Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 110 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

Kifarin - 15/10/2012 09:38 AM
#41

Mencari Puing-puing Cinta mu


Terkapar ku dalam malam

Menanti dan terus menanti yang tak pasti

Dalam sunyi ku menari dengan bayang mu

Tiupkan seruling dalam setiap purnama


Berbisik ku berbisik

Pada hembusan angin ku berbisik

Meminta kabar dari dirimu

Mencari nafas yang mungkin masih tersisa untuk ku


Kerikil tak sekecil pemikiran ku

Walau kaca tak dapat pantulkannya


Merangkak ku tetap merangkak

Mencari sisa - sisa dirimu dalam pasir

Walau ombak menarik mu dari ku

Kan ku kayuh dayung ku menuju samudra itu

Meski itu hanya setitik harapan dalam selimut kabut

Ku kan tetap terjang hingga tubuh terkulai lesu



by ChanZigh
Kufur - 15/10/2012 09:40 AM
#42

Waktu IV

Terakhir, dari perjalanan waktu...

Suara fajar masih meratap
Berharap mentari terangi bumi
Berharap bulan masih kembali
Menyinari dunia yang hampir mati

Manusia hanya berdaya dengan makian
Mengumpat saat dikalahkan
Mencaci saat kemenangan
Sombong, penuh iri dalam hati

Fajar terus meratap hampir menangis
Melihat mentari datang tertutup awan
Petir bersiap menghujam bumi
Berharap membunuh seorang manusia

Siang pekat kelam melebihi malam
Hati manusia diisi kedengkian
Berharap kesusahan bagi insan lain
Tertawa, melihat kesedihan

Senja pun sebenarnya enggan
Harus menghadapi manusia yang berhati setan
Seakan senja bertanya
Mengapa waktu harus berjalan


by pandekaapi
Kifarin - 15/10/2012 09:40 AM
#43

Racau


Dalam rebahku melintas kupu-kupu bersayap api bermata

iblis yang tiap malam hampir pagi terbang lalu lalang tanpa

pernah tau mana Timur mana Selatan bersama serombongan

kunang-kunang bersayap salju dan angin yang

menusukku melewati pori-pori kulit menuju ke dalam ruang

rongga kepalaku yang sudah kosong ketika sebelumnya

ingatan tentangmu berlama-lama singgah serupa bocah

yang baru pulang dari tualangnya di antara hangat cuaca

musim panas yang panjang kemudian menjelma kelam

untuk kulalui berlari sambil berteman api dengan nyala yang

membentuk cahaya tanpa rupa lalu menjelma

sayap kupu-kupu sebab rebahku sudah tak tau mana Timur mana

Selatan yang salju dan dipenuhi kunang-kunang bertualang

melewati serombongan angin tempat iblis bermata api

singgah di ingatan untuk kemudian menusukkan

kelam musim panas pada malam yang lalu lalang.


2010



by pembencipurnama
Kufur - 15/10/2012 09:42 AM
#44

semoga aku, tidak jalan mundur



telapak kaki mulai bicara.

lelah katanya terus berlari.

masih juga tak tahu arah.

bukankah lebih baik berhenti?


lutut pun ikut lemas.

lemah lunglai ingin lepas.

tapi hati kian cemas.

semoga harapan ini belum tewas.


mata terus mengerling.

berharap ada tanda panah.

tapi rasanya hati ini sudah kering.

sampai tak terasa penuh bernanah.


Tuhan, turunkanlah aku jika memang aku sudah terlalu tinggi.

tapi jangan hentikan langkahku lagi.

aku tak mau berjalan mundur.



love- Nindy
Kifarin - 15/10/2012 09:43 AM
#45

Khayalan


Sebenarnya,

Aku ingin mengatakannya

Mengatakan hal ini kepadamu

Jujur ..

Sudah tak tahan rasanya

Namun

Apa daya

Tak pernah kutemukan dirimu

karena dirimu

hanya ada dalam khayalku



by kaito
Kufur - 15/10/2012 09:44 AM
#46

TEKS USANG NEGERI YANG MATI SURI

Borokborok menganga
Darah nanah biasa
Jangan pula kau tanya hak azazi
Beruntung kami tak mati di moncong amunisi

Kami satu dicurangi
Kami satu dikhianati
Kami satu dilucuti

Hari ini 83 matahari
Kami tengok teks usang negri
Bukan untuk dimaknai
Cuma superior di depan televisi
Hahahehe anjing negri
Tangistangis pemudapemudi

Kami satu berniat
Kami satu bertekad
Kami satu bersuara

Bangsat!
Seberapa yakin kalian akan hegemoni, lalu nafikan kami?!
Seberapa kalian buta erangan kami?!
Ketika kalian cuma hambur basabasi
Kalian tak lebih setan laknat pengerat negri
Teruntuk bajingan penggadai republik ini
Atas nama baptis para penonggak negri
Kukirimkan seperangkat pembalut dan borgol untuk kalian amini
Kuhaturkan juga muntahan peluh darahdarah kami untuk kalian nikmati

Selamat hari sumpah pemuda duhai kalian pemimpin negri
Biarkan saja teks itu usang diterkam jaman
Tertawalah wahai kalian
Kuyakini takkan lama lagi, terang kan memayungi kami
: amiin


by yayagyp
Kifarin - 15/10/2012 09:45 AM
#47

Terimakasih


dimana dia

dia dipusat dari titik

menyelam dalam ia

didirinya

sendiri

busuk

!


by Aspal_panasku
Kufur - 15/10/2012 09:46 AM
#48

penghujung oktober


masih

akhir oktober ini dihimpit oleh kelabu

sayap-sayap malaikat tertutup, biarkan rintik hujan jatuh meresap ke pusat bumi

jingga di ufuk perlahan berganti gelap tanpa rembulan

malam ini ku dendangkan lagu pilu

melodi kegundahan yang telah melekat dalam batinku semua kutumpahkan

ingin ku buat teluk pengandaian

bertadangkan pohon pengharapan

agar daunnya tak pernah habis berguguran



by Esti Sofyan
Kifarin - 15/10/2012 09:47 AM
#49

Perjalanan Rasa


1

Awan Angin
Jelajahi belantara ingin
Berkali menyasak belukar
Haram terkapar

Angin memupuk harap,
Rengkuhah Awan
Bertaut tangan,
Tapaki senyap

Wujudkan mimpi di ujung harap


2

Mengurai jejak langkah rasa,
Kita...
Mengkristal asmara
Tiap detik bermakna
Menjulang pohon harapan, bersama


3

Dan jalan berpaku ada di tiap pilihan langkah
Tertengadah..
Memohon yang terbaik untuk harapan yang terus teranyam
Rasa tak pernah padam, Sayang..


4

Menyusun kepingan kisah tergores di sepanjang langkah
Menjadikannya mozaik terindah
Membingkainya dengan ketulusan cinta di relung hati
Rasa ini, tak tertandingi


5

Terengah dalam perburuan jawab
Menggenggam erat sumpah setia akan lelaki terpuja
KAU penentu cerita
Hanya KAU ijinkan berdoa
Jalani semua
Gemuruh hati tak sabar wujudkan mimpi
TUHAN, maafkan kami...


6

Nafas tergelincir ke rembang senja
Masih terajut asa
Menanti genggam jemari susuri waktu berdua
Kapan?
Tanya membentur penghalang
Mengaburkan jawaban
Dan kita masih di sini
Menapak labirin teka-teki
Setidaknya masih termiliki rasa
Lelaki terpuja..



by nixyan
Kufur - 15/10/2012 09:48 AM
#50

no one has this


terlalu aneh yang ku rasakan.

Lupakan dia? bagaimana bisa?

Mungkin dengan,

memaafkannya? aku bahkan tak pernah disakiti olehnya.

Buang barang pemberiannya? aku bahkan tidak pernah menerima satupun.

Lupakan musik kesenangannya? aku bahkan tidak tahu jenis musik yang dia suka.

Atau mungkin aku tidak harus mencoba melupakannya?

Bagaimana aku bisa menerimanya?

Aku bahkan tidak mengetahui dia masih mengenalku atau tidak.

Tidak. Aku tidak mengharapkan dia masih mengenal atau bahkan mengingat namaku.

Aku hanya mengharap dia masih mengingat wajahku. Walau samar.



by Jebol 28
Kifarin - 15/10/2012 09:49 AM
#51

Agresifisuasif


Gelombang malam adalah kelam dalam pejam yang tenggelam dibait-bait alam

taburannya riuh beralas seduh yang mengayuh sayup-sayup subuh

mengais dari sisa tangis yang menyeka gerimis dibalik tajam pandangan sinis

pandangi bumi lalu pahami pagi yang bangkit dari kemilau mentari dan merajai tengah hari, lalu terganti di barat nanti

berucaplah dengan segala rendah, yang kita pungut dari sampah, lalu mulailah hadapkan wajah yang menengadah

hina-hina yang membuat nista menjadi utama dari segala rasa yang kentara di tubuh dengan kelana

mulai merangkai sejuta perangai yang mengiba dengan lunglai menanti sebuah damai.



by pena_hitam
Kufur - 15/10/2012 09:50 AM
#52

Berhenti


waktuku hilang


benar .

gelap teman setia kita berbagi rasa

seperti ini basah di genangan air

gelap dan kotor

basah

merekah

lusuh


aku pergi mencari janji

ketenangan



by Aspal_panasku
Kifarin - 15/10/2012 09:50 AM
#53

Setelah Kepergian Mu


Saat mendung selami malam

Terayun ku dalam kesunyian

Sepi yang ku rasa telah menjadi ketetapan dalam setiap inchi hidup ku

Garis hidup ini pun terasa terlalu dangkal

Ku butuh diri mu sekedar memberi sedikit gaya agar ku dapat bergerak


Jangan kau buat diri ku seakan tak berarti

Kalau kau berhenti sejenak saja untuk melihat ku

Kau kan lihat hidup ku bagaikan bilangan binary

Yang hanya mengenal 0 dan 1


Berikanlah sedikit timah basah dihati yang telah terputus dari sirkuit-nya ini

Ku harap kau dapat mendengar sedikit raungan hati ini

Karena jangka dan mistar hidup ku telah patah tanpa mu disini



by ChanZigh
Kufur - 15/10/2012 09:51 AM
#54

Mengatruh Resonansi

jalan yang kamu rindui seperti bunga merah memawar cinta,menggoda serpihan kata yang sempat limbung dihantam suka semalam.dengan palu-palu cerita yang mengatruh di sudut kelam kontelasi jiwa, dibawah resonansi kita sebagai manusia, aku ajak kamu menjelajah..

di atas perahu menyisir, membawamu ke ujung ruangan berisi udara, agar kamu hirup segar perjalanan kita sebagai cerita di atas perkamen dunia

dan akhirnya, jika ada dua cabang jalan,kita harus memilih kemana kita pergi...


by rayaKafka28
Kifarin - 15/10/2012 09:52 AM
#55

Waktu III

Mendayu merdu tangisan alam
Tawa kehancuran terbahak-bahak
Air mata basahi pipi
Siang meredup beranjak petang

Bersinar terang bintang senja
Tegarkan diri hadapi tantangan
Kuatkan jiwa terima luka
Hentikan ratap keluarkan teriakan

Tumpahan darah basahi bumi
Menjejak menapak duka pengalaman
Hangus rindu tersiram fana
Awan malam menggulung berdatangan

Terkelupas kulit menjelang fajar
Mentari mati hitam mengelam
Tidur terpaksa ajukan cerita
Habis hari penuh derita



by pandekaapi
Kufur - 15/10/2012 09:52 AM
#56

Sudahlah

Kucari kamu di sudut lamunku
bersama angin yang berhembus pelan
dan kicau burung yang ikut meneriakkan rindu untukmu

Di sudut kota,kau bilang bahwa cinta untukku tak ada
Kau sembunyikan dia dalam sorot tajam matamu
Aku selalu tahu,
tapi pura-pura tak tahu
Hanya untuk menguji seberapa besar cinta
yang kau simpan rapi di sudut ruang hatimu

Aku diam
untuk memberimu waktu
Kau perlu sendiri
untuk menghargai arti hadirku
atau sekedar tau seberapa besar rasa cintamu

Sudahlah,
Aku terlalu lelah untuk mengerti
Rumus-rumus cinta yang kau agungkan
dan membuatku jatuh kebingungan

Sudahlah,
Kita hanya perlu mengakui
Bahwa cinta kitalah yang sejati

Mojokerto,29 Oktober 2011


by Rani-Chan
Kifarin - 15/10/2012 09:53 AM
#57

HUJAN DIBALIK RINDU ke-dua


masih berlatar hujan dibalik rindu

berharap meretasi waktu antara kau yang telah pergi jauh

disini aku masih menyimpannya

sebentuk cinta yang kau beri nama hujan satu april


padma hati aku masih tak mengerti

mengapa tuhan menjadikanmu titik-titik hujan

sedang aku kini tak lagi bisa memelukmu


saat ini kau telah menjadi nasha disisi tuhan

aku masih dengan jabatan lama ku,

pudjangga patah hati bersama cancer rindu dibalik rinaimu

menggenggam satu bait janji berlatar hujan kita dulu

"tak kan pernah ada yang pisahkan kita, selama hujan masih menjadi milik kita"

hujan dibalik rindu

"sayang, apa kau bahagia disana?

disini aku masih saja terjerami hujan yang kau kagumi..."



by: endhaswara
Kufur - 15/10/2012 09:54 AM
#58

Rindu Gugur


Daun-daun gugur

merindukan tanah gembur


Jakarta dimalam hari

lampu-lampu merkuri

anak-anak bingkam

mengecup jembatan


gedung-gedung berpendar indah sekali

layaknya cahaya bintang beralih ke bumi

tapi tak memberi arah pasti, di sini


Jakarta tak pernah mati

kecuali hati nurani

seperti daundaun

berguguran


angin dan debu

berseteru



haridjogja 27okt2011
Kifarin - 15/10/2012 09:55 AM
#59

Saat Pertama


ini saat pertama aku tak menyadarkan mu di dadaku saat kau menangis..

ini saat pertama aku tak menghapus air mata mu di sela hari yang seolah begitu menghukum..

ini saat pertama aku tak menopangmu dikala langkahmu begitu lunglai..

karena ini saatnya aku pergi..

terima kasih atas cacian dan hinaan ibumu, kau kan kuat tanpa aku..

: jangan terlalu bodoh berharap dengan aku yang bukan siapa-siapa bagimu,.



by Kakashi hatake
Kufur - 15/10/2012 09:56 AM
#60

Waktu II

Pagi sunyi kabut berkabung
Hadiah duka dari langit
Cerita masa lalu menjadi luka
Penuh peluh tubuh melepuh

Hati termanggu wajah membatu
Siraman laut seakan api
Karang diterpa berdiri senja
Burung merpati jatuh terkapar

Malam penuh bintang air mata
Jatuh berderai hiasi pipi
Tubuh layu semakin memudar
Genggaman dalam kelemahan raga

Matahari turun dari tahta
Bulan naik ke singgasana
Putih bersih cahaya purnama
Menghiasi bumi dengan kesuraman

Fajar membasahi langit malam
Dengan tumpahan cahaya redup
Mata tertutup dalam lembah
Subur dosa parasit jiwa


by pandekaapi
Page 3 of 110 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5