Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut
Total Views: 3653 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

n'DhiK - 06/09/2012 03:07 PM
#41

Quote:
Original Posted By goed.adit

Tapi dakwah ente sama annoyingnya dengan TS.


hahahha... ente sewot sama penda'wah kafir seperti saya ini? D
biar gue nggak annoying, besok-besok tolong lapor momod kalo ada penda'wah seperti TS di forsex... gue ibarat gas, ada api, pasti gue menyulut, jadi padamkan dulu apinya, maka gue akan jinak... o
Titipapan48 - 08/09/2012 02:56 PM
#42

wahh saya sebenarnya salut dan cukup suka dengan penjelasan agan n'DhiK.. walau sdikit kasar, ya tapi saya tetap suka ... kerna apa?

agan n'DhiK sepertinya coba menjelaskan kalo cara jihad yang dari jaman Rasul hingga sekarang sudah jauh melenceng (ini dari yang ane tangkap ya .. kalo silap , ya afwan ... ane jugak kurang ilmu D)

misal , ada sebuah video , (di tanah air kita ini pulak) yang dia berteriak "Allahu Akbar" tapi malah membantai orang lemah (yang tekapar di tanah gak berdaya) ....

nah, jaman Rasul, strategi perang dan peralatan perang pun mesti dibuat dan dikembangkan, gak hanya berharap bantuan Allah (yang secara Ajaib ya) ... ya tentu dengan ilmu dan harta kita juga mengembangkan persenjataan tentara islam dan harta untuk membantu saudara saudar islam kita yang berperang.. dan dengan izin Allah memberi kemenangan pada umat Islam

coba lihat penaklukan Persia, Yerusalam, dan Konstantinopel, lah penaklukan itu kan gak cuma pakai doa dan dzikir aja di mesjid terus tiba tiba menang kan, tapi juga pembelajaran kemiliteran, persenjataaan yang mumpuni dan yang paling penting IMAN prajurit dan pemimpinnya ...

chilika - 08/09/2012 06:21 PM
#43

Wiih... ternyata ada juga thread yang membahas Perang Yarmuk. Kisah perang yang paling ane banggakan, sungguh luar biasa mulai dari strategi dan semangat para pejuangnya. Bahkan biar di pecat, Khalid bin Walid masih semangat terus berperang....
endutz - 08/09/2012 08:54 PM
#44

Quote:
Original Posted By Titipapan48
wahh saya sebenarnya salut dan cukup suka dengan penjelasan agan n'DhiK.. walau sdikit kasar, ya tapi saya tetap suka ... kerna apa?

agan n'DhiK sepertinya coba menjelaskan kalo cara jihad yang dari jaman Rasul hingga sekarang sudah jauh melenceng (ini dari yang ane tangkap ya .. kalo silap , ya afwan ... ane jugak kurang ilmu D)

misal , ada sebuah video , (di tanah air kita ini pulak) yang dia berteriak "Allahu Akbar" tapi malah membantai orang lemah (yang tekapar di tanah gak berdaya) ....

nah, jaman Rasul, strategi perang dan peralatan perang pun mesti dibuat dan dikembangkan, gak hanya berharap bantuan Allah (yang secara Ajaib ya) ... ya tentu dengan ilmu dan harta kita juga mengembangkan persenjataan tentara islam dan harta untuk membantu saudara saudar islam kita yang berperang.. dan dengan izin Allah memberi kemenangan pada umat Islam

coba lihat penaklukan Persia, Yerusalam, dan Konstantinopel, lah penaklukan itu kan gak cuma pakai doa dan dzikir aja di mesjid terus tiba tiba menang kan, tapi juga pembelajaran kemiliteran, persenjataaan yang mumpuni dan yang paling penting IMAN prajurit dan pemimpinnya ...


Kalo menurut Ane sih, pendapat nDhik mencoba mengutarakan elemen2 yg menyebabkan terjadinya peperangan itu seharusnya netral aja, bukan atas nama agama atau bahan2 pemanis lainnya..

yang menang perang bisa karena berbagai macam alasan, adu pintar jenderal, moral pasukan, bahan logistik, jumlah pasukan dan lain sebagainya...

Tuhan itu Maha Adil gan, makanya Tuhan ga akan mihak siapa2 dalam sebuah peperangan D D
banyak contoh kisah2 perang yg bisa agan baca, contohnya..
1. Koin Sun Tzu
Sun Tzu melempar koin, bila koin menghadap kepala, maka Tian menghendaki Ia dan pasukannya menang
Bila yg menghadap ekor, maka mereka akan kalah... dan setelah dilempar, keluarlah gambar kepala.. mengapa..? karena koin tersebut 2-2nya bergambar kepala!!

2.Pemenangan Sultan Agung Amangkurat I melawan Batavia
sebenarnya adalah,, pasukan Jawa pimpinan Sultan Agung dalam 2x penyerangannya ke Batavia, ia jelas2 kalah dan salah strategi sehingga pasukannya terpaksa kalah dan kembali ke Mataram, tapi oleh sejarahwan kerajaan, disebutkan bahwa Sultan Agung kembali karena beliau sudah menang, secara Gaib dengan mengirimkan tentara2 makhluk halusnya..capedes



n'DhiK - 08/09/2012 11:03 PM
#45

Quote:
Original Posted By Titipapan48
wahh saya sebenarnya salut dan cukup suka dengan penjelasan agan n'DhiK.. walau sdikit kasar, ya tapi saya tetap suka ... kerna apa?

agan n'DhiK sepertinya coba menjelaskan kalo cara jihad yang dari jaman Rasul hingga sekarang sudah jauh melenceng (ini dari yang ane tangkap ya .. kalo silap , ya afwan ... ane jugak kurang ilmu D)

misal , ada sebuah video , (di tanah air kita ini pulak) yang dia berteriak "Allahu Akbar" tapi malah membantai orang lemah (yang tekapar di tanah gak berdaya) ....

nah, jaman Rasul, strategi perang dan peralatan perang pun mesti dibuat dan dikembangkan, gak hanya berharap bantuan Allah (yang secara Ajaib ya) ... ya tentu dengan ilmu dan harta kita juga mengembangkan persenjataan tentara islam dan harta untuk membantu saudara saudar islam kita yang berperang.. dan dengan izin Allah memberi kemenangan pada umat Islam

coba lihat penaklukan Persia, Yerusalam, dan Konstantinopel, lah penaklukan itu kan gak cuma pakai doa dan dzikir aja di mesjid terus tiba tiba menang kan, tapi juga pembelajaran kemiliteran, persenjataaan yang mumpuni dan yang paling penting IMAN prajurit dan pemimpinnya ...


ya anggap saja kata-kata kasar saya buat memperkuat iman dan menumbuhkan kesadaran ke-Islam-an agan-agan Muslim di sini...

kemudian soal "peristiwa ajaib", sebenernya bukan masalah ajaib-nya, tapi istilah "bantuan dari Allah" misalnya bagi saya adalah diksi yang sifatnya self-hipnosa, sehingga kesadaran spiritual dan cara menilai semangat hidup muncul dan berkembang dalam diri insani si manusianya, tapi dimanfaatkan oleh beberapa oknum hirarki agama untuk memperkukuh eksistensi agama itu sendiri dalam gagasan-gagasan penganutnya, jika digunakan untuk hal yang baik, pasti akan berbuah baik, kalo buruk ya buruk, tapi biasanya malah "buruk" karena istilah "bantuan dari Allah" sudah membatu secara harfiah, yang ada di pikiran ummat Muslim adalah suatu kekuatan super-power dari alam antah-berantah yang membantu manusia, bukan memahami esensi dari istilah itu.... seperti Perang Badar, Perang Yarmuk ini, dan beberapa perang lain lebih digambarkan "perang suci", "perang kebenaran", "yang menang pasti benar", dan istilah-istilah konyol lainnya....

jadi hal yang membuat manusia kukuh secara eksistensi adalah ketika paradigma berpikirnya diubah, dari kesadaran esensi mendahului eksistensi menjadi eksistensi mendahului esensi.... saya berani jamin bakal tumbuh-subur kesadaran pembalikan terhadap nilai-nilai yang bisa menggiring manusia pada keterbukaan jawaban dan menghapus pemikiran yang sarat kultus nilai, nilai itu adalah bahasa, ilmu pengetahuan, sejarah, dan agama....

Quote:
Original Posted By endutz

2.Pemenangan Sultan Agung Amangkurat I melawan Batavia
sebenarnya adalah,, pasukan Jawa pimpinan Sultan Agung dalam 2x penyerangannya ke Batavia, ia jelas2 kalah dan salah strategi sehingga pasukannya terpaksa kalah dan kembali ke Mataram, tapi oleh sejarahwan kerajaan, disebutkan bahwa Sultan Agung kembali karena beliau sudah menang, secara Gaib dengan mengirimkan tentara2 makhluk halusnya..capedes


wah ini menarik, saya baru tahu... bisa dijelaskan rinciannya sekaligus referensinya gan?
Hashimi - 10/09/2012 07:25 AM
#46

Quote:
Original Posted By n'DhiK

secara garis besar, gua juga sama gan kayak lu... tapi mau gimana lagi, politik itu licik ([I]siyasah), setiap posisi yang punya bargaining position tinggi cenderung mengendalikan masyarakat.... jika kita siap menerima zaman postmodern, maka kita harus siap kompetisi menjadi uebermensch dengan cara alami (luhur), bukan dengan cara kekerasan, apapun alasannya, termasuk self-defense...


kalau gitu definisi jihad harus diredefinisikan kembali dong?
rasanya sulit karena memang dari awal "jihad" juga dipakai sebagai motivasi dalam berperang
mengatakan jihad berperang sudah tidak cocok sama saja dgn menyalahkan Allah dan Rasulnya[/I]
endutz - 10/09/2012 09:44 PM
#47

Quote:
Original Posted By endutz


2.Pemenangan Sultan Agung Amangkurat I melawan Batavia
sebenarnya adalah,, pasukan Jawa pimpinan Sultan Agung dalam 2x penyerangannya ke Batavia, ia jelas2 kalah dan salah strategi sehingga pasukannya terpaksa kalah dan kembali ke Mataram, tapi oleh sejarahwan kerajaan, disebutkan bahwa Sultan Agung kembali karena beliau sudah menang, secara Gaib dengan mengirimkan tentara2 makhluk halusnya..capedes



gwa baca di buku apa itu lupa... NUSANTARA yg kisahnya diambil dari tulisn Thomas Raffles selama di Hindia Belanda (Jawa) atau Babad Tanah Jawi.. n pas gwa cari.. buku gwa hilang... \( \( \( \(

buku tebal gitu... hiks \(

n'DhiK - 11/09/2012 12:28 PM
#48

Quote:
Original Posted By Hashimi


kalau gitu definisi jihad harus diredefinisikan kembali dong?
rasanya sulit karena memang dari awal "jihad" juga dipakai sebagai motivasi dalam berperang
mengatakan jihad berperang sudah tidak cocok sama saja dgn menyalahkan Allah dan Rasulnya


gue malah gak pernah nemu satupun penjelasan Qur'an bahwa jihad itu perang membela agama, kekerasan yang bersifat self-defence, ataupun suatu kegiatan fisik dan militer yang suci.... saya sering menemukan kalimat "qatiluhum" yang berarti "perangilah" atau "bunuhlah"... jika itu yang diqiyaskan sebagai "jihad", maka yang perlu diperhatikan adalah metode analogi jihad dengan qatl/harb, karena qiyas juga tidak hanya disandingkan dengan taqlid 'ulama, tapi juga unsur-unsur lain seperti sirah, tradisi dan sejarah Islam, dll.... dan biasanya panduan jihad mengekor pada tradisi Muslimin zaman Muhammad, yang memang bargaining position masyarakat Muslim adalah kekuatan militer.... bisa saja kok jika kita mau mengganti panduan jihad tsb dengan yang lebih etis, lebih relevan, lebih spiritual (bukan sekedar ritual) tapi tentu bukan kapasitas saya mengurusi perihal fiqh, bahkan bukan tugas untuk para fuqaha saja, itu tugas untuk seluruh ummat Muslim...

Fazlur Rahman, filsuf dunia Islam kontemporer asal Pakistan pernah berpendapat bahwa sebenarnya esensi Qur'an lahir berkat eksistensi dari ummat Muslim itu sendiri, jika mereka meyakini kesakralan dialektika Qur'an, maka mereka akan memfosilkan Qur'an, sebaliknya jika mereka beramal saleh, maka mereka akan menghidupkan Qur'an... yang tidak disadari adalah bahwa nilai-nilai moral universal itu telah memfosil, ummat Muslim sudah terlalu sombong dan bodoh merasa diri mereka adalah ummat terbaik, khayrul bariyyah, padahal Qur'an sendiri sudah menegaskan bahwa ummat yang terbaik adalah ummat yang menjadi penengah dan mediasi (ummatan wasathan) antar dua kubu yang berselisih (Metodologi Islam Dalam Sejarah, p.76)
lunaqua - 11/09/2012 04:37 PM
#49

tadi sebenarnya pengen nanya [bingung soalnya]

- Gregorius Theodore

Quote:
Panglima Romawi, Gregorius Theodore -orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”....Gregorius menyatakan diri masuk Islam.


- Gregory

Quote:
Hari ke-6, Terbunuhnya Gregory, Komandan Pasukan Romawi...


Apakah dua orang yang namanya hampir sama ini memang dua orang yang berbeda? Sebuah kebetulan jika panglima Romawi yang bernama Gregorius Theodore dan komandan [yang besar merupakan kemungkinan suksesornya] bernama Gregory.

ternyata setelah dicari - cari, menurut saya, namanya bukan Gregorius Theodore, tapi Theodore Trithyrius. Dan masih menurut wiki, dia tidak berganti agama ke Islam. Tapi tetap seorang Yunani-Kristiani, yang menyerahkan tampuk pimpinan ke Vahan karena dia merasa bukan komandan perang yang cakap.



wiesya - 12/09/2012 06:36 AM
#50

Quote:
Original Posted By n'DhiK
alergi sih nggak, tapi JIJIK, jika jihad itu diartikan membela agama Allah dengan cara militer ataupun kontak fisik... omong-kosong sekali Allah dan agamanya perlu dibela apalagi dengan cara kekerasan.... peperangan yang dilakukan Muhammad di masa da'wahnya sesuai semangat zamannya, dimana zamannya masih konservatif, sehingga jihad yang diartikan peperangan itu hanya sesuai di zaman kekolotan, tapi tidak sesuai di zaman postmodern, zaman serba ketidak-tabuan, zaman centang-prenang, zaman serba terbuka...



memang, tapi bukan tidak berdasar pada petunjuk Allah juga... saya meyakini Allah itu Tuhan, bukan robot, bukan boneka, bukan berhala yang biasanya dikalungi oleh ummat beragama (termasuk ummat Muslim) menjadi jimat yang menghakimi manusia yang lain demi sebuah kepentingan politik, hukum, ekonomi, atau bahkan kepentingan agama....



baguslah jika ente ngerti...



kok malah minta bukti valid, kalau mau kritik saya kritik saja, saya kan sudah nulis di posting sebelumnya bahwa sumber-sumber dari sejarawan Muslim itu sudah cukup valid kok, jadi gak usah cari sumber-sumber lain... malah salah satu buku yang saya baca dulu karya Agha Ali Ibrahim Akram (Muslim conquest of Persia) itu lengkap banget dan tidak dipermanis sama sekali, sangat netral, padahal Akram sendiri adalah sejarawan Muslim... Akram pun juga memuat sumber-sumber tertulis yang lebih tua, yang muncul di zaman Abbasiyah, seperti "Futuhul Budan" karya Al-Baladhuri, "Fatuhusysyam" karya Al-Waqidi, "Sirah Nabawiyah" karya Ibnu Ishaq, dan sumber-sumber Eropa....

yang mempermanis kisah-kisah itu bukan sejarawan Muslim modern, tapi sejarawan Muslim zaman Abbasiyah tsb, dan Muslim-muslim modern yang bukan sejarawan, bukan ahli filologi, bukan ahli sastra, yang tidak pernah membaca kitab-kitab futuh dan sirah, mereka cuma ustad, cuma guru ngaji, cuma pendongeng, cuma penulis artikel bebas, yang membubuhi kisah perang Yarmuk (dan juga penaklukan-penaklukan Umar) dengan gula sehingga menjadi manis dan diceritakan ulang lagi di berbagai ceramah, khuthbah, dll.... makanya Akram cermat sekali memilih kalimat (diksi) untuk disampaikan senetral mungkin, baik dari sumber-sumber Islam maupun sumber-sumber Eropa (termasuk naskah-naskah tekstual zaman Romawi yang dijadikan sumbernya)... sekalipun Akram harus menulis "mu'jizat Allah berupa badai gurun", beliau tetap mencantumkan logika sistematis bahwa badai gurun itu sebenarnya biasa dalam peperangan di Hijaz, tapi pasukan Byzantium tidak terbiasa perang di gurun pasir, tapi kalimat "mu'jizat" adalah kalimat hipnosa yang mensugesti pasukan Muslim untuk lebih bersemangat dalam berperang (When Amr ibn Al-As called those all miracles of God, it is a kind of hypnotic sentences for sowing the Muslim forces unconsciousness mind which made them more excited in fight - p.82)

nah, jika para Muslim yang nulis artikel-artikel tsb memakai sudut pandang yang manis, protagonis dan kultus, maka saya cuma mengutarakan sudut pandang berbeda, sudut pandang pembalikan nilai, antagonis dan skeptis.... jika anda mau kritik, kritik saja itu...


ahahaha...lucu ni orang.. lo aja cuma menggunakan sudut pandang lo doang sebagai sumber omongan lo,, kenapa lo harus menjatuhkan sudut pandang orang lain.... KALO LO PUNYA BUKTI OTENTIK YANG BISA MENJATUHKAN PANDANGAN DARI PARA PENULIS MUSLIM....BUKTIKAN!!! BISA BUKTIIN GAK??? GW TUNGGU....
wiesya - 12/09/2012 06:45 AM
#51

Quote:
Original Posted By n'DhiK
gue malah gak pernah nemu satupun penjelasan Qur'an bahwa jihad itu perang membela agama, kekerasan yang bersifat self-defence, ataupun suatu kegiatan fisik dan militer yang suci.... saya sering menemukan kalimat "qatiluhum" yang berarti "perangilah" atau "bunuhlah"... jika itu yang diqiyaskan sebagai "jihad", maka yang perlu diperhatikan adalah metode analogi jihad dengan qatl/harb, karena qiyas juga tidak hanya disandingkan dengan taqlid 'ulama, tapi juga unsur-unsur lain seperti sirah, tradisi dan sejarah Islam, dll.... dan biasanya panduan jihad mengekor pada tradisi Muslimin zaman Muhammad, yang memang bargaining position masyarakat Muslim adalah kekuatan militer.... bisa saja kok jika kita mau mengganti panduan jihad tsb dengan yang lebih etis, lebih relevan, lebih spiritual (bukan sekedar ritual) tapi tentu bukan kapasitas saya mengurusi perihal fiqh, bahkan bukan tugas untuk para fuqaha saja, itu tugas untuk seluruh ummat Muslim...

Fazlur Rahman, filsuf dunia Islam kontemporer asal Pakistan pernah berpendapat bahwa sebenarnya esensi Qur'an lahir berkat eksistensi dari ummat Muslim itu sendiri, jika mereka meyakini kesakralan dialektika Qur'an, maka mereka akan memfosilkan Qur'an, sebaliknya jika mereka beramal saleh, maka mereka akan menghidupkan Qur'an... yang tidak disadari adalah bahwa nilai-nilai moral universal itu telah memfosil, ummat Muslim sudah terlalu sombong dan bodoh merasa diri mereka adalah ummat terbaik, khayrul bariyyah, padahal Qur'an sendiri sudah menegaskan bahwa ummat yang terbaik adalah ummat yang menjadi penengah dan mediasi (ummatan wasathan) antar dua kubu yang berselisih (Metodologi Islam Dalam Sejarah, p.76)


oooh gak ada ya ayat dalam al quran tentang jihad??? pernah baca AL Quran?? kalo gak ngerti dan gak tau,,,cari tau dulu yang bener yaa..jangan asal berasumsi..

Surat At-Tahrim ayat 10

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِ 610;نَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Surat At-Taubat ayat 111

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُو 575;ْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Surat An-Nisa’ ayat 76

الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

Surat As-Shof ayat 4

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوصٌ

61.4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Surat Al-Anfal ayat 60

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُم 615; اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

8.60. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan (membuat takut) musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Surat Al-Bakarah ayat 190, 191, 193

وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُ 605;ْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ

2.190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُم 618; وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ تُقَاتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاء الْكَافِرِينَ

2.191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang zalim
wiesya - 12/09/2012 06:49 AM
#52

Surat An-Nisa’ ayat 74 – 75

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيُقْتَلْ أَو يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً

4.74. Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْع 614;فِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَـذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيّاً وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيراً

4.75. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau !”.

Surat Al-Anfal ayat 45

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

8.45. Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Surat Ali Imron ayat 169-170

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

3.169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُ 608;نَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

3.170. Mereka dalam keadaan gembira sebab karunia yang diberikan kepada mereka oleh Allah dari kefadholan-Nya, dan mereka mwnyampaikan kabar gembira terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Surat Muhammad ayat 4, 6 dan 7

فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوهُ 605;ْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنّاً بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاء حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ

47.4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ

47.6. dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankanNya kepada mereka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

47.7. Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Surat An-Nisa’ ayat 71

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ خُذُواْ حِذْرَكُمْ فَانفِرُواْ ثُبَاتٍ أَوِ انفِرُواْ جَمِيعاً

4.71. Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama !

Surat At-Taubat ayat 38 dan 41

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ

9.38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu : “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal keni’matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

انْفِرُواْ خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِكُم 618; وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

9.41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Surat Shaf ayat 10, 11, 12, 13

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

61.10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُم 618; وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

61.11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

61.12. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

61.13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Surat Haji ayat 39

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

22.39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Surat Ali Imron 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ >الصَّابِرِينَ

3.142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, selagi Allah belum menyaksikan orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum menyaksikan orang-orang yang sabar.

Surat At-Taubah 142

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

9.123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.Surat At-
n'DhiK - 12/09/2012 10:19 PM
#53

Quote:
Original Posted By wiesya
ahahaha...lucu ni orang.. lo aja cuma menggunakan sudut pandang lo doang sebagai sumber omongan lo,, kenapa lo harus menjatuhkan sudut pandang orang lain.... KALO LO PUNYA BUKTI OTENTIK YANG BISA MENJATUHKAN PANDANGAN DARI PARA PENULIS MUSLIM....BUKTIKAN!!! BISA BUKTIIN GAK??? GW TUNGGU....


nggak usah panas dong kalo merasa situ bener D
ayat-ayat yang lu kasih cuma menggiring opini tentang jihad dalam single definition, kenyataannya definisi jihad sendiri multi-interpretasi, jangankan diskursus di kalangan awam, malah masih dalam perdebatan para fuqaha.... semua memang setuju jihad = perang suci membela agama (secara fiqh), tapi belakangan banyak yang protes, terutama dari kalangan moderat non-salafi yang menolak single definition terhadap unsur-unsur spiritual agama menjadi ritual-ritual semu, bisa kita lihat dalam berbagai artikel dan sering juga diangkat di acara-acara diskusi TV....
lagipula saya sudah tunjukkan satu referensi dari penulis Muslim yang menulis sejarah peradaban Islam yang tidak dipermanis sama sekali dengan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan 'aqidah Islam, semua berazaskan keilmuan sejarah, bukan propaganda agama:

Quote:
Original Posted By n'DhiK

kok malah minta bukti valid, kalau mau kritik saya kritik saja, saya kan sudah nulis di posting sebelumnya bahwa sumber-sumber dari sejarawan Muslim itu sudah cukup valid kok, jadi gak usah cari sumber-sumber lain... malah salah satu buku yang saya baca dulu karya Agha Ali Ibrahim Akram (Muslim conquest of Persia) itu lengkap banget dan tidak dipermanis sama sekali, sangat netral, padahal Akram sendiri adalah sejarawan Muslim... Akram pun juga memuat sumber-sumber tertulis yang lebih tua, yang muncul di zaman Abbasiyah, seperti "Futuhul Budan" karya Al-Baladhuri, "Fatuhusysyam" karya Al-Waqidi, "Sirah Nabawiyah" karya Ibnu Ishaq, dan sumber-sumber Eropa....

yang mempermanis kisah-kisah itu bukan sejarawan Muslim modern, tapi sejarawan Muslim zaman Abbasiyah tsb, dan Muslim-muslim modern yang bukan sejarawan, bukan ahli filologi, bukan ahli sastra, yang tidak pernah membaca kitab-kitab futuh dan sirah, mereka cuma ustad, cuma guru ngaji, cuma pendongeng, cuma penulis artikel bebas, yang membubuhi kisah perang Yarmuk (dan juga penaklukan-penaklukan Umar) dengan gula sehingga menjadi manis dan diceritakan ulang lagi di berbagai ceramah, khuthbah, dll.... makanya Akram cermat sekali memilih kalimat (diksi) untuk disampaikan senetral mungkin, baik dari sumber-sumber Islam maupun sumber-sumber Eropa (termasuk naskah-naskah tekstual zaman Romawi yang dijadikan sumbernya)... sekalipun Akram harus menulis "mu'jizat Allah berupa badai gurun", beliau tetap mencantumkan logika sistematis bahwa badai gurun itu sebenarnya biasa dalam peperangan di Hijaz, tapi pasukan Byzantium tidak terbiasa perang di gurun pasir, tapi kalimat "mu'jizat" adalah kalimat hipnosa yang mensugesti pasukan Muslim untuk lebih bersemangat dalam berperang (When Amr ibn Al-As called those all miracles of God, it is a kind of hypnotic sentences for sowing the Muslim forces unconsciousness mind which made them more excited in fight - p.82)


buku A.A.I Akram bisa donlot e-book cari sendiri, bisa juga dicari di Perpustakaan Nasional versi Bahasa Indonesia...

dan gue bisa menangkap gejala jihad fanboy zaman sekarang, rata-rata Muslim memang seperti ente, panas bila ada yang kritik Islam begitu pedass, langsung berlagak seperti mujahid, paling bener dan paling suci, yang bersiap menjatuhkan lawan bicaranya D tapi mujahid karbitan seperti ini, selain suka debat membela Islam di internet, juga suka buka video porno D
wiesya - 13/09/2012 01:34 AM
#54

Quote:
Original Posted By n'DhiK
nggak usah panas dong kalo merasa situ bener D
ayat-ayat yang lu kasih cuma menggiring opini tentang jihad dalam single definition, kenyataannya definisi jihad sendiri multi-interpretasi, jangankan diskursus di kalangan awam, malah masih dalam perdebatan para fuqaha.... semua memang setuju jihad = perang suci membela agama (secara fiqh), tapi belakangan banyak yang protes, terutama dari kalangan moderat non-salafi yang menolak single definition terhadap unsur-unsur spiritual agama menjadi ritual-ritual semu, bisa kita lihat dalam berbagai artikel dan sering juga diangkat di acara-acara diskusi TV....
lagipula saya sudah tunjukkan satu referensi dari penulis Muslim yang menulis sejarah peradaban Islam yang tidak dipermanis sama sekali dengan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan 'aqidah Islam, semua berazaskan keilmuan sejarah, bukan propaganda agama:



buku A.A.I Akram bisa donlot e-book cari sendiri, bisa juga dicari di Perpustakaan Nasional versi Bahasa Indonesia...

dan gue bisa menangkap gejala jihad fanboy zaman sekarang, rata-rata Muslim memang seperti ente, panas bila ada yang kritik Islam begitu pedass, langsung berlagak seperti mujahid, paling bener dan paling suci, yang bersiap menjatuhkan lawan bicaranya D tapi mujahid karbitan seperti ini, selain suka debat membela Islam di internet, juga suka buka video porno D


lo minta bukti di alquran bahwa ada ayat yang mengatakan tentang jihad...gw kasih unjjuk masih mengelak...makanya sebelum lo mau nyalahkan alquran atau ajaran rasul tentang jihad, sebaiknya lo pelajarin,, jadi ketauan bego nya kan...udah salah masih mau mengelak....
n'DhiK - 13/09/2012 02:27 PM
#55

Quote:
Original Posted By wiesya
lo minta bukti di alquran bahwa ada ayat yang mengatakan tentang jihad...


lah siapa bilang?
anda yang salah paham...
maksud saya penggunaan istilah perang dengan jihad itu dibedakan, gak ada satupun ayat yang merefer arti dari jihad itu adalah perang...
refer dilakukan berdasarkan hujjah dari hadits, baik itu soal asbabun nuzulnya atau soal 'ammul khashah-nya...
baca ulang lagi, biar gak salah paham...

Quote:
Original Posted By n'DhiK
gue malah gak pernah nemu satupun penjelasan Qur'an bahwa jihad itu perang membela agama, kekerasan yang bersifat self-defence, ataupun suatu kegiatan fisik dan militer yang suci.... saya sering menemukan kalimat "qatiluhum" yang berarti "perangilah" atau "bunuhlah"... jika itu yang diqiyaskan sebagai "jihad", maka yang perlu diperhatikan adalah metode analogi jihad dengan qatl/harb, karena qiyas juga tidak hanya disandingkan dengan taqlid 'ulama, tapi juga unsur-unsur lain seperti sirah, tradisi dan sejarah Islam, dll....


sedikitnya saya menemukan 2 istilah yang disederajatkan dengan istilah Q-T-L (arti secara harfiah: "bunuh") - qital, qatlu, iqtulu, yuqatilu, dll (perangilah, bunuhlah, dll) yaitu:

1. J-H-D (arti secara harfiah: "usaha" atau "upaya") - yujahidu (berjuang keras), jahidu (berusaha), dll
2. N-SH-R (arti secara harfiah: "tolong") - nashru (tolong), tanshuru (menolong) *Allah, dll

kadangkala dipakai kalimat "tijarah" (perdagangan, perniagaan) *menukar jiwa dan harta dengan surga dan pahala (menurut gagasan awam)...

jadi, kalo ente pernah belajar 'ulumul qur'an, di situ ada ruang lingkup al-'amm dan al-khash, pendekatan yang dipakai adalah nahwu sharaf dan hadits serta sirah, untuk menentukan makna suatu 'ism itu 'amm (umum) atau khash (khusus), dari berbagai banyak 'ulum semua men-takhsis-(menghukuminya menjadi khash)-kan "J-H-D" yang walau dalam ayat adalah fi'l, tapi jadi 'ism (karena dihukum khash), dari sebuah kata verbal menjadi istilah khusus....
selain 'ammul khashah, dipakai juga pendekatan hadits dan sirah (berarti sejarah peradabannya) yang menentukan asbabun nuzul, dan ayat-ayat jihad dan ayat-ayat perang turun di suatu kondisi politik yang sangat militansi di masa itu, sehingga kata "jihad" direferkan ke "perang"....
jadi, semua fuqaha setuju bahwa jihad adalah perang suci, walaupun Al-Qur'an sama sekali tidak pernah menunjukkan it refers to the sacred war...

oke terlepas dari dialektikanya, sekarang saya tanya, jika ada seseorang menghina Islam di depan mata anda, apakah anda akan memukulnya atau bahkan langsung membunuhnya dan menghalalkan darahnya?
dan jika jawabannya ya, apakah anda yakin itu adalah jihad?
itu aja pertanyaan sederhana saya... silahkan kalau mau dijawab...
elandinho - 13/09/2012 04:48 PM
#56

Quote:
Original Posted By n'DhiK


lah siapa bilang?
anda yang salah paham...
maksud saya penggunaan istilah perang dengan jihad itu dibedakan, gak ada satupun ayat yang merefer arti dari jihad itu adalah perang...
refer dilakukan berdasarkan hujjah dari hadits, baik itu soal asbabun nuzulnya atau soal 'ammul khashah-nya...
baca ulang lagi, biar gak salah paham...



sedikitnya saya menemukan 2 istilah yang disederajatkan dengan istilah Q-T-L (arti secara harfiah: "bunuh") - qital, qatlu, iqtulu, yuqatilu, dll (perangilah, bunuhlah, dll) yaitu:

1. J-H-D (arti secara harfiah: "usaha" atau "upaya") - yujahidu (berjuang keras), jahidu (berusaha), dll
2. N-SH-R (arti secara harfiah: "tolong") - nashru (tolong), tanshuru (menolong) *Allah, dll

kadangkala dipakai kalimat "tijarah" (perdagangan, perniagaan) *menukar jiwa dan harta dengan surga dan pahala (menurut gagasan awam)...

jadi, kalo ente pernah belajar 'ulumul qur'an, di situ ada ruang lingkup al-'amm dan al-khash, pendekatan yang dipakai adalah nahwu sharaf dan hadits serta sirah, untuk menentukan makna suatu 'ism itu 'amm (umum) atau khash (khusus), dari berbagai banyak 'ulum semua men-takhsis-(menghukuminya menjadi khash)-kan "J-H-D" yang walau dalam ayat adalah fi'l, tapi jadi 'ism (karena dihukum khash), dari sebuah kata verbal menjadi istilah khusus....
selain 'ammul khashah, dipakai juga pendekatan hadits dan sirah (berarti sejarah peradabannya) yang menentukan asbabun nuzul, dan ayat-ayat jihad dan ayat-ayat perang turun di suatu kondisi politik yang sangat militansi di masa itu, sehingga kata "jihad" direferkan ke "perang"....
jadi, semua fuqaha setuju bahwa jihad adalah perang suci, walaupun Al-Qur'an sama sekali tidak pernah menunjukkan it refers to the sacred war...

oke terlepas dari dialektikanya, sekarang saya tanya, jika ada seseorang menghina Islam di depan mata anda, apakah anda akan memukulnya atau bahkan langsung membunuhnya dan menghalalkan darahnya?
dan jika jawabannya ya, apakah anda yakin itu adalah jihad?
itu aja pertanyaan sederhana saya... silahkan kalau mau dijawab...


Kayak orang Lybia nih. Protes film. Dubes yang gak ikutan bikin film malah dirudal.
wiesya - 13/09/2012 04:57 PM
#57

Quote:
Original Posted By n'DhiK
.
oke terlepas dari dialektikanya, sekarang saya tanya, jika ada seseorang menghina Islam di depan mata anda, apakah anda akan memukulnya atau bahkan langsung membunuhnya dan menghalalkan darahnya?
dan jika jawabannya ya, apakah anda yakin itu adalah jihad?
itu aja pertanyaan sederhana saya... silahkan kalau mau dijawab...


simple,, sama seperti yang anda lakukan apabila agama anda di hina...itupun kalo anda masih punya agama...tapi kalo memang ada yang menyebut Rasulullah itu Bodoh dan dia tidak bisa membuktikan apa apa dengan menggunakan teori teori bodoh untuk menjatuhkan agama islam,, saya rasa anda pantas di bunuh,, karena anda tergolong dalam orang kafir...
kladestine - 13/09/2012 06:27 PM
#58

Quote:
Original Posted By wiesya
simple,, sama seperti yang anda lakukan apabila agama anda di hina...itupun kalo anda masih punya agama...tapi kalo memang ada yang menyebut Rasulullah itu Bodoh dan dia tidak bisa membuktikan apa apa dengan menggunakan teori teori bodoh untuk menjatuhkan agama islam,, saya rasa anda pantas di bunuh,, karena anda tergolong dalam orang kafir...


Jangan merendahkan agama anda sendiri dengan berkata 'simple' atau 'mudah' saja, karena pada kenyataannya agama (apapun itu) tidaklah mudah. Bahkan banyak yang seumur hidup tidak cukup waktu untuk memahaminya.

Sebuah agama pada kenyatannya penurunannya seperti sebuah nama. Bukan anda sendiri yang menentukan baik nama ataupun agama anda. Kebanyakan, dan secara umum, itu berasal dari orang yang lebih tua dari anda (bisa ayah, ibu, kakek, nenek, dll), orang sebelum anda.

Nah darisitu, apakah seseorang yang menertawakan nama anda berarti menertawakan orang sebelum anda juga? Padahal, belum tentu juga, orang yang menertawakan nama anda tahu mengenai slsilah keluarga anda, begitu juga asal dari nama anda sendiri. Bahkan, besar kemungkinan orang sebelum anda (siapapun itu) memberi nama dari orang yang tidak dikenal secara langsung.

Sebagai contoh mungkin seorang yang lahir di Indonesia mungkin saja bernama Erik. Padahal, dan pada kenyatannya, nama Erik itu dikenal juga dalam mitologi Jerman Kuno. Dari manakah bisa seorang Indonesia bernama Erik?http://en.wikipedia.org/wiki/Eric Jika tentang itu simple dan dapat dijelaskan dengan mudah, silahkan.

Jangan menyimpulkan sesuatu terlalu cepat, dan jangan memaku pemikiran anda terlalu cepat pula. Tidak selalu lebih cepat, simple, instan, adalah lebih baik. Bukankah dengan berkendara cepat anda berarti mengecilkan kemampuan pandang anda akan hal disekitar?

Biasanya, orang yang terlalu cepat menyimpulkan sesuatu memang fanantik. Sedangkan orang yang bijak akan penuh keraguan. Itu umum dimana-mana.
n'DhiK - 13/09/2012 11:19 PM
#59

Quote:
Original Posted By kladestine

Biasanya, orang yang terlalu cepat menyimpulkan sesuatu memang fanantik. Sedangkan orang yang bijak akan penuh keraguan. Itu umum dimana-mana.


mantap! thumbup:
"keraguan adalah asal-usul kebenaran" (Socrates)

Quote:
Original Posted By elandinho
Kayak orang Lybia nih. Protes film. Dubes yang gak ikutan bikin film malah dirudal.


lah, lebih baik kita memprotes dan mengeritik agama sendiri daripada kritik agama sebelah...
cacatnya keharmonisan rumah tangga kita harus dibenahi, dikritik, dan diprotes dimana letak salahnya, bukan malah mengeritik tetangga sebelah...
saya dibesarkan dari keluarga Islam, lingkungan Muhammadiyah, kuliah dan berorganisasi berbau Islam, dulu saya rajin mengeritik bobroknya Yahudi dan Kristen, tanpa sadar, bahwa Islam pun sama bobroknya dengan kedua agama itu, yang jadi masalah memang bukan agamanya, tapi oknumnya... namun bila kita berbicara oknum, apalagi masalah ushuluddin, maka interpretasi oknum itu terhadap agamanya itu juga termasuk bagian dari kritik terhadap agama...

Quote:
Original Posted By wiesya
simple,, sama seperti yang anda lakukan apabila agama anda di hina...itupun kalo anda masih punya agama...tapi kalo memang ada yang menyebut Rasulullah itu Bodoh dan dia tidak bisa membuktikan apa apa dengan menggunakan teori teori bodoh untuk menjatuhkan agama islam,, saya rasa anda pantas di bunuh,, karena anda tergolong dalam orang kafir...


"saya rasa anda pantas DI BUNUH,, karena anda TERGOLONG dalam orang KAFIR"

saya rasa anda pantas dibunuh!
sungguh ucapan yang mulia dan suci, sangat spiritual!
apakah orang yang zuhud dan wara' akan berkata seperti ini?
apakah orang yang mulia di sisi Allah pun akan berkata seperti ini?
apakah orang yang berada di jalan yang benar akan berkata seperti ababil galau seperti ini?
apakah orang yang seperti anda ini bisa dikatakan benar?
ini cuma kata-kata labil yang masih kekanak-kanakan...
yang maunya menghakimi orang lain, merasa dirinya benar dan paling benar, mengutamakan ego-nya sendiri....
padahal yang saya pelajari tentang jihad, jihad itu ridha' lillahi ta'ala, bukan didasari atas kebencian dan hawa nafsu untuk membunuh...
ironis...
inilah RATA-RATA ummat Muslim!
masih labil!

karena anda tergolong orang kafir!
siapa anda?
anda Tuhan?
anda Allah?
anda yang Maha Menghakimi saya?
atau jangan-jangan...
anda justru merendahkan Allah...
menjadikan Allah sebagai boneka ego anda...
untuk menghakimi saya...
sebagai orang kafir?
berani sekali anda bertindak menjadi Allah!
menyekutukan Allah saja dengan yang lain tidak boleh...
ini malah menjadi Allah...
dan apakah orang kafir itu layak dibunuh?
kata-kata anda yang penuh kegundahan ini sungguh menarik...
berlawanan dengan mainstream Islam yang KATANYA rahmatan lil 'aalamiin!..
bahkan berlawanan sunnatullah...
sebab, Allah saja mengizinkan Iblis untuk kafir, membiarkan Iblis menista Tuhan...
kenapa anda justru tidak mengizinkan orang lain untuk kafir, hendak membunuh siapapun yang menista agama...
apakah agama = Tuhan anda?
atau ego = Tuhan anda?
mana yang KATANYA laa iqraaha fiddiin???
katanya diajarkan bersabar, innallaaha ma'ashshaabiriin, realitanya mana?
"pantas dibunuh" >>== inikah ucapan orang yang beragama? orang yang bermoral?
atau anda sudah terlanjur jadi batu...
sehingga setiap perkataan Muslim itu benar...
dan setiap perkataan Kafir itu salah...
jadi, Muslim itu Maha Benar? gitu?
subhanallah...

dan...
anda memang bodoh...
cermati kalimat ini:
"tapi kalo memang ada yang menyebut Rasulullah itu Bodoh dan dia tidak bisa membuktikan apa apa dengan menggunakan teori teori bodoh untuk menjatuhkan agama islam,, saya rasa anda pantas di bunuh,, karena anda tergolong dalam orang kafir"
jadi, yang pantas dibunuh itu:
1. orang yang menyebut Rasulullah itu bodoh
atau
2. orang kafir
???

yang pasti bodoh sih itu anda, bukan junjungan anda itu...
ya...
anda memang bodoh...
banny123 - 14/09/2012 12:29 AM
#60

Quote:
Original Posted By wiesya


simple,, sama seperti yang anda lakukan apabila agama anda di hina...itupun kalo anda masih punya agama...tapi kalo memang ada yang menyebut Rasulullah itu Bodoh dan dia tidak bisa membuktikan apa apa dengan menggunakan teori teori bodoh untuk menjatuhkan agama islam,, saya rasa anda pantas di bunuh,, karena anda tergolong dalam orang kafir...


anak goblok... nabi dilemparin kotoran sama agama lain aja masih menjenguk waktu sakit. lah ini anak nabi juga bukan udah mau sok jihad.

palelu bejedig, sori boy gw muslim taat, tapi kalo lo bawa2 nabi mulia gw untuk alasan ngebunuh karena lo tersindir/kalah debat mending lo pegi deh jauh2 ye, jadi pengantin bom, lu ledakin dah tuh satu RT orang kaya lu semua biar pada musnah semua.
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Perang Yarmuk – Keberanian pejuang muslim yg tak kenal takut