Palembang
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018
Total Views: 9556 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

s0nsincos - 16/09/2012 12:58 PM
#41
H. Eddy Santana Putra
Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Quote:
Pria kelahiran Pangkal Pinang, 20 Januari 1957 ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup.

Ia merupakan orang yang tidak banyak bicara tapi banyak bekerja. Motonya sederhana dalam sikap dan kaya dalam karya sangat tepat menggambarkan dirinya yang begitu mobile dengan kinerja nyata. Ia lebih banyak memperhatikan dan mendengar dari pada berkomentar. Di balik kelembutan dan keteduhan wajahnya, tersimpan karakter kuat dan integritas pribadi tangguh.

Karakter Eddy terbentuk dari harmonisasi empat tradisi dan budaya daerah, yaitu Ogan Ilir (Sungai Pinang) - Palembang dari pihak ayahnya. Dari ibunya ia mewarisi darah Komering (Rasuan) - Ogan Ilir (Muarakuang).

Kakek Eddy, H. Achyat bin Pangeran Liting berasal dari Ogan Ilir. Beliau dikenal sebagai tokoh pergerakan, dan pernah menjabat sebagai Presiden Syarikat Islam Ogan Ilir.

Pada dekade awal abad ke-20, Achyat menyunting gadis asal Palembang bernama Raden Ayu Lazimah. Dari pernikahan Achyat-Lazimah ini lahir lima putra putri, diantaranya Kolonel Animan Achyat (veteran pejuang, perang 5 hari 5 malam), ayah Eddy Santana Putra.

Sementara dari pihak ibunda Eddy juga mewarisi darah kepemimpinan. Kakek Eddy bernama Depati Aziz asal Rasuan Komering, yang menikahi Hj Kordiah, putri Depati Kholik dari Muara Kuang. Dari pernikahan Depati Aziz dan Kordiah, lahirlah Cholijah, ibunda Eddy Santana Putra.

Riwayat Pendidikan

1. SD YPP Pusri (1969)
2. SMP YPP Pusri (1972)
3. SMA Xaverius I (1975)
4. Sarjana (S1) Fakultas Teknik Sipil Unsri
5. Pasca Sarjana (S2) Teknik Pengairan P2STP Bandung

Riwayat Pekerjaan

Eddy Santana Putra (ESP) memulai karier sebagai Staf Cabang Dinas PU Kabupaten Musirawas pada 1987. Tidak lama kemudian ia pindah ke Palembang dibagian Sub Dinas Pengairan Seksi Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Pada 1990 dirinya melanjutkan sekolah S2 di Bandung bidang pengembangan rawa dan pantai.

Pada 1992 ESP ditunjuk menjadi Pimpinan Proyek Reklamasi Jakabaring di kawasan Seberang Ulu. Suatu tugas yang maha berat. Karena saat itu Jakabaring masih merupakan suatu kawasan tanpa hunian dan penuh dengan semak belukar. .

"Sebelum reklamasi, kawasan SU itu baru sebagian saja yang bisa terbangun. Itulah salah satu alasan lahirnya gagasan untuk melakukan reklamasi lahan rawa dengan memanfaatkan sendimentasi Sungai Musi yang merupakan kontribusi sendimentasi Sungai Ogan dan Komering.

Sebelum dimulai tentunya kita mengadakan survei, mengelilingi calon areal reklamasi, dengan berjalan kaki menembus rawa-rawa atau berperahu. Di situlah saya berfikir, bahwa saya punya tugas besar membentuk satu kawasan yang satu saat nanti akan menjadi daerah impian," kenang ESP.

Kurang lebih lima tahun (1993-1998) dirinya bergelut dengan proyek Reklamasi Jakabaring. Pekerjaannya tidak sia-sia. Kini Jakabaring telah menjelma menjadi kawasan primadona bagi warga Palembang.

Infrastruktur sarana dan prasarana mulai berkembang. Bahkan beberapa instansi pemerintah pun sudah dipusatkan disini. Seperti Kantor Poltabes Palembang, Gedung KPU Sumsel, Pengadilan Agama, Kejaksaan, Imigrasi, PLN. Yang paling anyar adalah pembangunan gedung DPRD Kota Palembang. Tak ketinggalan Stadion Jakabaring, yang merupakan stadion kebanggaan tim Sriwijaya FC dan masyarakat Palembang, ada di kawasan ini.

Setelah itu dirinya kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Palembang. Tahun 2003 ia terpilih sebagai Walikota Palembang periode 2003-2008, dan pada periode berikutnya, kembali mendapat kepercayaan masyarakat, menjadi Walikota Palembang pada masa jabatan 2008-2013.

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Prestasi Selama Menjadi Walikota Palembang

A. Penghargaan Kota Terbersih

Kota Palembang, yang pada masa silam terkenal kotor. Di masa kepemimpinan ESP mengalami perubahan yang cukup besar. Bahkan 5 kali berturut-turut, di anugerahi sebagai Kota Metropolitan Terbesih.

Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2007 (Adipura Award).
Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2008 (Adipura Award).
Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2009 (Adipura Award).
Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2010 (Adipura Award).
Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2011 (Adipura Award).
Taman Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Kambang Iwak.

Prestasi tingkat Internasional yang pernah diraih, pada tanggal 5 Maret 2012, Kota Palembang menorehkan prestasi dengan menyabet predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Dan Penghargaan ini, diterima langsung Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja.

Bahkan di Tahun 2012 Kota Palembang meraih empat penghargaan sekaligus yakni Piala Adiwiyata, Piala Adipura, Piala Terminal Terbaik Se-Indonesia, serta piala untuk Pasar Terbersih tingkat nasional.

B. Pembenahan Kota Palembang

Begitu terpilih sebagai Walikota Palembang pada 2003, Eddy Santana Putra, akrab dipanggil ESP, segera melakukan gebrakan serta inovasi yang mencengangkan. Dengan penuh keberanian dan pertimbangan yang matang, ia merelokasi Pasar 16 ilir yang kumuh dan jorok.

Selama era kepemimpinan walikota terdahulu, Pasar 16 Ilir tetap dipertahankan. Tidak ada keberanian untuk melakukan perubahan. ESP sebaliknya. Ia siapkan pasar induk dan kemudian secara bertahap memindahkan para pedagang ke Jakabaring. Pasar 16 ilir disulapnya menjadi taman-taman kota yang indah dan tertata rapi.

Demi meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Palembang, ESP membenahi Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi alternatif tempat wisata sekaligus rekreasi yang indah, aman dan nyaman.

Kini di BKB, even-even baik skala nasional maupun internasional kerap digelar. Puncaknya adalah dengan dilaunchingnya program Visit Musi 2008 pada 5 Januari 2008 lalu guna mendukung program Visit Indonesia 2008 yang dicanangkan pemerintah pusat.

Pendidikan pun tak luput dari perhatiannya. Pria yang gemar memancing ini secara bertahap menerapkan kebijakan pendidikan dasar bagi anak-anak di Kota Palembang. Biaya sekolah digratiskan, guru-guru diberdayakan.

Imbasnya, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan- suatu indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan- melampaui 100 persen. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK dan sederajat. Untuk tingkat SD, APK yang diraih sebesar 102 persen, SMP sebesar 103 persen, serta SMA sebesar 94,5 persen.

Di bidang kesehatan, Misi Palembang Sehat 2008 kian menunjukkan trend positif. Ditandai dengan kian menurunnya angka kesakitan ibu dan anak, puskesmas swakelola terus bertumbuh dan pelayanan kesehatan pun berkualitas.

Salah satu prestasi paling membanggakan adalah di bidang pelayanan publik, pelayanan air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi mampu memberikan pelayanan air bersih hingga mencapai 80 persen bagi warga Palembang.

Beberapa booster pun sudah di bangun di beberapa kecamatan guna lebih mengoptimalkan pelayanan. Diantaranya booster di Kecamatan Kertapati dan Alang-Alang Lebar. Bahkan, PDAM saat ini sedang menjajaki kemungkinan menjangkau serta memberikan pelayanan air bersih ke Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.

Karena itulah, tak heran mantan Ketua KNPI Sumsel ini menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang menjadi keynote speaker saat berbicara di depan peserta Leadership Forum, Water for People : Transforming for Suistainability and Growth di Batam beberapa waktu lalu. Keberhasilan PDAM Tirta Musi dalam pelayanan publik begitu menginspirasi para peserta utusan dari 19 PDAM se-Indonesia untuk belajar dari kota metropolis ini.

C. Penanganan Banjir

Di bidang penanganan banjir, Palembang di bawah pimpinan mantan Kepala Dinas PU Pengairan ini patut diacungi jempol. Beberapa tahun lalu, Palembang menjadi terkenal dan menghiasi berbagai berita di televisi dan surat kabar daerah maupun nasional gara-gara sering kebanjiran.

Tak kurang dari 57 titik banjir tercatat saat itu, termasuk kawasan dan jalan-jalan utama. ESP pun segera tanggap. Karena semua sistem drainase di Palembang juga bermuara di sungai besar, Pemkot Palembang membuat satu drainase primer yang menampung air buangan dari seluruh kota sebelum bermuara ke sungai.

Untuk mengatasi genangan air di jalan-jalan utama, dilakukan pemasangan pompa dan box culvert. Pompa dipasang di beberapa titik rawan banjir untuk mengalirkan air yang menggenangi ruas jalan. Sementara itu, box culvert (sejenis gorong-gorong dari beton bertulang yang berbentuk kotak) dipasang di bawah ruas jalan. Box culvert ini berfungsi mengalirkan air agar tidak membanjiri salah satu sisi jalan.

Secara bersamaan, dibangun kolam retensi. Kolam itu berfungsi sebagai resapan air, menggantikan fungsi rawa yang semakin berkurang seiring dengan dinamisnya pembangunan kota. Saat ini ada 17 kolam retensi di seluruh wilayah Kota Palembang. Menariknya, kolam yang terletak di tempat-tempat strategis itu, seperti kolam retensi di Kambang Iwak, Jalan Tasik, belakangan sangat dirasakan manfaatnya, yakni menyejukkan kota.

Melalui pembuatan drainase primer, pompanisasi, dan pemasangan box culvert, secara berangsur-angsur titik genangan air mulai berkurang. Data dari dinas PU Kota Palembang, pada 2004 terdapat 57 titik genangan air di ruas jalan utama dan jalan akses. Dan pada tahun 2012 diperkirakan jumlah titik banjir telah berkurang menjadi 44 titik.

s0nsincos - 16/09/2012 02:53 PM
#42
Eddy Santana Putra Raih Penghargaan WTP
Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

JAKARTA, Buanasumsel.com - Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT, (11/9/2012) menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan dari Kementerian Keuangan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Boediono.

Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2012 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu. “Penghargaan atas laporan keuangan tersebut merupakan hasil kerja sama yang dilakukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam tertibnya administrasi dan transparannya pengelolaan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011,” kata Eddy.

Untuk mempertahankan predikat ini, Eddy mengharapkan seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Palembang untuk terus menjaga komitmen dalam meningkatkan kinerja, terutama dalam hal pelayanan publik.

“Begitu pun administrasi di bagian keuangan diupayakan lebih tertib lagi, termasuk sistem pengaturan anggaran di tingkat kecamatan juga harus diperkuat,” kata Eddy.
Sedangkan, Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya mengatakan, bahwa target pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014 adalah semua kementerian dan lembaga mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau 100 persen.

Saat ini, lanjut dia, sudah 67 kementerian/lembaga mendapat opini WTP dari total jumlah 80 institusi. Sedangkan untuk pemerintah daerah, target yang ingin dicapai adalah 64 persen atau sekitar 300 dari 500 lembaga pemerintahan daerah.

“Saya meminta agar daerah yang telah meraih opini WTP untuk terus melanjutkan perbaikan. Saya ucapkan selamat kepada daerah yang telah memeroleh predikat WTP. Saya hanya bisa mengatakan lanjutkan, kalau bisa tingkatkan,” ungkap Boediono.

Sementara Menteri Keuangan Agus Martowardjojo mengungkapkan, pemerintah daerah yang meraih Wajar Tanpa Pengecualian ada 67 daerah, Wajar Dengan Pengecualian 316, Tidak Memberikan Pendapat ada 6 daerah dan tidak wajar 32 daerah. Wali Kota Solo, Joko Widodo mengungkapkan, kunci pengelolaan anggaran secara benar antara lain terletak ada proses perencanaan dan pengalokasian anggaran. Prinsip pengelolaan anggaran yang benar, menurut dia, berlaku sama, baik untuk organisasi yang kompleks maupun organisasi yang lebih sederhana.
s0nsincos - 16/09/2012 04:28 PM
#43
Program Pelayanan Transportasi aman, nyaman dan ramah lingkungan
Salah satu gebrakan terbaru, dari Walikota Palembang Eddy Santana Putra (ESP), adalah Program Transportasi dalam Kota, yang dikenal dengan nama Trans Musi.

Program ini kali pertama dioperasikan pada Februari 2010, Transmusi pada mulanya hanya ada 15 unit. Namun berkat, sambutan yang luar biasa dari masyarakat, komitmen pemerintah kota dan wakil rakyat di DPRD, serta dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, menjadikan Transmusi terus berkembang.

Saat ini Bus Trasmusi telah mencapai 120 unit, dan melayani masyakarakat Palembang diperkirakan sebanyak 20.000 penumpang per hari, dengan pendapatan per hari-nya sekitar Rp. 80 juta.

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Pemerintah Kota Palembang berencana menambah lagi Bus Rapid Transit Transmusi. Direncanakan jumlah bus akan terus bertambah, hingga mencapai jumlah ideal sebanyak 250 unit.

“Kita ingin akhir tahun ini tak hanya 120 unit Transmusi yang beroperasi, tapi 250 unit. Anggarannya akan kita siapkan dari APBD 2012.” Ungkap ESP.

Ia mengatakan, Transmusi merupakan salah satu upaya pemerintah kota memberikan pelayanan transportasi aman, nyaman dan ramah lingkungan baik bagi warga Palembang.

Elly Sinaga, Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, memuji pelayanan transportasi publik di Palembang, terutama pelayanan Transmusi.

“Selain sudah menggunakan smart card di semua koridor, Transmusi juga terintegrasi dengan bus air, kereta api. Angkutan di Palembang is the best,” ujar Elly Sinaga.

Ia mengatakan idealnya Palembang punya 300 Tranmusi untuk melayani transportasi publik. Elly yakin pemerintah kota bisa mewujudkan hal ini.

Wali Kota juga menandatangani pakta intergritas, serta meresmikan koridor baru, yakni koridor enam rute Pusri-Palembang Square Mall.
Adapun koridor 1, melayani rute Palembang Indah Mall-Sako, koridor 2 melayani rute Ampera-Alang-Alang Lebar.

Koridor 3 melayani rute Jakabaring-Palembang Square Mall, koridor 4 untuk rute Plaju-Terminal Karya Jaya, dan koridor 5 melayani rute Bandara SMB II-Alang-Alang Lebar.

Koridor 7 dan 8 melayani rute Karya Jaya-Universitas Sriwijaya, dan Alang-Alang Lebar-Pangkalan Balai
s0nsincos - 16/09/2012 05:35 PM
#44
Disubsidi Pemko, Warga Miskin Palembang Cicil Rumah Rp 10 Ribu perhari
Program bagi masyarakat kecil, yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Palembang, adalah Program Rumah Murah.

Pemerintah kota Palembang menjalin kerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap.

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Menurut Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, hunian ini ditujukan untuk mereka yang bekerja di sektor informal seperti buruh, pedagang pasar, tukang bangunan, penarik becak, dan profesi informal lainnya.

Walikota Palembang, Eddy Santana, mengatakan jika pemerintah tidak melakukan intervensi, sampai mati pun masyarakat miskin tidak akan memiliki rumah. Berbekal keyakinan tersebut, Eddy serius menyediakan rumah cetak 300 unit untuk mengentaskan kawasan kumuh di Kota Palembang.

Ditemui di Kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jakarta, Rabu (25/7), Eddy menceritakan, awal usahanya menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap sangat sulit. Kesulitan terbesar adalah untuk bergerak di kawasan padat penduduk.

Akhirnya, cerita Eddy, Pemerintah Kota Palembang memutuskan akan menggarap kawasan kumuh di perkotaan secara bertahap. Jika ada lahan menganggur atau lahan kosong, pihaknya akan membeli dan memgubahkan menjadi permukiman penduduk.

Saat ini, pihaknya menyiapkan sekitar 4 hektare lahan untuk pembangunan rumah cetak bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap seperti para pedagang, tukang becak, tukang perahu dan lainnya. Unit rumah yang baru terbangun sebanyak 150 unit dari target 2012 sebanyak 300 unit rumah.

Sebagai informasi, harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan tidak tetap dengan tipe 36/72 ini mencapai Rp 40 juta. Komposisinya adalah harga lahan mencapai Rp 7,2 juta - Rp 10 juta, harga bangunan rumah cetak mencapai Rp 25 juta, sementara biaya IMB dan sertifikat tanah digratiskan, dan listrik dalam proses negosiasi. Angka ini bisa lebih ditekan bila luas tanah dikecilkan menjadi 36/60.

Eddy mengatakan, masyarakat berpenghasilan tidak tetap yang kesehariannya memiliki penghasilan minimal Rp 50.000 ini mulai mencicil Rp 10.000 per hari. Formula ini dapat berjalan, karena ada lembaga penjaminnya, yakni PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J). Ia bilang, masyarakat antusias mengangsur dengan pola kredit harian untuk mencicil harga rumah Rp 40 juta.

Selain membangun rumah cetak di kawasan kumuh, Eddy mengatakan pemerintah kota juga menata lingkungan tempat tinggal dengan memperbanyak ruang publik serta memberdayakan masyarakat untuk berwirausaha.
buteknian - 18/09/2012 11:51 PM
#45

Nyesel yang pasti milih yg sekarang neh,
klo tepilih lagi lokak nambah rame truk batubara,
katek kemajuan nian,
jalan di besakke tp mobil melebihi jalan yg ado,
aku nak milih ESP baelah,
sapo tau truk batubara lebih teratur
PanjiNegeri - 23/09/2012 08:45 PM
#46
Tokoh Masyarakat Sumsel Di Jakarta Terus Dukung Ishak Mekki Jadi Gubernur Sumsel
Beberapa waktu yang lalu, dalam acara ruwahan bertempat dipendopo Kabupaten Ogan Komering Ilir Sum-sel.Beberapa tokoh masyarakat Sumatera Selatan di Jakarta terus mendukung H. Ishak Mekki sebagai Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018. Setelah Armando Mahler, giliran seniman Anwar Fuadi dan BP Peliung, yang memberikan dukungan dan penilaian.

"Yang pintar, banyak, yang programnya menyentuh masyarakat hanya sedikit. Pak Ishak telah membuktikanya di OKI,” kata Anwar Fuadi dihadapan ribuan massa yang menghadiri acara ruwahan tersebut. Sementara itu, dukungan juga disampaikan Mayjen (Purn) BP Peliung.

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Dukungan seperti dikutip Anwar Fuadi. “Kemarin saya bertemu dengan Bapak BP Peliung. Kita membicarakan tentang kampung halaman ini, Sumsel tercinta ini. Termasuk suksesi pemilihan Gubernur Sumsel pada 2013 nanti. Kami pun sepakat Pak Ishak satu-satunya orang yang mampu memajukan provinsi ini,” jelasnya.

Selain itu, Anwar juga mendapatkan pernyataan yang sama dari Armando Mahler, mantan Direktur Utama PT Freeport Indonesia. “Secara moril maupun materil Pak Armando siap mendukung Pak Ishak untuk menjadi Gubernur Sumsel karena beliau yakin benar Sumatera Selatan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya visioner tetapi juga santun dan religius,” jelas Anwar.

ADV/dencik, semuber : sidakpost
Eruroraito - 24/09/2012 11:52 PM
#47

aku milih mang Eddy Santana Putra, karena kejingokan nian pluralis & nyata hasil pembangunannyo di Palembang selamo 2 periode menjabat, kalo calon laen dak kejingokan apolagi wak eddy yusuf dak pernah tedenger prestasinyo malah tedenger selentingan dak lemak dari bos aku yang kenal samo dio

kalo wak alek jujur aku kecewa berat gara-gara Layo macet terus ngentak truk batubara samo truk kayu, samo dio kemaren nyalon jadi gubernur jakarta padahal sumsel dewek lum bener
DestanyaZ - 27/09/2012 03:15 PM
#48
Membangun Jalan Tiga Kali Lebih Banyak Dari Daendels
Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti telah membangun jalan sepanjang 3.000 km selama tujuh tahun terakhir di kabupaten ini. Panjang jalan ini lebih panjang tiga kali lipat dari yang pernah dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang hanya 1.000 km yakni dari Anyer (Banten)-Panarukan (Jawa Timur) pada tahun 1809-1810, atau pada era penjajahan dulu.

Panjang 3.000 Km itu juga sama dengan panjang Pulau Sumatera mulai dari Aceh hingga ke Lampung jika ditarik dengan garis lurus.

“Dengan kerja keras kita bersama masyarakat dan pihak swasta, kita telah berhasil membangun 3.000 km jalan, jauh lebih besar dibandingkan Daendels. Ini menjadi momentum kita bersama bahwa kita bisa berbuat lebih baik,” kata Ridwan Mukti melalui siaran pers yang diterima Senin (3/9/2012).

Selain itu, dia juga menerapkan aturan yang tegas untuk pengawasan jalan, bila perlu “berkelahi” dengan pihak-pihak yang semena-mena terhadap jalan rakyat itu. Kemudi¬an dia pun berjuang keras mendorong setiap kementerian untuk membuka hati mere¬ka bahwa daerahnya membutuhkan perha¬tian mereka.

“Pikiran saya adalah bagaimana agar daerah ini mendapat perhatian. Kami tidak perlu segan apalagi malu, karena semua ini untuk masyarakat. Di sisi lain kami juga dengan tegas menerapkan aturan untuk kesinambungannya. Saya tidak mau jalan untuk rakyat dirusaki oleh kendaraan-kendaraan swasta perkebunan atau pertambangan yang melebihi ketentuan, kasihan rakyat kita,” sambungnya.

Itu sebabnya, dengan segala terobosan dan kegigihan mantan anggota DPR RI dua periode ini, menyebutnya sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur. Sebab diakui adalah sulit untuk menemukan tokoh yang mampu membangun komunikasi, koordinasi, kerja keras dan disiplin dan kecepatan tinggi, dengan jaringan luas, sekaligus yang mampu membangun partisipasi saat ini.

Dari sisi anggaran, jika tahun 2005, besaran APBD Musi Rawas “hanya” sekitar Rp300 miliar, maka tahun 2011 jumlahnya berlipat-lipat menjadi Rp1,3 triliun. Khusus untuk 2012, alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan mencapai Rp 366 miliar atau 30 persen dari total APBD Musi Rawas.

Menurut Ridwan Mukti, pembangunan infrastruktur di daerah yang tujuh tahun lalu dikenal sebagai daerah tertinggal itu, menjadi sangat vital, sehingga daerah tersebut kini semakin terbuka, dan mampu mengangkat ekonomi masyarakat. Selain itu daerah ini semakin banyak diminati para investor. Saking banyaknya peminat, terakhir ini mereka pun terpaksa melakukan seleksi yang sangat ketat.

Selain pembangunan infrastruktur dasar, Ridwan Mukti pun menggenjot infrastruktur pendukung industri, seperti dalam bidang pertanian dengan membangun agropolitan center dan distrik, pembangunan irigasi baru, pembangunan ibu kota baru di Muara Beliti dengan segala fasilitasnya, sport center, Masjid Agung Musi Rawas Darussalam.

Termasuk pengembangan Bandara Silampari dengan telah terbukanya penerbangan langsung Musi Rawas-Jakarta, pembangunan sarana/prasarana kesehatan dan pendidikan diantaranya rumah sakit, puluhan puskesmas, melaku¬kan up-grade pos bersalin desa (polindes), merekrut ratusan bidan, penyediaan puluhan ambulans, dan mengembangkan desa-desa siaga, yang berdampak antara lain pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kemudian membangun ratusan sekolah, hingga Universitas Musi Rawas, peningkatan APK dan APM, penurunan dras¬tis angka buta huruf , memberikan akses lebih luas kepada pendidikan dengan pemerataan, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Tidaklah mengherankan kemudian, komitmen yang tinggi dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi rakyat itu, wajah Bumi Lan Serasan Sekentenan ini berubah, dari yang sebelum 2005 dikenal sebagai kantung-kantung kemiskinan dan ketertinggalan, kini melaju sejajar bahkan dalam bidang tertentu berhasil menjadi terdepan dibandingkan daerah lainnya.

Bayangkan saja, tahun 2005, sebanyak 112 desa tertinggal berhasil dientaskan menjadi tinggal tiga desa pada 2011, dan akan tuntas seluruhnya pada 2013. Ini jelas bukan pekerjaan ringan, dengan mempertimbangkan luasnya daerah kabupaten. Kabupaten Musi Rawas memiliki luas 1.236.582,66 ha atau lebih luas dari Provinsi Bengkulu dan Provinsi Gorontalo. Sedangkan jumlah penduduk di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2011 berdasarkan data dari BPS sebanyak 536.328 jiwa.

Apalagi sebelum 2005 itu, Musi Rawas juga dikenal sebagai daerah yang rawan konflik. Situasi sosial politiknya dalam kategori mudah terdorong instabilitas. Sementara dari sisi pendapatan, dari 14 kabupaten/kota di Sumsel,waktu itu Empat Lawang belum berdiri, Mura berada pada peringkat bawah. Kondisi itu jelas sudah berubah 180 derajat jika dibandingkan kondisi saat ini.
DestanyaZ - 28/09/2012 04:17 AM
#49
Kami Bangga Upaya Ridwan Mukti Dalam Gerakan Penanaman Sejuta Pohon
Oleh : Zulkifli Hasan
Latar Belakang : Menteri Kehutanan

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

SAYA gembira dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) dalam melestarikan hutan. Terus terang kami bangga dengan upaya Bupati Ridwan Mukti dalam mendukung gerakan penanaman sejuta pohon. Mura sudah berhasil menanam 18,5 juta batang pohon di areal 14 ribu ha.

Saya juga menyambut positif upaya Musi Rawas yang telah membangun 72 unit kebun bibit rakyat (KBR) yang berhasil mengembangkan 3,6 juta pohon. Di wilayah ini ada sekitar 600 ribu hektare hutan, atau sama dengan 48 persen dari luas seluruh Kabupaten Musi Rawas. Semoga upaya ini bisa ditiru pemkab lainnya.

Kami mengajak semua pihak, termasuk para mahasiswa untuk menanam, menanam dan terus menanam.

(Disampaikan pada Kunjungan Kerja ke Musi Rawas, 19 Maret 2012)
mudgee28 - 28/09/2012 08:57 AM
#50

Caknyo thread ini bakal jadi ajang kampanye capedes
BNTech - 28/09/2012 09:29 AM
#51

golput bae lah
ImandGreen - 28/09/2012 10:21 AM
#52

pilihlah yang bisa mensejahterakan warga sumatera selatan... :matabelo
DestanyaZ - 28/09/2012 11:46 AM
#53
Mahfud MD Sangat Senang Bila Ridwan Mukti Pimpin Sumsel
SuaraSumsel.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Mahfud MD menyatakan kegembiraannya jika kelak Ridwan Mukti bisa menjadi orang nomor satu di Sumatera Selatan (Sumsel). Ridwan Mukti yang sesama alumni Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Mahfud, dianggap memiliki kemampuan yang sangat cukup menjadi gubernur.

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

“Sangat senang kalau Ridwan Mukti pimpin Sumsel. Pertama, dia yunior saya, anggota saya, sebagai sesama anggota alumni UII. Itu bagus sekali,” ujar Mahfud MD yang juga Ketua Ikatan Alumni UII dalam acara halal bi halal dan silaturahim IKA UII di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Minggu (9/9).

Mahfud mengaku telah mengenal Ridwan semenjak Bupati Musirawas itu menjadi mahasiswa. Kreatif, memiliki semangat tinggi dan pribadi yang bertanggungjawab merupakan sebagian penilaian yang disematkan Mahfud pada mantan aktifis HMI itu. Track record baik yang ditunjukkan Ridwan selama memimpin Musirawas juga menjadi pertimbangan Mahfud untuk mendukung anggota alumninya itu dalam pemilihan gubernur tahun 2013 mendatang.

Ridwan sendiri menyampaikan rasa hormat dan penghargaannya kepada seluruh keluarga besar IKA UII atas dukungannya dalam upaya bersama menjadikan Sumsel yang lebih baik.

Sumber: http://suarasumsel.com/mahfud-md-sangat-senang-bila-ridwan-mukti-pimpin-sumsel.html
aremantai - 28/09/2012 11:53 AM
#54

bah.. banyak klonengan melok polling ngakak

tahan bikin id untuk naekke suaro poling ngakak

nice try...
DestanyaZ - 28/09/2012 04:30 PM
#55

Quote:
Original Posted By aremantai
bah.. banyak klonengan melok polling ngakak

tahan bikin id untuk naekke suaro poling ngakak

nice try...


gpp biar seru gan....
yg penting jaga sopan santun D
DestanyaZ - 28/09/2012 05:09 PM
#56

ini Facebook Ridwan Mukti

http://www.facebook.com/RidwanMuktiOfficial

Hayo cagub lain mana?
jonimo86 - 01/10/2012 01:05 AM
#57

nah lantak bener nian


ngacir:
q_yai - 01/10/2012 08:38 AM
#58

Quote:
Original Posted By s0nsincos
Salah satu gebrakan terbaru, dari Walikota Palembang Eddy Santana Putra (ESP), adalah Program Transportasi dalam Kota, yang dikenal dengan nama Trans Musi.

Program ini kali pertama dioperasikan pada Februari 2010, Transmusi pada mulanya hanya ada 15 unit. Namun berkat, sambutan yang luar biasa dari masyarakat, komitmen pemerintah kota dan wakil rakyat di DPRD, serta dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, menjadikan Transmusi terus berkembang.

Saat ini Bus Trasmusi telah mencapai 120 unit, dan melayani masyakarakat Palembang diperkirakan sebanyak 20.000 penumpang per hari, dengan pendapatan per hari-nya sekitar Rp. 80 juta.

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018
Pemerintah Kota Palembang berencana menambah lagi Bus Rapid Transit Transmusi. Direncanakan jumlah bus akan terus bertambah, hingga mencapai jumlah ideal sebanyak 250 unit.

“Kita ingin akhir tahun ini tak hanya 120 unit Transmusi yang beroperasi, tapi 250 unit. Anggarannya akan kita siapkan dari APBD 2012.” Ungkap ESP.

Ia mengatakan, Transmusi merupakan salah satu upaya pemerintah kota memberikan pelayanan transportasi aman, nyaman dan ramah lingkungan baik bagi warga Palembang.

Elly Sinaga, Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, memuji pelayanan transportasi publik di Palembang, terutama pelayanan Transmusi.

“Selain sudah menggunakan smart card di semua koridor, Transmusi juga terintegrasi dengan bus air, kereta api. Angkutan di Palembang is the best,” ujar Elly Sinaga.

Ia mengatakan idealnya Palembang punya 300 Tranmusi untuk melayani transportasi publik. Elly yakin pemerintah kota bisa mewujudkan hal ini.

Wali Kota juga menandatangani pakta intergritas, serta meresmikan koridor baru, yakni koridor enam rute Pusri-Palembang Square Mall.
Adapun koridor 1, melayani rute Palembang Indah Mall-Sako, koridor 2 melayani rute Ampera-Alang-Alang Lebar.

Koridor 3 melayani rute Jakabaring-Palembang Square Mall, koridor 4 untuk rute Plaju-Terminal Karya Jaya, dan koridor 5 melayani rute Bandara SMB II-Alang-Alang Lebar.

Koridor 7 dan 8 melayani rute Karya Jaya-Universitas Sriwijaya, dan Alang-Alang Lebar-Pangkalan Balai


transmusi nyo cak bis kota ..bayar nyo di dalam bis ...di mano2 yg namo nyo bis trans tuh ..bayar nyo di halte yg ruangan tunggu nyo nyaman dan ado petugas halte nyo biaso nyo wong 2 petugas setiap halte nyo

ini kalu salah naek bis ..laju transit nyo jauh ..tapi kalu ado petugas di halte nyo pacak langsung betanyo dan cepet sampe tujuan
kurniawan_johar - 01/10/2012 01:35 PM
#59

nah trit cakin mantab. seru pasti.
cuma sikok bae pesen aku.
jangan ribut2 doktrin black campaign segalo macem.
karena kito wong kito galo, sedulur galo. jadi melok menang galo kito meski calon kito kalah,
buat timses tolong jangan sampe kejadian pecak timses pilkada DKI
jgn pacaknyo spam nulis berita giliran ditanyo dak tau apo2.


salam sedulur beer:
aremantai - 01/10/2012 02:17 PM
#60

calon aku nah

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

ngacir:
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018