CINTA INDONESIAKU
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > [Kekayaan Alam, Flora & Fauna] Mengenal Fauna yang Identik dengan Lambang Negara Kita
Total Views: 8089 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 10 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 > 

vinkzz - 06/09/2012 07:57 PM
#161

keren tuh elang jawa,tapi kok mau punah sek jangan ampe dung
skidrol - 06/09/2012 07:53 PM
#162

luar biasa gini elang jawa,..
sebagai representasi lambang garuda ini yang paling menginspirasi
perjuangan burung elang jawa buat hidup 30 tahun lagi setelah mencapai umur 40 tahun emang top abis D

tapi bukan semua elang emang begitu kan ya? D
mynamekokoroko - 06/09/2012 07:55 PM
#163

:addfriends :addfriends
ane demen banget kalo liat elang
burung paling keren,sangar dan garang D
Carsound - 06/09/2012 07:57 PM
#164

Thanks informasinya sekarang saya jadi tahu dan untuk menambah informasi yang sudah ada berikut tambahan informasi yang diambil dari Wikipedia.org iloveindonesia



[Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia
/B]
[B]Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).
Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.
Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.[2]
Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Nisaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.
Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.[3]
Penyebaran, ekologi dan konservasi

Elang Jawa, Kebun Binatang Bandung
Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun demikian penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng. [4]
Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 m dan kadang-kadang 3.000 m dpl.
Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas.
Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti pelbagai jenis reptil, burung-burung sejenis walik, punai, dan bahkan ayam kampung. Juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing, kalong, musang, sampai dengan anak monyet.
Masa bertelur tercatat mulai bulan Januari hingga Juni. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Telur berjumlah satu butir, yang dierami selama kurang-lebih 47 hari.
Pohon sarang merupakan jenis-jenis pohon hutan yang tinggi, seperti rasamala (Altingia excelsa), pasang (Lithocarpus dan Quercus), tusam (Pinus merkusii), puspa (Schima wallichii), dan ki sireum (Eugenia clavimyrtus). Tidak selalu jauh berada di dalam hutan, ada pula sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari tempat rekreasi.[3]
Di habitatnya, elang Jawa menyebar jarang-jarang. Sehingga meskipun luas daerah agihannya, total jumlahnya hanya sekitar 137-188 pasang burung, atau perkiraan jumlah individu elang ini berkisar antara 600-1.000 ekor.[5] Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya, yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis. Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa.[6] Dalam pada itu, elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi.
Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan). [7] Demikian pula, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang.[8]
[sunting]Catatan taksonomis

Sesungguhnya keberadaan elang Jawa telah diketahui sejak sedini tahun 1820, tatkala van Hasselt dan Kuhl mengoleksi dua spesimen burung ini dari kawasan Gunung Salak untuk Museum Leiden, Negeri Belanda. Akan tetapi pada masa itu hingga akhir abad-19, spesimen-spesimen burung ini masih dianggap sebagai jenis elang brontok.
Baru di tahun 1908, atas dasar spesimen koleksi yang dibuat oleh Max Bartels dari Pasir Datar, Sukabumi pada tahun 1907, seorang pakar burung di Negeri Jerman, O. Finsch, mengenalinya sebagai takson yang baru. Ia mengiranya sebagai anak jenis dari Spizaetus kelaarti, sejenis elang yang ada di Sri Lanka. Sampai kemudian pada tahun 1924, Prof. Stresemann memberi nama takson baru tersebut dengan epitet spesifik bartelsi, untuk menghormati Max Bartels di atas, dan memasukkannya sebagai anak jenis elang gunung Spizaetus nipalensis.[3]
Demikianlah, burung ini kemudian dikenal dunia dengan nama ilmiah Spizaetus nipalensis bartelsi, hingga akhirnya pada tahun 1953 D. Amadon mengusulkan untuk menaikkan peringkatnya dan mendudukkannya ke dalam jenis yang tersendiri, Spizaetus bartelsi.[9]
dragumk - 06/09/2012 08:04 PM
#165

butuh pengorbanan yang sepadan buat nambah umur 30 tahun keren dah iloveindonesia
ryosora - 06/09/2012 08:01 PM
#166

elang berjambul, kalo yg kepalanya putih maskot usa kan gan...
aRieVoriuZ - 06/09/2012 08:09 PM
#167

wah, keren sampe umur 70 tahun
bisa2 mengalahkan umur manusia matabelo:
rocktra - 06/09/2012 08:37 PM
#168

wuih, cara memperpanjang hidupnya hebat bgt gan :matabelo
pitrep - 06/09/2012 08:38 PM
#169

nice info gan, elang jawa merupakan simbol negara indonesia
JusticeFive - 06/09/2012 08:51 PM
#170

mantap gan burung elang nan perkasa :2thumbup
DemolitionX - 06/09/2012 09:29 PM
#171

garuda apa elang ya ?? ane kok masih bingung heheheheh








Paws: DemolitionX Pernah Kesini
—QR™
abangojan - 07/09/2012 08:52 AM
#172

Quote:
Original Posted By DemolitionX
garuda apa elang ya ?? ane kok masih bingung heheheheh








Paws: DemolitionX Pernah Kesini
—QR™


sama ane juga amazed:
blendung..pulsa - 07/09/2012 10:36 AM
#173

top gan burungnya mantap
junkcut - 07/09/2012 08:49 PM
#174

wah burungnya bagus amat tuh gan tapi sayang juga yah dah hampir punah
blitts - 07/09/2012 08:54 PM
#175

mirip ya sama burung garuda kita...
MenejeR - 07/09/2012 09:32 PM
#176

ternyata meski udah usia 40tahunan cakar,paruh,sayap dan bulunya masih tetep tumbuh yah..matabelo:
padahal kalo manusia setelah masa remaja +25tahun udah berhenti pertumbuhannya..
sipitgila - 08/09/2012 07:29 PM
#177

anjreeeeeet perjuangan hidup biar nambah umurnya sampe 70 tahun mengerikan takut
abangojan - 10/09/2012 06:24 AM
#178

Quote:
Original Posted By sipitgila
anjreeeeeet perjuangan hidup biar nambah umurnya sampe 70 tahun mengerikan takut


mau gimana lagi gan ngakaks
BettaHouseJr - 10/09/2012 11:44 PM
#179

Quote:
Original Posted By blendung..pulsa
top gan burungnya mantap


emg cakep kok gan bruungnya o
mantep kok kl bwt koleksi D
abangojan - 11/09/2012 10:49 PM
#180

Quote:
Original Posted By junkcut
wah burungnya bagus amat tuh gan tapi sayang juga yah dah hampir punah


iya gan makanya kita harus menjaganya D
Page 9 of 10 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 > 
Home > KASKUS CORNER > CINTA INDONESIAKU > [Kekayaan Alam, Flora & Fauna] Mengenal Fauna yang Identik dengan Lambang Negara Kita