Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 13 of 110 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›

Kifarin - 16/10/2012 02:15 AM
#241

Yang terjadi pagi ini


Aku melewati pagi ini dengan terlalu dramatis, barangkali

Matahari meradang merah, persis amarah berlapis-lapis

Selubung embun tangis


Pertengkaran semalam membuatku tak lagi berminat

terhadap apapun kecuali

kesedihanku sendiri


Kelu berbaris dari kantung mata

hingga rusuk dada

Terengah menahan amuk


Pagi berakhir luruh lebur dalam bara di dadaku

Tak ada yang tersisa terkecuali catatan ini


Singaraja, 15 Oktober 2012


-Ary Dharmayanti-
Kufur - 16/10/2012 02:16 AM
#242

Aku Ingin Berhenti Berpuisi


Lembayung senja hantarkan sebuah risalah hati

Tentang seonggok rasa yang tak ingin berontak

Tentang sebulir hasrat yang membuncah pada sebuah temaram

Tentang rangkaian kata dan alunan suara hati


Namun lagu-lagu itu terus hanyutkan rangkuman jiwa

Jiwa pesolek yang terdampar pada pelabuhan kata

Hingga nurani dan naluri bersatu balut

Mengurai lagi dalam sajak-sajak rindu


Sesosok wujud yang tak selalu nampak

Setubuh kalimat yang tak selalu terpahamkan

Sebangun rasa yang tak selalu terterka

Dalam bait-bait yang selalu kujauh

Namun tak dapat menjauh



by najmah_roe
Kifarin - 16/10/2012 02:17 AM
#243

Tentang Hati

Dulu, kisah ini menggelayut dalam dada
Tentang cerita orang yang akrab dengan mayapada
Hati ini turut terbuai
Lupa akan hakikat segumpal daging yang terburai

“Idza sholahat, sholahal jasadu kulluhu
Waidza fasadat, fasadal jasadu kulluhu
Alaa, fahiya qalbu...”

Sepenggal kata itu buatku merinding
Tubuh ini gemetar memandang refleksi di balik cermin
Perih jika kulumat kata-kata itu
Sakit jika kutelan makna di baliknya

Temaram mengantarku ke sebuah semak pengakuan
Hingga akhirnya terbalut dalam hologram malam
Hiruk pikuk fana
Kemerlip dusta
Dirgantara kesombongan,
Hingga selaksa nafsu terkuak sudah


by najmah_roe
Kufur - 16/10/2012 02:18 AM
#244

SAMPAH

temanku bernama sampah..ia jauh datang dari kota. ia datang bergerombol di bak truk kuning lusuh. Menuju titik d tempatku berdiri. ya, disinilah sampah menemaniku seharian..semalaman.. setiap waktu..dan seumur punggungku menopang keranjangku. Senangnya kalau dia datang...sudah terbayang makan enak ngiras di warteg tanpa takut kasbon..dan rokok sebungkus filter menggantikan sementara rokok lintingan, Gula dan beras masuk dapur..jatah preman selesai, utang sabun terlunasi..susu didapat. Kalau masih sisa ya buat makan esoknya lagi, dan lagi dan lagi. hingga kembali menunggu sampah memberi harapan baru lagi. Hidup yang sederhana, hanya ada sampah dan aku.. dan duniaku yang kubeli dari sampah.. sudah cukup, itu saja... tak ada politik..yang ternyata lebih bau dan lebih kotor..

Jika sampah tidak datang..oh tidak mungkin..tidak mungkin. Mustahil sampah sehari saja absen datang ke tempatku berdiri...ia akan terus datang...Selama orang masih bodoh, ia akan selalu membuang sampah..Dan di kota, banyak orang-orag bodoh..ya karena mereka membuang sampah..artinya dia membuang uang...hanya orang booh yang membuang uang. sementara dia sendiri sibuk diperbudak jam kerja dan cari2 lemburan...untuk mendapatan uang tambahan untuk dibuang.. sayang. Tapi orang-orang kota adalah investasi yang menarik...mereka saham bagi masa depanku..Jadi, orang kota, buanglah terus sampahmu...jangan jadi pintar dulu.


by brylian
Kifarin - 16/10/2012 02:18 AM
#245

Terikat dikelamnya negeri


Semangkuk rupa dalam legitnya rasa

Dengan adonan berisikan pasta dalam bejana

Aku lemas dalam kokohnya tembok kayu nista

Aku termangu menatap saka saka berjaga

Belum sewindu terasa mendung telah tiba

Aku mulai terbawa ketika kata terbaca dalam lara


Kami sang pendaki negeri mulai malas untuk meraung

Serasa dentang pujangga menjaga telinga kami

Aku terikat dan sukar kembali

Belitan hitam membusung tinggi.. terpatri..

Bernaung di antara sudut mata kami


by fendyhape
Kufur - 16/10/2012 02:20 AM
#246

Menyingkap Tabir Mistik Malam


Suramnya letak kelembutan

menemui diri diperenungan

menemu diri disetengah kesadaran


Theta 7 Hz .

suara jangkrik

dan angin malam


by Aspal_panasku
Kifarin - 16/10/2012 02:20 AM
#247

Menyingkap Tabir Mistik Malam 2


udara


dadaku terasa penuh

sesag menyeluruh

hangat seluruh tubuh

aku pastikan terjaga hingga subuh


rasa


engkau terjaga

berselimut tenaga

halus .... sukshma sharira mengembara

menembus pekatnya jelaga



by Aspal_panasku
Kufur - 16/10/2012 02:21 AM
#248

Menyingkap Tabir Mistik Malam 3


luruskan kaki

berdiri


mantapkan hati

buka mata

dengarkan

rasakan


nikmati

syukuri


ada tuhan

dalam pencitraan diri

berperan sebagai tuhan

atas kehidupan sendiri


tuhan yang bisa mati

tidak dengan pencitraan


ini semesta

milik semua


niatan

hati

menyemai hati


ini usaha

yang kedua

bismilah

aku bisa

bisa



by Aspal_panasku
Kifarin - 16/10/2012 02:22 AM
#249

antah berantah


aku datang dari arah matahari terbit

saat embun belum menetes barang sedikit

semalam aku tak bermimpi...

ketika matahari sepenggalah kurasakan hangatnya..

...tapi tak ku lihat silaunya


keringat menetes dari keningku

bukan karena panas...tapi cemas..


otakku tak bisa berpikir

seperti hilang dari kepalaku

...

alam raya ini tak terbatas

seperti inikah juga kiranya hidup di dimensi lain??

seperti apakah kiranya hidup di galaksi sebelah??

lebih indahkah kehidupan di satu langit di atas kita??

mengapa tak bisa ku dengar adanya alam di satu galian di bawah kita??

...

perjalananku hari ini tak berjalan sesuai rencanaku

aku melangkah pontang-panting..

..tunggang langgang..tak menapak tanah

...

aku pulang ke arah matahari tenggelam

semoga esok pagi matahari masih terbit dari timur..



by dyan_passkid
Kufur - 16/10/2012 02:23 AM
#250

Aku adalah Kaze

Aku Adalah Kaze
Aku hanya lelaki aneh
Tinggi semampai
Tapi Tak Tegap menegap

Rupawan tak ada padaku
Namun hanya
Keburukan dan kejelekan
Yang tercap di diriku

Aku Adalah Kaze
Seorang yang belum berpasangan.
Tak ada yang mencintaiku.

Karena itu aku adalah angin.
Yang mengintari dunia
Mencari sari pati hidup
Yang bersebar di raya.


by Kaze seimaru
Kifarin - 16/10/2012 02:24 AM
#251

Sajak Cinta Komputer Jaringan

Kau dan aku
Seperti komponen yang berbeda
Hanya Cinta yang indah
Sebagai pengikat kita.

Ku hubungkan
TCP/IP Cinta
Dari hatimu
Ke hatiku

Cintaku padamu seperti HUB berlubang satu.
Dan hanya untuk
Kau dan Aku.

Cintaku seperti Jaringan Internet.
Di manapun ku berada
Cintaku tetap ada
Dan hanya untukmu

Jangan risau sayang
Cintaku bukan Topologi Star.
Yang bercabang
Dan tidak setia.

Tetapi ingatlah cinta.
Kita akan tetap terhubung
Jika Kau dan Aku
Tetap di satu jaringan cinta.


by Kaze seimaru
Kufur - 16/10/2012 02:24 AM
#252

Kerinduan terbesar jiwanya

Tuhan Kau yang bisa menilik,
menggandengku jauh ke dalam sana
ke dalam hati ku sendiri,
menanamkan berbagai rasa di dasarnya,
memperdengarkan kerinduan yang tak bersuara,
mengamblangkan arti selaut dalam setitik hidupku.

saya laki-laki paling beruntung di dunia ini.
percayalah ini kebenaran mutlak saat ini.
baiklah, kalau kau tak mau memahami keberuntungan,
katakan saya adalah laki - laki paling diberkati di dunia ini.
saya tidak bermain dengan kata - kata saya kali ini.
sungguh kawan percayalah.
kalau kau menginginkan penjelasan kata demi kata, kita tak akan sampai di sana, ruang itu tidak mengenal kata,
atau dengan gambar pun, keadaan itu tidak terdapat dalam imajinasi,
di sana tak ada kata atau gambar untuk berbagai komponen penyusun ruang keadaan itu.
betapa yang saya alami, tempat yang saya kunjungi, jalan yang saya lewati,
tak pernah saya bayangkan rencana indahNya,
saya pastikan membayangkannya pun tak mungkin mampu seindah ini,
bahwa apa yang saya alami ternyata benar - benar rinci,
terencana baik tanpa saya sadari,
di ikuti dengan kesimpulan - kesimpulan sementara yang melegakan di setiap helaan nafas
satu demi satu terakumulasi tanpa perlu berusaha mengingat atau menambahkannya
mengalirkan saya secara alami pada satu lorong dari berbagai yang ada
tanpa mengira melarutkan saya pada muara yang tidak saya sadari sebagai kerinduan terbesar jiwa saya yang rapat gelap tersembunyi entah di mana selama ini.
Tuhan menunjukannya, saya tak sadar, Ia menggandeng waktu dan tangan saya menelusuri lorong hati tak berbungkus dengan mata tertutup.
sehingga kurasakan benar suasana demi suasana yang berubah,
kurasakan benar masing masing komposisi warnanya
kuhirup dalam aroma per aroma
selapis demi selapis,
dengan urutannya yang rapi,
menghantarkan kehangatan dari ujung lorong sana
yang terasakan sejengkal demi sejengkal ke seluruh kulitku,
wangi yang terhirup senafas demi senafas masuk ke tubuhku
menjadi inti sari yang tersebarkan sel demi sel sampai ke ujung pembuluh darahku
tergeletak, tak berguna otak kecilku berusaha untuk menjelaskan
terjelaskan dengan reaksi jiwa yang tersulut karena mendapati kebenaran siapa sejatinya belahannya.

karena melalui dia Tuhan mengizinkan aku untuk merasakan
ini bukan hanya tentang satu senyumannya, senyuman yang menjelaskan seluruh makna hatinya.
bukan hanya tentang satu nada, nada dalam tangga nada hatinya yang selau teresonansikan dengan hatiku
bukan hanya tentang satu tempat, tempat ia masih berdiri, bediri sejauh tangannya masih mampu memelukku dalam kesetian berbalut ketegaran berpedih.
bukan hanya tentang malam, malam - malam berpeluh air mata karna sayatan perih tepat di hatinya teralun dalam gemertak gigi yang tersembunyi rapi dibalik sapaan dan tatapan cerianya di keesokan pagi,
semua hal luar biasa menakjubkan yang merindingkan hati itu semua di milikinya.
namun bukan hanya itu yang dia ingin aku lihat dalam dirinya. bukan hanya itu.
betapa jauh karam di dasar hatinya sana dengan lembut dan sabar ia mampu berbicara dalam bahasa jiwaku,
dan menerjemahkan kata penghubung jiwa milik surga, cinta.
ke dalam bahasa jiwaku agar kudengar kerinduan terbesar jiwanya juga sebagai belahan jiwaku.


by marco_zera
Kifarin - 16/10/2012 02:25 AM
#253

obat malam


bulat bulat

pahit kurasakan

enak - keenakan

pusing menghilang

...

satu demi satu ku rasakan

satu menit berlalu

empat menit menghilang

sesaat kemudian aku sadar.

emak aku salah obat !



by pengelana
Kufur - 16/10/2012 02:26 AM
#254

selamat tinggal


hari-hari kulalui

semakin rindu ingin berpisah

kau bagaikan udara dalam paru-paru

tak ragu !

aku mendambamu

tak perlu aku

ragu akan kepergianmu

meski berat ku alami

rasakan persahabatan sejati

bersama kita meraih mimpi

kecewa !

ketika kau ucapkan sepatah kata.

cukup sudah.

aku bosan denganmu !

kini

aku kecewa

berat yang kurasa

ternyata

kamu bukan temanku lagi

gud bay anjing !!



by pengelana
Kifarin - 16/10/2012 02:28 AM
#255

Ponijo dan Rumah Bambu


Kusimpan sesalku sependam dalam

aku cucumu anak dari anakmu


Simbah ....

keriput lekuk garis didahimu

uratnadi dilengan dan kaki-kakimu


Uban

banyak uban

dimana seluruh tumpuan tempatku berteduh

pikulanmu ... tak kuat aku.


terik

melirik mengkayuh sembilu

miris dimataku

sesalku sependam dalam

aku bodoh tak mengenalmu dari dari dalam


dosaku kutebus dengan apa

dalam katamu bernasehat

selalu memaafkan


kusimpan tangisku dan sesalku sependam

dalam

maaf



by Aspal_panasku
Kufur - 16/10/2012 02:28 AM
#256

Awal adalah Cinta, Akhir adalah Pahit


Bulan menangis dan malam mendesah

Berjalan serampangan tiada arah

Menatap sendu tempat pertama kali berjumpa

Mengingat awal dari kisahnya


Sendu menyergap, rindu menyerang

Tak pernah lupa akan pelukan yang datang menyambut

Awal adalah cinta dan kasih sayang

Tapi akhirnya adalah pahit



by writingismyworld
Kifarin - 16/10/2012 02:29 AM
#257

Merdeka dan Mati

bahwa sesungguhnya kemerdekaan tidak ada yang mutlak
setiapnya nisbi adanya
keluar dari moncong buaya, masuk kandang singa
lepas dari cengkram tengkulak
dililit ular keinginan

adalah hak setiap insan
memilih merdeka dengan perut kosong
membudak demi dua gobang dan sebungkus lisong
jadi raja di neraka buatan
atau hamba di surga terbuang

oleh sebab itu
syukurilah kebebasan atas maut abadi
kita boleh memilih cara mati
meski masih misteri bagiku
bagaimana kita hidup

5 September 2011


by Rektyfikowany
Kufur - 16/10/2012 02:30 AM
#258

Sajak Rasi Bintang

Ribuan rasi terlukis di tirai malam
Menemani Selene yang tersenyum.
Dia lah sang lambang cinta malam.
Menyinari yang para kekasih.

Lihatlah angkasa.
Para rasi sedang bercengkramah.
Lihat rasi Churx dan Crater yang bersinar.
Di angkasa selatan.

Tengok Parseus, Orion dan Centaurus.
Yang sedang menjaga langit.
Lirik Phoenix, Kolumba, Aquila dan Cygnus.
Yang terbang bebas di langit.

Lihatlah Delphinus, Cetus dan Eridanus.
Yang bercengkramah. Tengoklah Chamelion.
Yang bersembunyi

Lirik lah Pegasus yang anggun.
Lynix yang cemerlang.
Draco dan Wheel.
Dan Tengoklah semua konstelasi yang bersinar.
Membawa Cinta dengan lembutnya.


by Kaze seimaru
Kifarin - 16/10/2012 02:31 AM
#259

Sajak Cinta Geografi

Dengarlah sebuah sajak.
Tentang sebuah cinta
Tertulis beraksara
Indah tak terkira

Cintaku seperti awan sayang.
Yang timbul dari 5 samudra dunia.
Terbang mengintari daratan
4 benua yang hidup.

Kemanapun kau pergi ku kan mengejar.
Mount everst kan ku daki.
Palung Mariana kan ku selami.
Sungai Nil dan Amazon kan ku arungi.

Kan ku cari kau di Sabana Afrika.
Dan ku sisir Danau Laut Kaspia.
Dan ku jelajahi daratan nusantara.
Hanya untuk menemukanmu.

Cintaku bagai angin laut.
Kan ku bawa kau ke pelabuhan ku.
Dan menawanmu di hatiku.
Dan tak akan ku lepaskan.

Karna cintaku
Tidak terukir di gurun Sahara
tetapi terpatri
Di Hatimu.


by Kaze seimaru
Kufur - 16/10/2012 02:32 AM
#260

Di seberang sana



Diantara merahnya langit senja itu

Disela sela hiruk pikuk ibu kota

Segerombolan anak-anak bermain berlarian

Berlarian bahagia dengan gundu di tangannya



Di seberang sana semua berbeda

Remaja sibuk dengan harta orangtuanya

Bapak bapak berperut buncit berkumpul bersama

Mentertawakan hal hal yang tak lucu adanya



Dalam gelapnya malam mereka berebut cahaya

Menyulut lampu-lampu petromaks di ujung rumah

Merajam dingin yang masuk dari cela gubuk reot mereka

Gubuk yang mereka beli dengan keringat dan air mata



Di seberang sana semua berbeda

Gedung gedung pencakar langit bermandi cahaya

Para pejabat negara tidur nyaman di kasur tebalnya

Menimba kekayaan dari keringat yang bukan hak nya



Tapi siapa yang akan peduli?



"Dunia itu kejam Bung??

Korupsi atau kau akan miskin selamanya..

Itu nasib mu menjadi orang miskin

Kenapa kami harus peduli?"



Mungkin bukan itu yang akan mereka katakan

Bukan itu yang akan mereka publikasikan

Sebagian kecil mereka mungkin tak mengharapkan

Tapi itu lah yang terlihat..



Disini hati nurani telah mati

Masing masing sibuk memperkaya diri

Tak ada sepasang mata pun yang peduli

Anak-anak bermain gundu di seberang sana



Mereka yang diberi amanat tak mampu lagi menjaga

Mereka yang diberi kuasa tak lagi mau melindungi

Mungkin mereka tlah lelah dan menutup mata

Mata hati, pikiran dan bathin mereka



Bagi mereka kehidupan tak ayal nya pacuan kuda

Yang kuat melaju cepat dan yang lemah jatuh terinjak

Yang mereka tau hanya menimbun harta

Mengubur diri mereka dalam keserakahan dunia



Kapan? Kapan semua berhenti terjadi??



Mereka di seberang sana tak banyak bicara

Bukan karena mereka takut atau tak mau

Mereka juga tlah lelah berteriak pada telinga telinga yang tuli

Mengetuk ngetuk pintu hati petinggi yang terkunci



Dalam gulita malam mereka berdo'a

Tuhan tuk sirnakan gulita dari hati petinggi negara ini

Agar tersirat sedikit cahaya bagi mereka tuk melihat

Orang orang di seberang sana..



by Autumn
Page 13 of 110 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5