Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 109 of 110 | ‹ First  < 104 105 106 107 108 109 110 > 

Kifarin - 20/10/2012 09:39 AM
#2161

ROCKING AROUND

setelah 55 kali natalan,
setelah 1001 lebih
cerita natal dibaca ternyata
Tuhan bukan sinterklaas
yang cukup dengan kau berdoa
rejeki dibikin turun bagai hujan
atau tumbuh seperti rumput liar
untuk makan : kau harus
nyangkul + nandur rohdim kardus,
si wong kudus berkata
demi nyangkul, nandur,
serta panenan dibutuhkan cangkul + lahan
hak milik seperti buruh
butuh majikan serta si wira swasta butuh modal. itu,
senantiasa Tuhan bukan
sinterklaas
sinterklaas bukan Tuhan
manusia diciptakan berikhtiar
dan berdoa dan dapat sorga, katanya.
kata-Nya?

10/5. 2007

by Beni Setia
Kufur - 20/10/2012 09:40 AM
#2162

DANCE MACABRE

selain siul apa lagi
yang bisa dimiliki bila doa harus dipelajari
dan ke masjid
butuh pakaian pantas?
sementara buat
mengemis butuh perda baru
dan bukan sekedar naskah qur'an dan
ajaran welas asih selain siul
hanya tersisa bunuh diri bersama

2009

by Beni Setia
Kifarin - 20/10/2012 09:40 AM
#2163

DUA EPIGRAM

1
ada tiga suara telepon
masuk di bus, dan empat lagi
kirim sms.
dan kalau seluruh orang di dunia
berserentak menelepon:
siapa menerima? Allah?

2
ada di mana Allah
ketika our computer's system error?
apa perlu dipanggil kalau ada after sale service?
apa Allah nganggur?

10/7/2010

by Beni Setia
Kufur - 20/10/2012 09:44 AM
#2164

BABIBUBABUBABIBLI

lemak babi jelas haram
karena berasal dari babi.
tapi:bagaimana dengan babi lemak?
sang cu pat-kay
yang memakan apa saja
dan setiap saat
ingin makan selalu
sehingga tubuhnya
berselimut lemak?
dan bagaimana dengan
si tidak berselimut lemak
tapi terus memakan
apa saja di mana saja
dan dengan merenggut apa yang
tersedia di tangan anak-anak
rakyat-si sang duafa-?

2012

by Beni Setia
Kifarin - 20/10/2012 09:45 AM
#2165

Ujung Kaki Langit

Di gerbang pura
wajah kelu menatap langit
untuk kesekian kalinya
dia bertanya pada angin
senyum letihnya mengawali
bencana
menyusuri lembah
dan bukit batu
dia bertanya pada awan
dia berharap dewata agung melintas
melemparnya ke jagat lain
dimana ujung kaki langit yang tak kenal kasta
segala rupa sama
segala rasa rata

* Denpasar, Jan 2011

by Chairul Abhsar
Kufur - 20/10/2012 09:46 AM
#2166

Mencium Bumi

Aku terhempas
seperti mencium bumi
pintu gelap tiada teraba
hati semakin perih
masaku melalui
hari hari sunyi
telah menempa
seluruh iman dan khilafku
sejauh itu aku berlari
mengejar segala
yang nampak
topeng dunia
memagari rupa
mendesak menerkam
melumuri hati
bisu malam tempat ku
berbaring
menumpahkan penat
dan pikiran terpenggal
kadang kutemukan diriMu
meski sepintas melintas
jauh kumencari
tersandar di kaki langit
ternyata hanya disini
hanya pada hati
tempatmu sembunyi

* Surabaya, Feb 2011

by Chairul Abhsar
Kifarin - 20/10/2012 09:46 AM
#2167

Pulang (I)

Aku masih termangu
mengenal segala rasa
segala tanya
aku ingin marah
pada hatiku
yang lemah
menghadapi rasa
dan rindu
yang membukit
Meski aku tak pasti
rasa hati begitu dalam
mendekap dan sulit
kuenyahkan
tapi ini kali yang tertunda
ketika rindu kian menepi
ketika hasrat kian surut
aku hendak kembali
pada jalanku
gejolak hati parau
menembus yang
tak mungkin
ini cobaan menghadang buih
aku tak hendak sesali
segala rasa
segala harap
segala cemas
yang sempat hadir
dan hinggap
yang masih membekas
di ujung hati

* Jakarta, Mart 2011

by Chairul Abhsar
Kufur - 20/10/2012 09:48 AM
#2168

Pulang (II)

Kini segala rasa buatmu
harus padam dan berakhir
sebelum aku benar-benar letih
Ini kali pertanda
hidup selalu menandai luka
pada setiap pertemuan
yang digariskan
hidup terus memanggil
bahkan jadi kenangan
pada lembar
yang tak pernah usang
sebab hidup terus mengalir

* Jakarta, Mart 2011

by Chairul Abhsar
Kifarin - 20/10/2012 09:49 AM
#2169

AKU DAN BAYANGMU

Sayang, pernah kucoba
menisik sepi malam, karenamu.melawan
lidah-lidah api bisu
yang berkobar,
kala serangga lelap,
berkerumun di dahan kayu.
Aku terbius, dan kutinggalkan jarum patah
untuk menikam dada malam,
separuhnya lagi, kusangkutkan,
menggantung di tepi rembulan.
Malam itu,
sempat kuabaikan rasa.
membiarkan diriku
terseret jauh
dalam arus kerinduan.
Gemah bergemuruh dan kau tersenyum,
kala latar yang terangkat,
jatuh ke permukaan.
Menitis seperti embun,
menetes seperti bayangmu.

* Jakarta, November 2011.

by Lina Husaini
Kufur - 20/10/2012 09:49 AM
#2170

MARGOT (II)

dan aku jengah,
saat mentari melumuri sinarnya
di rambutku.
Sepagi ini,
kau begitu kusam,
hadir mendahului embun
hanya untuk meminta maaf...?
Cukup, Margot.
Biarkan puing itu berirama sendiri, agar ia tau,
nada mana yang mampu
di lagukannya.
Tak perlu meresahkan hati
hanya untuk sebuah renjana.
Pergi...Berlarilah....seperti
sepasukan prajurit
yang menentang musuh.
Tinggalkan aku sendiri,
biarkan rasa ini, biarlah kutitipkan
pada angin yang kan berhembus
di tiap nafasku, untukmu.

by Lina Husaini
Kifarin - 20/10/2012 09:50 AM
#2171

PURI DI HATIKU

Telah kubangun puri,
di hatiku.menghidupkannya,
semarak
seperti sebuah carnaval.
Tinggallah disitu,
Khayalku,
kau melewati lembah
dan menyongsongku,
karena puri itu akan sunyi
tanpa kehadiran kita.
Tapi, pelangi mengantarmu
hanya separuh jalan,
dan kau meraihku, kemudian
melemparkanku ke dalam sepi.
Kau bahkan tak pernah
sempat melihat,
bagaimana puri itu lahir
dengan dinding-dinding pucat,
karena airmata.bagaimana
puri itu berdiri
dengan tiang-tiang rapuh
karena nelangsa.
Datanglah...sebelum inginku
karam dan membatu.

* Jakarta, 11 desember 2011.

by Lina Husaini
Kufur - 20/10/2012 09:51 AM
#2172

JENGAH

Telah kutelusuri rawarawa mencari jejak diammu
namun hanya jengah
yang kutemukan di antara ilalang

15112011

by Ratu Ayu
Kifarin - 20/10/2012 09:55 AM
#2173

PENANTIAN

saat peluh membuncah
dalam penantian pijar mata api
membakar sebait saja kruh ruh terbang
mencari tenang saat kehilangan pada semua musim
yang dijalani
hanya gerimis setia menemani

15112011

by Ratu Ayu
Kufur - 20/10/2012 09:56 AM
#2174

SAKIT KEPALA

Kepala kalut bayangan menjadi akar pangkat
kemudian berlari
membentuk lingkaran semakin lama
semakin kuat berputar ubun ubun
memberi sinyal nyut nyut nyut

17112011

by Ratu Ayu
Kifarin - 20/10/2012 09:57 AM
#2175

KIDUNG ILALANG

sesekali suara itu bening sesekali pula serak
tersekat angin selalu memainkan
pucuk lembutnya membisikan desau kadang sesekali
menyibak batangnya menjelma galau kidung
ilalang menyanyikan takdirnya dari musim ke musim

16112011

by Ratu Ayu
Kufur - 20/10/2012 09:57 AM
#2176

PERCAKAPAN WAKTU

sebait sajak telah kubuat
untukmu yang berani kucintai
dalam diam bersama denting waktu
aku padamu memahat hati
pada kata bisu

21112011

by Ratu Ayu
Kifarin - 20/10/2012 09:58 AM
#2177

PESAN BUAT KEKASIH

Sayangku kabut hitam menggelapkan jalan
lelah jiwa menggapai asa cinta
terpuruk nestapa tak berujung
gemerisik daun yang biasa menyanyi merdu
kini melagukan kepedihan pada pucuk
rasa biduk cinta karam sudah terhempas badai
menderu tak kuasa bertahan dalam lingkaran
terlalu kuat angin prahara menerjang dada terombang ambing
galau di perahu cinta tenggelam pada ujung penantian
gerimis pertanyaan melintas menunggu jawab
nafsukah yang telah tersemai
di ladang cinta atau tajug tajug
ketulusan yang berdiri tak ada jawaban
di lembaran hati bungkam hanya prasangka mengitari
pertanyaan koyak jasad mati di keranda rindu tersilet rasa
pada kata memerih dalam cinta yang terusung
kini jatuh berserak karena licinnya jalan menuju
bahtera terpelanting jiwa pada kecewa disini aku tak tahu
akan kemana pergi sementara embun sudah enggan
menitik pada daun bunga di taman
yang sering mengharumkan
pagi siangku layu mengering ....

Cirebon, 1 Feb 2011

by Ratu Ayu
Kufur - 20/10/2012 09:59 AM
#2178

JAKARTA

kota ini berkaki seribu jembatan
para urban memasang tenda
di bawahnya ada manusia menjelma tikus
ada tikus menjelma srigala
pada saat berkumpul,
bingunglah aku sebab tak bisa
membedakan satu sama lainnya
di lima wilayahnya
tumbuh pohon benalu bergelayut
di pintu-pintu kehidupan anak-anak meniup
terompet kelaparan suaranya parau
di depan pintu gerbang rumah para
pengusaha dan penguasa mereka
dihiraukan. dianggapnya hanya sebagai kebisingan semata
kota ini berkaki seribu jembatan tapi hanya untuk mereka
yang mendirikan dan merobohkannya kembali
sedang yang jadi korban
tentu mereka yang ada di bawahnya.

Depok, 2011

by Gita Nuari
Kifarin - 20/10/2012 09:59 AM
#2179

LELAKIKU

lelakiku,
di penghabisanku nanti
pintu-pintu akan terbuka
tanpa kumintatak ada yang bisa kau lakukan
kecuali memilih doa
dan kembang bagi kuburku
lelakiku, aku telah melihat
berbagai jalan tapi aku tak tahu
akan lewat mana sebab ruhku sudah ada yang menuntunnya
dan aku cuma menuntun awan dan angin
masuk ke dalamnya lelakiku,
tanam tubuhku seperti menanam palawija di lereng dunia
tabur kuburku dengan butiran doa
bukan dengan butiran airmata sebab butir kepalsuan itu
cuma jadi kerikil nantinya.

Depok, 2011

by Gita Nuari
Kufur - 20/10/2012 10:00 AM
#2180

PUKUL 10.15 PAGI

pagi menyeruak mengusung bara
di setiap tempat keberangkatan, waktu diperdebatkan.
di stasiun, orang-orang tak lagi santai mereka kerap
bergegas hanya untuk mencari sebatang tusuk gigi
seekor anjing melintas di depan toko.
lalu menggonggong. orang-orang panik seorang bocah
menyembunyikan mainannya di belakang ibunya
matahari menggelepar di cakrawala teriknya disapu
oleh tukang sapu jalanan seorang polisi
memaki seekor semut yang berenang
di dalam gelas kopinya seorang gadis
berjalan di tengah rel kereta
langkahnya tak mengandung arah
matanya tak seluncur anak panah hendak ke mana gerangan?
jakarta sedang mendidih, dis jangan ke sana.
datang saja ke perpustakaan buku-buku
bisa kau buat panduan isinya tidak membuat
bebal pikiran datanglah ke mana,
asal jangan jakarta tapi jangan bawa
rasa ingin bunuh diri!

Depok, 2011

by Gita Nuari
Page 109 of 110 | ‹ First  < 104 105 106 107 108 109 110 > 
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5