BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > 1001 Buku Yang Harus Kamu Baca Sebelum Kamu Wafat
Total Views: 10193 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 38 of 39 | ‹ First  < 33 34 35 36 37 38 39 > 

GammaGuk - 30/09/2012 02:33 PM
#741

Quote:
Original Posted By VanDaniestha
ini ga nyampe 1001 dah.
apa 1001 itu hanya ungkapan Hiperbola aja ?


Yang di pejwan mksdnya? Yang ditampilin yg udah diterjemahin ke bhs Indo doang shakehand

"Karena 1001 itu sangat kebanyakan, maka TS cuma akan menampilkan buku-buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia."- TS
vidavacia - 03/10/2012 11:34 AM
#742

barusan dapet email dari amazon.uk. nawarin 1001 book peter boxall turun harga dari £20 jadi £10, ehh ternyata edisi tahun 2010. yg terbaru tetep £14.

tempo hari juga liat 501 series di times semanggi, tapi gak ada yg tentang buku, adanya film, tempat wisata, dan satu lagi lupa.
dewok - 03/10/2012 11:48 AM
#743

Quote:
Original Posted By VanDaniestha
ini ga nyampe 1001 dah.
apa 1001 itu hanya ungkapan Hiperbola aja ?


Quote:
Original Posted By GammaGuk
Yang di pejwan mksdnya? Yang ditampilin yg udah diterjemahin ke bhs Indo doang shakehand

"Karena 1001 itu sangat kebanyakan, maka TS cuma akan menampilkan buku-buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia."- TS


Ngelengkapin jawaban diatas yah...

Jadi buku 1001 ini memuat 1001 judul buku yg layak dibaca sebelum anda mati. Bukunya sendiri terbit 2 tahun sekali (sudah terbit 3 edisi), setiap buku baru terbit ada judul buku yg dihapus dan digantikan oleh buku yg lain.

Nah yg di list sama TS ini hanya buku-buku yg sudah ada terjemahan dalam bhs. indonesia. Karena kans dibaca dan diperolehnya lebih besar.

Mungkin ada baiknya TS mencantumkan link download daftar buku 1001 yah, eh... siapa tahu ada yg pengen tahu listnya secara lengkap.
daninoviandi - 07/10/2012 06:34 PM
#744

^
^
^
^
TS-nya ke laut thu ngacir:

Quote:
Original Posted By VanDaniestha
ini ga nyampe 1001 dah.
apa 1001 itu hanya ungkapan Hiperbola aja ?

ketauan nih pertamax hunter nohope:
gak suka baca trit sampe akhir nohope:
endonezya - 07/10/2012 09:18 PM
#745

Harusnya Tetralogi Buru nya Pramoednya masuk nih \(

Semenjak kuliah jadi jarang baca nih -_- kayaknya harus dicicil dikit dikit bacanya
ifanema - 07/10/2012 10:16 PM
#746

Quote:
Original Posted By endonezya
Harusnya Tetralogi Buru nya Pramoednya masuk nih \(

Semenjak kuliah jadi jarang baca nih -_- kayaknya harus dicicil dikit dikit bacanya


Tetralogi Buru masuk di iloveindonesias Buku Indonesia Sepanjang Masa iloveindonesias
Dan banyak sastra Indonesia lainnya,

1001 list-nya dah paten berdasarkan buku!!
dewok - 07/10/2012 10:38 PM
#747

Quote:
Original Posted By daninoviandi
^
^
^
^
TS-nya ke laut thu ngacir:


ketauan nih pertamax hunter nohope:
gak suka baca trit sampe akhir nohope:


eh dah ga di goa lagi kah, sekarang maennya di laut ya
tp klo snorkeling mbok ya jgn dalem2 ga dapet sinyal deh
milan1 - 08/10/2012 03:19 PM
#748

selesai baca notes from underground dengan penuh perjuangan, padahal halamannya hanya 181
tapi berat bacanya, ga nyangka isinya suram gitu, sepertinya jawaban dari buku tersebut ada di bagian akhir di bab 9 dan 10

mungkin termasuk novel psikologi juga selain eksistensialisme, karna dostoyevsky mempengaruhi sigmund freud

kalau uda baca catcher the rye pasti ngira ada kemiripannya, catcher the rye masih mending karna masih bisa ketawa liat tingkah laku holden yg nyeleneh ngakaks

padahal lg proyek membaca buku eksistensialisme http://www.goodreads.com/list/show/1237.Best_Existential_Fiction
crime & punishment, the stranger, the plague, milan kundera, The Metamorphosis, siddharta, nietzsche
apa novel eksistensialisme yg lain suram juga ya bingungs

http://www.goodreads.com/list/show/1490.The_Best_Antiheroes
PinkySwear1001 - 08/10/2012 05:18 PM
#749

yang baru ane baca 2 doang the hobbit ama Dracula ,.buku2 koleksi ane banyak yang ga termasuk di 1001 buku yang harus di baca sebelum wafat rupanya hammer .. niatnya ane mw beli frankenstein tar di gramedia mumpung diskon hammer
vidavacia - 08/10/2012 10:42 PM
#750

Quote:
Original Posted By milan1
selesai baca notes from underground dengan penuh perjuangan, padahal halamannya hanya 181
tapi berat bacanya, ga nyangka isinya suram gitu, sepertinya jawaban dari buku tersebut ada di bagian akhir di bab 9 dan 10

mungkin termasuk novel psikologi juga selain eksistensialisme, karna dostoyevsky mempengaruhi sigmund freud

kalau uda baca catcher the rye pasti ngira ada kemiripannya, catcher the rye masih mending karna masih bisa ketawa liat tingkah laku holden yg nyeleneh ngakaks

padahal lg proyek membaca buku eksistensialisme http://www.goodreads.com/list/show/1237.Best_Existential_Fiction
crime & punishment, the stranger, the plague, milan kundera, The Metamorphosis, siddharta, nietzsche
apa novel eksistensialisme yg lain suram juga ya bingungs

http://www.goodreads.com/list/show/1490.The_Best_Antiheroes


kalo dari list itu, gw udah pernah baca waiting for godot ama the alchemist. skrg lagi baca one flew over the cuckoo's nest. cerita tentang rumah sakit jiwa.

ternyata kalau terlalu menghayati buku2 gelap semacam ini bisa berbahaya bagi kesehatan jiwa. bulan kemaren kan gw menamatkan mrs. dalloway dan the hours, akibatnya suatu pagi gw mimpi jadi orang depresi \( seremmm takuts

gila yak, baca aja bisa bikin depresi. apalagi yg nulis, itu pasti pada terganggu jiwanya. yg pernah gw pelajari zaman kuliah sih emang para penulis prancis banyak yg deranged D

jadi, waspadalah! waspadalah! kalo baca buku2 1001 ini harus diselingi dengan buku2 ringan untuk menetralisir mood. dan banyak2 berdoa supaya tidak tersesathammer:

jadi inget salah satu dialog di film the hours:
- I actually tried to read Richarďs novel.
+ You did? Oh, I know. It's not easy. It did take him ten years to write.
- Maybe it just takes another ten to read.

LOL.
milan1 - 10/10/2012 07:19 PM
#751

^^^^^

kyaknya novel the alchemist ga layak masuk novel eksistensialisme deh, alchemist masuknya novel inspirasi, self help, atau magic realism mungkin bingungs seperti 100 tahun kesunyian

ente cerita daat mimpi depresi, ane jadi inget mimpi setelah baca notes from underground, ane bermimpi seperti tokoh utama di novel tersebut, ane lagi mencaci maki, menghina teman2 ane
dalam psikologi disebut alam bawah sadar, sesuatu yg dipendam lama yg akhirnya keluar juga kemarahannya
keseleo lidah
vidavacia - 10/10/2012 10:00 PM
#752

Quote:
Original Posted By milan1
^^^^^

kyaknya novel the alchemist ga layak masuk novel eksistensialisme deh, alchemist masuknya novel inspirasi, self help, atau magic realism mungkin bingungs seperti 100 tahun kesunyian

ente cerita daat mimpi depresi, ane jadi inget mimpi setelah baca notes from underground, ane bermimpi seperti tokoh utama di novel tersebut, ane lagi mencaci maki, menghina teman2 ane
dalam psikologi disebut alam bawah sadar, sesuatu yg dipendam lama yg akhirnya keluar juga kemarahannya
keseleo lidah


iya, kalo sepemahaman saya, eksistinsialisme itu aliran yg bikin kita merenung soal keberadaan manusia, dan biasanya bernada suram. the alchemist justru tone-nya positif.

kalo dipikir, buku2 yg masuk di list 1001 ini punya efek yg dahsyat ya ke pembacanya, bisa sampe kebawa mimpi segala ngakaks
xsweetheartx - 11/10/2012 08:44 AM
#753

Quote:
Original Posted By vidavacia
iya, kalo sepemahaman saya, eksistinsialisme itu aliran yg bikin kita merenung soal keberadaan manusia, dan biasanya bernada suram. the alchemist justru tone-nya positif.

kalo dipikir, buku2 yg masuk di list 1001 ini punya efek yg dahsyat ya ke pembacanya, bisa sampe kebawa mimpi segala ngakaks


Termasuk kebawa mimpi karena stress bacanya ga beres2 gak? malu:

Mau share...

Lagi baca interview with vampire, awal2 mencekamnya dapet banget... aku pikir.. wah ni buku 1001 yg melawan arus ni alias ga bikin ngawang... eh makin ke tengah sama aja ternyata berbusa:
Pepohonan - 11/10/2012 12:36 PM
#754

Quote:
Original Posted By vidavacia
ngakak
saya dan temen2 yg pernah nonton miniseri P&P kadang suka ngomong dengan gaya jane austen. capek banget ya orang jaman dulu, mau ngomong satu hal aja kata2nya muter2.

contoh:
"I have been meditating on the very great pleasure which a pair of fine eyes in the face of a pretty woman can bestow." (Darcy to Miss Bingley; Ch. 6). itu maksudnya cuma mau ngomong, "gw lagi mikirin cewek cantik yg matanya bagus."
cd:

tapi tentu saja, inilah beda karya sastra dan roman picisan. walopun temanya biasa2 aja, tapi dengan kata2 yg indah jadinya klasik.


udah baca surat cintanya captain Wentworth? You pierce my soul. Im half agony, half hope
Spoiler for suratcintak

Quote:
I can listen no longer in silence. I must speak to you by such means as are within my reach. You pierce my soul. I am half agony, half hope. Tell me not that I am too late, that such precious feelings are gone for ever. I offer myself to you again with a heart even more your own than when you almost broke it, eight years and a half ago. Dare not say that man forgets sooner than woman, that his love has an earlier death. I have loved none but you. Unjust I may have been, weak and resentful I have been, but never inconstant. You alone have brought me to Bath. For you alone, I think and plan. Have you not seen this? Can you fail to have understood my wishes? I had not waited even these ten days, could I have read your feelings, as I think you must have penetrated mine. I can hardly write. I am every instant hearing something which overpowers me. You sink your voice, but I can distinguish the tones of that voice when they would be lost on others. Too good, too excellent creature! You do us justice, indeed. You do believe that there is true attachment and constancy among men. Believe it to be most fervent, most undeviating, in


F. W.


I must go, uncertain of my fate; but I shall return hither, or follow your party, as soon as possible. A word, a look, will be enough to decide whether I enter your father's house this evening or never.


tapi memang sih ya, bahasa berperan penting dalam membawa suasana novel.. Apalagi kalo terjemahan. Contohnya gini *dapet dari goodreads lupa yang ngepos siapa*
Spoiler for a

Quote:
Dalam terjemahan Sapardi kita dapat menemukan kalimat sebagai berikut :

Ia seorang lelaki tua yang sendiri saja dalam sebuah perahu menangkap ikan di Arus Teluk Meksiko dan kini sudah genap delapan puluh empat hari lamanya tidak berhasil menangkap seekor ikanpun. (Damono, 1975: 5)

Sedangkan Dian dengan gaya bahasanya sendiri menerjemahkan kalimat tersebut dalam bahasa sebagai berikut :

Adalah seorang lelaki tua yang pergi ke laut seorang diri dalam sebuah perahu di Arus Teluk Meksiko yang telah berlayar selama 84 hari tanpa membawa hasil ikan seekorpun. (Ellyati, 2008: 3)

Memang secara umum apa yang mereka sampaikan sama saja, namun kita sebagai pembaca tentu dapat memilih mana yang lebih enak dibaca dan mana yang maknanya dapat langsung dirasakan.

Atau dalam bagian lain:

“ya,” kata anak itu. “ Mau kau kutraktir bir di teras dan sesudah itu kita bawa pulang perlengkapan ini?”

“kenapa tidak?” kata lelaki tua itu. “kita sama-sama nelayan.” (Damono, 1975: 6)

Perhatikan pula bagaimana Dian dengan penerjemahannya pada kalimat berikut :

“ya,” si bocah menjawab. ”Bolehkah aku menawarimu segelas bir di beranda dan kemudian kita akan membawa peralatan ke rumah.”

“ kenapa tidak?” lelaki tua itu berkata. “sebagai sesama lelaki.” (Ellyati, 2008: 4)

Terasa bahwa tiap penerjemah punya tingkat kedalaman/penguasaan bahasa Indonesia yang berbeda. Teks yang diterjemahkan bisa sama, tapi kedalaman rasa akan berbeda-beda.


jadi pengen pamer buku 1001 ku p
Spoiler for a

1001 Buku Yang Harus Kamu Baca Sebelum Kamu Wafat
vidavacia - 11/10/2012 01:04 PM
#755

Quote:
Original Posted By xsweetheartx
Termasuk kebawa mimpi karena stress bacanya ga beres2 gak? malu:

Mau share...

Lagi baca interview with vampire, awal2 mencekamnya dapet banget... aku pikir.. wah ni buku 1001 yg melawan arus ni alias ga bikin ngawang... eh makin ke tengah sama aja ternyata berbusa:


gak pernah sih. kalo baca gak selesai2, disambi aja ama buku lain yg lebih ringan \)

Quote:
Original Posted By Pepohonan
udah baca surat cintanya captain Wentworth? You pierce my soul. Im half agony, half hope
Spoiler for suratcintak



tapi memang sih ya, bahasa berperan penting dalam membawa suasana novel.. Apalagi kalo terjemahan. Contohnya gini *dapet dari goodreads lupa yang ngepos siapa*
Spoiler for a



jadi pengen pamer buku 1001 ku p
Spoiler for a

1001 Buku Yang Harus Kamu Baca Sebelum Kamu Wafat


saya udah lama banget baca persuasion, mungkin lebih 5 tahun yg lalu. gak terlalu berkesan, malah gak inget tentang surat ini. lagian, kok gampang amat terpengaruh ya si ann elliot p

soal terjemahan, emang begitulah. lebih bagus kalo yg nerjemahin karya sastra sastrawan juga, jadi gak asal bisa bahasanya. contohnya aja le petit prince, saya udah baca 3 terjemahan: pustaka jaya, gramedia ver.01 dan gramedia ver.02 (henri chambert-loir). yg terakhir ini orang prancis yg menguasai bahasa indonesia dengan sangat baik. tapi ketika dia menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia, ada bbrp bagian yg gak natural. sedangkan terjemahan gramedia ver.01 (lupa namanya, yg jelas dia penerjemah harry potter), bahasanya lugas dan natural, tapi gak indah. orang kalo baca le petit prince hasil terjemahan dia, saya ragu bisa mengapresiasi. yg terbaik, imho, terjemahan pustaka jaya. mungkin karena kerja keroyokan, atau mungkin juga karena penyuntingnya seorang sastrawan. gak tau deh. yg jelas kalo baca versi pustaka jaya, bawaannya pengen mewek :mewek
dewok - 11/10/2012 01:16 PM
#756

Quote:
Original Posted By vidavacia
gak pernah sih. kalo baca gak selesai2, disambi aja ama buku lain yg lebih ringan \)



saya udah lama banget baca persuasion, mungkin lebih 5 tahun yg lalu. gak terlalu berkesan, malah gak inget tentang surat ini. lagian, kok gampang amat terpengaruh ya si ann elliot p

soal terjemahan, emang begitulah. lebih bagus kalo yg nerjemahin karya sastra sastrawan juga, jadi gak asal bisa bahasanya. contohnya aja le petit prince, saya udah baca 3 terjemahan: pustaka jaya, gramedia ver.01 dan gramedia ver.02 (henri chambert-loir). yg terakhir ini orang prancis yg menguasai bahasa indonesia dengan sangat baik. tapi ketika dia menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia, ada bbrp bagian yg gak natural. sedangkan terjemahan gramedia ver.01 (lupa namanya, yg jelas dia penerjemah harry potter), bahasanya lugas dan natural, tapi gak indah. orang kalo baca le petit prince hasil terjemahan dia, saya ragu bisa mengapresiasi. yg terbaik, imho, terjemahan pustaka jaya. mungkin karena kerja keroyokan, atau mungkin juga karena penyuntingnya seorang sastrawan. gak tau deh. yg jelas kalo baca versi pustaka jaya, bawaannya pengen mewek :mewek


sepertinya saya dapet terjemahan versi gramed #1, dan memang betul komentar sis vida... saya nggak dapet feel buku tersebut?

malah baru tau klo ada terjemahan pustaka jaya, sis vida punyakah? berkenan minjemin saya nggak ya?

@mod pepo...
klo kita baca surat versi aslinya itu, dapet banget feelnya, maksudnya gini... saya kan ga jago bahasa inggris nih ya... tp klo baca bisa ngerti, bisa ngerasain. terus iseng2 coba nerjemahin... susah ternyata cari pilihan kata-kata yg bisa menyamai maknanya
Pepohonan - 11/10/2012 05:58 PM
#757

Quote:
Original Posted By vidavacia
gak pernah sih. kalo baca gak selesai2, disambi aja ama buku lain yg lebih ringan \)



saya udah lama banget baca persuasion, mungkin lebih 5 tahun yg lalu. gak terlalu berkesan, malah gak inget tentang surat ini. lagian, kok gampang amat terpengaruh ya si ann elliot p

soal terjemahan, emang begitulah. lebih bagus kalo yg nerjemahin karya sastra sastrawan juga, jadi gak asal bisa bahasanya. contohnya aja le petit prince, saya udah baca 3 terjemahan: pustaka jaya, gramedia ver.01 dan gramedia ver.02 (henri chambert-loir). yg terakhir ini orang prancis yg menguasai bahasa indonesia dengan sangat baik. tapi ketika dia menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia, ada bbrp bagian yg gak natural. sedangkan terjemahan gramedia ver.01 (lupa namanya, yg jelas dia penerjemah harry potter), bahasanya lugas dan natural, tapi gak indah. orang kalo baca le petit prince hasil terjemahan dia, saya ragu bisa mengapresiasi. yg terbaik, imho, terjemahan pustaka jaya. mungkin karena kerja keroyokan, atau mungkin juga karena penyuntingnya seorang sastrawan. gak tau deh. yg jelas kalo baca versi pustaka jaya, bawaannya pengen mewek :mewek

Aku udah baca pustaka jaya. Dulu punya, dibawa ngampus. Ilang deh \(
Tapi emang bagus terjemahannya. Feel nya dapet. Buku yg gramedia v.1 juga punya. Menurutku sih kaku bahasanya. Terjemahan yg ketiga blm baca. Pak henri itu kalo gak salah, kalo gak salah lo ya spesialis bahasa melayu. Kalo aku gak salah inget beliau nerjemahin le petit nicolas di malaysia sana. Kalo gk salah hammer:
Quote:
Original Posted By dewok
sepertinya saya dapet terjemahan versi gramed #1, dan memang betul komentar sis vida... saya nggak dapet feel buku tersebut?

malah baru tau klo ada terjemahan pustaka jaya, sis vida punyakah? berkenan minjemin saya nggak ya?

@mod pepo...
klo kita baca surat versi aslinya itu, dapet banget feelnya, maksudnya gini... saya kan ga jago bahasa inggris nih ya... tp klo baca bisa ngerti, bisa ngerasain. terus iseng2 coba nerjemahin... susah ternyata cari pilihan kata-kata yg bisa menyamai maknanya

Iya, emang susah \(\(
Asik baca aslinya. Tapi ya puyeng juga..
Pepohonan - 11/10/2012 05:59 PM
#758

Quote:
Original Posted By vidavacia
gak pernah sih. kalo baca gak selesai2, disambi aja ama buku lain yg lebih ringan \)



saya udah lama banget baca persuasion, mungkin lebih 5 tahun yg lalu. gak terlalu berkesan, malah gak inget tentang surat ini. lagian, kok gampang amat terpengaruh ya si ann elliot p

soal terjemahan, emang begitulah. lebih bagus kalo yg nerjemahin karya sastra sastrawan juga, jadi gak asal bisa bahasanya. contohnya aja le petit prince, saya udah baca 3 terjemahan: pustaka jaya, gramedia ver.01 dan gramedia ver.02 (henri chambert-loir). yg terakhir ini orang prancis yg menguasai bahasa indonesia dengan sangat baik. tapi ketika dia menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia, ada bbrp bagian yg gak natural. sedangkan terjemahan gramedia ver.01 (lupa namanya, yg jelas dia penerjemah harry potter), bahasanya lugas dan natural, tapi gak indah. orang kalo baca le petit prince hasil terjemahan dia, saya ragu bisa mengapresiasi. yg terbaik, imho, terjemahan pustaka jaya. mungkin karena kerja keroyokan, atau mungkin juga karena penyuntingnya seorang sastrawan. gak tau deh. yg jelas kalo baca versi pustaka jaya, bawaannya pengen mewek :mewek

Aku udah baca pustaka jaya. Dulu punya, dibawa ngampus. Ilang deh \(
Tapi emang bagus terjemahannya. Feel nya dapet. Buku yg gramedia v.1 juga punya. Menurutku sih kaku bahasanya. Terjemahan yg ketiga blm baca. Pak henri itu kalo gak salah, kalo gak salah lo ya spesialis bahasa melayu. Kalo aku gak salah inget beliau nerjemahin le petit nicolas di malaysia sana. Kalo gk salah hammer:
Quote:
Original Posted By dewok
sepertinya saya dapet terjemahan versi gramed #1, dan memang betul komentar sis vida... saya nggak dapet feel buku tersebut?

malah baru tau klo ada terjemahan pustaka jaya, sis vida punyakah? berkenan minjemin saya nggak ya?

@mod pepo...
klo kita baca surat versi aslinya itu, dapet banget feelnya, maksudnya gini... saya kan ga jago bahasa inggris nih ya... tp klo baca bisa ngerti, bisa ngerasain. terus iseng2 coba nerjemahin... susah ternyata cari pilihan kata-kata yg bisa menyamai maknanya

Iya, emang susah \(\(
Asik baca aslinya. Tapi ya puyeng juga..
vidavacia - 11/10/2012 10:18 PM
#759

Quote:
Original Posted By dewok
sepertinya saya dapet terjemahan versi gramed #1, dan memang betul komentar sis vida... saya nggak dapet feel buku tersebut?

malah baru tau klo ada terjemahan pustaka jaya, sis vida punyakah? berkenan minjemin saya nggak ya?

@mod pepo...
klo kita baca surat versi aslinya itu, dapet banget feelnya, maksudnya gini... saya kan ga jago bahasa inggris nih ya... tp klo baca bisa ngerti, bisa ngerasain. terus iseng2 coba nerjemahin... susah ternyata cari pilihan kata-kata yg bisa menyamai maknanya


iya, saya punya. udah dua kali beli. pertama dapet dari cuci gudang ccf, terus saya hadiahin ke temen. bertahun2 kemudian nyesel karena ternyata versi itu gak dicetak lagi. nah, 3 bulan yg lalu dari hasil nyari di internet dapet deh, walopun bekas dan ada cap perpustakaan sd negeri di jawa timur sana ngakaks

maaf, saya sekarang udah gak minjem2in buku lagi, apalagi pangeran kecilku o
kalo mau, ntar saya fotocopy-in. pm aja alamat mbak dewi. biar nanti terjemahan pustaka jaya ini jadi inventaris forbuk D

Quote:
Original Posted By Pepohonan
Aku udah baca pustaka jaya. Dulu punya, dibawa ngampus. Ilang deh \(
Tapi emang bagus terjemahannya. Feel nya dapet. Buku yg gramedia v.1 juga punya. Menurutku sih kaku bahasanya. Terjemahan yg ketiga blm baca. Pak henri itu kalo gak salah, kalo gak salah lo ya spesialis bahasa melayu. Kalo aku gak salah inget beliau nerjemahin le petit nicolas di malaysia sana. Kalo gk salah hammer:

Iya, emang susah \(\(
Asik baca aslinya. Tapi ya puyeng juga..


kalo spesialisnya bahasa melayu, pantesan aja kadang pilihan katanya aneh p
milan1 - 12/10/2012 10:25 AM
#760

oot
ada yg uda baca buku "the man who loved books too much" ??

di buku tersebut ada buku 1001 yg dicuri atau disebutin ga? kalo ada, apa aja?

misal di buku fahrenheit 451, tapi review di spoiler ini film sih, terlihat buku apa aja yg dibakar
Spoiler for
Fahrenheit 451: Kisah Pasukan Pembakar Buku

Fahrenheit 451_Movie1Oleh: Diana AV Sasa

Sutradara: François Truffaut | Pemain: Oskar Werner

Berdasarkan novel Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury

Ini adalah kisah tentang pembakaran buku. Bayangkan saja bagaimana rasanya jika Anda seorang kutu buku dan hidup di sebuah negeri di mana membaca buku adalah hal yang terlarang. Setiap saat Anda dihantui perasaan was-was jika sewaktu-waktu pasukan pembakar buku berhenti di depan rumah. Kemudian semua koleksi kesayangan akan dibakar habis di depan mata Anda. Mungkin kah Anda akan memilih ikut terbakar bersama buku-buku itu? Satu adegan dalam Fahrenheit 451 memperlihatkan seorang perempuan renta rela ikut menjadi abu bersama perpustakaannya.

Ngeri. Miris. Kejam. Sadis. Tak beradab. Begitu mungkin Anda gerundel jika menyaksikan film ini di mana pasukan Fahreinheit 451 sedang beraksi membakar buku. Bahkan ada yang dibakar dengan pemiliknya sekaligus. Hidup-hidup. Memang itulah tugas pasukan mereka di negeri antibuku itu. Mereka harus merazia setiap orang yang ketahuan menyimpan atau membaca buku. Membakarnya hingga jadi abu. Motonya adalah: “Kami membakar mereka hingga menjadi abu, kemudian kami membakar abunya”.

Buku dilarang karena dianggap menganggu, menjadikan orang anti sosial. Novel, dianggap membuat orang tidak bahagia, karena berisi orang yang tak pernah ada. Pembaca novel akan terobsesi untuk hidup dalam cara yang tidak akan pernah bisa mereka raih. Maka buku adalah musuh sekaligus wabah yang layak diberangus.

Sementara itu, masyarakat dijejali dengan tayangan televisi yang menyajikan kepalsuan. Tayangan yang membawa pemirsanya masuk dalam dunia yang sama sekali tak nyata. Televisi telah menggiring orang untuk percaya bahwa kehidupan sesungguhnya ada di dalam kotak kaca itu. Jika ada yang tidak menonton TV mereka dianggap aneh dan berbeda.

Masyarakat lebih menikmati imajinasi yang disodorkan televisi. Buku yang menuliskan tentang kondisi mereka yang sebenarnya dianggap menyakitkan. Mereka tak suka kebenaran dan kenyataan tentang diri mereka yang lemah ditunjukkan di depan hidung. Kepalsuan lebih memabukkan daripada kesunyatan. Televisi lebih asyik daripada buku.

Buku pertama yang dibacanya adalah David Copperfield akrya Charles Dickens. Di bawah temaram lampu baca, diejanya kata demi kata dengan suara lirih dan terbata. Betapa dia sudah begitu asing dengan buku hingga membacanya pun dia nyaris terpatah-patah. Namun di situlah kesepiannya terobati. Montag pun menyelipkan beberapa buku yang akan dibakarnya ke dalam tas dan membacanya di rumah. Begitu asyik Montag hanyut dengan pesona setiap buku hingga tak sadar seorang kawan sekerja telah mengintai perilaku terlarangnya.

Di tempat tersembunyi itu, mereka mengganti nama masing-masing dengan buku yang sudah mereka hafalkan isinya. Ya, buku itu dihafalkan, tua muda semua menghafal. Lalu buku itu dibakar. Fahrenheit 451 bisa membakar buku, tapi mereka tak bisa membakar isi kepala kita, begitu kata pemimpin komunitas itu.

Fahrenheit 451 meski nampak seperti fiksi di beberapa bagian, sesungguhnya menyiratkan dengan jelas siapa dan apa yang ingin diungkapnya. Pakaian seragam pasukan pemburu buku sangat mirip dengan baju tentara Nazi Jerman. Angka 451 adalah titik suhu yang digunakan Hitler untuk membakar buku-buku Yahudi. Sebuah sindiran untuk menunjukan betapa pembakaran buku merupakan sebuah penumpulan nalar masyarakat. Sekaligus pemaparan bahwa televisi telah mendorong masyarakat menjadi jauh dari tradisi literasi.

Buku-buku dalam Fahrenheit 451 diambil dari koleksi pribadi Truffaut. Sedangkan 10 ribu buku yang dibakar adalah milik seorang gadis yang dibayar £1 per buku. Gadis itu baru saja menerimanya sebagai hadiah dan di hari yang sama buku itu dijualnya. Berikut ini daftar buku yang tertangkap kamera. Mungkin di antaranya adalah buku favorit Anda. Selamat bersedih. Buku itu telah hancur jadi abu dalam Fahrenheit 451.

Inilah daftar buku yang dibakar pasukan Fahrenheit 451:

* Alice’s Adventures in Wonde rland,Lewis Carroll

* Animal Farm,George Orwell

* Arthur Schopenhauer

* David Copperfield, Charles Dickens

* Don Quixote, Miguel de Cervantes

* Friedrich Nietzsche

* Gulliver’s Travels,Jonathan Swift

* Jane Eyre, Charlotte Brontë

* Leo Tolstoy

* Lolita, Vladimir Nabokov

* Madame Bovary, Gustave Flaubert

* Mein Kampf, Adolf Hitler

* Metaphysics,Aristotle

* Mo, -Dick, Herman Melville

* Nadia

* Othello, William Shakespeare

* Pride and Prejudice, Jane Austen (volumes 1 and 2)

* Republic, Plato

* Robinson Crusoe, Daniel Defoe

* The Adventures of Tom Sawyer, Mark Twain

* The Brothers Karamazov, Fyodor Dostoyevsky

* The Catcher in the Rye, J. D. Salinger

* The Corsair, George , ron

* The Good Life

* The Martian Chronicles, Ray Bradbury

* The Pickwick Papers, Charles Dickens

* The Trial, Franz Kafka

* Walt Whitman

* William Faulkner

* Wuthering Heights, Emily Brontë

* Nineteen Eighty-Four, George Orwell

* A History of Science & Technology

* A Journal of the Plague Year, Daniel Defoe

* A Year of Grace

* Argos

* Ba, Doll

* Cahiers du Cinéma

* Christopher Landon

* Confessions of an Irish Rebel, Brendan Behan

* Death of a Dream

* Death of a Ghost, Margaret Allingham

* Death on Milestone Buttress, Glyn Carr

* Decline and Fall, Evelyn Waugh

* Dom Juan, Molière

* Fathers and Sons, Ivan Turgenev

* Gargantua and Pantagruel, François Rabelais

* Gasparo Hauser

* Geheimnisse der Fürstin von Cadignan, Honoré de Balzac

* Gone with the Wind, Margaret Mitchell

* Holy Deadlock , A. P. Herbert

* Inspector French and the Cheyne Mystery, Freeman Wills Crofts

* Interglossa, Lancelot Hogben

* In ze pocket (The Hustler), Walter S. Tevis

* Jazz

* Jean Cocteau

* Jeanne D’Arc , Joseph Delter

* Journal of André Bulat

* Journey into Space , Charles Chilton

* Justine , Marquis de Sade

* Le Avventure di Pinocchio , Carlo Collodi

* Le Monde à Côté , Gyp

* Les Deux Anglaises et le Continent , Henri-Pierre Roché

* Les Nègres , Jean Genet

* Lewis et Irène , Paul Morand

* Look With Mother ABC Book

* Marcel Proust

* Marie Dubois , Jacques Audiberti

* Memoirs of Saint Simon , Louis de Rouvroy

* Metallurgy for Engineers

* My Autobiography , Charles Chaplin

* My Life and Loves , Frank Harris

* My Life in Art , Constantin Stanislavski

* Nest of Vipers , Tod Claymore

* New Writing

* Ninety Years Wiser

* No Orchids for Miss Blandish , James Hadley Chase

* Or Be the Deed

* Our Nuclear Future

* La Peau de Chagrin , Honoré de Balzac

* Petrouchka , Igor Stravinsky

* Plexus , Henry Miller

* Raffles and Miss Blandish , George Orwell

* Reappraisals of History

* Rebus , Paul Gegauff

* Roberte ce soir , Pierre Klossowski

* Sanctuary

* Sermons and Soda-Water , John O’Hara

* She Might Have Been Queen , Geoffrey Bocca

* Social Aspects of Disease , A. Leslie Banks

* Spanish Crossword Puzzle Book

* Swann’s Way , Marcel Proust

* Sweet Danger , Margaret Allingham

* Tales of Mystery & Imagination , Edgar Allan Poe

* The Bodley Head

* The Castle on the Hill , Elizabeth Goudge

* The Defeat of the Spanish Armada , Garrett Mattingly

* The Ethics , Aristotle

* The Evil of the Day , Thomas Sterling

* The Ginger Man , J. P. Donleavy

* The Good Soldier Schweik , Jaroslav Hašek

* The Happy Prisoner , Monica Dickens

* The History of Torture

* The House of the Arrow , A. E. W. Mason

* The Jason Murders , John Newton Chance

* The Jewish Question , Jean-Paul Sartre

* The Moon & Sixpence , W. Somerset Maugham

* The Mystery of Jack the Ripper , Leonard Matters

* The Owls’ House , Crosbie Garstin

* The Picture of Dorian Gray , Oscar Wilde

* The Pilgrim’s Progress , John Bunyan

* The Prince , Niccolò Machiavelli

* The Sittaford Mystery

* The Thief’s Journal , Jean Genet

* The Voyage of the Dawn Treader , C.S. Lewis

* “The Walrus and the Carpenter” , Lewis Carroll

* The Weather , George Kimble & Raymond Bush

* The White Friday Murders

* The White Priory Murders

* The World of Salvador Dali , Robert Descharnes

* Their London Cousins , Lydia Miller Middleton

* Through the Looking Glass , Lewis Carroll

* Vanity Fair , William Makepeace Thackeray

* Waiting for Godot , Samuel Beckett

* Weir of Hermiston , Robert Louis Stevenson

* We’re Still Using That Greasy MAD Stuff (a MAD Magazine compilation)

* Wreck of the Running Gate

* Zazie dans le Métro , Raymond Queneau

(Diana AV Sasa)

lebih lengkapnya liat ke sumber, karna terlalu panjang
sumber






Page 38 of 39 | ‹ First  < 33 34 35 36 37 38 39 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > 1001 Buku Yang Harus Kamu Baca Sebelum Kamu Wafat