Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual
Total Views: 1976 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 

titokeren - 10/09/2012 10:42 PM
#41
tujuan hidup
ikut numpang share aja moga2x bisa jadi bahan diskusi

sebenarnya agak sedih bagi saya melihat tujuan hidup manusia saat ini (mungkin termasuk saya),dari lahir sampai sekarang dicekoki oleh definisi tujuan hidup = orang sukses ( sukses = banyak uang ) ato mapan dalam hal materi..

membeli kebahagiaan dengan uang,membayar hari2x yang begitu menyiksa dikantor,melakukan apa yang tidak ingin kita lakukan,hanya untuk uang,hidup sudah menjadi budak uang,mau berenti dari siklus ini,tapi ga tau gimana caranya.. ga heran hidup penuh ketakutan segala sesuatu menjadi terjebak oleh "uang" takut ini takut itu,seakan2x pilihan hidup harus dijalani dengan uang...

kehidupan rutin yg dilakukan tak ubahnya seperti robot,ironisnya uang yg dikumpulkan dengan menyiksa tidak dibelanjakan untuk benar2x membahagiakan diri,melainkan hanya menghias diri,mendapatkan kebahagian melalui pujian / pengakuan / validasi dari orang lain dengan berbagai macam barang mewah.entah tak ada waktu,tak sempat,tersesat, atau lupa dari tujuan awal.

apakah hidup seperti itu?
cozymind - 11/09/2012 01:30 AM
#42

Quote:
Original Posted By titokeren
ikut numpang share aja moga2x bisa jadi bahan diskusi


apakah hidup seperti itu?

ijin nimbrung...puh..iloveindonesias
gue pernah juga punya pertanyaan yang sama seperti agan beberapa tahun yang lalu..,,,,,,menurut gue.. harta,jabatan adalah penting,,tetapi bukan hal yang utama dalam hidup..,,,karena harta..,,jabatan ataupun status sosial tidak bisa membeli "ketenangan hati"..,,,nah tinggal masing-masing manusia itu sendiri yang mempersepsikan ketenangan itu dari parameter apa dalam hidupnya??? orang bijak mengatakan :
sebaik-baik ilmu seseorang apabila bermanfaat bagi dirinya dan juga bagi orang lain...
sebaik-baik harta manusia apabila bermanfaat buat dirinya dan juga buat orang lain...

yang gue tahu saat ini bahwa untuk mencapai suatu tujuan membutuhkan proses....iloveindonesias
Minibalanar - 11/09/2012 09:09 AM
#43

Quote:
Original Posted By titokeren
ikut numpang share aja moga2x bisa jadi bahan diskusi

sebenarnya agak sedih bagi saya melihat tujuan hidup manusia saat ini (mungkin termasuk saya),dari lahir sampai sekarang dicekoki oleh definisi tujuan hidup = orang sukses ( sukses = banyak uang ) ato mapan dalam hal materi..

membeli kebahagiaan dengan uang,membayar hari2x yang begitu menyiksa dikantor,melakukan apa yang tidak ingin kita lakukan,hanya untuk uang,hidup sudah menjadi budak uang,mau berenti dari siklus ini,tapi ga tau gimana caranya.. ga heran hidup penuh ketakutan segala sesuatu menjadi terjebak oleh "uang" takut ini takut itu,seakan2x pilihan hidup harus dijalani dengan uang...

kehidupan rutin yg dilakukan tak ubahnya seperti robot,ironisnya uang yg dikumpulkan dengan menyiksa tidak dibelanjakan untuk benar2x membahagiakan diri,melainkan hanya menghias diri,mendapatkan kebahagian melalui pujian / pengakuan / validasi dari orang lain dengan berbagai macam barang mewah.entah tak ada waktu,tak sempat,tersesat, atau lupa dari tujuan awal.

apakah hidup seperti itu?


Tujuan hidup tiap orang bisa jauh berbeda D

Yang anda tuliskan adalah Gaya hidup D
great24u - 12/09/2012 10:05 AM
#44

iseng saja, tetapi banyak relevansinya terhadap hidup..

jika anda menganggap apa yang anda lakukan benar, tetapi orang lain menganggapnya salah..
lalu apakah yang harus kita lakukan selanjutnya?
Minibalanar - 12/09/2012 10:44 AM
#45

Quote:
Original Posted By great24u
iseng saja, tetapi banyak relevansinya terhadap hidup..

jika anda menganggap apa yang anda lakukan benar, tetapi orang lain menganggapnya salah..
lalu apakah yang harus kita lakukan selanjutnya?


Menerima bahwa memang ada yang namanya perbedaan konsep

Karena setiap orang mau tidak mau akan bertanggung jawab atas perbuatannya, biarkan dia jalani hidupnya dengan kemampuannya D
Zxva - 12/09/2012 05:51 PM
#46

Quote:
Original Posted By Minibalanar


Jalanin aja dulu D

Sekarang mungkin masih belum jelas, nanti bisa jadi jelas. Yang penting semangat dan ceria dalam hidup, Kalau malas nanti dari belum jelas menjadi blur ngakaks


klo jalani aja dulu tp ttp aja blum tau arahnya nih \)b blum bisa ambil keputusan
mgkn krn apa" takut aja, susah memunculkan sifat 'berani', mgkn karna lingkungan
Minibalanar - 12/09/2012 07:32 PM
#47

Quote:
Original Posted By Zxva
klo jalani aja dulu tp ttp aja blum tau arahnya nih \)bs blum bisa ambil keputusan
mgkn krn apa" takut aja, susah memunculkan sifat 'berani', mgkn karna lingkungan


Arah tuh selalu lurus D

Kalau ada persimpangan juga tau D

Nah sebelum sampai ke persimpangan ya terus aja melangkah
ikhlaskansaja - 15/09/2012 12:44 PM
#48
butuh pencerahan :)
di Thread "Hidup adalah ilusi- Neo version"
puh ibal pernah ngetik :
Quote:
Original Posted By Minibalanar
Begini

Kenapa mulai mencari kedalam?

Ada 3 kinerja kita. Pikiran, Ucapan dan Perbuatan

Proses terjadinya 1 konsep adalah, kita memiliki A didalam, melihat B diluar, ketika A melihat B muncul C

A=Pikiran
B= Objek pikiran
C= Perasaan

Dalam metode konsep, Pikiran bertemu objek pikiran muncul perasaan, nah perasaan ini kondisi, kalau kita melekat pada kondisi bisa muncul penderitaan \)

Dalam metode tanpa konsep, pikiran adalah pikiran dan objek perasaan adalah objek perasaan, tidak muncul perasaan. Karena prosesnya melihat kedalam, melihat keluar, lalu kedalam lagi \)

Coba deh, apakah anda bisa mencatat ada berapa hal yang anda lakukan dalam 24 jam? Berapa dan apa saja itu? \)


nah yang warna biru itu jawabannya apa ya?
lalu babarkan saja puh teorinya dan alasan kenapa pertanyaan seperti itu bisa hadir di pikiran puh ibal. Thank you puh shakehand
Minibalanar - 15/09/2012 02:02 PM
#49

Quote:
Original Posted By ikhlaskansaja
di Thread "Hidup adalah ilusi- Neo version"
puh ibal pernah ngetik :

nah yang warna biru itu jawabannya apa ya?
lalu babarkan saja puh teorinya dan alasan kenapa pertanyaan seperti itu bisa hadir di pikiran puh ibal. Thank you puh shakehand


Baru kali ini dipanggil ibal hammer:

Jawabannya : Hanya ada 6 hal yang anda lakukan selama 24 jam D

Yaitu Berpikir, Merasa, Melihat, Mendengar, Bernafas, dan Mengecap

Diluar itu hanya label yg diberikan D

Pertanyaan itu adalah hasil dari latihan meditasi D
ariaGADING - 15/09/2012 02:13 PM
#50

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Baru kali ini dipanggil ibal hammer:

Jawabannya : Hanya ada 6 hal yang anda lakukan selama 24 jam D

Yaitu Berpikir, Merasa, Melihat, Mendengar, Bernafas, dan Mengecap

Diluar itu hanya label yg diberikan D

Pertanyaan itu adalah hasil dari latihan meditasi D


ngakak
keren juga tuh ibal
ikhlaskansaja - 15/09/2012 09:51 PM
#51

Quote:
Original Posted By ariaGADING
ngakak
keren juga tuh ibal


iya puh, kerenan panggilannya jadi puh ibal aja Yb

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Baru kali ini dipanggil ibal hammer:

Jawabannya : Hanya ada 6 hal yang anda lakukan selama 24 jam D

Yaitu Berpikir, Merasa, Melihat, Mendengar, Bernafas, dan Mengecap
Diluar itu hanya label yg diberikan D

Pertanyaan itu adalah hasil dari latihan meditasi D

iya bener juga ya cuma 6 hal itu aja ya.

nah ane mau nanya lagi puh itu yang warna hijau
klw melakukan hal itu, biasanya pikiran kita kosong ya?
bedanya pikiran kosong dan melamun ?
ane juga pernah baca di web tertentu,
saat kita meditasi, kita menutup mata dan biarkan kita melihat scene scene yg ada di pikiran kita. setelah pikiran kita lelah, maka si pikiran kita tidak memutar scene scene lagi, dan yang akan kita lihat hanyalah kekosongan gelap/cahaya terang lalu akan terciptanya harmonisasi suasana ketenangan yang terdalam antara pikiran dan hati.
bagaimana menurut puh ibal apakah meditasi seperti itu ya?

maap puh ibal, ane nubi jadi sering nanya terus nih. hihihi.. \)
Minibalanar - 15/09/2012 10:38 PM
#52

Quote:
Original Posted By ikhlaskansaja
iya puh, kerenan panggilannya jadi puh ibal aja Yb


iya bener juga ya cuma 6 hal itu aja ya.

nah ane mau nanya lagi puh itu yang warna hijau
klw melakukan hal itu, biasanya pikiran kita kosong ya?
bedanya pikiran kosong dan melamun ?
ane juga pernah baca di web tertentu,
saat kita meditasi, kita menutup mata dan biarkan kita melihat scene scene yg ada di pikiran kita. setelah pikiran kita lelah, maka si pikiran kita tidak memutar scene scene lagi, dan yang akan kita lihat hanyalah kekosongan gelap/cahaya terang lalu akan terciptanya harmonisasi suasana ketenangan yang terdalam antara pikiran dan hati.
bagaimana menurut puh ibal apakah meditasi seperti itu ya?

maap puh ibal, ane nubi jadi sering nanya terus nih. hihihi.. \)


Meditasi yg saya maksud dan anda maksud berbeda D

Meditasi pny 4 posisi, berbaring, duduk, berjalan dan berdiri D

Jadi kapan saja, selama anda bernafas itu bisa bermeditasi D

Meditasi itu proses dimana pikiran, ucapan dan perbuatan anda menjadi baik dan benar. Intinya mengembangkan batin D
ikhlaskansaja - 15/09/2012 10:48 PM
#53

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Meditasi yg saya maksud dan anda maksud berbeda D

Meditasi pny 4 posisi, berbaring, duduk, berjalan dan berdiri D

Jadi kapan saja, selama anda bernafas itu bisa bermeditasi D

Meditasi itu proses dimana pikiran, ucapan dan perbuatan anda menjadi baik dan benar. Intinya mengembangkan batin D

kapan saja dan dimana saja, bisa bermeditasi ya.
untuk mengembangkan batin itu yang terpenting ya. \)

ok ok puh ibal, makasih pencerahanya hihihi... malu:
shakehand
Minibalanar - 23/09/2012 01:48 PM
#54

Spiritual : Questions of Life and Spiritual

Ketidakmungkinan hanya masalah waktu. Yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dimasa kini, dan akan menjadi kenyataan di masa depan. Maka mulailah sekarang dari apa yang paling mungkin dapat Anda lakukan, walau sekecil apapun.
Bhatav - 23/09/2012 05:29 PM
#55

mau nanya dong TS,
bagaimana cara meredam keresahan dan ketakutan akan masa depan?
saya masih bingung dengan klenik dan spiritualis, bagaimana membedakan kedua itu?
maap TS pertanyaannya aneh, malu
Minibalanar - 23/09/2012 06:51 PM
#56

Quote:
Original Posted By Bhatav
mau nanya dong TS,
bagaimana cara meredam keresahan dan ketakutan akan masa depan?
saya masih bingung dengan klenik dan spiritualis, bagaimana membedakan kedua itu?
maap TS pertanyaannya aneh, malu


Untuk resah dan takut. Jalani hidup dengan sebaik mungkin, lakukan sesuatu semaksimal mungkin.
Karena rasa resah dan takut muncul sebabnya anda tidak yakin anda telah melakukan semua dengan baik untuk kedepannya.

Klenik bersifat spekulatif, anda belum bisa mengetahui/pondasi kesana, namun anda ingin mengerti
Spiritualitas adalah segala sesuatu yg membangun batin bertujuan hidup lebih bahagia D
makinpo - 23/09/2012 11:01 PM
#57

om mini buka trit lagi D

salam om mini _/\_


dikit mw tanya om
siapakah saya ini?jika saya bukanlah saya, siapakah saya ini?saya lelah dengan kesakitan mental ini, saya mencoba untuk berbahagia dengan membuat org lain bahagia dan pada akhirnya saat saya kembali sendiri kesakitan mental itu akan kembali datang. apakah itu?daripada itu muncul dan bagaimana mengatasinya?
Minibalanar - 24/09/2012 07:07 AM
#58

Quote:
Original Posted By makinpo
om mini buka trit lagi D

salam om mini _/\_


dikit mw tanya om
siapakah saya ini?jika saya bukanlah saya, siapakah saya ini?saya lelah dengan kesakitan mental ini, saya mencoba untuk berbahagia dengan membuat org lain bahagia dan pada akhirnya saat saya kembali sendiri kesakitan mental itu akan kembali datang. apakah itu?daripada itu muncul dan bagaimana mengatasinya?


Siapa kamu harus dijawab sendiri D

Karena setiap orang berbeda dan special D

Jangan mencoba berbahagia tapi berbahagialah dengan serius D

Hanya 2 kan, Life Fun Seriously, atau Life Seriously Fun D

Kamu yg pilih
Minibalanar - 24/09/2012 12:19 PM
#59

Siapakah yang Mengamati Pikiran?

Ada “si aku” yang mengamati pikiran. Siapakah “si aku” itu? Kalau ada kesadaran pasif,
pengamatan pasif, perhatian pasif terhadap suatu objek, “si aku” tidak ada. Yang ada hanya pengamatan, tidak ada “si aku” yang mengamati.

Kalau Anda mengamati suatu objek, kemudian si pemikir atau pikiran mulai menamai, menilai, menyenangi, atau membenci, berarti “si aku” sudah menyusup dalam pengamatan Anda. Objek yang diamati dengan subjek yang mengamati tidak berbeda. Diri yang mengamati dan yang diamati tidaklah berbeda.

Cobalah amati kapan “si aku” itu menyusup dalam pengamatan Anda. Lihatlah kapan “si aku”
muncul dan membuat jarak dari objek yang diamati. Ketika terjadi jarak objek-subjek, muncul dualitas, di situlah konflik lahir.

Bisakah terjadi pengamatan pasif terhadap suatu objek, tanpa intervensi pikiran atau “si aku”? Kalaupun muncul pikiran atau “si aku,” sadari saja geraknya, sampai ia berhenti dengan sendirinya.
Minibalanar - 24/09/2012 12:20 PM
#60

Siapa yang disebut Diri?

Dalam Kristen ada yang disebut jiwa, dalam Buddha tidak ada entitas yang disebut diri (anatta), dalam Hindu ada atman. Mari kita menyelami apa yang disebut diri tanpa latar belakang teori atau doktrin mana pun, entah Kristen, Hindu, Buddha, atau yang lain.

Lihatlah mobil di jalan raya. Apa yang disebut mobil? Apakah rodanya, setirnya, tempat duduknya, mesinnya? Bukankah mobil adalah semua itu? Bukankah mobil tak lain sekadar nama dari kumpulan semua unsur-unsur itu sehingga sebenarnya mobil sendiri secara ontologis tidak ada?

Begitu pula apa yang disebut diri individual. Tidak ada diri tanpa kesadaran dengan seluruh isinya yang adalah ingatan, pikiran, perasaan, keinginan, kehendak, dan seterusnya. Kalau Anda berpikir, Anda ada; kalau Anda tidak berpikir Anda tidak ada.

Diri-individual secara ontologis sebenarnya tidak ada. Ketika orang merasa memiliki entitas yang disebut diri-individual, rasa-diri itu sesungguhnya merupakan ilusi yang diciptakan oleh pikiran. Ketika pikiran tidak ada, rasa-diri itu pun tidak ada. Bisakah Anda mengalami langsung kebenaran itu, bukan memahami sebagai teori?
Page 3 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual