Berita Luar Negeri
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Berita Luar Negeri > (Terkuak ternyata sesama jeruk) Parlemen Israel Tolak Dukungan Serangan ke Iran
Total Views: 3417 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 4 |  < 1 2 3 4

Achilles48 - 27/09/2012 05:25 PM
#61

udah baca tapi kok masih rada ga ngerti ya bingung
masbar - 27/09/2012 05:37 PM
#62

yang diributin Yahudi,nasrani dan Islam

semuanya percaya manusia adalah keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa

nah yang jadi pertanyaan, Siapakah Tuhan Pencipta Nabi Adam dan Hawa

kalau jawabannya Allah, ya udah jangan diributin lagi yak Yb

maaf kalau oot capedes
InfoTECH - 27/09/2012 05:36 PM
#63

Quote:
Original Posted By jokerboy4
apa yang dikatakan orang..
belum tentu benar dimata Allah... D

klo masalah syiah hanya Allah yang tau sesat atau tidak...

selama suatu golongan islam

1. tidak mempersekutukan Allah
2. mengimani Rasul dan menganggap Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir
3. mengimani kitab sebelum Al-Quran dan tidak merubah isi Al-Kitab ( termasuk Al-Quran )
4. percaya hari akhir
5. percaya Qadha dan Qadhar
6. tidak menambah dan tidak mengurangi ajaran agama yang telah ditetapkan Allah dan telah diamalkan Rasulnya

menurut gue sah2 aja...
pergi aje ke forum supernatural


ane setuju sama kumendan yg satu ini, komennya lebih meyakinkan.. iloveindonesiasiloveindonesias
k3kok - 27/09/2012 05:38 PM
#64

wah ternyata cuma gertak sambal toh, kirain mau nyerang beneran hammers
apa gara-gara iran mempunyai bargaining yang kuat sehingga mereka kaga berani nyerang
Freddy.Mercury - 27/09/2012 05:42 PM
#65

berat banget bahasannya ini hammer:
abdullah bin saba itu siapa gan hammer:
unknown1 - 27/09/2012 05:48 PM
#66

asli gan, jeruk makan jeruk ngakak
ga lama lagi israael tunduk dihadapan Islam. AllahhuAkbar!!!! exclamati
prapto. - 27/09/2012 05:53 PM
#67

haha........ gimana kabar isu kiamat. wkwkwk
hanya Allah SWT lah yang tau,, No sara





Powered By Situsnya
Prapto Arif Prasetiyo www.lozion.co.cc

Id KASKUS ku
prapto.

Facebook ku
1. Prapto Arif Prasetiyo Pertamax
2. Prapto Arif Prasetiyo Keduax
3. Prapto Arif Prasetiyo Ketigax
4. Prapto Arif Prasetiyo PamPat
5. Prapto Arif Prasetiyo Kelimax

Follow me Twitter ku
@prapto_lozion



Gan kalo boleh ane minta cendolnya dari hati yang tulus dan ikhlas agan malu supaya reputasi ane nggak buruk (merah) lagi cendolbig
zolymaftukh - 27/09/2012 05:54 PM
#68

Quote:
Original Posted By sk8er.wadux
Sori bro sebelumnya, gw bukan pendukung apa lagi penganut syah!
Tpi sesatnya syah di lihat dari mana? Nabi mereka sama dgn kita, kitab suci mereka sama dgn kita dan tdak ada perubahan 1 ayat apapun cuman hadist mereka berbeda rujukannya dgn kita dan punya sejarah perebutan kekuasaan khalifah!

Hati2 membenci tanpa alasan yg jelas bisa memojokan kita sendiri!



sudah jelas sekali!!!......


Quote:
Original Posted By jokerboy4
apa yang dikatakan orang..
belum tentu benar dimata Allah... D

klo masalah syiah hanya Allah yang tau sesat atau tidak...

selama suatu golongan islam

1. tidak mempersekutukan Allah
2. mengimani Rasul dan menganggap Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir
3. mengimani kitab sebelum Al-Quran dan tidak merubah isi Al-Kitab ( termasuk Al-Quran )
4. percaya hari akhir
5. percaya Qadha dan Qadhar
6. tidak menambah dan tidak mengurangi ajaran agama yang telah ditetapkan Allah dan telah diamalkan Rasulnya

menurut gue sah2 aja...
pergi aje ke forum supernatural


Quote:
Original Posted By hantu.BPLN
ane baru dr DC, buanyak banget opininya, jd ane ambil grs bsr aja..


..yg di bold, bukannya itu ciri khas islam..apa msh ada syarat lain juga yah?biar nd d bilang sesat/di akui sbg islam?trus iran itu negara islam kn walo mayoritas syiah?


Di antara Aqidah Syiah yang sungguh menyesatkan ialah Aqidah Bada’. Aqidah ini juga telah dipopularkan oleh Ibn Saba’.

Bada’ bermakna:

(a) Nyata atau jelas sesuatu setelah tersembunyi seperti yang termaktub dalam firman Allah:-

“وبدا لهم من الله ما لم يكونوا يحتسبون”

“Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang tidak pernah terfikir oleh mereka” (Surah Az-Zumar Ayat 47)

(b) Timbul fikiran baru tentang sesuatu setelah melihat keadaan yang berlainan dari apa yang ada dalam pengetahuan seseorang sebelumnya. Ini terdapat dalam firman Allah:-

” ثم بدا لهم من بعد ما رأو الأيت ليسجننه حتى حين”

“Kemudian timbul fikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahawa mereka mesti memenjarakannya hingga ke suatu masa” (Surah Yusuf , Ayat 35)

Kesimpulannya Bada’ bererti jahil tidak mempunyai ilmu yang menyeluruh. Golongan Syiah mempercayai Allah bersifat dengan sifat al-Bada’.

Di dalam al-Kafi terdapat satu riwayat yang dikemukakan oleh al-Kulaini dari ar-Rayyan Bin as-Salt, dia berkata: “Aku mendengar ar-Ridha a.s berkata: “Tidak ada seorang pun nabi yang diutus Allah melainkan ia membawa ajaran tentang haramnya arak dan ajaran yang mengakui Allah bersifat dengan al-Bada’.” ( al-Usul Min al-Kafi jilid 1 hal.148)

Hakikat Bada’ ini diuraikan oleh satu riwayat lain dengan lebih jelas lagi, iaitu riwayat yang dikemukakan oleh al-Kulaini juga dari Abi Hasyim al-Ja’afari katanya: “Pernah aku berada di samping Abi al-Hassan a.s. sepeninggal anaknya Abu Ja’afar. Ketika itu aku berfikir di dalam diriku dan mau menceritakan kepadanya apa yang terlintas di hatiku. Seolah-olah Abu Ja’afar dan Abu Muhammad dalam keadaan ini seperti Abu al-Hassan bin Musa dan Ismail bin Ja’afar bin Muhammad. Kisah kedua-duanya sama kerana Abu Muhammad yang diharapkan (menjadi Imam sepeninggalan Abu Ja’afar). Tiba-tiba Abu al-Hassan menghadap ke arahku sebelum lagi aku menceritakan isi hatiku kepadanya, terus dia berkata: “Ya, Wahai Abu Hasyim memang telah berlaku kepada Allah berhubung dengan Abu Muhammad sepeninggalan Abu Ja’afar apa yang Ia (Allah) tidak mengetahui sebelumnya sebagaimana telah berlaku kepada Allah tentang Musa sepeninggal Ismail. Perkara ini memang seperti apa yang terlintas di hatimu walaupun tidak disenangi oleh orang-orang yang sesat. Abu Musa adalah anakku yang menjadi pengganti sesudahku karena padanya ada pengetahuan yang diperlukan dan bersamanya ada alat Imamah.” (al-Usul Min al-Kafi jilid 1 hal: 327).

An-Naubakhti menyebutkan bahawa Ja’afar bin Muhammad al-Baqir telah menentukan anaknya Ismail sebagai Imam sesudahnya dan beliau telah mengisyaratkan kepadanya semasa hidup, tiba-tiba Ismail mati ketika beliau masih hidup. Maka Ja’afar pun berkata: “Tidak pernah berlaku kepada Allah (al-Bada’) berhubung dengan sesuatu sebagaimana berlaku kepadanya berhubungan dengan Ismail anakku.” (Firaq as-Syiah hal. 84).

Untuk menguatkan lagi aqidah al-Bada’ ini golongan Syiah mengemukakan riwayat yang kononnya berasal daripada Muhammad al-Baqir bahawa Nabi Luth a.s. juga bimbang akan berlaku Bada’ pada Allah sehingga Beliau tidak sabar lagi meminta para malaikat yang diutus untuk menyiksa kaumnya supaya menyegerakan penyiksaan terhadap mereka sebelum berlaku perubahan pada kehendak Allah karena sesuatu sebab yang tersembunyi kepadaNya sebelum itu dan baru nyata kemudian setelah berlaku sebab itu (al-Bada). Inilah dialog Nabi Luth dengan para Malaikat yang tersebut di dalam riwayat itu:-

Luth berkata kepada mereka: “Wahai utusan-utusan Tuhanku, apakah perintah Tuhanku kepada kamu terhadap mereka?” Para Malaikat menjawab: “Ia memerintah kami supaya menimpakan azab atas mereka pada dinihari nanti.” Nabi Luth berkata: “Aku ada keperlua denganmu.” Mereka bertanya: “Apakah hajatmu itu?” Nabi Luth berkata: “Kamu timpakanlah azab atas mereka sekarang juga karena aku bimbang akan berlaku Bada’ kepada Tuhanku tentang mereka.” Para malaikat berkata: “Wahai Luth! Sesungguhnya masa yang dijanjikan untuk menimpakan azab atas mereka itu ialah Subuh, bukankah Subuh itu sudah hampir?” (al-Furu’ Min al-Kafi Jilid 5 Hal: 546).

Al-Bada’ mempunyai kelebihan yang tersendiri dalam aqidah Syiah sehingga mereka menganggapnya sebagai pernyataan ubudiyyah terhadap Allah yang tidak ada tolok bandingnya. Mereka meriwayatkan dari Muhammad al-Baqir bahawa beliau berkata: “Tidak ada satu pun pernyataan ubudiyyah kepada Allah yang menyamai al-Bada’.” (al-usul Min al-Kafi Jilid 1 hal: 146).

Darip Ja’afar as-Sadiq pula mereka meriwayatkan bahawa beliau berkata: “Tiada suatu pun cara pengagungan terhadap Allah yang menyamai al-Bada’.” (Ibid).

Dari Ja’afar as-Sadiq juga, mereka meriwayatkan bahawa beliau berkata: “Sekiranya manusia mengetahui pahala yang terdapat pada mengatakan dan mempercayai al-Bada’ tentulah mereka tidak jemu-jemu mengatakannya.” (al-Usul Min al-Kafi Jilid 1 hal: 148).

Lihatlah bagaimana Syiah menghubungkan sifat jahil kepada Allah s.w.t dan menganggapnya sebagai puncak pernyataan ubudiyyah kepada Allah sedangkan Allah s.w.t telah berfirman:-

” وأن الله قد احاط بكل شيء علما”

“Dan sesungguhnya Allah ilmunya meliputi segala sesuatu”. (al-Talaq Ayat 12).

Firman Allah s.w.t:-

” والله بكل شىء عليم ”

“Allah Maha mengetahui tentang segala sesuatu”. (Surah An Nisa’ Ayat 176)
Firman Allah s.w.t:-

” إن الله لا يخفى عليه شىء في الأرض ولا في السمآء”

“Sesungguhnya tidak ada satu pun yang tersembunyi kepada Allah baik di bumi mahupun di langit”. (Surah Ali Imran Ayat 5).

Firman Allah s.w.t:-

” هو الله الذى لآاله إلا هو عالم الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم”

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang maha pengasih lagi maha penyayang”. (Surah al-Hasyr ayat 22).
Razbyan - 27/09/2012 06:00 PM
#69

numpang mantau dolo aja deh....
zolymaftukh - 27/09/2012 06:00 PM
#70

Quote:
Original Posted By jokerboy4
ahhhhhh moooaaassoaaaaaaa....??
sumpeeee looooo....??
terus gue harus jungkir balik , salto ke jurang sambil bilang uwwwwoooowwwww gitu....??

sumber informasi yang gue dapatkan. Al-Quran Syiah berbeda bukan karena ISI nya dirubah2 . tapi SUSUNAN SURATNYA berbeda..
isinya moahhh tetepp bruoohh.... D


maaf banget... sumber info ente ngaco... yg ada adalah, syiah mempercayai Alquran yg sekarang di pegang oleh orang sunni pada umumnya telah di distorsi... syiah memiliki Al quran sendiri yg namanya Mushaf Fatimah... jumlah ayatnya ada 17rb ayat... jadi ente belajar lagi ye,,,,
zolymaftukh - 27/09/2012 06:08 PM
#71

Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara Madzhab Syafi’i dengan Madzhab Maliki.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a) Syahadatain

b) As-Sholah

c) As-Shoum

d) Az-Zakah

e) Al-Haj

Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

a) As-Sholah

b) As-Shoum

c) Az-Zakah

d) Al-Haj

e) Al wilayah

2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :

a) Iman kepada Allah

b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c) Iman kepada Kitab-kitab Nya

d) Iman kepada Rasul Nya

e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

a) At-Tauhid

b) An Nubuwwah

c) Al Imamah

d) Al Adlu

e) Al Ma’ad

3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat

Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a) Abu Bakar

b) Umar

c) Utsman

d) Ali Radhiallahu anhum

Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).

6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.

7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a) Bukhari

b) Muslim

c) Abu Daud

d) Turmudzi

e) Ibnu Majah

f) An Nasa’i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :

a) Al Kaafi

b) Al Istibshor

c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

d) Att Tahdziib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

10. Ahlussunnah : Al-Qur'an tetap orisinil

Syiah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.

Syiah : Khamer/ arak suci.

15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.

Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).
zolymaftukh - 27/09/2012 06:11 PM
#72

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah telah berkata: “Dan sungguh telah sepakat ahli ilmu dalam bidang naql, riwayat dan sanad, bahwasanya Rafidhah adalah yang paling pendusta dari kalangan kelompok-kelompok (yang sesat), berbohong terdapat dalam diri mereka sudah sejak lama, oleh karena inilah para imam-imam Islam menggelarkan keistimewaan mereka dengan sering (banyak) berdusta.
Asyhab bin Abdul Aziz telah berkata : Imam Malik telah ditanya tentang Rafidhah, maka beliau menjawab : Janganlah kamu berbicara dengan mereka, dan janganlah mengambil riwayat dari mereka, sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berdusta (pembohong).
Dan berkata Imam Malik : orang yang mecaci maki para sahabat Rasulullah, maka ia tidak berhak mendapatkan nama, atau tempat di dalam Islam.
Berkata Ibnu Katsir di dalam firman Allah :
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)”. (Al Fath : 29).
“Dari ayat ini, maka Imam Malik menyimpulkan di dalam satu riwayat darinya, dengan mengkafirkan orang-orang rafidhah dimana mereka membenci para sahabat, beliau berkata : “Karena para sahabat menjengkelkan hati mereka (orang-orang rafidhah), barangsiapa yang dijengkeli oleh para sahabat maka ia adalah kafir oleh ayat ini”.
Al Qarthubi telah berkata : “Sungguh Imam Malik telah berbuat baik dalam ucapannya dan ia telah benar dalam menafsirkannya, maka barangsiapa mencela seorang saja dari mereka atau mencela riwayatnya maka ia sungguh telah membantah Allah Rabb semesta alam, dan telah menggugurkan syari’at-syari’at kaum muslimin.”[1]
Abu Hatim telah berkata : ” Telah menceritakan kepada kami Harmalah, ia berkata : Saya telah mendengar Imam Syafi’i berkata : “Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih mudah bersaksi dengan kepalsuan daripada Rafidhah”.
Muammil bin Ahab telah berkata : “Saya telah mendengar Yazid bin Harun berkata : “Ditulis (riwayat hadits) dari setiap pelaku bid’ah bila tidak mengajak ke bid’ahnya, kecuali Rafidhah, sesungguhnya mereka itu pendusta.”
Dan Muhammad bin Sa’ad Al Ashbahaani telah berkata : “Saya telah mendengar syeikh Syuraik berkata : “Ambillah ilmu itu dari setiap orang yang kamu jumpai kecuali Rafidhah, sesungguhnya mereka membuat-buat (memalsukan) hadits, dan mereka menjadikan hal itu sebagai agama”. Syuraik ini adalah Syuraik bin Abdullah Qodhi (hakim) kota Kufah.
Mu’awiyah telah berkata : “Saya telah mendengan Al ‘Amasy berkata : Saya menjumpai sekelompok manusia, dan mereka tidaklah menyebutkan tentang mereka (rafidhah) kecuali (digolongkan kepada) orang-orang sangat pembohong”, maksudnya (mereka pembohong itu) adalah pengikut AL Mughirah bin Sa’id yang bermadzhab rafidhah lagi pendusta, seperti yang disifati oleh imam Adz Dzahabi.[2]
Syeikhul Islam telah berkata dalam mengomentari apa yang dikatakan oleh para imam salaf : “Dan adapun Rafidhah asal usul bid’ah mereka diambil dari Zindiq dan kufur serta unsur kesengajaan, kebohongan banyak sekali di tengah-tengah mereka, dan mereka mengakui hal itu, dengan mengatakan : Agama kita adalah Taqiyah, yaitu salah seorang dari mereka mengucapkan dengan lidahnya berbeda dengan apa yang ada di hatinya. Dan inilah hakikat kebohongan dan kemunafikan, maka mereka dalam hal itu sebagaimana pepatah : “Ia telah melemparku dengan penyakitnya lalu ia lari”.[3]
Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hambal : Saya telah bertanya kepada bapakku tentang Rafidhah, maka ia mengatakan : “Yaitu orang-orang yang mencaci maki atau mencela Abu Bakr dan Umar”. Dan Imam Ahmad ditanya tentang Abu Bakr dan Umar, maka ia menjawab : Doa’kanlah mereka berdua agar diberi rahmat, dan berlepas dirilah dari orang yang membenci mereka berdua”.[4]
Al Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr Al Marwazi, ia berkata : Saya telah bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad) tentang orang yang mencaci maki Abu Bakr dan Umar serta ‘Aisyah, maka ia berkata : “Saya tidak memandangnya di dalam Islam (artinya orang yang mencaci itu telah keluar dari Islam-pent).[5]
Al Khallal meriwayatkan, ia berkata : Saya telah diberi tahu oleh Harb bin Ismail Al Karmaani, ia berkata : Telah bercerita kapada kami Musa bin Harun bin Ziad, ia berkata : saya telah mendengar Al Firyaabi sedangkan seorang laki-laki bertanya kepadanya tentang orang yang mencaci maki Abu Bakr, ia berkata : Kafir. Lalu ia berkata lagi, apakah disolatkan? Ia berkata: Tidak.”
Ibnu Hazam telah berkata : tentang Rafidhah tatkala ia berdebat dengan orang Kristen, dan orang-orang memberikan kepadanya kitab-kitab Rafidhah untuk bantahan terhadapnya (Ibnu Hazam dan berkata) : sesungguhnya Rafidhah bukanlah kaum muslimin, dan perkataan mereka bukanlah argumen terhadap agama, akan tetapi Rafidhah itu hanyalah suatu golongan, mula terjadinya kira-kira duapuluh lima tahun setelah Nabi Wafat, dan permulaannya adalah merespon pangilan orang yang hampir masuk islam dari orang-orang yang dihina Allah. Rafidhah itu adalah kelompok yang berjalan atas jalan ajaran Yahudi dan Nasrani dalam kebohongan dan kekufuran.”[6]
Abu Zur’ah Ar Raazi berkata : “Bila kamu melihat seseorang yang mencaci salah seorang dari para sahabat Rasulullah, maka ketahuilah sesungguhnya dia itu Zindiq.”
zolymaftukh - 27/09/2012 06:12 PM
#73

Lajnah Daimah Lil Iftak (Lembaga Tetap untuk Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya dengan satu pertanyaan, dalam pertanyaan itu penanya mengatakan bahwa ia dan sekelompok teman bersamanya berada di perbatasan utara berdekatan dengan cek point negara Iraq. Di sana ada sekelompok penduduk yang bermadzhab Al Ja’fariyah, dan diantara mereka (kelompok penanya) ada orang yang enggan untuk memakan sembelihan penduduk itu, dan diantara mereka ada yang makan, maka kami bertanya: Apakah halal bagi kami untuk memakan sembelihan mereka, ketahuilah sesungguhnya mereka berdoa minta tolong kepada Ali, Hasan dan Husain serta seluruh pemimpin-pemimpin mereka di dalam keadaan sulit dan keadaan lapang ? Lalu Lajnah (lembaga) yang diketuai oleh Syeikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz dan (anggota-anggotanya); Syeikh Abdul Razaq ‘Afifi, Syeikh Abdullah bin Ghudayan, dan Syeikh Abdullah bin Qu’uud, semoga Allah memberi pahala kepada mereka semua.
Jawabannya : Segala puji bagi Allah semata, dan shalawat dan salam semoga dianugerahkan kepada rasul-Nya dan keluarga beliau serta sahabat-sahabatnya, dan adapun selanjutnya:
Jika permasalahannya seperti yang disebutkan oleh penanya, bahwa sesungguhnya jamaah (kelompok) yang memiliki ajaran Ja’fariyah, mereka berdo’a dan meminta tolong kepada Ali, Hasan dan Husain serta pemimpin-pemimpin mereka, maka mereka itu adalah orang-orang musyrik murtad, kelaur dari agama Islam, semoga Allah melindungi kita dari itu, tidaklah halal memakan sembelihan mereka, karena sembelihan itu adalah bangkai, walaupun mereka menyebut nama Allah saat menyembelihnya.”[7]
Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin ditanya, soal itu berbunyi : wahai syeikh yang mulia, di negeri kami terdapat seorang rafidhah (bermadzhab syi’ah rafidhah) bekerja sebagai tukang sembelih, maka ahlusunnah datang kepadanya untuk menyembelih sembelihan mereka, dan begitu juga sebagian rumah makan, bekerja sama dengan orang rafidhah ini, dan dengan rafidhah lainnya yang berprofesi sama, apakah hukumnya bertransaksi atau berkoneksi dengan orang rafidhah ini dan semisalnya? Apakah hukum sembelihannya, apakah sembelihannya halal atau haram, berikanlah kepada kami fatwa, semoga syeikh diberi pahala oleh Allah.
(Beliau menjawab) Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh wa ba’du: Tidaklah halal sembelihan orang rafidhah, dan juga memakan sembelihannya, sesungguhnya orang rafidhah pada umumnya adalah orang-orang musyrik, dimana mereka selalu menyeru Ali bin Abi Thalib di waktu sempit dan lapang, sampai di Arafah dan saat tawaf dan sa’i, mereka juga menyeru anak-anak beliau dan imam-imam mereka seperti yang sering kita dengar dari mereka, perbuatan ini adalah syirik akbar dan keluar dari agama Islam yang berhak dihukum mati atasnya.
Sebagaimana mereka sangat berlebih-lebihan dalam menyifati Ali, mereka menyifati beliau dengan sifat-sifat yang tidak layak kecuali hanya untuk Allah, sebagaimana kita mendengarnya dari mereka di Arafah, dan mereka disebabkan perbuatan itu telah murtad, yang mana mereka telah menjadikannya sebagai Rabb, Sang Pencipta, dan Yang mengatur Alam, Yang mengetahui ghaib, yang menguasai kemudaratan dan manfaat, dan semisal itu.
Dan sebagaimana mereka mencela Al Quran, mereka mendakwakan bawah para sahabat telah merubah, menghilangkan dari Al Quran ayat-ayat yang banyak berhubungan dengan Ahlu Bait dan musuh-musuh mereka, lalu mereka tidak berpedoman kepada Al Quran dan mereka tidak memandangnnya sebagai dalil dan argumen.
Sebagaimana mereka mencela pemuka-pemuka sahabat, seperti tiga orang khalifah rasyidin, dan selain mereka dari orang yang diberi kabar gembira jaminan masuk surga, para umul mukminin (istri-istri rasulullah), para sahabat yang terkenal, seperti Anas, Jabir, Abu Hurairah dan semisalnya, maka mereka tidak menerima hadits-hadits para sahabat tersebut, karena mereka itu orang kafir menurut dakwaan mereka, mereka tidak mengamalkan hadits-hadits di Bukhari Muslim kecuali yang berasal dari Ahlu Bait. Mereka bergantung dengan hadits-hadits palsu atau hadits-hadits yang di dalamnya tidak ada bukti atas apa yang mereka katakan. Akan tetapi walaupun demikian, mereka itu adalah bersikap munafik, maka mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada pada hati mereka (yang tidak mereka yakini), mereka menyembunyikan di diri mereka apa yang tidak mereka tampakkan kepadamu, mereka berkata : barangsiapa tidak bersikap Taqiyah (nifaq) maka tidak ada agama baginya. Maka dakwaan mereka itu tidak bisa diterima dalam ukhwah persaudaraan, dan dakwaan mereka akan cinta syari’at… dan seterusnya. Sikap nifaq adalah merupakan akidah bagi mereka. Semoga Allah menjaga (kita) dari kejelekan mereka, semoga Allah menganugerahkan shalawat dan salam keada Muhammad, dan keluarga beliau serta para sahabatnya.[8]
Disalin dari Ebook ” Diantara Aqidah Syiah – Menguak Kesesatan Aqidah Syiah “ (hal.65-75) Oleh: Syaikh Abdullah bin Muhammad as-Salafy diterjemahkan oleh, ust. Muhammad Elvi Syams. Penerbit: Maktabah Abu Salma.
Artikel: Moslemsunnah.Wordpress.com
Footnote:
[1] Ushul Madzhab As Syi’ah Al Imamiyah Al Itsna Asyara, oleh Dr. Nashir AL Qafaari, (3/1250).
[2] Minhaajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Timiyah, (1/59-60).
[3] Minhaajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Timiyah, (1/68).
[4] Al Masail dan Al Rasail Al Mawiyah ‘An Imam Ahmad bin Hambal, oleh Abdul Ilah bin Sulaiman Al Ahmadi, (2/357).
[5] As Sunnah oleh Khalal (3/493). Ini merupakan pernyataan yang jelas dari imam Ahmad dalam menghukum kafir orang Rafidhah.
[6] Al Fashlu Fi Al Milal wa An Nihal, oleh Ibnu Hazam (2/78).
[7] Fatwa Lajnah Daimah Lil Iftak, (2/264).
[8] Fatwa ini keluar dari syeikh setelah dilontarkan kepada beliau suatu soal yang berhubungan dengan sikap bergaul sama orang rafidhah pada tahun 1414 H, dan penyusun ingin menerangkan sekitar apa yang terdengar bahwa syeikh Abdullah AL Jibrin -semoga Allah melindunginya- beliau seorang yang mengkafirkan orang-orang Rafidhah, yang benarnya adalah bawah para imam dari terdahulu sampai belakangan ini mengkafirkan kelompok ini, hal itu disebabkan karena hujjah telah ditegakkan kepada mereka, dan hilangnya uzur kebodohan dari mereka. (Insya Allah penerjemah akan membuat edisi khusus tentang perkataan ulama salaf terhadap rafidhah).
zolymaftukh - 27/09/2012 06:31 PM
#74

zolymaftukh - 27/09/2012 06:45 PM
#75

monggo di liat biar tau siapa itu Iran sebenernya...

http://www.youtube.com/watch?v=4ectgfwhEig&feature=share
sk8erwadux - 27/09/2012 07:07 PM
#76

Quote:
Original Posted By masbar
yang diributin Yahudi,nasrani dan Islam

semuanya percaya manusia adalah keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa

nah yang jadi pertanyaan, Siapakah Tuhan Pencipta Nabi Adam dan Hawa

kalau jawabannya Allah, ya udah jangan diributin lagi yak Yb

maaf kalau oot capedes


cuman atu yg beda!! D
ada satu kaum yg tuhannya baru lahir setelah masa Adam dan Hawa!!
ngakaks
antidistribusi2 - 27/09/2012 10:23 PM
#77

gw tungu ampe bangkotan . eh ternyata nonton hollywood bata
sampang2 - 12/10/2012 10:21 AM
#78
Menlu Rusia: Iran Tak Akan Serang Zionis Israel
Hidayatullah.com--Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa Iran tidak akan menyerang entitas Zionis, dan juga bukan merupakan ancaman atas keamanan Israel.

Lavrov mengatakan, "Sejauh ini Iran masih belum menunjukkan perkembangan senjata nuklirnya."

Ia juga menjelaskan bahwa Iran tidak akan menyerang entitas Zionis meskipun telah mengeluarkan ancaman yang berulang-ulang. Hal itu mengingat posisi demografis entitas Zionis yang mencakup jutaan orang Arab dan Muslim.

Ia menambahkan, negaranya mendukung reaktor nuklir Teheran karena yakin bahwa Iran tidak akan menimbulkan ancaman bagi entitas Zionis.

Hal ini disampaikan Lavrov dalam pertemuannya dengan Pimpinan Knesset Zionis, Reuven Rivlin di Moskow pada hari Kamis (11/10/12).

Di sisi lain, Pimpinan Knesset Zionis mengatakan bahwa Rusia adalah negara satu-satunya yang bisa menghentikan program nuklir Iran tanpa perlunya sanksi. Demikian dilansir Islammemo, (11/10/12).*

Sumber
Page 4 of 4 |  < 1 2 3 4
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Berita Luar Negeri > (Terkuak ternyata sesama jeruk) Parlemen Israel Tolak Dukungan Serangan ke Iran