Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 110 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›

Kifarin - 15/10/2012 03:46 PM
#201

I'am Back to Start a New Begining


Ingatkah kalian ketika semburat jingga meredup

Sementara gelap malam mengendap

Saat itu ada hati meragu mengadu sendu

Ada pemberontakan pada jiwa yang lama bisu


Ingatkah kalian akan perih pun bimbang yang kulukis

Di atas kanvas langit dan bumi yang menangis?


Tiap hari hujan deras

salam hangat buat semuanya

jangan seperti saya ya

ini kali terakhir saya menghirup udara di ruangan ini

meski akhirnya mereka akan sangat benci

pemberontakan ini sudah sangat dalam terpatri

hingga saya tak mungkin mencoretnya lagi

tak ada pula wktu untuk mnyesali

mari berkemas sebelum pergi

perceraian,pernikahan,perkuliahan,minggat

haruskah dinegosiasikan mana yang lebih pantas

mendapatkan 'waktu' yang diperebutkan?

sudah ku putuskan 'saat itu'

aku takkan mengalah

meski 'saat itu' pun menggenggam peran mereka


Apa kalian ingat akan hal itu?

Aku memang pergi

Tapi aku kembali

Untuk sebuah catatan baru



by Ly_just_a_named
Kufur - 15/10/2012 03:47 PM
#202

Hanya Ingin

hanya ingin bergegas mengapai pelangi dan tak ingin terusik oleh apapun


by mizu
Kifarin - 15/10/2012 03:48 PM
#203

cintaku padamu adalah sebuah rasa


Rasa yang hanya bisa ku tuangkan lewat tulisan

Aku tak pernah menyesal bertemu dengan mu

Karena bersamamu ku rasakan warna kehidupan

Bersamamu pula ku merasakan sesuatu yang menyenangkan

Aku mencintaimu dengan setulus hati ku

Mencintaimu adalah pilihan hidup ku

Kau mencintai ku adalah takdir ku

Ku mohon pertahankan rasa ini

Tuhan jangan pisahkan ia dari ku...

Karna ia adalah cinta terakhir dalam hidupku....



by ip_23
Kufur - 15/10/2012 03:49 PM
#204

Reliku Pemenang


Aku terjatuh,terlena oleh kumpulan penjahat yang membius jantung sampai terjerat.Aku terkilir oleh nafsu yang singkat,merangsek menembus rongga kehidupan.Jalan pulang yang melambat diiringi lantunan sendu malaikat-malaikat pencabut nyawa.

Ini Nyawaku

TInggal satu satunya yang berarti.

Lingkaran hidup menyepi

Sedan!

Edan

Dan....

lalai jadinya...

Mulailah disaat aku melihat bulan menyinari di siang hari dan matahari cemburu padanya,aku akan menang dan akan kembali menangis untuk dia yang terlewatkan.Inilah harapan,kelaparan akan aku jadikan makanan yang menyenangkan dan luapan kerinduan.

Aku menantang

Jahat

Pada Ahad

Aku berjihad....

Apa mauku?

Mauku tersedu...

Aku mati Jadinya.Tapi akulah pemenang Karena alam menerimaku dengan damai.Aku tak butuh dunia yang luas karena hidupku tlah luas berjuang.Bukan mereka yang melihatku nanar dan takut akan kepedihan.Merekalah kepedihan di atas kepedihan.

hahahaha

Akulah pemenang!



by iman
Kifarin - 15/10/2012 03:49 PM
#205

Tulis, Baca

aku tulis, hanya tuk ku baca
tirai drama sudah sejak tadi terbuka
kapan -- tertutup?

aku ingin: menulis
dan tu-lis
t-u-l-i-s

aku ingin: baca
dan ba-ca
b-a-c-a

tersesat, aku di milieu waktu



by xentra
Kufur - 15/10/2012 03:50 PM
#206

Rumah Cinta


kau ambil sekumpulan sayuran tuk sebuah sup kehangatan

ku duduk temani mu menyalakan api kehidupan

memasak masakan kesukaan

untuk mu dan aku bersantap malam


senyummu penuh kehangatan walau kau keringatan kepanasan

ku pun tersenyum mengeringkan bulir-bulir air kelelahan

kau pun tersipu penuh kegembiraan

saat kita menyantap semangkuk sup kehangatan


ku tuangkan segelas segelas anggur kesukaan

bersulang untuk kehidupan

hangat menghantar ke relung dada pernapasan

saat ku dan kau teguk rasa anggur kesukaan


bercakap kau dan aku dalam kehangatan

tertawa cerita tentang kejenakaan

berkelana dalam sebuah bayang pernikahan

tentang rumah cinta yang kita idamkan


ku torehkan tinta-tinta di kertas putih yang kau berikan

kau sapukan kuas warna-warni keindahan

skesta pun terbentang indah menampakkan kebahagiaan

ceria dalam sebuah rumah cinta yang kita idamkan


Tersenyum kau dan aku di atas sketsa rumah idaman

berdansa dalam pelukan

mengikuti irama dari piringan hitam

melantunkan lagu tentang pernikahan.



by la casa de amor
Kifarin - 15/10/2012 03:51 PM
#207

Bulan Yang Tak Tahu

Bulan mengeluh pada matahari
sinarnya tak lagi curahkan kata
hanya setitik kedip yang tak sanggup meraba
wajah muram sang bidadari

Peri-peri pun berkelana
mencari di mana matahari datang dan pergi
tapi cahaya selalu menghilang
sebelum siapapun sempat menemukannya

Bulan mengeluh pada bintang
senyumnya tak lagi bentangkan warna
tak terkecuali di bola matamu
yang juga kegelapan tutupi lentera

Tapi bukankah keyakinan sudah cukup
Untuk buktikan cahaya itu ada?


by KangBowo
Kufur - 15/10/2012 03:52 PM
#208

Aku Tak Peduli Lagi

Sekarang Aku Tak Peduli
Meski Cemooh
Cacian dan hinaanmu
Kepadaku

Aku Tak Mau Urusi
Setiap Curhatanmu
Yang bernada Tinggi Emosimu...

Aku juga tak peduli
Meski Kau adu dombaku Lagi dengan yayangmu Yang busuk itu.

Sudah cukup aku mencintaimu.
Dan sekarang rasa Cinta
Telah mati.

Aku juga gak peduli lagi
Dengan setiapa problema
Yang kau hadapi.
Jangan Curhat Ke aku...

Dan tak perlu tuk
Berbuang Aksara lebih
Jo Nyebut Adik Maneh.
Aku Wis Ora Ono Trisno Maneh.


by Kaze seimaru
Kifarin - 15/10/2012 03:53 PM
#209

kau,dia,dan juga aku


dia hadir saat ku menanti

kepastian itu darimu


tak dapat ku memilih

antara ; kau atau dia

dan juga sepi


tak ingin pula

menyakiti atau tersakiti ;

kau, dia, dan juga aku


kau ;

dimana jawab

yang ku pinta darimu


dan

dia ;

tetap temani aku

di persimpangan ini

menjadi saksi dari

apa yang kan terjadi



by RIf
Kufur - 15/10/2012 03:54 PM
#210

Nikmati Pagi


Similir angin pagi membelaiku saat ku duduk di pinggiran sungai desa, menikmati udara segar mengisi rongga dada

ku lepas pandang ke depan hamparan hijau menenangkan kenangan ingatan akan dirimu yang slalu merindukan kesederhanaan dalam pelukkan

sepeda-sepeda tua beriringin di kayuh kaki-kaki tua penuh juang demi orang-orang yang dicinta, menanam benih-benih cinta di tanah leluhur yang tak henti berikan rejeki bagi anak dan istri tercinta

mentari pun bangun dari mimpi diiringi nyanyian kenari yang tiada henti, melambungkan puja-puji pada sang Ilahi, mengucap selamat pagi kepada penghuni negeri yang duduk menikmati pagi

Ku seruput secangkir kopi pagi, hangat menyerap dalam hati, sehangat kecupanmu di saat pagi saat kau bangunkan ku dari mimpi.
ku teruskan pandangan nikmati pagi, senyummu menghiasi penuh sensasi saat kau membelaiku dipipi, katakan aku takkan terganti

anak-anakpun bersorak penuh semangat berlari di hamparan padi, berteriak menggapai mimpi bersama dengan senyum mentari yang tak lelah mengiringi kehidupan ku ini.

ku pun bersandar dengan senang hati di dadamu sang dewi, lembut kau usap setiap jengkal hati, menyentuh jiwaku ini, yang masih dalam ragawi.
ku penuhi hati dengan senyummu di pagi hari, mewujudkan mimpi penuh arti bagi anak-anak negeri yang saling mencintai.



by la casa de amor
Kifarin - 15/10/2012 03:54 PM
#211

Tentang dirimu

aku mengerti
tapi enggan kuberi tau,
semua ini tentang dirimu
hanya dirimu

aku pemimpi
yang bermimpi bisa mencintaimu,
kau boleh lupa denganku
tapi tidak dengan perasaanku

aku bukan berharap
yang aku perlu,
hanya sedikit cintamu
sedikit untukku


by anak_hilang
Kufur - 15/10/2012 03:55 PM
#212

kamu dan aku (opera mau)


suka ku adalah suka mu

duka ku adalah duka mu

bertemu dalam satu dimensi waktu

saat kita berbagi kisah yang satu


jedahmu adalah istirahatku

sunyimu adalah sepiku

ceriamu adalah kegembiraanku

bernyanyi dendangkan lagu kisah kau dan aku


penamu menulis bait hatiku

penaku melukis wajah hatimu

satu dalam sebuah irama melayu

berjoget bagaikan para serdadu


bertanyakah kau siapa diriku

ku diam menyimpan mysterymu

biarkan sejenak maya membelenggu

rahasia yang satu


Menerka adalah keahlianmu

menebak adalah naluriku

nikmati saja apa yang tertemu

walau menyimpan beribu rasa rindu


ku dan kamu menanti waktu itu

saat tirai terbuka menyingkap diriku dan dirimu

dari panggung opera berjudul mau

penonton pun akan bersorak penuh haru



by la casa de amor
Kifarin - 15/10/2012 03:56 PM
#213

Kawan


pikirmu kau Qidir yang menegakkan dinding di kampung si kikir

atau kau ingin mati menenggak lelucon seperti Sokrates tua

meja besar, katamu

cih,

atau aku memang buta tentangmu

semoga menang saja, kawan



by tonie_rev.
Kufur - 15/10/2012 03:56 PM
#214

Terjebak


di persimpangan ini

kau meninggalkan ku

namun di saat yang sama

ku bersua dengan nya

kisah lama ku yang hampir terlupa


dia mendekat,melekat

memercikan api pada bara yang hampir mati

meredam amarah yang membuncah


dan

kini makin ku tak mengerti semua ini

ini uji-Mu padaku yang lemah

atau jawab dari do'a yang tengadah


by RIf
Kifarin - 15/10/2012 03:57 PM
#215

Aku,Kamu,Nafsu?


Aku Ikut berduka...

Kamarmu penuh darah

Lautan pasrah

Tak indah

Pun..

Kalau Alim

Mereka merdeka semua

Bukan lagi nafsu terengkuh

tapi bisa azan setiap mulutmu berucap


Aku kira kamu noda

Bisa kuhilangkan sekejap saja

tapi bukan

Kau ternyata pedang

Pedang zalim

zalim hati

Hati.....

Sudah!


Aku juga sama

Terisi nafsu sama sepertimu

Tapi aku lupa

Nafsu apa yang kuperbuat?



by iman
Kufur - 15/10/2012 03:58 PM
#216

KALA PAGIKU BERTEMU TUBUHMU

Sepagi ini,
Bertemu lagi sadarku dengan tubuhmu
Kering belulangmu menyakiti emosiku
Baru kemarin kutinggalkan kau dengan serapah
Dan kumuarakan hati pada rindu baru yang kutau hanya siluet

Sayang,
Kemarin kubuat kau tersenyum untuk kita yang selalu bersama
Janjiku tidak setegak langkah kaki ini menjejak berisiknya aspal kota
Yang kutahu kau mencintaiku seperti aku mencintaimu
Entahlah kapan kau akan memahkotakanku pada duniamu
Terasa, aku tak jenak menyimpanmu dalam setia janji

Sekali dan berkali kuingkari cintamu disini
Berkali dan berpuluh kali tersungkurku dibawah kakimu yang selalu mencariku
Cabiklah hatiku kalau aku menyakiti hatimu yang kukoyak
Injak-injak saja kita yang dulu dan sekarang masih membuatmu menunggu
Lakukan!

Sudahi aku sekarang,
Kalau dihidupku harus melihatmu meregang mati tiap merinduku
Jika di pinggir-pinggir doaku yang kulihat hanya hatimu yang tak terbungkus daging
Biarkan aku tiada kalau adaku membuatmu tertusuk pisau tiap kau sebut namaku
Sudahi aku sekarang karena aku pun sakaratul kala pagi mempertemukanku dengan tubuhmu


by yayagyp
Kifarin - 15/10/2012 03:59 PM
#217

(A)wali dan akhir(I)


sepi ku sendiri di malam ini

hanya berteman dengan air mata hati

memporak porandakan insani

lemah tak berdaya selimuti diri


ku ingin kututup diri

namun kau selalu hadir diri

ku ingin katakan Pergi

tap kau malah menyayat hati


perih....mata bukan karena asap ini

tapi karena sejuta raksa menghujat diri

apakah telah pergi

atau aku hanya berimajinasi


geram diriku tapi semua hanya mimpi

mulut komat kamit tapi tak ada umpatan bergerigi

semua hanya dalam imajinasi

semua hanya sebuah ilusi


rongga sesak dada memberontak

darah hampir muncrat

mata merah menyalak

tapi aku tak bisa berteriak


bara tak lagi panas

ku hisap tak terarah

rusak, retak, tak terucap

diam dalam gelap


hemm...suara berat

terdengar tak bersahabat

bergerak mendekat

maka akan ku damprat


maaf kataku sejenak walau kata telah terucap

hening tak berkejap

hanya jangkrik bercakap

senyap tak berarti lenyap


maaf sang jejak ku lepaskan tali pengikat

biarkan aku minggat

tanpa kata berkarat

bila kau ingat


berderap langkah-langkah sang sahabat

tapi maaf aku telah berkeringat

lelah karena terpikat

kini aku berkelana lari dari pemikat


akan kugerai rambut mengkilap

dengan senyum penuh pikat

kelak datang harap

saat yang mungkin tepat.



by la casa de amor
Kufur - 15/10/2012 03:59 PM
#218

(ini baru) GALAU


tak tahu darah mana yang mengental

pujanggakah?

pengkhianatkah?


tak tahu jiwa mana yang memudar

putihkah?

hitamkah?


ada dimana kita, dalam persaudaraan semu

persahabatan palsu

taring perdamaian


Tuhan yang mana?

yang selama ini kita cari

dalam pembelaan ego


tak tahu sampai mana lidah berkelit

membela diri


tak tahu tobat mana kami berlabuh

lagi dan lagi


tak tahu jalan mana lagi

ini takdir yang saya tentukan sendiri


salah-benar

benar-salah



by ardarklucifer
Kifarin - 15/10/2012 04:00 PM
#219

TIDUR DENGAN 11 KARDUS BERISI UANG


tidur dengan sebelas kardus berisi maha uang

berlatar nyata dibalik si miskin di panggung jalanan

entah hukum atau demokrasi yang berteman iblis

ini lanjutan puisiku

bertajuk meluluhkan batu es untuk pendidikan ku

ini lanjutan ajakanku

mari berjanji "kami berbahasa satu, bahasa tanpa korupsi"

ini lanjutan perjuanganku

siapa itu yulianis, serupa fakta hukum dinegeri papua

ini lanjutan kemudianku

dengan nama endhaswara merajuk mimpi untuk pendidkan sebelas juta anak rakyat indonesia

ini lanjutan sebuah lanjutan

bertengger untuk pak presidenku



by pudjangga patah hati
Kufur - 15/10/2012 04:01 PM
#220

Lelah


letih ..

aku sangat letih

haus, dahaga menjadi satu

berputar-putar dalam kepalaku


jiwaku sudah sekarat

tercengkram dalam penat

lapar tapi tak nafsu makan

haus tapi terlalu malas untuk minum

mengantuk tapi tidak bisa tidur


maka dari itu ......

TOLONG PIJITIN DONG

CAPE NEH!



by Canon Bender
Page 11 of 110 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5