Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Romansa, Tuhan, dan Kematian
Total Views: 965 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 2 |  < 1 2

Mr.Makarov - 18/10/2012 08:01 AM
#21
Sirkus malam
Sirkus malam kembali lagi.
Cahaya gemerlapnya menarik perhatianku lagi.
Saat ku sedang sendiri, tampaknya asyik sekali

Aku memang suka sirkus malam.
Keramaiannya, tak dapat ditolak oleh jiwaku yang sepi

Keinginanku untuk bermain, untuk bersenda gurau di sirkus malam.
Hanya dengan mainan-mainan di sirkus malam

Aneh.. sungguh aneh...
Apa yang kutemui sungguh berbeda.
Apa ini sirkus malam yang lain?
Kurasa tidak. Semua masih sama.

Komidi putarnya, penipu-penipunya, tukang jualannya.
Semua sama.
Tapi entah mengapa semua terasa berbeda.

Yah mungkin kekecewaanku pada sirkus kemarin masih terbayang.
Tapi kesukaanku, rasa sepiku, semua menarik diriku untuk pergi kesana.

Ku ingin menikmati sirkusku malam ini.
Kutitipkan segala kesedihanku pada komidi putar disana.
Berharap tertinggal dan tak kembali

Semua trasa beda, semua trasa berubah.
Namun bukankah semua memang berubah?
Ah bodo amat, aku ingin menikmati sirkusku malam ini.
iphynk25 - 18/10/2012 01:01 PM
#22

Quote:
Original Posted By semangkamenor
ini puisi dari seseorang perempuan yang aku kenal
memang rada2 berbeda dengan puisi TS tapi anggap aja sharing yeee D

Perempuan cantik melukis kekuatan lewat masalahnya
tersenyum saat tertekan
tertawa di saat hati menangis
mendoakan kebaikan di saat hina
mempesona karena mengampuni

Perempuan cantik mengasihi tanpa pamrih
bertambah kuat dengan doa dan pengharapan

Jangan pernah berhenti mengepakkan sayap

biarkan cobaan membuat kita kuat
biarkan derasnya terpaan membuat kita gesit
biarkan jika optimis membuat kita bijak
dalam menyikapi hidup

biarkan jiwa jiwa sabar menjadi penyejuk
di tengah segala duka

hingga kelak akan terjawab

mengapa perjuangan itu pahit?
karena surga itu manis

Amal 14 tahun


Perempuan Cantik (hati, perilaku & tutur kata) adalah perhiasan dunia yang paling sempurna.
Mr.Makarov - 18/10/2012 07:29 PM
#23
Malam sepi
Aku mendengarmu
Bisikan diantara kepingan rindu
Keramaian yang mengisi kalbu
Mesra bagai buluh perindu

Aku mendekatimu
Berjalan rumpang
Kehilangan sebagian aku kamu
Dapatkah aku merasa senang

Aku mengingatmu
Di malam sepi di penghujung kemarau
Bintang yang hilang hari itu
Jatuh di rongga matamu

Hari ini aku sendiri
Diam menanti tiada arti
Dengan hati yang berongga
Menatap bintang jatuh diujung dunia

mr10us - 19/10/2012 04:12 PM
#24

Ane pinjem beberapa buat cewe ane yah gan
Mr.Makarov - 19/10/2012 08:16 PM
#25

Quote:
Original Posted By mr10us
Ane pinjem beberapa buat cewe ane yah gan


Beberapa bait? beberapa baris? beberapa kata? atau beberapa puisi gan? hammers
Mr.Makarov - 19/10/2012 08:26 PM
#26
Balada Anak Hujan
Titik-titik hujan yang jatuh ke bumi
Menabuh tanah layaknya genderang
Memberi semangat dan mimpi
Pada tanah kering kerontang

Kaki-kaki kecil di sudut kota
Mulai berlari riang
Menghampiri berkah yang akan direngguknya
Pasang badan, siap perang

Dinginnya langit tak dihirau
Terus berlari dan berlari
Sampai matahari kuat dan silau
Akhirnya berhenti dan mati
giringkeras - 19/10/2012 08:31 PM
#27

tuhan dengarkanlah curahan hati yang gundah kawanku ini..
bila pagi datang hangatkanlah dengan sinar mentari
bila siang tiba jagalah dia dibawah terik matahari
bila malam menghampiri lindungilah tidurnya
ohh tuhan hanya kamulah payung kehidupan
yang memberikan kehangtan tanpa imbalan
Mr.Makarov - 19/10/2012 08:49 PM
#28

Quote:
Original Posted By giringkeras
tuhan dengarkanlah curahan hati yang gundah kawanku ini..
bila pagi datang hangatkanlah dengan sinar mentari
bila siang tiba jagalah dia dibawah terik matahari
bila malam menghampiri lindungilah tidurnya
ohh tuhan hanya kamulah payung kehidupan
yang memberikan kehangtan tanpa imbalan


Tuhan sudah mati
Dibalik keegoisan hati sehari-hari
Kini yang tersisa hanya bau busuk
Dari bongkah daging dibalik tulang rusuk
miratuz - 19/10/2012 08:58 PM
#29

:thumbup :thumbup


mampir d thread ane gan
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=17024308
kampretzoo - 19/10/2012 09:29 PM
#30

Quote:
Original Posted By Mr.Makarov
Tuhan sudah mati
Dibalik keegoisan hati sehari-hari
Kini yang tersisa hanya bau busuk
Dari bongkah daging dibalik tulang rusuk


Tuhan tidak mati
hanya kita menutup diri

kikis ego hati...
agar Tuhan tampak kembali
Mr.Makarov - 20/10/2012 12:20 AM
#31

Quote:
Original Posted By kampretzoo

Tuhan tidak mati
hanya kita menutup diri

kikis ego hati...
agar Tuhan tampak kembali


Dimana tuhan hidup?
Kebangkitan yang palsu
Hanya seberkas cahaya nan redup
Lilin-lilin kematian diarah tak tak tentu
Page 2 of 2 |  < 1 2
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > Romansa, Tuhan, dan Kematian