Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual
Total Views: 1976 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 

wonglebay - 27/09/2012 10:15 AM
#81

Quote:
Original Posted By great24u
bukan begitu intinya Puh..
tapi maksud saya adalah, tidak selamanya ikut arus itu adalah hal yang bijaksana.. karena terkadang arus itu secara tidak sadar malah mengarah ke jurang.. \)

jikalau kita memiliki kesadaran dalam hidup, kita akan bisa memilih langkah mana yang baik,
dan jika ikut kesadaran, tanpa dikotori oleh konsep2 yang salah, niscaya jalan yang diambil adalah jalan yang baik adanya..


betul puh saya setuju dengan panjenengan, kesadaran yg berbuah dari yg namanya akal yg bisa menyelamatkan dari yg namanya kesalahan.

tapi secara tidak langsung pula, yg namanya masuk kejurang kesalahan atau kebaikan itu sebenarnya adalah skenario yg Tuhan tetapkan atas orang tersebut dan secara tidak lansung pula mengikuti pola arus yg Tuhan buat jauh sebelum alam raya ini ada.

pola arus yg Tuhan tetapkan untuk setiap manusia itu mempunyai berjuta-juta kemungkinan sama seperti kita memahami algoritma pola percabangan (if ......then....else if....) dan dan pola pengulangan for....do....atau while.....do......atau repeat....until....
Minibalanar - 27/09/2012 10:27 AM
#82

Quote:
Original Posted By wonglebay
hmmm..kalo saya pribadi, memahami yg namanya spiritual itu adalah olah jiwa.



hmmm...mungkin saya melihat dari sisi etika tulisan. tapi ya sudahlah, untuk selanjutnya saya bisa memaklumi.


Jiwa, Batin, Soul, Ruh

Namanya label D

Ya, banyak sih kalau dibahas, dan jadi beda dgn topik Thread ini D
wonglebay - 27/09/2012 10:32 AM
#83

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Jiwa, Batin, Soul, Ruh

Namanya label D

Ya, banyak sih kalau dibahas, dan jadi beda dgn topik Thread ini D


Yb...kalo saya sendiri memahami semua nama yg panjenengan tulis itu berbeda-beda pengertiannya.
Minibalanar - 27/09/2012 11:39 AM
#84

Quote:
Original Posted By wonglebay
Yb...kalo saya sendiri memahami semua nama yg panjenengan tulis itu berbeda-beda pengertiannya.


Nah itulah yg disebut Konsep dan Label

Ada kok Pembahasan di forum spiritual, cek-cek aja thread di Spiritual D
devara99 - 27/09/2012 12:29 PM
#85

Suhu Mini, ijinkan newbie ini kembali ndeprok di trit suhu...

sekalian laporan suhu, setelah diramal garis tangan (ane lupa trit yg mana & males nyari hahahaha), ane berusaha latihan spiritual suhu...

pertama yg ane jalanin adalah membangun niat... masih jatuh bangun suhu... kadang inget, kadang lupa utk... ehmm gimana bahasanya yaa... untuk "always on" gitu lah hu... maap ane gak tau bahasanya hu...

nah, ane mau tanya hu... kadang emosi ini masih meledak2 hu... beberapa cara sudah ane lakuin, misalnya : menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolah emosi... tapi mungkin ane yg kurang latihan, jadi gak jarang juga emosi keluar juga... yg 'tragis' nya, terus ane menyesal, lalu minta maaf sama orang 'korban' emosi ane hu... kan ane tengsing huu...

suhu ada tips lanjutan untuk permasalahan ane ini gak hu?
Minibalanar - 27/09/2012 01:22 PM
#86

Quote:
Original Posted By devara99
Suhu Mini, ijinkan newbie ini kembali ndeprok di trit suhu...

sekalian laporan suhu, setelah diramal garis tangan (ane lupa trit yg mana & males nyari hahahaha), ane berusaha latihan spiritual suhu...

pertama yg ane jalanin adalah membangun niat... masih jatuh bangun suhu... kadang inget, kadang lupa utk... ehmm gimana bahasanya yaa... untuk "always on" gitu lah hu... maap ane gak tau bahasanya hu...

nah, ane mau tanya hu... kadang emosi ini masih meledak2 hu... beberapa cara sudah ane lakuin, misalnya : menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolah emosi... tapi mungkin ane yg kurang latihan, jadi gak jarang juga emosi keluar juga... yg 'tragis' nya, terus ane menyesal, lalu minta maaf sama orang 'korban' emosi ane hu... kan ane tengsing huu...

suhu ada tips lanjutan untuk permasalahan ane ini gak hu?


Pertama Kamu harus melepas bukan menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolahny D

Nah, Untuk membantu, pelajarilah tentang emosi manusia itu sendiri D

Cek Thread ini http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10389539
devara99 - 27/09/2012 01:37 PM
#87

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Pertama Kamu harus melepas bukan menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolahny D

Nah, Untuk membantu, pelajarilah tentang emosi manusia itu sendiri D

Cek Thread ini http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10389539


Terima kasih suhu... ijin latihan lagi ya hu \)
unyiel31 - 29/09/2012 02:06 PM
#88

Quote:
Original Posted By Minibalanar


Manusia itu banyak jenisnya D

Jika anda merasa berbeda dengan lingkungan sosial manusia disekitar anda, itu adalah hal wajar D


terus jenisnya manusia apa aja om puh minibalanar?
sekalian babar donk malu
makinpo - 30/09/2012 09:49 PM
#89

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Mau bikin thread meditasi nih ya om malu:

Dari meditasi itu sendiri kita akan merasakan kondisi yg disebut Akonsep, dimana kita "menyadari" bahwa semua diluar itu netral. Pikiran sebagai pelopor munculnya perasaan D

Ya intinya dengan Spiritual, kita bs menjamah hal-hal diluar Ontologi D

menurut om mini apa sih kesadaran itu?D
Minibalanar - 01/10/2012 08:25 AM
#90

Quote:
Original Posted By unyiel31
terus jenisnya manusia apa aja om puh minibalanar?
sekalian babar donk malu


Banyak banget jenis manusia D
Tergantung atas apa dibaginya D

Basicnya ada 4 tipe manusia, Doktrin, Dogma, Estetika, Etika D

Quote:
Original Posted By makinpo
menurut om mini apa sih kesadaran itu?D


Hanya bisa dirasakan, dijelaskan prosesnya masih bisa, namun untuk mendeskripsikan sadar itu sendiri. Sulit D
wonglebay - 01/10/2012 10:14 AM
#91

Quote:
Original Posted By devara99
Suhu Mini, ijinkan newbie ini kembali ndeprok di trit suhu...

sekalian laporan suhu, setelah diramal garis tangan (ane lupa trit yg mana & males nyari hahahaha), ane berusaha latihan spiritual suhu...

pertama yg ane jalanin adalah membangun niat... masih jatuh bangun suhu... kadang inget, kadang lupa utk... ehmm gimana bahasanya yaa... untuk "always on" gitu lah hu... maap ane gak tau bahasanya hu...

nah, ane mau tanya hu... kadang emosi ini masih meledak2 hu... beberapa cara sudah ane lakuin, misalnya : menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolah emosi... tapi mungkin ane yg kurang latihan, jadi gak jarang juga emosi keluar juga... yg 'tragis' nya, terus ane menyesal, lalu minta maaf sama orang 'korban' emosi ane hu... kan ane tengsing huu...


saya agak sedikit berbeda pendapat dengan puh mini..

kalo saya pribadi menilai bahwa apa yg mas gan katakan di atas berupa penyesalan diri dan perbuatan minta maaf kepada orang lain itu sudah dalam proses mengolah emosi sampean itu sendiri.

emosi itu kadang diperlukan selama dalam batas hal yg wajar.

1. emosi marah melihat adik perempuan yg masih remaja di grepe sama orang lain.

2. emosi sedih ketika orang tua meninggal.

3. emosi terharu ketika melihat anak berkebutuhan khusus

4. empati

5. simpati..

adakah orang yg tidak butuh emosi ??...kalo ada orang yg tidak butuh emosi, berarti dipertanyakan sisi kemanusiaannya..

capedes..

maaf ya mas gan...saya sembari ngelindur nih nulis postingan..
Minibalanar - 01/10/2012 10:26 AM
#92

Quote:
Original Posted By wonglebay
saya agak sedikit berbeda pendapat dengan puh mini..

kalo saya pribadi menilai bahwa apa yg mas gan katakan di atas berupa penyesalan diri dan perbuatan minta maaf kepada orang lain itu sudah dalam proses mengolah emosi sampean itu sendiri.

emosi itu kadang diperlukan selama dalam batas hal yg wajar.

1. emosi marah melihat adik perempuan yg masih remaja di grepe sama orang lain.

2. emosi sedih ketika orang tua meninggal.

3. emosi terharu ketika melihat anak berkebutuhan khusus

4. empati

5. simpati..

adakah orang yg tidak butuh emosi ??...kalo ada orang yg tidak butuh emosi, berarti dipertanyakan sisi kemanusiaannya..

capedes..

maaf ya mas gan...saya sembari ngelindur nih nulis postingan..


Pahami dulu tulisan saya, jika belum paham tanyakan \)

Manusia memiliki emosi, namun yg dilepas adalah perasaan negatif. Saya tidak mengatakan manusia tidak butuh emosi.

Pertanyaan saya

1. Apakah kemarahan menyelesaikan pe grepean? tentu tindakan bukan?
2. Apakah kesedihan mengembalikan orang yg meninggal?
3. Apakah terharu cukup?

Empati dan Simpati tentu adalah perasaan yg baik, dan lebih baik direalisasikan dalam tindakan D

Bagaimana tidak berlarut dalam emosi, itulah kunci pentingnya D
wonglebay - 01/10/2012 11:19 AM
#93

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Pahami dulu tulisan saya, jika belum paham tanyakan \)

Manusia memiliki emosi, namun yg dilepas adalah perasaan negatif. Saya tidak mengatakan manusia tidak butuh emosi.

Pertanyaan saya

1. Apakah kemarahan menyelesaikan pe grepean? tentu tindakan bukan?
2. Apakah kesedihan mengembalikan orang yg meninggal?
3. Apakah terharu cukup?

Empati dan Simpati tentu adalah perasaan yg baik, dan lebih baik direalisasikan dalam tindakan D

Bagaimana tidak berlarut dalam emosi, itulah kunci pentingnya D


Saya sebenarnya tidak sependapatnya ketika sampean mengatakan bahwa id devara harus memulai dari nol dengan mengolah dan menyalurkan emosi pada saat itu..

Tapi bagi diri saya sendiri, agan devara sedang melakukan proses menuju kematangan spiritual dengan caranya sendiri.

Sebelumnya sungkem dulu ah biar selek..

:salaman
Minibalanar - 01/10/2012 01:03 PM
#94

Quote:
Original Posted By wonglebay
Saya sebenarnya tidak sependapatnya ketika sampean mengatakan bahwa id devara harus memulai dari nol dengan mengolah dan menyalurkan emosi pada saat itu..

Tapi bagi diri saya sendiri, agan devara sedang melakukan proses menuju kematangan spiritual dengan caranya sendiri.

Sebelumnya sungkem dulu ah biar selek..

Spiritual : Questions of Life and Spiritual


Kata2 yang mana yg blg harus mulai dari 0 amazed:

Anda komentarin tulisan saya, tapi kok saya ga kepikiran nulis begitu ya amazed:

Ya semua berhak berpendapat kok D
great24u - 01/10/2012 01:13 PM
#95

Quote:
Original Posted By wonglebay
Saya sebenarnya tidak sependapatnya ketika sampean mengatakan bahwa id devara harus memulai dari nol dengan mengolah dan menyalurkan emosi pada saat itu..

Tapi bagi diri saya sendiri, agan devara sedang melakukan proses menuju kematangan spiritual dengan caranya sendiri.

Sebelumnya sungkem dulu ah biar selek..

:salaman


memang betul, perjalanan spiritual seseorang, adalah unik bagi setiap individu, jika di dunia ada 7 trillium orang, maka perjalanan spiritual adalah sebanyak 7 trilliun jalan..
dan satu hal lagi, perjalanan spiritual seseorang adalah perjalanan individu, setiap orang harus menjalani perjalananannya sendiri2.. tidak bisa orang lain menggantikan dia melakukan perjalanan itu..

tetapi jika anda melihat film Lord of the Rings yang terakhir.. dimana si Sam akhirnya sadar, bahwa hanya Frodo-lah yang harus berjalan sebagai ring bearer tetapi waktu frodo sudah tidak ada kekuatan untuk mendaki lagi.. Sam berkata.. "aku mungkin tidak bisa menggantikan Frodo untuk membawa cincin itu, tetapi aku bisa membawa Master Frodo sampai keatas" lalu dia menggendong Frodo naik ke Mount Doom..

memang tidak ada orang yang bisa menggantikan kita menjalani hidup ini, tetapi kita bisa membantu orang lain, ketika dia jatuh, kita bisa memberitahu orang lain, apa yg harus dilakukan ketika dia merasa bingung apa harus dilakukan..

memang benar kata2 Agan, bahwa Agan devara sedang melakukan proses menuju kematangan spiritual dengan caranya sendiri. ada banyak terbukti juga, bahwa orang bisa mencapai pencerahan atau kesadaran dengan kekuatan dan usaha sendiri.. tetapi itu tidak bisa lantas menjadikan kita acuh tak acuh dan tidak berusaha untuk membantu orang lain mencapai kesadaran jika memang dibutuhkan bukan? apalagi dalam keadaan ini Agan Devara memang bertanya bagaimana caranya..

betul, emosi itu penting, tetapi seringkali kabur sekali batasan sampai dimana emosi itu menjadi tidak relevan, dan malah akan bersifat merugikan diri sendiri.. khususnya emosi negatif.. (jika anda mempelajari lebih lanjut, emosi yang terlihat positif, jika terlalu berlebihan juga bisa merugikan, tapi kita tidak akan membahas ini dulu, karena bisa rumit pembahasannya)
mulai dari nol, memahami emosi, adalah pelajaran yang sangat berharga..
kita dapat memahami,
- mengapa emosi itu keluar
- apa guna emosi itu
- dan banyak lagi
yang pada akhirnya akan berguna buat kita supaya: kita dapat mengendalikan emosi kita, bukan sebaliknya yaitu kita dikendalikan oleh emosi kita..
ada yg mengumpamakan emosi adalah seekor kuda binal yang selalu melompat kesana kemari, berlari kesana kemari, tidak terkendali, tidak bisa dikontrol..
tetapi jika kita sudah mencapai kesadaran, emosi atau kida liar itu, tak lain sebenarnya adalah bagian tubuh kita, adalah kesatuan diri kita, yang bisa kita kontrol jika kita tahu caranya, dan mau melakukannya.. \)

demikian dari saya, semoga dapat membantu..
wonglebay - 01/10/2012 01:26 PM
#96

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Kata2 yang mana yg blg harus mulai dari 0 amazed:

Anda komentarin tulisan saya, tapi kok saya ga kepikiran nulis begitu ya amazed:

Ya semua berhak berpendapat kok D


Yg ini puh..

"Pertama Kamu harus melepas bukan menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolahnya"..

Prasangka saya adalah sampean menyarankan mulai dari nol...tapi menurut pendapat saya pribadi, agan devara sedang mengolah emosi tersebut.

hmmmm..tapi ya sudahlah..Yb..its not a big deal.
Minibalanar - 01/10/2012 01:48 PM
#97

Quote:
Original Posted By wonglebay
Yg ini puh..

"Pertama Kamu harus melepas bukan menahan, mengalihkan, menyelami, dan mengolahnya"..

Prasangka saya adalah sampean menyarankan mulai dari nol...tapi menurut pendapat saya pribadi, agan devara sedang mengolah emosi tersebut.

hmmmm..tapi ya sudahlah..Yb..its not a big deal.


Itu bukan mulai dari 0 kok D

Semua ada tahapan, dia mengalami tahapan2 itu, Jalan kadang berlubang D

Kebenaran jalan yg sedang ingin dia lalui, pernah saya lalui di jalan saya, dan saya berbagi dimana letak lubangnya. Benar salahnya tergantung dia menjalani, dia tidak nyaman dgn caranya, saya beri cara saya. Dari 0 atau tidak kembali ke dia sendiri D

Mundur beberapa langkah sih mungkin, untuk maju lebih mantap lagi D

Penjelasannya mirip seperti om great katakan D

@om great : udah di approve th threadnya p
wonglebay - 01/10/2012 02:13 PM
#98

Quote:
Original Posted By great24u
memang betul, perjalanan spiritual seseorang, adalah unik bagi setiap individu, jika di dunia ada 7 trillium orang, maka perjalanan spiritual adalah sebanyak 7 trilliun jalan..
dan satu hal lagi, perjalanan spiritual seseorang adalah perjalanan individu, setiap orang harus menjalani perjalananannya sendiri2.. tidak bisa orang lain menggantikan dia melakukan perjalanan itu..

tetapi jika anda melihat film Lord of the Rings yang terakhir.. dimana si Sam akhirnya sadar, bahwa hanya Frodo-lah yang harus berjalan sebagai ring bearer tetapi waktu frodo sudah tidak ada kekuatan untuk mendaki lagi.. Sam berkata.. "aku mungkin tidak bisa menggantikan Frodo untuk membawa cincin itu, tetapi aku bisa membawa Master Frodo sampai keatas" lalu dia menggendong Frodo naik ke Mount Doom..

memang tidak ada orang yang bisa menggantikan kita menjalani hidup ini, tetapi kita bisa membantu orang lain, ketika dia jatuh, kita bisa memberitahu orang lain, apa yg harus dilakukan ketika dia merasa bingung apa harus dilakukan..


nah....sepertinya sudah ketemu titik temunya.

perjalanan spiritual bagi setiap individu itu adalah berbeda....ini saya sepakat.

Quote:
memang benar kata2 Agan, bahwa Agan devara sedang melakukan proses menuju kematangan spiritual dengan caranya sendiri. ada banyak terbukti juga, bahwa orang bisa mencapai pencerahan atau kesadaran dengan kekuatan dan usaha sendiri.. tetapi itu tidak bisa lantas menjadikan kita acuh tak acuh dan tidak berusaha untuk membantu orang lain mencapai kesadaran jika memang dibutuhkan bukan? apalagi dalam keadaan ini Agan Devara memang bertanya bagaimana caranya..


kalo untuk yg ini, saya setuju kalopun di jelaskan mungkin akan berkaitan dengan yg namanya hubungan antara muryid dan salik ...akan tetapi lagi-lagi baik salik ataupun mursyid tidak akan mengalami perjalanan spiritual yg sama..

Quote:

betul, emosi itu penting, tetapi seringkali kabur sekali batasan sampai dimana emosi itu menjadi tidak relevan, dan malah akan bersifat merugikan diri sendiri.. khususnya emosi negatif.. (jika anda mempelajari lebih lanjut, emosi yang terlihat positif, jika terlalu berlebihan juga bisa merugikan, tapi kita tidak akan membahas ini dulu, karena bisa rumit pembahasannya)
mulai dari nol, memahami emosi, adalah pelajaran yang sangat berharga..
kita dapat memahami,
- mengapa emosi itu keluar
- apa guna emosi itu
- dan banyak lagi
yang pada akhirnya akan berguna buat kita supaya: kita dapat mengendalikan emosi kita, bukan sebaliknya yaitu kita dikendalikan oleh emosi kita..
ada yg mengumpamakan emosi adalah seekor kuda binal yang selalu melompat kesana kemari, berlari kesana kemari, tidak terkendali, tidak bisa dikontrol..
tetapi jika kita sudah mencapai kesadaran, emosi atau kida liar itu, tak lain sebenarnya adalah bagian tubuh kita, adalah kesatuan diri kita, yang bisa kita kontrol jika kita tahu caranya, dan mau melakukannya.. \)

demikian dari saya, semoga dapat membantu..


iya mas gan...saya setuju..Yb
great24u - 01/10/2012 02:31 PM
#99

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Itu bukan mulai dari 0 kok D

Semua ada tahapan, dia mengalami tahapan2 itu, Jalan kadang berlubang D

Kebenaran jalan yg sedang ingin dia lalui, pernah saya lalui di jalan saya, dan saya berbagi dimana letak lubangnya. Benar salahnya tergantung dia menjalani, dia tidak nyaman dgn caranya, saya beri cara saya. Dari 0 atau tidak kembali ke dia sendiri D

Mundur beberapa langkah sih mungkin, untuk maju lebih mantap lagi D

Penjelasannya mirip seperti om great katakan D

@om great : udah di approve th threadnya p


iyah, ini lagi persiapkan materi2nya.. jadi supaya bisa lebih solid mulainya p
makinpo - 01/10/2012 09:25 PM
#100

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Banyak banget jenis manusia D
Tergantung atas apa dibaginya D

Basicnya ada 4 tipe manusia, Doktrin, Dogma, Estetika, Etika D



Hanya bisa dirasakan, dijelaskan prosesnya masih bisa, namun untuk mendeskripsikan sadar itu sendiri. Sulit D

hehehe D

just thinking saat saya mengamati lalu muncul penilaian dan saya sadar saya menilai lalu saya memotongnya. lalu saya berpikir ttg apa itu lalu saya sadar dan saya memotongnya lagi. pengawasan thd pikiran agar tidak menimbulkan cetana yg buruk, siapa yg mengawasi?apakah pikiran itu juga?atau kesadaran?

dan akhirnya saya sadar, saya terlalu banyak bertanya masih sedikit praktek hammers _/\_
Page 5 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual