Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 10 of 110 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›

Kifarin - 15/10/2012 03:23 PM
#181

Terdampar


Terhanyut aku dalam ombak kehidupan

Terbawa arus hingga ke bibir pantai yang sunyi


Berlari ku berlari .. ..

Mencari titik kehidupan di pulau sepi

Namun hanya binatang melata dan burung gagak yang ku temui


Bertanya ku pada rembulan dan pasir

"Mengapa aku disini?"

Namun hanya senyap ku rasa


Mengais ku mengais .. ..

Ku kais buih pantai

Namun hanya hampa yang ku dapat


Dingin ku disini

Sendiri .. ..

Terdampar di Pulau yang sunyi

Dan ku hanya sendiri



by ChanZigh
Kufur - 15/10/2012 03:24 PM
#182

Pagi, senja dan malam berseri

Mentari pagi bersinar diiringi oleh suara kenariku bernyanyi penuh irama riang, melompat-lompat dengan senang menikmati pagi yang terus berjalan. Orang-orang mulai bergeliat membuat karya bagi yang dicintai. Bergerak roda-roda pagi bersama dengan asap putih kecil yang tak disadari mengotori pagi...tak papa orang-orang pun tak menyadari.

lepas sudah malam kelabu berganti dengan hari baru yang penuh dengan cerita baru. Ku lepaskan semua mimpi dan ku kejar reality yang masih ada di hati. ku dapatkan sebuah arti bahwa semua bukan hanya dalam mimpi tapi aku mendapatkan sesuatu yang berarti bagi hidup ini.

ku raih pena dan kertas sahabat sejati, ku tuliskan kata-kata untukmu sang dewi...kau masih terlelap dalam mimpi namun ku tak tega menyetuhmu sepagi ini. biarkan kau terbuai mimpi karena aku telah siapkan roti dan kopi, bila kau terbangun nanti kau sudah bisa makan pagi.

ku letakkan kata-kata pagi untukmu sang dewi, agar kau bangun dengan berseri saat membaca untaian puisi pagi tanda cinta dari cinta sejati.

aku pun pergi dengan sebuah sepeda tua hasil dari sebuah kerja kuli. Ku kayuh melewati jalan-jalan kecil kota ini tempat aku dan sang dewi biasa jalan kaki. Senyum kecil terasa geli saat teringat indahnya pagi hari yang telah ku lalui. Saat pertama kali bersepeda pagi kau selalu melipat kaki, bersiul nada-nada negeri tunjukkan riang bagai kenari.

Sepedaku terus berlari untuk mencari rejeki di negeri ini supaya kelak aku dan sang dewi dan pergi menyeberangi negeri bertamasya dalam suasana happy.

ku ingin senja cepat datang kembali karena Sang dewi sudah menanti dengan segelas kopi dan roti bagi pengayuh sepeda yang dinanti. Senyum berseri bersama dengan senja sore hari karena Sang dewi bertemu lagi dengan kasih sejati. Bersama lewati malam berseri dengan bintang-bintang warna-warni.

Selalu akhiri hari dengan ciuman dan pelukkan cinta sejati.


by la casa de amor
Kifarin - 15/10/2012 03:25 PM
#183

Langkah Baja


Genggam tanganku,

Lalu kita melangkah maju

Lupakan saja segala yang "dulu"

Melangkahlah dengan hati baja

Berjalanlah pada jalan itu

Bersamaku

Kita taklukkan hati semesta



Chusna Rizqati, 26092011.22:19
Kufur - 15/10/2012 03:26 PM
#184

Depresi


rontoklah mentalku sekarang

kupanjati doa yang keseribu sekarang


oh cikal ...

bayang ...


lampu ini

berkedip


asing asing

aku disini


rontoklah nyaliku sekarang

kupanjati sesalku keseribu sekarang


biang

biang


oh inilah kelambu

ku cabut parang sibak ku pedang

ternyata

Karang yang menjelma kasih sayang


Cinta

aneh engkau berada

cinta


a

s

u



by Aspal_panasku
Kifarin - 15/10/2012 03:26 PM
#185

Yang Kutuju

sambil kutersenyum mesra
kualihkan pandangku ke arahmu
untuk setiap detik yang kurasa
apapun itu,
yang kutuju kamu...

untuk sesaat, aku terhenti, aku...
mengucap...
"kau kah itu..."


by anak_hilang
Kufur - 15/10/2012 03:27 PM
#186

Serasa

terjalin sebuah ikatan
untuk dirinya...
untuk dia yang kucinta
serasa bibir ingin mengucap
ucapan yang penuh akan sajak cinta..


by anak_hilang
Kifarin - 15/10/2012 03:28 PM
#187

Terlelap Diriku Dalam Dunia


Terniang masa kecil indah ku

Alif ba ta tersusun dari bibir kecil ku


Lalu .. ..

Makin bertambah umur ku

Kini ku bagai seorang da'i ditengah kerumunan ibu - ibu

Ku berkata bak khalifah

Dengan Lantang ku katakan mana yang salah dan mana yang benar di dunia


"Kamu Gagah nak.."

Masih terniang di telinga ucapan ibu ku

Betapa kuat kata ku tertata bagaikan tembok cina


Namun .. ..

Namun kini ku tutup lembaran suci kitab ku

Dan ku terbuai akan timangan dunia


Terlelap .. ..

Ku terlelap dalam hembusan angin siang

Tertidur dalam selimut rerumputan


Tak sadar ku telah sampai pada ujung umur ku

Terbangun dalam kegelapan , kesempitan


Sendiri .. ..

Aku sendiri disini

Ternyata tidak!

Ku ditemani cambuk, ulat, nanah, darah .. ..


Tak kusadari diriku telah ditempat siksa dan ku terbata

Kata ku kini hanya kata saja

Dan yang kuterima hanyalah siksa



by ChanZigh
Kufur - 15/10/2012 03:29 PM
#188

ILY

ahhhh...
purnama saja sudah kau buat iri dengan kecantikanmu
tak mampu lagi lidah ini membuat lagu terbaik buatmu
biar ribuan pujangga lain dengan ribuan kata nan syahdu
maaf, bukan berarti aku tak berdaya dengan semua itu

adakah kata yang tepat untuk mu?
untuk menggambarkan kecantikanmu itu?

seakan lidah ini kaku berkelu
because "I love you"..


by Luhur Hutama
Kifarin - 15/10/2012 03:30 PM
#189

Senyuman

Gontai harapan langkah berirama
Sayup terdengar merdu kematian
Mengalun nyayian amarah berdarah
Senada harapan yang padam sirna

Keluh kesah kuhadapi dengan senyum
Berusaha tutupi luka hati tercabik
Menguatkan tubuh agar tak layu
Mengepalkan tangan agar tak terlihat lemah

Darah pelepas dahaga
Mayat sahabat bernyanyi
Di depan api unggun yang meredup
Sehabis perang melawan kehidupan

Jiwa-jiwa gelap khusuk menyembah setan
Mataku hanya terpana mentap kebutaan
Telinga hanya mendegar tentang sebuah senyuman
Yang membuat bulu roma menari merinding

Terus kutapaki jalan yang panjang ini
Berusaha menghindarinya
Menghidari senyuman itu
Senyuman malaikat maut


by pandekaapi
Kufur - 15/10/2012 03:31 PM
#190

Saat Mereka MengajarkanKu


Saat mereka Mengajarkan ku ...

Aku tersenyum

Betapa bodoh diri ku yang biarkan hal ini sia - sia dari dulu

Sadar kini baru terlewat bagai jalanan jakarta yang butuh 2 jam sampai Tujuan


Kini hanya tafakur tertunduk lesu

Akan dosa dan kebaikan yang ku abaikan ....


Saat mereka Mengajarkan ku ...

Aku tertunduk lesu

Betapa lemah otak ku untuk berfikir logika dunia saja

Tanpa tak sadari indahnya kehidupan setelah ini


Saat mereka Mengajarkan ku.. . ...

Aku terhening sepi


Kini ku berlari hingga melebihi kecepatan tukang ojek

Berlari mengejar apa yang tertinggal


Masa bodo masa lalu ku

Walau keruh bagai air comberan

Atau bau sampah seperti di bantar gebang

Atau mungkin berkerak bagai daki orang yang tidak waras


Aku kan tetap mencoba meraih rahmat mu

Ya Tuhan .. .. ..

Tuntunlah aku dalam berpijak pada kerikil jembatan dunia ini



by ChanZigh
Kifarin - 15/10/2012 03:33 PM
#191

"Diam," Katamu

Masihkah kau berdiam diri dalam sepimu yang menyayat hati pilu. Kau tampakkan dirimu dalam tawa jenaka dan senyum palsu dihadapan para pejalan kaki yang kadang menemanimu dan setelah itu meninggalkanmu. Kau pampangkan rupa rupawanmu di setiap pojok-pojok kota yang menyimpan banyak rahasia, karena tak bisa bicara.

Kau tak lagi gembira karena hanya dunia maya kau berkata-kata mesra yang membuat para nestapa berhamburan ingin menerkam kemolekan yang belum tentu ada dalam dunia nyata. hilang tanpa ada kata namun tinggal dalam memori cerita yang kosong tanpa ada makna.

ketika sunyi tiba kau kembali resah dalam sepimu dan berteriak tanpa suara tinggal tombol-tombol kecil yang menderita karena terus ditekan tanpa ada jeda. Lelah ragamu tak selelah hatimu yang semakin pilu dalam pekatnya dunia walau lampu-lampu kota masih saja menyala.

"berhenti," katamu, "jangan permainkan hatiku." lalu sunyi.

Namun air matamu jatuh berlari-lari dari pelopak matamu mengalir ke pipimu. sedihmu telah terlalu tapi kau hanya membisu, karena kau ingin tegar dalam sembilu.

masihkah kau membisu walau dagingmu telah tergeroti oleh virus yang tak kenal waktu. Memburumu atas nama rindu, bergelokan dalam hati dan otakmu.

"Diam," katamu, "kau hanya mengusik ketenanganku." lalu sunyi.

Kau coba tutup mata dan telingamu, namun kau masih mendengar suara rindu bergema dalam hatimu. lelah hatimu tak berakhir kau pun beranjak dari dipan tuamu berlari ke taman kota untuk hilangkan penat hatimu.

Duduk sendiri di bangku ditemani rindu karena kau salah waktu. Hilang pandangmu saat kau pejam matamu tanpa ragu saat terang datang menyilaukan penglihatanmu.

"Diam," katamu, "aku masih ingin dalam gelapku."

"Diam," kataku, "hari sudah pagi berhentilah bermimpi. katakan pada sang kalbu kau merindu pada kasih sejatimu."


by la casa de amor
Kufur - 15/10/2012 03:34 PM
#192

Dalam Hariku Ada Kamu


Kamu tahu gak???

Aku selalu melihat pelangi dimata mu ....


Kamu tahu lagi gak???

Aku selalu liat kesejukan angin pantai dihati mu .....


Dan apa kamu tahu betapa ku mencintai mu

Dalam tegukan air TOTAL aku ingat kamu

Dalam tulisan pensil 2B aku ukir wajah mu

Dalam isapan KRETEK ku terbayang tawa mu


Dan apa kau tau??

Dalam setiap hari ku

Dalam setiap jejak hari - hari ku

Selalu ada dirimu yang membuatku kini terjatuh dan terpuruk dalam hati mu



by ChanZigh
Kifarin - 15/10/2012 03:41 PM
#193

Persiapan


aku

dari barisan terbelakang

pengusungan rencana pembangkangan

aku terbelakang urutan terpanjang


tiada ujung pada manusia setengah gila

dalam kerangka kepalamu yang merdeka

tuhan kami berkoalisi tiarap, dengan detak jantung berhenti


aku tak percaya !!!

mereka berani mengaku tuhan

memerintah kami dengan berbagai macam ancaman


aku api !!!

mereka ...

mereka ...

mereka ...

mereka ...


aku tahu rancangan cetak biru skema penghakiman

atas kami yang berseragam coklat berkebaya

tunduk kami disini



by Aspal_panasku
Kufur - 15/10/2012 03:41 PM
#194

1001 Malam


Alkisah 1000 malam dari sang raja

tentang seorang pemuda dan cawan kecil

ketika dititahkan padanya mengisi kuali

dari mata air di tengah gurun

dengan cawan kecil di tangan kanannya


Terik tampak megah di kedudukannya

mengabaikan tetesan peluh tanpa keluh

jika sang raja telah bertitah

sebutir pasirpun tak boleh menolak


Ada 1000 malam lain dari sang raja

ketika hendak terlelap dalam gulita

ingin para pekerja membangun sebuah istana

untuk di dudukinya esok hari


Angin malam tak terasa lagi

tak ada dingin yang menusuk tulang

peluh menetes lagi tanpa keluh

sang raja telah bertitah

tak seekor semutpun boleh mengaduh


Masih ada 1000 malam lagi di kisah yang sama

tentang raja dan semua yang tunduk

butuh 1 hari sejuk tanpa terik dan dingin malam

atau peluh yang menetes

dan semua kisah akan lebih baik


Makassar, 14 Agustus 2011



by Star.Admirer
Kifarin - 15/10/2012 03:42 PM
#195

MIMPIKU SEMALAM


maya-maya beterbangan dihutan kayuku

mengaisi nasi dalam danau dua sen

bukan mimpi ku terbangun

bukan aspirasi ku melamun

hanya sedikit pengcacian untuk dewa-dewa rakyatku


fiksi dalam mimpi ku semalam


salam pagi teman

selamat ku hibur kau kawan

hari ini aku bawakan nastar hitam kesukaan kalian

sekedar ingin berbagi dengan mu kawan

esok tunggu aku disini

didepan lokomotif tua yang kan mengantarmu ke masa depan

akan ku ceritakan mimpi-mimpiku

tentang para penyihir uang yang terpasung

tentang semuanya kawan

sampai bertatap esok

salam dari pertemananku


kini ku kembali harus kejalanan

mencari keadilan pada sesosok malaikat dinegeri ini

untuk bayi-bayi ku disarang bawah langitmu

#bergegas meninggalkan kamar, bklak!



by pudjangga patah hati
Kufur - 15/10/2012 03:43 PM
#196

Cepat Berlalu

Tak ingin pagi cepat menjelang
ketika malam masih ku rindukan
dingin yg mendera menjadi selimut
kala hampa menyapa
biarkan ku peluk erat kabut sepi,
hingga mentari mencairkan beku keheningan..

by mizu
Kifarin - 15/10/2012 03:43 PM
#197

ambil saja

tak banyak yang tersisa
sepotong roti terbungkus kertas
beberapa helai pakaian di atas bufet
sebuah matras yang masih tergulung
satu set pensil teraut asal
setumpuk buku usang berdebu
seperangkat perlengkapan tempur
sendal gunung yang belum kemana-mana
serta ransel merah pemberian ibuku

tak susah membawanya sekaligus kemana-mana
bermodal ransel merah itu tentu tak akan repot
bingung, kok ibu mau belikan aku ransel itu dulu
atau, beliau benar-benar kenal aku barangkali

aku jadi berpikir betapa sederhananya hidup ini
dengan satu dua usap keringat untuk tetap bernapas
sekeping harapan untuk tetap hidup
ditambah sebaris mimpi
tentu tak berlebihan

ambil saja jika kau mau
aku masih punya banyak
punya banyak cara untuk mendapatkan gantinya
hanya satu yang aku mohon jangan kau ambil
ransel merah pemberian ibuku


by nikolayevich_vl
Kufur - 15/10/2012 03:44 PM
#198

Melati-ku


Melati-ku mengalir mengikuti

air tempat jatuhnya

Dalam suci ia tantang dusta

Dalam suka ia cari nestapa

Akankah melati-ku berubah?


Jadilah mawar merah berduri

Atau layu saja dalam kelahi

Menentang rembulan dan mentari

Jangan jadi yang lain!


Karena akan dimakan evolusi

Dijadikan budak seperti tahi


Melatiku kan tetap berdiri

Mengoyot dalam batang

Tak akan terhempas

pula ia jatuh jauh pergi


Melatiku bukan mawar berduri

pun ia kan layu jadi debu

Melatiku adalah melati

Kokoh dalam harum dan suci



by dahan
Kifarin - 15/10/2012 03:45 PM
#199

Padahal Bersemayam Rindu


betapa mudah perseteruan terpentaskan di jalanan

apakah aspal yang meleleh karena panas, dan hingar

polusi kota benar menutup mata kita hingga berdinding

ah, siapa saja takut menyumbat sungai laparnya


padahal masih bersemayam rindu pada laut membiru

sebuah keleluasan dada, sama-sama hidup sentosa

tanpa berebut belulang seperti ganas anjing liar

betapa mudah perseteruan, mari segera bersedekap saja


Akhmad Muhaimin Azzet, Yogyakarta.
Kufur - 15/10/2012 03:46 PM
#200

Pagi

gemericik hujan menyadarkan ku bahwa pagi telah menanti
tik..tik..tik.


by mizu
Page 10 of 110 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5