Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Menitipkan rasa ke semesta, berharap dia kan membacanya
Total Views: 4962 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 17 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

hadiahterindah - 31/08/2012 05:21 PM
#1
Menitipkan rasa ke semesta, berharap dia kan membacanya
Yang berputar putar
Berpendar pendar
Sendirian

Tak akan kubagi kamu dengan siapapun, sedikitpun tidak
Seperti kau yang menyimpanku hanya dihatimu

Cukuplah kau tahu, aku juga menitipkan rasa yang sama pada alam semesta, dan ALLAH yang kan menjaganya....

Impianku akan terlalu sempurna, jika menjadi nyata
Padahal aku tidak ingin terbangun, dan mendapatimu tiada....
Biar begini saja....

Psssssttt, jangan bilang siapa siapa ya....

Karena di alam nyata, kita berdua kan TIDAK ADA....
hadiahterindah - 31/08/2012 05:26 PM
#2

Biarlah malam ini kusepuh dengan bintang di angkasa
Berharap menemukan satu bintang berkelip di sana

Aku tidak kan menjanjikan pagi padamu, jika kau hilang karenanya

Malam pun cukup
Jika itu artinya kamu ada
hadiahterindah - 31/08/2012 05:43 PM
#3

tahukah kau, aku selalu bertanya tanya

apakah langit kita sama

Bagaimana kau melewatkan malam segelap ini di sana....

Bagaimana kau menghadapi pagi tanpa hangat sinar matahari...

Bagaimana kau membunuh sepimu..

Bagaimana kau memenuhimu sendiri..


Where should I take this heart away, after u take it all?
hadiahterindah - 31/08/2012 05:53 PM
#4

Aku ingin bertanya pada hujan
kenapa ia membasahi bumiku sederas ini
tidakkah dia tahu
hatiku telah tergenang air mata?
hadiahterindah - 01/09/2012 12:12 PM
#5

Allahku
Bolehkah kupinjam mataharimu ?
Semenit lebih cepat ?
Agar aku bisa menghangatkan hati temanku ini
yang tengah terluka hatinya
Dia telah menangis semalaman ya Rabb

Aku tak mampu kesana
memeluknya
atau menyeka air matanya
atau membisikkan kata kata yang bisa membuatnya bahagia

Allah cintaku
hanya sesaat
semenit lebih cepat
aku sudah tidak tahan jika tidak melihat senyumnya kembali
mengawali pagiMu yang sempurna ini
hadiahterindah - 01/09/2012 12:20 PM
#6

Rindu ini
meminta jawabnya
tiada tahan aku menyangga
seperti yang dirasakan embun pada sang mega cahaya
yang senantiasa mengangkatnya menjadi pelangi

ku kan mencurimu dariNya
semenit lebih lama
tunggu aku ya !
cherrie787 - 01/09/2012 05:12 PM
#7

puisinya bagus2 angel:
hadiahterindah - 03/09/2012 08:17 AM
#8

Quote:
Original Posted By cherrie787
puisinya bagus2 angel:


makasi cherrie....terimakasih sudah mampir...hanya sedikit berbagi, karena kadang tidak mampu tersampaikan jika berhadapan...stay tune ya...
hadiahterindah - 03/09/2012 08:21 AM
#9

Dear
Jika puisi ini sampai padamu, peluklah aku
Jika rasa ini terabaikan olehmu, cobalah tetap memeluk
Namun,
Jika rasa ini tidak mau kau terima,
Aku yang akan melangkah kearahmu,
Dan memelukmu
hadiahterindah - 03/09/2012 08:31 AM
#10

Tahu apa kau terluka?
Bukan darah yang tergenang
Atau air mata yang berlinang
Tapi pada kenangan
Yang tidak juga hilang

Paham apa kau teraniaya
Saat penghianatan itu menghantam nalurimu
Mengoyak benteng pertahanan bernama percaya
Mengantar kepadamu mimpi buruk setiap malam
atau saat kau memohon mohon padaNya untuk melepaskan ingatan

Bagaimana kau bisa mengerti
Sakitnya aku saat itu
tanpamu.....
hadiahterindah - 03/09/2012 08:34 AM
#11

Aku kini hanya bertahan
Pada benang tipis yang kau ulurkan
Yang bahkan bila itu putus
Kau mungkin tidak merasakannya
Tapi aku akan jatuh
Dan mati
hadiahterindah - 03/09/2012 02:47 PM
#12

Aku tak pernah sejauh itu
Jika kau menengadah ke langitmu malam ini
Kau akan menemukanku disana,
Tengah menatapmu dengan terpesona

Sesungguhnya,
Aku telah lama menitipkan rasa ini ke jagat raya
Waktu hanya meminggirkan kenangan, tapi tidak rasa ini padamu

Lewat cahaya mentari yang kan menyapamu esok pagi
Kau akan menyadari
Aku, tidak pernah pergi
hadiahterindah - 03/09/2012 04:58 PM
#13

Aku tidak mengerti
Saat kau bilang ikhlas melepasku pergi
Apakah kau tidak mengerti
Tanpamu ,berarti aku sendiri ?
hadiahterindah - 03/09/2012 07:26 PM
#14

Ini tentang aku
Yang sedang meretas diri dalam dimensi tak bertepi
Jika cinta itu punya nama, itu pasti namamu
Jika rindu punya muara, itu juga kamu
Lelah kucoba yakinkan itu
Kau diam
Kau hilang
Bukan kau yang kukhawatirkan
Tapi pada rasa yang telah tumbuh ini
Bagaimana aku akan menjaganya
Jika mataharinya telah kau bawa
Bagaimana akan tumbuh bunga
Jika gerimismu tiada sampai ke akarnya
hadiahterindah - 04/09/2012 03:14 PM
#15

Kau tulis ini tahun lalu

Kau tak akan sanggup menjanjikan aku
Cinta sebesar gunung (aku tiada kuasa mengangkatnya)
Cinta seluas samudra (aku tiada mampu menyelaminya)
Cinta setinggi angkasa (aku tiada bisa membawamu kesana)
Lalu
Kau hanya akan memberiku cintamu
Seujung kuku (yang terus tumbuh meski kau memotongnya)

Tidakkah kau ingin tahu
Aku tidak pernah meminta apa apa padamu
Bahkan jika itu ada di ujung kukumu

Karena semestaku bahkan telah kuserahkan utuh
Menjadi atap bagi bumimu
Menjadi gunung bagi tiangmu
Menjadi laut yang membungkusmu
Harusnya itu telah terbaca
Dari caraku mencintaimu
hadiahterindah - 04/09/2012 03:23 PM
#16

Ha !
kau bilang
jika kau bertemu seseorang
dan itu adalah belahan hatimu
perutmu akan berguncang
seperti ada kupu kupu yang hendak keluar
lalu kau akan kehilangan
kesadaran

Kau pasti mengada ada

Kau juga bilang
Rindu itu indah bukan ?
Rasanya hangat oleh hasrat
Tidak mungkin tertawarkan oleh obat

Lagi lagi kau bercanda!

Kau tahu?
Perutku tidak berguncang
Tidak ada kupu kupu yang keluar
Apalagi hilang kesadaran
Ha !
Apalagi rindu?
Apanya yang indah?
Rasanya menyakitkan!
Seperti benang yang tak punya kekuatan
Jadi haruskah kukatakan padamu kembali
Bahwa bertemu denganmu
Membuatku melihat pelangi……………….
hadiahterindah - 04/09/2012 10:46 PM
#17

Aku mencintaimu dalam hening
karena aku tak kuasa menyusun bahasa
yang sempurna untuk menyampaikan maksudku
mungkin memang tak ada
kata kata yang diciptakan manusia
melebihi kata cinta
Seperti rasaku ini, padamu

Jadi kembali
Hanya hening yang menemani
Saat aku menginginkanmu
Memenuhiku
hadiahterindah - 05/09/2012 12:40 AM
#18

the answer

ada banyak jalan yg luas untuk meninggalkanmu....
dan ada jalan yg sempit utk mencintaimu.....
dan aku memilih jalan sempit itu.....

(AFD.13 Nov 2011 8:51)
hadiahterindah - 05/09/2012 01:22 PM
#19

it was the answer

Bukankah kita tak pernah merencanakan akan berjumpa dan menjadi sangat dekat?
Dan bukankah kita memang tidak bertemu di waktu yang tak tepat?
Sayangnya, waktu terlalu baik pada kita kemarin……………
hingga kita pikir, segalanya adalah rencana terbaik dari alam.
Waktu begitu memanjakan kita dengan kasih sayang, yang sama sekali tidak pernah kita rencanakan akan tumbuh dan demikian indah.
Kita tak pernah mengambil apa apa dan tak ingin mengganggu siapapun.
Kamu jadi begitu berharga buatku seperti kamu mengaku membutuhkanku.
Kita menitipkan rasa pada semesta, dan tak berani berharap dia mau membacanya.
Mimpi mimpi ajaib kerap melintas dalam percakapan, yang selalu kita abaikan kemudian.
“Biar saja alam mengaturnya,” begitu kita selalu berkata
Dan tampaknya, kini kita harus kembali lagi ke titik awal perjumpaan
yang memang selalu akan mengantar kita, pada akhir yang juga tak pernah ingin kita rencanakan.
Kalau boleh memilih,
mungkin aku akan tak beranjak kemana mana,
karena sebenarnya aku ingin membenamkan kepala lebih dalam di dekapmu…
Tapi apa yang bisa kita lakukan
ketika waktu memutuskan untuk beranjak meninggalkan kita
yang telah tak lagi bisa pergi kemana mana….
Hatiku ingin berdiam selamanya di hatimu………..
Bilamana ada yang lebih kuat menjagamu, aku mengerti!!!!!!!!!!!
Karena………
Setiap kepingan hati menyimpan keinginan

(AFD: [10/08/07 14:26:23])
hadiahterindah - 05/09/2012 06:06 PM
#20

Telah kuterima
Puisi cantikmu
Kubaca seperti rapalan
Berulang ulang
Betapa indahnya
Memiliki kekuatan
Untuk menunjukkan perasaan
Dan aku berharap Allah sudi meminjamiku sebentar
Sebentar saja bakat itu
Untuk membalas puisimu
Agar mendekati indahnya
(kau tertawa, tetap saja kau tak bisa, tapi usahamu boleh saja!)
Page 1 of 17 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Menitipkan rasa ke semesta, berharap dia kan membacanya