GIRLS & BOYS's CORNER
Home > CASCISCUS > GIRLS & BOYS's CORNER > Inter-Faith and Inter-Race Relationship
Total Views: 56472 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 55 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

aNgGaCKt - 19/02/2009 11:27 PM
#1
Inter-Faith and Inter-Race Relationship
Hmmm...berhubung di Kaskus ternyata cukup banyak kasus Inter-Faith dan Inter-Race Relationship (dan rata-rata membuat threadnya masing-masing), gw menyimpulkan apa ga sebaiknya para pelaku Inter-faith and Inter-Race relationship saling berkumpul disini dan saling tukar pikiran?

Mungkin aja dengan saling berkumpulnya kita, akan terbentuk sebuah persahabatan baru dan juga pengetahuan yang baru. Seperti apa harus pasangan inter-faith melakukan pernikahan di luar negeri ? Apakah harus pasangan inter-race mengeluarkan "amplop" untuk KUA ? Siapa tahu diantara kita semua sudah ada yang berhasil menemukan solusi yang bisa dijadikan alternatif.

Atau mungkin bisa jadi sekedar tempat curhat mengenai problem-problem yang dihadapi oleh pasangan inter-faith maupun inter-race. Sudah saatnya pasangan inter-faith dan inter-race relationship lebih terbuka ke masyarakat tanpa harus mendapat ancaman dari pihak manapun.

Karena inter-faith dan inter-race merupakan topik yang cukup sensitif, sebelum membuat thread ini, saya sudah melakukan Enquiry ke Mod Cacan dan telah diberikan izin.

Saya mohon kerjasama rekan-rekan yang lain untuk tidak nge-junk dan lakukanlah curhat ataupun diskusi yang masih sesuai pada tempatnya. Sangat dimohon untuk tidak trolling dan flaming yah.

Bagi rekan-rekan kaskuser lain yang tidak setuju dengan inter-faith dan inter-race relationship, silahkan berikan pendapatnya dengan kata-kata yang tidak menyinggung pihak,agama dan ras manapun juga.

All in all, thanks bagi yang mau saling berbagi pengalaman dan thanks juga bagi rekan-rekan lain yang telah memberikan pandangan yang berbeda dengan kalimat yang sopan.

Ditunggu curhat dan pengalaman rekan-rekan \)

ilovekaskus

--Mod edit--
First of all, maap buat TS, postingan pertama nya sayah edit.. oo
Cuman mau ngasih list thread2 yg bersangkutan, kalo di merge nanti takut nya berantakan.. nohope:

Apakah salah jika kita mencintai seseorang yg berbeda keyakinan???
For Chinese Ladys...
[WTA] Pernikahan Beda Agama
hari ini gw nemuin fakta yang bikin gw nangis...
[ask]Nikah beda agama...
solusi pacaran atau mau nikah beda agama????

PS: Kalo ada yg tau thread2 yg berhubungan dengan hal ini tapi sudah tenggelam, please let me know.. \)
aNgGaCKt - 19/02/2009 11:36 PM
#2

Dari Gw dulu yah.

Gw termasuk yang double case ;) , IF & IR

Gw seorang Pribumi Muslim dan Cw gw Tionghoa Katolik.

Syukur Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada masalah yang berarti dengan hubungan kita berdua. Masalah terbesar justru dari pandangan masyarakat. Hampir rata-rata orang yang mengetahui background agama dan ras kami, paling minimal yang mereka lakukan adalah mencibir ringan sampai yang paling berat adalah men-judge Neraka lah tempat kami bersemayam di hari akhir nanti.

Memang ada beberapa orang yang cukup open minded dalam menerima perbedaan kami, tapi itu bisa dihitung dengan jari.

Dari pihak keluarga, masih belum ada kejelasan yang cukup berarti, sampai saat ini pihak keluarga saya "izin-izin" saja, tetapi untuk melangkah ke jenjang yang lebih lanjut, masih terdapat keragu-raguan terutama dari pihak yang dituakan (baca : Nenek)

Dari pihak cw gw, sampai saat ini masih backstreet dikarenakan ada kekhawatiran akan perbedaan pandangan atas hubungan kami berdua. Tunggu waktu yang tepat untuk lebih terbuka kepada keluarga besar cw gw \)

Yap, mungkin segitu aja dulu, ditunggu sharing yang lainnya ya \)
Thal - 20/02/2009 12:04 AM
#3

Hmm, gw jadi inget sebelum DDOS di forum Wedding ada thread ginian D
Dan isinya bagus ehehe.

Gw lupa usernya tp waktu itu dia inter-faith, dan dia sedikit kasih saran juga.

Kalo pendapat gw,
Itu tergantung individunya.
Ada yang bisa jalan dengan baik dan ada yang ga bisa.
Sebenernya tantangan dari keluarga itu yang paling berat, terutama kalo keluarganya masih mengagungkan darah murni.

Kadang inter-race dan inter-faith itu dilarang lebih karena alasan pride daripada alasan dasarnya itu sendiri D
aNgGaCKt - 20/02/2009 12:10 AM
#4

Thanks ya Thal reply nya \)

Iya, dulu ada tapi kena ddos, dan setelah itu jadi kaya terpecah-pecah, masing2 buat thread sendiri.

Hmmmm Pride ya? bisa jadi ada kasus seperti itu, dan jujur gw belum nemuin ada yang kena kasus masalah pride.

Mungkin bisa kita berikan contoh sedikit : "Apa nanti kata keluarga? Apa nanti kata tetangga?" begitu kali ya?

Thanks untuk inputannya \)
aNgGaCKt - 20/02/2009 12:14 AM
#5

Ada undang-undang yang sedikit membingungkan dan penuh pernyataan yang tersembunyi, ada pula deklarasi universal Hak Azasi Manusia

Spoiler for Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

DEKLARASI UNIVERSAL HAK ASASI MANUSIA


MUKADIMAH


Menimbang bahwa pengakuan atas martabat alamiah serta atas hak-hak yang sama dan tidak dapat dicabut dari seluruh anggota umat manusia merupakan landasan bagi kebebasan, keadilan dan perdamaian di dunia.



Menimbang bahwa pengabaian dan pelecehan terhadap hak asasi manusia telah menimbulkan tindakan-tindakan biadab yang memperkosa naluri kemanusiaan, dan lahirnya suatu dunia dimana umat manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan berkeyakinan serta kebebasan dari ketakutan dan kemiskinan telah diikrarkan sebagai aspirasi tertinggi manusia.



Menimbang bahwa hak asasi manusia harus dilindungi pemerintahan yang berdasarkan hukum merupakan suatu hal yang esensial, agar orang tidak terpaksa mengambil jalan lain, sebagai upaya terakhir, dengan berontak melawan tirani dan opresi.



Menimbang bahwa esensial untuk mengembangkan pembentukan hubungan persahabatan di kalangan bangsa-bangsa.



Menimbang bahwa bangsa-bangsa di Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan keyakinan mereka akan hak manusia yang mendasar, dalam martabat dan harkat pribadi manusia serta dalam hak-hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan, dan telah memutuskan untuk memperjuangkan kemajuan masyarakat serta standar-standar kehidupan yang lebih baik dalam kebebasan yang labih besar.



Menimbang bahwa Negara-Negara peserta telah mengikrarkan diri untuk mencapai, dalam kerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, peningkatan penghargaan bagi dan kepatuhan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan-kebebasan yang mendasar di seluruh dunia.



Menimbang bahwa suatu pengertian bersama mengenai hak-hak dan kebebasan-kebebasan ini memiliki signifikansi tertinggi bagi realisasi sepenuhnya ikrar ini.



Dengan ini,

MAJELIS UMUM memproklamirkan : DEKLARASI UNIVERSAL HAK ASASI MANUSIA



sebagai suatu standar umum bagi prestasi semua bangsa dan semua negara, dengan tujuan agar setiap individu dan setiap organ masyarakat, yang terus mengingat Deklarasi ini, mengembangkan penghargaan terhadap hak-hak dan kebebasan-kebebasan ini melalui pengajaran dan pendidikan, serta melalui langkah-langkah progresif secara nasional dan internasional untuk menjamin pengakuan serta kepatuhan yang universal dan efektif terhadapnya, dikalangan bangsa-bangsa dari Negara-Negara Anggota maupun di kalangan bangsa-bangsa di wilayah-wilayah yang berada di bawah yurisdiksinya.



PASAL 1

Seluruh umat manusia dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan hak. Mereka dikaruniai akal serta nurani dan harus saling bergaul dalam semangat persaudaraan.



PASAL 2



Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang dicanangkan dalam Deklarasi, tanpa pembedaan apa pun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, opini politik atau opini lain, kewarganegaraan atau asal-usul sosial, kekayaan, keturunan atau status lainnya.

Selanjutnya, tidak boleh ada pembedaan orang berdasarkan status politik, yurisdiksional, atau internasional yang dimiliki negara asalnya, yang independen, yang berada dibawah pemerintahan perwalian, atau yang berada dibawah pembatasan kedaulatan lainnya.



PASAL 3



Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keamanan pribadi.



PASAL 4

Tidak seorang pun boleh dibelenggu dalam perbudakan atau perhambaan; perbudakan dan perdagangan budak dalam segala bentuknya harus dilarang.



PASAL 5



Tidak seorang pun boleh dikenai penganiayaan atau perlakian atau hukuman yang keji, tidak manusiawi atau merendahkan martabat.



PASAL 6



Setiap orang berhak atas pengakuan yang sama sebagai seorang manusia di muka hukum di manapun ia berada.



PASAL 7



Semua orang berkedudukan sejajar di muka hukum dan berhak atas perlindungan yang sama di muka hukum tanpa diskriminasi apa pun. Semua orang berhak atas perlindungan yang sama dari segala diskriminasi yang melanggar Deklarasi dan dari segala dorongan bagi diskriminasi semacam itu.



PASAL 8



Semua orang berhak atas ganti rugi yang efektif dari sidang pengadilan nasional yang kompeten yang dijamin oleh konstitusi atau hukum yang dikenakan pada tindakan-tindakan yang melanggar hak asasi manusia.



PASAL 9

Tidak seorang pun boleh dikenai penagkapan, penahanan, atau pengasingan yang sewenang-wenang.



PASAL 10



Setiap orang berhak atas persamaan yang sepenuhnya akan pemeriksaan yang adil dan terbuka oleh suatu majelis hakim yang independen seta tidak memihak, dalam penetapan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya seta dakwaan pidana apa pun terhadapnya.



PASAL 11



Setiap orang yang didakwa melakukan pelanggaran pidana berhak untuk dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah menurut hukum dalam suatu sidang pengadilan terbuka dimana ia memperoleh semua jaminan yang diperlukan bagi pembelaan dirinya.



Tak seorang pun dapat dianggap bersalah melakukan suatu penggaran pidana berdasarkan duatu tindakan atau kelalaian yang tidak tergolong pelanggaran pidana, menurut hukum nasional atau internasional, pada saat ia melakukannya. Juga tidak boleh dijatuhkan hukuman yang lebih berat daripada hukuman yang dapat dijatuhkan pada saat pelanggaran pidana tersebut dilakukan.



PASAL 12



Tidak seorangpun boleh dikenai intervensi sewenang-wenang terhadap privasi, keluarga, rumah atau korespondensinya, juga serangan terhadap kehormatan dan nama baiknya. Setiap orang berhak atas perlindungan hukum dari intervensi dan serangan semacam itu.



PASAL 13



Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan bermukim dalam garis perbatasan masing-masing negara.



Setiap orang berhak untuk meninggalkan suatu negara, termasuk negaranya, dan untuk kembali ke negaranya.



PASAL 14



Setiap orang berhak untuk mencari dan menikmati suaka di negara-negara lain supaya luput dari penganiayaan.



PASAL 15



Setiap orang berhak atas suatu kewarganegaraan.



Tidak seorang pun boleh dirampas kewarganegaraannya secara sewenang-wenang maupun diingkari haknya untuk mengubah kewarganegaraannya.



PASAL 16



Laki-laki dan perempuan dewasa, tanpa pembatasan apapun menurut ras, kewarganegaran atau agama, berhak untuk menikah dan membentuk suatu keluarga. Mereka berhak atas hak-hak yang sama pada saat pernikahan, selama pernikahan dan pada saat perceraian.



Pernikahan hanya boleh dilakukan dengan sukarela dan kesepakatan bulat dari kedua mempelai.



Keluarga merupakan suatu unit kelompok masyarkat yang alami dan mendasar, dan berhak atas perlindungan dari masyarakat maupun Negara.



PASAL 17



Setiap orang berhak untuk memiliki kekayaan secara pribadi maupun bersama-sama dengan orang lain.



Tak seorang pun boleh dirampas kekayaannya secara sewenang-wenang.



PASAL 18



Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama ; hak ini meliputi kebebasan untuk mengubah agama atau keyakinannya, serta kebebasan secara pribadi atau bersama-sama dengan orang-orang lain dan secara terbuka atau pribadi, untuk menjalankan agama atau keyakinannya dalam pengajaran, praktek, ibadah dan ketaatan.



PASAL 19



Setiap orang berhak atas kebebasan beropini dan berekspresi; hak ini meliputi kebebasan untuk memiliki opini tanpa intervensi serta untuk mencari, menerima, dan mengungkapkan informasi serta gagasan melalui media apapun dan tidak terikat garis perbatasan.



PASAL 20



Setiap orang berhak atas kebebasan untuk berkumpul dan berasosiasi secara tenang.



Tak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki suatu oraganisasi.



PASAL 21



Setiap orang berhak untuk ikut serta dalam pemerintahan negaranya, secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas.



Setiap orang berhak atas akses yang sama pada pelayanan pemerintah negaranya



Kehendak rakyat harus menjadi dasar kewengan pemerintah ; kehendak ini harus diekspresikan dalam pemilihan umum yang teratur dan sungguh-sungguh yang diselenggarakan secara universal dan sama, serta harus diselenggarakan lewat pemungutan suara secara rahasia atau lewat prosedur-prosedur pemungutan suara yang sama bebasnya.



PASAL 22



Setiap orang sebagai anggota masyarkat, berhak atas jaminan sosial, serta berhak atas realisasi hak-hak ekonomi, sosial dan budaya yang tidak dapat dicabut, demi martabatnya dan perkembangan kepribadiannya secara bebas, melalui upaya nasional dan kerjasama internasional serta sesuai dengan organisasi dan sumberdaya masing-masing Negara.



PASAL 23



Setiap orang berhak atas pekerjaan, atas pilihan pekerjaan secara bebas, atas kondisi-kondisi kerja yang adil dan menguntungkan serta atas perlindungan dari pengangguran.



Setiap orang, tanpa diskriminasi apa pun, berhak atas upah yang sama untuk pekerjaan yang sama.



Setiap orang yang bekerja berhak atas imbalan yang adil dan menguntungkan yang menjamin suatu eksistensi yang layak bagi martabat manusia untuk dirinya sendiri dan keluarganya, dan dilengkapi manakala perlu oleh sarana perlindungan sosial lainnya.



Setiap orang berhak untuk membentuk dan bergabung ke dalam serikat buruh guna melindungi kepentingan-kepentingannya.



PASAL 24



Setiap orang berhak untuk beristirahat dan menikmati waktu senggang, termasuk pembatasan jam kerja yang wajar serta liburan berkala yang disertai upah.



PASAL 25



Setiap orang berhak atas suatu standar kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya serta keluarganya, termasuk makanan, pakaian, rumah, dan perawatan kesehatan serta pelayana-pelayanan sosial yang diperlukan, dan hak atas keamanan pada masa menganggur, sakit, tidak mampu bekerja, menjanda, lanjut usia, atau kekurangan nafkah lainnya dalam keadaan-keadaan yang berada diluar kekuasaannya.



Ibu dan anak berhak atas perawatan dan bantuan khusus. Semua anak, yang lahir didalam maupun diluar pernikahan, harus memperoleh jaminan sosial yang sama.



PASAL 26



Setiap orang berhak atas pendidikan. Pendidikan harus bebas biaya, setidaknya pada tingkat dasar dan tingkat rendah. Pendidikan dasar harus bersifat wajib. Pendidikan teknik dan profesi harus tersedia secara umum dan pendidikan yang lebih tinggi harus sama-sama dapat dimasuki semua orang berdasarkan kemampuan.



Pendidikan harus diarahkan bagi pengembangan sepenuhnya kepribadian manusia dan bagi penguatan penghargaan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan-kebebasan yang mendasar. Ini harus mengembangkan pengertian, toleransi serta persahabatan diantara semua bangsa, kelompok ras atau agama, dan harus memajukan kegiatan-kegiatan Perserikatran Bangsa-Bangsa dalam pemeliharaan perdamaian.



Para orang tua memiliki hak istimewa untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka.



PASAL 27



Setiap orang berhak untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan budaya suatu masyarakat, menikmati kesenian dan ikut serta dalam kemajuan ilmu dan manfaat-manfaatnya.



Setiap orang berhak atas perlindungan terhadap kepentingan-kepentingan material dan moral dari karya ilmiah, kesusastraan atau kesenian yang ia ciptakan.



PASAL 28



Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial atau tatanan internasional dimana hak-hak dan kebebasan-kebebasan yang dicanangkan dalam Deklarasi dapat direalisasikan sepenuhnya.



PASAL 29



Setiap orang memiliki kewajiban terhadap masyarakat yang memungkinkan pengembangan kepribadiannya secara bebas dan penuh.



Dalam pelaksanaan hak dan kebebasannya, setiap orang harus tunduk semata-mata pada pembatasan yang ditentukan oleh hukum dengan maksud untuk menjamin pengakuan dan penghargaan terhadap hak serta kebebasan orang-orang lain, dan untuk memenuhi syarat-syarat yang adil bagi moralitas, ketertiban serta kesejahteraan umum dalam suatu masyarakart yang demokratis.



Hak-hak dan kebebasan-kebebasan ini sama sekali tidak boleh dijalankan secara bertentangan dengan maksud-maksud dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa.



PASAL 30



Tak sesuatu pun dalam Deklarasi yang boleh ditafsirkan sebagai mengimplikasikan bagi suatu Negara, kelompok atau orang, suatu hak untuk terlibat dalam kegiatan atau untuk menampilkan perbuatan yang bertujuan untuk merusak hak-hak dan kebebasan-kebebasan apa pun yang dinyatakan di sini.


Lihat pasal 16, kalau mau niykah apa perlu minta tolong ke komnas ham ya? hehehe

Tapi lihat lagi pasal 30, apa maksud dari pernyataan disitu?

Mungkin harus menunggu lagi kaskuser yang ajib di bidang hukum \)

Sumber : legalitas.org

PS : Sori dobel yah T_T
cacan - 20/02/2009 04:38 AM
#6

First of all, salute buat TS... thumbup:

Gak banyak orang yg 'brave enough' to go down that road.. \)
Sayah sendiri beda agama sama satpam.. oo

I'm a catholic and he's agnostic.. DD
(Yg gak tau agnostic apaan, silahkan nanya mbah gugel.. DD)
Parents nya devout buddhist.. DD

Kita udah masuk taon ke 8 sekarang..
And so far, kita gak pernah saling tarik2an satu sama laen.. \)
Parents kita juga (Thank God!) gak ada masalah soal agama..
Yg penting jalanin idup bener, takut nya sama Tuhan, bukan sama manusia.. Peace:

We have even discussed the future, if we have kids.. Mau gimana?
We have agreed that no matter what, none of our parents will have any say when it comes to the kid's religion..
Biarlah kita berdua yg sebagai orang tua mereka, yg menentukan..
And we have decided that, let them choose their own.. \)
I had that freedom when I was a kid..
I was 'religion-less' till I was 14.. p
But when the time comes, when I was considered matured enough to understand the concepts of many religions..
I chose my own, the one that suits me best.. \)

And I want to do the same to my kids.. oo
Let them choose their own identity.. Let them choose their own faith..
We are there to guide, not to decide..
I don't want to be one of those parents who decided the kid's religion the moment they're born.. nohope:

Anyway, semoga thread ini bisa berguna buat banyak orang.. \)
TS pantau terus yah.. DD
malaekat_sesat - 20/02/2009 05:19 AM
#7

Quote:
Original Posted By cacan

And I want to do the same to my kids.. oo
Let them choose their own identity.. Let them choose their own faith..
We are there to guide, not to decide..
I don't want to be one of those parents who decided the kid's religion the moment they're born.. nohope:




if you do have faith on your religion ... then you believe that salvation is there ... don't u want people that you love to find salvation ? \) ...


im also a catholic ... gw cukup open minded buat other religions ... gw juga ngga ada masalah dengan 'toleransi' ... (toleransi >--- tolerare >--- membiarkan) ... dan gw juga menghormati pemeluk agama lain ... \) ...

tapi buat gw pribadi ... akankah gw ngebiarin anak gw ngga masuk agama yg gw peluk ? ... tentunya gw pengen anak gw kelak juga ngedapetin keselamatan ... dan menurut keyakinan, kepercayaan, dan iman gw, keselamatan ada di agama gw ... demikian juga dengan pemeluk agama2 yang lain, tentunya yakin & percaya bahwa keselamatan ada di agama yang mereka peluk ...

kenapa gw nentuin agama anak gw kelak ? ... karena anak2 masih polos ... gw sebagai orang tua kelak punya kewajiban buat ngedidik, ngebimbing, dan ngajarin macem2 ke anak2 gw ... beda cerita dan kasusnya kalo anak2 ntar udah dewasa (18++) ... barulah gw ngebebasin mereka buat milih faith mereka sendiri ...


kalo anak elo milih mo minum racun masa bakal elo ijinin ? ... kalo anak elo maen2 ama binatang berbisa, elo bakal kasi ijin ? ... anak2 itu polos ! ... orang tua punya kewajiban buat ngebimbing & ngarahin mereka ...


klo elo ngga yakin ama agama elo, kenapa elo peluQ agama elo itu ? \) ... membiarkan anak memilih agama yang beda dari agama yang elo peluQ itu salah satu indikasi bahwa elo sendiri kurang 'beriman' (ekstrem / fanatik)

(please remember, it's not about right or wrong ... it's about point of view)

hal itulah akar dan awal mula dari semua permasalahan interFaith relationship ...


ambil contoh kasus ekstrem nya aja ...

islam fanatik & kristen fanatik ...

penganut islam yang taat tentunya merasa agama mereka yang paling benar, yang mereka pegang dan mereka yakini, demikian juga dengan penganut kristen yang taat ...

rasa cinta ... dan rasa takut ... menggerakkan orangtua untuk melarang anak2nya berhubungan (pacaran / nikah) dengan agama lain ... kenapa ? ... karena mereka yakin bahwa agama mereka yang paling benar ... keselamatan hanya didapat dari agama mereka, bukan dari agama lain ...


sebagai orang tua yang 'baik' ... tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak2 dan orang2 yang mereka cintai ... dan menurut orang tua, agama yang mereka peluk adalah yang terbaik ...


jadi ... manakah agama yang paling benar ? ... biarlah iman kita masing2 yang menjawabnya ... \) ...


karena ada iman yang berbeda2 ... maka diperlukan adanya 'toleransi' ...



sejauh mana tingkat fanatisme & ekstremisme yang ada ? ...

sebesar apa toleransi yang dimiliki ? ...


\) ...


~ The real voyage of discovery is not in seeking new landscapes ... but rather in having new eyes ~ ... *marcel proust* ...
cacan - 20/02/2009 06:23 AM
#8

^
Hmm..
I believe that all (approved) religion are good (in their basic principle).. DD
And I don't believe that my religion is the best in the world.. DD
Everything in this world has + and -.. siul:
Gak ada agama yg terbaik..
In fact, it is that kind of thinking (my religion is the best) that started most of the big wars in the past.. DD

Nah, don't want to start that in my own home.. DD

And yea, you are right..
I am not one of those fanatics that feel everyone around me has to have the same religion as me.. DD
I am not one of those people who thinks that the more active you are in a religion..
The better you are as a person..
I believe that you are defined by the way you live your life, what you do and the way you do it.. \)

I have met too many religious fanatics who turned out to be bad people..
And I have met many atheists/agnostics who turned out to be good people..

I will guide my own kids how to live their life, based on what's right and wrong..
Based on facts, laws, traditions and morals.. \)
Not based on a religion.. \)

I just don't think that it is fair for kids to be 'assigned' to a religion the moment they are born.. DD
Whatever happen to human rights? The right to choose their own religion? \)
Yeah you can try to introduce them when they are young (eg, ajak berdoa bareng, ajak ke gereja, etc)
But at the end of the day, you want them to be an adult someday, make decision for their own life..
Not relying on the parents to find their own identity.. \)

Soal minum racun sama maen binatang buas, that is just basic common sense..
You don't need to have a religion to know that.. DD
If you think that you need a religion to define what's right and wrong..
Then you don't have common sense.. And you better not have kids.. LOL! DD

Oh well, it's just my way of thinking. oo
Gak usah di ikutin kok.. siul:
aNgGaCKt - 20/02/2009 07:25 AM
#9

Hmm... agama anak ya ? kalo gw dan pasangan gw pribadi udah sepakat sebisa mungkin mengajarkan anak right or wrong in this world dan konsep dasar ber-agama yang kami kuasai. Setelah sampai pada saatnya dia bertanya mengenai agama, sebisa mungkin gw dan pasangan gw akan menjelaskan sesuai dengan kemampuan ber-agama kami masing-masing.

Tetapi ketika sudah tiba masanya dimana kami sudah tidak bisa lagi menjelaskan suatu pertanyaan yang diberikan, pembimbing spiritual lah kuncinya \)

Saya dan pasangan akan berusaha mencarikan pembimbing spiritual bagi sang anak sesuai dengan agama yang dipertanyakannya tanpa menambah beban pikirannya. Sebisa mungkin akan di kontrol sesuai dengan usia dan kedalaman minat sang anak, sehingga kelak tidak akan mempengaruhi sisi psikologis sang anak.

Well, sebagai orang tua, kami akan berusaha yang sebaik mungkin dan berencana sebaik mungkin bahkan dari sekarang disaat kami baru sampai pada tahap planning \) .

Mod : Okai, gpp kok hehe, nanti saya coba cari2 link yang dah tenggelam lainnya yah, thanks \)
urukyu - 20/02/2009 08:23 AM
#10

hai all, dkasih link thread ini sama si anggackt nya langsung..

btw, gw juga senasib sama anggackt, beda nya gw ce chinese+katolik, sedangkan co gw muslim + pribumi. kita ud jalin hubungan backstreet selama 1,5 tahun lebih..kalo buat sekarang lagi putusin buat break dulu soal nya ada masalah yg rada ribet & ud melibatkan keluarga dia.

kalo dari sisi gw sama dia, perbedaan yang ada di kita itu buat kita ber-2 bukan masalah, tapi seperti kata anggackt, itu jadi masalah di mata masyarakat & keluarga. Sama kaya anggackt, dari pihak yang dituakan (Nenek) itu ud ga setuju..nenek nya dia ya, kalo dari keluarga gw sih, gw masih backstreet.

kadang gw suka pesimis loh hadapin, gimana ya...bisa lanjut atau gak...sedangkan gw sama dia masih saling sayang, tapi untuk yakinin keluarga itu yang rada susah..apalagi gw anak cewe satu2 nya dari 4 bersaudara. Bokap nyokap gw jga berharap gw bisa dapet yang seagama & sesuku sama gw.

sampai saat ini yang merestuin hubungan gw sama co gw itu ya temen2 gw & dia..+ adek2 gw & kaka gw..gw cuman rahasiain dari orang tua & om tante gw aja hehe
aNgGaCKt - 20/02/2009 10:54 AM
#11

Welcome to the thread Urukyu aka Ci*** (nama aslinya gw sensor yak hehehe)

Maaf yah, gw ga tau kondisinya sekarang bgini m(_ _)m

Semoga cepat diberikan solusi yang terbaik ya

Anyway, Urukyu ini salah satu teman pertama yang gw temui untuk urusan IF dan IR dan kemudian saling sharing pengalaman, dari percakapan dengan Urukyu lah gw mendapatkan ide untuk lebih menyatukan komunitas IF dan IR di Kaskus.
urukyu - 20/02/2009 11:23 AM
#12

oi Anggackt... sama2 loe juga temen pertama yg gw temuin untuk masalah yang sama persis kaya yg gw hadapin..beda nya kalo keluarga loe ud tau kalo loe punya cewe..di keluarga cowo gw pada belon tau biarpun ud curiga2 gitu sih..maka nya sempet ada omongan keluarga nya ke cowo gw, kalo ga boleh punya cewe yg kaya gw!! Hiks...menyedihkan bangettttt
aNgGaCKt - 20/02/2009 12:20 PM
#13

Gunakan bahasa yang sopan, please \)

"Pengecut" ? hmm.....Argumentum ad Personam ;) . Sebuah kondisi dimana fakta negatif penyerangan anda tidak ada hubungannya dengan asertasi merit logis saya \)

Untung ? untung apa ? materi ? apa ada dari statement saya yang berhubungan dengan materi ? atas dasar apa anda mengatakan "untung" ? Ad Hominem Circumstantial , ckckck..

Anda Rasis ? Maaf, disini bukan tempat rasisme . Jika anda ingin berdebat mengenai masalah Ras dan agama, silahkan ke thread yang telah disediakan di Kaskus, disana banyak jago debat yang akan dengan senang hati berdebat dengan anda.

Disini ? Talk to my hand. Kecuali anda sudah tidak lagi menggunakan Argumentum Ad Hominem dan telah belajar cara berbicara yang baik sesuai dengan tempatnya \)

Mari lanjut lagi dengan pembicaraan dan bahasa yang lebih tertata baik dan sopan. Dan jR4iN ? terima kasih sudah memberikan pendapat anda walaupun tanpa disertai klaim informasi yang benar dan melakukan penyerangan pribadi yang telah memojokkan status anda sendiri menjadi pribadi yang dapat dipertanyakan kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasinya \)
cacan - 20/02/2009 12:42 PM
#14

@jR4iN

This is my first and last warning..
One more flaming post then I have no choice but to delete your post! nohope:

Why is it so hard for some people to be civilised?
Geez.. nohope:
yune09 - 20/02/2009 02:17 PM
#15

wah...thread nya keren... iya2...kumpulin juga dari thread lain yang sejenis...

cendolb


hmmm.....sebenernya gw pro ma pernikahan beda agama tanpa harus ada salah satu yang pindah...hehe....
maho

seru kali yach....tapi tergantung pribadi masing-masing sih...


tapi tetep....gw harus nikah ma yang seiman bro...menghindar dari resiko yang berbahaya...haha...

ilovekaskus
lacquer - 20/02/2009 03:19 PM
#16

Quote:
Original Posted By cacan
@jR4iN

This is my first and last warning..
One more flaming post then I have no choice but to delete your post! nohope:

Why is it so hard for some people to be civilised?
Geez.. nohope:


langsung apus aja lah tante momod ... biasanya kalo dibiarin bakal mancing2 yg laennya ... nohope:

ok ... kalo itu diapus postingan gw juga edit aja ... \)

******************************

I do have Inter-Race Relationship, but luckily we do have same Religion ...
so my problem might not as big as you are guys who have Inter-Race & Inter-Religion Relationship ... I just have to face different culture, that's it .. even it's not easy as I thought before ... hammer:

@TS - HAM yg elo quote itu emang bener - kita sebagai manusia mempunya hak2 yg universal, tapi yg bikin "masalah" di sini adalah pemuka agama ... di mana menurut UU Perkimpoian, perkimpoian sah kalo dilakukan menurut agama & dilaporkan ke negara (KUA & Catatan Sipil) ..
selama ada bukti telah dilakukan pernikahan secara agama, maka KUA & Catatan Sipil akan menerimanya - juga termasuk menerima pelaporan dari pasangan yg menikah di luar negeri ... \)

tinggal pemuka agamanya yg "biasanya" tidak mau menikahkan mereka yg tidak seagama .... geez ... jujur gw kadang merasa ada ganjalan di hati ini di mana mereka selalu mengajarkan untuk berbuat baik tanpa "pandang bulu" but when it comes to marriage ... nohope:
and that makes me di-cap sebagai religion-KTP ... DDD

gw pernah denger ada yayasan (or whatever) yg mau untuk menikahkan mereka yg berbeda agama (paramadina) atau kalo ndak mau ribet ya menikah di luar negeri (biasanya Singapore) entar tinggal dilaporkan ke catatan sipil ... \)
aNgGaCKt - 21/02/2009 10:33 AM
#17

Inter-Race ? waw, sepertinya harus cerita2 nih brader D

Nah info untuk paramadina ini yang saya masih buta banget , mungkin entar cari-cari om google, kalau misalnya ada info2 segar, disharing disini yah \)

Biasanya kalau nikah di luar negeri kan harus lapor lagi ke catatan sipil tuh, tinggal bawa certificate of marriage ya? jangan-jangan entar ada amplopnya lagi, hehehe.

Mungkin ada yang bisa sharing-sharing lagi pengalaman?

Oh iya Lacquer , mengenai deklarasi universal HAM itu, saya kutip yang pasal 16, berarti fungsinya masih hanya sebagai deklarasi semata tanpa adanya aksi ya? kalau pemuka agama yang menolak dan berazaskan undang-undang, otomatis deklarasi tersebut tidak berlaku lagi ya...hmm....sungguh tidak fair

@yune09 : Hehe, emang resikonya lumayan gede. Salah satunya ya pencibiran-pencibiran ;) . Thanks ya buat inputan nya \)
Sei - 21/02/2009 11:14 AM
#18

Yah gw sering lihat topik beginian selama di Kaskus, dari FC (Alm.) sampe ke (New) Wedding, di BGC dan H2H sendiri udah hal yang umum dibicarakan D

Inside information about me and my sweetheart
Keluarga gw campuran juga Nyokap Jawa dan Islam sedangkan Bokap Chinese Kong Hu Chu convert to Islam waktu married sama nyokap. Gw dulunya Islam, sekarang Agnostic berKTP Katholik. Basically, I just don't believe religion comes directly from God.

Keluarga ce gw juga campuran Nyokapnya Buddhist, Bokapnya Katholik KTP both of them are chinese. Ce gw sendiri Katholik ke gereja setiap Minggu namun nggak ikut organisasi gereja seperti mudika maupun karismatik dan lain-lain.

How we doing this relationship?
Well, ce gw kurang sreg sama muslim, bisa jadi karena dia bagian dari minoritas dan melihat agama mayoritas yang berperilaku buruk ditambah awal tahun 2000 pemberitaan negatif terhadap muslim sedang marak akibat 9/11. It's just about how media and religion drove people mind. I don't blame her.

So, saat tau gw agnostic awalnya dia agak bingung. That's not a thing that people in the small town would know. Setelah penjelasan panjang lebar akhirnya dia bisa ngerti dan dia bisa lebih nerima gw. Saat masa pdkt kita banyak diskusi soal agama dan setelah banyak sesi diskusi itu ce gw mulai lebih open mind terhadap theist ataupun kepercayaan lain non-religious.

She didn't ask me to convert, gw sendiri gak pernah pusingin agama orang. Religion convertion cuma muncul saat memikirkan cara pernikahan dan gw bilang gw gak setuju. Gw bilang: Gw gak mau bohongi orang membaptis gw, mengakui gw percaya Kristus padahal gw bohong. Lie just lead us to another lie and another lie and never ending lie.

Parent and Family
Both of our parent knew this relationship. None of them complain. Mungkin karena gw masih punya garis keturunan chinese (if you saw me then you wouldn't say I'm not chinese D).

Agama bukan permasalahan bagi mereka.

Into The Marriage
Gw gak punya agama, sedangkan menurut konstitusi (UU Perkawinan) harus ada lembaga keagamaan yang mensahkan pernikahan sebelum di catat di Catatan Sipil. Jadi gw harus memilih lembaga keagamaan yang mana yang akan mensahkan pernikahan gw?

Lembaga keagamaan mana yang bisa melegalkan 2 orang berbeda agama untuk menikah? Islam tidak bisa, Buddha bisa namun salah satu dari kami harus menjadi Buddhist, Hindu di sini gak ada, Protestan mengharuskan kami jadi jemaah gerejanya terlebih dahulu, later we find out: Katholik melegalkan pernikahan berbeda keyakinan asal salah satunya Katholik dan itu memang agama ce gw.

Sempat terpikir pindah kota bahkan ke Singapore untuk civil marriage. Namun pastinya butuh biaya yang nggak sedikit sementara penghasilan pas-pasan. Tapi ya Katholik sudah memberikan solusi untuk apa merepotkan diri lagi?!

Doakan saja lancar tahun ini kami menikah... ;)
slytherin s - 21/02/2009 11:27 AM
#19

ijin nyimak deh.. army:

@all

gw doain semoga hubungannya lancar2 semua beer:

gimanapun..

kalo soal ortu ga setuju emang ribet ujung2nya >,<

hal2 yg sepele jd besar, plisss deeee... mad:

tp.. gw ma hubby udah melewatin itu semua (Thx GOD!!!\()

perjuangan pacaran 9thn yg ga sia2 o
oswald - 21/02/2009 11:38 AM
#20

bukankah intinya mencari ketentraman dalam berumah tangga ...baik kini dan maupun nanti...?

gw rasa itulah yang diinginkan semua orang, regardless what they do to get it

kombinasi bisa apa saja.....tapi dari jati diri setiap manusia ...mencari ketentraman
Page 1 of 55 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > GIRLS & BOYS's CORNER > Inter-Faith and Inter-Race Relationship