Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 102 of 110 | ‹ First  < 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 >  Last ›

Kufur - 19/10/2012 07:54 PM
#2021

Maafkan,maafkan,maafkan, ilaa akhir


Segala yang telah terjadi

kuyakini sebagai kehendakNya

dan telah kutemukan cinta Tuhan

dalam kehendakNya

Tiada yang kukehendaki darimu

atas segala yang pernah terjadi

selain bentangan maafmu

Maafkan

maafkan

maafkan

hingga akhir usia dunia

Tuhan, puji syukur kehadiratmu

atas berakhirnya tanda tanya dalam

geliat-geliat cinta semu

puji syukur atas segala kebebasan

yang Kau berikan

bebas dari kepengapan bilik

berterali rasa nan pelik

cinta atas nama salinMu


by Rizq Karimah
Kifarin - 19/10/2012 07:54 PM
#2022

semangat pagi

mentari muncul di sela- sela tirai rumah kosku…
sayupsayup lembut kucoba membuka kedua mataku…

tak terasa pagi tlah menyambutku dengan senyuman khasnya…
pagi tlah membangunkanku bersama nyanyian jago
yang berusaha menunjukkan kewibawaannya…
tepian daun yang basah oleh lembutnya embun langit…
jatuh ke tanah dengan penuh keanggunan…
dan pagi ini tlah menyadarkan aku dari nikmat sang pencipta sesungguhnya…
sejuknya mata hati pikiran ini menikmati suka cita alami…

langit barat masih menyimpan keheningan dengan merah jambu cakrawala…
dan subuh tlah merayap di timur dengan rona jingga mempesona..
sungguh kenikmatan hakiki…
kunikmati bersama segelas susu peninggi intelejensi…
katanya *sih.. kata orang- orang tua majasi…

waktu yang ideal untuk memotivasi diri..
itulah.. di pagi hariii..


by Cici Suci Maulina
Kufur - 19/10/2012 07:55 PM
#2023

Senada

Digiring gemintang
di bilik pucuk rindu
tandas, kandas, angin biru
turun berlabuh
dilagu doa subuh

Senada kubernyanyi
kutunggu di rumah padi
bawalah kerling mentari
bawalah barang satu kuntum melati
untuk hidangan nanti
kau saji

Kutunggu kepak merpati
diulah gumam anak desa
nyanyi kidung jenaka
puji kita

Senada aku berlagu
undang sulur rindu
undang gusar gundahku
undang haru terbata
jatuh peluh di bunga

Senada bintang dan segala cengkrama
aku gubah jadi lagu kita

24/08/11


by Anteng Isnanto
Kifarin - 19/10/2012 08:00 PM
#2024

Perempuan dalam Telepon

kepada pagimu
hanya serangkaian rindu
yang tipis dan menjelma gerimis

tak ada kepalsuan waktu
yang berdetak di dalam tubuhmu
maka segala cinta telah mengubah
kesepian menjadi nyala cahaya

jika kauterdiam di pucuk-pucuk pohon
sesungguhnya kicau beburung
telah mengajakmu berbincang
tentang ladang, kenangan dan cinta
di sayap-sayap burung

harusnya kepada pagimu
tidak ada bibir yang terkilir
untuk sekadar berbagi syair
tapi kau hanya sebuah fatamorgana
yang tak mampu berbuih laiknya ombak

di atas pagimu
ada telepon bergantian memanggilmu

Probolinggo, 2012


by Husen Arifin
Kufur - 19/10/2012 08:00 PM
#2025

LELAKI YANG MENCINTAI DALAM DIAM


Lelaki itu masih termenung

Di hatinya bersemayam cinta yang dirajutnya dalam diam

Terukir indah bersama untai rindu

Diam dan tak tersentuh

Lelaki itu menanti dengan setia

Siang yang beranjak pergi

Dalam dekapan malam

Cintanya kian mekar

Wangi bunga setaman

Nyalakan nafas syahdu penuh getar rindu

Gelombang cinta tak berkesudahan

Getar rindu kian berakar

Dalam nyata tak mampu dia menjamah

Karna bidadari cintanya

berada jauh di luar lembah

Dan ….

Lelaki itu tetap setia dalam diamnya

Menanti dan berfantasi

Bila sang bidadari bisa dihampiri


KH , 19 Oktober 2012


by Asrining Nurfauzie
Kifarin - 19/10/2012 08:01 PM
#2026

Madura; Disini Aku Memuji Do’a-mu

yang terpisah di tubuh
yang mengambang di tengah lautan
yang kutinggalkan pergi
; disini aku menanam malam, sekadarnya ingin bermimpi

tubuhku adalah karangmu
yang semakin tajam
walau terhantam ombak lautan
walau dikikis panas matahari
walau terhempas di dasar jurang

; disini aku memuji do’a, yang berlomba dengan sapi kerapan

madura;
kemarin, kepergianku
disini aku bermimpi
esok aku kembali


by Arung Jatirada
Kufur - 19/10/2012 08:01 PM
#2027

Yang Mengirim Jejak, Mengiringi Sajak

Aku yang mengirim jejak, begitu jauh tahuntahun
memurbakan pembicaraan,tentang cinta dan ketulusan hati.
Aku yang mengiringi sajak, begitu luruhtahuntahun
membukukan percakapan, tentang derita dan keruntuhan hati

Musimmusim berkelebat, jaman bersiasat,
Ooo pesona syahwat, gugusan kotadesa,
orangorang pejal menjajakan usia, lewat begitu saja usia,
lewat begitu saja usia, kemana anakanak kelak dititipkan, duhai.

Tak ada katakata yang sederhana, meski tangan mengejang
menumpahkan tinta, air mata telah mengalir habis
semenjakmanusia adalah pendosa yang sempurna.

Aku yang mengirim jejak, sekarang membacakan sajak,
merindukan bila tak lagi berjarak dariMu,
berharap bila tak lagi berbatas denganMu,
berniat tak lagi berhenti mengeja aksaraMu,
berhasrat bila kembali dijamahMu.

Ampuni. Ijinkan kembali
menjadi pendoa yang sederhana.

Gresik-Mekkah, 2011-2012


by Hidayanto Budi Prasetyo
Kifarin - 19/10/2012 08:02 PM
#2028

Feeling Romantis!

siang ini, feeling romantis
bikin puisi ah!
maaf, saya mencoret dinding warna putih
dengan untaian kata-kata
mau dan tidak mau
terima saja dengan positive-thinking
serius tapi santai
sederhana dan suksees
semoga!

bersatu karena tenang
kejujuran memberikan kedamaian
kehendak dari Ilahi mudah dirasakan
tiada hambatan karena sama-sama terbuka
di masa lalu hanya ada kenangan
di masa depan hanya ada kenangan
di masa kini menciptakan kenangan
jadikanlah tiap hari penuh kemesraan
dengan SEJIWA!
tiada pemaksaan kehendak
karena Cinta berdaya Kasih
hati terbuka untuk saling memberi dan menerima
kebahagiaan yang mudah dimaknai
sederhana dalam tindak
kasih-sayang dialirkan
dengan kebaikan dan kejujuran
tiada pretensi untuk menjadi apa dan siapa
bersinar saja sebagai Cinta


by Niki Saraswati
Kufur - 19/10/2012 08:02 PM
#2029

Pernah Suatu Hari


Pernah suatu hari…

Bertemu banyak senyum di wajah polos

Ada yang malu-malu, ada yang campur gelak tawa

Bersenda gurau

Pernah suatu hari…

Kamu penuh kata, sampai tumpah semua

Tak terasa tetesan hangat mengalir di wajah polosmu

Mengadu manja

Pernah suatu hari…

Senyum tidak terbit di wajahmu

Bibirnya seperti terkunci rapat

Yang ada, berita itu…

Minta-minta, mencari uang

Kamu malu?

Pernah suatu hari…

Kamu bangun sangat pagi, mungkin tidak tidur dengan tenang

Semua perlengkapn sudah disiapkan dari kemarin

Mau pergi berkemah

Hari bebas, tidak perlu mencari uang!

Pernah suatu hari…

Ada tanya kepadamu

Kamu tidak menjawab

Tidak mau lepas juga waktu dipeluk

Wajah tersipu kamu itu

Kamu kangen juga ya?

Pernah suatu hari…

Teringat kamu dan harimu

Pagi hari kamu belajar di sekolah

Siang hari bantu pekerjaan rumah

Dan malam hari mencari uang

Meminta-minta di dekat toko swalayan

Kamu pasti sekarang sedang tidur lelap sekali

Karena lelah sehari itu.

Pernah suatu hari…

Pasti kamu pernah memikirkan aku juga

Oh, kenapa tiba-tiba malu seperti ini

Peluhku setelah 8 jam bekerja tidak ada apa-apanya,

dibanding dengan apa yang kamu lewati

Bangga sekali melihat kamu

Tidak pernah mengeluh!

Kamu, malaikat kecil yang sedang mencoba terbang

Suatu hari nanti, ketika kamu sudah menggapai citamu

Mampu terbang tinggi melintas langit

Tetap jadi malaikatku, ya? Walau kamu bukan anak kecil lagi…

Tetap jadi sahabatku, ya? Walau jarak dan waktu terlalu sering memisahkan.

Tetap jadi kebanggaanku, ya? Hingga suatu hari nanti


by Theresia Tobing
Kifarin - 19/10/2012 08:03 PM
#2030

Pada Hati Itu

Disana…
Di satu tempat tersembunyi
Ada satu hati
Yang tak lelah menanti
Yang setia memegang janji

Pada hati itu
Aku meletakkan impianku
Kiranya cintamu selalu mencukupkan aku
Seperti udara yang mengalun di tiap nafasku

Disana…
Pada satu masa yang berlabuh
Ada satu hati yang tegar tak merapuh
Menyimpan doa dalam lafadz bisunya
Memintal asa

Pada hati itu
Aku yakin menjadi yang paling berbahagia
Dalam setiap lembar masa
Yang ku lipat hingga pada akhirnya
Aku mampu merengkuhnya
Dalam airmata penuh suka

Pada hati itu
Segala keyakinan ku letakkan dalam bejana
Ku isi dengan percaya
Dan ku persembahkan indah tak bercela

Pada hati itu
Aku jatuh dan mencinta.


by Valencya Poetri Widyanti
Kufur - 19/10/2012 08:04 PM
#2031

Koplackature - Dusta, Berdusta, Tak Pernah Berdusta

Putih Kuning
Putih Kuning
Biru Hijau..

Putih Suci..
Kuning Hangat
Putih Suci..
Kuning Hangat

Biru Hijau
Biru Hijau
Rasa Haru Biru..
Pun Juga Hijau itu.. Segar

Biru Hijau
Biru Hijau
Rasa Haru Biru..
Pun Juga Hijau itu.. Segar

Dusta…
Berdusta..
Tak Pernah Berdusta.

………………………………….

Mentari itu
Mentari itu
Sinari Bumi..

Timur Barat
Laut Daya
Timur Barat
Laut Daya..

Timur Barat
Laut Daya
Mentari Sinari Bumi..
Nyatanya Mentari itu hanya diam..

Dusta…
Berdusta..
Tak Pernah Berdusta.
…………………………………… 230;…

Rasa ini
Rasa ini
Oh Rasakan Kamu..

Rindu ini..
Menuju Kamu!
Rindu ini..
Menuju Dinda!

Pada Kamu..
Pada Dinda..
Rasa Rindu.. Haru..
Segar Hijau Cintaku pada Dinda..

Dusta…
Berdusta..
Tak Pernah Berdusta.
…………………………………

Seperti itu
Seperti itu
Sinari Bumi..

Pada Mawar..
Pada Bunga..
Pada Mawar..
Pada Bunga..

Petik Bunga..
Petik Mawar..
Tapi Hati Diam..
oh Nyatanya Hati Hanya Dinda!

Dusta…
Berdusta..
Tak Pernah Berdusta.
………………………………….

Aku tak tahu
Aku tak tahu
oh begini jadi..

Pada Ani…
Hati Menuju!
Pada Ani…
Rindu menuju!

Aku tak tahu
Aku tak tahu
oh begini jadi..
Jadi sekarang Putuslah Terune..

Dusta…
Berdusta..
Tak Pernah Berdusta.
…………………………….

Hatur Harap
Hatur Harap
Pada Kuasa…

Manis Madu…
Harapan daku
Manis Madu…
Harapan daku

Hatur harap
Hatur harap
Pada Kuasa…
Mungkin saja Kita Melebur…

Irup Mate
Side Doang


by Becks Koplack
Kifarin - 19/10/2012 08:04 PM
#2032

Koplackature - Apa Kata yang Tepat?

Apa Kata Yang Tepat?

Rindu kini membuncah
Selama ini bersemayam
Sedari dulu terbersit
….

Apa Kata Yang Tepat?

Hati penuh rasa
Berkecamuk suka duka


Kenang masa bersama
setiap kamu
setiap lekukmu
setiap lakumu
setiap ucapmu
Indah!!!

Lihat semua nyata
setiap kamu
setiap tentangmu
setiap kabarmu
Lara!!!

Di Atas Keagungan Tuhan
Kurasa sentuhan Fajar, Juga yg bukan fajar
Kurasa sentuhan Angin, Juga yg bukan angin
Kurasa sentuhan Hujan, Juga ygbukan hujan


Di Atas Keagungan Tuhan
Kulihat Laku
Kudengar Kicau
Kubau Aroma
Kurasa segala-gala


Di Atas Keagungan Tuhan
juga kusisip harap..

Di Atas Keagungan Tuhan
juga kubisik ucap..

Apa Kata Yang Tepat?
Akhirnya Padamu…
Rinduku Membuncah
Harapku Mengerucut
Cintaku Mengarah
Ani !!!!!

Apa Kata Yang Tepat?
Bila Aku Mencintaimu Lebih dari-NYA?
Apa Tuhan Akan Murka?
Bila Aku Mencintaimu Lebih dari-NYA?


Apa Kata Yang Tepat?
Bila Aku Mencintaimu Lebih dari-NYA?
Apa Tuhan Akan Murka?
Bila Aku Mencintaimu Lebih dari-NYA?


Apa Kata Yang Tepat?
Bila Aku Mencintaimu Lebih dari-NYA?
Apa Tuhan Akan Murka?
Bila Aku Mencintaimu Lebih dari-NYA?


by Becks Koplack
Kufur - 19/10/2012 08:05 PM
#2033

Tersudut

Asa Q mmecah d’ats awan
Angan Q brlalu d’sapa Badai
jka ada Dunia yg tk aQ mngrti mngkin hnya Dunia ini
mnjadi orng yg hebat yg d’akui mngkin bkanlh aQ
Glmbang laut surutkn smua Mmpi Q
jka awan adlah hiasan
mngkin k’inginan N’ hrapan adlah dogeng belaka
aQ tlah brusaha bngun dri Mmpi Q tpi jka trjatuh
akn mmbuat Q lbih baik, aQ ingn trjatuh ksekian kli agr aQ bsa mnjdi yg trbaik
Dunia ini tlh d’penuhi dgn Orng2 Hbat N’ Mreka tk mau mngrti dgn Orng2 yg Lemah
aQ hnya bsa mlihat s’utuh Chaya
Coz aQ brdiri dlam K’gelapan N’ Mreka yg d’dlam Chaya
tk prnah mau tau tntang aQ ssorang yg “TERSUDUT” dlm k’glapan
skrang aQ bru mngrti
knapa bnyak orng yg trbuang N’ akhir ny Gila
Coz Ksmpatan dtang hnya untk Mnghancurkn
S’indah Pelangi
Q cba mngatur lngkah
mncari dunia yg lbih mudah untk Q jlani
aQ trlalu kcil untk Brmmpi mnjdi Bsar
N’ akhirny Mmpi itulh yg akn mnghncurkn aQ


by Ferdie Andrea
Kifarin - 19/10/2012 08:06 PM
#2034

Kepada Para Koruptor


Gantilah mkanan Bapak

dengan nasi putih,sayur,dan daging

jika ada sisa makanan bapak

jangan bapak buang

tapi berikanlah kepada kami

jangan bapak makan uang kami

nanti dengan apa kami kami makan

lihatlah air mata para bocah

yang menderas, yang meminta-minta

di setiap lampu merah menyala.

Dengan jeritan lapar yang tak tertahankan

mereka meminta dengan belas kasihan

di jalan-jalan kota jakarta

dan mereka tak menghiraukan

panasnya terik matahari

yang membakar kulit mereka

dan mereka juga tak menghiraukan

hujan yang membasahi tubuhnya

demi mencari sesuap nasi

sebenarnya mereka ingin sekolah

tapi tak punya biaya

untuk membiayai sekolah mereka

Telah bapak saksikan sekarang ini

orang-orang miskin, gepeng dan lain-lain

memenuhi suluruh penjuru negara kita

unyuk mencari sesuap nasi

Tidak kah menggetarkan hati bapak

untuk menolong ?

atau kah bapak tidak peduli

terhadap mereka?

ataukah bapak tidak menghiraukan

jeritan mereka?

Tolong., pak

gantilah makanan bapak

seperti manusia biasa

yang seperti makanan kami ini

kami mohon……

jangan bapak makan uang kami

demi masa depan kami .

karena koruptor itu sama dengan

menyengsarakan rakyat

dan negar kita akan hancur

disebabkan oleh koruptor yang merajalela


by Riskaa Apriliani
Kufur - 19/10/2012 08:07 PM
#2035

Rindu Lain


semalam, kau menitipi sejumput kelaluan yg hampir punah…

kutemukan geliat rindu pd terasmu…

matamu mencakapkan apapun yg tak terungkapi perjumpaan..

sekedar tawa yang meriuhi ruang canda, mungkin…

tapi, kedukaan mendialogkan senyummu: rajutan sesal yg belum terpuasi utk terkatakan…

eluhmu adalah anyaman sakit yg tertimbun raungan pening…

aku ingin menjadi percik air yg mengaliri haus rindumu, katamu menuntasi perbincangan yg risau..

tidurlah, meski sekejap berkata pd batin yg melelah, pasti letup keindahan memuncul sebentar lagi…

kau tertungkup dalam malam yg damai, mengharap impian yg tak hitam-putih…

lalu aku berjingkat pergi, menyusuri rindu lain yang kau tak pernah tahu..


by Mas Wagiman
Kifarin - 19/10/2012 08:07 PM
#2036

Tak Ada Puisi

Seandainya matahari kau beritahu tentang kisah kita,apakah ia akan datang kemari?
melihat bintang bintang sambil berbaring di atas lapang rerumputan. Tetapi kau hadir disisiku
dengan bara melampaui hangat matahari. Embun yang turun pun menjelma api, membakar langut yang
yang hanyut di sudut mataku.

Tak ada puisi di mambang senja itu, jika kau tak membisikkanya untukku, membangunkanku dari
tumpukan kertas mimpi. Hadirmu menggelitik ujung penaku menggoda setiap kata untuk menari bersamamu,
mengelilingi api unggun terbakar dan beterbangan menjelma bintang - bintang. Lihatlah huruf huruf itu menyusun
dongeng di cakrawala.

Andai mampu ku memperpanjang waktu, hingga jauh ke ufuk qalbu, ingin ku nikmati lebih lama pelukanmu. Sambil ku dengarkan
apa yang di rindukan jantungmu, yang kau lepas sebagai kupu kupu. Tapi aku tak punya bunga, hanya rintik madu dari butir air mataku,
reguklah seluruh tatapan manisku. Dan cahaya seakan baru bertunas di dahan dahan.


by Venus
Kufur - 19/10/2012 08:08 PM
#2037

Ketika Derajat Itu Menjadi Sebuah Perbedaan

Kehidupan saat ini tak lagi indah…
Seperti bunga tak lagi disiram setiap pagi….
Layu, mati, tak bernyawa hingga gugur….
Tak ada kehidupan yang bisa menjadi hebat dan sempurna….
Karena hanya ada derajat yang membuat hidup menjadi nyata…

Kenapa hanya derajat yang membuat semua menjadi perbedaan…
Aku pun tak ingin semua itu menjadi halangan…
Aku pun ingin seperti yang lain…
Kenapa kalian bisa…
Kenapa aku tidak bisa…
Sungguh dunia itu tidak adil…

Ketika aku terjatuh kalian acuhkan aku….
Ketika aku menangis kalian menghindar….
Apakah kalian hidup didunia ini sendiri….
Pernahkah kalian merasakan apa yang aku rasakan….

Ingin rasanya aku berteriak sekuat tenaga….
Dan ingin ku bilang kapan dunia ini adil….
Derajat mengapa menjadi penghalang semua…
Disaat aku terpuruk…
Disaat aku terdiam…

Dilorong yang sunyi, sepi, gelap, dan kotor….
Aku sendiri yang menghadapi kepahitan hidup ini….
Aku sendiri yang merasakan kejamnya dunia….
Tanpa apapun yang aku punya aku masih bisa hidup sampai saat ini….
Aku yang hidup disekitar kalian….
Aku yang berdiri disekeliling kalian….
Berdiri sendiri, meratapi nasibku yang malang ini….
Melihat kalian dari kejauhan…

Kalian yang lebih baik dariku….
Tanpa tahu bagaimana rasanya menjadi diriku….
Tanpa tahu rasanya hidup seperti aku….
Karena kalian hanya tahu derajat yang membuat menjadi lebih…..
Bagaimanapun hidupku lebih baik daripada kalian….

Memang tak seindah hidup kalian….
Tapi aku punya kasih sayang yang lebih baik….
Aku punya orang sekitar yang lebih perhatikan kami….
Aku punya sesuatu untuk aku cintai….
Tanpa kalian punya dan rasakan itu….
Karena derajat bagi kami tak lebih dari sebuah bunga….
Yang hanya indah bila disiram, ditaburi, dan disinari…
Tapi bila semua tidak ada kalian sama seperti aku…


by Harri Sanda
Kifarin - 19/10/2012 08:08 PM
#2038

Selamat Jalan Motivatorku


Selamat jalan Ayah

Mungkin kini kami tak bisa melihat senyummu

Kami tak lagi dapat mendengar kata-kata bijakmu

Nasehatmu, Candamu akan selalu kami rindukan

Kami kehilangan sosok motivator hebat sepertimu

Motivator hebat sepertimu tak akan kami lupakan

Yang mengajarkan kami untuk selalu tegar

Menyadarkan kami untuk selalu berbagi

Serta selalu memberikan semangat ketika kami terjatuh tanpa kenal lelah

Ayahh..

Maafkan kami yang tak sempat menjabat tanganmu

Dan mengucapkan bahwa kami merindukanmu

Terimakasih ayah kau telah menjadi yang terbaik untuk kami

Kini semua rinduku akan menjadi doa untukmu


by Rhomy Haryadi
Kufur - 19/10/2012 08:09 PM
#2039

Dear you

Dear…
Pria sipit berkacamata …
Aku menyematkan rinduku diantara ribuan doa yang aku ucapkan padaNya …
menahan rindu yang entah kapan berakhir untukmu
aku selalu mengingat suasananya, aku masih mengingat aromanya saat kita bertemu
Menyusuri jalan tol yang panjang berjam-jam tak begitu terasa,,, karena kamu
alasan yang begitu kuat dan membuatku tak merasa lelah menjalani semua ini.
Mataku berbinar menatapmu tersenyum, ya inilah cinta…
walaupun sakit rasanya,dan walaupun harus seperti ini cara kita bertemu
taukah kamu …
aku menjalani hari yang sangat sulit,satu hal yang sebenarnya aku pikirkan..
bagaimana caranya agar aku bisa lupa..
bagaimana caranya aku melupakan semua ini.. ??
aku masih sangat menyayangi kamu,
bahkan dalam hidup ini entah kapan aku menemukan yang seperti kamu lagi?
Tapi aku mengerti, hari ini aku mulai sadar dan belajar mengikhlaskan semuanya…
memang lebih baik kita bersahabat ,,, berteman saja…
dan tak ada yang lebih dari itu…
aku rela mengorbankan perasaan ini untuk menjaga perasaan orang lain..
biarkan hanya kita yang menderita,tanpa harus menyakiti yang lain…
semoga kita berdua diberi kebahagiaan olehNya …


by Shinta Dwi Saraswati
Kifarin - 19/10/2012 08:09 PM
#2040

Tak Ditemani Mentari

Jalanan malam dihiasi lampu temaram
Sendu ataupun bahagia menyatu padu dalam atmosfir malam
Ada yang sendiri, ada juga yang membuat pemberontakan diri
Jalan-Jalan tak kan pernah sepi
Tapi entah kenapa manusianya selalu merasa sepi
Kulihat dibawah lampu merah
Kudapati seorang anak memetik gitar
Kenapa dia bermain dilingkungan yang tak seharusnya?
Gadis kecil bernyanyi riang dipertigaan
Bukankah harusnya mereka bermain boneka saja dikamar?
Jari-Jari tengah menghiasi jalanan malam
Grung Grung Grung….
Asap mengepul dari roda dua dari para pemuda yang masih mencari jati diri
Rok mini kudapati seakan mengharuskan para mata untuk berhenti
Ahhhh…. Malam
Bisa dimaklumi banyak hal gelap
Langit sedang tak bermentari
Wajar Gelap Wajar Kalap


by Ambiwwa Novita
Page 102 of 110 | ‹ First  < 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5