Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 15 of 110 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >  Last ›

Kifarin - 16/10/2012 02:48 AM
#281

KEKECEWAAN SEMPURNA

Kecewa...
Terlalu lama dan sering mata itu bicara
Tak perlu umpatan kata-kata
Cukup dingin dan sunyi bahasa
Berharap semua baik-baik saja

Ah, siapa yang tahan berpura-pura?
Sampai kapan harus bersandiwara?
cerita dalam cerita,
Mana yang harus dipercaya?
Siapa yang tampil paling sempurna?

Bukan aku, tentunya...
Terlalu banyak kutabur kecewa
Tak pernah kusesuai harapan dan kriteria
pencinta damai yang sempurna
Aku yang (terlalu) banyak bertanya dan tak mudah menerima

Tak pernah ada yang bertanya
Tak penting yang kurasa
Enggan bila mendengarku bersuara
Selalu memotong dengan kata-kata
Ucapanku terdengar racauan orang gila, dianggap aneh belaka

Tak cukup semua usaha
untuk membuatnya bangga dan meyakinkanku akan cintanya
Suaraku tetap tak didengar dan tidak dipercaya
Hanya anomali bagi mereka
Percuma...

Aku menanti saatnya
dia berhenti kecewa
Saat dia merentangkan lengannya
membujukku dengan kata-kata:
“Tidak mengapa, kamu sudah berusaha.
Memang, tak pernah ada yang sempurna...”

(Jakarta, 17/7/2011)


by rubytuesday
Kufur - 16/10/2012 02:49 AM
#282

Manusia dengan Tuhan


Kalau Tuhan itu Maha Mengetahui

Jadi percuma jika kita terus bersembunyi

Yang ada kita memalukan diri

Dilihat Tuhan sembunyi tak tahu diri


Kalau Tuhan itu Maha Melihat

Sekalipun kita melihatnya tak sempat

Tapi Tuhan tentu dapat

Meihat kita yang penuh dosa berat


Kalau Tuhan itu Maha Mendengar

Walau suara kita tenggelam dalam hingar bingar

Entah mengapa justru kita tampilkan tampang sangar

Saat berbicara dengan Tuhan Yang Akbar


Kalau Tuhan itu Tuhan

Mengapa kita selalu kelelahan

Jika sedang berdialog dengannya?



by warnakelabu-hitam
Kifarin - 16/10/2012 02:49 AM
#283

Agustusan 2011 : Buku Usang


Buku usang. . .

Bersampulkan MerahPutih

Nan di tuliskan tinta darah

Dan bercampur keringat

Dimana setiap lembarnya

Berisikan kisah pendahulu bangsa

Yang penuh dengan pengorbanan

Yang penuh dengan keberanian

Yang penuh dengan darah


Namun 66 tahun setelah proklamasi

Kemanakah sudah perginya

Buku usang nan penuh sejarah itu


Apakah ada di laci meja?

Nan gelap dan terlupakan

Apakah ada di atas kasur?

Nan rapi namun terlupakan jua

Apakah ada di rak-rak buku?

Nan sistematis tapi tetap terlupakan

Apakah bersembunyi di bilik otak?

Tak pernah teringatkan lagi

Apakah Hati ini bisa menjawabnya?


Apakah ada di Zaman Prasejarah?

Terkubur bersama tulang-belulang

Ataukah terkubur bersama puing-puing

Kerajaan-kerajaan nan runtuh


Mungkinkah. . .

Terkubur ber sama sisa-sisa pertempuran

Melawan para penjajah


Atau. . .

Tertinggal di rumah Laksama Maeda

Disana pengetikan naskah Proklamasi


Ataukah. . .

Bung karno lupa menyelipkannya

Bersama Surat Perintah Sembilan Maret


Atau mungkinkah. . .

Terbakar bersama kerusuhan

Kerusuhan mei 1998

Dan telah menjadi debu kenangan


Ataukah berserta mungkinkah. . .

Pemerintah terlalu sibuk mengurusi

Reformasi bangsa disana-sini

Hingga lupa akan Sejarah Bangsa

Rasa takut itu. . .

Takut sekali kalau Sejarah Bangsa

Akan menjadi Buku Usang yang terlupakan

Dan tak pernah tersentuh seujung kulit pun


Ah. . .

Semoga saja keluh-kesah ini

Tak benar menjadi nyata



by Robin Virgo Lee
Kufur - 16/10/2012 02:50 AM
#284

Dosakah aku?

Dosakah aku?
Jika ia sangat mencintaiku...
Dosakah aku?
Bermanja dalam ketidakberdayaanku...
Dadaku sesak.
Mendesak menusuk kejantung hatiku...
Dosakah aku?
Jika ia sangat menyayangiku...
Tersayat-sayat haus kasih sayang mereka...
Naifkah aku mengharapkan itu?
Sedangkan aku seperti manusia tak tau diri.
Hidup sebagai parasit..
Yang menghidupkan bisikan-bisikan terkituk mereka...
Salahkah aku? Menikmati cintanya yang tulus..
Tanpa lelah.
Aku tau..
Mereka punya sedikit madu walau hanya setetes..
Tapi ketulusanku tak terlihat..
Hingga mereka tak merasa iba dan penuh keterpaksaan..
Apakah aku jahat?
Hidup diantara mereka
Menyalami dan menyungingkan senyum pedihku
Dosakah aku?
Ingin bahagia bersama dia dan mereka...


by Armelia
Kifarin - 16/10/2012 02:51 AM
#285

untuk 'dia' yang merasakan 2


tak bisa dia jelaskan sampai sekarang.

tak tau dia cintainya, atau

hanya kagum?

disatu sisi, dia tak bisa melepaskannya dari pikiran dia selama bertahun-tahun.

di sisi yang lain, dia sadar tak akan bisa memilikinya.

bahkan dia tak tau akan bertemu lagi, atau

mungkin tidak.

teringat,

dulu dia hanya bertemu dengannya hanya dengan hitungan jari.

berbicara hanya bila terdorong.

sekarang,

dia coba mengambil kehidupan yang baru tanpa adanya.

tapi, wajahnya selalu muncul dalam malam dia.

ohh,

apa ini?

perasaan dia semakin dalam.

tapi, dengan masa lalu yang tak mengenal jelas satu sama lain.

dan masa depan yang tak pasti akan bertemunya lagi.

dia tidak sesali semua,

hanya sakit karna tak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan.



by jec.tian
Kufur - 16/10/2012 02:51 AM
#286

Senbonzakura

Seribu sakura menggeliat
bagai angin yang bergelombang
menerpa setiap materi
menghancurkan perisai

warnanya menggambarkan keanggunan
sungguh indah bagai senja
hingga menyembunyikan
keberingasan


by Kaze seimaru
Kifarin - 16/10/2012 02:52 AM
#287

Pilihan

Apakah saya akan pergi ke surga?
Dengan siapa?

Saya tak mau ke neraka
Tak ingin juga kesepian di surga

Ke neraka bersama
Ke surga sendiri
Adalah 2 pilihan termudah

Saya ingin ke surga
Bersama dia
Dia yang tadinya ku ajak
Ke neraka bersama


by ardarklucifer
Kufur - 16/10/2012 02:52 AM
#288

Dialah Suamiku


Diantara detik-detik nafas aku merenungi

Melelahkan hari-hari

Untung saja jiwa masih mampu tersenyum

Walau tubuh ini hampir letih dihujani kotoran

Ampas makanan ketidaksadaran


Aku layangkan mimpi buruk ke dalam tidurku yang akan kurenangi dalam takut

O........h Tuhan...matikah hamba dalam tikaman dosa yang menghujam naluriku?

Aku sakit.

Dalam doa yang bersenandung di pikiranku

Hatiku mulai lega


Masih ada yang bersamaku

Melewati hari-hari

Dalam sakit, dalam kegalauan

Dia masih membangunkan harapan demi harapan


Walau tubuh ini rasa tak berdaya

Namun hati ini seperti berjalan dalam mimpi indahnya

Ketika ia mendekatiku dan memelukku erat

Tanpa beban, tanpa kekecewaan..

Dialah Suamiku......



by Armelia
Kifarin - 16/10/2012 02:53 AM
#289

sobekan kartu as hati

lentera, dan kabut malam
semakin senyap dijalanan pulang
beranjak menuju setapak rumah
merindukan wangian teh dan aroma kringatmu

kita tahu malam ini akan sangat dingin
lebih dingin dari perang diranjang kemarin
sampai di ubun-ubun dan lidah kita tak bisa bergetar
dalam sentuhan dan gema hati

tahukah saat lentera ini mulai hilang cahayanya.
kegelapan selalu menempatkan kita berdua didalam pertemuan
padamkan nyala itu dan biarkan kegelapan menyelimuti kita
hinga dingin yang menyerbu. tak bisa mencari kita

saat ini bagian tubuh-tubuh kita saling merapat dan meremukkan bagiannya sendiri
untuk menyentuhmu dengan tangisan. yang selalu mencarikan ES dihatimu, yang telah hilang sebelah


by rip8
Kufur - 16/10/2012 02:54 AM
#290

JANGAN DOAKAN AKU LAGI MAK...!


Parasku ayu Mak,

Kabul doa yang kau pinta dulu pada Gustimu sewaktu malam-malam kau lirih teriak

"Berilah dia wajah yang ayu biar selalu membuat mata yang lain terbeliak..."


Tubuhku sintal tanpa lemak

Siang malam tak perlu kau buatkan aku jamu pelangsing tiap makanku banyak

Meski anakmu ini belum mandi, yang minta kenalan sampai tetangga kampung Mak


Aku ayu Mak,

Tiap hari berderet-deret yang merayu, banyak

Muda perkasa sampai tua ringkih semua datang ke barakku di Jarak


Aku sintal memabukkan Mak

Laki-laki itu suka dadaku yang bulat ketat, "Selalu bikin konak..."

Dadaku disuka, pantatku dipuja, pinggulku dimau, semuaku memabukkan seperti arak


Aku tak mau lagi diinginkan laki-laki yang cuma punya birahi padaku Mak

Aku pilih gemuk jelek seperti Minul yang disayang suaminya begitu banyak

Aku lelah tiap bertemu laki-laki yang melihatku dengan kemaluannya yang melonjak


Jangan kau pintakan lagi ayu dan semokku pada Gustimu, Mak

Kalau aku hanya berakhir disini, anak ayumu ini hanya pembuat klimak

Jangan doakan aku lagi Mak...!



by yayagyp
Kifarin - 16/10/2012 02:54 AM
#291

Si Cewe Hilang

tenangkan hatimu sampai benar-benar tenang
sampaikanlah semua duka pada bintang
berlarilah sampai air mata terhenti
bernyanyilah sampai perih benar-benar mereda

menghilanglah sampai resah benar-benar terlupa
bermimpilah sampai kau bosan dengan kisahnya
berteriaklah sampai akhirnya kau hanya sanggup berbisik

kebahagiaan datang dengan pelan-pelan
tenangkan hatimu setenang tenangnya

jangan kau ludahi bayangmu
jangan kau maki hidupmu
jangan kau menangisi ulahmu
jangan kau pergi dari keramaian
keramaian itu bisa menjadi sepi dalam sekejap..

aku tau sakitnya, aku tau
tapi apa yang bisa kulakukan
aku hanya bisa mengikuti arahmu dari sini

hidup didunia ini bersama..
bukan sendiri
hanya lahir dan mati yang memang sendiri
salah jika keadaan membuatmu sendiri

kau sendiri yang mencipta luka
kau sendiri yang mencipta lelah
kau sendiri yang mencipta tangis
kau sendiri yang mencipta sepi
kau sendiri yang mencipta kehilangan
kau sendiri yang mencipta sayatan kisah
kau sendiri yang mencipta tawa
kau sendiri yang membawa ragamu
kau sendiri yang membawa otakmu
kau sendiri yang membawa keperawanmu
kau sendiri yang memperkeruh hati
kau sendiri yang mencipta semua keadaan menjadi duka

sadar,,
kembalilah menjadi dirimu yang memang dirimu

damn,,
sebuah masalah bisa membuatmu menjadi manusia payah

ketahuilah,,
kau tak pernah letih, kau tak pernah termaki, kau tak pernah tersakiti
kau selalu bahagia..
tapi sayangnya kebahagiaan yang kau miliki tlah kau kubur dan kau berikan d atasnya hiasan-hiasan mati...
keputus asaan yang buatmu seakan-akan ikut terkubur dan mati.

tuk bayangan surga (taukah kau seberapa dashyat indahnya)


by eydaal
Kufur - 16/10/2012 02:55 AM
#292

R.I.P

Senja telah membawamu
Kedalam gelap malam namun teremang bintang
Menunggu surya kembali memanggil
Kembali bersama orang terkasih.


by fane
Kifarin - 16/10/2012 02:56 AM
#293

menunggu waktu

suara terdengar samar
langkah-langkah mulai memudar
tertambat dinding semak belukar
menutup indah padang menghampar

tenang ia di sana
bersembunyi bersama senyumnya
tertata dengan keramahannya
memeluk sepoi angin dalam dekapnya

jauh dari keramaian
jauh dari kebisingan
jauh dari pembakaran
jauh dari kemajuan jaman
jauh dari nafsu para pimpinan

tapi,
waktu terus mengejarnya
tanpa sempat berteriak bahaya
tanpa setetes detik untuk menyambutnya
ia, sang buldozer baja...


by flainst
Kufur - 16/10/2012 02:56 AM
#294

Kalau boleh


Kalau boleh, aku bertanya

tentang harapan dan masa depan

aku ingin, kau yang menerangkannya


Kalau boleh, aku meminta

suatu bantuan

ketika ragaku tertatih, letih

lututku bergoyang

dan hari berderap kencanga

aku ingin kau, mengulurkan tangan


Kalau boleh, aku mengeluh

tentang sakit yang kurasakan

tentang sesak dan beratnya kehidupan

dan tentang pucat dan keruhnya darah yang melewati nadiku,

aku ingin, kau dengan rela mendengarnya


dan kalau boleh,

aku menangis

untuk ajal dan kematian

tentang kasih yang tak sampai tujuan

dan tentang semua hal yang ditamatkan paksa

aku ingin, kau yang mengiringiku

menuntunku dan menghanyutkanku

hingga jauh

jauh

jauh


by harumi_padmaswari
Kifarin - 16/10/2012 02:57 AM
#295

AJARKAN AKU, MAK!


Tiap malam kuantar Emakku sampai ujung gang

Semenit sebelumnya kutemani Emak berdandan dalam dendang

Emakku cantik, sintal dan gemuk sekal di bagian pinggang

Emak selalu lebih cantik saat malam, daripada ketika Emak baru bangun dari ranjang

Sepapan kotak paesan warna-warni selalu membuat Emak benderang

Rambut Emak hitam mengkilat panjang sebahu bergelombang-gelombang

Kulit Emak tidak langsat, kulit kebanyakan pribumi, sawo matang

Bibir Emak tak pernah lepas dari warna merah, "Makin merah, makin menantang..."

Pantat dan dada Emak sekal berisi, "Apalah jadinya kalau tidak ada isinya ini kutang..."

Aku suka memperhatikan jalanmu yang membuat semua mata laki-laki terbeliak

Tak pernah habis kagumku melepasmu menjauh dengan sepatu runcingmu yang berhak

Tiap malam kusisir rambutku lurus-lurus, aku ingin rambutku cepat panjang Mak

Kalau kau tidak dirumah, kupoles-poles wajahku dengan paesanmu yang sekotak

Seringkali kubasah-basahi bibirku dengan ludah agar merah dan mengkilat

Cepatlah kau pulang Mak, ajarkan aku cara berdandan dan pandai memikat

Segeralah beritahukan aku bagaiman aku harus membuat payudaraku besar dan ketat

Aku ingin cepat menjadi sepertimu Mak...

Ajarkan aku jadi wanita cantik yang disuka banyak laki-laki pencari nikmat Mak!



by yayagyp
Kufur - 16/10/2012 02:57 AM
#296

Manusia


Manusia... kaulah penghuni dunia ini.

Kau sungguh bermata dua...

dan kau juga berhidung satu...

Maka syukurilah…


Manusia... kaulah penghirup udara ini.

Kau sungguh bertelinga dua...

dan kau juga bermulut satu...

Maka syukurilah…


Manusia... wahai manusia...

Apakah kau tahu kalau kakimu dua?

Apakah kau tahu kalau tanganmu juga dua?

dan apakah kau tahu kalau tangan dan kakimu berjari?


Lalu mengapa kau mengotorinya?

Sadarlah kalau kau manusia, karena mungkin kau memang manusia...

dan jika kau memang manusia, maka bertingkahlah seperti manusia...

dan jika kau memang manusia maka sadarilah karunia-Nya.



by honey43
Kifarin - 16/10/2012 02:59 AM
#297

terdiam sejenak


terdiam sejenak

merasakan sesuatu yang tak pernah d rasakan

merasakan sesuatu yg ingin d rasakan

mmpertanyakan knpa sesuatu itu harus d rasakan


terdiam sejenak

merasakan sesuatu yg telah d rasakan

merasakan sesuatu yang tak ingin d rasakan

kmbali mmpertanyakan knpa sesuatu itu harus d rasakan


terlihat seorang anak kecil yg begitu tampak bahagia akan kehidupan nya

tawa nya yg lepas mnunjukan tak ada beban yg ia rasakan

mata nya yg berbinar saat mlihat indah nya alam ini


terlihat seorang pmuda yg seolah tegar mnghadapi khidupan nya

sisa sbuah senyuman untuk mnutupi kegelisahan nya

mata nya terpejam dan mengadahkan kepala nya


terdiam sejenak

mnikmati sesuatu yg yg tak pernah d nikmati

mnikmati sesuatu yang ingin d nikmati

mmpertanyakan knp sesuatu itu harus d nikmati


terdiam sejenak

mnikmati yg telah d nikmati

mnikmati yg tak pernah ingin d nikmati

mmpertanyakan kmbali knp sesuatu itu harus d nikmati


terlihat seseorang dengn perwakan nya yg begitu lusuh

berjalan mnyusuri pinggiran kota tanpa ada arah dan tujuan

seakan keadaan itu mmbuat nya sbgai orang yg paling mnderita

pmikiran itu pun hilang bgitu saja dr pmikiran nya

saat dia mnemukan sesuatu yg bisa ia makan


terlihat seseorang dengan perawakan nya yg bgitu menawan

berpergian dengan salah satu mobil mewah nya kamana pun yg dia ingin kan

seakan keadaan itu mmbuat nya sbagai orang yang paling bruntung

pmikiran itu pun hilang bgitu saja dari pmikiran nya

saat dia harus kehilangan apa yang dia miliki


terdiam sejenak

berpikir

merenung

siapa diri kita

apa yg kita harapkan

apa yg kita rasakan

apa yg kita nikmati

bercermin dalam diri

akan asa sbuah kyakinan

untuk mngenal diri sendiri

yg tak kunjung tiba

seolah smua sudah d atur

dan hanya bisa mnikmati, merasakan apa yg ada

tanpa tau knp itu harus ada



by mersey
Kufur - 16/10/2012 02:59 AM
#298

NALURI DAN KUE SATU LEMARI


Kemari kesini

Dekatkan telingamu, kubisiki

"Ada teman baru namanya Naluri..."

Baru kukenal tapi sudah bukan bayi lagi

Kuperhatikan dia punya lesung pipi

Datang ke Jakarta baru enam puluh hari

Kudengar seluas nirwana Naluri punya mimpi

Langkahnya begitu kuat menjejak bumi

Sesekali kulihat dia bernyanyi

Tak ada cinta yang dia maui

Semua yang dia cari harus dipenuhi

Peduli lacur mau ke kanan atau ke kiri

Jalan sudah tak mungkin, jadi Naluri berlari

Besok lusa lebaran meneriaki Naluri

"Emak bapak mau kue lebaran satu lemari..."

Tak mungkin lagi berlari

Naluri jual diri...

Secepatnya harus ada kue satu lemari



by yayagyp
Kifarin - 16/10/2012 03:00 AM
#299

AKU BISA MELUDAHIMU!


Kata waktu,

Tetaplah menunggunya

Dan dengarkan kalimat terakhirnya

Kubiarkan ragaku diam dan membisu


Kata rasa,

Biarlah tetap menyala

Dan nikmati kehadirannya

Kurelakan hatiku menunggu dalam asa


Kata benci,

Lupakan semua tentangnya

Jauhkan jiwamu dari panasnya yang membara

Lantas mulailah belajar untuk meludahinya dengan caci maki


Dan ketika rasa mempertemukan waktu dengan benci...

Aku sedang tak ingin mengencingimu dengan airmataku

Aku juga tak kunjung mau menghadirkanmu lagi dalam mimpi

Biarkan aku kultus menyerapahimu dengan dendam, "Aku bisa meludahimu!"



by yayagyp
Kufur - 16/10/2012 03:01 AM
#300

kamu ingin seperti apa?


Seperti daun yang segar di pagi hari, tapi embun enggan menghampiri...

Seperti daun yang mulai kering di malam hari, tapi embun membasahi...

Peluklah dirimu sendiri dan bertanya kamu ingin seperti apa?

Apapun yang kamu pilih akan ada akibatnya.. Ini hidup bukan untuk mersakn

bhagia saja tapi untuk merasakan kesedihan agar kbahagiaan lebih berharga

dan bermakna..


by Armelia
Page 15 of 110 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5