Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 104 of 110 | ‹ First  < 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 >  Last ›

Kufur - 19/10/2012 10:07 PM
#2061

Menanti Angin

Menanti angin
menambat harimu
di kesunyian jauhku
bertanya pada bunga
juga pada ilalang
pergimu sisakan rindu
dan semakin berkibar
mengatasi debu
menyapa awan
melintasi kaki langit
gemuruh nafas
berderak memanggil
rindu meratap
dalam kenanganku
bersandar pada langit
pada kerlip bisu malam
mengusung namamu
berpendar bintang

Jakarta, Maret 2011


karya Linda Sarmili
Kifarin - 19/10/2012 10:08 PM
#2062

Tersesat

aku pernah tersesat
di bumi tak berjejak
aku terperangkap
dalam belantara tak berhuni
sayupku dengar suara memanggil
hendak membawaku kembali
kaki terasa berat dan tak ingin
lama ku terjebak
dalam pusaran tak bertepi
hati pernah berpaling
dari pintuMu
kini terkirim padaku
sejarah sembilan wali
menggema dalam tabir puisi
kini menyeretku kembali
dalam sujud
dalam genangan
sesal yang tulus
di atas sajadah
kugantungkan
seluruh khilaf dan tangis
untuk ampunanMu

Jakarta, April 2011


karya Linda Sarmili
Kufur - 19/10/2012 10:08 PM
#2063

Telah Terkubur

Ada yang lepas
dari dasar hati
rasa cinta juga rindu
telah terkubur
bersama nafasmu
ada yang kuberikan
batas kasih
hanya sepenggal harap
terkoyak ikatan semu
api cinta telah padam
jadi debu

Jakarta, Mei 2011


karya Linda Sarmili
Kifarin - 19/10/2012 10:10 PM
#2064

Di kedalaman Jiwa

ditengah harapku
menanti seberkas kasih
yang luntur dirambati ragu
lihatlah di kedalaman
jiwa yang letih
menanti jatuhnya embun
hujan telah berlalu
kini hati bekutak punya rasa
tak ada asa
walau kau belah hatiku

Jakarta, Juni 2011


karya Linda Sarmili
Kufur - 19/10/2012 10:13 PM
#2065

Rindu

kucoba pahami arti cinta
kucoba artikan kasih sayang
kutak pernah paksakan
kau hadir disini
kutak pernah paksakan
kau ikuti inginku
paksakan kehendak
pelanggaran terhadap hak
ini bukan cinta menurutku
tapi hari ini
terasa sesak dihati
sunyi sudah terlalu
sering menemaniku
dan hari ini
rasanya ku ingin
sentuh wajahmu
dan hadirkan kau disisiku
tapi tak kan kulakukan
menelponmu
cukup kusimpan saja
keinginan ini dalam hati

* Sukabumi, Jan 2011


karya Y Alfriyanti
Kifarin - 19/10/2012 10:12 PM
#2066

Saat Mengenalmu

saat awal mengenalmu
rasanya benci saja
yang hadir dalam hatiku
seingatku aku benar benar
tak suka padamu
hanya waktu akhirnya
kau selalu mendekatiku
kita mulai bersama
empat tahun ini
akhirnya kita semakin akrab
walau tetap dalam benakku
aku tak pernah memilihmu
untuk menemaniku

* Sukabumi, Nop 2010


karya Y Alfriyanti
Kufur - 19/10/2012 10:14 PM
#2067

Saling Diam

wahai senyap
tiap malam
kita sering bersama
bercengkerama
bahkan saling diam
membisu kenangan
apa yang kusimpan
telah kau lumat habis
dalam detik waktu
yang belum berakhir
bahkan wajah lelaki
yang kucintai mulai sulit
kuingat karena begitu lama
senyap itu menemaniku

* Sukabumi, Des 2010


karya Y Alfriyanti
Kifarin - 19/10/2012 10:14 PM
#2068

Tuhan, Peluk Aku

Tuhan,
kemarilah turun ke sini
injak tanah ini
dan peluk aku
lalu rasakan telapak kaki
yang terpanggang
tanah kering terpecah
karena panas
gulungan ombak yang menari
daun daun jati yang kering rontok dan sebagian terbakar
aku jejaki pantura
hampir setiap senti
kau pun kuharap begitu
Tuhan,
kemarilah
turun kesini, lebih dekat lagi
rasakan angin kering
yang menyelusup lewat pori pori
mata mata yang menyedihkan
kau lihat kan Tuhan?

* Pel Ratu, Okt 2010


karya Y Alfriyanti
Kufur - 19/10/2012 10:15 PM
#2069

Anakku

permata hatiku
maafkan aku bila tak bersamamu
dua belas jam dalam sehari
bukan aku kompromi pada dunia
dan bersujud pada Tuhan kita
dan coba pahami pada harta
aku hanya kompromi apa maunya
hingga kerja ini bagai berseni
harus dibuat indah dan berselera
maafkan aku bila tak bersamamu
dua belas jam dalam sehari
tak kusentuh
dan kujaga dirimu.

* Sby, Nopember 2010


karya Dwi Rejeki
Kifarin - 19/10/2012 10:16 PM
#2070

Dekap Aku

Tuhan, kemarilah dekap aku
injak tanah ini
dan rasakan telapak kaki
yang terpanggang
tanah kering
terpecah karena panas
gulungan ombak
yang menari hampa
daun daun jati yang kering
rontok dan sebagian terbakar
aku jejaki sepanjang jalan
menuju rumahMu
hampir setiap detik
kerindukan hadirmu Tuhan,
kemarilah dekap aku
ya dekap erat aku
biar sesak nafasku
ingin kurasakan hadirmu
dalam rinduku ke rumaMu
menebus banyak kelapaan

* Gresik, Desember 2010


karya Dwi Rejeki
Kufur - 19/10/2012 10:17 PM
#2071

Anak Bungsuku

malam ini aku akan cerita
tentang surga
tempat yang diidamkan
semua manusia Tuhan
malam ini dan malam selanjutnya
ibu tidak akan pernah cerita
tentang neraka
ibu takut kau nanti
sibuk dengan dirimu saja
berusaha bersihkan diri
dan berdekatan dengan
Tuhanmu saja
harimu bersibuk diri
menghindari neraka
hingga sesamamu kau biarkan hidupmu tertindas
matiu putus asa jangan seperti itu
ya anak bungsuku jangan.

* Sidoarjo, Desember 2010


karya Dwi Rejeki
Kifarin - 19/10/2012 10:18 PM
#2072

Anakku Lanang

Anakku, Lanang
kalau kau jadi pejabat negara
pergilah ke Jakarta atau Bali
pakai bus saja
selain murah banyak pemandangan
akan membuatmu berubah
dengan 26 jam perjalanan
bisa kau cium wangi susah
dan senang napas mereka
kalau pakai pesawat terbang
ya cuma satu setengah jam saja
pemandangan yang didapat
cuma awan saja
memang indah dan tenang
tapi jangan sampai pikirmu
terbayang bangsamu hidup
nyaman dan mapan.

* Denpasar, September 2010


karya Dwi Rejeki
Kufur - 19/10/2012 10:18 PM
#2073

Koruptor yang Kotor

Monas bukan tiang gantungan
KPK bukan tempat pembunuhan
Menara bukan tempat bunuh diri
Pantai bukan tempat eksekusi

Wahai koruptor yang kotor
Jangan sok aksi, siap mati
Tapi buktikan dirimu benar
Buktikan di depan pengadilan
Di hadapan penegak hukum

Tak usah berdebat
Jika hanya tuk berkelit
Tak usah menarik urat leher
Jika nyatanya kau terlibat

Hai para koruptor
Hukum tak pernah tidur
Jika kau lolos di dunia
Di akherat hukum Tuhan menanti

Tak ada gunanya kau kaya
Jika jiwa dan keluarga tersiksa
Tak ada gunanya kau pupuler
Jika nyatanya jiwamu teler

Koruptor yang kotor
Perbuatanmu jadi teror
Membuat Negara tekor
Menjadikan rakyat jontor

Hai para koruptor
Tak ada gunanya kau mengekor
Sembunyi di balik penguasa
Karena saatnya nanti kau disiksa

* Kebayoran Baru, 21 Juni 2012


karya Djunaedi Tjunti Agus
Kifarin - 19/10/2012 10:19 PM
#2074

Inikah Negeri Kita

Subuh terasa begitu indah
Hawa sejuk tanpa polusi
Tapi begitu televisi bersuara
Koran-koran pagi dibaca
Semua jadi berubah

Di ujung negeri bakuhantam
Di kota lain aparat cidera
Demonstran pun berdarah-darah
Perebutan lahan jadi masalah

Bupati ditangkap karena korupsi
Walikota, gubernur, dicekal
Anggota dewan disasar
Menteri, ketua partai, tercemar
Tapi pejabat tak kunjung sadar
Koruptor terus mermunculan
Inikah negeri kita, pemimpin kita

Kemana rasa damai itu
Dimana hati nurani pejabat
Kenapa berani menebar janji
Kenapa berani jual diri
Tapi kemudian dilupakan

Jangan jual kami
Jangan permainkan kami
Menghasut demi jabatan
Jangan hanya jual tampang
Jangan pancing pertikaian,
kesukuan, agama, bendera
Jabatan adalah amanah
Andalkanlah kemampaun

Inikah negeri kita
Semua serba tanda tanya
Tak jelas benar dan salah
Koruptor merasa berjasa
Menuding jika terpaksa
Bilang korupsinya tak seberapa

Inikah negeri kita
Inikah mutu pejabat kita
Allah selamatkan kami
Selamatkan negeri kami
Dari para pencoleng, perampok
Dari kesengsaraan dan duka

* Makassar, 18 Juli 2012


karya Djunaedi Tjunti Agus
Kufur - 19/10/2012 10:19 PM
#2075

Presiden Bebek

Kau ingin menjadi presiden?
Presiden yang dipatuhi
Presiden yang selalu diikuti
Presiden yang terlihat perkasa
Presiden yang berwibawa
Presiden yang terkesan mengayomi
Presiden yang berprilaku baik
Maka jadilah Presiden Bebek
Hanya bermodal satu tongkat
Satu galah panjang
Kau akan mengendalikan semua
Berkuasa penuh, tanpa dibantah
Tak akan ada yang menyanggah
Apalagi unjuk rasa, demonstrasi

Presiden bebek
Kau hanya perlu membebek
Mempelajari bahasa bebek
Tanpa perlu ngambek
Dan tak akan pernah diejek

Presiden bebek
Tiap pagi kau akan memungut hasil
Telur-telur yang berserakan
Tak perlu cek, suap, korupsi
Kau cukup beri makan tiap pagi
Mengembala, dan sore kembali

Presiden bebek
Kau tak perlu takut disindir
Tak usah khawatir bebeknya mangkir
Tak usah takut bebek nyinyir
Apalagi minta jatah, menyihir

Bebek tak akan merengek
Kecuali membebek


* Kebayoran Baru, 19 Juni 2012


karya Djunaedi Tjunti Agus
Kifarin - 19/10/2012 10:20 PM
#2076

Sisa Bayangan

Sisa sisa bayangan
didepan kaca
jiwaku berkata:
nikmat itu rahmat
begitu pula
dukamu

* Kertapati, Peb 2011


karya Hery Firyansyah
Kufur - 19/10/2012 10:21 PM
#2077

Telagamu Biru

Sudah selembut inikah
buku meniti
telagamu yang biru
yang sunyi
menitahkan kata
paduka cinta
sudah selirih ini
aku meniup mesra
agar benang-benang sari
terkulai jatuh
dalam pelukan
putik bungamu
Oh...rupanya engkau
turunkan bendera putih
dalam keremangan
suara berbisik:
kakak sayang
ketuklah pintu
rumah kosong
disana itu
dengan ketulusan hatimu
terima kasih.

* Palembang, Jan 2011


karya Hery Firyansyah
Kifarin - 19/10/2012 10:22 PM
#2078

Puisiku

puisiku
memang tidak asli
tidak secantik puisimu
tapi bukan dari mencuri
aku mendapatkannya
karena belajar
dan berhasil
setelah seribu kali gagal

* Pasar Ilir, Mart 2011


karya Hery Firyansyah
Kufur - 19/10/2012 10:22 PM
#2079

Sajak Bolak Balik

ia lahir
dari susunan kata-kata
dari susunan
kata-kataia lahir

* Kuto Besak, April 2011


karya Hery Firyansyah
Kifarin - 19/10/2012 10:23 PM
#2080

Renungan

sekalipun engkau
adalah seorang pertapa
aku yakin
tak akan
mungkin bisa mencipta
puisi tanpa kata-kata

* Pulo Kemaro, Mei 2011


karya Hery Firyansyah
Page 104 of 110 | ‹ First  < 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5