SURAT PEMBACA
Home > CASCISCUS > SURAT PEMBACA > Korupsi PerjalananDinas d KBRI MeksikoCity,& mudahnya buatNota2 Bodong(sertaanbukti2)
Total Views: 13763 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 19 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

fikmancandance - 30/06/2012 12:32 PM
#1
Korupsi PerjalananDinas d KBRI MeksikoCity,& mudahnya buatNota2 Bodong(sertaanbukti2)
Nama saya FIK saya WNI berdomisili di Mexico City, Mexico. Saya tergelitik dengan pernyataan Kementrian Pendayagunaan Aparatur negara yang berkaitan dengan kebijakan penghematan/pengetatan perjalanan dinas bagi Pegawai Negeri. Suatu hal yang lucu karena di KBRI Meksiko bea Perjalanan Dinas bisa digelembungkan dan di manipulasi dengan mudah dan “tidak” ketahuan auditor/pemeriksa yang berwenang.

Saya bekerja di KBRI Meksikositi, maret 2003 - 28 Februari 2012 sebagai staf lokal. Dalam satu tahun terakhir (sepanjang 2011) saya dengan mata kepala sendiri melihat penggelembungan jumlah hari perjalanan dínas atasan-atasan saya (diplomat Deplu RI), dalam sistem kami dinamakan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) dengan honor sebesar $315,-(perhari utk Dubes), $280,-USD (perhari untuk diplomat) dan $224,-USD (untuk staf lokal). MODUS Operasinya adalah apabila kegiatan yang hanya berlangsung 1(satu) hari, SPPD/honor yang diberikan adalah 3(tiga hari), Jalan dinas 3(tiga) hari tetapi honor SPPD yang diberikan 5(lima) hari. Dan sebagainya dan seterusnya.

Perilaku atasan-atasan kami ini pertama kali saya temui ketika saya membuat surat konsolidasi kegiatan KBRI yang membutuhkan tandatangan atasan saya sebagai Kabid, Atasan tersebut menolak untuk menandatangani surat tersebut dan menginstruksikan agar surat tersebut ditandatangani diplomat lain dan beliau menjelaskan bahwa atas perintah Duta Besar dari tanggal X sampai Y beliau tidak bisa absen dan menandatangai dokumen apapun, saya pun menanyakan kejanggalan tersebut ke rekan staf Lokas administrasi(Admin). Rekan tersebut menjelaskan bahwa atasan saya saat itu sedang dalam hitungan SPPD, sehingga dalam manifes KBRI, atasan saya harus seolah-olah sedang diluar kota melakukan Jal Dis. Menurut rekan admin tersebut, praktik penggelembungan ini menjadi hal yang lumrah sepanjang 2011.

MASALAHNYA ADALAH, pada akhir 2011 saya dipaksa untuk melakukan hal tersebut, pada sebuah kegiatan di negara bagian Guanajuato, kegiatan promo Indonesia tersebut bersifat pulang pergi menginap 1 malam sehingga secara total adalah 2(dua) hari Jalan Dinas, TETAPI ketika menerima honor jalan dinas saya diberi 3(tiga) hari. Pada saat itu saya menolak dan hanya mengambil honor 2(dua) hari sebagaimana mestinya. Saya menanyakan ke rekan bagian admin, rekan tersebut menceritakan bahwa atasan saya diberi honor 3(tiga) hari Jalan Dinas oleh Dubes, jadi saya mau nggak mau harus menerima seperti atasan saya karena kegiatannya sama dan jalan dinasnya bebarengan. SATUMINGGU kemudian saya dipanggil oleh Kabid Admin/BPKRT (Bendaharawan dan penata Kerumahtanggaan Perwakilan). Saya dipaksa menerima honor 3(tiga) hari, saya jelaskan bahwa Jaldis saya hanya 2(dua) hari dan semua pengeluaran sampingan(bea bensin, tol dan pendukung kegiatan) telah dibayar kantor secara terpisah, kenapa saya masih menerima 1 (satu) hari tambahan, tetapi Bpk. BPKRT malah marah sembari berkata bahwa Pak Duta Besar bilang kalo dapatnya 3(tiga) hari pokoknya harus diterima. Saya pun terpaksa menandatangani dan menerima uang yang bukan hak saya tersebut.

Memang selama 9(sembilan) tahun bekerja di KBRI, bukan pertamakali saya melihat penyelewengan penyelewengan di administrasi KBRI, dari nota-nota bodong, nota yang digelembungkan, tapi baru kali ini saya dipaksa untuk melakukan hal-hal yang mungkin biasa bagi diplomat deplu RI, dan semenjak kedatangan Dubes baru tahun lalu yang juga dari Deplu, praktik-praktik semacam ini menjadi biasa. Belum lagi dengan pengadaan Brosur dan alat promosi yang biasa dicetak disini (diMeksiko- tentu dengan estándar kualitas Kemlu dan Kembudpar dengan bea cetak yang kurang lebih sama) satu tahun terakhir ini harus dicetak di Indonesia sehingga terjadi pemborosan sebesar USD4000,- -- USD9000,- untuk biaya pengiriman (10(sepuluh) ribu) Brosur dari Jakarta ke Mexico City

SAYA MOHON KEPADA MENPAN, DEPLU, DEPKEU untuk dapat lebih mengontrol yang demikian, karena ada 130 perwakilan (KBRI/KONJEN) diseluruh dunia dan letaknya jauhhhh…. dari Jakarta, jangan hanya mengirim auditor yang bisa disogok dengan tarian striptease atau bolpen montblanc saja, kirim auditor yang memiliki integritas tinggi!!!

PRAKTIK PRAKTIK penyelewengan tersebut membuat kami tidak nyaman sehingga saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak di KBRI Mexico City, demikian pula dengan rekan Admin saya yang juga memilih keluar pada awal tahun ini.

Untuk Tanah Air yang lebih Baik
Salam

FIK
Mexico City, Mei 2012
Keterangan file Attach:
Nota Pengadaan Tas ekologis(BOLSAS ECOLOGICAS IMPRESAS POR AMBOS LADOS) tersebut fiktif, mohon di chek/periksa alamatnya yang juga fiktif, pada total kedua nota tersebut KBRI melakukan pengadaan tas sebanyak 6000(enam ribu) unit tas,
pada kenyataannya KBRI hanya membeli 5000(lima ribu) tas, sehingga terjadi penggelembungan (1000 tas x $15,-MXN = $15.000,-MXN) atau sekitar 10-an (SEPULUHAN)JUTA RUPIAH
Pihak HOC (Head Of Chancery)KBRI yang meminta membikinkan Nota fiktif(yang digelembungkan) seperti itu DENGAN NAMA DAN ALAMAT FIKTIF,
Saya yang bertanggung jawab atas pembelian tas tersebut (sebagai ast. fungsi SOSBUD) pada saat itu, memang hanya membeli 5000(lima ribu) unit tas
Tentu saja ini hanya satu contoh….. banyak lagi nota nota fiktif seperti ini di KBRI Mexico


SEDEMIKIAN MUDAHNYA BIKIN LAPORAN KEUANGAN “BO’ONG BOONGAN” KE JAKARTA, DAN SEKALI LAGI KARENA KBRInya JAUHHHH… DARI JAKARTA, SEDEMIKIAN AMAN MENGGELEMBUNGKAN NOTA PERJALANAN DINAS DAN BIKIN NOTA NOTA FIKTIF MACAM INI

bagi yg tidak bisa lihat attachment-file terlampir, sebagian bukti2 penyelewengan dapat dilihat pada pranala berikut:

http://s1061.photobucket.com/profile/sosbudmexico/uploads


berikut disampaikan pula alasan utama/pemicu awal terjadinya pengunduran diri lokal staf secara masal di KBRI mexico

mungkin kami semua merasa batas kezaliman ini terasa pada pertengahan oktober 2011(kasus supiani ismail TKI asal jember), ketika kami mendengar keluhan dari rekan staf lokal di seksi konsular bahwa ada TKI/WNI yang dianiaya di mexico city dan telah berbulanbulan meminta pertolongan dan perlindungan kepada Dubes dan KBRI........... tetapi dubes dan KBRI (diplomat2 RI ) cuek bebek(konon TKI tersebut sudah memohon kepada KBRI sejak pertengahan tahun/ bulan mei baik lewat jasa pesan lisan kepada diplomat RI maupun surat tulis tangan yang ditujukan K KBRI)
pada saat itu juga kami meminta rekan konsuler untuk memberi akses data kasus, dari sini kami mendapat nomor telpon dan kopian surat TKI Supiani tersebut, kami melakukan penyelidikan(ats nama pribadi BUKAN KBRI karena KBRI tidak akan memberi otorisasi dan diplomat2nya memang cuek abis ama Ibu Supiani tersebut)... dan ternyata benar menurut investigasi kami dengan mewawancarai org2 sekitar dan saksi saksi serta mewawancarai Ibu Supiani (terekamdengan kamera handphone)..semua benar Ibu supaini dianiaya oleh majikannya& telah meminta bantuan ke KBRI akan tetapi KBRI+Dubes cuek abiss
kami pun mengirimkan surat(email beserta kopi video dan bukti2) meminta [pertolongan kepada instansi2 di Meksiko, di negara asal majikan dan juga media media di indonesia, LSM serta badan perlindungan WNI di KemluRI... semua tidak ada tanggapan kecuali dari Migrant care Indonesia (mbak Anis hidayah) serta kemlu negara asal majikan... dan berkat tekanan kemlu negara asal majikan dan Migrant care.. Ibu supiani pun dapat diantar ke KBRI... dan sungguh kami semua staf lokal melihat betapa PASIF-nya dubes dan KBRI
sekali lagi berkat migrant care dan kemlu negara majikan supiani... Ibu supiani dapat dipulangkan,,,sekali lagi DUBES pasiff sekali dan itu merupakan titik terendah kehilangan rasa hormat kami kepada dubes dan diplomat2KBRI
Konon dari peristiwa ini Dubes dan KBRI mendapat teguran dari Itjend Deplu karena dianggap lalai menangani kasus WNI... dan gara gara surat teguran tersebut, Dubes menjadi tidak suka kepada kami(terutama saya) karena kamilah yang mengangkat ke permukaan kasus TKI(supiani sehingga supiani bisa ditolong) (surat teguran dan kebencian dubes tersebut kami ketahui dari cerita salah satu diplomat kepada kami), dari sini pula kami tahu bahwa DUBES tidak berniat menanggapi TKI SUpiani- karena kasus ini terjadi di Mex City(sama kota dgn KBRI).. jadi tidak ada SPPD/uang jalannya...beda dengan kasus2 TKI bewrmasalah di negara bagian lain di mexico yg langsung ditangani KBRI,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
(( KBRI selalu memiliki anggaran untuk membantu memulangkan TKI2 bermasalah ke tanah air SELALU bahkan bebrapa kasus disini TKInya sampai dianter pulang oleh petugas kbri..... bila KBRI kurang beaya tinggal minta ABT (anggaran biaya tambahan ) ke Jakarta dan semua beres//// makanya saya sebel kemarin baca koran tempo -edisi IPAD rabu 13 juni 2012- tentang TKI di suriah yg dibiarkan mati.. malah ditodong rp40 juta ama oknum KBRI......huh dasar maling ))
walhasil pada bulan februari 2012 ketika perpanjangan kontrak kami diberi syarat2 tertentu untk dapat melanjutkan kontrak serta di kata2in secara kasar oleh dewan kepegawaian (kumpulan diplomat2 KBRImexico).. sehingga harga diri kami pun mengatakan TIDAK akan melanjutkan kontrak
btw untuk masalah korupsi, nota2 bodong.. kami sudah kenyang dengan itu dan selama ini kami diam, tapi ketika kami dipaksa untuk ikut2an menerima... kami tidak mau...sampai ketika bulan2 abril-mei2012.. ketika terungkap kerugian negara akibat penyelewengan SPJ kami pun merasa wajib menceritakan kebusukan di kantor kami
DIANTARA YANG MUNDUR ANTARA LAIN.... sekertaris dubes,asisten konsular 2org, asisten ekonomi , asisten admin dan saya,SAYA HARAP BALA BANTUAN DARI JAKARTA SEGERA DATANG, KARENA KBRI kekurangan sdm, diplomatnya nggak bisa basa spanyol, yang dikonsuler nggak bisa bikin visa sehingga pelayanan visa menjadi lambat, udah banyak keluhan, semoga hal ini diperhatikan KEMLU karena ini menyangkut nama baik Indonesia dan dan KBRI sebagai salah satu pintu gerbang Tanah Air
fikmancandance - 30/06/2012 12:42 PM
#2

sudah lapor KPK MAs... cuma karena korupsinya kurang dari 1 Milyar jadi diserahkan kepada INspektur Jendral Kementrian Luar negri..... saya juga sudah lapor ke mereka.. walou belum ada tanda tanda kemajuan
fikmancandance - 30/06/2012 12:43 PM
#3

tapi kata temen temen.... kalo lapor itjend(kemlu) seperti nglempar api ke kolam... alias sia sia... karena itjend kan isinya diplomat2 juga.. tapi yahhhh.. usaha ... untuk tanah air yang lebih baik,,, paling nggak supaya temen2 disini ikut tahu, ikut prihatin dan berusaha untuk tidak melakukan kejelekan yang sama...saludoss
bretpitt - 30/06/2012 01:01 PM
#4

korupsi di negeri ini memang sudah kronis, ada kpk bukannya berkurang, malah menggila
welleveryday - 30/06/2012 01:08 PM
#5

selamat ya masbro atas kejujuran dan keberaniannya D

staff mexicositi ada berapa orang?

jauh dekat gak masalah masbro....

klo deket, nilai korupsi besar tapi semua kena bagian ya kemungkinan gak naik kasusnya....khayalan saya sih kayak gitu masbro

================================================

lolos Irjen ada BPKP/BPK....lolos itu ada KPK....klo bisa giring bola lewatin tiga pemain belakang trus cetak gol...anda jago D
dhika.gustiawan - 30/06/2012 01:11 PM
#6

PARAHAnyaaa korupsi di negri ini berduka
mussote - 30/06/2012 01:14 PM
#7

memantau...saran buat TS, kirim aja surat pembaca ke media massa seluruh indonesia sebanyak2nya. FYI gayus ketahuan jalan2 juga awalnya dari surat pembaca. setelah meledak di media, biasanya [k]aparat baru kebakaran jenggot. kalo silent mah kaya menggarami lautan.
r4diKaL - 30/06/2012 01:15 PM
#8

klo mo buka2an mending kasi noh ke media..pasti media kek tipi oon ma metero dengan senang hati memberitakan asal ada faktanya..

salut ama ente gan klo mo jd whistler blower..asal bener yah n bukan BSH
cumicahkangkung - 30/06/2012 01:20 PM
#9

broo ane juga lama tinggal di KBRI , yaa namanya PNS mau di indonesia atau di luar indonesia semua pade korupsi perjalanan dinas .... sebenarnya perlu internal audit menggunakan jasa swasta tetapi bentrok lagi sama duit yang kgk ada padahal duitnya di korupsi ... hahahah

btw gw ada temen juga local staff di mexico , cek pm gan sapa tahu kenal .... \)
konvag - 30/06/2012 01:28 PM
#10

ane sebenarnya udah muak ngebahas kelakuan anggota dewan kita bata
Ghostx - 30/06/2012 01:40 PM
#11

tidak hnya dikbri, semua kntor pun bgtu..

inilah indonesia
dfrenchman - 30/06/2012 01:45 PM
#12

salut gan dengan kejujuran agan, semoga ini bisa jadi contoh yang baik buat bangsa kita
kisiecha - 30/06/2012 02:04 PM
#13

ts ini kerabat ane, tlg dukungan gan yg pny link media2

dy susah nembus media lokal krn dy dsana.dan ane anak kecil g tau gmn hammer

tlg dbantu ya gan shakehand
mode.last - 30/06/2012 02:08 PM
#14

menunggu kelanjutannya gan, ane cuman rakyat dan bekerja di swasta.. yang sangat malu melihat tinggkah polah para petinggi yang di otaknya isinya korupsi dan pengayaan diri sendiri..
salam gan..
fikmancandance - 30/06/2012 02:20 PM
#15

Quote:
Original Posted By welleveryday
selamat ya masbro atas kejujuran dan keberaniannya D

staff mexicositi ada berapa orang?

jauh dekat gak masalah masbro....

klo deket, nilai korupsi besar tapi semua kena bagian ya kemungkinan gak naik kasusnya....khayalan saya sih kayak gitu masbro

================================================

lolos Irjen ada BPKP/BPK....lolos itu ada KPK....klo bisa giring bola lewatin tiga pemain belakang trus cetak gol...anda jago D


staf meksiko siti ada 16 orang.. ... tapi baru mecat 3 supir + 1 orang pembantu besih bersih

TAPI ADA 6 ( ENAM) STAF lokal YANG MENGUNDURKAN DIRI dari sekertaris dubes sampai saya/// totalnya 6 orang karena tidak betah diplomatnya kelewat kasar dan korupsinya kebangetan... maka sebagian dari kami mundur... kalo nggak sala bulan ini akan ada satu lokal staf lagi yang mundur
rimbani - 30/06/2012 02:23 PM
#16

waduh parah jg ini korupsi, masalah paling fenomenal di Indonesia capedescapedes

lapor KPK gan, mudah2an diusut sampe tuntas
fikmancandance - 30/06/2012 02:24 PM
#17

Quote:
Original Posted By mussote
memantau...saran buat TS, kirim aja surat pembaca ke media massa seluruh indonesia sebanyak2nya. FYI gayus ketahuan jalan2 juga awalnya dari surat pembaca. setelah meledak di media, biasanya [k]aparat baru kebakaran jenggot. kalo silent mah kaya menggarami lautan.


Yth Mas mussote.... aku duah kirim ke semua media media di indo dari tivi majalah koran.. semua yang punya alamat email redaksi
dari pertengahan mei yang lalu...

saya berusaha masuk ke forum forum karena memang di media saya nggak dianggep /padahal bukti bukti kami punya... munkgin karena terlalu kecil korupsinya..

tapi aku nggak akan berhenti triak triak
fikmancandance - 30/06/2012 02:28 PM
#18

Quote:
Original Posted By r4diKaL
klo mo buka2an mending kasi noh ke media..pasti media kek tipi oon ma metero dengan senang hati memberitakan asal ada faktanya..

salut ama ente gan klo mo jd whistler blower..asal bener yah n bukan BSH


aku dah kirim ke metro dan ke tvone... kalou anda punya alamat email yang pas dan tepat plis let me know... kami dengan senang hati.. dan ini benar benar terjadi.. silahkan hubungi KBRI Meksiko ada 6 enam staf lokal yang mundur karena akumulasi praktek2 yang demikian... dari sekertaris dubes ampe saya mundurr semua dan KBRI MEksiko saat inisedang krisis pegawai... lagi Butuhhhh

terutama karena diplomat2 nya inkompeten... alias nggak pada bisa bahasa spanyol ... jadi butuh banget org yg bisa bahasa spanyol dan Indo
fikmancandance - 30/06/2012 02:30 PM
#19

Quote:
Original Posted By cumicahkangkung
broo ane juga lama tinggal di KBRI , yaa namanya PNS mau di indonesia atau di luar indonesia semua pade korupsi perjalanan dinas .... sebenarnya perlu internal audit menggunakan jasa swasta tetapi bentrok lagi sama duit yang kgk ada padahal duitnya di korupsi ... hahahah

btw gw ada temen juga local staff di mexico , cek pm gan sapa tahu kenal .... \)


YUPPP udah aku jawab yahhh.... temen mas yang lokalstaf itu juga mundur karena nggak betah,.. apalagi dia di admin... tau bangetttttttttt nget nget... korup korupnya diplomat2 itu.. dari ngglembungin sppd ampe bikin nota nota bodong.....

contoh bukti ada di atas yahh di pranala trit di atas
Witkizz - 30/06/2012 02:31 PM
#20

Quote:
Original Posted By Samsung.EZon
Lapor aja ke KPK gan kalo punya barbuk!


_______________________________________________________
Kunci Pintu Keren dan Canggih



kejadian ky gini ky nya bukan terjadi disana...ga usah jauh2...sy yakin di dlam negeri pun terjadi hal ky gini...lapor ke KPK ??? yakin bisa selesai ??????? seperti nya udah ky di film...dimana TIDAK ADA PIHAK YG BISA BENER2 DIPERCAYA BUAT NYELESAIN KORUPSI...batasbatasbatas
Page 1 of 19 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > SURAT PEMBACA > Korupsi PerjalananDinas d KBRI MeksikoCity,& mudahnya buatNota2 Bodong(sertaanbukti2)