Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut
Total Views: 3653 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

topx666 - 31/08/2012 03:24 PM
#21

^^^

puh, kalo nyerang jangan nyerang agama dan nabinya dong, cukup orang yg mengatakan itu aja. disini coba deh obyektif, yg kayak gitu jangan disalahin. malus
kyoshiro30 - 31/08/2012 03:30 PM
#22

Quote:
Original Posted By n'DhiK
kenyataan apa?
kenyataan tetap cuma satu, cuma sudut pandang yang berbeda-beda...
kalian katakan jihad di zaman Muhammad itu perintah Tuhan, suci, berpahala, dan saya katakan itu omong-kosong...
kenyataannya adalah Harbul Yarmuk, dan kedua-belah pihak punya kepentingan politik masing-masing...


mau dibilang gimana gan..karena Jihad itu menjadi faktor paling berpengaruh kepada keyakinan dan mental \)
terlepas dari adanya intrik2 spt yg agan katakan, tapi kenyataannya memang faktor itulah yang sangat berpengaruh dengan keberhasilannya \)
ridwanhidayat - 31/08/2012 03:51 PM
#23

perang yang dahsyat, kira2 ini zaman Rasulullah SAW atau khalifah Umar ya gan? \)
topx666 - 31/08/2012 03:57 PM
#24

Quote:
Original Posted By kyoshiro30
mau dibilang gimana gan..karena Jihad itu menjadi faktor paling berpengaruh kepada keyakinan dan mental \)
terlepas dari adanya intrik2 spt yg agan katakan, tapi kenyataannya memang faktor itulah yang sangat berpengaruh dengan keberhasilannya \)


sedikit OOT, Jihad yg secara militer berhasil, akan menjadi inspirasi bagi Mujahid2 setelahnya untuk melakukan Jihad2 selanjutnya, Jihad yg secara militer gagal, akan menjadi penyemangat untuk melakukan Jihad2 selanjutnya agar berhasil, maka yg seperti ini sangat bagus untuk doktrin militer (pada jaman dahulu) malus

kalo sekarang, doktrin Jihad juga bisa saja tetep dipelihara, namun tetep dibarengi dengan strategi, pengamatan, serta analisis mendalam terhadap medan pertempuran yg akan dihadapi.
InRealLife - 31/08/2012 05:19 PM
#25

Quote:
Original Posted By Portaldugem



pentingnya patuh kepada perintah Rasulullah walaupun perintah tsb tidak masuk diakal..

================


btw perintah buat pasukan pemanah agar tetap di bukit dan jangan ikut turun itu bukan tidak masuk akal... malah sangat masuk akal secara strategis, karena pada awal pertempuran merekalah yang mencegah Khalid dkk maju membantu infanteri di tengah. Buktinya, begitu mereka ga disiplin karena takut ga kebagian harta rampasan, keadaan langsung berbalik dan pasukan Muslim jadi didesak Khalid.

InRealLife - 31/08/2012 05:20 PM
#26

Quote:
Original Posted By ridwanhidayat
perang yang dahsyat, kira2 ini zaman Rasulullah SAW atau khalifah Umar ya gan? \)


Kalau Yarmuk itu zaman Khalifah Umar. Nabi Muhammad sudah wafat ketika itu.
elandinho - 31/08/2012 05:35 PM
#27

Ini perang yang hebat, tapi sayangnya diceritakan sebagai dakwah.
Harusnya diceritakan secara netral.
Tapi memang perang ini menentukan kemajuan umat islam dalam menguasai daerah timur tengah dan mampu menekan Romawi Timur (Bizantum) ke daerah sekitar Instanbul saja.
ghostagus - 31/08/2012 06:17 PM
#28

keren banget dah gannn... ane rate 5 dahh
sory belum iso jadi gabisa kasi cendol D
n'DhiK - 01/09/2012 06:24 AM
#29

Quote:
Original Posted By kyoshiro30
mau dibilang gimana gan..karena Jihad itu menjadi faktor paling berpengaruh kepada keyakinan dan mental \)
terlepas dari adanya intrik2 spt yg agan katakan, tapi kenyataannya memang faktor itulah yang sangat berpengaruh dengan keberhasilannya \)


ya, tapi yang saya maksud kenyataan bukan seperti itu, lagipula pernyataan "karena Jihad itu menjadi faktor paling berpengaruh kepada keyakinan dan mental" ini terlalu fatalistik, karena merefer pada kondisi keimanan seorang Muslim yang ditentukan oleh kontak fisik (anggaplah pengertian jihad itu adalah perang)....

nah yang saya maksud kenyataan adalah "perang", inget lho kata kuncinya adalah perang, al-harb, al-ghazwah... ada 2 kubu di situ, kubu Muslim Madinah dengan kubu Byzantium, kita bisa ambil beberapa poin soal pertempuran ini:

1. Islam di bawah pimpinan Muhammad.SAW telah membentuk sebuah komunitas negara yang selama kepemimpinannya, Muhammad telah menaklukkan (ekspansi, koloni) seluruh jazirah Arab dan diteruskan pada Abu Bakar atas dasar altruisme "dinul Islam" untuk menda'wahkan "dinul Islam" kepada masyarakat A'jam (non-Arab) sesuai panduan Muhammad dahulu...

2. karena altruisme itu sifatnya mementingkan kepentingan maslahat ketimbang kepentingan pribadi, maka posisi negara sebagai pemegang kukuh aturan sangat kuat dalam mempropagandakan altruisme pada pasukannya, termasuk rakyatnya...

3. namun, altruisme terkuat adalah agama, sebab agama sendiri secara hakikat mengajarkan altruisme lebih kepada nilai moral universal, daripada ritual...

4. dan negara, memanfaatkan nilai-nilai altruisme agama itu untuk mempropagandakan jiwa-jiwa altruisme terhadap kepentingan agama...

5. sekali lagi perlu diketahui, agama dan negara di masa Abu Bakar itu tidak ada bedanya, sama saja....

6. jadi, Pemerintah dengan mudah mengatur dan membentuk pasukan pemberani, pasukan yang "soleh", pasukan yang "bertaqwa", para calon syuhada...

7. dan "dinul Islam" itu adalah negara tsb, kepentingannya adalah menyebarkan "dinul Islam" kepada masyarakat A'jam (dengan kata lain, memperluas wilayah negara ke luar negeri Arab)...

8. dan berhasil, Perang Yarmuk bisa dikatakan peristiwa penting, titik awal yang menandai penaklukan-penaklukan Muslim ke luar Arab sebagai bagian dari sejarah peradaban Islam di Timur Tengah...

9. karena keberhasilan tsb, peristiwa itu diabadikan para sejarawan Muslim (pada masa Abbasiyah) dan ditulis ulang dengan sudut pandang Islami (dengan dibubuhi "kalimat-kalimat manis", misalnya "keberanian ummat Muslim", "kepahlawanan Islam dalam Perang Yarmuk", "karamah Allah ketika perang Yarmuk", "keajaiban-keajaiban yang diberikan Allah selama pertempuran Yarmuk", dan embel-embel omong-kosong manis lainnya), Perang Yarmuk telah melengkapi sejarah peradaban Islam dimana Muslim selalu menjadi protagonis di berbagai kisah lain selama itu, seperti pertempuran Qadisiyah, penaklukan Mesir dan Syam, penaklukan Romawi Timur oleh Ottoman, dll...

10. dan kisah yang diliputi kalimat-kalimat manis itu diwariskan kepada ummat Muslim sampai sekarang.... tujuannya adalah membentuk karakter mujahidin dan pemberani pada diri orang Muslim (bisa dibaca: membentuk karakter yang gampang diatur dalam berorganisasi keagamaan, atau dengan kalimat kiasan "mudah digiring seperti keledai")....

maaf bila saya terlalu kasar, karena saya tidak suka berbasa-basi...
dhenbagoez - 03/09/2012 01:14 AM
#30

Quote:
Original Posted By n'DhiK

kenyataan apa?
kenyataan tetap cuma satu, cuma sudut pandang yang berbeda-beda...
kalian katakan jihad di zaman Muhammad itu perintah Tuhan, suci, berpahala, dan saya katakan itu omong-kosong...
kenyataannya adalah Harbul Yarmuk, dan kedua-belah pihak punya kepentingan politik masing-masing...

Maaf gan dr awal saya nyimak kayaknya agan alergi banget sm sejarah Jihad para sahabat Nabi. Smua yg agan katakan itu kan juga dr sudut pandang filosofi ente. Dan adalah dasar keyakinan sy sbage muslim bahwa apapun perintah yg disabdakan di jaman Rosulullah adalah berdasarkan petunjuk dari ALLAH.SWT. Kalo dipatuhi pasti pasti dapet pahala dan bukan OMONG KOSONG.
"dan kedua-belah pihak punya kepentingan politik masing-masing..."
ya jelas lah, kl gak ada kepentingan ngapain sampek ada perang... dan hal itu jg udah sering terjadi sebelum Islam datang. Romawi adalah Imperium, jika mereka tidak dikalahkan maka mereka pasti akan berusaha mengalahkan jg.
Quote:
Original Posted By n'DhiK

10. dan kisah yang diliputi kalimat-kalimat manis itu diwariskan kepada ummat Muslim sampai sekarang.... tujuannya adalah membentuk karakter mujahidin dan pemberani pada diri orang Muslim (bisa dibaca: membentuk karakter yang gampang diatur dalam berorganisasi keagamaan, atau dengan kalimat kiasan "mudah digiring seperti keledai")....

maaf bila saya terlalu kasar, karena saya tidak suka berbasa-basi...


Saya memang bkn ahli sejarah ato akademisi ttg sejarah, makanya sy cantumin sumbernya. dan bkn bermaksud menyebarkan opini macem2 tentang jihad dan perang. Kalo menurut agan ini kisah banyak rekayasa ato hanya penuh kata2 yg dipermanis (buat bohongin generasi skarang), gak usah pake argumen macem2 yg gak jelas buktinya, sebutin aja dimana letak kesalahannya dan tunjukin ke forum sejarah versi agan dgn data sumber yg lebih valid. Saya kira itu lebih elegan dan sy akan senang hati menerima masukan & kritik atas isi thread ini. Kalimat terahir agan terlalu kasar dgn kata2 itu. seolah agan ini orang yg paling pinter dan bener.
sekali lagi silahkan di koreksi kl memang ada penyimpangan sejarah dan tunjukin sejarah versi anda yg lebih valid sumbernya, agar kami bs menerimanya, dan agar sy tdk berfikir bahwa anda sperti kata2 terahir agan.

maaf bila saya terlalu kasar, karena agan tidak suka berbasa-basi...malus
elandinho - 03/09/2012 11:22 AM
#31

Sudahlah.
Masih banyak kok perang lainnya dimana kaum muslimin mengalami kekalahan apalagi jaman sekarang. Tapi apa karena bukan tidak dipimpin sahabat nabi terus mereka kalah?
Kondisi saat itu memang Kaum Muslimin sedang berada diatas angin, Kekuatan lama (Romawi/Byzantum) sedang dalam fase kemunduran. Jadi kalau baca sejarah jangan dilihat pada suatu tempat saat waktu itu, tetapi bagaimana di tempat lain?
Seperti Kemerdekaan kita lah. Para Pendiri Bangsa tak akan berani proklamasi kalau tidak tahu bahwa Jepang telah kalah di perang Pasific kan?
n'DhiK - 03/09/2012 11:49 AM
#32

Quote:
Original Posted By dhenbagoez
Maaf gan dr awal saya nyimak kayaknya agan alergi banget sm sejarah Jihad para sahabat Nabi.


alergi sih nggak, tapi JIJIK, jika jihad itu diartikan membela agama Allah dengan cara militer ataupun kontak fisik... omong-kosong sekali Allah dan agamanya perlu dibela apalagi dengan cara kekerasan.... peperangan yang dilakukan Muhammad di masa da'wahnya sesuai semangat zamannya, dimana zamannya masih konservatif, sehingga jihad yang diartikan peperangan itu hanya sesuai di zaman kekolotan, tapi tidak sesuai di zaman postmodern, zaman serba ketidak-tabuan, zaman centang-prenang, zaman serba terbuka...

Quote:
Original Posted By dhenbagoez
Smua yg agan katakan itu kan juga dr sudut pandang filosofi ente. Dan adalah dasar keyakinan sy sbage muslim bahwa apapun perintah yg disabdakan di jaman Rosulullah adalah berdasarkan petunjuk dari ALLAH.SWT. Kalo dipatuhi pasti pasti dapet pahala dan bukan OMONG KOSONG.


memang, tapi bukan tidak berdasar pada petunjuk Allah juga... saya meyakini Allah itu Tuhan, bukan robot, bukan boneka, bukan berhala yang biasanya dikalungi oleh ummat beragama (termasuk ummat Muslim) menjadi jimat yang menghakimi manusia yang lain demi sebuah kepentingan politik, hukum, ekonomi, atau bahkan kepentingan agama....

Quote:
Original Posted By dhenbagoez
"dan kedua-belah pihak punya kepentingan politik masing-masing..."
ya jelas lah, kl gak ada kepentingan ngapain sampek ada perang... dan hal itu jg udah sering terjadi sebelum Islam datang. Romawi adalah Imperium, jika mereka tidak dikalahkan maka mereka pasti akan berusaha mengalahkan jg.


baguslah jika ente ngerti...

Quote:
Original Posted By dhenbagoez
gak usah pake argumen macem2 yg gak jelas buktinya, sebutin aja dimana letak kesalahannya dan tunjukin ke forum sejarah versi agan dgn data sumber yg lebih valid. Saya kira itu lebih elegan dan sy akan senang hati menerima masukan & kritik atas isi thread ini. Kalimat terahir agan terlalu kasar dgn kata2 itu. seolah agan ini orang yg paling pinter dan bener.


kok malah minta bukti valid, kalau mau kritik saya kritik saja, saya kan sudah nulis di posting sebelumnya bahwa sumber-sumber dari sejarawan Muslim itu sudah cukup valid kok, jadi gak usah cari sumber-sumber lain... malah salah satu buku yang saya baca dulu karya Agha Ali Ibrahim Akram (Muslim conquest of Persia) itu lengkap banget dan tidak dipermanis sama sekali, sangat netral, padahal Akram sendiri adalah sejarawan Muslim... Akram pun juga memuat sumber-sumber tertulis yang lebih tua, yang muncul di zaman Abbasiyah, seperti "Futuhul Budan" karya Al-Baladhuri, "Fatuhusysyam" karya Al-Waqidi, "Sirah Nabawiyah" karya Ibnu Ishaq, dan sumber-sumber Eropa....

yang mempermanis kisah-kisah itu bukan sejarawan Muslim modern, tapi sejarawan Muslim zaman Abbasiyah tsb, dan Muslim-muslim modern yang bukan sejarawan, bukan ahli filologi, bukan ahli sastra, yang tidak pernah membaca kitab-kitab futuh dan sirah, mereka cuma ustad, cuma guru ngaji, cuma pendongeng, cuma penulis artikel bebas, yang membubuhi kisah perang Yarmuk (dan juga penaklukan-penaklukan Umar) dengan gula sehingga menjadi manis dan diceritakan ulang lagi di berbagai ceramah, khuthbah, dll.... makanya Akram cermat sekali memilih kalimat (diksi) untuk disampaikan senetral mungkin, baik dari sumber-sumber Islam maupun sumber-sumber Eropa (termasuk naskah-naskah tekstual zaman Romawi yang dijadikan sumbernya)... sekalipun Akram harus menulis "mu'jizat Allah berupa badai gurun", beliau tetap mencantumkan logika sistematis bahwa badai gurun itu sebenarnya biasa dalam peperangan di Hijaz, tapi pasukan Byzantium tidak terbiasa perang di gurun pasir, tapi kalimat "mu'jizat" adalah kalimat hipnosa yang mensugesti pasukan Muslim untuk lebih bersemangat dalam berperang (When Amr ibn Al-As called those all miracles of God, it is a kind of hypnotic sentences for sowing the Muslim forces unconsciousness mind which made them more excited in fight - p.82)

nah, jika para Muslim yang nulis artikel-artikel tsb memakai sudut pandang yang manis, protagonis dan kultus, maka saya cuma mengutarakan sudut pandang berbeda, sudut pandang pembalikan nilai, antagonis dan skeptis.... jika anda mau kritik, kritik saja itu...
goed.adit - 03/09/2012 12:04 PM
#33

@ Ndhik: jangan lupa bahwa kewajiban mengislamkan seluruh dunia dengan pedang atau dengan damai adalah pandangan umum yang dikristalisasi zaman Abbasiyah. Mau tidak cocok dengan zeitgeist post modern atau apa, jangan nafikkan itu!



Di lain pihak, kalu pakai bahasa berbunga2 macam ini di forum umum, itu tandanya sebagai muslim mengalami inferiority complex. Izzah tidak dibangun dengan propaganda rendahan begini!
advitha - 03/09/2012 12:32 PM
#34

mau bilang omong kosong ya wajar aja,mau bilang ga ada hubungan sm jihad ya wajar aja.lha wong dia bukan muslim kok,definisi jihad dalam arti luas aja mgkn dia belum tau.cuma kok berani ngotot macem dia yg paling benar ajagila:
n'DhiK - 03/09/2012 04:22 PM
#35

Quote:
Original Posted By goed.adit
@ Ndhik: jangan lupa bahwa kewajiban mengislamkan seluruh dunia dengan pedang atau dengan damai adalah pandangan umum yang dikristalisasi zaman Abbasiyah. Mau tidak cocok dengan zeitgeist post modern atau apa, jangan nafikkan itu!


inilah yang disebut agama (pelembagaan spiritual), akhirnya mengklaim bahwa Allah hanya miliknya, ngaku Allah sebagai Tuhannya sekaligus bonekanya, jadinya Tuhan bisa digiring kemana-mana terserah oknumnya... Tuhan dikekang, dilembagakan, dikerangkeng, sungguh sangat bermoral sekali ya D

Quote:
Original Posted By advitha
mau bilang omong kosong ya wajar aja,mau bilang ga ada hubungan sm jihad ya wajar aja.lha wong dia bukan muslim kok,definisi jihad dalam arti luas aja mgkn dia belum tau.cuma kok berani ngotot macem dia yg paling benar ajagila:


jadi ente tau tuh definisi jihad yang dimaksud ente dalam arti luas itu?
wah akhirnya ketemu manusia yang tahu akan sesuatu, situ pinter dong?
coba terangkan ke saya yang bodoh dan goblog ini...
setayudho - 04/09/2012 04:00 AM
#36

ane sampe bingung mau komeng apa'an, udah pada punya pandangan sendiri2 rupanya, udah serasa di sidang PBB. Ntar gw oot lagi....
Jihad jaman dulu memang pake perang (tapi dalam artian apa?), emang dulu jaman masih jaman perang. Soalnya dulu kalo kita nggak nyerang kita yg diserang (udah wajar namanya juga jaman kerajaan), nah nanti kalo umat islam nggak nyerang duluan (menyatakan perang) ntar bisa2 dihabisin dong pengikutnya n daerahnya (biasa politik jadul). Padahal waktu itu umat islam dikelilingi kerajaan2 yg tangguh n luas kekuasaannya, kayak persia n byzantium. Khan sudah tahu kalo sebuah kerajaan tuh selalu ingin memperluas daerah kekuasaannya.
Jadi emang jihadnya udah kecampuran dg tujuan politis (untuk menambah pasukan n untuk menambah pundi2 kas negara), emang mau pegawai pemerintahan kerja nggak digaji. Tapi memang tentu saja jihad jaman dulu kebanyakan pake perang, baik itu untuk mempertahankan diri ataupun menyerang balik.

Tapi jaman sekarang kalau mo jihad, jangan pake perang (sekarang bukan jaman perang bro) hammer
Jadi pake apa donk?
Pake pendidikan....
Berkorbanlah lewat pendidikan, yaa bantu2 uang kek, donor buku kek....
Ampunilah adikmu yang masih newbie ini.... :salaman
By the way gw baca2 lagi komeng2 di atas tentang kisah sejarah yg dipermanis. Ini membuka wawasan gw. Tapi kalo menurut gw emang perlu juga sih sejarah itu dipermanis, soalnya bisa lebih menarik dibaca n bikin anak2 kecil itu jadi cinta sejarah. Asal yaa...nggak terlalu lebay aja dipermanisnya. Soalnya soup yg terlalu asin juga malah bikin darah tinggi...
RiotSheild - 04/09/2012 10:54 AM
#37

jadi perang ini masih menggunakan konsep kesatria paladin kah?
Hashimi - 05/09/2012 02:01 AM
#38


Quote:
Original Posted By n'DhiK
ya, tapi yang saya maksud kenyataan bukan seperti itu, lagipula pernyataan "karena Jihad itu menjadi faktor paling berpengaruh kepada keyakinan dan mental" ini terlalu fatalistik, karena merefer pada kondisi keimanan seorang Muslim yang ditentukan oleh kontak fisik (anggaplah pengertian jihad itu adalah perang)....

nah yang saya maksud kenyataan adalah "perang", inget lho kata kuncinya adalah perang, al-harb, al-ghazwah... ada 2 kubu di situ, kubu Muslim Madinah dengan kubu Byzantium, kita bisa ambil beberapa poin soal pertempuran ini:

1. Islam di bawah pimpinan Muhammad.SAW telah membentuk sebuah komunitas negara yang selama kepemimpinannya, Muhammad telah menaklukkan (ekspansi, koloni) seluruh jazirah Arab dan diteruskan pada Abu Bakar atas dasar altruisme "dinul Islam" untuk menda'wahkan "dinul Islam" kepada masyarakat A'jam (non-Arab) sesuai panduan Muhammad dahulu...

2. karena altruisme itu sifatnya mementingkan kepentingan maslahat ketimbang kepentingan pribadi, maka posisi negara sebagai pemegang kukuh aturan sangat kuat dalam mempropagandakan altruisme pada pasukannya, termasuk rakyatnya...

3. namun, altruisme terkuat adalah agama, sebab agama sendiri secara hakikat mengajarkan altruisme lebih kepada nilai moral universal, daripada ritual...

4. dan negara, memanfaatkan nilai-nilai altruisme agama itu untuk mempropagandakan jiwa-jiwa altruisme terhadap kepentingan agama...

5. sekali lagi perlu diketahui, agama dan negara di masa Abu Bakar itu tidak ada bedanya, sama saja....

6. jadi, Pemerintah dengan mudah mengatur dan membentuk pasukan pemberani, pasukan yang "soleh", pasukan yang "bertaqwa", para calon syuhada...

7. dan "dinul Islam" itu adalah negara tsb, kepentingannya adalah menyebarkan "dinul Islam" kepada masyarakat A'jam (dengan kata lain, memperluas wilayah negara ke luar negeri Arab)...

8. dan berhasil, Perang Yarmuk bisa dikatakan peristiwa penting, titik awal yang menandai penaklukan-penaklukan Muslim ke luar Arab sebagai bagian dari sejarah peradaban Islam di Timur Tengah...

9. karena keberhasilan tsb, peristiwa itu diabadikan para sejarawan Muslim (pada masa Abbasiyah) dan ditulis ulang dengan sudut pandang Islami (dengan dibubuhi "kalimat-kalimat manis", misalnya "keberanian ummat Muslim", "kepahlawanan Islam dalam Perang Yarmuk", "karamah Allah ketika perang Yarmuk", "keajaiban-keajaiban yang diberikan Allah selama pertempuran Yarmuk", dan embel-embel omong-kosong manis lainnya), Perang Yarmuk telah melengkapi sejarah peradaban Islam dimana Muslim selalu menjadi protagonis di berbagai kisah lain selama itu, seperti pertempuran Qadisiyah, penaklukan Mesir dan Syam, penaklukan Romawi Timur oleh Ottoman, dll...

10. dan kisah yang diliputi kalimat-kalimat manis itu diwariskan kepada ummat Muslim sampai sekarang.... tujuannya adalah membentuk karakter mujahidin dan pemberani pada diri orang Muslim (bisa dibaca: membentuk karakter yang gampang diatur dalam berorganisasi keagamaan, atau dengan kalimat kiasan "[I]mudah digiring seperti keledai")....

maaf bila saya terlalu kasar, karena saya tidak suka berbasa-basi...


jadi menurut lu perang agresif yg dilakukan di jaman Rasul dan sahabat tidak salah, tapi perang agresif ketika jaman sesudahnya salah?
kok kalo menurut sy perang agresif tetap salah apapun kondisi jamannya, berbeda dgn self defence yg masih bisa dimaklumi[/I]
n'DhiK - 06/09/2012 11:31 AM
#39

Quote:
Original Posted By setayudho
ane sampe bingung mau komeng apa'an, udah pada punya pandangan sendiri2 rupanya, udah serasa di sidang PBB. Ntar gw oot lagi....
Jihad jaman dulu memang pake perang (tapi dalam artian apa?), emang dulu jaman masih jaman perang. Soalnya dulu kalo kita nggak nyerang kita yg diserang (udah wajar namanya juga jaman kerajaan), nah nanti kalo umat islam nggak nyerang duluan (menyatakan perang) ntar bisa2 dihabisin dong pengikutnya n daerahnya (biasa politik jadul). Padahal waktu itu umat islam dikelilingi kerajaan2 yg tangguh n luas kekuasaannya, kayak persia n byzantium. Khan sudah tahu kalo sebuah kerajaan tuh selalu ingin memperluas daerah kekuasaannya.
Jadi emang jihadnya udah kecampuran dg tujuan politis (untuk menambah pasukan n untuk menambah pundi2 kas negara), emang mau pegawai pemerintahan kerja nggak digaji. Tapi memang tentu saja jihad jaman dulu kebanyakan pake perang, baik itu untuk mempertahankan diri ataupun menyerang balik.

Tapi jaman sekarang kalau mo jihad, jangan pake perang (sekarang bukan jaman perang bro) hammer
Jadi pake apa donk?
Pake pendidikan....
Berkorbanlah lewat pendidikan, yaa bantu2 uang kek, donor buku kek....
Ampunilah adikmu yang masih newbie ini.... :salaman
By the way gw baca2 lagi komeng2 di atas tentang kisah sejarah yg dipermanis. Ini membuka wawasan gw. Tapi kalo menurut gw emang perlu juga sih sejarah itu dipermanis, soalnya bisa lebih menarik dibaca n bikin anak2 kecil itu jadi cinta sejarah. Asal yaa...nggak terlalu lebay aja dipermanisnya. Soalnya soup yg terlalu asin juga malah bikin darah tinggi...


sayangnya kalimat ente di atas cuma jadi diskursus saja... pada kasus lain, bila dihadapkan pada realita lain misalnya kasus Ahmadiyah atau Syi'ah di Sampang, ada semacam ketidak-sadaran kolektif yang menghipnosa ummat Muslim (di Indonesia), maunya mengadili para Ahmadis, mukulin dan gebukin para Syi'i, bakar-bakarin rumah orang "kafir" sesat yang menista agama, dan teriak-teriak Allahu Akbar gak jelas.... artinya, bisa saja ummat Muslim mengaku ghazul fikri adalah jalan utama dan termasuk jihad, tapi bila dihadapkan secara kolektif, pengakuan mereka cuma tinggal dialektika, cuma tinggal kalimat, cuma tinggal kata-kata, mereka cenderung melakukan intimidasi dan kekerasan, dalam bahasa saya: "kampungan"....

Quote:
Original Posted By Hashimi

jadi menurut lu perang agresif yg dilakukan di jaman Rasul dan sahabat tidak salah, tapi perang agresif ketika jaman sesudahnya salah?
kok kalo menurut sy perang agresif tetap salah apapun kondisi jamannya, berbeda dgn self defence yg masih bisa dimaklumi


secara garis besar, gua juga sama gan kayak lu... tapi mau gimana lagi, politik itu licik (siyasah), setiap posisi yang punya bargaining position tinggi cenderung mengendalikan masyarakat.... jika kita siap menerima zaman postmodern, maka kita harus siap kompetisi menjadi uebermensch dengan cara alami (luhur), bukan dengan cara kekerasan, apapun alasannya, termasuk self-defense...
goed.adit - 06/09/2012 02:38 PM
#40

Quote:
Original Posted By n'DhiK
secara garis besar, gua juga sama gan kayak lu... tapi mau gimana lagi, politik itu licik (siyasah), setiap posisi yang punya bargaining position tinggi cenderung mengendalikan masyarakat.... jika kita siap menerima zaman postmodern, maka kita harus siap kompetisi menjadi uebermensch dengan cara alami (luhur), bukan dengan cara kekerasan, apapun alasannya, termasuk self-defense...


Buat posisi politik ente bolehthumbup:

Tapi dakwah ente sama annoyingnya dengan TS.
Page 2 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut