Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 14 of 110 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›

Kifarin - 16/10/2012 02:33 AM
#261

Sotya Murca Ing Embanan

ketika semesta permata angkasa raya ruku dan sujud bersama menandakan thawaf abadi memenuhi satu hitungan,
ketika malaikat berhambur memuji dalam takbir, tasbih dan tahmid

Virgo kau sebut dirimu
baby-face ayu riak samudra hati
selaksa tanya dalam senyum jua belum terungkap tabirnya
namun lenyap sudah
malam ketika sorot mata tertuju

tak ayal hanya berurai warna hilang
surealisme nan menghantui hidup pun pulang
ironista lalu berulang
pun sengatan pencipta petir di helai rambut seakan berulang
kian dalam mendulang tiang sesal makin menjulang

semua dusta
hela rasa pada mata

Namun bagaimana mungkin gadis sepertimu beraura polycromatic. Pun sukar menatap mata beningmu sekarang. Rona bibir selengkung sapa dan pamit rembulan bukan lagi senyum Kaguya. Ada aphrodhite bersandar dengan sapa mesra. Serupa pekat anggur, nafas indigo pun bukan. Salah benar mataku adalah rahasia antara pewarnamu, kamu dan dia.

Semula keras 'ku benamkan ke jurang palung angan, tak urung jua tumpah berserak.



by cilang
Kufur - 16/10/2012 02:34 AM
#262

CURAHAN ENDHASWARA

Untuk PresidenKu -

Ini hanya seklumit curhan dari anak bangsa di negerimu,
"kapan kami setara dengan anak-anakmu"

Wahai pak presidenku
hormatku padamu
sujud sembahku untuk tuhan negeriku

Wahai pak presidenku
lihatlah kesenjangan kami
antara kami dengan anak-anakmu
antara saudaraku dengan cucu-cucumu
aku berdiri untuk hidup lima nyawa
tapi mereka berseragam bendera indonesia
sedang kami
masih mengais dihutan beraspal
tapi mereka berdasi, bermersi plat merah
sedang kami
masih merasa tajamnya krikil-krikil jalanan
masih dengan gerobak dipundak kami

wahai pak presidenku
yang terhormat
yang muliaku pemimpin agung negeri ini
anak bangsamu ini
hanya memohon peradilan untuk anak cucu kami
berseragam merah putih
berdasi dan bersepatu baja
menuju gerbang masa depannya

wahai pak presidenku
terimalah hormatku
lihatlah sedetik
wajah pendidikan di negeriku
kami ingin seperti anak-cucu mu
menenteng tas laptop menuju gerbang sekolah bertirai emas
tengok lah kami, wahai tuhan negeriku
entah harus menunggu berapa puluh tahun lagi
untuk kami bisa menuju gerbang tirai emas itu

wahai pak presidenku
tapi ini hanya sebatas curahan
anak bangsa kepada pemimpimnya
entah kepada siapa lagi andai tak berkeluh kapadamu
kami tahu kau memilah nasib kami
tapi bertindaklah sedikit dengan kuasamu di negeri ini
bertindaklah untuk pendidikan kami

wahai pak presidenku
salah kah aku memintamu (keadilan) seperti ini
memang aku bukan mentri yang hampir setara denganmu
tapi ini dari hati anak bangsamu
berbicara karena kegetiran di dunia pendidikan kami

majulah indonesiaku
merdekalah pendidikan di negeriku

wahai bapak presidenku
enam-puluh-enam tahun sudah negeri ku merdeka
tapi anak cucu kami masih memungut sampah
anak cucu kami masih mengais diaspal panas
anak cucu kami masih terbaring dibawah roda-roda berjalanmu
anak cucu kami masih berteduh dikolong-kolong langitmu
lihat kami pak presiden
dengar curahan anak bangsamu ini

bukan siapa yang harus disalahkan
tapi siapa yang wajib diluruskan

wahai pak presidenku
majukanlah kwualitas kami dengan pendidikan
karena dengan penyetaraan pendidikan
indonesia merdeka-se-merdeka-merdekanya


by pudjangga patah hati
Kifarin - 16/10/2012 02:34 AM
#263

Belajar Romantis


Gadis manis

aku memandangmu

menangis

tangis

aku hanyut dikedalaman sungai

air

riak dan suara

kudengar hingga tetes terakhirnya

hangat

melekat

kupeluk engkau erat erat

ini

yang kutunggu

manis

jangan menangis



by Aspal_panasku
Kufur - 16/10/2012 02:35 AM
#264

Tentang Rasa


: Kediri, 212500 2911

"Ada yang tak mampu terelakkan

Dentum dada dekapan rasa

Kita tak ingkari

Kasih sejati

Tulus tak terperi

Harap kan abadi"



: Rinjani, 004544 3911

"Hembusan angin malam membisik telinga akan rindu

Rasa dingin menusuk pori cinta

Hutan belantara menyelimuti kisah rasa

Tebing curam kekar memanjang membuktikan kokoh harapan kita"



by nixyan
Kifarin - 16/10/2012 02:36 AM
#265

Ruang Tanpa Sudut


Berjalan Gelap Gulita

Tak tentu arah tapi tepian menyuruhku diam

Tak berarti tenang tapi rasa menuntutku cinta

HIngga aku lupa jalan pulang

Hei!

kemana angin angin itu pergi!

Mereka lupa bahwa hangat tak lagi menyapa

Lapar aku jadinya!

Dan apa yang terjadi kemudian saat aku merindukan dingin

Aku hanya memakan lepehan para iblis yang tak kunjung diam

1 langkah...

Mataku tak punya air mata lagi tuk tumpahkan kesal

2 langkah....

Aku kehilangan jera hingga letihku menumpahkan nafsu pada busuk yang telanjang

sampai ke 1000 langkah.....

Aku tak mampu menyadari bahwa ruang ini berdiri kokoh tanpa sudut

Tanpa limpahan surga yang mendekati

Ampuni aku....

Manusia


Dedicated:
AIDS SYNDROME


by iman
Kufur - 16/10/2012 02:37 AM
#266

Sajak Cinta Para Akuntan

Cinta itu seperti uang.
Harus berusaha mendapatkan.
Mengaturnya agar tak rugi.
Membukukannya agar tak lupa.

Cinta seperti buku keuangan.
Di mana cintamu adalah angka.
Berderet berjajar.
Dan aku adalah kertasnya.

Kau tuliskan deretan angka cinta.
Rutin setiap harinya.
Lalu kau jumlah setiap minggunya.
Dan kau catat keuntunganya.

Tapi... Satu pesan mu
Cinta memang seperti uang.
Namun tak berarti.
Cinta di dapat dengan uang.


by Kaze seimaru
Kifarin - 16/10/2012 02:37 AM
#267

Pertobatan Sang Koruptor


Aku memang penjahat

Aku memang bersalah

Aku memang pendosa

Seperti katamu

Seperti kata mereka

Seperti kata seluruh dunia padaku

Tapi…

Adakah kau lebih baik dariku?

Adakah kau lebih benar dariku?

Adakah kau lebih suci dariku?

Hingga aku bukan lagi manusia bagimu?

Hingga aku tak lagi mendapat pengampunan dalam penyesalanku?

Bahkan DIA masih mau mengampuni

Meski semua salah dan dosa sudah menjadi samudera

Lalu apakah aku masih tak layak mendapat maafmu?

Atau setidaknya sekadar memandangku sebagai manusia, lagi?

Aku memang penjahat, bersalah, pendosa

Tapi adakah kau lebih baik, lebih benar, lebih suci dariku?

Wahai teman sesama penjahatku?



by Yafeth
Kufur - 16/10/2012 02:38 AM
#268

Tanyaku


Cerita demi cerita telah berlalu

Dari hati hingga ke hati yang lain pernah aku cintai

tapi hati masih merasa sepi

Masih merasa ada yang hilang dari hatiku

Masih merasa ada yang aku tunggu di sisa waktuku

Namun siapakah????

Siapakah dia yang telah membuatku gelisah?

Siapakah dia ? sosok yang seakan hilang dari hatiku

Sosok yang hati ini seakan merindu pada sentuhannya

Namun siapakah dia????

Sosok yang aku rindu ...

Sosok yang aku tunggu ..

Sosok yang aku cari ...

Meski belum bertemu wujud nya

tapi hati ini serasa mengenalnya


by iday
Kifarin - 16/10/2012 02:39 AM
#269

tak sanggup mempertahankan sesuatu yang menjadi segalanya bagiku

Aku berharap aku ini tak punya apa-apa dan tak punya siapa-siapa..
sehingga aku takan takut untuk kehilangan itu semua..


by agil
Kufur - 16/10/2012 02:40 AM
#270

dewa kematian


Growl Scream

*

kami panggil dewa kematian

kami panggil dewa kematian

kami panggil dewa kematian

*

dari bekas guratan matahari

senja temaram dipangkuan dewa kematian

napak tilas pembangkangan

peperangan anak adam

pengorbanan di altar dewa kematian


pentagram

pentagram

pentagram

pentagram


neraka berkobar didada

kepulan asap diudara


kami membangkang

kami menolak

surga tuhan adalah neraka

pengembaraan kami diatas bumi

menuai kepalsuan belaka

surga tuhan adalah neraka


akulah tuhan manusia

pencipta anak gembala


kami membangkang

kami menolak

surga tuhan adalah neraka

pengembaraan kami diatas bumi

menuai kepalsuan belaka

surga tuhan adalah neraka


akulah tuhan manusia

pencipta anak gembala


dewa kematian

tuan kepalsuan dunia


Inilah dusta manusia

kepalsuan dalam ketundukan



by Aspal_panasku
Kifarin - 16/10/2012 02:40 AM
#271

Apa yang kau inginkan?

Apa yang kau harapkan dariku?
Aku hanya manusia biasa
Harta tak punya
Wajah tak rupawan
.
Apa yang kau harapkan dariku?
Sebuah rumah mewah kah?
Kata romantis kah?
Aku tak memilikinya
.
Apa yang kau harapkan dariku?
Perhatian kah?
Rasa nyaman kah?
Aku tak mampu memberinya.
.
Apa yang kau harapkan dariku?
Kau itu bag berlian.
Dan aku itu noda.
Kau tak bahagia denganku.
.
Asal kau tau.
Aku bukan seorang pangeran.
Tetapi Jika yang kau ingin kan
Cinta sepenuh hati.
Aku juga tak punya.
Karena aku akan membagi cintaku.
.
Dan juga perlu kau tau.
Kau dan tak kan pernah satu.
Aku memang menolakmu,
Karena aku bagai noda di mata keluargamu.


by Kaze seimaru
Kufur - 16/10/2012 02:41 AM
#272

HUBBU

bismillah...
dengan menyebut-MU
kupangil Kau hubbu
di tiap jengkal sajadahku
di tiap depa tasbih-MU
dalam desah resah gelisah gundah nafasku
kupanggil Kau hubbu
maafkan aku!

Ya hubbu...
ijinkan aku merindukan
yang lain selain-Mu
memanggilku hubbu
dengan ke-hubbu-an-Mu

hubbu...
reguk aku!
saat senja tak lagi
merayu pagi
menjemput malam

Surabaya, 27 Agustus 2011.


by byoungcarerock
Kifarin - 16/10/2012 02:41 AM
#273

TERIMA KASIHKU

Aku berterima kasih.
Atas masa indah
Masa bahagia
Yang kau berikan ke daku.

Aku berterima kasih.
Atas setiap hadiahmu
Hadiah yang sangat berarti.
Bagi masa depanku.

Aku sangat berterima kasih.
Atas hadiah perselingkuhanmu.
Yang membuat perih. Dan luka hatiku.

Aku sangat berterima kasih.
Atas perbuatan baikmu Mencintai orang itu.
Yang lebih buruk dariku.

Aku tak bisa berbuat apapun. Selain mendoakanmu
Semoga kau mendapatkan yang setimpal.
Atas sikap baikmu.

Satu lagi...
Aku berterima kasih
Karna kau sadarkan ku
Bahwa ku memang terlalu baik untuk mu.


by Kaze seimaru
Kufur - 16/10/2012 02:42 AM
#274

Maya Nyata

Dari kesalahan mikro
Ku berjumpa denganmu
Kala lewat ku
Menyusuri dinding putih biru.
.
Kau dan aku mulai menyatu.
Walau hanya dalam aksara.
Dan rupa yang masih wacana.
Tapi kenapa ku terucap akasara cinta
.
Ketika ku pinta bertatap wajah
Kau hanya menolak.
Ketika ku bertanya
Seriuskah engkau, kau bilang serius.
.
Ku bulatkan tekat mencarimu.
Ku tanya kesana kemari.
Dan akhirnya ku temekan jua.
.
Mataku membulat lebar.
Tak percaya
Tak kusangka
Kau seorang Tante anak tiga.
.
Satu hal yang ku dapat.
Maya lebih indah dari Nyata.
Tapi...
Nyata lebih baik dari Maya.


by Kaze seimaru
Kifarin - 16/10/2012 02:44 AM
#275

Terngiang


Jantung terpaku

Tak ngilu, terlanjur sering

Darahpun enggan mengucur, habis?

Mungkin

Biar saja menancap disana, lagi.. lagi..

Nihil ruang

Setitikpun tempat merah merembes

Memang sudah habis

Apa yang ditangisi?

Tiada ada tiada

Ada tiada ada

Apa bedanya..

Hanya bergilir dalam perjalanan nasib

Setidaknya

Jantung masih tak henti berdetak..

Peduli amat tentang hati yang retak

Hanya satu dua hari

Tertawa lagi..

(aku memejam mata..., berdarah gendang telinga, aku bukan mereka.. “si penancap paku” di jantungmu.. Sayangku...)



by nixyan
Kufur - 16/10/2012 02:44 AM
#276

Mengenai Seseorang yang Kita Kenal dari Tebak-tebakan

Dalam trilogi Pencahayaan
Bagian Kedua menarik
untuk kita bicarakan

karena saia dan
kalian, yaitu kita
mengetahui sebuah Kebangkitan

Kebangkitan ini menjadi
lompatan untuk saia
atau kalian juga

sebab saia menyadari
“Seseorang” ini ternyata
belum kita hiraukan

Belum, dalam artian
yea, kita kenal
tetapi rasanya biasa

1
Apa yang akan
saia bicarakan sekarang
adalah tentang Tebak-tebakan,

permainan kita semua
dirinya sebagai sumber
juga sebagai jawaban

Tetapi permainan ini
terjadi setelah kita
menyadari Kebangkitan dirinya

Permainan ini berperaturan:
“Tebak sekarang saja,
jawabannya hari esok.”

Peraturannya seperti itu
karena pada esok
kita akan mengetahui

bahwa tebakan saia
yang selalu benar
menjadi sebuah pertanda

Pertanda bahwa kita
yang melihat Kebangkitan
harus menjaga jarak

Sampai sinilah saia
mengulang Tebak-tebakan yang
telah kalian ketahui

2
Apa yang selanjutnya
saia bicarakan adalah
mengenai pengacuhan Kebangkitan-nya

Sebelumnya, pada saat
Kebangkitan itu dimulai
Pertarungan Dominasi terjadi

Demi segenggam Wilayah
tempat ia berada
Esper baku hantam

Dalam waktu singkat
keduanya arang abu
tanpa segenggam Wilayah

Pertarungan ini menandakan
betapa hebat Kebangkitan-nya
jika diperhatikan seksama

3
Beberapa dari kita
mengetahui bahwa ia
dulu sudah Bercahaya

Entah, kita kini
sadar atau tidak
membuat dirinya berbahaya

Lantas mengapa saia
pengejar Cahaya sejati
kalian jadikan perisai?

Ia memang berbahaya
kita tahu itu
dan kita waspada

Namun saia menyadari
butuh Satu Tahun
agar semua sediakala


Dengan 23 bait,
diselesaikan pada tanggal 20 Agustus 2009
dan pada pukul 18:51

by Rea_sekar
Kifarin - 16/10/2012 02:45 AM
#277

Sajak cinta Software Enginering

Aku ingin terbang sayang
bukan Mengintari dunia.
Melainkan mengitari hatimu
.
Aku ingin mencari
Setiap Function dan Variable cintamu
Untuk kumasukan
Dalam Procedure cintaku
.
Aku ingin melihat
Data base hatimu
Dan kumasukan
Dalam Form hatiku.
.
Aku ingin menghapus
Setiap Virus lukamu
Lalu ku Protectkimu
Dengan kasihku
.
Satu pintaku sayang
Berikan aku Pasword hatimu
Biar ku Login di hatimu.
Serfing di Web Dinamis hatimu.
.
Dan akan ku brikan progam cintaku
Dengarlah dengan seksama.
Lihatlah dengan cermatnya.
.
Var
rindu,
sayang,
pengertian, cintasejati : real;
begin
cintasejati:= sayang + cinta + pengertian;
end.

Itulah rumus cinta sejatiku
Dan cinta itu adalah kamu.


by Kaze seimaru
Kufur - 16/10/2012 02:46 AM
#278

Kesalahan


Jiwa yang dulu suka Kini jadi benci.

Karena ksalahan hati.

Tapi, karena kau sendiri.

Sifatmu yang memaksa

Cinta untuk berdiri.

Hingga hati penuh amarah

Yang tak henti.


by Kaze seimaru
Kifarin - 16/10/2012 02:47 AM
#279

Kita Adalah Pemberi Kasih


bungabunga melunas kasih

bungabunga mengikat awan

kupukupu merona kasih

kupukupu merinai warna

pelukciumku bertumpahtumpah

erat kasihku menumpahnumpah


kau adalah awan yang hangat

dan akan mendekap hujan

dengan lembut


tanganmu, dekapanmu, jiwamu

adalah cucuran kasih

yang berlimpah


kau adalah awan yang teduh

dan hujan adalah kasih dalam rahimmu

tanganmu, dekapanmu, jiwamu adalah

sandaran kasih yang sempurna


hujan yang bermata bening akan datang

dan menyayangimu


sekira hujan tak mau, maka aku akan

menjadi hujan untukmu

sekira hujan pun mau, maka kita akan menjadi

pengantin yang selalu membagi hujan pada

bunga, pada kupukupu, pada kasih yang

bertumpahtumpah


(Sekayu, 22-8-2011, 11:20:31)


by Herdoni Syafriansyah
Kufur - 16/10/2012 02:47 AM
#280

Amarah

Amarah dari hati
Kepada diri sendiri
Yang tlah sia-sia kan kebahagian
Demi keinginan sendiri.

Meninggalkan yg dulu Masa-masa yang indah Masa-masa yang penuh cinta
Masa-masa kebahagiaan. Baru aku tahu itu apa!

Amarah dari hati
Kepada nasib dan mereka
Mereka yang tlah
Medapat keenakan dan kebahagian.
Sementara disini
Berjuang mencari kebahagian.


by Kaze seimaru
Page 14 of 110 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5