SURAT PEMBACA
Home > CASCISCUS > SURAT PEMBACA > Tragedi di Apartemen Menara Latumeten 5 Agustus 2012
Total Views: 5682 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

123456zxczczxc - 11/08/2012 10:35 AM
#61

palling top beli di davinci aprtemen ...... recsel shakehand2
metromini70 - 11/08/2012 11:44 AM
#62

Knp g d laporin ke pengelola?, emng itu apt di lokasi daerah mana?
Rush1235 - 11/08/2012 01:27 PM
#63

mending di jual aja,,kan para satpam gaji nya dr mana coba,,mending pindah aja deh...Yb
nohalamsyah - 12/08/2012 06:03 AM
#64

waduhh susah juga ne kalo udah ribut antara pengembang dan penghuni
hukum rimba berlaku, penghuni merasa butuh karena ada subsidi, pengembang berkaku sewenang2 dengan mengabaikan fasilitas yang notabene hak2 penghuni
Semoga aja cepet ada yang nengahin deh
berdukasberdukasberdukas

Selamat Berpuasa Ramadhan 1433 H
" Jagalah Hati Jangan Kau Nodai "
army: Original Post by : Nohalamsyah army:
read3001 - 12/08/2012 08:48 AM
#65

Hmm menurut ane aneh kenapa satpam sampe ikutan untuk mukulin juga...

Menurut ane ada beberapa tahap yang perlu ente lakukan :

1. KLARIFIKASI : Ente perlu mengumpulkan panitia dan orang yang ingin membentuk satuan ini untuk mendiskusikan acara pertemuan selanjutnya dan bertanya lebih lanjut kenapa hal yang kemarin bisa terjadi,, Apakah ada oknum yang tidak setuju ? dan apa alasannya ?

2. KONSOLIDASI : Setelah tau masalah dan siapa dalangnya,, ente perlu mengundang kedua belah pihak untuk 'meeting'. Saran ane agan perlu mengundang pihak kepolisian juga agar tidak terjadi kericuhan.

3. PUBLISH setelah ada konsolidasi agan perlu memberitahukan ke seluruh penghuni agar seluruh penghuni tau akan kejelasannya dan mereka akan berpikir juga. 2 kepala lebih baik daripada satu. tapi agan jangan mengharapkan mereka berpikir, agan hanya perlu menjadi katalisator

4. Putuskan dan Perjuangkan yang menurut agan benar
dave_smg - 12/08/2012 05:43 PM
#66

Bro, Hal seperti Ini yg pernah tjd di apartemen permata surya cengkareng bbrp wkt yg lalu. Tp disebabkan pengurus yg lama korupsi. Pd wkt itu ada bbrp penghuni lgs menggandeng security yg msh pro Dan kita gandeng polisi Dan pengacara duluan. Kl tinggal di apartemen begitu bro, sy sdh tidak heran LG.
EUANDROS - 12/08/2012 05:47 PM
#67

Ane juga lagi nyicil Apartemen di Bandung, namanya Gateway Apartment, semoga tidak ada kasus seperti TS genit:
kaisez - 12/08/2012 07:28 PM
#68

Rame2 sewa jasa pengacara aja gan.. + beking polisi yg kuat. Klo kitw benar dan merasa tidak adil maju aja terus... Lagian rumah sendiri, klo bukan pemilik yg bela sapa lagi... Apa lg klo kita benar. beer:
phaze - 13/08/2012 10:08 AM
#69

kocak dah...

pertama-tama di video tsb.. dia teriak2, maki2,...

"woi woi ada apa ini?, kok begini sih?"

abis itu dikerubungin langsung..

"tolong..tolong..tolong..."

ngakaks ngakaks

udah lah gan zaman skrng jangan bergantung ke pokis, kalau ga dikasih duit mana mau... Yb

V
V
V

Quote:
Original Posted By bangbangtutut
itu yg merekam sp sih?
chiken shyit bgt jd org, teriak2 minta tolong gk jelas, bentak2 "jgn gtu dong",tapi berani nya dari jauh capedes
terus kalian semua cemen,mental sampah, WOI TEMEN KALIAN TU DIPUKULIN! koq pada diem semua?? gk ada yg bantu sama sekali malah di tontonin capedes
teriak2 "MAJU TERUS" tapi sambil mundur,cacat! capedes

semoga kalian dapat justice aja deh...
rebecarez - 13/08/2012 10:19 AM
#70

di jakarta kayanya lebih berlaku hukum rimba

yang kuat yang kana menang..

jgn lupa harus ada duit juga cd
ferryshefchenko - 17/08/2012 12:28 PM
#71

Quote:
Original Posted By Karamiko
wah gw di kalibata untung ga gitu,
pengelolanya bagus gan agung pdomoro,kwkw kyk promosi aja gw.
security jg baik2,ada yg cewek2 manis gitu kyk gadis bandung,bhuakaka

pengelola sebenernya takut gan kalo penghuni ngebuat kyk gitu.
kasus yg di kalibata ampe di segel kan akrhinya penghuni turun tangan bentuk himpunan,akhirnya selesai jg langsung pengerjaan dibuat secepat kilat
gw jg dulu ditawarin tapi ga ikutan,ya berharap aja deh,surat2 cepet turunnya.
gw berdoa aja menang greencard,beli rmh di amrik aja deket sodara,daripada disini,ga jelas hukumnya,wkwakak


wah promosi si agan, iya gan ane juga berharap kasus ini cepet selesai..maluin2x gan dah pda tua masa iya msi kaya gtu nyelesain masalahnya..
TikusTobat - 17/08/2012 01:17 PM
#72

kelanjutannya gimana nih bingung


penasaran juga kok bisa sampai seperti ini
mor86 - 17/08/2012 04:56 PM
#73

masukin media massa aja gan... biar mampus tuh Security!!!!


metro TV, Kompas DLL
yanto182 - 17/08/2012 10:01 PM
#74

penghuni pada patungan, sewa preman yang lebih serem lagi ... D
udah lapor polisi belum ... ?
.EltoroElturu. - 27/08/2012 10:41 AM
#75

wah anjritttt
bnr2 parah ni..
ampe rusuh gt...
masukin di media massa aja la..
ancur deh t nama developer
regiwijaya0876 - 09/08/2012 02:12 PM
#76
Tragedi di Apartemen Menara Latumeten 5 Agustus 2012
Part 1: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15908173

Bagi yang mengunjungi Link Video Kekerasan di Menara Latumeten : http://www.youtube.com/watch?v=-9nipiusV_E

Terima kasih atas banyaknya comment mengenai Kejadian di Rumah kami ini. Karena banyak yang menanyakan apa penyebab dari kejadian ini, semalam saya berusaha mengumpulkan beberapa informasi. Walaupun saya sendiri tidak terlibat dalam Kepanitiaan, namun sebagai salah seorang Pemilik Unit & Penghuni yang tinggal di Menara Latumeten, saya merasa berkewajiban untuk membantu permasalahan yang terjadi di Rumah kami ini agar publik tau fakta yang sebenarnya, bukan dari Media yang sering sudah diputar balikkan Fakta-nya entah dengan alasan apa.

Beberapa Bahan Pengetahuan mengenai Permasalahan di Menara Latumeten, dapat mengunjungi Facebook Fan Page "Peduli Menara Latumeten" : http://www.facebook.com/pages/Peduli-Menara-Latumeten/353134701372043

Mengenai PPPSRS (Perhimpunan Pemilik & Penghuni Satuan Rumah Susun) dari hasil dialog saya dengan seorang teman yang terlibat Kepanitiaan dan beberapa sumber lain, ternyata diatur dalam Undang-Undang No. 20 Th. 2011 mengenai Rumah Susun.

Dikatakan dalam Undang-Undang tersebut bahwa para Pemilik & Penghuni Rumah Susun WAJIB membentuk suatu Perhimpunan dengan difasilitasi oleh developer selambat2nya 1 tahun setelah serah terima unit pertama. Menara Latumeten serah terima sudah mulai dari Tahun 2011 awal, jadi sampai saat ini sudah lebih dari 1 tahun. Yang jadi masalah adalah saat ini Developer tidak mau memfasilitasi dan ngotot mau tetap mereka yang pegang kuasa. Hal ini dikarenakan sebagian besar keuntungan dari semua tarif2 yang diberlakukan bukan digunakan untuk membangun dan merawat fasilitas2 bersama, namun entah di salurkan ke mana. Saya pribadi sangat kecewa dengan kondisi perparkiran yang parah banget, lift sering rusak dan dapat menyebabkan serangan jantung buat penghuni (soalnya kayak naik kuda kalo dalam lift dan saya sudah beberapa kali harus lompat keluar) serta kolam renang air nya lengket. Selain itu sejak sebagian security diganti menjadi tampang2 yang sangar tidak ada senyum lagi di Rumah kita, bahkan banyak kali penghuni yang ribut dengan security karena mereka berperangai kasar terhadap penghuni, tapi nggak semua security sich karena beberapa yang orang lama masih bisa sopan dan bersahabat dengan penghuni. Saya sendiri meragukan kalau security2 yang berperangai kasar tersebut benar2 pernah menempuh pendidikan security karena seharusnya security di didik untuk sopan dan ramah pada penghuni tapi harus galak dan sangar pada orang2 luar yang mau bikin masalah di situ. Karena yang bayar gaji mereka penghuni, bukan pengelola.

Semenjak banyak permasalahan di Menara Latumeten mulai lah beberapa penghuni yang memiliki hati nurani dan mau berkorban untuk kepentingan seluruh penghuni lain mengadakan pergerakan untuk melawan ketidak adilan ini. Dari penuturan seorang teman saya yang terlibat dalam perjuangan tersebut mereka sudah mulai dari September 2011 dan telah mengirim banyak surat dan menemui banyak instansi pemerintah untuk meminta keadilan bahkan pernah bertemu dengan para Anggota DPR, Kemenpera (Kementerian Perumahan Rakyat), dsb. Juga ikut bergabung dalam pergerakan-pergerakan seperti yang diwadahi oleh APERSSI (Asosiasi Perhimpunan penghuni Rumah SuSun Indonesia) http://www.facebook.com/APERSSI?ref=ts dan KAPPRI (Kesatuan Aksi Pemilik & Penghuni Rumah Susun Indonesia) http://www.facebook.com/kappri.kesatuanaksi

Mereka ini adalah orang2 yang tulus dan saya sering melihat mereka bekerja sampai tengah malam masih keliling2 ke para penghuni untuk memberi pengertian tentang perjuangan ini. Dan mereka juga bukan orang-orang yang tidak berpendidikan, bahkan ada yang S2 & S3 serta orang hukum dalam kepengurusan mereka. Saya ingat Ketua pengurus mereka Pak Lerman pernah mengatakan : "kami tidak memiliki ambisi sedikit pun untuk mencari keuntungan pribadi, kami cuma tidak ingin terus ditindas oleh pihak2 yang mau terus mengambil keuntungan sebanyak mungkin dari para penghuni menara latumeten dan ingin agar Rumah kita bersama ini menjadi Lebih Baik, Aman, Nyaman dan Menjadi tempat di mana seluruh Penghuni dalah hidup dalam suasana KASIH". Oleh karena itu perjuangan mereka tidak pernah menggunakan cara2 kekerasan. Kalau mau cara kekerasan sudah dari dulu pengelola lari terbirit-birit, emang cuma mereka yang bisa panggil preman. Cuma mereka pingin berjuang sesuai aturan hukum makanya waktu kejadian di video ini, mereka koordinasi pengamanan dengan kepolisian tapi waktu hari H, pada nggak muncul, setelah banyak preman bayaran pengelola dateng bawa2 parang baru polisi dateng.

Nah mengenai acara hari Minggu 5 Agustus 2012 dari informasi yang ada di media kan katanya unjuk rasa padahal acaranya adalah "Musyawarah Pembentukan PPPSRS" yang di hadiri oleh para Pejabat Menpera & Dinas Perumahan DKI. Bahkan panitia sudah ada lampiran surat dari Kemenpera yang meminta developer membantu sukses-nya acara ini.

Kenapa PPPSRS perlu di bentuk? Agan2 sekalian sekarang saya tanya, kalau kalian tinggal di Apartemen, mau nggak kalo Pengelola dengan seenak jidatnya naikin Tarif Listrik, Air, Maintenance, Parkir, TV Kabel (gak boleh pasang dari luar mesti langganan sama pengelola) sampai 2-3 kali lipat? Terus duitnya gak ada yang bener2 buat perbaikan fasilitas. Mau ngelawan? Kalo nggak digebukin security, di putusin dech aliran listrik dan air ke unit ente. Banyak Apartemen yang sudah mengalami kejadian ini, coba dech tanya sama temen2 anda yang tinggal di apartemen. Kalau ada PPPSRS, segala kebijakan pengelola harus melalui persetujuan Perhimpunan Penghuni dulu yang notabene harusnya mewakili kepentingan penghuni.

Di Menara Latumeten kita beruntung punya orang-orang mau peduli dan yang berani maju untuk memastikan jajaran pengurus PPPSRS nanti benar para penghuni dan memiliki niat tulus untuk memperbaiki keadaan di Rumah kita. Banyak apartemen lain yang PPPSRS-nya merupakan Rekayasa Developer di mana pengurus2nya juga orang developer sehingga semua kebijakan pengelola jadi tidak memihak pada penghuni. Di Menara Latumeten saja Developer sudah membentuk PPRSS (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Sementara) yang seakan-akan penghuni sudah terlibat di dalam kepengurusan, tapi jangan salah, perhatikan kata "Sementara"-nya itu karena seharusnya mereka ada hanya karena proses untuk memfasilitasi pembentukan Perhimpunan Penghuni yang sebenarnya, yang bener2 anggotanya adalah seluruh pemilik dan penghuni di situ, bukan orang developer. Proses ini paling lama kan 1 tahun menurut undang2 jadi seharusnya mereka sudah tidak berkuasa lagi saat ini.

Oleh karena itu lah pada 5 Agustus 2012 tersebut kita seluruh penghuni dapat melihat betapa ngotot-nya developer & pengelola untuk terus berkuasa di Rumah kita. 10 orang dari anggota panitia mengalami cidera bahkan salah satunya kena tendang di belakang kepala sampai hampir gegar otak, juga kalau di metro di bilang ada penghuni yang lempar helm ke pengelola, justru itu salah seorang panitia yang bermaksud menghalau massa yang bawa2 parang itu, di timpuk oleh salah satu massa itu.

Keterangan ini di buat dengan sebenar-benarnya, kalau tidak percaya silahkan tanya sama temen2 anda yang menyaksikan kejadian tersebut. Terus terang saat ini banyak penghuni yang hidup dalam ketakutan dalam rumah kita sendiri karena setelah kejadian massa yang datang bawa2 parang itu bisa dengan santai masuk ke dalam area Rumah kami sambil nongkrong2 dan sebagian security melotot melulu kalo liat penghuni. Pada dasarnya para penghuni mengerti bahwa security2 hanya di suruh dan sekedar cari nafkah di rumah kami, bahkan saya sendiri pernah koq kasih makanan, rokok dan bayarin kopi buat security. Kami memaafkan tindakan mereka dengan Kasih. Namun seharusnya otak2nya ini harus segera ditindak, seperti building manager yang notabene orang no 1 di badan pengelola, manager hrd pengelola karena telah memperkerjakan preman untuk menjadi sebagian security, serta chief security-nya yang berlagak kayak orang paling kuat di dunia dan kebal hukum kalo di Menara Latumeten.

Saya pun yang tadi-nya tidak terlalu peduli, setelah kejadian 5 Agustus 2012 jadi Sangat Peduli, walaupun ada rasa takut, saya percaya nyawa di Tangan Tuhan, apapun yang terjadi para penghuni harus terus berjuang.

Seharusnya Rumah Susun Sederhana seperti Menara Latumeten harusnya di dukung bahkan menghimbau masyarakat agar mau tinggal di rumah susun. Tapi biaya hidup jangan kayak di apartemen mewah kalau untuk Rumah Susun Sederhana / Menengah seperti yang terjadi saat ini di menara latumeten.

Contoh biaya yang tiap bulan saya keluarkan :
Tarif Listrik Rp. 875 / Kwh (dulu Rp. 1.010) >-- Tiap bulan sekitar Rp. 350.000
Tarif Air Rp. 9.000 / M3 (dulu Rp. 11.000) >-- Tiap bulan sekitar Rp. 200.000
(padahal yang tinggal cuma 3 orang dewasa dan 1 bayi).
Tarif Parkir Motor >-- Tiap bulan Rp. 45.000/motor (dulu Rp. 60.000, padahal bukan basement dan luasnya sangat terbatas motor saya kayak ikan sarden)
Tarif Maintenance & Sinking Fund >--- Tiap bulan sekitar Rp. 260.000
Tarif TV Kabel >-- Rp. 170.000/Bulan (nggak ada paket basic gan, terus kalo peke antena dalem burem sekali, kagak bisa ketonton)
Laundry Kiloan >-- sekitar Rp. 350.000/bulan (kagak bisa nyuci, taro mesin cuci 1 aja udah sempit banget, balkon cuma seiprit)
Kesimpulannya dengan biaya hidup kayak gini kalo karyawan biasa kayak saya berat gan, blom mau beli susu anak. berdukas

Terima kasih, saya harap penjelasan saya ini dapat memberikan pengertian mendalam buat Agan2 semua. Mohon dukungannya untuk perjuangan para penghuni Menara Latumeten dengan harapan dapat jadi Contoh buat apartemen-apartemen lain agar mereka tahu bahwa mereka punya Hak secara Hukum. MERDEKA...!!! iloveindonesias

PS : Lokasi Menara Latumeten di Latumeten Raya seberang mal season city. developernya Margahayuland (www.margahayuland.co.id) dan pengelola Provices Indonesia.
regiwijaya0876 - 27/08/2012 10:01 AM
#77
Tragedi di Apartemen Menara Latumeten 5 Agustus 2012
Dear Agan2 yang Budiman,

Buat Agan2 yang telah mengunjungi Link Video Tindak Kekerasan terhadap Penghuni Apartemen Menara Latumeten : http://www.youtube.com/watch?v=-9nipiusV_E

Sampai saat ini tidak ada satupun indikasi Penegakan Keadilan baik dari Pihak Kepolisian, Instansi2 Pemerintah maupun tanggung jawab Developer PT. Anggana Margahayuland terhadap masalah ini. Padahal kasus ini telah dilaporkan ke Pihak Kepolisian sejak 5 Agustus 2012 lalu.

Sebagai bagian dari upaya para Penghuni yang berusaha untuk mendapatkan keadilan dalam kasus ini, maka para Penghuni berencana untuk melaporkan kasus ini ke KOMPOLNAS, KOMNAS HAM, KONTRAS dan beberapa Instansi Pemerintah. Namun sebagaimana Agan2 tahu di Indonesia kalau tidak dibantu oleh sorotan Publik, maka kasus ini akan lenyap seiring waktu, di makan oleh kuat-nya Kuasa Uang.

Oleh karena itu, mohon bantuan Agan2 semua untuk visit ke Link Video You Tube tersebut di atas dan sudi memberikan "Jempol-nya" untuk "LIKE" dan juga Share ke teman2 lain untuk Facebook Fan Page "Peduli Menara Latumeten" (http://www.facebook.com/pages/Peduli-Menara-Latumeten/353134701372043) di mana di Fan Page ini Agan2 juga bisa mencari informasi lebih lanjut mengenai HAK2 kita sebagai Pemilik Apartemen maupun bagi Calon Pembeli Apartemen.

Mohon bantuannya untuk meluangkan sedikit waktu saja demi tercapainya Keadilan Publik bagi para Penghuni Apartemen Menara Latumeten.

Ingat ya, visit : http://www.youtube.com/watch?v=-9nipiusV_E kasih "Jempol" anda lalu visit : http://www.facebook.com/pages/Peduli-Menara-Latumeten/353134701372043 juga kasih "Jempol"anda. Cuma itu aja koq.

Terima kasih banyak untuk dukungan Agan2 selama ini. iloveindonesias

PART 1 : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15908173
PART 2 : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15924662
regiwijaya0876 - 26/09/2012 10:04 AM
#78
Tragedi di Apartemen Menara Latumeten 5 Agustus 2012
Dear Agan2,

Mengenai Video Penganiayaan terhadap Penghuni yang terjadi di Apatemen Menara Latumeten, Grogol, Jakarta Barat, seperti yang terekam dalam Video di Link ini :

http://www.youtube.com/watch?v=-9nipiusV_E

menurut informasi yang saya dapat bahwa telah ada kesepakatan Damai antara Pihak Developer dengan para Penghuni yang di fasilitasi oleh Kemenpera (Kementerian Perumahan Rakyat) untuk segera membentuk Perhimpunan Penghuni yang Sah dan dikoordinasi oleh para Penghuni sendiri.

Nah..., saya mau tanya pendapat Agan2 sekalian, apakah dengan adanya sesepakatan ini berarti tindakan Pemukulan terhadap para Penghuni Menara Latumeten harus dilupakan saja atau tetap harus diproses sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku di NKRI? Karena sampai saat ini oknum2 yang melakukan Pemukulan masih bebas berkeliaran di Menara Latumeten dan bahkan telah menimbulkan kericuhan baru seperti kejadian beberapa hari lalu di mana salah seorang Penghuni hampir dipukuli oleh beberapa oknum Security gara2 salah Parkir Mobil....!!!

Mohon berikan tanggapan anda. Terima kasih. iloveindonesias

PART 1 : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15908173
PART 2 : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15924662
PART 3 : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16137952
flutech00 - 26/09/2012 01:38 PM
#79

kalo tempat tinggal sudah tidak nyaman mau tidur juga ga nyenyak \(
poni.aneh - 26/09/2012 03:31 PM
#80

Quote:
Original Posted By regiwijaya0876


Contoh biaya yang tiap bulan saya keluarkan :
Tarif Listrik Rp. 875 / Kwh (dulu Rp. 1.010) >-- Tiap bulan sekitar Rp. 350.000
Tarif Air Rp. 9.000 / M3 (dulu Rp. 11.000) >-- Tiap bulan sekitar Rp. 200.000
(padahal yang tinggal cuma 3 orang dewasa dan 1 bayi).
Tarif Parkir Motor >-- Tiap bulan Rp. 45.000/motor (dulu Rp. 60.000, padahal bukan basement dan luasnya sangat terbatas motor saya kayak ikan sarden)
Tarif Maintenance & Sinking Fund >--- Tiap bulan sekitar Rp. 260.000
Tarif TV Kabel >-- Rp. 170.000/Bulan (nggak ada paket basic gan, terus kalo peke antena dalem burem sekali, kagak bisa ketonton)
Laundry Kiloan >-- sekitar Rp. 350.000/bulan (kagak bisa nyuci, taro mesin cuci 1 aja udah sempit banget, balkon cuma seiprit)

Kesimpulannya dengan biaya hidup kayak gini kalo karyawan biasa kayak saya berat gan, blom mau beli susu anak. berdukas


350.000+200.000+45.000+260.000+170.000+350.000=1,375 jt/bulan
buset dah buat kamar seupil lo keluar 1.4jtan sebulan nohope:
mending ngekos gan D
mending jual aja gan, cari rumah... kalo mo cari masih banyak yg jual lumayan miring karena BU.
asal lo korban waktu muterin jakarta aja.
Page 4 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > CASCISCUS > SURAT PEMBACA > Tragedi di Apartemen Menara Latumeten 5 Agustus 2012