Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 110 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

Kufur - 15/10/2012 02:18 PM
#101

Jurang Sialan!


Tatkala ku senang dan bahagia

lagi-lagi jurang memisahkannya

Jurang sialan! apa sih maumu?

Walaupun ku sudah tak peduli padanya

tapi aku kesal padamu, Wahai Jurang sialan!

Tampaknya kau tertawa dengan dengan penderitaanku

Ingin rasanya aku bangun jembatan yang luas

di atasmu wahai Jurang sialan!

ku tutupi permukaanmu dengan sempurna

Takkan ku sisakan walau sedikit lubang

agar manusia lain tidak terjebak di dalammu

agar manusia lain tak sakit karena terperosok olehmu

Dengarkan itu wahai Jurang sialan!

Camkan perkataanku!

Aku benar-benar muak padamu!


by deefa
Kifarin - 15/10/2012 02:19 PM
#102

Wangi Udara di Purnama Sepenggalan malam


sepoi angin ....


bias sinar bulan

menyelinap membawa dingin


menggigilkan senyum

hingga runtuh jatuh

tak lagi tersenyum


roboh runtuh terjatuh

tak lagi tersenyum



by Aspal_panasku
Kufur - 15/10/2012 02:20 PM
#103

(B/T)erburu...


Berhitung,

Menanti dan bergulat dengan detak jantung

Lambat,

Dan pada saatnya, mengapa waktu begitu cepat?


Terkurung waktu

Hanya sedikit celah, kita menggapainya terengah

Berlomba dengan jarum jam, berpacu

Membalur sekujur rindu dengan hela nafas, abai lelah


Menanti lagi

Kau

Aku

Berburu.. terburu.. waktu..



by nixyan
Kifarin - 15/10/2012 02:20 PM
#104

bersambung


ku hirup udara sebanyak - banyaknya..

...seolah-olah aku takkan bernafas lagi..

ku tarik nafas sedalam-dalamnya..

...seakan-akan paru-paruku tak akan bekerja lagi..


ku tinggalkan tahtaku..

..ku letakkan mahkotaku..

bagiku masih jauh lebih mudah mengartikan senyum..

..dari pada mengartikan tangis..

maka janganlah menangis di depanku..

..ku rasa sampai kapanpun yang tersirat di matamu takkan bisa terlihat oleh mataku..


tapi biarlah begini..

sengaja ini tak ku akhiri..

terkadang ketidaktahuanku begitu mengasyikkan..



by dyan_passkid
Kufur - 15/10/2012 02:21 PM
#105

dari HATI

wahai engkau sang penguasa hati
hamba bermunajat dalam hati
jagalah selalu lisan dan hati hamba ini
jauhkan dari segala yang menyakiti

baik dalam lisan dan maksud hati
dari awal hamba mengucap janji hingga pergi nanti
sesungguhnya tiada yang lebih mengetahui diri
selain hamba dan ilahi

wahai engkau yang namanya terselip didalam hati
jika dalam jalanku menyempurnakan diri
dirimu tiada dalam hari
ataupun kita berbeda dalam arti

mohon pada-Nya agar tiada dengki
bersihkan hati dan ikhlaskan diri kami
agar saat bertemu dilain hari
tiada yang mengganjal dihati

karena tiada maksud lain dalam hati
hanya jalan menyempurna diri
tanpa ingin banyak berjanji
ataupun menyakiti banyak hati

tertanda dariku suara hati



by chichausky
Kifarin - 15/10/2012 02:21 PM
#106

Rasa


Sekian masa jemari ini tak meliuk

Merinduku menuangkan jelaga indah

Pada rangkaian kata dan rima

Meski mungkin tak cukup istimewa

Namun aku tahu banyak dewa penikmat untaian kata

Mereka akan bijak mencerna


Sungguh aku merindu dalam kegalauan

Liukan jemariku tak mengalir seperti dulu

Aku kehilangan rasa

Atau mungkin rasa perlahan-lahan meninggalkanku

Sendiri disini menanti rasa itu kembali

Karena tatap matanya masih terbersit dan berbicara

Hingga waktu yang tak tentu ujungnya



by Ganicov
Kufur - 15/10/2012 02:22 PM
#107

DOSAKU PADAMU TAK PERNAH HABIS

Kesekian kali,
Aku mengingatmu dalam perih
Melamunkan lelah luluh keringatmu
Pejuang tanpa dosa yang kutinggalkan

Tiap kepingmu adalah dosaku
Sendiri kau disana tanpa lagi tanya tentang kita
Ringkih lusuhmu mencabik seluruh keakuanku
Kau tak pernah lekang untuk sepi-sepiku, tidak akan pernah

Biarlah kutenggelamkan dulu diriku
Tak berani lagi untuk menengokmu disana
Hingga kubawakan diriku yang dulu lugu kau rindui
Dan perkenankan sekali saja untuk terakhir kali,
Kucium jemari kakimu yang terus menapak sisa jejakku
Menelungkupkanmu lama-lama pada dadaku yang hangat
Pun membiarkanmu menangis keras untuk pecahnya rindumu
Karena hingga malam ini pun, dosaku padamu tak pernah habis



by yayagyp
Kifarin - 15/10/2012 02:23 PM
#108

Hanya Karena Rasa


Terlalu sering?

Dan terasa garing..

Sementara linangan bukan buatan

Sengguk bukan hiasan

Bukan, Sayang...


Tolong bisik di telingaku

Jika penuh dada teruruk nestapa

Tanpa mulut bisa berkata ke sesiapa

Tidak pada sesiapa

Meruah bening bergulir..

Mengalir..


Hanya karena rasa..

Bukan biasa...



by nixyan
Kufur - 15/10/2012 02:23 PM
#109

BUNDA

Terjaga ditengah malam bukanlah hal yang ku rencanakan
Namun mengapa hal itu sering terjadi padaku?
Sering aku mencoba memahami dan mencari tahu
Namun aku hanya tenggelam dalam tanda tanya besar

Bunda, akan jadi apa anakmu ini kelak?
Terjebak di pekatnya dunia dan tak bisa mengelak
Banyak ingin namun tak punya kehendak
Merasa sepi ditengah ruang yang semarak

Doakan aku bunda, untuk masa depanku
Maafkan aku bunda, karena belum bisa membalas budimu
Izinkan aku bunda, untuk lebih jauh menggali ilmu
ilmu tentang hidup dan ilmu tentang bertahan hidup

Aku berjanji bunda, suatu hari nanti
Akan ku buat kau tersenyum bangga
Akan kubawa bidadari yang akan ikut merawat tulang rapuhmu
Akan ku genggam dunia untuk kupersembahkan padamu

Demi udara yang kuhirup, bunda
Akan ku hancurkan batu terkeras didunia asal tangis tak mengalir dipipimu
Akan kulakukan apapun untuk memberimu kehidupan, bunda


by bedhu
Kifarin - 15/10/2012 02:24 PM
#110

Rindu


Rindu..

Memaksaku berhenti sejenak

Dari benturan-benturan alinea pekat

Yang memenuhi setiap sekat di rongga kepala


Rindu..

Memaksaku menengok sejenak

Pada setiap warna

Yang berusaha mengingatkanku tentang lukisan dirimu


Rindu..

Membuatku bergumam

Mengulum senyuman

Di balik payung randu

Ketika sinar mentari perlahan merangkak

Menyapa hati


Rindu…

Dan segala bentuk

Ketidakjelasan rasa dalam diriku pada dirimu

Yang kudefinisikan

Sebagai rindu….



by vanya.fikriyah
Kufur - 15/10/2012 02:25 PM
#111

Terbunuh Akal

Titik titik berbaris dalam baris
Tanda tanya bertanya tanya
Tiada petik menatap sinis
Tak pernah koma diakhir kata

Lalu...
Perlahan titik dihimpit tanya
Mengapa petik hadir menyapa?
Mengapa seru dihujung kata?

Entah...
Mungkin sejenak lagi...
Mungkin tidak lama lagi...
Titik baru terlahir kembali

Jakarta, 11 Oktober 2011


by yudha_permana
Kifarin - 15/10/2012 02:26 PM
#112

DEMI BANGSA AKU (TERPAKSA) BERSUARA


Demi tanah aku berdiri

Demi mana aku lahir dan mungkin nanti mati

Demi mana ibu menggendongku dan melantunkan ninabobo terindah itu.

Demi mana aku berlari bersama kawan-kawanku

Bermain bebas dan riang di bawah terik mentari.


Demi bumi kupijak tangan ini mengepal

Demi mana suaraku memekik —meski sebenarnya aku gentar padamu

Demi mana aku berani maju menghentak —entah dengan keberanian darimana itu

Demi mana aku bersedih melihatnya tak hijau lagi

Demi mana kalian telah injak dan hina! —dan aku tak tahan lagi!


Aku tidak akan diam lagi, Tuan!

Suaraku memekik, tangan terancung mengepal!

Bendera Merah Putih jimat kebanggaanku kukibarkan!

Dan kau sambut apa?!

Demi mereka yang menindas kita kau angkat senjatamu!

Bagai pengkhianat bangsa kau tembak aku!

Demi mana aku tak bersenjata,

Demi mana aku hanya bersuara

Demi tanah, demi bumi, demi ibu, demi kawan, demi diriku…

Dan demi dirimu juga…


by Yafeth
Adhiyatma.Endhi - 15/10/2012 02:36 PM
#113
Suara Hati
Tersandar ku sendiri
Dalam malam yang sunyi
Ku putar alunan melodi
Berharap kau dengarkan ini
Adakah kau mengingatku disana ?
Adakah kau rindukan aku disana ?

Ku tahu,
Lelah itu apa?
Sesal itu seperti apa ?
Tak sanggup hati ini menahan
Cinta kasih tulus ini terbalaskan oleh sebuah pengabaian
Adakah yang dapat mengerti ?

Angin,
Bawalah lelahku ini pergi
Hilang, musnah, dan takkan kembali lagi
Biarku buat senyumku sendiri
Biar kau bahagia dengannya
Walau ku kan rapuh dan terjatuh
Namun bahagiamu adalah bahagiaku
:matabelo
Kufur - 15/10/2012 02:26 PM
#114

Ceritera Tulang


satu diperebutkan tiga

bagai anjing berebut tulang

bahkan si cantik juga tak mau kalah

merasa muda dan berkuasa

singkirkan si tua bagai yang empunya


lima puluh dua tahun

tak sesingkat waktu bersamamu

banyak ceritera tertulis sudah

canda tawa, isak tangis, pasang surut

tahukah kau, cantik?


kini yang diperebutkan telah hilang

mungkin sang pencipta bosan lihat tingkahnya

namun mengapa, masih kau sumbar banyak suara

sakiti hati yang memang sudah perih

tahukah kau, ada yang masih belum di akuinya?


Bekasi, 111011


by cupupart1
Kifarin - 15/10/2012 02:28 PM
#115

Menelaga Nala Pada Riak yang Menjaga

aku ingin menelaga luap genang dadamu
dengan nala selayak ceruk Sinai tanpa sesamar hima

betapa jika
; penuhilah aku, kekasih
dari tepianku berlumut
matamu meriak menggiring cacing tidur bergeliat ke permukaan
harusnya aku peka, sayang
sebelum para penjala datang mengeruh bening terjaga doa
: maafkan aku jika

tetaplah meriak letupi buih datar
ku kan belajar menelaga
: kauaku, penuhi


by migarangle
Kufur - 15/10/2012 02:28 PM
#116

Amfibi


Ku di persimpangan dua dunia

Antara cahaya di tangan kanan

Dan gulita di tangan kiri


Ku di antara dua cinta

Cinta dalam ruang

Serta cinta horizon langit lautan


Tersesatlah ku dalam rimba

Dunia yang terjerembab dalam kerambaku

Jadilah segan hidupku tertolaklah matiku

Selamanya sebagai amfibi kesunyian


JMT, 26 April 2011


by AwankoLosta
Kifarin - 15/10/2012 02:29 PM
#117

Luka Lama


membicarakan luka lama..

teralu lama bahkan bisa

membuat luka menjadi muda,


mencari bini

dan

beranak pinak lagi!


biarkan luka itu lelap

dan tidur hingga tua


lalu

binasa



haridjogja
10okt2011
Kufur - 15/10/2012 02:30 PM
#118

INI PUISI YANG KAU MINTA


Puisi tentang kita yang terputar oleh waktu

Dijauhkan dari angan tentang indahnya cinta

Merindu dicintai dan mencintai tanpa sendu

Tapi malah terpelanting jauholeh sakitnya cinta


Ada kala malam-malam diujung lelah kita satukan

Tak lagi ada daya upaya untuk mengharap rasa

Sekedar ingin menjadi benar tanpa harus dibenarkan

Hanya melewati waktu lamat-lamat hingga kiamat


Kehilangan kita yang mempertemukan kita

Dia-mu dan dia-ku yang menjauh dan mencemooh kau dan aku

Mencintai tanpa dicintai memperkenankan kita berjumpa

Untuk kembali lagi bercumbu mengingat rasa yang kita rindu


Puisi ini entahlah kelak akan berakhir seperti apa

Yang kumau, mencintaimu tak lagi berarti menyanderamu

Menyayangimu juga tak akan lagi membuatku takut untuk terluka

Tepat didalam hati dengan hanya setitik sinar yang tersisa, aku mencintaimu


Ini puisi tentang kisah rasa kita yang kau minta padaku

Kata-kata terakhir yang kusemat pada matamu yang tak pernah kulihat

Tetes airmata penutup segenap rinduku pada absurditas peluk hangatmu

Ini puisi yang kau minta ketika aku semakin hebat mencintaimu



by yayagyp
Kifarin - 15/10/2012 02:31 PM
#119

Aku ingin berlari


Berjalan perlahan menyusuri batu terjal

Kini aku tak bisa berlari lagi

Berbalik melewati rerimbun lebat berlatar daun kering

Tetap saja aku tidak dapat berlari

Sesak menyiksa otak dan rasa


Melalui jalan mana lagi

Aku tetap seperti ini


Berdiam entah kemana, berpikir

Aku tak kan lari walau harus?

Atau aku lari walau tak harus?



by emhee.mresoel
Kufur - 15/10/2012 02:32 PM
#120

Hanya Ingin Berbagi


Aku berkarya hanya ingin berbagi

Mengenai suci

atau terlumuri

Bukan mencari caci maki

Dengki,

Iri,

dan mati

Mengubur diri sendiri

atau menambah harga diri

Reputasi,

Trendy,

Menjadi selebriti

Hingga melebihi galaksi

Bukan rezeki yang dicari

Ataupun tentang untung-rugi

Tetapi

Mengenai hati

Yang telah mati

Meskipun masih bermimpi

Mampu menghapus memori

Dari luka yang tak terobati



by alisze
Page 6 of 110 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5