Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 110 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

Kufur - 15/10/2012 02:03 PM
#81

Kini Kosong


Saya manusia..

Kamu juga

Saya penuh harap

Kau membuat tamat

Ugh!


Diamput!

Jelita kau obral membuatku mengkerut

Kutampar,

Kau terkapar

Bukan menurut, kian gahar


Setumpuk emas di pangkuanmu

Kau hambur untuk menendangku

Tuli telingamu akan jerit pilu

Tiga nyawa

Menunduk kelu


Otakmu terjejali sampah

Matamu tercongkel

Hatimu gosong

Kupilih kosong

Melompong

Tanpa lolong



by nixyan
Kifarin - 15/10/2012 02:04 PM
#82

Rakyat berteriak Rakyat


Rakyat, rakyat!

Siapakah engkau?

Penguasa, penguasa asli negerimu

Namun wahai rakyat!

Lihatlah! Dengarlah! Ketahuilah!

Bagi mereka kau tak lebih dari kue yang dibagi-bagi!



by Yafeth
Kufur - 15/10/2012 02:05 PM
#83

Uang Dan Orang orang

Orang orang sudah lupa apa fungsi uang
menanam besi di tanah, membeli hidup bayi bayi
memotong gunung menebar cacar
di hutan dan lautan banyak luka mengambang
hingga busuk dan bernanah

oi kembalikan luka ke asalnya
tsunami, tanah longsor, gempa dan biarkan
orang orang berdoa di depan altar tempat Tuhan
yang telah lama mereka jual


HariDjogja 3mei2010
Kifarin - 15/10/2012 02:06 PM
#84

Bulan Purnama


Bulan purnama malam ini bulat sempurna

seperti cintaku untukmu yang sama sempurnanya

bulan dan hatiku hanya berbeda dalam satu hal

bulan akan menipis menjadi sabit dan kadang gerhana

tetapi yakinlah cintaku padamu tiada pernah terkikis

meski awan hitam dan mendung menghalangi sinarnya

tetapi yakinkan hatimu bahwa di balik awan dan mendung itu cintaku ada

masih sempurna, tiada pernah menyabit dan terus purnama



by humerus
Kufur - 15/10/2012 02:06 PM
#85

RAJA SEMENIT


Luar biasa kau Raja,

Air mukamu mengkilat penuh sanjungan

Tegak berdirimu menjulang silau kupandang

Buah pikir isi kepalamu bak syahadat tanpa cela

Tunduk semua abdimu untuk selalu mengiyakan

Kalimatmu sabda suci bagi kami dibatas jarak pandang

Kau raja yang kulihat dari kejauhan sini tanpa kacamata


Duhai Raja penguasa fana,

Pernahkah kau ingat dirimu ketika duduk beralas tanah tanpa keAkuan?

Tidak terlalu lama untuk sejenak Paduka tengok ingatan itu ketika pulang

Raja bercorak tutur kata biasa, ada benar dan kerap salah pada makna

Betulkah Raja takut menjadi lumrah demi kami yang penuh kerinduan?

Kau menghebat dalam setiap lepasnya maklumat, Rajaku pelakon setengah matang

Rajaku merajai keluguanku lalu menginjak semua harap dalam semenit asa tanpa kata


Kau raja hanya dibibirmu sendiri

Penikmat keAkuanmu tanpa sesiapa

Kau meraja semenit dalam durasi

Maui semua kehebatan tak peduli muak kami di dada

Kau bertahta disinggasana keluarbiasaan penggila puji

Selalu mencandu sembah puja meski tertikam masa

Kau raja mengerikan untuk dirimu yang berontak tiap kali kau pecundangi



by yayagyp
Kifarin - 15/10/2012 02:07 PM
#86

Puisi Untukmu


Tahukah kau apa itu puisi?

Puisi adalah jiwa manusia yang bersembunyi dalam kata-kata

Jiwa itu adalah rasa, rasa yang dikecap hati pujangga

Kemudian sebagai orang tua yang pengertian pujangga memberi mereka rumah di atas kertas dan goresan tinta

Jika mata hatimu cukup jeli kau akan melihatnya malu-malu bersembunyi dalam rumahnya

Jika telinga hatimu cukup peka kau akan mendengar langkah kakinya diantara percakapan mereka yang bercinta


Lalu, rasa apa yang bersembunyi dalam puisiku ini?

Rasa itu adalah cinta yang hanya milikmu seorang

Rasa yang dahulu hanya tunas kecil ketika pertama kita bertemu

Rasa yang sekarang telah menjadi pohon rindang dalam taman hatiku

Dia telah tumbuh besar dan mengakar kuat di hatiku

Daunnya rindang meneduhkan jiwaku dan bunganya warna-warni menghias angan

Kini aku hanya menunggunya berbuah

Akan tetapi cinta adalah vanila yang tidak akan berbuah tanpa usaha petani

Lalu dengan ucapan "Aku cinta padamu, maukah kau menemaniku hingga akhir memisahkan kita?"

Aku tutup puisi ini sambil berdoa akan kemuliaan hatimu



by humerus
Kufur - 15/10/2012 02:08 PM
#87

Arkana #13


Derap mahkluk putih bergema dalam malam,

Melaju, menopang tulang dalam hitam.

Menggenggam panji-panji ber-mawar gaib,

Tegas! Lugas! Berharap semuanya akan raib.


Ya! Aku tahu itu kau, Arkana #13!

Kau datang, menyeringai tanpa belas,

Menghujamkan bilah biru kepada sang Ratu,

Meruntuhkan mahkota sang Raja,

Apalagi kepadaku, yang hanya orang biasa.


Aku pun tahu! Kau suruhan Mereka!

Azrael, Thanatos, ataupun Yama.

Yang orang bilang bertugas merenggut paksa,

Tiap helai nafasku, nafasmu, dan nafasnya.



by tipattahu
Kifarin - 15/10/2012 02:09 PM
#88

Wuyung


Kedlarung-dlarung

Gumlundhung ana ing cerung

Tan kinudhung tan pepayung


Rah ndlidir sadawane jangkah

Garing.. njlitheng ngrenggani lemah

Ninggal tilas babak bundhas

Kedhungsang-dhungsang kedlarang-dlarang

Ngregem tresna tanah sebrang


Dhuh satriya..

Panah tresnamu nunjem dhadha

Dak jaluk.. dak pinta sraya..

Haywa kajabel sadawaning yuswa

Wani bela palastra

Lamun sira murca saka ing wananing asmara



Arti :

Jatuh cinta,

Terlampau sangat

Terjatuh menggelundung ke jurang

Tanpa perlindungan


Darah mengalir sepanjang langkah

Mengering.. menghitam menghias tanah

Meninggalkan bekas luka-luka

Lalui rintangan terjatuh-jatuh , menempuh jauh perjalanan

Menggenggam cinta tanah seberang


Duhai Satria,

Panah cintamu menghunjam dada

Kuminta...kumohon tolong..

Jangan tercabut sepanjang usia

Kupilih matiku saja

Jika kau hilang dari belantara asmara



by nixyan
Kufur - 15/10/2012 02:10 PM
#89

Ijinkanku..


Kau selami kelam

Sendiri meradang

Inginku,

Memendar cahaya

Mengikis gulita

Memecah tawa

Ijinkanku, duhai terpuja


Perihmu tak terbagi

Sengal nafasku mengiring rinai turuni tebing pipi

Kau tahu?

Sayatan terasa disini

Di hati..


Mengutuki ruang dan waktu

Bengis merajam kalbu

Melemparkanku di sudut isak

Terkubur sesal, sesak

Menatap kaki, terpasak...


by nixyan
Kifarin - 15/10/2012 02:11 PM
#90

Cinta Yang Tersedia


ada juga yang mati

hanya kerna sengketa cinta


sementara lain waktu

orang orang sibuk beragama

dan meluapkan cinta buta


ada juga nanti yang mati

bom bunuhdiri


sementara bapak presidenku

nyanyi nyanyi dengan para mentri

mencarai cara hal yang tak pasti


dan ternyata banyak sekali

yang mati, dan aku

dan kau juga

tak perduli!



haridjogja
09okt2011
Kufur - 15/10/2012 02:11 PM
#91

Please Look At Me


Berjalan ku dikenangan

Terombang ambing dalam hanyutnya lamunan

Mengingat diri dalam pangkuan

Terelus kening ini oleh mu tenangkan jiwa ku


Tolong kau tinggal sejenak disini ...


Namun kau lenyap dalam malam

Tiada kau melirik diri ku disini

Ku tetap terdampar dalam kesedihan


Tolong kau berhenti sejenak bersama ku .. ..


Mengapa kau terus berpaling dari ku?

Saat ku mencoba menjadi lebih baik kau tetap berlari

Apa kesalahan ku?

Hingga kau tetap tak akui ketulusan ku


Ku mohon kau berhenti sejenak .. ..


Telah habis terurai air mata

Dan ku tak kuat tuk menahan sakit ini

Saat melihat kau tak lagi duduk di samping ku

Untuk melihat bintang diatap gedung itu


Ku ingin kau kembali walau hanya semalam

Temaniku menghitung bintang

Bersama ku ukir kan senyuman


Please Look At Me Here ...



by ChanZigh
Kifarin - 15/10/2012 02:12 PM
#92

Larutan Antiseptik

Aku bertransformasi menyentuhmu lagi. Hadirlah kita meminjam rasa-rasa yang telah tenggelam. Kamu menyeka tanganku yang kini hanya bekas luka. Tapi di situ hidup kamu selamanya menjadi lukisan tangan yang abadi, ukiran kulit yang awet, keindahan yang takkan pernah orang kenali, kecuali kita, dan mungkin aku saja. Tapi, aku masih tetap ingin larut lebih lama lagi dalam larutan yang bernama sejarah, sejarah kita. masih tetap terasa manis, tanpa sentuhan pemanis buatan, Cuma ada senyum kamu, pemanis yang alami itu...

Sentuhanmu tetap menjadi larutan antiseptikku, vaksinasi murni nan alami. Meski memberi sakit, tubuhku pasti siap menentang virus-virus yang akan menginfeksi...

Suaramu dalam ingatanku adalah resep obat rindu: 3 x 1

Berapa harga yang harus kubayarkan untuk ini Dok?



by Angga Fuse
Kufur - 15/10/2012 02:12 PM
#93

Aku = ....

Aku = iri Padamu yang bisa menaklukan angin kehidupan tanpa harus mengejar sesuatu yang tak pasti.Hidupmu pasti penuh terang dan gelap tlah kau penjara hingga kelaparan.Nasibmu yang tenang tak perlu memakai pedang tuk berperang karena kau bersenjatakan emas yang terkadang membiusku tuk selalu menari didepanmu. Aku = Galau Padamu yang pasti membuatku merasa tak berarti hingga aku tersudut dalam ruang yang penat dan panas.Hingga aku tak lagi menemukan siang dan bulan membutakan mataku hingga aku menjadi terbiasa terjatuh dihadapmu.Aku lupa caranya memakai pakaian hidup dan memakai gila sebagai teman yang hebat.Kelaparanku menjadi kehausanku dan tulangku menjadi dagingku yang hina. Aku = Mati Dihadapanmu Karena belaian halusmu mengalahkan angin yang sejuk Karena rupamu yang terindah menghancurkan nama yang tertulis sejak kulahir Karena mulutmu yang tajam mengalahkan segala senjata Aku = Milikmu Yah saat ini.... Hingga aku tak bisa lagi merangkai kata



by iman
Kifarin - 15/10/2012 02:13 PM
#94

Bukan Siapa

Aku hanya orang bodoh
Rela bersilah menunggu
Cintamu yang semu
Dan penuh tipu.

Aku tau...
Aku bukan siapa-siapa
Aku bukan apa-apa
Aku tau itu...

Hatiku ini t'lah terbiasa
Terombang
Dan Terambing
Tanpa pernah di perdulikan.

Galau?
Ya aku galau
Bahkan selalu
Setiap waktu.

Sungguh Konyol
Bukan siapa yang dicintai
Tapi yang mencintai
Katamu yang tolol.

Aku sudah terbiasa sabar
Tapi tak pernah
Rasaku timbul
Untuk membencimu.

Karena ku tau
Aku bukan Siapa-siapa
Dan tak etis
Bila berdampingmu



by Kaze seimaru
Kufur - 15/10/2012 02:14 PM
#95

Berteman Sebatang Coklat

Merah merayap terkam gelap
Alunan mengalir halau pekat
Terpaku liat, romansa hangat
Napak tilas, mengurai sendat
: Berteman sebatang coklat


by Tetes Embun Pagi
Kifarin - 15/10/2012 02:15 PM
#96

Camar Bulan Tanjung Datu


kampret!

aku kaget baca berita

tentang caplok caplokan wilayah

indonesia dan malaisya asyik aja

pemerintahnya asik bicara


ndak ada caplok caplokan kata mereka

ya, sebab mereka sudah biasa kataku

dan tiba tiba


sebutir timah bersarang di kepala

di berita utama!


kampret, aku kaget benar

kulihat mayat dibiarkan

begitu saja!



by mawar_hitam
Kufur - 15/10/2012 02:15 PM
#97

Penembak Jitu


Karena dia takut akan darah

Senapan adalah senjatanya

Karena dia takut mengambil nyawa

Dia lakukan dengan jarak


Penembak jitu berhati tikus

Di bawah matahari menahan haus

Menarik pelatuk untuk hidup

Dia hanya anak belum berumur


Walau dia kehilangan sbelah kaki

Selama dia masih mempunyai jari

Dia takkan pernah bisa lari

Dari perang tanpa batin



by yarra
Kifarin - 15/10/2012 02:16 PM
#98

Kesetiaan

Aku tidak bisa hidup
jika harus kehilanganmu,
hanya kata orang yang lagi kasmaran

Dan aku tidak bisa hidup
jika harus menahan nafas
menyelam dalam celah samudra keringat hatimu
memberikanku pemahaman akan dosa
yang kuperbuat di garis pencerahanmu

Singaraja, 2011
Wayan Purne
Kufur - 15/10/2012 02:17 PM
#99

MATI

Aku bermandikan pasir dan kerikil
saat aku terlelap di bumi TUHAN


oleh : efri yeni hasril, agustus 2007
Kifarin - 15/10/2012 02:17 PM
#100

Pikirku Tentang Dunia

kadang ku berpikir dunia ini tak adil..
tapi juga kadang dunia sangatlah adil.
kau tahu kenapa?
mungkin kau hanya bisa bertanya kenapa.
tak pernah memberiku solusi
mungkin kau juga tak peduli keberadaanku disini.

kadang ku berpikir kembali..
duniaku.. merupakan ancaman bagiku
namun bisa jadi sebagai pelindung bagiku.
kau tahu kenapa?
mungkin...
hanya dirikulah yang tahu hal itu

kembali aku berpikir..
apa yang aku dapatkan dari dunia ini??
apa??
kadang ku sengsara
setelah itu ku bahagia
lalu ku menangis,
setelah itu ku tertawa
aneh.. namun nyata..

kini, disini ku berdiri..
setelah lama kuberpikir...
aku merasa, dunia itu seimbang



by deefa
Page 5 of 110 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5