Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual
Total Views: 1976 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 

Minibalanar - 01/10/2012 09:31 PM
#101

Quote:
Original Posted By great24u
iyah, ini lagi persiapkan materi2nya.. jadi supaya bisa lebih solid mulainya p


Saya tunggu ya om malu:

Quote:
Original Posted By makinpo
hehehe D

just thinking saat saya mengamati lalu muncul penilaian dan saya sadar saya menilai lalu saya memotongnya. lalu saya berpikir ttg apa itu lalu saya sadar dan saya memotongnya lagi. pengawasan thd pikiran agar tidak menimbulkan cetana yg buruk, siapa yg mengawasi?apakah pikiran itu juga?atau kesadaran?

dan akhirnya saya sadar, saya terlalu banyak bertanya masih sedikit praktek hammers _/\_


Oh belum itu D

Ketika kamu bisa menyadari Pikiran, bertemu objek pikiran dan tidak melekat itu sadar. Kalau pikiran bertemu objek pikiran, muncul perasaan dan ketika perasaan itu melekat muncul kondisi D

Nah sadari di bagian ini D
A7X.Morningstar - 08/10/2012 05:25 PM
#102

assalamualaikum buat om2 penghuni thread ini...
saya ijin gabung...
saya sepertinya membutuhkan thread ini untuk membantu saya meleburkan tanya yang ada di hari2 saya D
ijin subcribe sambil cari bahan pertanyaan D
salim dulu ya om D
Minibalanar - 08/10/2012 05:29 PM
#103

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
assalamualaikum buat om2 penghuni thread ini...
saya ijin gabung...
saya sepertinya membutuhkan thread ini untuk membantu saya meleburkan tanya yang ada di hari2 saya D
ijin subcribe sambil cari bahan pertanyaan D
salim dulu ya om D


Oke selamat bergabung

:Shakehand2
A7X.Morningstar - 08/10/2012 05:38 PM
#104

salah satu tanya saya aja ya om D

sekiranya bagaimana kita tahu akan setiap kewajiban yang telah kita lakukan itu diterima oleh Allah atau tidak ?
seperti solat, zakat, dsb ?

terkadang saya bertanya2 diterima apa kaga ya tiap ane lakukan.... soalnya mengingat terkadang akan rukun/syarat yang saya lakukan kurang sempurna \(

mohon pencerahannya om :mewek
Minibalanar - 08/10/2012 05:41 PM
#105

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
salah satu tanya saya aja ya om D

sekiranya bagaimana kita tahu akan setiap kewajiban yang telah kita lakukan itu diterima oleh Allah atau tidak ?
seperti solat, zakat, dsb ?

terkadang saya bertanya2 diterima apa kaga ya tiap ane lakukan.... soalnya mengingat terkadang akan rukun/syarat yang saya lakukan kurang sempurna \(

mohon pencerahannya om :mewek


Thread ini ga menjawab soal-soal agama sih, ini lebih ke Spiritual D

Namun begini, lakukan sesuatu sebaiknya tanpa pamrih. Lakukan dengan tulus, agar anda bahagia saat ini. Jangan berbuat sesuatu yg justru menimbulkan keraguan dan keresahan.

Menurut pendapat saya, setiap apa yg kita lakukan pasti akan menimbulkan hasil. Karena itu lakukan sepenuh hati aja D
A7X.Morningstar - 08/10/2012 05:43 PM
#106

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Thread ini ga menjawab soal-soal agama sih, ini lebih ke Spiritual D

Namun begini, lakukan sesuatu sebaiknya tanpa pamrih. Lakukan dengan tulus, agar anda bahagia saat ini. Jangan berbuat sesuatu yg justru menimbulkan keraguan dan keresahan.

Menurut pendapat saya, setiap apa yg kita lakukan pasti akan menimbulkan hasil. Karena itu lakukan sepenuh hati aja D


itu yang kadang2 bikin saya was2 om...
jadi ngebatin sendiri...
setidaknya dari jawaban om itu lebih meringankan saya ketika menunaikan kewajiban D
thx om
Minibalanar - 08/10/2012 05:46 PM
#107

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
itu yang kadang2 bikin saya was2 om...
jadi ngebatin sendiri...
setidaknya dari jawaban om itu lebih meringankan saya ketika menunaikan kewajiban D
thx om


Jika pertanyaan anda saya ubah sedikit, mungkin akan membantu

Apakah perbuatan baik kamu akan menghasilkan baik? sementara kamu masih berbuat hal buruk.

Jawabannya, Perbuatan yang baik akan mendapatkan hal yg baik pada diri kamu juga. dan hal buruk itu akan ada hitungannya sendiri nanti.

Jadi kurangi yang buruk dan perbanyak yg baik D
A7X.Morningstar - 08/10/2012 06:00 PM
#108

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Jika pertanyaan anda saya ubah sedikit, mungkin akan membantu

Apakah perbuatan baik kamu akan menghasilkan baik? sementara kamu masih berbuat hal buruk.

Jawabannya, Perbuatan yang baik akan mendapatkan hal yg baik pada diri kamu juga. dan hal buruk itu akan ada hitungannya sendiri nanti.

Jadi kurangi yang buruk dan perbanyak yg baik D


ini yang terbesit tapi kelupaan untuk diluapkan om...
mantap bener om bisa begitu... tau ajeee wkkwowkow

tapi godaan untuk mengurangi yang buruk aga susah om... apa lagi menyangkut syahwat hammer
Minibalanar - 08/10/2012 06:10 PM
#109

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
ini yang terbesit tapi kelupaan untuk diluapkan om...
mantap bener om bisa begitu... tau ajeee wkkwowkow

tapi godaan untuk mengurangi yang buruk aga susah om... apa lagi menyangkut syahwat hammer


Kalau godaan birahi, setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengatasinya D

Jika kepada lawan jenis, mungkin yang umum saja : Mengembangkan rasa tanggung jawab dan Hubungan yang sehat.

Tapi kalau bersifat dipikiran saja, ketika melihat lawan jenis atau media lain yg memancing, bisa dihindari kok dengan perlahan2 dikurangi atau mengisi pikiran kita dgn hal lain yg lebih bermamfaat D

Kalau kebanyakan birahinya repot, bisa masuk Koran dan Stasiun Berita karena mengauli anak orang kan p
A7X.Morningstar - 08/10/2012 06:22 PM
#110

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Kalau godaan birahi, setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengatasinya D

Jika kepada lawan jenis, mungkin yang umum saja : Mengembangkan rasa tanggung jawab dan Hubungan yang sehat.

Tapi kalau bersifat dipikiran saja, ketika melihat lawan jenis atau media lain yg memancing, bisa dihindari kok dengan perlahan2 dikurangi atau mengisi pikiran kita dgn hal lain yg lebih bermamfaat D

Kalau kebanyakan birahinya repot, bisa masuk Koran dan Stasiun Berita karena mengauli anak orang kan p


p
Agree with u Om...
cari kesibukan biar kaga mikir yang engga2x dah D
senangnya hati ketika sudah ringan D
suwun om D
Minibalanar - 08/10/2012 07:32 PM
#111

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
p
Agree with u Om...
cari kesibukan biar kaga mikir yang engga2x dah D
senangnya hati ketika sudah ringan D
suwun om D


Sip D

Bagus juga kan, kalau banyak baca atau mikir yg bagus

Otomatis kualitas bicara meningkat, makin banyak yg suka D
A7X.Morningstar - 08/10/2012 08:20 PM
#112

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Sip D

Bagus juga kan, kalau banyak baca atau mikir yg bagus

Otomatis kualitas bicara meningkat, makin banyak yg suka D


menambah kosakata dan berbahasa.... D
intelek dikit gitu ya om D

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Dalam seni literatur barat, Kenapa Tidak mungkin disebut Impossible, karena sebenarnya akan berubah jadi I'm Possible D

Semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin, peluang itu selalu ada D


ane quote itu kata2 ....
menerpa otak juga ya om wkowkowkw
ramayanto - 09/10/2012 11:49 AM
#113

Quote:
Original Posted By Minibalanar


1. Kebahagiaan itu kondisi dimana kita tidak serakah, membenci, atau dipenuhi ketidaktauan D

2. Karena mereka belum menemukan jalan untuk bahagia D

3. Untuk lebih mudah mengetahui terbentuknya, berbahagialah anda, cara paling mudah adalah membantu orang lain dengan tulus. Ketika melihat wajah orang yang dibantu bahagia, anda akan terpancing utk bahagia juga D



Setuju banget dengan pernyataan diatas.
Disaat tiada mengharapkan imbalan , tanda jasa maupun ucapan terima kasih , yang ada hanya rasa ingin membahagiakan orang lain , rasa tulus ikhlas maka "rasa" itu akan kita dapat kan.

Rasa itu menembus jiwa dan ragaku.
Mungkin orang lain bisa bilang , ah itu cuman ilusi , tapi gimana menjelaskan keorang lain lha wong cuma aku yang merasakannya.

Ane lanjut baca2 trit ya puh Mini.
A7X.Morningstar - 11/10/2012 01:50 PM
#114

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Sip D

Bagus juga kan, kalau banyak baca atau mikir yg bagus

Otomatis kualitas bicara meningkat, makin banyak yg suka D


biar thread tetep berdiri,
om ibal ane mau menanyakan sesuatu,
ketika banyak keinginan dunia yang diharapkan, bagaimana agar rasa syukur terpelihara...
Minibalanar - 11/10/2012 03:41 PM
#115

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
biar thread tetep berdiri,
om ibal ane mau menanyakan sesuatu,
ketika banyak keinginan dunia yang diharapkan, bagaimana agar rasa syukur terpelihara...


Freedom of desires dan Freedom from desires, Keinginan dan Kebutuhan. Jika kamu belum bisa bedakan keinginan dan kebutuhan, maka keinginan akan tidak terkendali, sulit untuk bersyukur ketika kita tidak tau apa yg sebenarnya kita butuhkan D

Baca tentang Piramida Maslow dh D
A7X.Morningstar - 11/10/2012 04:14 PM
#116

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Freedom of desires dan Freedom from desires, Keinginan dan Kebutuhan. Jika kamu belum bisa bedakan keinginan dan kebutuhan, maka keinginan akan tidak terkendali, sulit untuk bersyukur ketika kita tidak tau apa yg sebenarnya kita butuhkan D

Baca tentang Piramida Maslow dh D


ada linknya gak om ibal...
piramida maslow ane cari di kaskus agak ribet, lagi sering overpost akhir2 ini hammer
Minibalanar - 11/10/2012 04:19 PM
#117

Quote:
Original Posted By A7X.Morningstar
ada linknya gak om ibal...
piramida maslow ane cari di kaskus agak ribet, lagi sering overpost akhir2 ini hammer


Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang berbeda-beda, mengapa ada orang yang memiliki cita-cita sangat tinggi, sedangkan ada juga yang hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Ada yang sudah puas menjadi ibu rumah tangga, tetapi di sisi lain ada juga yang ingin menjadi presiden. Apa yang membuat mereka termotivasi, dan apa yang membuat mereka tidak termotivasi. Pertanyaan-pertanya semacam itu sudah ada sejak beberapa puluh tahun silam, dan salah satu orang mencoba menjawab pertanyaan tersebut adalah Abraham Maslow. Abraham Maslow sudah pernah mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dalam karyanya yang dipublikasikan dengan judul, “Theory of Human Motivation” pada tahun 1943.

Pada karyanya tersebut, Abraham Maslow memperkenalkan pemikirannya mengenai motivasi dihubungkan dengan kebutuhan manusa. Ia menjelaskan mengenai hirarki kebutuhan manusia dengan konsep, “Piramid Kebutuhan Maslow”.

Spiritual : Questions of Life and Spiritual

Dengan model ini, Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan manusia bertingkat, mulai dari kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pada bagian bawah piramid, dan kebutuhan manusia meningkat terus ke atas apabila jenis kebutuhan yang dasar sudah terpenuhi. Mulai dari kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan fisiologis, kemudian berlanjut ke kebutuhan akan keamanana (safety), kebutuhan dicintai (Love/belonging), kebutuhan untuk rasa percaya diri (Esteem), dan kebutuhan puncak, yaitu aktualisasi diri (self-actualization).

Kebutuhan fisiologis
Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?

Kebutuhan Keamanan (safety)
Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial.

Kebutuhan kasih sayang / sosial (Love/belonging)
Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.

Kebutuhan Percaya Diri (Esteem)
Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.

Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization)
Umumnya, kebutuhan ini akan muncul bila seseorang merasa seluruh kebutuhan mendasarnya sudah terpenuhi. Pada hirarki ini, biasanya seseorang akan berhadapan dengan ambisi untuk menjadi seseorang memiliki kemampuan lebih. Seperti mengaktualisasikan diri untuk menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, atau hasrat untuk mengetahui serta memenuhi ketertarikannya akan suatu hal.


Kurang lebih gitu malu:
A7X.Morningstar - 11/10/2012 05:34 PM
#118

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang berbeda-beda, mengapa ada orang yang memiliki cita-cita sangat tinggi, sedangkan ada juga yang hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Ada yang sudah puas menjadi ibu rumah tangga, tetapi di sisi lain ada juga yang ingin menjadi presiden. Apa yang membuat mereka termotivasi, dan apa yang membuat mereka tidak termotivasi. Pertanyaan-pertanya semacam itu sudah ada sejak beberapa puluh tahun silam, dan salah satu orang mencoba menjawab pertanyaan tersebut adalah Abraham Maslow. Abraham Maslow sudah pernah mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dalam karyanya yang dipublikasikan dengan judul, “Theory of Human Motivation” pada tahun 1943.

Pada karyanya tersebut, Abraham Maslow memperkenalkan pemikirannya mengenai motivasi dihubungkan dengan kebutuhan manusa. Ia menjelaskan mengenai hirarki kebutuhan manusia dengan konsep, “Piramid Kebutuhan Maslow”.

Spiritual : Questions of Life and Spiritual

Dengan model ini, Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan manusia bertingkat, mulai dari kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi pada bagian bawah piramid, dan kebutuhan manusia meningkat terus ke atas apabila jenis kebutuhan yang dasar sudah terpenuhi. Mulai dari kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan fisiologis, kemudian berlanjut ke kebutuhan akan keamanana (safety), kebutuhan dicintai (Love/belonging), kebutuhan untuk rasa percaya diri (Esteem), dan kebutuhan puncak, yaitu aktualisasi diri (self-actualization).

Kebutuhan fisiologis
Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?

Kebutuhan Keamanan (safety)
Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial.

Kebutuhan kasih sayang / sosial (Love/belonging)
Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.

Kebutuhan Percaya Diri (Esteem)
Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.

Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization)
Umumnya, kebutuhan ini akan muncul bila seseorang merasa seluruh kebutuhan mendasarnya sudah terpenuhi. Pada hirarki ini, biasanya seseorang akan berhadapan dengan ambisi untuk menjadi seseorang memiliki kemampuan lebih. Seperti mengaktualisasikan diri untuk menjadi seorang ahli dalam bidang ilmu tertentu, atau hasrat untuk mengetahui serta memenuhi ketertarikannya akan suatu hal.

Kurang lebih gitu malu:


:matabelo entah kenapa kebutuhan tersebut seakan mengikat kehidupan saya :matabelo
squidward009 - 12/10/2012 12:23 AM
#119

saya nyimak aja mbah, duduk di pojok sambil ngopi Peace:
makinpo - 14/10/2012 09:57 PM
#120

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Saya tunggu ya om malu:



Oh belum itu D

Ketika kamu bisa menyadari Pikiran, bertemu objek pikiran dan tidak melekat itu sadar. Kalau pikiran bertemu objek pikiran, muncul perasaan dan ketika perasaan itu melekat muncul kondisi D

Nah sadari di bagian ini D

terjadi hampir setiap hari tp aku baru menyadarinya D
kondisi ini sedikit demi sedikit aku akan mengikisnya dengan caraku sendiri
agar kelak kondisi ini bisa benar2 lepas D

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang berbeda-beda, mengapa ada orang yang memiliki cita-cita sangat tinggi, sedangkan ada juga yang hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Ada yang sudah puas menjadi ibu rumah tangga, tetapi di sisi lain ada juga yang ingin menjadi presiden. Apa yang membuat mereka termotivasi, dan apa yang membuat mereka tidak termotivasi.

parahnya klo misalkan disuatu pergaulan atau perusahaan kita akan terus dipush untuk "lebih"
contoh dalam pekerjaan aku selalu ditanya, "kenapa ga jadi spt "dia"?" aku jawab "engga ah". mereka berfikir aku sudah kaya dalam hal materi, padahal sama saja, bedanya adalah aku bahagia dengan hidupku sekarang. thats all D
Page 6 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual : Questions of Life and Spiritual