Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Kesalahan Duga: Kristen Agama Penjajah ?
Total Views: 2977 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 

ojongonole - 04/10/2012 10:03 PM
#21

si TS ini, mksd nya mau "menjernihkan" soal paham 3G (gold, glory, god/gospel)....??? bingungs
VegaLight - 04/10/2012 10:15 PM
#22

Quote:
Original Posted By _amrozi_lagi_
Naif banget berfikiran begitu D

harusnya diliat pemikiran orang-orang Eropa abad 17-19 terhadap bangsa2 di timur jauh & atau bangsa2 diluar eropa.

Pandangan bahwa bangsa diluar eropa adalah tidak beradab, barbar, dan perlu di "adab"kan oleh bangsa beradab (baca=eropa) salah satunya liwat agama cara mereka mengadabkan bangsa2 yg tdk beradab.

baru kemudian seiring dengan bangkitnya paham sekuler + intensitas persinggungan dengan bangsa2 terjajah pemikirannya "sediki soft" bisa diliat misal ide van deventer ttg "edukasi" pribumi yg menimbulkan pembukaan sekolah2 di hindia belanda, pandangan orientalistnya tetap kental bahwa Eropa lebih superior dan pribumi terbelakang dan perlu di "adabkan" dengan pendidikan ala eropa...

Jadi jelas keliru kalo digunakan sudut pandang pemikiran saat ini.

Dan tidak relevan jika dikaitkan dengan penjajahan jepang. dari segi timing, tujuan juga udah jauh berbeda.


gak jg kok. lha, romusha itu apa malus
_amrozi_lagi_ - 04/10/2012 10:17 PM
#23

Quote:
Original Posted By VegaLight
gak jg kok. lha, romusha itu apa malus


romusha mah bukan mau mengadabkan om,, tapi jepang butuh tenaga kerja buat gerakin roda perangnya.
VegaLight - 04/10/2012 10:26 PM
#24

Quote:
Original Posted By _amrozi_lagi_
romusha mah bukan mau mengadabkan om,, tapi jepang butuh tenaga kerja buat gerakin roda perangnya.


ya sama aja

mengadabkan jd tentara utk membantu jepang
Shuma-Gorath - 04/10/2012 10:29 PM
#25

Quote:
Original Posted By VegaLight
ya sama aja

mengadabkan jd tentara utk membantu jepang


Sejak kapan romusha sama dengan tentara? capedes
VegaLight - 04/10/2012 10:44 PM
#26

Quote:
Original Posted By Shuma-Gorath
Sejak kapan romusha sama dengan tentara? capedes


kan dibilang "mengadabkan jadi tentara" yg artinya biar jd tentara. bukan tentara beneran malus
_amrozi_lagi_ - 04/10/2012 10:47 PM
#27

Quote:
Original Posted By VegaLight
ya sama aja

mengadabkan jd tentara utk membantu jepang


romusha bukan tentara. kalo yg mau jadi tentara,polisi atau laskar2 udah wadahnya...ada heiho,PETA dsb..
VegaLight - 04/10/2012 10:52 PM
#28

Quote:
Original Posted By _amrozi_lagi_
romusha bukan tentara. kalo yg mau jadi tentara,polisi atau laskar2 udah wadahnya...ada heiho,PETA dsb..


ya itu maksudnya
Shuma-Gorath - 04/10/2012 10:52 PM
#29

Quote:
Original Posted By VegaLight
kan dibilang "mengadabkan jadi tentara" yg artinya biar jd tentara. bukan tentara beneran malus


Tetep aja beda. Jelas-jelas romusha itu fungsinya lebih mirip sebagai pekerja kasar. Beda jauh dengan tentara yg fungsinya adalah melakukan konflik fisik langsung dengan pihak musuh

Udah, yg romusha gak usah dilanjut lebih jauh. Daripada ntar malah OOT ke mana-mana
PakinTheWarfare - 04/10/2012 11:18 PM
#30

Quote:
Original Posted By VegaLight
Sulawesi, NTT, & Papua jg bagian dr kekuasaan Belanda tp nyatanya masih Katolik tuh (bukti gak ada hubungannya ama rebutan member) ngakaks



ini udh dijelasin diatas. baca donk baek2 capedes

Eh coy lu udah klik dan baca link yang gw kasi belom? Masa lu hanya bermodal artikel lu sendiri lalu menutup mata dengan fakta yang disajikan oleh tulisan lain? D

Lu baca tuh di link yg gw kasi bagaimana strategi Gubernur Herdt menyebarkan agama di Ternate. Bagi yang menolak Kristen akan dideportasi ke Benteng Victoria di Ambon. D


Kan gw udah sebutkan, penjajahan setelah tahun 1.800 emang hampir gak ada hub dengan Kristen, karena agama sudah dipisahkan dari negara. Masih aja lu ulang2 penjajahan sulawesi, ntt, papua, dll itu. Awkakwkakwka D
socceripoy - 04/10/2012 11:28 PM
#31

kalimatnya dibenerin/didefinisikan dulu

Kristen agama yg dipeluk para penjajah atau
Kristem agama yg melakukan penjajahan.
goed.adit - 04/10/2012 11:36 PM
#32

Seperti dibilang Pakin... Untuk sebelum abad 19 ini sama sekali tidak relevan, karena di Belanda, Inggris, dan Portugis yang sempat mampir ke Indonesia mereka tidak memisahkan antara agama & negara.

Bagaimana sesudahnya?

Jangan lupa bahwa penguasa dan negara tidak hanya menggunakan aparat negara untuk melanggengkan kekuasaannya. Gramsci menyebut "aparatus ideologis negara(ideological state apparatus." Di situlah ada sekolah dan gereja (untuk Italia). Di sini kita melihat bahwa mereka yang pertama memeluk kristen umumnya adalah mereka yang terkooptasi tidak hanya dalam agama. mereka menjadi alat negara.

Selanjutnya ketika Nasionalisme muncul, sifat sekularitas pemerintahan belanda menjadikan ketiadaan kontrol atas gereja. Maka jangan heran ketika di kalangan Kristen juga ada yang enjadi pendukung kemerdekaan indies. Namun anda akan temui bahwa kalangan yang paling terbelah dukungannya terhadap pemerintahan kolonial adalah dari sini.

"Kristen adalah agama penjajah" merupakan generalisasi yang menyakitkan buat pemeluk Kristen di Indonesia. Tapi selayaknya generalisasi, ia tidak benar 100%.
VegaLight - 05/10/2012 07:13 AM
#33

Quote:
Original Posted By PakinTheWarfare
Eh coy lu udah klik dan baca link yang gw kasi belom? Masa lu hanya bermodal artikel lu sendiri lalu menutup mata dengan fakta yang disajikan oleh tulisan lain? D

Lu baca tuh di link yg gw kasi bagaimana strategi Gubernur Herdt menyebarkan agama di Ternate. Bagi yang menolak Kristen akan dideportasi ke Benteng Victoria di Ambon. D


Kan gw udah sebutkan, penjajahan setelah tahun 1.800 emang hampir gak ada hub dengan Kristen, karena agama sudah dipisahkan dari negara. Masih aja lu ulang2 penjajahan sulawesi, ntt, papua, dll itu. Awkakwkakwka D


Quote:
Original Posted By goed.adit
Seperti dibilang Pakin... Untuk sebelum abad 19 ini sama sekali tidak relevan, karena di Belanda, Inggris, dan Portugis yang sempat mampir ke Indonesia mereka tidak memisahkan antara agama & negara.

Bagaimana sesudahnya?

Jangan lupa bahwa penguasa dan negara tidak hanya menggunakan aparat negara untuk melanggengkan kekuasaannya. Gramsci menyebut "aparatus ideologis negara(ideological state apparatus." Di situlah ada sekolah dan gereja (untuk Italia). Di sini kita melihat bahwa mereka yang pertama memeluk kristen umumnya adalah mereka yang terkooptasi tidak hanya dalam agama. mereka menjadi alat negara.

Selanjutnya ketika Nasionalisme muncul, sifat sekularitas pemerintahan belanda menjadikan ketiadaan kontrol atas gereja. Maka jangan heran ketika di kalangan Kristen juga ada yang enjadi pendukung kemerdekaan indies. Namun anda akan temui bahwa kalangan yang paling terbelah dukungannya terhadap pemerintahan kolonial adalah dari sini.

"Kristen adalah agama penjajah" merupakan generalisasi yang menyakitkan buat pemeluk Kristen di Indonesia. Tapi selayaknya generalisasi, ia tidak benar 100%.


oh, soal link ke Google Book, maaf ya, saya gak bisa buka secara sempurna & gak bisa bahasa inggris, jd mohon maaf ya Yb

ok, back to topic

pertama yg perlu ditekankan disini bahwa jika memang penyebaran agama Kristen anutan Belanda (Protestan) karena memang permainan kekuasaan nyatanya tidak jg karena di daerah Batak sendiri penyebaran agama Kristennya dilakukan oleh misionaris Jerman & Jerman sendiri tidak pernah bermain jajah menjajah di Indonesia, ya kan \)b

yg kedua karena atas pernyataan kalian (setelah 1800-an agama dipisahkan dr pemerintah) tetap saja kalian tidak membantah pernyataan mengenai tidak ada penyebaran agama pd peperangan Paderi, Diponegoro, Aceh, dll bahkan membenarkan bahwa Kristen bukan Agama Penjajah justru karena pemisahan tersebut. jd Thanks ya \)b

btw bukannya Maluku jg menyerah setelah tahun 1800-an jg ya. Pattimura kan tewas tahun 1817
aldebaren - 05/10/2012 10:32 AM
#34

Quote:
Original Posted By VegaLight
oh, soal link ke Google Book, maaf ya, saya gak bisa buka secara sempurna & gak bisa bahasa inggris, jd mohon maaf ya Yb

ok, back to topic

pertama yg perlu ditekankan disini bahwa jika memang penyebaran agama Kristen anutan Belanda (Protestan) karena memang permainan kekuasaan nyatanya tidak jg karena di daerah Batak sendiri penyebaran agama Kristennya dilakukan oleh misionaris Jerman & Jerman sendiri tidak pernah bermain jajah menjajah di Indonesia, ya kan \)b

yg kedua karena atas pernyataan kalian (setelah 1800-an agama dipisahkan dr pemerintah) tetap saja kalian tidak membantah pernyataan mengenai tidak ada penyebaran agama pd peperangan Paderi, Diponegoro, Aceh, dll bahkan membenarkan bahwa Kristen bukan Agama Penjajah justru karena pemisahan tersebut. jd Thanks ya \)b

btw bukannya Maluku jg menyerah setelah tahun 1800-an jg ya. Pattimura kan tewas tahun 1817


kalo menurut ane sah2 aja kalo para pejuang kita dulu mengangkat sentimen
I dan K untuk mengobarkan moral bertempur
toh emang mayoritas mereka beragama I dan pasukan bule ntu beragama K

walopun kagak semuanya stereotip kayak gitu sehD

shg muncullah jargon 'agama penjajah' "jihad fisabillah" di basis2 penduduk yg beragama I


keadaan sebaliknya mungkin berlaku pada waktu penaklukan andalusia (spain) dan konstantinopel D


mending masukin ke BPLN aja neh,banyak pakar 3G disono D
n'DhiK - 05/10/2012 11:25 AM
#35

ingat, kondisi politik Eropa zaman autokrat (pra-sekuler) dan zaman sekuler beda lho gan..
VegaLight - 05/10/2012 01:20 PM
#36

Quote:
Original Posted By aldebaren
kalo menurut ane sah2 aja kalo para pejuang kita dulu mengangkat sentimen
I dan K untuk mengobarkan moral bertempur
toh emang mayoritas mereka beragama I dan pasukan bule ntu beragama K

walopun kagak semuanya stereotip kayak gitu sehD

shg muncullah jargon 'agama penjajah' "jihad fisabillah" di basis2 penduduk yg beragama I


keadaan sebaliknya mungkin berlaku pada waktu penaklukan andalusia (spain) dan konstantinopel D


mending masukin ke BPLN aja neh,banyak pakar 3G disono D


gak kek gitu jg kl gan
keagamaan Kristen tidak selalu dijadikan alasan utk itu, kecuali karena suatu kabar burung kek perang Aceh itu

pd jaman penjajahan Jepang pun pernah jg ada yg ngangkat sentimen kek gitu terhadap agama Shinto yg dikatakan bersujud ke arah yg berlawanan dgn arah bersujudnya Islam yakni ke arah timur menghadap matahari terbit
VegaLight - 05/10/2012 01:23 PM
#37

Quote:
Original Posted By n'DhiK
ingat, kondisi politik Eropa zaman autokrat (pra-sekuler) dan zaman sekuler beda lho gan..


tp di zaman sekuler, negara Belanda masih ada masa menjajah Indonesia kan malu
n'DhiK - 05/10/2012 07:41 PM
#38

Quote:
Original Posted By VegaLight
tp di zaman sekuler, negara Belanda masih ada masa menjajah Indonesia kan malu


bukan itu poinnya, tujuan Belanda ke Indonesia di abad sebelum filsafat Jerman membunuh Tuhan adalah pada mulanya pelayaran, kita tahu Eropa menganut sistem Merkantilisme dimana masyarakat Eropa percaya tingkat surplus ekonomi hanya dicapai bila kas negara semakin tinggi, nilai yang menjamin kekuatan kas adalah cadangan emas... dan kita tahu masa-masa autokrasi Gereja itu zaman kelamnya spiritual Barat yang mana masyarakat diperbudak Tuhan, Tuhan diperbudak agama, dan agama diperbudak politik.... jadi, Kristenisasi amat penting untuk membentuk karakter budak yang penurut pada Pemerintah di masa itu.... tapi setelah zaman Aufklarung, pusat kesadaran peradaban Barat semakin menghilangkan hegemoni agama pada negara (sekularisme), eksistensi agama semakin tenggelam di bawah arus masyarakat modern, sehingga Kristenisasi di tanah air pada era 1800-an tidak segencar di masa pra-sekuler, tapi sebaliknya, justru Pemerintah Hindia-Belanda lebih fokus mengawasi 2 gerakan yang mengancam eksistensi Belanda di tanah air, yaitu gerakan Islam dan gerakan Marxis... jadi, Belanda memang menyuburkan Kristenisasi di zaman pra-sekuler.... jika anda orang Kristen, anda gak perlu sakit hati dengan kenyataan ini, justru seharusnya anda bangga, sebab sekularisasi Hindia-Belanda tidak membuat Kekristenan kehilangan penganut di tanah air, justru sebaliknya mereka jadi lebih revolusioner semenjak kesadaran akan nasionalisme bangkit di era 1900-an....
VegaLight - 05/10/2012 07:48 PM
#39

oh ya, tambahan mengenai beberapa reply

Quote:
Original Posted By goed.adit
Dan di Jawa misi Katolik baru diijinkan akhir abad 19... Entah karena menghormati penguasa lokal atau demi monopoli gereja Calvinis.


Quote:
Original Posted By RTAK.II
kenapa kristen di sebut agama penjajah karena agama kristen di sebarkan ketika penjajahan dilakukan...
ini merupakan taktik pemerintah penjajahan, kalau penduduk jajahan memeluk agama yang sama dengan penjajah diharapkan penduduk akan lebih tunduk dan patuh pada pemerintah penjajah karena persamaan iman, inilah mengapa pemerintah penjajah mendukung penyebaran agama kristen melalui misi misionarisnya dan terbukti, daerah flores dan papua tidak ada pergolakan...

untuk kasus ambon menurut saya pergolakan terjadi karena benturan antara katolik dan protestan dimana masyarakat ambon katholik yang sebelumnya disebarkan oleh misionaris portugis bertentangan dengan pemerintah belanda yang lebih condong protestan hingga timbul pemberontakan pattimura....

untuk soegija tahu sendirilah ia orang katolik tentu menolak pemerintah pendudukan NICA yang dominan oleh protestan....


jika dikatakan penjajah dominan dgn Protestan, nyatanya tidak karena ada beberapa misionaris Katolik terkenal dr Belanda & salah satunya adlh Van Lith: http://id.wikipedia.org/wiki/Franciscus_Georgius_Josephus_van_Lith

& jika dianggap penyebaran agama Kristen utk menundukan pribumi nyatanya jg tidak karena Van Lith sendiri jg ikut dlm perjuangan kemerdekaan Indonesia & bersahabat dgn Agus Salim: http://id.wikipedia.org/wiki/Franciscus_Georgius_Josephus_van_Lith#Politik

Ia pun diusulkan sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat) Partai Sarekat Islam, pimpinan teman dekat Van Lith, K.H. Agus Salim. Memang ia tidak pernah jadi anggota Dewan Rakyat. Tetapi, atas kegiatannya di bidang pendidikan ditunjuk menjadi anggota Dewan Pendidikan Hindia Belanda dan anggota Komisi Peninjauan Kembali Ketatanegaraan Hindia Belanda.

& jika Soegija dianggap punya kepentingan pd Katolik sendiri nyatanya jg tidak karena faktanya jg:

Jika kita merasa sebagai orang Kristen yang baik, kita semestinya juga menjadi seorang patriot yang baik. Karenanya, kita merasa bahwa kita 100% patriotik sebab kita juga merasa 100% Katolik. Malahan, menurut perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah, sebagaimana tertulis dalam Katekismus, kita harus mengasihi Gereja Katolik, dan dengan demikian juga mengasihi negara, dengan segenap hati.

—Soegijapranata, dikutip dalam Subanar (2005, p. 82)
VegaLight - 05/10/2012 08:19 PM
#40

Quote:
Original Posted By n'DhiK
bukan itu poinnya, tujuan Belanda ke Indonesia di abad sebelum filsafat Jerman membunuh Tuhan adalah pada mulanya pelayaran, kita tahu Eropa menganut sistem Merkantilisme dimana masyarakat Eropa percaya tingkat surplus ekonomi hanya dicapai bila kas negara semakin tinggi, nilai yang menjamin kekuatan kas adalah cadangan emas... dan kita tahu masa-masa autokrasi Gereja itu zaman kelamnya spiritual Barat yang mana masyarakat diperbudak Tuhan, Tuhan diperbudak agama, dan agama diperbudak politik.... jadi, Kristenisasi amat penting untuk membentuk karakter budak yang penurut pada Pemerintah di masa itu.... tapi setelah zaman Aufklarung, pusat kesadaran peradaban Barat semakin menghilangkan hegemoni agama pada negara (sekularisme), eksistensi agama semakin tenggelam di bawah arus masyarakat modern, sehingga Kristenisasi di tanah air pada era 1800-an tidak segencar di masa pra-sekuler, tapi sebaliknya, justru Pemerintah Hindia-Belanda lebih fokus mengawasi 2 gerakan yang mengancam eksistensi Belanda di tanah air, yaitu gerakan Islam dan gerakan Marxis... jadi, Belanda memang menyuburkan Kristenisasi di zaman pra-sekuler.... jika anda orang Kristen, anda gak perlu sakit hati dengan kenyataan ini, justru seharusnya anda bangga, sebab sekularisasi Hindia-Belanda tidak membuat Kekristenan kehilangan penganut di tanah air, justru sebaliknya mereka jadi lebih revolusioner semenjak kesadaran akan nasionalisme bangkit di era 1900-an....


di daerah Jawa terutama daerah sekitaran Batavia yg dikenal telah dikuasai Belanda pd waktu itu (1600-an): http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia

& disebutkan pribumi jg sudah diperbudak tp tidak pernah disebutkan pernah di-Kristen-kan alias masih menganut Islam. terbukti dr sekarang ini pribumi setempat (kek Betawi) masih dominan Islam.

sebaliknya, Kristen pd waktu itu justru berkembangnya didaerah yg dikenal sebagai pedalaman kek NTT, Toraja, dll (ini gak muter2 lho Yb ) & pd waktu itu jg sudah disebarkan pd era yg disebut sebagai zaman pra-sekuler (1613): http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen_di_Nusa_Tenggara_Timur#Masuknya_Agama_Kristen

namun tidak disebutkan pasukan Belanda gak pernah masuk situ & hanya misionarisnya saja. apalagi pernah disebutkan bahwa ada larangan gak boleh masuk daerah pedalaman namun beberapa misionaris justru bandel & tidak pernah disusul dgn pasukan Belanda. penduduk pedalaman jg tidak pernah disebutkan di-perbudak & masih dipimpin oleh kepala sukunya ditambah lagi wilayahnya yg tidak memungkinkan utk menyetor ke Area Belanda.
Page 2 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > Kesalahan Duga: Kristen Agama Penjajah ?