Kalimantan Barat
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Barat > Pemilukada Kalimantan Barat 2012
Total Views: 6387 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 10 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

bakaneko - 26/07/2012 05:23 PM
#41

Quote:
Minggu, 15 Juli 2012
Persaingan Pilkada Kalbar Bakal Seru
Cornelis: Kami Sama-Sama Induknya di Golkar

Pemilukada Kalimantan Barat 2012

PUTUSSIBAU – Pada dua kegiatannya di Putussibau, Gubernur Drs. Cornelis, M.H. mengatakan pertarungan akan berlangsung seru. Sebab menurutnya empat pasangan cagub merupakan orang-orang yang luar biasa.

"Kalbar akan melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang akan dilaksanakan 20 September. Saya kembali maju dalam pemilihan ini. Ada empat pasang kandidat yang menunggu penetapan KPU," ujar Cornelis. Mengapa pertarungan ini akan seru dan luar biasa?

"Semua kandidat merupakan pemain politik. Bahkan tiga dari empat kandidat pernah dua kali menjadi bupati. Morkes dua kali Bupati Ketapang, Tambul dua kali Bupati Kapuas Hulu, dan saya Bupati Landak. Termasuk Armyn yang punya bintang dua. Cuma menangnya, aku sudah menjadi gubernur," ujarnya tersenyum.

Cornelis juga menilai tiga kandidat saat ini adalah ketua partai. Dirinya Ketua PDI-P, Tambul Husin Ketua Gerindra, dan Morkes Ketua Partai Golkar. "Ini pemain semua dan ini nanti akan seru. Karena masing-masing memiliki trik sama. Karena kami dulu sama-sama induknya di Golkar," cetusnya.

Empat pasang balon menunggu penetapan KPU. Drs. Cornelis, M.H. berpasangan dengan Drs. Christiandy Sanjaya, S.E., M.M., Drs. H. Abang Tambul Husin berpasangan dengan Pdt. Dr. Barnabas Simin, M.Pd.K., H. Morkes Effendi, S.Pd., M.H. berpasangan dengan Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid, dan Mayjen TNI Armyn Ali Anyang berpasangan dengan Drs. Fathan A. Rasyid.

Walaupun diprediksi seru, Cornelis mengharapkan pilkada nanti berjalan santun. Tidak saling menjelekkan para kandidat lain. "Misalnya Saudara tidak senang dengan saya, jangan Saudara menjelekkan saya bilang begitu atau begitu. Kita main yang wajar, yang benar dan pakai Tuhan. Jangan kita hanya membenarkan teori kita sendiri dengan menghalalkan segala cara. Begitu juga ketika Saudara mendukung saya tidak perlu menjelekkan kandidat lain. Kita jalan saja, datang ke TPS dan coblos," ujarnya dengan gaya blak-blakan.

Kalau saling menjelekkan, lanjutnya, nanti bisa ada yang berkelahi. Ini dimaksud Cornelis agar pilkada nanti berjalan aman dan lancar. Tapi nanti jangan malah setelah pemilihan gubernur ada yang tidak berteguran antar pendukung.

"Saya mohon restu pada semua, saya ini maju lagi berpasangan masih dengan Christiandy Sanjaya. Tolong pada pemilu ini jangan kita saling menjelek-jelekkan, saling memfitnah, adu domba," imbuhnya.

Kehadiran Cornelis di Kapuas Hulu memenuhi beberapa agenda. Jumat (137) malam membuka Musyawarah Besar (Mubes) Dayak serta melantik Ketua dan Pengurusan DAD Kapuas Hulu di Gedung Paroki Putussibau.

Kemudian, pengarahan pada Jambore Kader Posyandu dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-40 di Gedung Indoor Putussibau. Keesokan paginya, gubernur membuka Raker Pembinaan Penyelenggara Pemerintahan Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas Hulu di Gedung MABM.

Cornelis mengatakan kedatangannya sebagai penyuluh mengingatkan kembali kepada perangkat desa, kelurahan, maupun kecamatan. Menjelaskan kembali rambu-rambu agar bertugas dengan aman dan tidak ragu-ragu.

"Kegiatan ini untuk mengingatkan kembali terutama kepada para camat, kepala desa, akan tugas-tugas pemerintahan. Ini wajib, karena peraturan pemerintah terbaru, gubernur wajib melakukan pembinaan, agar jalannya pemerintahan ini sesuai dengan yang ditetapkan undang-undang," jelasnya.

Ada beberapa hal yang diingatkannya dalam pengelolaan pemerintahan. Agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Karena kalau Kepala desa/lurah berhasil, camat berhasil, bupati berhasil, gubernur juga berhasil, demikian pula dengan presiden," jelasnya.

Cornelis memahami bahwa, tugas kepala desa/lurah, camat, dan bupati ini pekerjaan berat. Tapi walaupun berat, herannya tetap mau baik menjadi kepala desa, bupati, dan bahkan gubernur seperti dirinya.

"Saya tahu jadi kepala desa tidak bergaji, tapi masih ngotot mau maju. Di mana daya tariknya, saya pun tidak tahu. Demikian juga saya, setengah mati jadi gubernur ini, tapi saya mau lagi mencalonkan. Apa sebenarnya yang dicari, hanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, itulah kepuasannya," tukasnya.

Gubernur menegaskan agar anggaran untuk PKK dan posyandu jangan diganggu. Berikanlah kepada istri, biar mereka bisa mengelola PKK dan posyandu. Karena untuk kades sudah ada jatah sendiri.

"Dalam pengelolaan uang negara ini kita mesti hati-hati. Jangan lagi cap disimpan dalam kocek dan dibawa ke mana-mana. Tapi bagaimana kita memanfaatkan ke sekretariat. Kan desa memiliki sekretaris dan sekretaris mempunyai sekretariat, biarkan mereka yang mengelola," imbaunya.

Demikian juga dengan uang Alokasi Dana Desa (ADD) harap dikelola dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan dan prosedur yang berlaku. Jangan sampai salah pengelolaan, kades ditangkap aparat. Kades mesti lebih banyak mengurus masalah kebijakan, soal teknis administrasi serahkan kepada sekretaris dan kepala urusan. (aRm)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120715/cornelis-kami-sama-sama-induknya-di-golkar
bakaneko - 26/07/2012 05:40 PM
#42

Quote:
Senin, 16 Juli 2012
Pemimpin Masa Depan Kalbar

Rakyat Kalbar mestinya sudah bisa melihat siapa yang akan menjadi pemimpinnya lima tahun ke depan. Sebut saja pasangan incumbent Cornelis-Christiandy, Morkes-Burhan, Tambul-Barnabas, dan Armyn-Fathan.

Dari keempat pasang cagub dan cawagub itu jelas memiliki kelemahan dan kelebihan. Tapi belum bisa diketahui siapa yang bakal jadi pemenang pilgub 20 September mendatang. Waktu masih cukup dan KPU awal Agustus baru mengumumkan siapa yang lolos verifikasi.

Meninting nama-nama kandidat yang masuk bursa pilgub kali ini, alam bawah sadar kita langsung tergerak untuk menimang-nimang "harus memilih siapa". Pertanyaan itu kalau ditelusuri lebih dalam di satu sisi merupakan ekspresi dari harapan masyarakat akan sebuah perubahan tatanan kehidupan sosial yang lebih baik.

Isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat Kalbar, masih seputar masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketidakadilan, dan penyediaan infrastruktur yang belum merata.

Tanggung jawab untuk memajukan kehidupan bersama adalah usaha dan partisipasi aktif semua orang. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab adalah kriteria dan pengetahuan menyeluruh tentang karakter, kepribadian, dan kemampuan dari para kandidat. Ada beberapa kriteria yang didambakan rakyat terhadap pemimpin Kalbar kini dan yang akan datang.

Pertama, elite politik yang memiliki tanggung jawab besar, haruslah memiliki pengetahuan yang luas dan tahu seperti apa Kalbar. Unsur ini sangat penting. Mengapa demikian? Kalau hanya setahun dua melongok Kalbar, yang dimilikinya hanya kulit kemampuan politik. Ini bisa jadi memerintah dengan tangan besi.

Pemahaman tentang potensi mutlak dimiliki. Jangan sampai alam kita yang kaya ini hanya menguntungkan orang luar. Luasnya alam ini perlu dikelola dengan pengetahuan yang tinggi, berkeadilan merata, sehingga jangan sampai patok batas pun digadaikan. Baik izin tambang maupun lahan perkebunan dipastikan untuk memakmurkan rakyat Kalbar.

Kedua, pemimpin harus memiliki keterampilan mengorganisasikan informasi dengan baik dan mengomunikasikannya dengan jelas, singkat, dan persuasif. Gubernur masa depan harus mau mendengarkan suara rakyat dan bawahannya. Bukan hanya minta didengarkan oleh rakyat dan aparatnya yang ABS (asal bapak senang).

Ketiga, pemimpin harus punya pengakuan dari masyarakat. Kepemimpinan akan berhasil jika sejalan dengan keinginan rakyat. Pemimpin sebagai perwakilan dari rakyat harus mampu memperjuangkan aspirasi rakyat. Kandidat gubernur hendaknya memenuhi beberapa ciri kepemimpinan, pertama, memiliki kecakapan khusus (skill), pendidikan, nilai-nilai, dan kepribadian; kedua, memiliki kemampuan dan persepsi manajerial yang baik; dan ketiga, memiliki self knowledge dan self reflection.

Kemudian yang paling penting gubernur yang memimpin Kalbar harus bisa mengakomodasi semua kalangan. Keberagaman suku, etnis, dan agama harus bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Kalbar ke depan.

Ciri terakhir ini sangat penting bagi seorang pemimpin karena dari sini akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya menjadi pertanyaan bagi setiap kandidat sebelum mencalonkan diri.

Jadi, pencalonan diri sebagai kandidat gubernur tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya dukungan, uang, kuatnya mesin politik, tingginya kepercayaan diri atau ijazah strata apa yang dimilikinya, tetapi juga benar-benar didasarkan pada evaluasi terhadap diri sendiri.

Intinya, pemimpin masa depan yang efektif, diperlukan lebih banyak pengetahuan untuk memecahkan masalah dengan cerdas, serta membuat keputusan yang tepat yang didasari pada proses yang logis.

Adakah kriteria-kriteria yang telah disebutkan di atas ada dalam diri para kandidat pilgub 2012? Kita semua yang menentukan mana yang terbaik buat daerah kita yang tercinta ini. Vox populi, nasib Kalbar ada di tangan rakyat. Siapa yang Anda pilih sangat menentukan agar Kalbar lebih baik lagi di masa mendatang paling tidak untuk lima tahun ke depan.

Sumber: http://www.equator-news.com/vox-populi/20120716/pemimpin-masa-depan-kalbar


Quote:
Senin, 16 Juli 2012
Mesin Politik Bupati/Walikota Bergerak?
Finansial, Mobilisasi Massa, hingga Birokrasi

PONTIANAK – Dukungan para bupati/walikota terhadap kandidat di Pilgub Kalbar 2012 walaupun secara resmi diharamkan peraturan perundangan, namun secara diam-diam merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan. Pasalnya, para kepala daerah ini memiliki mesin politik birokrasi yang kuat untuk memengaruhi pemilih.

Menurut Jumadi, S.Sos., M.Si., pengamat politik dari Universitas Tanjungpura, jika kepala daerah bekerja secara maksimal dampaknya akan sangat signifikan terhadap perolehan suara calon yang mereka dukung.

Dukungan itu, kata dia, bisa dalam bentuk finansial sampai dengan mempengaruhi dan memobilisasi massa untuk pemenangan pasangan tertentu. "Dan ini akan dilakukan oleh beberapa bupati dan wakilnya serta walikota di beberapa daerah di Kalbar. Tidak hanya itu, para kepala daerah itu juga akan mengerahkan para birokratnya untuk melakukan hal yang sama, ini bukan rahasia umum lagi," kata Jumadi dihubungi Rakyat Kalbar, Minggu (15/7).

Kalau dipetakan, ia melanjutkan, dukungan para bupati/wakil bupati tersebut bisa dilihat dari struktural kepemimpinan partai politik yang mendukung, kedekatan kepentingan secara sosiologis, dan ada hubungan kepentingan politik yang sama, serta dukungan politik balas budi. Jadi sangat mudah untuk memetakan ke mana arah dukungan para bupati/wakil bupati atau walikota tersebut.

Misalkan Partai Golkar dan PAN yang mengusung pasangan Morkes-Burhan. Partai berlambang pohon beringin itu berhasil memenangkan pemilukada di Kabupaten Mempawah, Melawi, dan Kapuas Hulu (wakil bupati). Sedangkan PAN di Sambas, Kubu Raya, Sanggau, dan Ketapang (wakil bupati). Bahkan, dari 14 kabupaten/kota, ada tujuh ketua DPRD yang berasal dari Partai Golkar.

Kemudian, dari PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, berhasil menang di Pemilukada Ketapang dan Landak, sedangkan Partai Demokrat di Kabupaten Bengkayang, di mana ketua DPD partai berlambang mercy itu kini menjabat sebagai bupati.

Khusus birokrasi, seharusnya memandang politisi dan partai politik secara objektif. Karena bagaimanapun, sepatutnya PNS berkomitmen penuh untuk mengabdi kepada masyarakat tanpa diganggu oleh mekanisme politik.

Birokrasi yang netral akan menjadikan pemerintahan lebih stabil dan mampu meningkatkan daya saing suatu wilayah. Dikhawatirkan, birokrasi menjadi peluang untuk kepentingan politik, khususnya incumbent.

Menurut dosen di Magister Fisipol Untan, gelombang demokratisasi di tingkat lokal semakin menguat dengan dilaksanakannya pemilukada. Tetapi diakui atau tidak, proses itu bukannya tanpa masalah.

Politisasi birokrasi dalam pesta demokrasi rakyat itu kerap jadi problem di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalbar. "Maka yang diperlukan adalah penguatan sistem birokrasi yang kuat, tahan terhadap pengaruh dan intervensi politik yang negatif," kata Jumadi.

Dia juga menyoroti Milton Crosby yang dikabarkan bergabung ke pasangan Morkes-Burhan. "Ya, kalau kita lihat kecenderungannya secara politis Milton lebih mendukung pasangan Morkes-Burhan. Pertanyaannya, apakah secara sosiologis Pak Milton mampu memobilisasi mayoritas suara di pedalaman wilayah Sintang untuk mendukung pasangan ini," tutup Jumadi. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120716/mesin-politik-bupati-walikota-bergerak
bakaneko - 26/07/2012 06:27 PM
#43

Quote:
Senin, 16 Juli 2012
Milton Merapat ke MB?
Burhanuddin pun Tadahkan Nyiru

Pemilukada Kalimantan Barat 2012

PONTIANAK – Apa kabar Milton Crosby setelah hengkang dari Partai Demokrat? Lebih banyak "bertapa" atau menutup diri dari sorotan publik, tahu-tahu Koordinator Pembentukan Provinsi Kapuas Raya menjadi fokus isu baru.

Isu serunya, Milton dikabarkan merapat ke gerbong pasangan kandidat Morkes Effendi-Burhanuddin A. Rasyid. Sayangnya, Milton yang dulunya menggebu kini malah bersembunyi dari kejaran wartawan. Bahkan kabarnya lebih banyak ke Jakarta. Jadi, masih tanda tanya apakah benar Milton Crosby yang juga Bupati Sintang itu bergabung ke Golkar.

"Memang kami sudah beberapa kali ketemu dengan Pak Milton. Pertemuan itu terjalin karena ada kesamaan visi dan misi antara Pak Milton dengan pasangan BM," kata Adang Gunawan SE, Ketua Tim Pemenangan Morkes-Burhan (MB) dikonfirmasi Rakyat Kalbar, Minggu (15/7).

Begitu menurut versi Golkar. Tetapi mantan Dewan Pengawas DPD Partai Demokrat Kalbar Milton Crosby tidak bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. Begitu juga dengan Morkes Effendi. Dihubungi Rakyat Kalbar, kandidat gubernur ini juga belum sempat bersuara.

Kabar yang pasti adalah Bupati Sintang ini memiliki power politik dan basis massa yang solid. Walaupun ketika bertarung dengan dokter Djarot Winarno sempat kewalahan juga sehingga Cornelis turun ke Sintang.

Milton yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang terus memperjuangkan pembentukan PKR memang banyak dipuji-puji berbagai pihak, dan tentu saja dirayu lantaran popularitasnya setelah eksodus dari Demokrat.

"Kami melihat Pak Milton selama ini sangat konsisten dan memiliki komitmen yang kuat untuk segera merealisasikan PKR. Itu juga salah satu keinginan kami, sehingga ada harapan dan keinginan untuk bersama-sama merealisasikan keinginan masyarakat di wilayah timur Kalbar itu," jelas Adang, politisi Partai Golkar.

Lalu apakah sudah ada kesepakatan atau pernyataan langsung dari Milton untuk bergabung ke pasangan MB? Ternyata Adang enggan menanggapinya lebih jauh kecuali bernada politis. "Kita tunggu saja, ada ke arah sana," kata Adang.

Lantas, adakah benar kalau disebut-sebut oleh kalangan Golkar bahwa Milton juga bakal bergabung ke Partai Golkar? Lagi-lagi masih kabar angin dan Adang enggan menanggapi.

"Bagi siapa saja yang mau bergabung ke Partai Golkar, kami membuka pintu. Termasuk Pak Milton. Karena Golkar adalah partai terbuka, suara Golkar adalah suara rakyat," kelit Adang.

Sayangnya, Milton Crosby belum bisa dikonfirmasi terkait kabar tersebut. Bupati Sintang itu diperkirakan tidak ingin terlibat dalam andai-berandai. Beberapa kali dihubungi pun tak menjawab karena sedang berada di Jakarta.

Sementara itu, koordinator dan para pegiat Ali Anyang Center (AAC) yang sudah menyatakan vakum hingga pelaksanaan pilgub usai ternyata juga menjadi perhatian Tim Pemenangan Morkes-Burhan. "Jadi meskipun secara organisasi AAC membekukan aktivitas politiknya, kami membuka diri kepada sukarelawan AAC untuk bersama-sama memenangkan Morkes-Burhan," ajak Andry Hudaya Wijaya, S.H., M.H. yang juga Tim Pemenangan MB.

Tadahkan Nyiru

Sementara itu, kendati belum ada kabar pasti, Burhanuddin A. Rasyid sudah menyatakan kegembiraannya mendengar isu Milton Crosby akan merapat ke kubunya di pilgub 2012 ini. Milton sebelumnya begitu mendambakan Burhanuddin mendampinginya ke Pilgub Kalbar dengan perahu Partai Demokrat. Sayangnya, harapan itu dipatahkan di tengah jalan.

"Walaupun tidak jadi berpasangan dengan Pak Milton, tetapi hubungan baik tetap kami jaga. Itulah Pak Milton, seorang pemimpin sejati dan paham kondisi politik. Hingga sekarang komunikasi kami sangat baik, makanya saya sangat menghormati Pak Milton," kata Burhanuddin dihubungi Rakyat Kalbar di Sambas, kemarin.

Walau belum pasti, tokoh masyarakat Sambas ini sudah cukup gembira. "Kecil telapak tangan, nyiru kami tadahkan. Artinya kami menyambut dengan tangan terbuka," kata Bang De, begitu dia akrab disapa.

Balon Wakil Gubernur Kalbar pasangan H. Morkes Effendi, S.Pd., M.H. ini berharap informasi bergabungnya Milton itu benar, karena ini merupakan motivasi. "Pak Milton itu pemimpin yang legowo, saya sangat hormat dengan beliau," tambah Wakil Sekjen DPP PAN Bidang Pemenangan Pemilu ini.

Hanya saja, kabar yang paling santer kini adalah Wakil Bupati Sambas Pabali Musa condong ke kubu Armyn-Fathan A. Rasyid. Tokoh Muhammadiyah itu malah hadir di acara yasinan di markas Arafah di Pontianak, malam Jumat (12/7) pekan lalu. Isyarat itu bermakna, dukungan antara Burhanuddin dan Fathan bakal berbagi. (jul/edo)

http://www.equator-news.com/utama/20120716/milton-merapat-ke-mb
bakaneko - 26/07/2012 06:32 PM
#44

Quote:
Selasa, 17 Juli 2012
Munculkan Balon Ketiga Picu Kader PPP Mundur
Keretakan Diawali di Pilbup Sambas

PONTIANAK – Sikap PPP mengusung Armyn-Fathan di Pilgub Kalbar 2012 dan diduga tidak mengirim nama pasangan Tambul Husin ke DPP PPP untuk didukung di pilgub 2012 jadi blunder sejumlah kader.

"Tokoh sentral PPP Kalbar mendesak agar yang diusung adalah Pak Armyn. Sementara kita melihat yang berpeluang menang adalah Pak Tambul. Krusialnya perbedaan ini akhirnya saya menentukan sikap untuk mundur dari keanggotaan partai," tegas H. Firmansyah A.M., mantan Wakil Ketua Dewan Pakar DPW PPP Kalbar kepada Rakyat Kalbar di Pontianak, Senin (16/7).

Sejumlah kader PPP Kalbar merasa munculnya pasangan dadakan yang mendaftar ke KPU di hari terakhir sengaja dipasang oleh tokoh sentral PPP untuk memecah suara melawan incumbent. "Karena itu, setelah puluhan tahun di PPP, seandainya ada hal-hal yang keliru saya minta maaf. Dan ke depan saja tidak lagi menjadi anggota PPP," tambah Firmansyah.

Nekatnya PPP memunculkan calon ketiga di luar incumbent dinilai mereka yang mundur dari partai berlambang Ka'bah itu sebagai memecah suara Islam. Karena pasangan muslim Morkes Effendi-Burhanuddin A. Rasyid sudah mewakili, sedangkan Tambul-Barnabas mencerminkan Islam-nasionalis dengan harmonisasi etnis.

"Kalau kita berbicara muslim, dua pasangan sudah cukup. Dan sebaiknya PPP merapat ke salah satu calon muslim. Saya tidak bilang Pak Tambul atau Pak Morkes. Tapi dipaksakan memunculkan muslim ketiga, Armyn-Fathan," ujar Firmansyah.

Karena itu Firmansyah menilai PPP bukan lagi partai yang cocok bagi aspirasi dirinya yang mengusung amanah umat. "Kita menilai PPP mencalonkan pasangan muslim ketiga sebagai pemecah umat. Itulah hebatnya tokoh sentral PPP itu. Apa pun keputusan rapat kalau dia datang, bisa batal keputusan yang sudah disepakati," jelas Firmansyah enggan menyebut siapa tokoh sentral tersebut.

Pasca-mundur, Firmansyah mengaku ada pengurus PPP di daerah yang sudah menghubunginya, yakni DPC Singkawang, DPC Sambas, dan DPC Kayong Utara. Mereka merasa empatik kepada kader yang punya prinsip.

"Mereka menanyakan saya mundur, dan saya bilang iya. Cuma saya tidak mengatakan untuk ikut, cuma silakan kalian berpikir. Kalian sudah memahami kepribadian saya, kepemimpinan saya, bagaimana cara saya membina, mereka semua sudah tahu," kata Firmansyah.

Perbedaan pendapat dengan tokoh sentral itu sebenarnya sudah meruncing, bagai retak mencari belah ketika Pemilihan Bupati (Pilbup) Sambas 2011 lalu. Karena di PPP ada istilah komando.

Firmansyah menuturkan, tokoh sentral memerintahkan kepadanya agar dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.P.H. berpasangan dengan Tony Kurniadi (PAN). Sedangkan Juliarti maunya berpasangan dengan Pabali Musa. Sementara, Juklak DPP PPP hanya mencalonkan bupati. Sedangkan calon wakil diserahkan kepada calon bupati yang sudah ditetapkan partai.

"Saya diam-diam, dan pada saat itu jabatan saya Sekretaris DPW PPP Kalbar, terbang ke Jakarta untuk menerbitkan rekomendasi DPP kepada pasangan Juliarti-Pabali Musa. Di situlah perbedaan saya dengan tokoh sentral itu mulai memuncak," jelas dia.

Ketika Muswil PPP Kalbar, Firmansyah mengaku dirinya mulai dibuang oleh tokoh sentral. "Sebenarnya, Ahmadi Usman, Retno Pramudya, dan Ali Akbar. Kalau tokoh sentral bilang A, mereka semua bilang A. Tapi kalau kemudian bilang B, yang lain tidak ada yang berani, tidak bisa bicara," ungkapnya.

Firmansyah yang dikenal oleh seluruh kader PPP Kalbar, harus diakui merupakan politisi yang banyak mewarnai jalannya roda organisasi partai. Bahkan dia kerap disebut-sebut sebagai tangan kanan tokoh sentral.

"Pada 1997 saya ditarik ke provinsi sebagai salah satu wakil ketua. Tiga periode menjadi wakil ketua. Banyak makan asam garam, pada saat itu siapa yang mau ke PPP, Golkar masih berkuasa," kata Firmansyah.

Bukan hanya itu, kemenangan Usman Djafar dengan memperoleh 37 suara pada pemilihan gubernur melalui DPRD juga tidak terlepas dari perannya. Saat itu ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kalbar. Mereka didukung anggota dewan dari Fraksi PDI-P, Fraksi Golkar, dan lainnya.

Mantan Wakil Sekretaris DPW PPP periode 2006-2011 Agus Arizona menambahkan, dalam proses pencalonan, ada tahapan yang namanya pembukaan pendaftaran. Itu untuk melihat potensi bakal calon, mendapat dukungan dari masyarakat atau tidak.

"Biasanya dalam Juklak PPP, bakal calon gubernur menyampaikan visi dan misi dalam rapimwil sebelum partai menentukan sikap dalam pleno. Sayangnya sistem penjaringan bakal calon itu tidak berjalan, aspirasi dari kawan-kawan DPC juga tidak tertampung," ungkapnya.

Padahal cukup banyak yang menginginkan PPP mengusung pasangan Abang Tambul Husin-Barnabas Simin. Perpaduan pasangan ini juga menunjukkan potensi untuk menang. Bahkan Partai Golkar walaupun dikendarai Morkes, tapi Tambul juga pernah berkompetensi di musda, hanya selisih satu suara. Artinya suara Golkar juga berpotensi masuk ke pasangan ini.

"Dan supaya muncul calon dari muslim sedikit, makanya Pak Tambul duluan mendaftar. Untuk apa kita bergabung di partai politik kalau tidak bisa membaca peluang si A dan si B. Karena yakin dengan pengalaman matang yang dimiliki Pak Tambul. Beliau memiliki jiwa kepemimpinan yang nasionalis, maka kita ikut bergabung mendukung pasangan ini," pungkas Agus. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120717/munculkan-balon-ketiga-picu-kader-ppp-mundur
bakaneko - 26/07/2012 06:37 PM
#45

Quote:
Rabu, 18 Juli 2012
Milton pun Bernaung ke Beringin
Pabali Musa Tepis Dukung Arafah

Pemilukada Kalimantan Barat 2012

PONTIANAK – Kabar kabur Milton Crosby mendukung pasangan Morkes-Burhanuddin sudah jelas. Kabar hengkangnya Bupati Sintang ini dari partai pemerintah lalu menceburkan diri ke Partai Golkar kini menjadi berita.

"Betul, saya sudah bertemu dengan Pak Milton. Ada dua hal yang dibicarakan, pertama saling mendukung dan beliau menyatakan siap bergabung bersama kami di Pilgub Kalbar," kata Ketua DPD Partai Golkar Kalbar Morkes Effendi dikonfirmasi Rakyat Kalbar via selular, Selasa (17/7).

Kekecewaan Milton yang bagai jatuh tertimpa tangga politik ditengara sebagai alasan kuat mengapa dia pilih bernaung ke beringin. Setelah tidak diakomodasi Demokrat ke Pilgub Kalbar, Gubernur Cornelis malah mendepaknya sebagai Koordinator Pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR), walaupun Milton sendiri tidak mengakui dirinya diganti oleh Mikael Abeng.

"Ya, kemungkinan besar Pak Milton juga akan bergabung ke Partai Golkar. Itu sedang diproses. Jadi 99 persen dipastikan bergabung untuk bersama-sama membesarkan partai," ungkap Morkes yang tengah berada di Sintang diundang acara HUT Sultan Sintang bersama Burhanuddin.

Menurut Morkes, mereka punya komitmen bersama merealisasikan PKR. Versi Morkes, bahwa Milton melihat yang paling komit untuk mewujudkan PKR adalah pasangan Morkes-Burhan (MB).

Menurut Morkes lagi, Milton yang hanya menunggu kartu anggota Partai Golkar diteken, kian mengencangkan dengung mesin politiknya di timur. "Kami berharap sedikit-banyak punya pengaruh di wilayah timur Kalbar, mulai dari Sanggau, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu, terutama di Kabupaten Sintang," ucap Morkes.

Enggan memprediksi target perolehan suara di kawasan PKR, Sekjen Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) itu yakin koalisi akan solid.

"Target belum bisa diprediksi. Begitu juga untuk DPD kabupaten/kota. Kita longgar saja, karena mesin partai dan organisasi kemasyarakatan serta organisasi kebudayaan akan bekerja efektif dan maksimal," kata Morkes.

Kendati Milton Crosby menghindari diwawancarai, kabar merapat ke kubu MB dibenarkan Ketua DPD Golkar Sintang Harjono Bejang. Bahkan dapat porsi penting sebagai koordinator relawan pemenangan.

"Benar, Pak Milton dalam kapasitas sebagai pribadi dan bukan bupati sebagai koordinator atau ketua relawan pemenangan pasangan MB untuk wilayah timur. SK diterbitkan tim koalisi provinsi partai pendukung 14 Juli lalu," ungkap Harjono Bejang kepada Rakyat Kalbar, Selasa (17/7).

Menurut Bejang, begitu pria ini disapa, ditempatkannya Milton sebagai koordinator diusulkan oleh DPD Golkar Sintang. "Sampai saat ini Pak Milton belum melakukan pertemuan. Beliau masih sibuk," kata Bejang.

Milton diyakini Bejang mampu meraup suara signifikan di lima kabupaten wilayah timur Kalbar untuk pasangan Morkes-Burhan. "Inilah jadi pertimbangan kita, karena beliau adalah figur dari timur Kalbar," tandasnya.

Tepis Dukung Arafah

Yakin dengan dukungan Milton Crosby buat pasangan MB, Wakil Bupati Sambas Dr. Pabali Musa, M.Ag. yang diisukan mendukung pasangan Armyn-Fathan (Arafah) hanya tertawa menjawab Kalbar Raya via selularnya, Selasa (17/7) di Sambas.

"Kalau ada kabar saya mendukung pasangan Arafah, itu hanya isu. Karena kebetulan dulunya saya Ketua Muhammadiyah, tapi sekarang wakil bupati. Jadi harus fokus pada program pemerintahan," kelit Pabali Musa.

Seperti diberitakan, Pabali Musa menghadiri acara yasinan di markas Arafah di Pontianak, malam Jumat (12/7) bersama Armyn Ali Anyang dan Fathan A. Rasyid. Namun tegas-tegas Pabali membantahnya. Takut kualat?

"Saya menjadi Wakil Bupati Sambas karena Pak Burhanuddin, jadi bagaimana mungkin saya mendukung pasangan lain. Apalagi dalam setiap rapat penting terkait pilgub bersama Bang De, saya selalu hadir dan memberikan masukan," ungkap Pabali.

Lantas Pabali meminta agar media tidak mudah menyikapi isu yang berkembang serta dapat menyaring setiap informasi terkait pilgub. Dia mengaku saat ini lagi fokus menangani berbagai agenda di Pemkab Sambas.

Sebagai Wakil Bupati Sambas, Pabali mengimbau masyarakat kabupaten yang dipimpinnya bersama Bupati dr. Juliarti agar tidak mudah terpengaruh dengan isu yang berkembang.

"Fokuslah menyukseskan pilgub, terutama mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT), jangan sampai tidak terdaftar. Marilah kita sukseskan pilgub 2012 yang bermartabat serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat mendukung meningkatkan jumlah partisipasi pemilih," imbaunya.

Demokrasi

Sementara itu, Burhanuddin A. Rasyid menepis isu bahwa Pabali Musa mendukung pasangan adiknya, Armyn-Fathan. Menurut Burhanuddin, Pabali adalah wakil bupati, publik figur dan juga tokoh agama.

"Kalau pejabat menghadiri setiap undangan, wajib hadir. Kecuali ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan, termasuk undangan setiap kandidat. Sebagai politisi kita tidak boleh berburuk sangka," ujar Burhanuddin menjawab Rakyat Kalbar di Sambas.

Mantan Bupati Sambas dua periode ini mengakui orang yang serbasalah dan menjadi isu politik memang publik figur. Bagaimana tidak, setiap acara apa pun termasuk pilgub, pejabat daerah dilarang menghalangi kandidat lain yang berkunjung.

"Termasuk juga menghadiri undangan pasangan balon. Jadi hal seperti itu menurut hemat saya tidak perlu dipersoalkan, itulah yang namanya demokrasi," kata Bang De. (jul/edo/din)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120718/milton-pun-bernaung-ke-beringin
bakaneko - 26/07/2012 06:47 PM
#46

Quote:
Kamis, 19 Juli 2012
Armyn: Kandidat Lain Ingin Menjatuhkan Saya

Pemilukada Kalimantan Barat 2012

PONTIANAK – Mayjen TNI Armyn Ali Anyang, kandidat gubernur di Pilgub 2012, menepis isu ada main mata dengan incumbent untuk memecah suara lawan. Bahkan dia juga dituding sebagai bonekanya incumbent.

"Saya sering main mata dengan siapa saja. Cewek lewat saja saya main mata. Semua itu tidak benar. Untuk apa saya main mata. Pangkatku ini mayor jenderal, gila main mata hanya dapat uang 5 miliar. Kecil sekali, mendingan saya jadi pangdam. Lebih dari 5 miliar," ungkap Armyn Ali Anyang sambil bergurau kepada wartawan, Rabu (18/7), di Asrama Haji.

Tim sukses Armyn mengundang wartawan seusai acara Rapat Koordinasi Wilayah Organisasi Pendukung-Mendukung Arafah, di Asrama Haji. Menjawab Rakyat Kalbar, Armyn yang berpasangan dengan Fathan A. Rasyid itu langsung membantah bahwa isu itu tidak benar dan merupakan black campaign. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan hal seperti itu.

"Kandidat-kandidat lain ingin menjatuhkan saya. Caranya, ya begitu, black campaign. Ooo… Pak Armyn dapat uang dari si A, si B. O… Pak Armyn itu menerima uang di pendopo sekian miliar. Disebut boneka, padahal di rumah itu ada boneka-bonekaan. Itu hanya isu. Saya ikut pilkada ini bukan karena duit. Tetapi ingin membalas kebaikan orang Kalbar," ujar jenderal bintang dua ini.

Mantan Staf Ahli Panglima TNI itu selain menepis isu, namun di sisi lain merasa beruntung sebagai iklan gratis. "Percuma aku hanya dapat 5 miliar. Pangkatku bintang dua, lebih baik aku kembali ke habitatku di TNI. Untuk apa hanya segitu tidak ada artinya. Tolong sampaikan kepada masyarakat luas bahwa itu bohong. Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan," ujarnya.

Menjawab soal Armyn Ali Anyang Centre (AAC) yang sebelumnya memopulerkan namanya di sebuah media secara jor-joran, kemudian meninggalkannya, Armyn menanggapinya biasa-biasa saja. Menurutnya, AAC itu punya masyarakat Kalbar.

"Datar aja. Gini, pasti ada gelombangnya, kadang-kadang mungkin ada yang tidak tertampung aspirasinya. Tetapi saya pikir harus dikembalikan lagi namanya Ali Anyang itu siapa sih. AAC itu punya masyarakat Kalbar, bukan punya saya," kelitnya.

Ia menambahkan, semua itu tinggal masyarakat yang menilai. Apakah hal itu upaya mengempiskan, terserah kepada masyarakat lagi. Menurutnya AAC itu milik orang Kalbar.

"Yang jelas AAC tetap eksis. Tadi ketika disebutkan AAC masih ada yang tetap setia. Kesimpulannya tidak ada masalah. Hanya masalah puas tidak puasnya saja. Manusia ini mana ada yang puas. Dan tidak ada pengaruh dengan akan majunya saya," yakinnya.

Ditanya strategi pemenangan yang akan dilakukannya dengan melihat daerah-daerah mana yang bisa diambil suaranya, terutama di pesisir utara sampai timur, "Soal ada Pak Burhan ya tidak apa, dia kan wakilnya. Kita gubernurnya," katanya.

Sementara eksodusnya Milton Crosby ke Morkes-Burhan, Armyn tidak terlalu mempermasalahkan. "Suka-suka dialah. Mau eksodus ke mana, suka-suka dia. Menurut saya itu maunya dia mau ke mana terserahlah. Mungkin ke Armyn tidak menguntungkan. Lebih baik ke Morkes. Yang main ini grass root, bukan perorangan," katanya.

Menjawab siapa lawan beratnya di Pilkada Kalbar, Armyn menganggap semuanya biasa saja. "Tidak ada yang berat, semuanya sama. Target perolehan suara yang penting menang. Bisa mendapatkan suara 45 persen. Kalau satu putaran jadi, dua juga siap," tutupnya. (kie)

http://www.equator-news.com/utama/20120719/armyn-kandidat-lain-ingin-menjatuhkan-saya


Quote:
Kamis, 19 Juli 2012
Incumbent Menang Satu Langkah
Jimmy: PKR itu Dipolitisasi

PONTIANAK – Bergabungnya Milton Crosby ke Tim Morkes-Burhan dianggap kubu Cornelis-Christiandy permainan politik biasa-biasa saja. Tim pemenangan incumbent itu optimis meraih kemenangan kedua kalinya.

"Saya mau katakan, kalau pilgub 2007 Cornelis itu levelnya bupati dan saya yakin tidak banyak orang tahu Cornelis saat itu. Kalau sekarang dia kan gubernur, sudah satu langkah menang," kata M. Jimmy, S.H., Ketua Tim Pemenangan Cornelis-Christiandy Sanjaya.

Kenapa satu langkah menang, menurutnya Cornelis populer. Artinya tidak perlu lagi ada sosialisasi seperti kawan-kawan pasangan lain. Kalau pada pilgub 2007 basisnya delapan, sekarang pada posisi incumbent basisnya sudah 14.

"Itu suka tidak suka akan terjadi, karena rakyat sudah pintar dan cerdas untuk menentukan pilihan. Untuk itu kami dari tim kampanye dari kacamata politik kita harus wanti-wanti. Tapi kita bukan juga overconfident ya. Suara Cornelis-Christiandy tetap meningkat dari 2007. Itu sudah pasti," yakin Jimmy.

Keyakinannya lantaran selama empat tahun menjadi gubernur, masyarakat menilai keberhasilan yang sudah dia capai, apa-apa yang sudah dilakukan. Tentu ini merupakan barometer, takaran rakyat untuk menilai sosok Cornelis.

Rakyat yang menilai, ujar legislator PDI-P Kalbar ini, beragam dan berbagai kalangan. Pertama rakyat biasa, ada akademisi, ada orang-orang pintar. "Mereka ini akan menjadi corong, mereka akan sampaikan sesuatu yang baik adalah baik. Dan itu bagian dari yang membantu Cornelis untuk kampanye, padahal tidak disengaja. Hanya cerita-cerita di warung kopi, di kantin, dan di tempat lainnya, bahwa Cornelis begini-begini," urainya.

Jadi, bergabungnya Milton ke pasangan MB, sementara dulu Milton menang di Pilbup Sintang diusung PDIP, dinilai wajar saja dalam politik. Menurut Jimmy, pertanyaan itu kapasitas DPD Partai menjawabnya. Karena merasa pengurus DPD Partai, Jimmy menjawabnya.

"Saudara Milton mau ke mana itu hak dia sebagai warga negara. Jadi Pak Milton ini tidak boleh juga kita kungkung. Tapi kalau cerita kata terima kasih, ya dikembalikan kepada orangnya. Seperti apa dia. Makanya saya selalu menekankan politik yang berparadigma pragmatis itulah yang akan menghancurkan bangsa ini," kata Jimmy.

Mohon maaf, Jimmy melanjutkan, mungkin Pak Milton sekarang setelah keluar dari Demokrat mau memilih merapat ke Pak Morkes, ke Pak Tambul, atau kepada siapa, dan itu hak pribadi beliau. Jangan dikaitkan antara Pak Milton merapat kepada orang ini dengan nuansa PDI-P memberikan perahu ketika itu, ceritanya lain.

"Ya sudah. Kita sudah tidak kenang lagi kok. Hak dia mau merapat kepada siapa. Kami PDIP bukan baru sekali punya pengalaman seperti itu. Lain kali tidak sembarangan untuk meminta rekomendasi. Sudah banyak pengalaman untuk solidaritas partai itu sendiri," ujarnya.

Politisasi

Bagaimana dengan persoalan PKR? Jimmy menjelaskan, banyak komponen yang harus dibenahi dan Cornelis tidak pernah menghambat. "Beliau justru mendorong, tapi kalau mendorong sesuatu yang belum lengkap, sesuatu yang masih kurang, Cornelis akan malu sebagai wakil pemerintah pusat di daerah," kata Jimmy.

Maksud Cornelis, PKR harus terlaksana. Hanya saja persyaratan diperhatikan. Sementara yang terjadi selama ini hanya koar-koar di media. Hanya dimuati nuansa politik, seolah-olah Cornelis tidak mendukung, tidak setuju. Padahal itu isu yang tidak benar.

Terbukti, kata Jimmy, Cornelis mengatakan kepada Fraksi PDI-P bahwa PKR itu tolong segera dilengkapi persyaratannya. "Dan kita sudah sampaikan dalam pemandangan umum. Segera dibuat kajian secara komprehensif. Bukan hanya mengkaji tata ruang wilayahnya, tapi kebutuhan pegawai, dan lainnya, layaknya sebuah provinsi. Kalau persyaratan belum dilengkapi, bagaimana kita mau mengusulkannya," terang dia.

Jimmy melanjutkan, Cornelis adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Artinya, juga harus tunduk dan patuh pada pimpinan tertinggi, yakni presiden. Soal daerah otonomi baru, pemerintah pusat sudah mengeluarkan moratorium dan belum dicabut. Sebagai wakil pemerintah pusat, kan tidak mungkin Cornelis melawan.

Untuk itu, katanya lagi, semua persyaratan harus segera dilengkapi, begitu keran pemekaran dibuka, moratorium dicabut oleh Presiden SBY, barang ini sudah siap.

"Tapi sekarang ini persoalan PKR itu dipolitisasi oleh lawan-lawan politik, seolah-olah basis Cornelis ini orang hulu. Jadi harapannya suara Cornelis kurang dan kalah di pilgub. Sebenarnya cara-cara seperti ini kolokan," ujarnya.

Dia mengaku sangat tidak khawatir soal suara di timur Kalbar, karena masyarakat di sana juga mengerti. Cuma ada segelintir orang yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadinya. "Ya sah-sah saja pikiran orang. Kita tidak boleh hambat itu. Karena mereka juga bagian dari warga negara," ucap Jimmy.

Meski demikian, tim pemenangan akan bekerja maksimal. Ia menegaskan, bukan karena incumbent lalu lenggang kangkung. "Pengaruh PKR pasti ada, hanya segelintir orang saja. Yang mau saya katakan adalah mari kita fight, mari kita main sesuai aturan. Jadi, berpolitik santunlah, jangan pakai gaya tahun 70-an. Kita sudah modern. Dan kami sudah siap," tuntas Jimmy. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120719/incumbent-menang-satu-langkah
bakaneko - 26/07/2012 07:02 PM
#47

Quote:
Jumat, 20 Juli 2012
Kunjungi Sintang, Morkes-Cornelis Bicara Kapuas Raya

SINTANG – Dua kandidat Gubernur Kalbar, Morkes Effendi dan Cornelis sama-sama melakukan kunjungan ke Sintang. Keduanya punya komentar berbeda tentang Kapuas Raya.

Morkes didampingi Burhanuddin A. Rasyid, datang lebih awal Selasa (17/7) sore, untuk menghadiri peringatan enam tahun penobatan R.M. Ikhsani Ismail Tsyafioeddin menjadi Sultan Sintang pada malam harinya. Sementara Cornelis tiba di Sintang Rabu (18/7) dalam rangka membuka acara Gawai Dayak.

Kedatangan Morkes dan Burhanuddin disambut antusias ratusan warga Kelurahan Kapuas Kiri Hulu (KKU) dan Kelurahan Kapuas Kiri Hilir (KKI) yang tinggal di kawasan Keraton Al-Mukarromah Sintang serta beberapa warga sekitar lainnya. Begitu pula Cornelis, kedatangannya disambut ratusan masyarakat Dayak dari berbagai daerah.

Morkes dan Burhanuddin dielukan masyarakat untuk dapat memimpin Kalbar lima tahun ke depan dengan harapan dapat segera merealisasikan Kapuas Raya. Sedangkan Cornelis diharapkan kembali memimpin Kalbar untuk periode kedua.

Berbicara soal Kapuas Raya, Morkes sependapat bahwa harus segera direalisasikan, dan ia punya komitmen untuk itu. Namun komitmen Morkes masih janji.

"Memang harus Kapuas Raya. Saya dengan Pak Burhanuddin memiliki komitmen untuk pemekaran itu. Inilah solusi untuk mempercepat pembangunan wilayah timur Kalbar," ucapnya saat di Keraton Al-Mukarromah.

Menurut Morkes, pembangunan di wilayah timur Kalbar masih sangat lambat. Luasnya wilayah dengan rentang kendali pemerintahan yang panjang sangat menyulitkan lima kabupaten untuk maju. "Selama Kapuas Raya ini tidak direalisasikan masyarakat timur Kalbar tetap akan tertinggal. Ini harus kita perjuangkan sama-sama," ajaknya.

Sementara Cornelis di hadapan masyarakat Dayak berupaya meyakinkan bahwa dirinya tidak pernah menghambat proses pembentukan Kapuas Raya. "Saya tidak pernah menghambat Kapuas Raya, cuma memang belum ada petunjuk dari pemerintah pusat. Belum ada pendanaan yang jelas dari setiap kabupaten dan belum ada pembicaraan yang transparan," ucapnya.

Cornelis bahkan berencana memanggil para bupati dan ketua DPRD di lima kabupaten yang tergabung dalam pemekaran untuk membicarakan bagaimana agar pemekaran cepat terealisasi.

"Maunya saya, ada pembicaraan yang jelas dan transparan tentang bagaimana pendanaannya. Setiap kabupaten meski menganggarkan. Makanya saya ingin para bupati dijadikan sebagai ketua dewan pembina," pungkasnya. (din)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120720/kunjungi-sintang-morkes-cornelis-bicara-kapuas-raya


Quote:
Jumat, 20 Juli 2012
Tudingan Itu Tak Jelas
Tambul: Muslim Itu Berpolitik Santun

PONTIANAK – Hampir semua kandidat yang akan bertarung di Pilgub Kalbar melengos dengan tudingan Armyn Ali Anyang bahwa lawan-lawannya mau menjatuhkan dirinya.

"Namanya juga isu, tudingan tak jelas dan misterius begitu jangan ditanggapi serius. Kalau paham berpolitik tentu tak menuduh tanpa alasan," kata Adang Gunawan, S.E., Ketua Tim Pemenangan Morkes-Burhan (MB) dihubungi Rakyat Kalbar via selular, Kamis (19/7).

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar ini menegaskan, tim pemenangannya tidak pernah diperintahkan untuk membuat black campaign. Kampanye kotor itu justru menyesatkan masyarakat, membuat masyarakat bingung, dan bahkan memunculkan perpecahan di masyarakat Kalbar yang pluralis.

Tim Pemenangan MB lainnya, Andry Hudaya Wijaya, S.H., M.H., menanggapi dingin soal politik kotor seperti itu. "Black campaign bukan bagian dari strategi kami. Masyarakat kita pasti cerdas dan rasional untuk memilah-milah berbagai informasi dan tudingan tak jelas begitu," tegasnya.

Katanya, figur MB sudah sekian lama dipojokkan dengan berbagai isu yang menyudutkan. Tapi karena memang tidak benar, pihaknya tidak bereaksi berlebihan dan berkoar di media.

"Jadi tidak ada masalah, kami juga tidak mau menjawab tudingan tak jelas itu. Karena memang tidak ada gunanya dan tudingan itu bukan proses demokrasi," kata legislator Kalbar ini.

Andry mencontohkan isu yang menerpa Morkes yang menyebutkan gelar Kyai Mangku Negeri itu dibayar dan Morkes adalah orang Batak.

Gelar itu, katanya, diberikan oleh Kerajaan Matan Tanjungpura Ketapang sebagai penghargaan atas perhatian dan dukungan yang beliau berikan sebagai Bupati Ketapang maupun dalam kapasitas pribadi terhadap upaya pelestarian kebudayaan dan tradisi di lingkungan Keraton Matan Tanjungpura.

Soal Morkes orang Batak, seiring berjalannya waktu masyarakat Kalbar akhirnya mengetahui bahwa isu tersebut tidaklah benar.

"Masyarakat pada akhirnya tahu bahwa Pak Morkes dilahirkan di Ketapang dari pasangan Adnan Ahmad yang berasal dari Kampung Dalam Pontianak, dengan ibunda bernama Jaleha yang berasal dari Sukadana. Di kedua tempat tersebut, banyak keluarga beliau sampai saat ini," kata Andry.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mayjen TNI Armyn Ali Anyang, kandidat gubernur di pilgub 2012, menepis isu ada main mata dengan incumbent untuk memecah suara lawan. Bahkan dia juga dituding sebagai bonekanya incumbent.

"Kandidat-kandidat lain ingin menjatuhkan saya. Caranya, ya begitu, black campaign. Ooo… Pak Armyn dapat uang dari si A, si B. O… Pak Armyn itu menerima uang di pendopo sekian miliar. Itu hanya isu. Saya ikut pilkada ini bukan karena duit. Tetapi ingin membalas kebaikan orang Kalbar," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi ke Tambul Husin bahwa kandidat lain akan menjatuhkan Armyn, dia hanya menjawab dengan tertawa. "Bukan kapasitas saya menjawab, tanya pendukung sajalah. Mari kita mengajarkan rakyat untuk berpolitik santun, apalagi kita ini muslim," ujarnya singkat. (jul/kie)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120720/tudingan-itu-tak-jelas
bakaneko - 26/07/2012 07:20 PM
#48

Quote:
Sabtu, 21 Juli 2012
Bendera PKB ke Incumbent, Mesin Politik Dukung Tambul
Sumardi: Itu Pribadi Ketua DPW

Pemilukada Kalimantan Barat 2012

PONTIANAK – Benarkah partai-partai pengusung dalam koalisi pendukung kandidat gubernur di Pilkada Kalbar sudah mulai rapuh dari dalam? Keputusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung pasangan incumbent Cornelis-Christiandy diduga bukan keputusan partai.

Wakil Ketua DPW PKB Kalbar Sumardi M Noor menuding bergabungnya PKB ke koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), dan Partai Damai Sejahtera (PDS) adalah keputusan pribadi Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, S.E..

"Sikap DPW PKB mengusung incumbent itu tanpa melalui mekanisme partai. Itu keputusan pribadi Pak Mulyadi, bukan keputusan partai," tegas Sumardi M. Noor kepada Rakyat Kalbar, Jumat (20/7).

Ia mengaku pengurus wilayah sudah membahas persoalan tersebut dan mengambil sikap untuk mendukung pasangan Abang Tambul Husin-Barnabas Simin.

Para pengurus yang membahas masalah itu di antaranya Wakil Ketua DPW PKB Kalbar Syarif Pendi Yan Alkadrie yang juga merupakan Pangeran Muda Kesultanan Keraton Kadariah Pontianak dan Wahab Bulyan, S.H., M.H. yang juga Wakil Ketua DPW PKB Kalbar.

Alhasil, kendati tersurat bahwa PKB mendukung pasangan Cornelis-Christiandy saat mendaftar ke KPU Kalbar, tidak tersirat di akar rumput partai non-parlemen itu. Mayoritas pengurus dan simpatisannya malah berpaling ke pasangan Tambul-Barnabas.

Sumardi menegaskan, saat ini mesin politik PKB semakin merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan Berkibar di Pilgub Kalbar 2012 ini. "Mesin politik sampai tingkat paling bawah tengah kita satukan untuk membangun kekuatan besar mendukung Pak Tambul," ungkap Wakil Sekretaris Tanfidziyah PWNU Kalbar ini, tadi malam.

Dia bahkan yakin keputusan mendukung Tambul-Barnabas itu diapresiasi pengurus lainnya dan mendapat perhatian simpatisan PKB. Sumardi juga menjelaskan dukungan kepada mantan Bupati Kapuas Hulu dua periode itu berbeda dengan Cornelis.

"Dukungan kepada pasangan Tambul-Barnabas sudah dibicarakan di internal pengurus partai. Sedangkan sebelumnya pengurus tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengusung pasangan incumbent," ungkapnya.

Wakil Ketua DPW PKB Kalbar Syarif Pendi Yan Alkadrie membenarkan adanya dualisme dukungan. Namun menurutnya, dukungan ke incumbent hanya keputusan satu orang alias pribadi ketua.

Menurutnya, tradisi di tubuh PKB untuk mengambil sikap dilakukan dengan musyawarah dan mufakat. Artinya, sebelum penetapan keputusan calon yang akan diusung, pucuk pimpinan di DPW PKB Kalbar wajib duduk satu meja untuk membicarakannya.

"Para kiai sudah berpesan, segala sesuatu yang berhubungan dengan kelangsungan partai harus dibicarakan, dimusyawarahkan, dan dimufakatkan. Karena partai ini milik orang banyak," tegas Pendy, Pangeran Istana Muda dari Keraton Kadriyah Kesultanan Pontianak.

Bahkan Pendi mengaku keputusan partai mengusung pasangan incumbent itu baru diketahuinya dari media massa. Padahal sebuah keputusan yang dibuat itu ada konsekuensi yang akan diterima seluruh pengurus.

"Kita sudah sepakat bicara 2014, tapi lucu kalau sebagai wakil ketua saya tidak tahu keputusan partai. Bagaimana saya mau menjelaskan dengan konstituen," katanya.

Wakil Ketua DPW PKB Wahab Bulyan juga angkat bicara. Ia menuturkan, munculnya nama PKB pada saat deklarasi pasangan incumbent sangat mengejutkan jajaran pengurus. Terlebih para pengurus sedang berkonsentrasi mempersiapkan pemilu 2014.

"Siang dan malam pengurus melakukan konsolidasi untuk membesarkan nama PKB. Tapi kenapa untuk urusan yang sangat krusial seperti itu, jujur saya sendiri merasa kecolongan. Tiba-tiba DPP mengeluarkan ketetapan, buyar barisan yang sudah disusun," katanya.

Kekesalan pengurus cukup beralasan, mengingat frekuensi pertemuan dengan jajaran DPW PKB Kalbar cukup intensif. Hanya saja komunikasi nonformal tidak setiap hari, tapi sering. Kita hanya membicarakan bagaimana penguatan untuk 2014. Nyaris tidak pernah menyentuh persoalan pilgub. Ketua DPW PKB juga minta agar konsentrasi pada pemilu saja.

Karena PKB milik banyak orang, jelas keputusan yang dikeluarkan DPP PKB dapat memengaruhi dukungan PKB pada 2014 di Kalbar nanti. "Bisa jadi pemilu 2009 terulang. PKB tidak mendapatkan kursi di DPRD provinsi atau DPR RI," tegas Wahab.

Kondisi seperti ini, kata dia, tentu para pengurus PKB tidak ada lagi yang bersemangat untuk bekerja. Namun sekarang ini pengurus dan konstituen sudah dibangunkan lagi, sudah bersemangat kembali, tapi untuk mendukung Pak Tambul.

Dia menyadari penetapan dukungan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar sepenuhnya menjadi otoritas DPP PKB. Namun Wahab menyesalkan penetapan itu tidak dilakukan sesuai mekanisme partai.

"PKB memang partai yang saat ini tidak memiliki keterwakilan di DPRD provinsi. Tapi PKB memiliki kekuatan yang sejak beberapa tahun terakhir sudah terbangun. Jajaran unsur ketua solid. Hanya yang saya sesalkan, kenapa mekanisme partai tidak diikuti, yang akhirnya melukai perasaan kawan-kawan di DPW," sesal Wahab.

Kendati secara kepartaian sudah mengusung duet pasangan dengan slogan Bersatu Berjuang Menang (BBM) itu, namun dia memastikan jajaran pengurus di DPW PKB Kalbar tidak bergerak. "Kita tidak pernah dilibatkan, wajar kalau akhirnya teman-teman memilih mendukung Pak Tambul," tuntas Wahab.

Sayangnya, Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik SE belum bisa dikonfirmasi terkait penolakan pengurus wilayah kepada pasangan Cornelis-Christiandy, yang akan mengarahkan dukungan kepada Pak Tambul.

Sebelumnya, Mulyadi Tawik tidak dapat berkomentar banyak terkait keputusan DPP tersebut. Mengingat saat itu dirinya sedang berada di Jakarta.

"Saya masih dari Jakarta, nanti sudah di Pontianak kita bicara. Karena seluruh berkas yang masuk ke DPW PKB kita serahkan pada DPP PKB, untuk selanjutnya diputuskan DPP," ungkapnya saat itu. (jul/ton)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120721/bendera-pkb-ke-incumbent-mesin-politik-dukung-tambul


Quote:
Minggu, 22 Juli 2012
PKB, Mulyadi Pilih Bungkam

PONTIANAK – Sudah dapat diduga, sikap politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalbar yang mengusung pasangan Cornelis-Christiandy tanpa musyawarah dengan DPW memicu kemelut. Sayangnya, Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, S.E. memilih bungkam.

Mulyadi yang dikonfirmasi Rakyat Kalbar berkali-kali melalui telepon genggam miliknya, sempat diangkat. "Saya sedang rapat, nanti saya hubungi kembali," katanya, Sabtu (21) langsung menutup panggilan.

Namun setelah ditunggu berjam-jam, Mulyadi tak kunjung balik menghubungi. Rakyat Kalbar kembali berupaya menghubungi nomor ponselnya, namun tidak diangkat. Begitu juga ketika di-SMS, tidak dibalas.

Seperti diberitakan, Wakil Ketua DPW PKB Kalbar Sumardi M. Noor menuding bergabungnya PKB ke koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), dan Partai Damai Sejahtera (PDS) adalah keputusan pribadi Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, S.E..

"Sikap DPW PKB mengusung incumbent itu tanpa melalui mekanisme partai. Itu keputusan pribadi Pak Mulyadi, bukan keputusan partai," tegas Sumardi M. Noor kepada Rakyat Kalbar, Jumat (20/7).

Sementara itu, dari Tim Pemenangan pasangan dengan slogan Bersatu Berjuang Menang juga belum berhasil dikonfirmasi. Nomor ponsel Ketua Tim Pemenangan Cornelis-Christiandy, M. Jimmy, S.H. juga sedang tidak aktif.

Pengamat politik dari Universitas Tanjungpura Jumadi, S.Sos., M.Si. menilai mekanisme partai seperti dimainkan Ketua DPW PKB tidak transparan. Wajar-wajar saja muncul dinamika resistensi di elite internalnya sendiri.

"Saya melihat kemungkinan mekanisme pengambilan keputusan di tingkat daerah yang barangkali tidak transparan. Tidak melibatkan struktural partai dari provinsi sampai kabupaten/kota, dan tidak melewati ketentuan aturan organisasi," katanya.

Meski demikian, Jumadi menilai walaupun PKB tidak solid mendukung incumbent, hal itu tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap kekuatan Cornelis-Christiandy.

Dampak negatif yang signifikan justru pada internal PKB sendiri, karena gejolak politik internal itu akan menjadikan partai yang baru saja berupaya me-refreshing diri itu tidak solid. Jika tidak mampu dikelola dengan baik, tidak tertutup kemungkinan akan menjadi konflik internal yang merusak citra jelang 2014.

"Ada kalangan muslim yang mendukung incumbent atas pertimbangan-pertimbangan tertentu. Massa PDI-P yang muslim kan juga cukup besar, dan loyalitas massa PDI Perjuangan cukup tinggi," jelas Jumadi.

Begitu pun dampak merapatnya Milton Crosby ke Morkes-Burhan terhadap Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar itu. Jumadi juga menilai, masalah PKR itu tidak terlalu signifikan karena secara sosiologis dukungan masyarakat Dayak masih cukup kuat buat Cornelis.

Jadi buat Milton untuk memobilisasi massa Dayak mendukung Morkes-Burhan tidak terlalu besar dampaknya bagi perolehan suara Cornelis. Lain halnya kalau Milton sendiri yang maju, ini akan berdampak besar terhadap kekuatan Cornelis. Begitu juga isu PKR yang sudah keluar dari konteks. Banyak pihak yang selama ini tidak terlalu peduli dengan pembentukan PKR seakan ambil momentum politik.

"Masyarakat di wilayah timur tidak buta, dan sudah tahu siapa yang selama ini betul-betul berjuang, siapa yang tidak serius memberikan dukungan dan siapa yang memanfaatkannya hanya untuk kepentingan politik," tambahnya. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120722/pkb-mulyadi-pilih-bungkam
bakaneko - 26/07/2012 07:28 PM
#49

Quote:
Senin, 23 Juli 2012
Terganggu, Kembalikan ke PKB
Jimmi: Tentu Ada Sanksi DPP

PONTIANAK – Mencuatnya kenyataan bahwa DPW PKB secara otoriter menetapkan dukungan ke Cornelis-Christiandy tanpa musyawarah internal, merisaukan tim sukses incumbent.

"Terganggu sedikitlah, meski hanya satu-dua orang saja yang tidak puas dengan keputusan DPP PKB. Bagaimanapun itu bagian dari mengganggu," ungkap M. Jimmi, S.H., Ketua Tim Pemenangan Cornelis-Christiandy dikonfirmasi Rakyat Kalbar via selular, Minggu (22/7).

Namun karena itu internal PKB, Tim Pemenangan Bersatu Berjuang Menang (BBM) itu tidak mau mencampurinya. Pasangan incumbent ini diusung lima partai politik yakni PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PDS, Partai PIB, dan PKB yang lagi galau.

Menurut Jimmi, DPP PKB tidak masalah ketika menentukan sikap untuk mendukung pasangan incumbent. Artinya ketika ada kader partai yang tidak tunduk dengan keputusan partai, sanksinya pasti ada.

"Secara institusi partai, bergabungnya PKB sudah tidak ada masalah. Jadi kami harus menerima ketika PKB bergabung dalam koalisi. Tapi kami tidak mungkin mencampuri urusan internal PKB," tegas legislator PDI Perjuangan ini.

Kabar kerapuhan di koalisi partai itu juga cepat ditepis Partai Damai Sejahtera (PDS). Ketua DPW PDS Kalbar Suprianto, S.Th., M.Si. menegaskan pengurus hingga tingkatan paling bawah solid dan patuh mendukung pasangan incumbent. "Kita tetap solid. Dan sejauh ini tim koalisi baik-baik saja. Tidak ada masalah," katanya.

Keluarga besar PDS Kalbar, menurutnya satu hati dan satu pikiran memenangkan pasangan Cornelis-Christiandy. Sebab dipilihnya pasangan ini merupakan hasil survei internal, melalui audiensi dengan pimpinan desa, kecamatan, dan DPC hingga DPW.

"Pasangan ini usulan kelompok lintas agama dan berdasarkan prestasi yang dilakukan Cornelis selama empat tahun kepemimpinan. Semua calon baik, tapi kami pilih yang terbaik," kata Suprianto.

Belum diketahui pasti sikap partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu pasca-main sendiri dan penolakan kader PKB Kalbar yang membawa gerbongnya mendukung pasangan Abang Tambul Husin-Barnabas Simin.

Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, S.E. untuk kesekian kalinya belum berhasil dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi, yang bersangkutan tidak menjawab panggilan.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPW PKB Kalbar Sumardi M. Noor menuding bergabungnya PKB ke koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Perjuangan Indonesia Bersatu (PIB), dan Partai Damai Sejahtera (PDS) adalah keputusan pribadi Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, S.E..

"Sikap DPW PKB mengusung incumbent itu tanpa melalui mekanisme partai. Itu keputusan pribadi Pak Mulyadi, bukan keputusan partai," tegas Sumardi M Noor kepada Rakyat Kalbar, Jumat (20/7).

Para pengurus yang membahas masalah itu di antaranya Wakil Ketua DPW PKB Kalbar Syarif Pendi Yan Alkadrie yang juga merupakan Pangeran Muda Kesultanan Keraton Kadariah Pontianak dan Wahab Bulyan, S.H. M.H. yang juga Wakil Ketua DPW PKB Kalbar.

Alhasil, kendati tersurat bahwa PKB mendukung pasangan Cornelis-Christiandy saat mendaftar ke KPU Kalbar, tidak tersirat di akar rumput partai non-parlemen itu. Mayoritas pengurus dan simpatisannya malah berpaling ke pasangan Tambul-Barnabas. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120723/terganggu-kembalikan-ke-pkb


Quote:
Senin, 23 Juli 2012
Lepaskan Kostum Biru, Milton Kini Berbaju Kuning

SINTANG – Teka-teki arah dukungan Milton Crosby pada pilgub 2012 jelas sudah setelah terdepak dari Demokrat. "Saya sudah terdaftar di Partai Golongan Karya, sehingga baju saya kuning sekarang," tegas Milton tersenyum saat jumpa pers di pendopo, Minggu (22/7).

Meskipun belum memiliki posisi strategis di kepengurusan Partai Golkar, dalam waktu yang sudah mepet Milton dipercaya jadi ketua tim pemenang pasangan Morkes-Burhanuddin di wilayah timur Kalbar.

"Sementara waktu saya masih anggota biasa. Bergabungnya saya ke Golkar tidak hanya permintaan Golkar provinsi, tapi juga dari pusat. Saya sudah direstui untuk menjadi ketua tim pemenangan khusus wilayah timur," ujarnya.

Milton resmi bergabung ke Golkar sejak awal Juli 2012 karena mengaku memiliki visi dan misi yang sama. "Mengapa saya ke Golkar? Karena kebijakan Golkar ini sepaham dengan saya dalam memperjuangkan Kapuas Raya. Visi dan misi kita sama," katanya.

Empat target Milton bernaung di bawah beringin adalah Provinsi Kapuas Raya, pembangunan infrastruktur wilayah timur, ekonomi, dan perbatasan. "Sekarang hitam dan putih sudah jelas. Kita rapatkan barisan khususnya masyarakat timur yang ingin Kapuas Raya," ujarnya tertawa.

Milton yakin menang bersama Golkar kendati masih ada beberapa kabupaten di timur yang menjadi kantong-kantong suara kandidat lainnya. "Dan pastinya kami menang," katanya.

Bicara karut-marut Kapuas Raya yang kini sudah menjadi konsumsi dan jargon-jargon politik para kandidat, Milton tidak ingin Kapuas Raya terperosok dalam lubang yang sama. Walau kini pun masih sebatas janji-janji, Milton sudah pasrah.

"Jangan seperti kemarin, dibilang koordinator mau diganti, administrasinya tidak beres. Saya pikir bukan tidak beres di kita. Kita sudah lakukan sesuai prosedur yang ada, hanya tinggal respons pemerintah provinsi saja. Tapi provinsi kurang memahami Kapuas Raya," pungkasnya. (din)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120723/lepaskan-kostum-biru-milton-kini-berbaju-kuning


Quote:
Rabu, 25 Juli 2012
Demokrat Yakin Mesin Koalisi Solid

PONTIANAK – Kendati di pusat Partai Demokrat lagi diharu-biru oleh berbagai kritik dan isu kutu loncat, namun di kemelut internal PKB Kalbar, koalisi Bersatu Berjuang Menang (BBM) itu tetap yakin mesin partai solid.

"Partai pengusung Cornelis-Christiandy adalah koalisi yang solid. Jadi sampai sekarang tidak ada masalah. Begitu juga dengan PKB," kata Bobby C.H., Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Kalbar kepada Rakyat Kalbar, Selasa (24/7).

Menurutnya, berbagai persiapan sudah disusun khusus untuk Partai Demokrat. Pertama dalam dia minggu ke depan akan digelar pelantikan pengurus DPC 13 kabupaten/kota dalam rangka konsolidasi internal partai dan memanaskan mesin politik sampai ke tingkat desa.

Selanjutnya, sambung Bobby, akan dilaksanakan musyawarah anak cabang (musancab) dalam soliditas dan mesin partai sampai ke tingkat TPS. Terus berlanjut pada pelaksanaan rakerda.

"Di situ baru dibahas secara detail pemenangan pilgub dan pilwako, sosialisasi strategi partai, sosialisasi perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Kita juga akan mengadakan pelatihan kaderisasi dan militansi dengan pelatihan outbound untuk semua pengurus DPD dan DPC se-Kalbar guna meningkatkan kinerja pengurus," ungkap dia.

Bobby menambahkan, sebagai komitmen konkret partainya mengusung pemekaran Kalbar, pihaknya akan mengundang semua panitia pemekaran, bukan saja PKR tapi seluruh panitia pemekaran kabupaten se-Kalbar.

"Jadi kita berpikir bukan cuma masyarakat Kalbar timur saja yang harus kita tolong untuk dimekarkan, tetapi seluruh pemekaran kabupaten se-Kalbar juga akan kita dorong dengan langkah konkret," ujar Bobby.

Partai Demokrat, menurutnya, lebih berpikir general. Bukan berarti tidak mendukung PKR, pihaknya sudah perintahkan semua Fraksi PD se-Kalbar untuk konsen memperjuangkan pemekaran.

"Kita fokus di tempat kita saat menang di pileg dan pilkada lalu, seperti Kota Pontianak, Bengkayang, Sekadau, Kabupaten Pontianak, dan Ketapang. Sedangkan kabupaten lain kita akan pertahankan minimal sama dengan jumlah suara saat pileg, dan saya yakin kita akan kasih kejutan suara di Sanggau, Sintang, Sambas, dan Melawi dengan mengacu kepada perbaikan internal PD Kalbar," tutup Bobby. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120725/demokrat-yakin-mesin-koalisi-solid
biakpesaguan - 26/07/2012 07:47 PM
#50

wah
makin panas aja situasi politik daerah
mudah-mudahan bingkainya tetap dalam strategi politik
sahaja dan tidak terbentur ke isu primordial
yang membabi buta
CafeFervent - 27/07/2012 01:43 AM
#51

Quote:
Original Posted By biakpesaguan
wah
makin panas aja situasi politik daerah
mudah-mudahan bingkainya tetap dalam strategi politik
sahaja dan tidak terbentur ke isu primordial
yang membabi buta


daerah mane yang panas bang
kayaknye adem adem jak pilkada nih
budak budak ngopi jak
cuma sekali ngomong tentang pilkada D
bakaneko - 27/07/2012 02:43 PM
#52

Yang panas tuh elit-elit di atas jak. Orang-orang bawah sih adem-ayem semua. D

Tambul, Morkes, Cornelis, ataupun Armyn.
Merekalah putra-putra terbaik Kalbar.
Siapapun yg menang, dialah gubernur kita, pemimpin kita.
Wajib kite terima dan kita hormati, meskipun bukan pilihan kita sekalipun. iloveindonesias

Say NO to rusuh cendols
husneyzohra - 27/07/2012 04:33 PM
#53

buset logo pak morkes macam MU ngakak
CafeFervent - 27/07/2012 09:36 PM
#54

Quote:
Original Posted By bakaneko
Yang panas tuh elit-elit di atas jak. Orang-orang bawah sih adem-ayem semua. D

Tambul, Morkes, Cornelis, ataupun Armyn.
Merekalah putra-putra terbaik Kalbar.
Siapapun yg menang, dialah gubernur kita, pemimpin kita.
Wajib kite terima dan kita hormati, meskipun bukan pilihan kita sekalipun. iloveindonesias

Say NO to rusuh cendols


benar bang TS, yang sibok kayaknye Elite Politik jak
Calon beserta tim sukses nye.
saye sich tak maen, saye tetap puase jak lah :shutups

Quote:
Original Posted By husneyzohra
buset logo pak morkes macam MU ngakak


hahaha saya bukan penggemar MU
jadi berat kayaknye maok milih,
cobe lambang persipon,
mungkin saye pilih ngakak

saye tetap menjalankan ibadah puase jak lah :shutups
bakaneko - 02/08/2012 07:15 PM
#55

Quote:
Tim Sukses C2 yakin Menang Satu Putaran
Sabtu, 28 Juli 2012 16:38 WIB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar pasangan Cornelis-Christiandy di Kota Pontianak periode 2013-2018 dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan di Wisma Nusantara, Sabtu (28/7/2012) pagi.

Tim kampanye calon gubernur yang di usung dari 5 partai politik, diantaranya PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PKB, PDS dan PIB, yakin bisa menang dalam satu putaran.

Ketua Tim Kampanye Kota Pontianak, Hartono Azaz mengatakan kegiatan ini sebagai wujud untuk menyatukan kembali anggota atau tim-tim sukses dalam menyukseskan pasangan C2 menjadi pemimpin di Wilayah Kalbar.

"Untuk menggalang dan mengefektifkan mesin politik mulai dari DPC sampai ke Ranting makanya kita adakan kegiatan ini," jelasnya, kepada Tribunpontianak, Sabtu (28/7/2012).

Ia menambahakan untuk peserta tim kampanye dapat ingat dan bekerja sesuai visi dan misi untuk mengusung pasangan C2, Cornelis dan Christiandy Sanjaya.

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2012/07/28/tim-sukses-c2-yakin-menang-satu-putaran


Quote:
Armyn Sajadah Fajar di Ngabang
Kamis, 2 Agustus 2012 10:59 WIB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Mayjen TNI H/ Armyn Ali Anyang dan Fathan A. Rasyid safari Ramadan Arafah ke sejumlah daerah, saat berada di Kota Ngabang mengikuti sajadah fajar pada Kamis (2/8/2012) di Masjid Babul Hafadzah, Ngabang.

Usai makan sahur bersama dengan para alim ulama dan melaksanakan salat subuh berjamah di masjid yang berada pasar Jati Ngabang ini, sajadah fajar ini awali pembacaan ayat suci Alqur'an oleh Ustadz H. M. Sadikun.

Sebelum menyampaikan tausiah yang di sampaikan oleh H. Hasan Gafar ini menuturkan tim Safari Ramadan Arafah telah mengunjungi beberapa Masjid yang dibeberapa kota yang ada di Kalbar khususnya di wilayah pantai utara.

"Kami sebelum telah singgah ke beberapa kota seperti Mempawah, Singkawang, Pemangkat, Sambas, Paloh, Sekura, Sabing, dan kemarin kami juga mampir di masjid yang ada di Kecamatan Sanggau Ledo dan malamnya tarawih di Masjid yang ada di Kabupaten Bengkayang," kata H. Hasan, Kamis (2/8/2012).

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2012/08/02/armyn-sajadah-fajar-di-ngabang


Quote:
Senin, 30 Juli 2012
Morkes Buka Puasa Bareng Santri
Menyerahkan Beasiswa 110 Anak Kurang Mampu

Pemilukada Kalimantan Barat 2012
Morkes Effendi didampingi istri ketika memberikan santunan kepada anak panti dan anak kurang mampu

PONTIANAK – Keluarga besar Partai Golkar Kalbar menggelar buka puasa bersama di Gedung Zamrud, Sekretariat DPD Partai Golkar Kalbar, Minggu (29/7).

Buka puasa bersama itu dihadiri anak-anak panti asuhan, santri pondok pesantren, dan ibu-ibu majelis taklim di Kota Pontianak. Ada sembilan pondok pesantren yang menghadirkan santrinya pada acara buka puasa bersama Ketua DPD Partai Golkar Kalbar H. Morkes Effendi, S.Pd., M.H.. Meliputi Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Khulafaur Rosidin, Al Adaby, Mu'tasim Billah, Hidayarul Muslimin, Hidayatullah, Darul Faizin, Aisyah Muhammadiyah, dan Walisongo.

Buka puasa bersama Morkes Effendi juga dihadiri tokoh Golkar, anggota DPR-RI Ir. Zulfadhli dan Ketua Balitbang DPP Partai Golkar Indra J. Piliang. Hadir pula Ketua Bidang Politik DPP Ampi Dwie Aroem Alzier, Sekretaris DPD Partai Golkar Adang Gunawan, pengurus DPD Partai Golkar Kalbar, dan legislator Kalbar dari partai berlambang pohon beringin itu.

Selain memberikan santunan kepada para santri, juga memberikan beasiswa kepada 110 anak kurang mampu. Mereka berasal dari 20 pelajar di Kabupaten Pontianak, 20 dari Kabupaten Kubu Raya, dan 70 pelajar kurang mampu dari Kota Pontianak. Beasiswa diberikan langsung oleh calon Gubernur Kalbar H. Morkes Effendi didampingi Suma Jeni Heryati, istrinya.

Ditemui wartawan, Morkes mengatakan sebagai orang yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, jelas dalam bulan puasa ini wajib memberikan santunan kepada yang berhak menerimanya. "Orang Golkar yang muslim dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa memberikan santunan kepada yang membutuhkan," katanya.

Khusus beasiswa bagi pelajar kurang mampu, diserahkan mantan Bupati Ketapang dua periode itu atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kewajiban kami, bagi siapa yang dikaruniai rezeki yang lebih, dia memiliki kewajiban memberi. Orang yang beriman itu adalah orang yang mendirikan salat dan menunaikan zakat atau memberikan rezekinya kepada orang lain. Terlepas dari hal-hal yang menyangkut urusan politik, apalagi di bulan Ramadan," papar Morkes.

Disinggung persiapan mesin politiknya untuk bertarung dan memenangkan Pilgub Kalbar 2012, Morkes mengaku sudah siap. Bahkan dirinya sudah berkeliling ke seluruh kabupaten/kota melakukan konsolidasi maupun safari Ramadan.

"Target perolehan suara, tanpa mendahului Tuhan. Kita menargetkan menang satu putaran. Insya Allah satu putaran. Urusan kekuasaan itu urusan Allah, yang jelas sebagai seorang muslim wajib melaksanakan ikhtiar dan siasat. Kekuasaan itu milik Allah," ujar Morkes.

Menurutnya fenomena di Pilgub DKI Jakarta bisa juga terjadi di Kalbar. Karena Morkes menilai incumbent bukan segala-galanya. Lagi-lagi ia mengingatkan kalau kekuasaan itu milik Allah. Allah bisa mencabut kekuasaan itu dan memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

"Kita ini adalah orang-orang yang bertakwa, religius. Kalau ada yang ngomong pasti menang, itu namanya takabur. Omongan itu bukan milik dia, itu sombong. Seperti dalam hadis kursi menyebutkan, kesombongan itu adalah jubah-Ku, barang siapa yang memakai jubah-Ku, dia akan berhadapan dengan-Ku," jelas Morkes.

Dirinya juga mengatakan, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), siapa saja berhak untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin. "Orang Melayu dan bukan orang Melayu tidak soal, tidak ada itu. Setiap WNI punya hak untuk maju," papar Morkes.

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120730/morkes-buka-puasa-bareng-santri
bakaneko - 02/08/2012 07:24 PM
#56

Quote:
Senin, 30 Juli 2012
Tim Kampanye BBM Dikukuhkan
Boby: Menang Satu Putaran

PONTIANAK – Tim kampanye pasangan Cornelis-Christiandy untuk Kota Pontianak dikukuhkan dengan ketuanya Drs. Hartono Azas, M.B.A., dalam suasana bulan puasa yang sederhana di Wisma Nusantara, Minggu (29/7).

Pengukuhan oleh M. Kebing L., Sekretaris Tim Kampanye Kalbar Cornelis-Christiandy Provinsi Kalbar itu merupakan koalisi dari lima partai yaitu PDI-P, Demokrat, PIB, PDS, dan PKB bergabung dalam tim bermoto Bersatu, Berjuang, Menang (BBM).

Wakil Ketua Tim Pemenangan BBM Boby Crisniawan memastikan pasangan incumbent itu menang satu putaran. "Hitungan apa pun pasangan Cornelis-Christiandy ini pasti menang dan hanya satu putaran," ujar Boby saat memberikan sambutan.

Ia mengimbau para anggota Tim Kampanye Kota Pontianak yang baru dilantik supaya menyampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang sangat-sangat santun.

"Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita mau mencetak pelayan masyarakat, bukan yang mau dihormati. Kita sampaikan kepada masyarakat bahwa pasangan kita merupakan pasangan yang sudah terbukti. Jangan coba-coba cari yang baru," ujarnya.

Menurutnya, pasangan ini sudah terbukti menjadi pelayan yang baik untuk masyarakat. "Kita harus sepakat bahwa kemenangan ini kemenangan bersama. Bukan kemenangan PDI-P, bukan kemenangan Demokrat, bukan kemenangan PIB, bukan kemenangan PKB, bukan kemenangan PDS, tetapi kemenangan masyarakat Kalbar," ujarnya semangat.

Dia melanjutkan, mau itu dari suku Dayak, Melayu, Cina, Madura, tetapi semua sudah merasakan di masa kepemimpinan Cornelis ini semua kondusif. Tidak ada satu pun intrik.

"Tidak ada satu pun saya dengar bahwa masyarakat Kalbar ada yang tidak makan. Saya pikir sudah layak dilanjutkan. Cornelis bukan hanya kesayangan orang PDI-P, tetapi juga kesayangan orang Demokrat," katanya.

Dijelaskan, hingga 29 Juli hari ini (kemarin, red) semua tim kampanye pasangan BBM ini di seluruh kabupaten/kota harus sudah dilantik. Hingga kemarin yang sudah dilantik Kabupaten Pontianak, Kota Pontianak, Kubu Raya, Sambas, dan Landak. Jadi sisanya sampai 29 Juli ini semua tim sukses harus sudah selesai.

Boby mengatakan target menang satu putaran bukan seperti pertarungan Jokowi-Foke. Kalau Jokowi itu 50 persen plus satu. Kalau Kalbar cukup 30 persen. "Kita yakin akan lebih dari 30 persen. Dari hitungan kepartaian saja sudah satu putaran. Harus yakin menang," paparnya.

Terbentuknya tim kabupaten/kota dimandatkan untuk membentuk tim kecamatan. Setelah itu bentuk tim di setiap TPS sekaligus saksi sebagai penarik massa di setiap TPS. Masing-masing TPS dua orang, semuanya sudah bisa bekerja setelah pelantikan.

Ketua Tim Kampanye Kota Pontianak Hartono Azas yang juga Ketua DPRD dan DPC PD Kota Pontianak mengaku akan menggalang dan mengefektifkan mesin politik dari tingkat DPC sampai ranting.

Giliran Hartono Azas menyampaikan sambutan, legislator Demokrat ini melemparkan pertanyaan kepada para hadirin yang dilantik. Apakah ada yang gamang dan tidak yakin untuk memenangkan satu kali putaran? Ternyata semua diam, tidak ada jawaban peserta yang hadir.

"Kalau kita gamang, artinya kita sudah kalah selangkah. Kalau percaya diri maka pintu jalan akan dibukakan oleh Tuhan sebagai kader perpanjangan lidah pasangan ini. Untuk melanjutkan dan meneruskan cita-cita pembangunan dan peningkatan masyarakat Kalbar," ujar Azas. (kie)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120730/tim-kampanye-bbm-dikukuhkan


Quote:
Selasa, 31 Juli 2012
Belajar Menepis Politik Pengotakan

Ketika rezim Orde Baru tumbang dan kedaulatan dikembalikan ke tangan rakyat, para pemimpin sempat kaget. Bahkan negeri ini sempat masuk ke masa jadi euforia dan bahkan hura-hura reformasi. Setelah jeda sejenak, pemimpin mulai ditilik popularitasnya, elektabilitas, pengalaman, serta visi untuk meyakinkan rakyat. Itu pun masih abu-abu, belum murni reformasi alias masa transisi dari Orba ke Reformasi yang melahirkan pemimpin peralihan pula hingga hari ini.

Rakyat pun belajar tentang demokrasi, pemimpin belajar untuk coba mengerti dengan sisa-sisa otoriter era sebelumnya. Terjadilah euforia tersebut yang disebut dengan reformasi kebablasan. Untuk menjadi pemimpin di alam demokrasi ini tidaklah hanya cukup bermodalkan popularitas. Kompetisi demokrasi yang bebas membutuhkan sumber daya politik yang besar, seperti modal finansial, modal sosial, dan modal intelektual. Tanpa modal yang multiplier itu akan sulit seseorang memenangkan pertarungan demokrasi.

Pemilukada Kalbar yang akan berlangsung pada 20 September 2012 adalah pertaruhan untuk menghasilkan pemimpin peralihan. Di sinilah ujian bagi masyarakat Bumi Khatulistiwa ini dalam menentukan pilihan politik dengan berbagai figur kandidat. Ada empat pasangan kandidat yang sudah mendaftar ke KPU Provinsi Kalbar, yakni nasionalis kombinasi Abang Tambul Husin-Barnabas Simin, pasangan Morkes Effendi-Burhanuddin A. Rasyid, incumbent Cornelis-Christiandy Sanjaya dan Armyn Ali Anyang-Fathan A Rasyid.

Dengan karakteristik pemilih Kalbar yang heterogen, latar etnis dan agama masih terasa kental dengan politik identitas dan aliran. Sebelumnya malah menebar aroma isu agamais sehingga terjadi perpecahan terselubung. Kondisi demikian tentu membingungkan masyarakat yang terombang-ambing pada pilihan ambigu. Untunglah, kelebihannya bahwa rakyat Kalbar makin cerdas.

Agar Kalbar tidak terpecah, kini tugas kewajiban para calon gubernur dan pasangannya untuk memberikan pendidikan politik (political education) yang mencerdaskan. Mengampanyekan program dan tata krama yang etis tidak saling menuduh ada kandidat yang mau menjatuhkan. Arogansi seperti itu sangat tidak mendidik dan ditertawakan konstituen.

Harapan banyak orang adalah rakyat cerdas makin memilih. Pilihan rakyat tidak tergiring oleh politik identitas, tidak hanya berpatokan hanya karena kesamaan identitas. Perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan besar untuk memajukan daerah ini baik di mata investor maupun provinsi lainnya dan secara nasional.

Calon pemimpin mestinya menjauhkan upaya pengotak-ngotakan, yang jika terpilih muncullah anak emas, anak angkat alias anak pungut, anak tiri, dan para tukang cat politik dan bisnis alias penjilat. Bahkan ketika menjalankan roda pemerintahan, terutama menyusun kabinet barunya, cenderung berdasarkan kedekatan emosional, suka tidak suka, nepotisme.

Akibatnya, program pembangunan banyak yang pilih kasih, ada daerah yang diprioritaskan bahkan ada daerah yang dianaktirikan. Lagi-lagi, pemerataan pembangunan yang dijanjikan jauh dari harapan. Kondisi inilah yang sebetulnya bisa memicu konflik, bahkan kebencian di tengah-tengah masyarakat.

Pendidikan politik sisi lain, calon pemimpin harus menghindari politik uang. Modal finansial yang ada bukan untuk menutup mata konstituen yang lapar, yang kekurangan, yang jadi korban kemiskinan, tetapi untuk membiayai mesin partai hingga kegiatan kampanye. Jika kekuatan finansial dicadangkan untuk membeli suara, maka yang akan terjadi adalah rakyat diarahkan menjadi pemilih pragmatis, rakyat diajarkan bahwa pemilukada adalah ajang dagang sapi untuk kepentingan serangan fajar.

Sumber: http://www.equator-news.com/vox-populi/20120731/belajar-menepis-politik-pengotakan
bakaneko - 02/08/2012 07:32 PM
#57

Quote:
Selasa, 31 Juli 2012
Cornelis Masih Simbol Kekuatan Politik Dayak

PONTIANAK – Sosok Drs. Cornelis, M.H. sampai hari ini dinilai masih menjadi tokoh Dayak yang kuat di kalangan elite-elite etnis di Kalbar. Suara Dayak diprediksi masih akan bulat mendukungnya.

"Kehadiran Barnabas Simin sebagai cawagub dan Milton Crosby yang merapat ke Golkar tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara Cornelis di komunitas Dayak," kata Jumadi, S.Sos., M.Si., pengamat politik dari Universitas Tanjungpura menjawab Rakyat Kalbar via selular, Senin (30/7).

Namun dia mengakui terjadinya perubahan karena melihat ada sebagian elite Dayak yang tidak sepaham secara politik dengan Cornelis yang berstatus incumbent itu.

"Saya melihat Cornelis masih menjadi simbol kekuatan perpolitikan tokoh Dayak di Kalbar. Apalagi pergumulan politik di Kalbar sangat kental dengan politik identitas keetnikan. Sosok Cornelis saat ini masih cukup kuat di kalangan elite-elite Dayak," kata Jumadi.

Terkecuali, lanjutnya, Milton Crosby sendiri yang maju sebagai calon gubernur. "Jika itu yang terjadi, maka Milton akan menjadi rivalitas yang kuat bagi Cornelis di wilayah timur. Intinya, dukungan politik komunitas Dayak terhadap Cornelis masih cukup kuat," ungkapnya.

Menjawab pecahnya DAD khususnya DAD Sintang, Jumadi melihatnya hanya kasuistik dan riak-riak kecil saja. "Polemik di DAD kan hanya pada level elite dan hanya terjadi di Kabupaten Sintang. Secara kultural dan ideologis, saat ini sosok Cornelis masih sangat berpengaruh di komunitas Dayak Kalbar," kata Jumadi. (jul)

Sumber: http://www.equator-news.com/utama/20120731/cornelis-masih-simbol-kekuatan-politik-dayak


Quote:
Selasa, 31 Juli 2012
Suara Dayak, Siapa Layak
Banson: Bukan Memilih Kepala Suku

Pemilukada Kalimantan Barat 2012

PONTIANAK – Pilgub Kalbar 2012 di ambang pintu. Setelah suara Melayu terpecah-pecah, kini kancah politik melihat suara Dayak terbagi-bagi. Ada Cornelis, ada Barnabas Simin, dan tokoh fenomenal Milton Crosby.

Meskipun banyak kalangan menilai drama pertarungan politik di Pilkada Kalbar ini hampir sama dengan pilgub 2007, namun tidak serta-merta kondisi itu persis berulang. Pasalnya itu tadi, suara Dayak yang 2007 termarginalkan bulat dukung Cornelis, kini bakal berubah.

"Orang Dayak sekarang euforianya berbeda. Dulu mereka berharap Cornelis bisa mewujudkan keinginan mereka. Tetapi kenyataannya harapan pada Cornelis yang dulu itu tidak terwujud," ungkap Ketua Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) Kalbar Bernardus kepada Rakyat Kalbar, Minggu (29/7).

Menurutnya, pola politik Kristen itu sedikit berbeda. Polanya pro kepada kaum lemah. "Sekitar 30-40 persen orang Dayak tidak lagi dukung Cornelis. Apalagi sekarang ada alternatif lain ke Pak Barnabas. Kecuali yang ada di PDIP dukung Cornelis," tutur Bernardus.

Setidaknya dia melihat pecahnya Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang yang sepertinya "memisahkan diri" dari DAD provinsi. Menurutnya, DAD itu harus bebas dari politik. DAD harusnya menjadi rumah besar bagi seluruh orang Dayak.

"Pecahnya DAD Sintang itu besar pengaruhnya. Apalagi Ketua DAD Sintang itu bukan orang biasa. Seorang bupati pasti punya massa minimal 40 persen dukung Milton," ujar Bernardus.

Terpisah, Letkol (Purn.) Riam Mapuas mengatakan tidaklah mengherankan kalau DAD berpecah. "Karena budaya adalah salah satu faktor dari politik. Sedangkan subjek dan objek dari politik adalah manusia dengan alam pikirannya," ujarnya.

Ditanya soal pecahnya suara Dayak akhir-akhir ini, Riam yang merupakan salah seorang cendekiawan Dayak yang senior itu juga menilai ada perbedaan dengan pilgub 2007. "Suara Dayak tidak mungkin semuanya mendukung Cornelis. Artinya tidak bulat lagi seperti dulu," tegas Riam yang dihubungi via ponselnya di Putussibau.

Sementara itu, pengamat politik dari Untan, Dr. Zulkarnaen menilai saat ini masih belum bisa dipastikan bahwa suara Dayak akan lebih besar mendukung siapa ataupun pecah.

"Tetapi kalau dukungannya tidak bulat lagi seperti dulu, memang iya. Dulu saat pilkada 2007, posisi Dayak sedang dalam meraih kekuasaan. Karena merasa posisinya sedang terpinggirkan sehingga suaranya bersatu dan solid," ujar dosen ilmu pemerintahan itu.

Menurut dia, penyebab pecahnya suara Dayak adalah akibat kekecewaan soal pembentukan Provinsi Kapuas Raya. Karena Dayak jumlahnya besar di pedalaman. Kekecewaan itulah yang membuat tidak utuh lagi mendukung Cornelis. "Kemudian, semakin banyaknya para pemilih rasional. Jadi mereka tidak lagi berpegang pada politik primordialisme," ujar Zulkarnaen.

Bukan Kepala Suku

Ketua Harian DAD Kalbar Ibrahim Banson merasa tidak jelas dan tidak bisa pasti kalau suara Dayak terpecah. Yang pasti, sesuai UU, setiap warga berhak memilih dan dipilih. Dia melihat masyarakat tidak bisa dibodoh-bodohkan lagi, mau milih Barnabas atau Cornelis, itu hak masyarakat.

"Kalau kita lihat Barnabas kan orang nomor dua, sedangkan Cornelis orang nomor satu di Kalbar. So pasti orang akan memilih yang nomor satu," ujar Pak Banson, begitu dia biasa disapa.

Kata Banson, kalau ditanya dirinya mau milih siapa, sudah jelas Cornelis. Karena merasa dari dulu memang orang Cornelis. "Kita di DAD Kalbar sekitar 5 bulan kemarin melakukan Rekornas DAD Kalbar. Kita sudah bersepakat DAD Kalbar tetap memilih Cornelis," tegasnya.

Mencuatnya nama Milton terkait secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DAD Sintang yang sempat kisruh, apakah suara Dayak di timur Kalbar akan terpecah, Ibrahim Banson tegas menjawab, apa hubungan Milton dengan pilgub?

"Kita yakin masyarakat bisa memilih dan menilai siapa yang berhak memimpin Kalbar ini. Pastinya kita tidak memaksa masyarakat harus milih Cornelis dan orang lain. Itu hak masyarakat sendiri mau milih siapa. Karena kita bukan memilih kepala suku. Kita memilih siapa yang bisa memimpin Kalbar," ujar Banson.

Sebagai Ketua Harian DAD, Banson dengan santun mengatakan siapa pun yang terpilih nanti harus diterima. "Siapa pun yang menjadi Gubernur Kalbar, harus kita hormati," katanya

Menjawab Rakyat Kalbar, Banson tidak mau menyebut berapa persen suara Dayak yang memilih Cornelis. "Kalau ditanya berapa persen suara Dayak mendukung Cornelis, kita tidak tahu. Itu hak masyarakat mau milih siapa. Kita meyakini masyarakat tidak bodoh dalam memilih siapa yang berhak menjadi pemimpin Kalbar ini," ujarnya lagi.

Satu hal yang penting, kata Banson, seluruh masyarakat Kalbar supaya tidak terpicu dengan isu-isu negatif dalam pilgub ini. Kebersamaan masyarakat Kalbar selama ini telah terbina.

"Tolong kita sama-sama menjaga keharmonisan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Kita tidak mau gara-gara tidak milih si A dan si B, masyarakat Kalbar pecah oleh isu yang tidak benar. Siapa pun yang terpilih harus kita dukung sama-sama guna menyukseskan program Kalbar ke depan," pungkas Banson. (kie/hak)

Sumber: http://www.equator-news.com/vox-populi/20120801/pemilih-rasional-dan-politik-sara
vultura - 02/08/2012 09:48 PM
#58

mending golput jak lah....malu:

nyaman di mereka tapi ndak nyaman di kita....o

macam PDKT ama udh nikah, pasti beda perlakuan nya.....o

semua politikus itu sama...:genits


ngacir:
LLamber - 03/08/2012 06:30 AM
#59

Quote:
Original Posted By vultura
mending golput jak lah....malu:

nyaman di mereka tapi ndak nyaman di kita....o

macam PDKT ama udh nikah, pasti beda perlakuan nya.....o

semua politikus itu sama...:genits


ngacir:


hampir setuju saye bang
sebagian besar memang begitu perilaku politikus dalam negeri iloveindonesias
SpadeJack - 03/08/2012 02:53 PM
#60

Quote:
Quote:
Original Posted By biakpesaguan
wah
makin panas aja situasi politik daerah
mudah-mudahan bingkainya tetap dalam strategi politik
sahaja dan tidak terbentur ke isu primordial
yang membabi buta

Quote:
Original Posted By husneyzohra
buset logo pak morkes macam MU ngakak

Domisili ptk kan...ikut bukber yuuuk
۩۞۩ [Undangan] Buka Bersama & Silaturahmi Regional Kalimantan Barat ۩۞۩
Page 3 of 10 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Barat > Pemilukada Kalimantan Barat 2012