Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5
Total Views: 7141 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 110 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

Kifarin - 15/10/2012 02:33 PM
#121

Bilamana

Bila menatapmu adalah dosa maka sejauh itu rasa ini merasuk dalam ruang terdalam di hati. Semenjak tatap mata tertuju tidak sekejap aku melupakan. Itu dusta dan rayuan.

Dalam gelap aku merindu, terangnya melupakan.Hingar bingar menatap kesobongan pada aku, kehinaan beranggap diri sebagai raja di atas maharaja. Tak ubah sampah berbaju zirah.

Bila mata melesak maka segenap tipudaya beruban dalam rasa



by cilang
Kufur - 15/10/2012 02:34 PM
#122

Hampa Dalam Malam


Kini Malam

Didampingi Rembulan ..

Tetap pada kebiasaan ku terdiam dengan hampa ..


Bantal dan kursi setia temani disetiap hening ku

Dampingi di setiap bait sajak dalam petikan gitar tua ku ..


Perlahan ku rangkai kata demi kata

Walau terkadang tak tahu apa yang ku rasa ..

Ku ekspresikan debu dalam ruangan

Dan ku jadikan sebuah kenangan .. ..


Tersentak ku sejenak ..

Ku lekas menuju pintu tua berdecit ku

Lalu ku buka pintu di imbangi langkah kaki ku

Bertengger ku ditembok yang telah lelah selalu menahan berat tubuh ku ... ..


Dan sekali lagi sejenak ku terdiam

Melihat indah - nya alam di gelap - nya malam


Kini Malam dan Bulan .. ..

Tetap pada kebiasaan ku terdiam dalam hampa



by ChanZigh
Kifarin - 15/10/2012 02:34 PM
#123

Sembilan Tahun untuk Selamanya

Sembilan tahun lalu
Aku berdiri di sudut itu
Menunggu bibir ranummu menggodaku
Atau tangan jahilmu menyentuhku
Meski cukup, bila hanya mata teduhmu melihatku
Bukan gadis kecil yang terlalu banyak bermimpi,
Aku perempuan, yang juga bisa jatuh hati

Sembilan tahun lalu
Dan selama itu pula aku menunggu
Bersama derita yang bukan pula salahmu
Bahwa hatiku telah menemukan penakluknya
Tak pernah aku syairkan
Dan saat kau pergi
Tidak pula aku memanggil

Sayang,
Aku tahu sesal selalu datang terlambat
Seperti aku,
Yang terlambat datang dalam hidupmu

Malam nanti,
Sebelum kau lihat ayah berijab dengannya
Maukah kau menatap langit sejenak?
Kerlip di langit akan mengejakan pesanku untukmu
Masih ingat sandi morse, sayang?
Aku hanya ingin kau tahu
"Selama ini aku mencintaimu. Dan akan terus begitu"



by serenity
Kufur - 15/10/2012 02:35 PM
#124

Ikatan darah, ikatan hati, ikatan persaudaraan


Malam kelam

Gelap gulita penuh luka

Rindu belenggu rumah duka

Harap masih dengan dalam


Saudara, kita senasib

menyesal sudah aku memilih

namun pada akhirnya inilah kenyataan


Saudara, jangan menyesal

karena hanya kita yang berani

menerjang bahaya di garis depan


Saudara, jangan takut

ingat apa yang kita perjuangkan


Merah bukan hanya darah kita, melainkan semangat membara

Putih bukan hanya hati kita, melainkan niat yang begitu tulus


Saudara, kita beda ibu

tapi sekarang kita pulang bersama

menyongsong rumah yang damai

menuju kedamaian abadi bersama


aku pinta, kau ingat kami

jangan biarkan kami menjadi sia-sia

ingat, kebebasan kita terikat darah

terkutuklah jika kau tidak mendengar


Ingat kembali asal kita.


Bandung, 09-10-2011



by AndravaMagnus
Kifarin - 15/10/2012 02:37 PM
#125

Terima Kasih Tuhan

Terima kasih Tuhan..
karna Kau memberiku hati yg penuh kasih dan sayang
karna Kau memberiku hati yg tidak mau membeci orang
karna Kau memberiku hati yg penuh dengan maaf
karna Kau memberiku hati yg begitu tenang

Meski telah berbagai kata, ucap, tindakan yg terlalu tidak pantas ada di dunia yg indah ini menghampiri hatiku

Tapi Kau selalu berada di sisiku
menguatkan hatiku
menjernihkan pikiranku
dan memberikan nikmat yg mampu menutupi kekecewaan ini


by zukhruf
Kufur - 15/10/2012 02:38 PM
#126

Ini Tentang Rasa

Ini bukan tentang rasa yang engkau tanam dengan kerja; Bukan juga bernilai rupiah yang diberi harga atas apa yang dibuat; Tapi ini tentang kenyamanan saat langkahlangkahmu mulai tak terhitung ; Namun tak ada harganya;

Ini bukan tentang rasa ; Saat kotak kehidupan itu harus ditutup padahal belum mencapai finis; Ini adalah rasa ketika mata itu hanya mampu mengeluarkan sebuah rasa dan sakit;

Ini bukan tentang rasa ; Ketika dia yang memegang kendali ; mulut terbungkam dan hati meringis ; melangkah mundur atau maju; permainan diputar dan ini menjadi sebuah jalan; Ada yang menang dan kalah;

Ini bukan tentang rasa ; yang selalu ditanamkan tapi rasa menghargai, Aku mundur dengan sebuah ceritaku; melangkah dengan sebuah rasa yang tersimpan sampai kapanpun;


by iin_blue_girlz
Kifarin - 15/10/2012 02:38 PM
#127

wahai tak sama


walaupun kita tak sama

kita juga butuh kesesuaian akan kata..

walaupun kita berbeda

bukankah hidup ini harus dijalankan bersama..

ntah apa ntah firasat mana

tentu telah digariskan..

sekarang,

terserah engkau wahai tak sama

tak sama telah melatih kesabaran

menghidupkan kegundahan

dan mencintai ketidakbersamaan......

tak sama menambah kenikmatan

kesabaran mengingatkan pada sang pencipta,.



by dandan
Kufur - 15/10/2012 02:39 PM
#128

selamat...

Kala kegalauan singgah dalam dada
Kala gamang menjadi teman berduka
Sang penyair rebahkan khayalan
Moga hari ini kan cepat
Melintas batas
Mentari kan bersinar
Embun pagi mengupas hati
Mengharap asa kan bersemi
Selamat tidur
Semoga minggu ini lebih baik
Dan bawa berkah untuk kita
Cinta yang kau bangun
Di dalam hatiku
Perlahan-lahan telah kau
Runtuhkan sendiri
Jatuh air mataku
Untuk tiap kepingnya
Puas tangisku
Di reruntuhan puingnya
Kaulah yang telah membangunnya
Kau jugalah yang berhak
Mengambilnya
Tak ada hakku untuk melarang
Kau ambil apa yang menjadi
Milikmu
Desir angin menyampaikan salam
Bintang seolah tersenyum
Buana beristirahat
Selamat malam
Moga buaian peraduan melelapkan dirimu
Selamat tidur
Semilir angin malam berbisik
Ketika rembulan naik ke tempat yang tinggi
Sang hamba melantunkan doa
Semoga diberi perlindunganNya
Selamat tidur, doaku menyertaimu
Lembayung senja membayang di pelupuk
Kala burung-burung kembali ke sarangnya
Lelap berselimut mimpi
Kelam berkawan damai
Terima kasih atas puisi yang indah
Pandangan itu selalu tersenyum
Langkah tak berarah seolah mengajak pergi
Sisa purnama seakan menggoda hati
Selamat tidur
Lelaplah bersama bunga tidurmu
Waktu berjalan meniti hari
Ketika bintang pancarkan terang
Walaupun kecil namun memberi arti banyak
Selamat tidur
Semoga esok kan jelang bahagia untukmu
Kelam kan berlalu
Mendung menepis duka
Seakan doa terjawab
Berkah fajar akan kemurnian hati
Met bubu
Ketika hati terketuk
Ketika pelangi berbias cinta
Ketika kasih berbenih rindu
Hati ini hanya diam dalam suka
Met bubu
Layaknya hari,
Segala yang berawal
Pasti kan berakhir
Jutaan benih cinta
Lahir di hari ini
Jutaan lainnya mati
Kekeringan
Salah satunya adalah milikku
Maka kuucapkan selamat tinggal
Kepada hari ini dan kujelang
Hari esok
Tanpa cinta …
Selamat malam ….
Asa sebening embun pagi,
Walau hati sekelam kabut senja
Akankah hangatnya mentari
Secerah pelangi usai hujan ?
Selamat tidur, sobat
Mimpi indah temani dirimu
Asa ada dalam kehidupan,
Kendala ada dalam langkah
Dan cinta ada dalam hati
Selamat tidur sobatku,
Mimpi indah menyertaimu
Dendam, kesal dan kangen
Terkadang membawa kegamangan
Kata hati membawa sembilu
Selamat tidur dalam peraduan nyaman
Seiring doa dariku, sobat
Sebening embun pagi,
Secerah mentari sore,
Ketika hati ini tersenyum
Untuk sekejap
Selamat istirahat, kawan karib
Semoga tidurmu lelap
Bersama mimpimu
Biduk berlalu
Tepian tak bergeming
Mentari meredup
Sembunyikan sinarnya
Seiring uda malam
Menghantar ke peraduan
Selamat malam sayangku.


by noegggy
Kifarin - 15/10/2012 02:40 PM
#129

Mati


Berabu aku menunggumu di pertigaan ini

sudah berapa lama semua ini

kata kabar semua akan berganti,

sudah kucoba namun tak berarti


tadi pagi semuanya sudah kurangkai

lama sebelum semua ini terjadi

aku dan kau tidak sepakat namun tetap memintaku untuk sepakat

sepakat karena ketidak pahamanmu atau ketidak pahamanku tentang itu


katakan engkau merancau kacau

akupun bernyanyi, kita pasangan penuh kebingungan dengan alam

cinta dan sedikit menyepi


semuanya berakhir disini my love,

aku terlalu letih dan busuk untuk berubah

aku terlalu terluka dan terlalu bernanah kronis untuk sembuh

aku memilih mati untukku dan menitipkan sisa nyawa ini kepadamu dan kepada -Mu

Semoga engkau dan Dia mau menerima kematianku ini



by taringdoberman
Kufur - 15/10/2012 02:41 PM
#130

Paku Palu


Palu .. ..

Terhantam ku dalam peluk mu


Paku .. ..

Tertancap indah mu dalam hati ku


Tersipu ku dalam malu

Saat kau tiba dihadapku

Berlari ku dalam palung kasih mu

Rasakan sekejap hadir mu dikehidupan ku


Kini .. ..

Ku ambil paku dan palu

Dengan ini ku tancapkan kata berasaskan cinta

Dan ku hantamkan tindakan berpedoman kesetiaan


Ambillah terompet .. ..

Tiupkan nada kegembiraan

Menarilah kita bersama hingga larut menjelang


Lupakan sedih dan hanya gembira tertanam

Hentakan kaki mu hingga bumi kan bergetar

Agar alam tahu paku kita telah ditancapkan



by ChanZigh
Kifarin - 15/10/2012 02:41 PM
#131

Mereka Bilang Aku Akan Mati

Untuk Rika

Ayahku seorang pemabuk. Dia selalu meminum kelakar murah di lapo dan bar kelas rendah. Pergi usai senja setelah menghajar letih ibuku yang menjual murah kehormatannya. Lalu kembali pada pagi berikutnya tak lupa mencecar padaku yang tak nyata adanya. Dia bilang aku akan mati. Suatu hari nanti. Karena aku tidak berguna. Aku tak seharusnya ada.

Ibuku seorang pemuja. Dia sujud pada bentakan dan senggama setiap pria baik ayah atau lainnya. Melacur bukan semata harta, tapi bunga yang tak datang dari cinta masa remaja. Aku adalah cacat seperti parut pada wajah yang telah buruk dari asalnya. Adalah hama bagi ranum mangga muda yang menjadikannya kecut meski akhirnya memerah seperti senja. Ibu bilang aku pasti mati. Mengenaskan tanpa cinta dan keluarga. Ditanganku, ditangannya, atau malang yang menemaniku sepanjang masa.

Kau adalah bisa. Menancap dalam taring duka yang tak putus merobek asa. Kau menjadi selimut terdingin dalam gigil malamku yang meredup di sisa tenaga. Bisa menjelma pisau. Mencerabut nyawa dipangkal tenggorokan. Meradang. Beralih menghujam yang tersisa dari detakan. Jantung kecil yang melemah, sejenak menggelepar, lalu senyap tak bersuara. Kau pastikan aku akan mati. Sekarang atau nanti.Atau seratus tahun lagi. Jelas kau akan yang kan menyoraki lenyapnya si mati.

Ayahku bilang aku akan mati. Ibuku bilang aku pasti mati. Kau pastikan aku akan mati. Mereka bilang aku akan mati. Ku katakan.. ya! Aku akan mati.. Tapi tidak hari ini, tidak detik ini, tidak untuk kalian soraki, tidak untuk kalian puasi!


by Bocah Tiang Gantungan
Kufur - 15/10/2012 02:42 PM
#132

Kupu-kupu


Aku bisu…

saat kau menapak lagi di sini

sayapku belum sempurna,

aku masih bergelantung di dahan

masih kepompong…


Aku masih belum bisa bicara

kau datang lagi,

sedang metamorfosisku

belum sempurna


Bersabarlah,

hanya sampai hari esok usai

jangan rusak kepompongku

biarkan aku menjadi

kupu-kupu…


Makassar, 24 April 2009


by Star.Admirer
Kifarin - 15/10/2012 02:43 PM
#133

Bosan Nasi Basi


Suluh lidah menghujam kala mengecap rasa

Hina mendidih kala tertelan

Usap keringat mengucap ampun

Bukan tak bersyukur Tuhan...

Hanya saja itu palsu dan penuh basa-basi

Menjadi basa-basi, BASONG!!!



by Albayani
Kufur - 15/10/2012 02:44 PM
#134

LISAL


/1/

Ketika matahari membungkus lembar-lembar biru

menyentuh miring dengan lembut

Ketika menarik tirai siang, menepikan senja

angin mempermainkan udara yang berkata

dari hentakan pengantar firasat

ada jari maut sedang menggoyangkan

..sesuatu.


"Guru, aku ingin lebih cerdas dari Einsten

yang tak pernah terkuburkan waktu." katanya.


/2/

Batang dan ranting-ranting telah kering

tumbuh, jatuh ke bumi.

aku ingin menyusulmu sebelum itu


Perempuan itu bercerita pada carut sedih,

pada getir, dentuman di jantungnya

yang nyaring meletakan bel di sebelah barat

otaknya. Kehidupan telah tiada, dari mata duamu

aku berdo'a dalam cermin

memantul sama.


2011


by Affrilia
Kifarin - 15/10/2012 02:45 PM
#135

Hidup


tanpa motivasi

jua inspirasi

tabu untuk mencari

keinginan untuk hidupkan hari

tiada hasrat pena menari

tuk lukiskan puisi

tak ada hari

dan mending mati



by AwankoLosta
Kufur - 15/10/2012 02:45 PM
#136

Better


sekarang, disini aku, sendiri.

terlalu banyak penyesalan yang terlintas.

terlalu banyak kepedihan terasa.

tapi terkadang, aku merasa sangat beruntung berada dititik ini.

bila aku tidak sampai dititik ini,

aku akan hidup dengan segala kepalsuan dunia

dan meninggalkan dunia ini dengan kebohongan yang tak akan pernah kuketaui.



by Jebol 28
Kifarin - 15/10/2012 02:46 PM
#137

Rindu di Gelas Kaca

Segenggam kopi membuang resah
sesendok besar gula ikut tertumpah
ini wujud rindu
kepada sesuatu
yang tak minta dirindu

Perlahan terpahat rindu
dalam balut gelas kaca abuabu
uap mengalun merdu
aroma tersingkap malumalu

ini wujud rindu
yang tak berwujud baku
hanya samar abuabu


by jayhawkerz
Kufur - 15/10/2012 02:47 PM
#138

Mimpi

Mimpi...
Yang di dalamnya kami terlindas
Dalam kebesaran-Nya kami berputus asa

Mimpi...
Yang kami tidak sadar
Mana yang nyata, yang fana

Mimpi?
Mimpi-mimpi mana lagi? Yang tersisa...


by ardarklucifer
Kifarin - 15/10/2012 02:47 PM
#139

masih rindu


KAU HEMBUSKAN CINTA KEDALAM HATIKU.....

KAU BIUSKAN RINDU KEDALAM JIWAKU.....

MENYANDING KENANGAN DIBALIK MALAM.....

MEMETIK PUCUK-PUCUK RINDU YANG MEMBISU.....

SUNYI DATANG MENUANG HASRAT YANG HILANG.....

KUCARI MAKNA CINTA DALAM RUANG-RUANG RINDU.....



by b.
Kufur - 15/10/2012 02:48 PM
#140

Waktu I

Subuh fajar menyergap malam
Putaran waktu terhenti ditengah kegelapan
Api panas membeku melewati embun
Lembut gemulai cahaya menyingsing

Gerah darah membasahi tubuh
Haus akan kematian membahasi dahaga
Cahaya rembulan menghentikan menusuk jantung
Berhenti berdetak menghentikan waktu

Alam berputar terbakar neraka
Jubah kepedihan menyelimuti raga
Jurang pemisah menjebak, mencekam
Diam terpana menangis sedih

Mata sayu menuju senja
Telinga tuli mendengar alam
Mulut terdiam ucapkan pagi
Kaki terhenti melangkahi waktu


by pandekaapi
Page 7 of 110 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Berbagi Puisi Ngumpul Disini - Part 5