap melalui proses peneroran yang dilakukan oleh bank. Jadi ibu urus atau tidak, sudah pasti nasabah akan diteror. Bukan berarti ibu urus ke kantor kita trus ibu bebas tidak ditagih.

Mengenai perjanjian "uang tidak bisa dikembalikan", kenapa? Karena kita sudah melakukan negosiasi. Mengenai yang mandiri, sudah kita negosiasikan, dan orang bank baru bisa mengeluarkan angka setelah masuk bulan ketiga macet. Dan benar saja, bank langsung memberikan keringanan seperti yang kita informasikan, di awal bulan, langsung diberikan kepada ibu, walaupun tidak melalui kami. Sangat mudah sekali ibu menganggap bahwa kami tidak melakukan apa2. Orang banknya sendiri yang kasih tanpa adanya permintaan keringanan. Dimana-mana orang yang minta keringanan dan bank mempersulit, bukan bank yang mengejar-ngejar nasabah untuk memberikan keringanan. Waktu saya informasikan ke ibu "diambil saja bu programnya, memang dari mandiri keringanan hanya seperti itu, 23 bulan, bunga flat 2% dan DP 10%)". Waktu itu ibu tidak ada complain apa-apa, tapi kenapa begitu selesai semuanya, tahu2 saya ketemu thread2 ibu seperti ini? Kalau ibu merasa ditipu, kenapa tidak lapor polisi saja? Kan ada surat perjanjian di atas materai, dengan nama saya lengkap disitu.

Thread berikutnya dari ibu:

"Karena udah ga tahan dengan teror2 bank ane putusin urus sendiri ke bank ,dan untungnya ga transfer sisa 50% ke yasmin,padahal b vivin nagih2 terus…enak aja,ngeruk uang orang yg lg susah,bantuin apa2 jg ngga…ke HSBC langsung dikasih diskon besar dan beres hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan, ane pikir yasmin bakal beresin yang mandiri,eh cuma omdo akhirnya ane sendiri yang beresin. Udah gitu ane lihat hasil negosiasi nya yasmin di blognya, eh sama hasilnya dgn yg ane negoin sendiri ke bank , tapi ane tanpa fee apapun alias gratis…syukurlahhh..sementara pihak yasmin bilang ane ga ngikutin aturan kantor beliau...wah bisa gila ngikutin aturan kantor gila padahal duit udah keluar banyak dan bunga bank jalan terusss...."

Untuk masalah hasil negosiasi, itu hasil negosiasi dari kita bu, bukan dari ibu. Buktinya? Tidak mungkin kita punya draftnya kalau ibu yang urus ke bank. Bank yang memberikan kepada kita. Kalau memang ibu yang urus, bank tidak akan memberikan kepada kita, tapi langsung memberikan kepada ibu.
Justru karena ibu lagi susah, pembayaran belum sepenuhnya masukpun masih kita bantu. Apa ada kantor yang seperti itu?
Mengenai mengikuti prosedur kantor saya, memang itu suatu keharusan bu. Karena ibu menggunakan jasa kami. Jadi ibu harus mendengarkan saran2 dari kami. Tapi ibu merasa tidak perlu, karena ibu lebih tahu dari kita sepertinya.
Bunga bank memang jalan terus selama ibu tidak melakukan pembayaran, dan itu bukan ketentuan kantor kami bu, tapi ketentuan bank.

Saran buat yang lain:
Cobalah untuk tidak menelan mentah-mentah apa yang anda baca. Kita tidak tahu orang seperti apa yang sedang curhat di kaskus ini. Tidak masalah nama saya disebut-sebut, selama masih bisa diklarifikasikan dan bisa dibuktikan, tidak ada yang perlu ditakuti bukan?

Jadi yang punya masalah kartu kredit, silahkan urus sendiri ke bank. Kalau memang sudah kesulitan, anda bisa menghubungi saya di hutang-kartu-kredit.blogspot.com


sis tsnya ke mana ni? \)
pontohrudy - 15/05/2012 12:48 PM
#28

Quote:
Original Posted By Yasmine123
Selamat Pagi,

Senang sekali saya bisa mendapatkan info mengenai thread ini dari salah satu pembaca.
Kebetulan sayalah yang memiliki blog tersebut.

Setelah saya baca, saya langsung tahu bahwa pemilik thread ini adalah seorang ibu yang bernama Beatrix, yang hasil keringanannya sudah saya posting di blog tersebut juga dari bank niaga.

Ada beberapa hal yang perlu saya luruskan disini. Saya akan bahas satu per satu mengenai thread ibu di atas.

"Maka ane tanpa berfikir panjang langsung menghubungi marketingnya yang bernama Vivin, dari situlah mulai terjadi transaksi dimana ane harus mentransfer uang negosiasi supaya alamat ane dialihkan ke kantor pengacara tersebut. Setelah ane transfer ternyata ke 3 bank tersebut tetap menelepon dan menteror ke hp,telepon rumah dan kantor, dengan santainya ibu yasmin bilang, karena tagihan sudah jatuh tempo dan udah over limit jadi ga bisa dialihkan…loh ga bilang dari awal sebelum ane transfer ya?? Mana ada orang kesulitan kartu ga lewat jatuh tempo dan pasti udah over limit..jadi dy bohong padahal pengalihan tuh ga pernah bisa,tapi duit udah masuk, dan ane disuruh bohong sama bank biar telepon ke nomor yang dy kasih ke bank (katanya…) tapi tiap ane tanya bu yasmin jawab apa ke bank kalo ditelpon,dan dy ga pernah kasih jawabannya…licik ya…nyatanya bank2 tetep telepon ke ane…"

Pertama, saya langsung tahu bahwa ibu adalah ibu Beatrix, karena memang client dari marketing bernama vivin hanya ibu seorang.
Ibu memang harus mentransfer sejumlah uang, karena sudah menjadi prosedur bahwa untuk mengurus di kantor kami, memang harus ada pembayaran full. Namun karena ibu merasa tidak sanggup dengan pembayaran yang sejumlah 1,5jt (kalau tidak salah) oleh karena itu kami memberikan keringanan, dan ibu membayar waktu itu 500rb dulu.

Perlu diketahui disini, bahwa ibu membayar kami bukan untuk mengalihkan alamat dan nomor telp. Tapi untuk menggunakan jasa kami sebagai pihak ketiga yang akan memediasikan masalah kartu kredit ibu ke bank, supaya dapat cicilan tetap. Itulah tugas kami. Untuk masalah pengalihan alamat, itu hanya service tambahan, yang apabila berhasil akan kami laksanakan, dan apabila tidak, bukan tanggung jawab kami.

Saya kira untuk masalah penagihan itu tanggung jawab nasabah, karena memang memiliki tunggakan. Dan data ibu memang sudah ada di bank, yang apabila dirubahpun tidak akan menjamin bahwa ibu tidak akan dikejar-kejar.
Saya tidak menyalahkan ibu, yang saya salahkan adalah marketing kami karena tidak menjelaskan lebih jelas lagi mengenai itu.

tidak pakai jasa anda = nasabah meminta keringanan ke bank dengan cara mencicil tetap, tagihan tetap di kirimkan ke nasabah, tidak perlu bayar 1,5jt

pakai jasa anda = dimediasi untuk bisa mencicil tetap, tagihan tetap dikirim ke nasabah, nasabah perlu membayar 1,5 jt
nohope:

Quote:
Original Posted By Yasmine123


Jadi yang punya masalah kartu kredit, silahkan urus sendiri ke bank. Kalau memang sudah kesulitan, anda bisa menghubungi saya di hutang-kartu-kredit.blogspot.com

sekalian promosi yah disini capedes
nentautako - 15/05/2012 01:19 PM
#29

Quote:
Original Posted By Yasmine123

Untuk masalah hasil negosiasi, itu hasil negosiasi dari kita bu, bukan dari ibu. Buktinya? Tidak mungkin kita punya draftnya kalau ibu yang urus ke bank. Bank yang memberikan kepada kita. Kalau memang ibu yang urus, bank tidak akan memberikan kepada kita, tapi langsung memberikan kepada ibu.
Justru karena ibu lagi susah, pembayaran belum sepenuhnya masukpun masih kita bantu. Apa ada kantor yang seperti itu?
Mengenai mengikuti prosedur kantor saya, memang itu suatu keharusan bu. Karena ibu menggunakan jasa kami. Jadi ibu harus mendengarkan saran2 dari kami. Tapi ibu merasa tidak perlu, karena ibu lebih tahu dari kita sepertinya.
Bunga bank memang jalan terus selama ibu tidak melakukan pembayaran, dan itu bukan ketentuan kantor kami bu, tapi ketentuan bank.


bla bla bla.... jadi apa yg kalian kerjakan selain menipu orang yg lagi kesusahan ... capedes

lain kali carilah pekerjaan yg "halal" gan.... pihak bank dan kepolisian pun menegaskan bahwa jasa mediasi seperti anda tak perlu ada kecuali SEWA PENGACARA ..... apakah kalian punya izin seperti pengacara? capedes
Yasmine123 - 15/05/2012 02:15 PM
#30
Mohon maaf
Setelah saya memberikan klarifikasi di atas, ibu Beatrix kirim email ke saya seperti ini:

------------------------------------------------------------------------
Eh pepek, lihat disini!!!
http://livebeta.kaskus.us/thread/000000000000000014450390/tertipu-pengacara-solusi-kartu-kreditwaspad a-jasa-mediasi-kartu-kredit-bag-2

Memang sekeluarga kau kontol dan pepek penipu!!!

Mamakmu ASU, bapakmu MONYET!!!

Semoga cepat KAU MEMBUSUK DI NERAKA!!!
-------------------------------------------------------------------------

Saya tidak menyangka ternyata ibu seperti itu. Semoga tuhan memaafkan ibu dan memberikati ibu sekeluarga.
nentautako - 15/05/2012 03:35 PM
#31

Quote:
Original Posted By Yasmine123

Saya tidak menyangka ternyata ibu seperti itu. Semoga tuhan memaafkan ibu dan memberikati ibu sekeluarga.


whatever lah... kalo si beatrix kirim itu ke anda [itu urusan anda] capedes ..... cuma yg saya mo tegaskan bahwa uruslah dan persoleklah blog anda sebagus-bagusnya karena cuma orang tolol dan desperate yg akan gunakan mediator seperti anda. gw uda lumayan lama berkecimpung didunia tagih-menagih [punya segank temen ambon dan timor yg berprofesi sebagai DC, pernah jadi backup kpd sepupu yg ditagih oleh 5 bank masalah CC, pernah ngurus write off tagihan ayah [alm] saya langsung di bank stanchart dan citibank dan punya beberapa temen yg bermasalah CC. - saya gak pernah anjurkan utk selesaikan lewat mediasi. kata temen ambon gw yg DC.... "kiapa ngoni mo tako pa torang so! karna torang itang kong rupa yaki? torang kan cuma lakukan torang pe karja... torang sama2 makang nasi ... hehehhe "
pontohrudy - 15/05/2012 04:28 PM
#32

jika nasabah harus membayar buat jasa mediasi yang sebenarnya bisa nasabah lakukan sendiri, lalu harus menghadapi proses yang sama jika nasabah berhadapan sendiri dengan bank, buat apa bayar jasa tidak jelas seperti ini
KingPhuKang - 15/05/2012 04:35 PM
#33

hutang kartu kredit itu emg kadang bikin orang hilang kendali dan panik
udah bener2 bingung mesti ngapain,dan kadang ngelakuin hal di luar nalar.ditekan terus dari debt collector.

gw sendiri udah dari kecil pengalaman kena imbasnya ortu,dari yg pny rumah dan mobil,sampe akhirnya ngutang sana sini,ga punya rumah,nebeng di rumah sepupu,putus sekolah,teror debt collector dimana2.

sebenernya kalo mau ditelusurin sistem kartu kredit gmn,pasti ente bisa nemu jalan keluarnya.
Ceribe III - 15/05/2012 06:26 PM
#34

Quote:
Original Posted By nentautako


whatever lah... kalo si beatrix kirim itu ke anda [itu urusan anda] capedes ..... cuma yg saya mo tegaskan bahwa uruslah dan persoleklah blog anda sebagus-bagusnya karena cuma orang tolol dan desperate yg akan gunakan mediator seperti anda. gw uda lumayan lama berkecimpung didunia tagih-menagih [punya segank temen ambon dan timor yg berprofesi sebagai DC, pernah jadi backup kpd sepupu yg ditagih oleh 5 bank masalah CC, pernah ngurus write off tagihan ayah [alm] saya langsung di bank stanchart dan citibank dan punya beberapa temen yg bermasalah CC. - saya gak pernah anjurkan utk selesaikan lewat mediasi. kata temen ambon gw yg DC.... [I]"kiapa ngoni mo tako pa torang so! karna torang itang kong rupa yaki? torang kan cuma lakukan torang pe karja... torang sama2 makang nasi ... hehehhe [/I]"


Ini arti nya apa ya Om Nenen???
Ceribe III - 15/05/2012 06:37 PM
#35

si Yasmine ga klarifikasi dgn baik neh........................
batas
t14z - 16/05/2012 01:17 PM
#36

Quote:
Original Posted By Yasmine123
Selamat Pagi,

Senang sekali saya bisa mendapatkan info mengenai thread ini dari salah satu pembaca.
Kebetulan sayalah yang memiliki blog tersebut.

Setelah saya baca, saya langsung tahu bahwa pemilik thread ini adalah seorang ibu yang bernama Beatrix, yang hasil keringanannya sudah saya posting di blog tersebut juga dari bank niaga.

Ada beberapa hal yang perlu saya luruskan disini. Saya akan bahas satu per satu mengenai thread ibu di atas.

"Maka ane tanpa berfikir panjang langsung menghubungi marketingnya yang bernama Vivin, dari situlah mulai terjadi transaksi dimana ane harus mentransfer uang negosiasi supaya alamat ane dialihkan ke kantor pengacara tersebut. Setelah ane transfer ternyata ke 3 bank tersebut tetap menelepon dan menteror ke hp,telepon rumah dan kantor, dengan santainya ibu yasmin bilang, karena tagihan sudah jatuh tempo dan udah over limit jadi ga bisa dialihkan…loh ga bilang dari awal sebelum ane transfer ya?? Mana ada orang kesulitan kartu ga lewat jatuh tempo dan pasti udah over limit..jadi dy bohong padahal pengalihan tuh ga pernah bisa,tapi duit udah masuk, dan ane disuruh bohong sama bank biar telepon ke nomor yang dy kasih ke bank (katanya…) tapi tiap ane tanya bu yasmin jawab apa ke bank kalo ditelpon,dan dy ga pernah kasih jawabannya…licik ya…nyatanya bank2 tetep telepon ke ane…"

Pertama, saya langsung tahu bahwa ibu adalah ibu Beatrix, karena memang client dari marketing bernama vivin hanya ibu seorang.
Ibu memang harus mentransfer sejumlah uang, karena sudah menjadi prosedur bahwa untuk mengurus di kantor kami, memang harus ada pembayaran full. Namun karena ibu merasa tidak sanggup dengan pembayaran yang sejumlah 1,5jt (kalau tidak salah) oleh karena itu kami memberikan keringanan, dan ibu membayar waktu itu 500rb dulu.

Perlu diketahui disini, bahwa ibu membayar kami bukan untuk mengalihkan alamat dan nomor telp. Tapi untuk menggunakan jasa kami sebagai pihak ketiga yang akan memediasikan masalah kartu kredit ibu ke bank, supaya dapat cicilan tetap. Itulah tugas kami. Untuk masalah pengalihan alamat, itu hanya service tambahan, yang apabila berhasil akan kami laksanakan, dan apabila tidak, bukan tanggung jawab kami.

Saya kira untuk masalah penagihan itu tanggung jawab nasabah, karena memang memiliki tunggakan. Dan data ibu memang sudah ada di bank, yang apabila dirubahpun tidak akan menjamin bahwa ibu tidak akan dikejar-kejar.
Saya tidak menyalahkan ibu, yang saya salahkan adalah marketing kami karena tidak menjelaskan lebih jelas lagi mengenai itu.

Untuk pengalihan alamatpun harus ada kerja sama dengan nasabah yang bersangkutan. Seperti yang ibu jelaskan di atas, ibu memang harus memberikan nomor kami untuk bank hubungi. Itu suatu saran dari kami supaya pihak bank tidak menghubungi ibu. Namun namanya bank tidak bodoh, sudah banyak jasa seperti ini dan mereka sudah pasti antisipasi mengenai hal itu.

Thread berikutnya dari ibu:

"Setelah ane transfer 50% dari fee yg hrs ane bayar, kirain dy negoin ke bank, eh nyatanya ngga…yang beres cuma Niaga doank, padahal menurut orang2 Niaga itu bank paling baik kasih keringanan sehingga tidak perlu jasa pengacara… yang mandiri & hsbc tetap meneror telepon,malu2in aja padahal ane keluar duit kan biar tenang, udah gitu ane harus kirim meterai sampai 30 lembar, yang terpakai cuma berapa ya, yg ga kepake ga dibalikin dan perjanjian baru dikirim setelah ane bayar 50% dan baru baca ada perjanjian bahwa uang ga bisa dibalikin apapun sebabnya…padahal orang kesulitan kartu kredit tuh orang brp rupiahpun sangat berharga…setiap dicomplain bu yasmin cuma bilang sabar harus nunggu sampai 6 bulan….padahal ini taktik liciknya beliau, karena info dari debt collector jika sudah 6 bulan masuk bagian recovery , dan kalo udah masuk ke bag ini ,debitur sudah masuk tahapan semampunya mau bayar berapa,jadi sebenernya pengacara tuh ga pernah negoin karena angka keluar sendiri dalam jangka waktu 6 bulan, makanya dy bilang harus nunggu 6 bulan..mandiri dan hsbc pun bilang ke ane ga prnh ada negosiasi dr pihak manapun utk kartu ane..."

Kalau yang beres adalah "Niaga Doank" apa artinya kalau tidak melalui jalur negosiasi bu? Sesuatu yang ada hasilnya, itu artinya melalui suatu proses. Dan proses itu sudah kita lakukan. Justru ibu sudah kami bantu, walaupun fee belum lunas, sudah kita lakukan negosiasi. Di kantor manapun fee harus lunas dulu baru proses dilakukan. Jangankan lunas bu, ibu mencicil beberapa kali dalam jangka waktu yang di luar prosedur kami. Tapi tetap kami lakukan negosiasi.

Saya juga tidak pernah bilang bahwa nasabah tidak bisa urus sendiri. Banyak nasabah yang menghubungi saya, saya kasih saran untuk coba ke bank langsung, dan cara-cara lainnya supaya mereka bisa mendapatkan keringanan. Cara-cara itupun, walau tidak menggunakan jasa kami, tetap melalui proses peneroran yang dilakukan oleh bank. Jadi ibu urus atau tidak, sudah pasti nasabah akan diteror. Bukan berarti ibu urus ke kantor kita trus ibu bebas tidak ditagih.

Mengenai perjanjian "uang tidak bisa dikembalikan", kenapa? Karena kita sudah melakukan negosiasi. Mengenai yang mandiri, sudah kita negosiasikan, dan orang bank baru bisa mengeluarkan angka setelah masuk bulan ketiga macet. Dan benar saja, bank langsung memberikan keringanan seperti yang kita informasikan, di awal bulan, langsung diberikan kepada ibu, walaupun tidak melalui kami. Sangat mudah sekali ibu menganggap bahwa kami tidak melakukan apa2. Orang banknya sendiri yang kasih tanpa adanya permintaan keringanan. Dimana-mana orang yang minta keringanan dan bank mempersulit, bukan bank yang mengejar-ngejar nasabah untuk memberikan keringanan. Waktu saya informasikan ke ibu "diambil saja bu programnya, memang dari mandiri keringanan hanya seperti itu, 23 bulan, bunga flat 2% dan DP 10%)". Waktu itu ibu tidak ada complain apa-apa, tapi kenapa begitu selesai semuanya, tahu2 saya ketemu thread2 ibu seperti ini? Kalau ibu merasa ditipu, kenapa tidak lapor polisi saja? Kan ada surat perjanjian di atas materai, dengan nama saya lengkap disitu.

Thread berikutnya dari ibu:

"Karena udah ga tahan dengan teror2 bank ane putusin urus sendiri ke bank ,dan untungnya ga transfer sisa 50% ke yasmin,padahal b vivin nagih2 terus…enak aja,ngeruk uang orang yg lg susah,bantuin apa2 jg ngga…ke HSBC langsung dikasih diskon besar dan beres hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan, ane pikir yasmin bakal beresin yang mandiri,eh cuma omdo akhirnya ane sendiri yang beresin. Udah gitu ane lihat hasil negosiasi nya yasmin di blognya, eh sama hasilnya dgn yg ane negoin sendiri ke bank , tapi ane tanpa fee apapun alias gratis…syukurlahhh..sementara pihak yasmin bilang ane ga ngikutin aturan kantor beliau...wah bisa gila ngikutin aturan kantor gila padahal duit udah keluar banyak dan bunga bank jalan terusss...."

Untuk masalah hasil negosiasi, itu hasil negosiasi dari kita bu, bukan dari ibu. Buktinya? Tidak mungkin kita punya draftnya kalau ibu yang urus ke bank. Bank yang memberikan kepada kita. Kalau memang ibu yang urus, bank tidak akan memberikan kepada kita, tapi langsung memberikan kepada ibu.
Justru karena ibu lagi susah, pembayaran belum sepenuhnya masukpun masih kita bantu. Apa ada kantor yang seperti itu?
Mengenai mengikuti prosedur kantor saya, memang itu suatu keharusan bu. Karena ibu menggunakan jasa kami. Jadi ibu harus mendengarkan saran2 dari kami. Tapi ibu merasa tidak perlu, karena ibu lebih tahu dari kita sepertinya.
Bunga bank memang jalan terus selama ibu tidak melakukan pembayaran, dan itu bukan ketentuan kantor kami bu, tapi ketentuan bank.

Saran buat yang lain:
Cobalah untuk tidak menelan mentah-mentah apa yang anda baca. Kita tidak tahu orang seperti apa yang sedang curhat di kaskus ini. Tidak masalah nama saya disebut-sebut, selama masih bisa diklarifikasikan dan bisa dibuktikan, tidak ada yang perlu ditakuti bukan?

Jadi yang punya masalah kartu kredit, silahkan urus sendiri ke bank. Kalau memang sudah kesulitan, anda bisa menghubungi saya di hutang-kartu-kredit.blogspot.com


brarti beda nya apa ya pake jasa pengacara atau urus sendiri?
toh sama2 di teror, ruginya lagi dengan pake jasa pengacara, malah buang2 uang,yg harusnya bisa di pake buat bayar utang

dan yang pasti,bank sangat melarang untuk memakai street lawyer, yg ada bukan nya kita dipermudah bank,malah cenderung kita semakin diteror ,hubungan dengan bank malah semakin buruk,krn bank menganggap kita punya uang krn bisa menyewa pengacara, dan kita di anggap nasabah yg mau lari dr tanggung jawab hutang

saya pernah kok di iming2i pengacara,bahwa alamat dan telpon kita di alihkan,dan sama sekali gak ada info,kalo tidak berhasil,kita tetep diteror,dan saya hampir saja terjebak,alhamdulilah TS sis rossi sebelumnya menyadarkan saya untuk mengurus sendiri masalah KK saya

jadi mohon jangan membodohi orang2 yg dalam keadaan panik dan kesulitan dengan hutang KK nya dgn iming2 yg membuat mereka tergiur untuk memakai pengacara,yg ada sudah jatuh tertimpa tangga
pontohrudy - 16/05/2012 01:30 PM
#37

Quote:
Original Posted By t14z
brarti beda nya apa ya pake jasa pengacara atau urus sendiri?
toh sama2 di teror, ruginya lagi dengan pake jasa pengacara, malah buang2 uang,yg harusnya bisa di pake buat bayar utang

dan yang pasti,bank sangat melarang untuk memakai street lawyer, yg ada bukan nya kita dipermudah bank,malah cenderung kita semakin diteror ,hubungan dengan bank malah semakin buruk,krn bank menganggap kita punya uang krn bisa menyewa pengacara, dan kita di anggap nasabah yg mau lari dr tanggung jawab hutang

saya pernah kok di iming2i pengacara,bahwa alamat dan telpon kita di alihkan,dan sama sekali gak ada info,kalo tidak berhasil,kita tetep diteror,dan saya hampir saja terjebak,alhamdulilah TS sis rossi sebelumnya menyadarkan saya untuk mengurus sendiri masalah KK saya

jadi mohon jangan membodohi orang2 yg dalam keadaan panik dan kesulitan dengan hutang KK nya dgn iming2 yg membuat mereka tergiur untuk memakai pengacara,yg ada sudah jatuh tertimpa tangga


bedanya yah itu, 1.5 jt, sisanya sama saja capedes
can.can - 16/05/2012 02:14 PM
#38

Mantab infonya gan, pelajaran buat yang lain
Saya sampai detik ini ga mau pakai kartu kredit, dah banyak teman2 yang berjatuhan
nentautako - 16/05/2012 03:08 PM
#39

Quote:
Original Posted By Ceribe III


Ini arti nya apa ya Om Nenen???


intinya aja om....
jgn pernah takut siapapun selama anda benar dan punya keyakinan [yg benar] sekalipun sama debt collector karena mereka hanya melaksanakan tugas mereka [mereka bisa hidup karena menakut-nakuti orang] padahal intinya mereka juga makan nasi dan patuh pada hukum yg berlaku dan lebih lagi takut diamuk masa [seperti peristiwa di cijantung dan pernah diamini oleh seorang temen saya yg lolos dari amuk masa tsb], kalau seseorang tidak dpt bayar tagihan CC utk skarang ini [dgn asumsi dunia kehidupan berputar bak roda pedati who knows seseorang bisa jadi konglomerat beberapa thn nanti] - terus trang kepada bank - jgn melarikan diri dan mohon keringanan pd mereka [bank].... istilah kata... kalo gw gak punya duit buat bayar dan kendaraanpun sebagai jaminan gak punya [utk dijual] dan tinggalpun harus dikontrakan [mungkin karena bangkrut atau apa kek]......... apa gw harus gadai khountol gw utk bayar tagihan2 tsb? syukur2 kalo ada petinggi di bank yg mau [sayang melinda dee uda dipondok bambu] .... hehehe.. malus

share saja,
dikomplek gw [kot# wis###, cileungsi bogor] gw bertemen dgn seseorang yg dulunya berhenti kerja dari kantornya [pabrik garmen tutup] dan dia punya masalah dgn 3 bank di jakarta karena CC - dia akhirnya minta keringanan dari bank2 tsb. selagi membayar keringanan, bulan oktober 2010 orang tuanya memenangi salah 1 undian toyota rush di bank mandiri... mobil hadiahnya di jual dan dia bisa bayar total tagihan sekitar 40-50jt di bank2 tsb. dan skarang hanya punya 1 CC aja [gw cuma mo gambarin bahwa hidup kita bagaikan putaran roda pedati] .... \)
Ceribe III - 16/05/2012 03:43 PM
#40

Quote:
Original Posted By nentautako
intinya aja om....
jgn pernah takut siapapun selama anda benar dan punya keyakinan [yg benar] sekalipun sama debt collector karena mereka hanya melaksanakan tugas mereka [mereka bisa hidup karena menakut-nakuti orang] padahal intinya mereka juga makan nasi dan patuh pada hukum yg berlaku dan lebih lagi takut diamuk masa [seperti peristiwa di cijantung dan pernah diamini oleh seorang temen saya yg lolos dari amuk masa tsb], kalau seseorang tidak dpt bayar tagihan CC utk skarang ini [dgn asumsi dunia kehidupan berputar bak roda pedati who knows seseorang bisa jadi konglomerat beberapa thn nanti] - terus trang kepada bank - jgn melarikan diri dan mohon keringanan pd mereka [bank].... istilah kata... kalo gw gak punya duit buat bayar dan kendaraanpun sebagai jaminan gak punya [utk dijual] dan tinggalpun harus dikontrakan [mungkin karena bangkrut atau apa kek]......... apa gw harus gadai khountol gw utk bayar tagihan2 tsb? syukur2 kalo ada petinggi di bank yg mau [sayang melinda dee uda dipondok bambu] .... hehehe.. malus

share saja,
dikomplek gw [kot# wis###, cileungsi bogor] gw bertemen dgn seseorang yg dulunya berhenti kerja dari kantornya [pabrik garmen tutup] dan dia punya masalah dgn 3 bank di jakarta karena CC - dia akhirnya minta keringanan dari bank2 tsb. selagi membayar keringanan, bulan oktober 2010 orang tuanya memenangi salah 1 undian toyota rush di bank mandiri... mobil hadiahnya di jual dan dia bisa bayar total tagihan sekitar 40-50jt di bank2 tsb. dan skarang hanya punya 1 CC aja [gw cuma mo gambarin bahwa hidup kita bagaikan putaran roda pedati] .... \)


Mantappppppppp.
Setuju dgn Om Nenen...........makin cinta dah ane ama Om Nenen hahahahaha ;p
Page 2 of 9 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > SURAT PEMBACA > Tertipu pengacara solusi kartu kredit....(Waspada jasa mediasi kartu kredit bag 2)