Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 21 of 110 | ‹ First  < 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 >  Last ›

Kifarin - 16/10/2012 12:05 PM
#401

CINTAKU UNTUKMU AYAH

Dari kecil aku kau timang
Aku kau manja-manja
Tak pernah tampak wajah letih dan lusuh
Saat kau berada bersamaku
Ayah…., kau kerja dari pagi sampai malam
Bahkan sampai larut malam baru kau pulang
Kadang aku tak dapat melihat wajahmu
Disaat kau pergi bekerja
Aku juga merindukanmu disaat daku
menuju pembaringanku disaat malam gelap gulita
Aku rindu pelukanmu Ayah
Aku rindu akan cerita dongengmu tentang si Kancil dan ank gembala
Tapi walaupun demikian aku yakin
Ayah selalu memelukku dan menciumku
Sebelum ayah istirahat dalam peraduan
Do`a ku semoga ayah selalu bermimpi indah tentangku

Medan, 4 Oktober 2012


by Syaiful Amri
Kufur - 16/10/2012 12:07 PM
#402

PESAN AYAH UNTUK ANANDA

Anakku……, tolong dengar nasehat ayah
Jangan pernah kau lupakan ibadah
Sholat ibadah yang utama
Kerjakanlah tepat waktu
Jangan pernah kau tinggalkan
Walau satu waktu
Berbaktilah kepada kedua orang tua
Jangan pernah kecewakan hatinya
Karena ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua


by Syaiful Amri
Kifarin - 16/10/2012 12:06 PM
#403

Hati yang Biru

Jika jernih hati tatkala biru
Dan suara mulai melagu
Terlantun nada nada lugu
Tak sadar kepala mulai dungu

Hanya padamu tuhan
Tempat ku mencurahkan
Hanya padamu tuhan
Gelisah hati berubah ketenangan

Setangkup tangan ku bersimpuh
Sejenak padaMu yg maha mendengar
Menetes asa mengalir peluh
hingga ku rasai hati ini tiada gusar


by Abdurrahman Hakim
Kufur - 16/10/2012 12:07 PM
#404

Rahasia Kehidupan Kita

Di sini, kita bersahabat penuh rasa hormat
Saling menyapa dengan teramat santun
Di sana, hati kita bertaut dan jiwa saling berpagut
Bercengkrama dalam keindahan rasa nan merdu mengalun
.
Kerinduan di sini adalah cerminan kebersamaan kita di sana
Kehampaan di sini akibat kebahagiaan kita di sana
Gelora cinta di sini tersimpan dalam kotak rahasia
Namun paralel dengan tulus kasih tanpa batas di sana
.
Dunia kita memang jauh berbeda
Walau kita hidup di alam yang sama
Dimensi ketiga memisahkan raga kita
Namun dimensi keempat menyatukan jiwa kita


by Cahaya Lestari
Kifarin - 16/10/2012 12:07 PM
#405

Tiga Saja


Apakah hakekat kehidupan

bila semua berlalu begitu saja

bila tiada bekas di dunia

Apalah arti hidup fana

ketika sesama bertanya siapa dia

tiada kesan yang tertinggal darinya

*****

hidup adalah sepenggal kisah

kisah bisa menjadi sedih

kisah bisa tertawa ria

kisah dapat tidak menjadi berarti

kisah adalah detak kehidupan silaturahmi

semua tergantung sang insani

apa yan akan di wariskan

*****

anak yang soleh, insya Allah

harta yang bermanfaat mudah mudahan

ilmu yang memintarkan , semoga

tiga itu saja warisan ‘ntuk dunia

*****

harta awak tak punya berlimpah

anak anak Insya Allah berbhakti

setitik ilmu

yan ilmu pengetahuan lah yang awak punya

memberi, mengajarkan ilmu

terus , terus sampai di usia senja

semampunya, setenaga- tenaganya

sebisanya membangun karakter generasi muda

mudah mudahan berbekas di hati mereka

*****

Alhamdulillah,

kini kitab kitab telah terterbitkan dari hasil tulisan

inilah warisan

inilah alibi kehadiran didunia

itu saja

*****

salam salaman

PenaSehat PenaKawan PenaSaran

Gunadarma, 4 Oktober 2012


by Thamrin Dahlan
Kufur - 16/10/2012 12:08 PM
#406

Puisi Ketiadaan

Jika Tuhan tak menjatahiku dua tangan,
kutulis sebuah puisi dengan kaki
Judulnya puisi kaki
Isinya aku bersyukur Tuhan menjatahiku kaki.

Jika Tuhan tak menjatahiku dua kaki dan dua tangan,
kubacakan sebuah puisi dengan suara
Judulnya puisi suara
Isinya aku bersyukur Tuhan menjatahiku suara

Jika Tuhan tak menjatahiku dua kaki,dua tangan dan suara,
Kuucapkan sebuah puisi dalam hati
Judulnya puisi hati
Isinya aku bersyukur Tuhan menjatahiku hati

Jika Tuhan tak menjatahiku dua kaki,dua tangan,suara dan hati,
kuhayalkan sebuah puisi dengan pikiran
Judulnya puisi pikiran
Isinya aku bersyukur Tuhan menjatahiku pikiran

Jika Tuhan tak menjatahiku apa-apa,
tuliskanlah aku sebuah puisi
Judulnya puisi ketiadaan
Isinya tentang kau yang bersyukur,
karena Tuhan menjadikanmu ada dan sempurna.


by Roy Octara
Kifarin - 16/10/2012 12:08 PM
#407

Belajar Nulis Puisi


aku berjalan pada setapak kegelapan

bertelanjangkan air mata kegelapan

ibarat tanah kering, kasar dan berdebu

seolah termakan pada kecurangan dunia

setiap detik, menit bahkan bulan dan tahun

inilah yang kurasakan

mencengang dan tak beraturan

menjama keseluruh putaran aliran darah

ada apa ini,,,,?????

seakan aku termakan pada kemunafikan duniaa

seakan pusaran ombak memakan waktu ku

memakan sisa-sisa yang ku punya

owh tuhan,,,,,!!!

aku tahu hidup bak jalan raya

merintih, tersenyum dan tertawa

namun…………….

apakah aku akan tetap begini

terselubung pada kegelapan nyata

ya alah…

aku hanya manusia berlumur dosa

yang penuh dengan kenistaan

yang penuh dengan noda yang pekat

tertimbun dan menggunung tinggi seperti cakrawala

malu dan tak tertahan

ya allah…………..

aku haus kan jalan itu

jalan keridhan dan keberkahan mu

jalan yang selalu kau bimbing

jalan yang selama ini aku rindukan

seperti dahulu ,,,,,



by Tri Isniarti Putri
Kufur - 16/10/2012 12:09 PM
#408

Lot, dalam Batas Waktu

tetua meniriskan bulir kembang
bau dupa menyedak polip
hari demikian ranggas
ombak menerjang
bibir karang meraung

alun diombang-ambingkan angin
melesat lalu hilang senyap
tanah panggung itu bagai menara
setegar kata bertalu, menerpa wajah kurus
mengimbangi pupil matanya yang cekung

di mulut goa ular tidur
melingkar seperti obat nyamuk
menghabiskan sisa pakan
yang terlanjur sepa dan dingin

Lot, dalam kisah para pujangga
adalah tepian nirwana yang menebar pesona
tetua itu lalu menyihir pasir
terik membakar janggutnya
yang mendua warna

dalam gelap sisir pantai,
kau lalu tinggalkan
undak pertapaan,
kau basuh muka legammu
dengan air sewindu,

terasa menyublim
semakin erat kau dekap
perjalanan spiritual itu
meski masa sering menjauhkan
antara laut dan tubuhmu yang kering

di tempat ini, kau menyiapkan
hidup dan mati, bergulung ombak
di bibir Lot, yang seksi


by Budhi Wiryawan
Kifarin - 16/10/2012 12:10 PM
#409

Berlatih Berpisah

Lewat entah aku merasa
Jika bungaku mulai enggan mekar…
Wanginya mulai bersembunyi…
Dan putiknya pelan berpaling …..

Aku mengerti…………
Sejauh apapun harapan membawa..
Sedalam apapun keinginan memaksa…
Semua bisa berakhir kapan saja…

kalaupun bukan karena aku..
atau bukan karena bosan mu..
bersatu selalu terlahir bersama berpisah
dan waktu jadi penentu…

Kita adalah….
Ladang yang ditanami perasaan
Keamarau, penghujan,mendung,cerah…
Adalah keniscayaan musim yang harus kita terima…

hanya satu hal yang ku harap …
Berilah tanda….
Sebagaimana mendung sebelum hujan..
Sore sebelum malam….

Agar aku mempunyai kesempatan
berlatih mempersiapkan hati


by Tuk Banyumili
Kufur - 16/10/2012 12:11 PM
#410

Dokter (ku)

Beberapa hari ini aku sering mengamati geliatmu
Tanpa kau sadari, aku lah yang telah mengamati gerak-gerikmu
Kalau kau merasa sedang dimata-matai, itulah aku

Aku lah yang melakukannya
Dari kejauhan aku melakukannya
Samar-samar dalam terangnya matahari siang yang membakar besi pembatas

Seragam putihmu seringkali aku pertanyakan
“Mengapa putih? Bukan biru seperti birunya langit. Atau pink biar seperti cherrybelle.
Katanya imut. Disukai banyak orang, khususnya anak-anak yang baru tumbuh gigi.”
Belum terjawab.

Kau masih muda
Lagakmu juga berwibawa
Kemana-mana membawa alat pendeteksi detak jantung
Pernahkah kau mendengar detak jantungmu sendiri? Apa kata mereka?

Maksudku, apa kata jantungmu tentang dirimu?
Apakah mereka berdetak kencang, atau biasa-biasa saja.

Sepertinya kau lah orang yang paling penting di muka bumi ini
Semua orang membutuhkanmu
Semua orang mengagumi

Masih teringat aku tentang banyaknya orang tua
yang bangga ketika anaknya bisa menjadi dokter, bukan kuli tinta, apalagi kuli benaran

Mereka begitu bangga melihat anak mereka memakai seragam putih itu
Mereka telah berhasil menuntun anaknya menuju jalan yang seharusnya, yaitu menjadi dokter
Ah, andaikan saja menjadi kuli atau pembantu juga dibanggakan

Kalian sering bergerombol
Asyik dengan pembicaraan yang aku sama sekali tidak mengerti
Mungkin kalian sedang membicarakan tentang obat yang aku tidak bisa eja
Atau mungkin sedang membahas penyakit yang belakangan ini jadi tren
Penyakit ‘galau’ namanya.
Apakah kalian sudah menemukan obat untuk penyakit sejuta umat ini?

Aku sesekali mengagumimu
Ketika pasien sakit bisa sembuh
Ketika yang susah tersenyum, bisa tersenyum lagi
Karena kau dokter yang hebat

Dokter yang dikagumi banyak orang
Dibutuhkan sejuta umat

Tapi, pernahkah kau sakit? Pernahkah kau menderita seperti pasien-pasienmu?
Setidaknya kami tahu bahwa kau bukanlah manusia super yang tidak pernah sakit

Apa yang kau lakukan ketika kau sakit?
Apa pendapatmu tentang dokter sakit?
Jangan-jangan kalian juga terserang penyakit ‘galau’

Dokter, kau tidak perlu terlihat sempurna di hadapan kami
Aku hanya tidak ingin kita terpisah jarak
yang begitu jauh sehingga aku tidak bisa menjangkaumu
Walaupun aku adalah pasien, dan kau adalah dokter

Janganlah kau menjauh dariku, ketika sakitku parah
Atau ketika aku tidak punya uang untuk membayar kebaikanmu

Dokter, pernahkah kau berobat?
Pernahkah kau bertanya tentang kedirianmu yang dibutuhkan banyak orang
Yang dikagumi banyak pasien
Yang dibanggakan banyak orang tua
Yang dikagumi banyak anak kecil,
sehingga ketika ditanya tentang cita-cita mereka selalu ingin menjadi dokter

Dokter, jangan terlalu asyik dengan dokumenmu
Lihatlah kami, tanyakanlah kami tentang sakit kami
Jangan hanya mengamati gejala berdasarkan bacaan jaman sekolah dulu
Oh iya, kenapa sekolah dokter itu biayanya sangat mahal?

Tidak bisakah aku juga menjadi dokter walau duit tidak ada?
Atau bisakah seorang anak kecil di pedalaman Papua sana bercita-cita menjadi dokter?
Walau tidak ada uang. Walau tidak ada modal kecuali semangat.
Biasanya akan ditertawakan.

Dokter, lihatlah aku sekali saja
Mungkin saja kau bisa melihat dirimu sendiri ketika melihat kami yang tidak berdaya ini

Terima kasih karena sudah menjadi dokter
Dokter yang juga manusia, bukan dewa segala penyembuh penyakit
Tapi juga dokter yang pernah sakit
Dokter yang juga pernah menderita

Dokter, Dokter…
Mendekatlah sini, aku ingin mendengarkan denyut nadimu
Dan ingin menyampaikan pesan jantung hatimu

(Dokter masih saja sibuk)

25 Maret 2012
23.13 Wib


by Harahapmon
Kifarin - 16/10/2012 12:12 PM
#411

Rasa Cintaku: Forever I Love You

***lalu kau tanyakan tentang rasa cintaku padamu
rasa cintaku padamu melebihi apapun yang kau tahu
dan kau mau di dalam jiwa hati raga rasa cintaku
tak akan pernah sirna sampai kapan pun juga sepanjang waktu
yang bisa kau dan aku rasakan setiap detik waktu
tanpa harus menunggu perintah indah dari jiwa yang rindu
selalu agar kita memanjakan hidup selagi waktu
memeluk memanjakan hidup aku dan kamu
karena apa arti hidup dan semua milikku milikmu
jika tak menyambut cinta menyala sempurna indah selalu
tak lekang oleh waktu hingga kamu adalah aku
dan aku dan kamu tak akan pernah meragu
tentang cintaku padamu dan cintaku padamu
dan aku bilang forever i love you


by Ninoy N Karundeng
Kufur - 16/10/2012 12:12 PM
#412

Someone is Great

Untuk seseorang yang telah pergi dariku……
Yang tak pernah berharap kembali……
Aku tahu beban menderamu…..
Di dalam tubuh hati dan jiwamu…..
Dan engkau mengeluh…..
Itu wajar, karena sedih…..
Engkau yang bersedih…..
Karna perbuatan egomu…..
Sabarlah, allah akan selalu bersamamu…..
Membersihkan dosamu…..

Ketika kau telah tawadhu…..
Dengan segala taqwamu…..
Sugguh kala itu ….
Surga menunggumu…..

Engkau boleh menangis…..
Karena hidupmu…..
Semoga melegakanmu….
Lalu ingatlah robb mu…..

Percayalah
Kesabaran, ketabahan…..
Keikhlasa dan ridhomu…..
Dalam taqwa dan tawakalmu…..
Adalah surge kelak untukmu…..

Engkau yang bersedih…..
Menanggung beban…..
Pahit manisnya hidup…..

Memegang agamamu…..
adalah jihadmu….

ikhlaskanlah…..
meski kadang harus bersedih…..
dan tangis mengiringi langkahmu…..

duhai
engkau yang jauh dariku…..
apapun lakumu kelak…..
adalah pahala bagimu…..
manakala engkau ridho…..
maka allah ridho padamu…..

berjalanlah, sampai batas….
dipenghujung waktu…..

tetap ikhlaskanlah…..
apa yang ada pada dirimu…..
karena agamamu…..
adalah baik untukmu…..
dan pahala untukmu…..

duhai engkau…..
tawamu adalah bahagiaku…..
tangismu adalah sedihku…..
jika rindu katakana rindu…..
jiwa ku selalu menanti…..
datang dan temanimu…..
tuk sepanjang hidupmu…..


by Muhammad Rosul
Kifarin - 16/10/2012 12:13 PM
#413

Kenangan

Aku tiriskan sebingkai surat untukmu …..
yang telah menjadi silir hatiku selama ini….
selama ini kita menjalani hubungan ini
dengan apa adanya ,aku tau perasaanmu selama ini,
yang begitu ingin,,dan sangat ingin sekali kita bertemu ,
aku juga merasakan hal yang sama sepertimu ,
aku memang dekat dengan teman-teman cewe aku,
tetapi tak akan rela bila aku bagi perasaan cinta dan
chayang ini kepada orang lain selain dirimu,
aku mengungkapkan perkataan ini apa adanya dengan mu chayangku,
aku tak ingin hubungan kita tertutup tutupi apalagi smpai putus hubungan,
aku sangat tak ingin sekali itu terjadi,
disini aku hanya bisa memandangi sehelai foto manismu tiap malam,
dengan hubungan kita yang sangat terbatas ini,aku sangat mengimpi-impikan
sekali apabila disaat kita pulang nanti aku menginginkan kita bisa bertemu kembali
dan menghilangkan rara kangen di antara kita ini disaat kita pulang nanti,
aku ingin seperti dulu lagi….
bisa conet-conekan lagi seperti yang sudah-sudah chayang……….
aku sangat ingin seperti dulu lagi ,aku harap itu semua bisa terjadi lagi…amin..
chayang aku aku sangat berharap sekali engkau menyisihkan nama
,cinta,dan kasih chayangku dalam hatimu yang paling dalam.
karena rasa chayang ini yang sangat chayang kepada mu ,tak pernah
tenang aku memikirkanmu selama ini
inilah coretan”cintaku oleh hatiku untukmu chayangku….
I miss U chayang
mamaz chayang banget nisva
dalam hatimu


by Nisva Dwi Riyanti
Kufur - 16/10/2012 12:13 PM
#414

Siapakah Kita Tanpa Raga ?


Siapakah kita tanpa raga ?

sekedar tunggul yang batuk pun sudah tidak bisa

kalaupun ada suara batuk-batuk dari dalam kuburnya

kekasihnya pun hanya akan mengusap bulu kuduknya saja

-

Siapakah kamu tanpa raga ?

ketika malam-malam kau menyapaku dengan mesra

kau lemparkan celotehan-celotehan manja

dan akhirnya kita pun bergumul dalam lumpur malam membara

-

Aku jadi berimaji begini,

jika kita sudah mati nanti

hidup selubang dengan cacing

kita pun akan terus melanjutkan

perselingkuhan ini

diiringi nyanyian-nyanyian nyeri

sang suami isteri

dan doa anak-anak kita

agar diampuni semua dosa-dosa kita

diberikan tempat yang layak disisinya.

Tapi cacing tetap cacing,

tidak akan pernah mengerti bahasanya

mereka hanya tahu bahwa kita adalah mangsa

Siapakah kita tanpa raga ?


by Hesya
Kifarin - 16/10/2012 12:14 PM
#415

Pujaan Hatiku


Kau bidadari dalam tidurku

Menghiasi mimpi indahku

Melengkapi jalan cerita hidupku

Bayangmu selalu rasuki pikiranku

Sifatmu hanyutkan anganku

Senyummu ceriakan hariku

Kenanganmu mengukir masa kasmaranku

Kau jawaban atas doa setiap malamku

Mungkinkah kau terima cintaku

Menerima rasa sayangku

Menghapus rasa rinduku

Mengisi kehampaan hidupku

Melarung senja bersama waktu

Ku ingin kau menjadi milikku

Temani sisa napas hidupku

Indahkan masa kini dan masa tua ku

Hingga maut menjemput ku



by Reynaldi Suhendra
Kufur - 16/10/2012 12:15 PM
#416

Malam Jumat, Cintaku


Cintaku segerakan sunah Junjungan kita

Lihatlah rembulan sabit mengintip malu-malu dari peraduannya

Sinarnya mengikat hati kita menjadi satu

Cintaku segerakan sunah Junjungan kita

Tambahkan suara-suara malam dengan desah kita

Biarkan kali ini malam berlalu dengan penuh kelembutan

Penuh bisikan cinta dan kasih

Mengayun syahdu tubuh kita, bergerak pelahan

Tatapanmu membelai jiwaku, lagi lagi dan lagi

Kita ciptakan malam terindah untuk dunia

Karena malam ini dunia ini milik kita berdua

Maka peluklah aku dan jangan pernah lepaskan lagi

Biarkan telingamu mendengar rayuanku

Aku cinta padamu, sungguh



by Prima Marsudi
Kifarin - 16/10/2012 12:16 PM
#417

Untukmu Anak Bangsa

Wahai.. anakku, Tunas baru…….!!
Ingatkah kamu kisah satu juni empat lima dulu
Yang dulu masih sering kau terdengar di radio tua ayahmu itu..
Alangkah sedihnya dimasamu
Hilang sudah cerita lalu di telan kelabu
Pancasilamu telah membisu
Bisu dalam lemari tua berdebu
Kesenian kampungmu telah usang
Semuanya baru bimbang ketika diambil orang
Apa nan dikata semua sudah hilang
Dan
Kesenian negeri nun jauh di seberang
Telah menjadi tren zaman sekarang

Pancasila yang hanya tinggal kata-kata
Menjadi hiasan dinding tembok tua
Telah berdebu, kotor dan merana
Sila pertama sampai dengan sila kelima
Hanya tinggal ingatan saja
Tanpa di khayati dan diamalkan lagi isinya
Betapa hancurnya hati para pendiri bangsa
Ketika air mata rakyat dibanjiri oleh derita
Sedangkan pemimpinnya
Bersenang-senang keliling dunia
Dengan alasannya
Menjalankan tugas Negara

Alangkah malangnya Wahai tunas baru..!!
Tidak ada lagi dendang melayu
Yang selalu kau dengar menjelang tidurmu
Hilang sudah gasing dan patok lele mainanmu
Menjadi mainan yang tidak bermutu

Sudahlah.., anakku..!!
Janganlah kau bersimpu pilu
Bukan salah zaman merubah jalanmu
Tetapi pemimpin yang telah keliru

Namun.., ingatlah wahai tunas baru…
Nanti……!!!
Kejarlah duniamu untuk akhiratmu
Demi keutuhan pancasila dan negerimu
Selamat hari kesaktian pancasila…!!


by Yong Mara
Kufur - 16/10/2012 12:16 PM
#418

Politik, Tsunami dan Sinetron

Kami bukan kucing kurap! setelah kau siram air panas,
lalu aku jilati lagi kakimu karna kau berikan sepotong ikan asin!
Kami bukan budak nafsu mu yang melayanimu setiap kau birahi,
lalu kau tidur pulas disampingku dan aku selimuti badanmu!
Kami bukan durjana laknat yang tetap membunuhi saudara kami di tanah sendiri,
lalu dimandikan tsunami!
Kami bukan orang pikun yang lupa dengan janji-janji manis kampanyemu!
Kami menguap, muntah!

BUKAN! ITU BUKAN KAMI!
Kami adalah pekerja keras yang minta kesejehteraan yang sederhana.
Kami adalah pedagang kecil di pasar pagi yang menjual sayur cabai untuk membiayai baju lorengmu itu.
Kami adalah rakyat lemah yang cuma punya setapak impian di rumah kecil kami.

Jadi…
Berhentilah menyakiti kami
Berhentilah berjanji palsu kepada kami
Berhentilah menuruti nafsumu untuk perdaya kami
Berhentilah sekarang
cukuplah tsunami mengingatkan kita pada dosa-dosa kita sendiri
cukuplah sinetron yang membuai kami pada kepalsuan hidup


by Manga Sulung
Kifarin - 16/10/2012 12:19 PM
#419

Kembali Juang

Matahari merona.
Seakan tersipu manja.
Keagunganmu tuhan sungguh ku terpesona.

Terlelap aku dalam sibuk pekan ini.
Terbuai mimpi sejuta pelangi.
Seakan ku hidup seribu tahun lagi.

Terima kasih tuhan.
Terima kasih teman.
Ku kembali teruskan perjuangan.
Wujudkan dunia penuh keindahan


by Abdurrahman Hakim
Kufur - 16/10/2012 12:18 PM
#420

Senadung MATA

Otak-ku di selimuti oleh mata uang
Mataku bersahabat dengan mata keranjang
Perutku buncit, seperti polisi yang kebanyakan makan hasil duit tilang
Setelah ngutil langsung ngilang, dasar manusia jalang
Aku merindukan mata hati
Karena mataku sudah tidak jeli
Aku merindukan mata-hari
Karena mata hatiku mulai layu
Aku butuh mata air
Karena air mataku sudah tidak mengalir
Aku butuh mata bayi
Karena matanya belum terkontaminasi
Wahai mata hatiku
Sudah dua tahun warnamu ku ubah jadi abu abu
Wahai mata hatiku
Akan kurubah warnamu
Menjadi hitam putih selalu
Ya alloh ya Rabb-ku
Sinarilah mata hatiku dengan rakhmat-mu
Agar aku selalu di jalanmu


by Apexbanget
Page 21 of 110 | ‹ First  < 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5