Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual
Total Views: 1976 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 

latakasu - 25/09/2012 09:43 AM
#61

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Siapa yang disebut Diri?

Dalam Kristen ada yang disebut jiwa, dalam Buddha tidak ada entitas yang disebut diri (anatta), dalam Hindu ada atman. Mari kita menyelami apa yang disebut diri tanpa latar belakang teori atau doktrin mana pun, entah Kristen, Hindu, Buddha, atau yang lain.

Lihatlah mobil di jalan raya. Apa yang disebut mobil? Apakah rodanya, setirnya, tempat duduknya, mesinnya? Bukankah mobil adalah semua itu? Bukankah mobil tak lain sekadar nama dari kumpulan semua unsur-unsur itu sehingga sebenarnya mobil sendiri secara ontologis tidak ada?

Begitu pula apa yang disebut diri individual. Tidak ada diri tanpa kesadaran dengan seluruh isinya yang adalah ingatan, pikiran, perasaan, keinginan, kehendak, dan seterusnya. Kalau Anda berpikir, Anda ada; kalau Anda tidak berpikir Anda tidak ada.

Diri-individual secara ontologis sebenarnya tidak ada. Ketika orang merasa memiliki entitas yang disebut diri-individual, rasa-diri itu sesungguhnya merupakan ilusi yang diciptakan oleh pikiran. Ketika pikiran tidak ada, rasa-diri itu pun tidak ada. Bisakah Anda mengalami langsung kebenaran itu, bukan memahami sebagai teori?


jadi ingat kata temen gelas itu cuma butiran2 debu,..........

kalau dalam agama saya untuk prakteknya adalah sholat 5 waktu,.....
Minibalanar - 25/09/2012 09:55 AM
#62

Quote:
Original Posted By latakasu
jadi ingat kata temen gelas itu cuma butiran2 debu,..........

kalau dalam agama saya untuk prakteknya adalah sholat 5 waktu,.....


Lebih tepatnya atom daripada debu D
fortyeightsix - 25/09/2012 11:59 AM
#63

Diri membisiki kita jawaban, tapi tidak juga kita dengarkan. Tampaknya kita lebih "nyaman" untuk mendapatkan jawaban dari luar ketimbang berdialog dengan diri. Mengapa bisa demikian?
Minibalanar - 25/09/2012 12:05 PM
#64

Quote:
Original Posted By fortyeightsix
Diri membisiki kita jawaban, tapi tidak juga kita dengarkan. Tampaknya kita lebih "nyaman" untuk mendapatkan jawaban dari luar ketimbang berdialog dengan diri. Mengapa bisa demikian?


Ada 2 tipe orang ketika bertanya, Mencari Kebenaran dan mencari pembenaran D

Ketika mereka dibisiki jawaban, apakah mereka mencari kebenaran akan bisikan itu, atau berusaha membenarkan diri atas bisikan itu D

Contoh kasusnya sangat banyak, namun siapapun yg berdialog dengan diri sendiri akan tetap berinteraksi dgn orang lain D
unyiel31 - 26/09/2012 09:14 AM
#65

tritnya adem.. \)
izin bergabung puh,,
tapi karena belum ada pertanyaan,
ikut menyimak pertanyaan dari yang lainnya dulu ah Peace:
rose:
great24u - 26/09/2012 03:39 PM
#66

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Lebih tepatnya atom daripada debu D


elektron puh.. o
hahaha kalau direnungkan, kita semua ini, benda apapun tidak terkecuali, semua sama penyusunnya, yaitu elektron..
terus kenapa pada akhirnya bisa jadi saling membeda-bedakan yah? D
Minibalanar - 26/09/2012 04:35 PM
#67

Quote:
Original Posted By great24u
elektron puh.. o
hahaha kalau direnungkan, kita semua ini, benda apapun tidak terkecuali, semua sama penyusunnya, yaitu elektron..
terus kenapa pada akhirnya bisa jadi saling membeda-bedakan yah? D


Kalau itu karena konsep D
great24u - 26/09/2012 05:17 PM
#68

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Kalau itu karena konsep D


begitulah.. akal budi yang bermata dua.. konsep diciptakan untuk hal baik, tetapi bisa juga digunakan untuk hal yg tidak baik..
memang semulia apapun suatu hal diciptakan, akhirnya juga tergantung si manusia, apakah hal itu bisa berguna untuk hal yg baik atau tidak..

kapankah manusia itu bisa sadar, kalau dirinyalah yang sebenarnya bertanggungjawab atas kehidupan ini..
bukan sebaliknya seperti pandangan umum.. yaitu hidup itu adalah seperti hanyut dalam sungai, dimana manusia tidak berdaya melakukan apa2..

jikalau manusia bisa sadar, maka ia bisa mengetahui, bahwa hal yang dilakukan atau diakui oleh banyak orang, tidak semerta2 membuat hal itu menjadi baik dan benar..
Minibalanar - 26/09/2012 08:04 PM
#69

Quote:
Original Posted By great24u
begitulah.. akal budi yang bermata dua.. konsep diciptakan untuk hal baik, tetapi bisa juga digunakan untuk hal yg tidak baik..
memang semulia apapun suatu hal diciptakan, akhirnya juga tergantung si manusia, apakah hal itu bisa berguna untuk hal yg baik atau tidak..

kapankah manusia itu bisa sadar, kalau dirinyalah yang sebenarnya bertanggungjawab atas kehidupan ini..
bukan sebaliknya seperti pandangan umum.. yaitu hidup itu adalah seperti hanyut dalam sungai, dimana manusia tidak berdaya melakukan apa2..

jikalau manusia bisa sadar, maka ia bisa mengetahui, bahwa hal yang dilakukan atau diakui oleh banyak orang, tidak semerta2 membuat hal itu menjadi baik dan benar..


Mau bikin thread meditasi nih ya om malu:

Dari meditasi itu sendiri kita akan merasakan kondisi yg disebut Akonsep, dimana kita "menyadari" bahwa semua diluar itu netral. Pikiran sebagai pelopor munculnya perasaan D

Ya intinya dengan Spiritual, kita bs menjamah hal-hal diluar Ontologi D
wonglebay - 26/09/2012 08:29 PM
#70

salim sungkem dulu sama sesepuh forum spiritual biar gak selek..

saya ada pertanyaan....menurut panjenengan semua, yg namanya spiritual itu apa dan bagaimana ?
Minibalanar - 26/09/2012 08:35 PM
#71

Quote:
Original Posted By wonglebay
salim sungkem dulu sama sesepuh forum spiritual biar gak selek..

saya ada pertanyaan....menurut panjenengan semua, yg namanya spiritual itu apa dan bagaimana ?


Kalau versi saya, Mengembangkan Batin untuk membuat Pikiran, Ucapan dan Perbuatan menjadi lebih baik demi tercapainya Kebahagiaan malu:

Itulah Spiritual yg saya jalani D
great24u - 26/09/2012 10:12 PM
#72

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Mau bikin thread meditasi nih ya om malu:

Dari meditasi itu sendiri kita akan merasakan kondisi yg disebut Akonsep, dimana kita "menyadari" bahwa semua diluar itu netral. Pikiran sebagai pelopor munculnya perasaan D

Ya intinya dengan Spiritual, kita bs menjamah hal-hal diluar Ontologi D


iyah nih.. nanti mohon bantuannya ya Min D
betul sekali.. jarang sekali ada yg membahas bahwa penyelesaian sebuah masalah, sebagian besar adalah harus dengan pencarian kedalam.. tidak banyak yang tahu tentang hal ini.. dan terus menerus mencari penyelesaian masalah di luar..

karena dengan tercapainya keadaan "akonsep" itulah, baru seseorang bisa "terbangun" dari mimpi buruk yang sayangnya diciptakan sendiri.. p
wonglebay - 26/09/2012 10:29 PM
#73

Quote:
Original Posted By great24u
begitulah.. akal budi yang bermata dua.. konsep diciptakan untuk hal baik, tetapi bisa juga digunakan untuk hal yg tidak baik..
memang semulia apapun suatu hal diciptakan, akhirnya juga tergantung si manusia, apakah hal itu bisa berguna untuk hal yg baik atau tidak..

kapankah manusia itu bisa sadar, kalau dirinyalah yang sebenarnya bertanggungjawab atas kehidupan ini..
bukan sebaliknya seperti pandangan umum.. yaitu hidup itu adalah seperti hanyut dalam sungai, dimana manusia tidak berdaya melakukan apa2..

jikalau manusia bisa sadar, maka ia bisa mengetahui, bahwa hal yang dilakukan atau diakui oleh banyak orang, tidak semerta2 membuat hal itu menjadi baik dan benar..


permisi puh...cuma mau komen...sampean mau melawan arus ya puh ?
wonglebay - 26/09/2012 10:32 PM
#74

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Kalau versi saya, Mengembangkan Batin untuk membuat Pikiran, Ucapan dan Perbuatan menjadi lebih baik demi tercapainya Kebahagiaan malu:

Itulah Spiritual yg saya jalani D


Mengembangka batin itu yg seperti apa ya puh ?

Sebelumnya salim sungkem dulu biar gak selek dan kualat..
wonglebay - 26/09/2012 10:45 PM
#75

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Siapa yang disebut Diri?

Dalam Kristen ada yang disebut jiwa, dalam Buddha tidak ada entitas yang disebut diri (anatta), dalam Hindu ada atman. Mari kita menyelami apa yang disebut diri tanpa latar belakang teori atau doktrin mana pun, entah Kristen, Hindu, Buddha, atau yang lain.

Lihatlah mobil di jalan raya. Apa yang disebut mobil? Apakah rodanya, setirnya, tempat duduknya, mesinnya? Bukankah mobil adalah semua itu? Bukankah mobil tak lain sekadar nama dari kumpulan semua unsur-unsur itu sehingga sebenarnya mobil sendiri secara ontologis tidak ada?

Begitu pula apa yang disebut diri individual. Tidak ada diri tanpa kesadaran dengan seluruh isinya yang adalah ingatan, pikiran, perasaan, keinginan, kehendak, dan seterusnya. Kalau Anda berpikir, Anda ada; kalau Anda tidak berpikir Anda tidak ada.

Diri-individual secara ontologis sebenarnya tidak ada. Ketika orang merasa memiliki entitas yang disebut diri-individual, rasa-diri itu sesungguhnya merupakan ilusi yang diciptakan oleh pikiran. Ketika pikiran tidak ada, rasa-diri itu pun tidak ada. Bisakah Anda mengalami langsung kebenaran itu, bukan memahami sebagai teori?


permisi puh..sebelumnya salim sungkem dulu biar gak selek dan kualat.

alangkah baiknya kalo mau copas itu pake nama si penulisnya...kayaknya saya pernah baca nih tulisan dari sebuah buku terbitan Kanisius..

beda lagi kalo misal sampean bener2 penulis asli dari paragraf2 di atas.
great24u - 26/09/2012 11:32 PM
#76

Quote:
Original Posted By wonglebay
permisi puh...cuma mau komen...sampean mau melawan arus ya puh ?


bukan begitu intinya Puh..
tapi maksud saya adalah, tidak selamanya ikut arus itu adalah hal yang bijaksana.. karena terkadang arus itu secara tidak sadar malah mengarah ke jurang.. \)

jikalau kita memiliki kesadaran dalam hidup, kita akan bisa memilih langkah mana yang baik,
dan jika ikut kesadaran, tanpa dikotori oleh konsep2 yang salah, niscaya jalan yang diambil adalah jalan yang baik adanya..
unyiel31 - 27/09/2012 12:38 AM
#77

cinta itu sebuah 'label' atau sesuatu dari dalam?
\)
Minibalanar - 27/09/2012 07:32 AM
#78

Quote:
Original Posted By great24u
iyah nih.. nanti mohon bantuannya ya Min D
betul sekali.. jarang sekali ada yg membahas bahwa penyelesaian sebuah masalah, sebagian besar adalah harus dengan pencarian kedalam.. tidak banyak yang tahu tentang hal ini.. dan terus menerus mencari penyelesaian masalah di luar..

karena dengan tercapainya keadaan "akonsep" itulah, baru seseorang bisa "terbangun" dari mimpi buruk yang sayangnya diciptakan sendiri.. p


Secara garis besar kan sudah dibahas di thread Awareness p

Nanti lebih detil di thread meditasi aja, kalau tidak diapprove, kita bahas lagi disini D

Quote:
Original Posted By wonglebay
Mengembangka batin itu yg seperti apa ya puh ?

Sebelumnya salim sungkem dulu biar gak selek dan kualat..


Setiap Manusia, ketika dilahirkan tidak ada yg jahat. Kemudian seiring waktu, krn batinnya tidak berkembang ada yg kualitas hidupnya menurun.

Sebenarnya tidak ada orang yg jahat, hanya mereka yg menyerah pada kondisi. Kenapa?

Karena orang baik pun pny pikiran jahat, dan orang jahat pny pikiran baik D Bedanya hanya ditindakan D

Mengembangkan batin itu konsepnya luas, namun ketika anda bahagia saat itulah batin anda berkembang D

Ingat, Bahagia dan senang adalah 2 hal yg berbeda

Quote:
Original Posted By wonglebay
permisi puh..sebelumnya salim sungkem dulu biar gak selek dan kualat.

alangkah baiknya kalo mau copas itu pake nama si penulisnya...kayaknya saya pernah baca nih tulisan dari sebuah buku terbitan Kanisius..

beda lagi kalo misal sampean bener2 penulis asli dari paragraf2 di atas.


ngakak

Iya, saya tidak bilang itu saya sendiri, dan itu tulisan Anthony de Mello, kalau sudah lama di Spiritual pasti kenal gaya saya mas p

Intinya bukan kata siapa, namun apa kita bs praktiknya, menulis label siapa penulis hanya akan mempertimbangkan agama penulis atau label penulis, bukan untuk keuntungan pribadi kok, semua ada sebabnya D
Minibalanar - 27/09/2012 07:34 AM
#79

Quote:
Original Posted By unyiel31
cinta itu sebuah 'label' atau sesuatu dari dalam?
\)


Bisa jadi sebuah label, bisa jadi sesuatu yg dalam

Tergantung, sampai dimana pemahaman seseorang akan cinta ini D
wonglebay - 27/09/2012 09:58 AM
#80

Quote:
Original Posted By Minibalanar


Setiap Manusia, ketika dilahirkan tidak ada yg jahat. Kemudian seiring waktu, krn batinnya tidak berkembang ada yg kualitas hidupnya menurun.

Sebenarnya tidak ada orang yg jahat, hanya mereka yg menyerah pada kondisi. Kenapa?

Karena orang baik pun pny pikiran jahat, dan orang jahat pny pikiran baik D Bedanya hanya ditindakan D

Mengembangkan batin itu konsepnya luas, namun ketika anda bahagia saat itulah batin anda berkembang D

Ingat, Bahagia dan senang adalah 2 hal yg berbeda


hmmm..kalo saya pribadi, memahami yg namanya spiritual itu adalah olah jiwa.


Quote:

ngakak

Iya, saya tidak bilang itu saya sendiri, dan itu tulisan Anthony de Mello, kalau sudah lama di Spiritual pasti kenal gaya saya mas p

Intinya bukan kata siapa, namun apa kita bs praktiknya, menulis label siapa penulis hanya akan mempertimbangkan agama penulis atau label penulis, bukan untuk keuntungan pribadi kok, semua ada sebabnya D


hmmm...mungkin saya melihat dari sisi etika tulisan. tapi ya sudahlah, untuk selanjutnya saya bisa memaklumi.
Page 4 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual