Papua
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > INDONESIA TIMUR > Papua > PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
Total Views: 43274 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 

ɐnʇɐʞɐʞљ - 12/07/2009 09:31 AM
#41
Festival Danau Sentani
FESTIVAL DANAU SENTANI


Quote:
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)


Banyak orang lebih mengenal Suku Asmat dan lembah Baliem di Wamena yang menjadi tujuan wisata di Papua. Padahal Jayapura juga memiliki obyek wisata yang cukup banyak, seperti pemandangan alam di gunung Siklop yang menjadi paru-paru dunia sampai wisata sejarah berupa peninggalan perang dunia ke II. Tetapi jangan lupakan danau Sentani yang menyimpan banyak potensi dan kini dijadikan maskot pariwisata Papua .


Danau seluas 9.300 ha di ketinggian 75 meter dari permukaan laut ini memiliki panorama yang menakjubkan dengan perkampungan penduduk asli di sekitarnya. Terdapat 22 suku dengan bahasa dan tradisi yang berbeda. Seluruh kekayaan budaya inilah yang ditampilkan dalam Festival Danau Sentani yang sedang berlangsung sejak 19 hingga 21 Juni ini, dan dibuka oleh Menteri Pariwisata Jero Wacik.

Festival ini adalah festival seni pertama yang akan nantinya akan menjadi agenda pariwisata nasional tahunan di tanah Papua. Bahkan Jero Wacik telah mengarahkan agar itu semua foto promosi pariwisata nasional akan menampilkan Danau Sentani dengan keindahan alam dan budaya masyarakatnya yang amat memukau.

Pergelaran Budaya Festival Danau Sentani ini juga berfungsi menyemarakkan agenda pariwisata nasional Visit Indonesia Year (VIY) 2008. Festival ini juga ditujukan untuk menjadi pionir penyuguhan atraksi wisata danau di Indonesia. Itu sebabnya Menteri Pariwisata Jero Wacik mengundang setiap dinas pariwisata di daerah yang memiliki danau untuk hadir menyimak dan belajar dari kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kali ini.

Sementara itu bagi Bupati Jayapura Habel Suwae, pertunjukan akbar ini merupakan langkah awal untuk menjadikan Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, sebagai tempat tujuan utama wisata di Papua dan Indonesia tahun 2009.

Festival budaya adalah agenda pariwisata yang utama di Papua dan telah berlangsung beberapa kali. Festival Budaya yang pertama adalah Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya yang menampilkan tradisi masyarakat Pegunungan Tengah dan telah berusia sembilan tahun. Festival berikutnya adalah Festival Budaya Asmat. Festival Danau Sentani menjadi festival yang ketiga.

Sebanyak 1.200 penari dari 24 kampung yang ada di danau Sentani, masing-masing kampung diwakili 50 penari, terlibat dalam Festival Budaya Danau Sentani ini. Kampung-kampung itu di antaranya adalah kampung Yobe, Hompolo, Yahim, Ifale, Asei, Dondai, Yoboy, Ayapo, Yahim,Puay, Yoka, Yahim, Doyo, Babrongko, Hobong, Sere, Atamali, Kwadware, Rebali, Neta/Nendali, Yakonde, Waena, Putali, Sosiri, Doyo Baru. Beberapa Kampung Ondoafi di sekitar pesisiran danau akan menampilkan budaya yang unik ciptaan leluhur Ondoafi dan Ondofolo, berupa menari dan berperang di atas perahu.

Festival Danau Sentani ini sekaligus merupakan pelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi kekayaan khas Sentani. Sementara itu ketua Panitia Festival Danau Sentani (FDS) Maurits Felle, menjelaskan, bentuk kesenian yang akan ditampilkan pada FDS ini seperti tradisional baik berupa tari, musik dan lagu dengan tampilan asli dan hidup dan berkembang secara alami, budaya yang telah dijaga dan dilestarikan masyarakat adat Sentani secara turun-temurun.

Quote:
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Contoh tarian yang ditampilkan adalah Tari Kikaro atau Tari Sanjungan, tari tradisional asli masyarakat adat Kampung Dondai, Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Ada juga tarian Isosolo yang berisi cerita rakyat setempat, bahkan ada juga atraksi menari bersama buaya.


Selain itu dalam festival ini juga dipamerkan aneka benda adat milik suku-suku di Sentani dan sekitarnya, termasuk benda-benda berharga seperti mas kawin, manik-manik milik Ondofolo dan Ondoafi (kepala suku), serta senjata tradisional.

Quote:
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Sejumlah warga dari sekitar danau Sentani menari diatas perahu yang membawa mereka ke lokasi Festival Danau Sentani di kampung Asei, Sentani, Jayapura, Papua (19/6).



Tiga Acara Utama Dalam Tiga Hari

Ada tiga acara utama selama tiga hari penyelenggaraan festival. Dimulai dengan Menari Di Atas Perahu pada hari pertama yang diikuti sekitar 1040 peserta dari 26 kampung adat (ondoafi). Sedangkan pada hari kedua yaitu 20 Juni digelar acara Berperang Di Atas Perahu yang diikuti 600 orang dari 20 kampung adat, dan pada hari ketiga yaitu 21 Juni dilakukan Parade Budaya di atas perahu dan di darat.


Selain itu akan dilakukan upacara sakral masyarakat Sentani seperti penobatan Ondoafi.

Nampaknya inilah bukti dari komitmen pemerintah untuk menjadikan Jayapura sebagai kota budaya dan pariwisata. Festival ini telah dipromosikan hingga ke Berlin, sedangkan di tingkat nasional telah dipromosikan di Bali dan Jakarta.

Sumber
jamzaja - 12/07/2009 08:37 PM
#42
Jangan Lupakan Pulau Mansinam
kk, yang ini kelewat kah? D

Semoga berkenan.

Thanks

==================================

Jangan Lupakan Pulau Mansinam

Ketika berada di Manokwari, cobalah bertanya: tempat apa yang menarik dikunjungi. Bisa ditebak, jawabannya, Pulau Mansinam! Ini pulau kecil di Teluk Doreh. Kalau berdiri di Pelabuhan Manokwari atau di kawasan wisata pantai Pasir Putih di Manokwari, Pulau Mansinam begitu jelas terlihat, bertetangga dengan Pulau Lemon.

Tidak terlalu sulit untuk menjangkau pulau yang terletak sekitar enam kilometer dari Manokwari daratan ini. Hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit dengan speed boat. Penumpang ke Pulau Lemon dan Pulau Mansinam biasanya menunggu di Pantai Kwawi (Manokwari daratan). Tepatnya di depan Kantor Klasis Kwawi.

Penyeberangan ke Mansinam meski terbilang singkat, tapi kebeningan dan kebiruan air laut di Teluk Doreh ini cukup memberikan kesegaran tersendiri dan mengabaikan sengatan matahari. Ketika berdiri di Kwawi, samar-samar terlihat prasasti di Pantai Mansinam yang menandai masuknya injil di Tanah Papua.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Semakin mendekati Pulau Mansinam, prasasti berupa salib dengan ketinggian beberapa meter itu kian jelas terlihat. Siapapun bisa memasuki lokasi prasasti dengan menghubungi pemegang kunci pagar, Adolf Sarumi. Selain untuk peringatan, prasasti itu juga dibuat untuk tujuan wisata dan berada di bibir pantai Mansinam, menghadap ke Kota Manokwari.

“Soli deo Gloria”

Di bagian bawah kaki prasasti, hanya ada tulisan “Soli deo Gloria. De Eerste Zendelingen van Nederlandsch Nieuw Guinee C.W. Ottow En J.G. Geissler Zyn Hier Geland op 5-2-1855”. Di sisi tulisan ini, ada terjemahan dalam bahasa lokal. Artinya, kurang lebih, Zending pertama untuk Papua Ottow-Geissler tiba di sini 5 Februari 1855.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Sekitar 50 meter dari prasasti terdapat satu gereja dengan arsitektur yang cukup menarik. Rupanya, gereja itu masih mempertahankan arsitektur asli dari gereja yang dibangun Geissler pada 1864. Ini merupakan gereja pertama di Papua. Pondasi gereja yang asli terletak di sisi gereja yang berdiri sekarang.

Di samping gereja, juga terdapat sumur tua yang dibuat Ottow-Geissler ketika menetap di Pulau Mansinam. Sumur itu masih tetap digunakan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air tawar. Air sumur itu sangat bersih, segar dan tidak terasa asin meski tidak jauh dari pantai. Selain pondasi gereja dan sumur, juga terdapat tempat pembakaran roti—-seperti oven tapi terbuat dari semen.

Sepintas Pulau Mansinam, tiada beda dengan ribuan pulau kecil di tanah air. Biasanya, pulau kecil tidak terurus dengan baik dan minim fasilitas. Ini juga berlaku di Pulau Mansinam. Tapi, semua itu tentu tidak menghapus berbagai catatan sejarah Papua di Pulau Mansinam ini.

Mungkin, bagi wisawatan akan kesulitan untuk mengetahui siapa Ottow-Geissler, selain tulisan di prasasti dalam bahasa Belanda, kalau keduanya sebagai zending pertama. Tapi, kalau penasaran, bisa mengunjungi Kantor Klasis Kwawi untuk memperoleh informasi mengenai Ottow-Geissler.

Masuknya Injil

Kalau berbicara tentang sejarah Tanah Papua, maka Pulau Mansinam akan menjadi titik penting, karena menjadi asal-muasal pekerjaan zending (misi) di Tanah Papua. Di Pulau ini, tepatnya 5 Februari 1885, dua orang zendeling-werklieden (utusan tukang) dari Jerman, C.W. Ottow dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Papua.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Sesuai buku “Seratus Satu Tahun Zending di Irian Barat” (karya Pdt. FJS. Rumainum tahun 1966), Ottow-Geissler mencapai Pulau Mansinam setelah menempuh perjalanan panjang dari Eropa dengan kapal Abel Tasman pada 25 Juni 1852 melalui Tanjung Harapan dan tiba di Batavia pada 7 Oktober 1852, kemudian berlayar ke Makasar, Ternate sebelum akhirnya tiba di Mansinam pada 1885.

Kehadiran Ottow-Geissler di Mansinam menjadi tonggak masuknya injil untuk pertama kali di Tanah Papua. Kedua Zending ini menjadi pelopor bagi pekerjaan Zending selanjutnya di seluruh Tanah Papua. Ottow menjadi Zending pertama juga yang meninggal dan dimakamkan di Papua, tepatnya di Kwawi, Manokwari. Sedangkan Geissler meninggal dan dimakamkan di Eropa.

Selain injil, sebenarnya sejumlah peristiwa bersejarah di Papua bermula dari pulau kecil di Teluk Doreh ini. Sebab, di pulau inilah Gereja Pengharapan (Krek der Hopen) sebagai gereja pertama di Papua yang dibangun Geissler pada 1864. Di pulau ini juga, untuk pertama kali orang Papua menganut agama Kristen.

Bahkan, sejarah pendidikan di Tanah Papua, juga tidak lepas dari Pulau yang sekarang hanya memiliki satu sekolah dasar (SD) ini. Sesuai catatan zending, Nyonya Ottow membuka sekolah putri di Kwawi (Manokwari) pada 1857, dengan menggunakan satu ruang di kediamannya sebagai kelas.

“Rasul Irian Barat”

Selain itu, Geissler juga membuka sekolah di Mansinam yang memberikan pelajaran bahasa Melayu. Di Mansinam ini, juga tercatat sekolah guru pertama di Papua yang didirikan Pdt.F.J.F. van Hasselt pada 1917.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Berbagai peristiwa sejarah yang terukir di Pulau Mansinam menjadikan pulau ini memiliki arti penting bagi Papua, yang ditorehkan Ottow-Geissler.

Kini nama dua orang “Rasul Irian Barat” ini diabadikan sebagai nama satu gereja di Kota Manokwari. Mungkin, Mansinam dan Manokwari ditakdirkan sebagai kota bersejarah di Papua. Kalau dirunut lagi, Kantor Pemerintahan pertama di Papua juga bermula dari Manokwari, yang kini menjadi Kantor Gubernur Irjabar.

Bukan hanya itu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga mempunyai sejarah di Manokwari. Begitu juga, peristiwa penentuan pendapat rakyat (Pepera) 1969 berlangsung di Manokwari. Kini, Gedung Pepera menjadi Gedung DPRD Irjabar. Sementara prasasti Pepera yang terletak di kompleks Kantor Gubernur Irjabar, tidak terawat dan kian memudar.

Pulau Mansinam, penuh dengan sejarah Papua. Namun, agak miris, kalau melihat penataan Pulau Mansinam sekarang ini, yang tidak lebih sebagai onggokan tanah di depan Manokwari, yang tidak lebih baik dari zaman Ottow-Geissler. Betapa tidak, sekolah guru pertama di Papua berdiri di Mansinam, kini hanya ada satu SD. Pelajar SMP dan SMA Mansinam harus menyeberang ke Manokwari untuk bersekolah. Untuk itu, jangan bayangkan jalan raya, karena hanya ada jalan setapak.

Pulau Mansinam sering dikatakan sebagai titik peradaban baru di Papua, tapi itu tidak tampak dalam wajah Mansinam saat ini. Ya, Mansinam sekarang nyaris tidak beda dengan pulau kecil lain, meski sejarah berbeda. Yang jelas, Pulau Mansinam terurus atau tidak, doa Ottow-Geissler, “Dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini” yang terucap pada 5 Februari 1855 tetap terucap di pulau kecil yang cukup elok ini. (*)

Penulis : Daniel Duka Tagukawi
Foto : http://gamasatria.multiply.com
Sumber : http://www.sinarharapan.co.id

^^ artikel di copas dari http://lagulamaku.blogspot.com/2009/05/jangan-lupakan-pulau-mansinam.html

cek juga di :
- https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=1294949
- http://wisatamelayu.com/id/object/866/477/pulau-mansinam/&nav=geo

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
ɐnʇɐʞɐʞ² - 12/07/2009 08:42 PM
#43

Akan Segera Di Update di depan \)
Thanks, udah tambah pengetahuan disini \)
Sa tunggu yang lainnya kk \)

Cendol menyusul shakehand
jamzaja - 13/07/2009 04:17 AM
#44
Pegunungan Arfak dan Harta terpendamnya
kk, tambah lagi tidak papa toh? D

Manokwari, yoksna seee \)

=======================
note : artikel dan foto2 berikut disarikan dari beberapa sumber di internet.
=======================

EKOWISATA DI KEPALA BURUNG PULAU PAPUA: Pesona Alam dan Misteri Melegenda di Arfak

Pegunungan Arfak yang berada di ‘kepala-otak burung Papua’ adalah sebuah kawasan cagar alam dengan luas mencapai 68.325 hektar dengan ketinggian mencapai 2940 meter di atas permukaan laut. Cagar alam pegunungan Arfak berada di Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Membentang di antara Distrik Menyambouw Warmare, Ransiki, Anggi dan Oransbari. Wilayah ini hanya berjarak kira-kira 35 km dari kota Manokwari. Diperlukan 2 hari berjalan kaki untuk sampai di tempat itu. Saat ini, sudah bisa dicapai menggunakan kendaraan roda empat jenis off-road 4X4 atau ‘ranger’ (sebutan masyarakat setempat untuk jenis mobil ini) dengan tarif Rp. 80 ribu – Rp. 300 ribu per orang. Bisa juga dengan menggunakan pesawat terbang jenis twin otter dan cesna dengan waktu tempuh sekitar 25 menit dengan tariff Rp. 300 ribu per orang.

Cagar alam pegunungan Arfak masih menyimpan banyak misteri yang sampai kini belum terungkap, mulai dari kehidupan flora-fauna, termasuk ribuan jenis tumbuhan anggrek, legenda ikan Houn (sejenis belut) di dua danau yang diapit oleh sebuah “perbukitan firdaus” bernama bukit Kobrey. Dua danau itu adalah Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gita yang berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Kehidupan seputar goa-goa, termasuk goa yang kedalamannya mencapai 2000 meter juga masih menyimpan selaksa misteri.

Spoiler for artikel tentang danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gita
DUA DANAU ANGGI DI PUNCAK KOBREY
Menikmati Karya Alam Tiada Banding

“Sajian pemandangan dua danau begitu fantastik dilihat dari puncak bukit Kobrey. Di sebelah kiri terlihat danau Anggi Giji dan di sisi kanannya danau Anggi Gita yang anggun mempesona. Pemandangan seperti ini hanya ada di sini, tidak ditemukan di tempat lain, menikmati dua danau dalam waktu bersamaan. Luar biasa!”

Pagi itu menunjukan pukul 06.00 WIT. Kami berangkat dari kota Manokwari dengan menggunakan mobil jenis off-road Mitsubisi L200 atau di Papua biasa disebut “mobil ranger” milik dinas Perhubungan dan Pariwisata Manokwari. Sesuai rencana, perjalanan kami kali ini menuju ke obyek wisata alam yakni melihat dua danau di pegunungan Arfak, yakni danau Anggi Giji dan Anggi Gita. Perjalanan yang cukup menantang ini dapat dilakukan dengan durasi waktu sehari saja.

Sejam berlalu. Kami tiba di bawah kaki pegunungan Arfak yakni di distrik Ransiki dan berhenti sejenak sekedar untuk belanja bekal makan nanti. Nasi kuning, telur, ikan dan kue-kue menjadi pilihan untuk kami bawah ke tempat tujuan. Situasi yang hangat di pasar tradisional juga saya manfaatkan untuk berbincang-bincang dengan masyarakat di sana sambil memotret aktifitas masyarat pasar tersebut. Ransiki dihuni oleh berbagai suku bangsa baik lokal maupun pendatang transmigran tahun 60-an dari Jawa dan Sulawesi.
.......

baca lanjutannya di link ini

Spoiler for Tim Ekspedisi Temukan Gua Sedalam 2.000 M di Papua
Tim Ekspedisi Temukan Gua Sedalam 2.000 M di Papua

Manokwari, 9 Juli 2004 11:20

Tim ekspedisi Speleologi (ahli gua) Prancis menemukan gua yang sangat dalam di pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ketua tim ekspedisi berkebangsaan Prancis, Bruno Thery, dalam laporannya kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari yang dikutip Antara di Manokwari, Jumat, mengatakan kedalaman gua tersebut mencapai sekitar 2.000 meter, dan merupakan salah satu gua yang terdalam di dunia.

Gua tersebut, menurut laporan tersebut, dikategorikan sebagai yang terdalam di dunia, diikuti gua di Prancis (1.610 m), Rusia (1.500 m), dan Spanyol (1.500 m).

Keberadaan gua tersebut hingga kini belum diketahui secara umum, karena belum pernah dipublikasikan.

Tim Speleologi Prancis yang bernama Ekspedisi Irian 1993 tersebut, sebelumnya melakukan empat ekspedisi di daerah Merdey, Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 1988 dan 1989, namun gagal

Menurut Bruno Thery, dalam laporannya, ekspedisi pada waktu itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti hasil foto satelit yang menunjukkan bahwa di Pegunungan Lina terdapat gua alam dengan garis tengah puluhan meter dan kedalamannya mencapai 2.000 meter.
........

baca artikel selanjutnya di link ini

Menurut informasi Yoris Wanggai, salah seorang tourist guide di Manokwari, sudah sekian banyak peneliti mancanegara mendatangi tempat-tempat ini namun tidak membawa hasil penelitian yang maksimal oleh karena keterbatasan waktu berkunjung. Umumnya, para para peneliti hanya memiliki waktu 1-2 minggu saja di pegunungan Arfak, dan itu jauh dari cukup untuk mengetahui misteri-misteri yang tersimpan rapi di Pegunungan Arfak itu. “Rasanya tidak cukup waktu. Jika kami di sini, terasa hanya sebentar. Kami tidak puas,” demikian salah satu kutipan pernyataan para wisatawan yang sampaikan Yoris saat berbincang dengan E-I ketika mengunjungi obyek wisata alam dua danau di bukit Kobrey, Agustus lalu.

Pegunungan Arfak ini adalah ekosistem yang mewakili tanah Papua oleh karena dihuni beberapa habitat yang dilindungi, seperti kehidupan berbagai jenis satwa seperti kupu-kupu sayap-burung (ornithoptera-sp) yang menjadi buruan kolektor kupu-kupu internasional. Kupu-kupu jenis ini oleh masyarakat suku Arfak sudah ditangkarkan. Salah satunya di kampung Iray, di dekat danau Anggi Giji. Kawasan ini dihuni pula oleh Cendrawasih Arfak (Astrapia-nigra). Berbagai jenis tumbuhan antara lain pohon Arwob atau dodonia fiscosa, tumbuhan khas pegunungan Arfak. Juga terdapat kayu Masohi yang rasanya pedas seperti permen menthol, berguna untuk penambah selera makan. Dan masih banyak kekayaan flora-fauna lagi yang menghuni wilayah ini.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Spoiler for Cendrawasih Arfak (Astrapia-nigra)
Arfak Astrapia
From Wikipedia, the free encyclopedia

The Arfak Astrapia, Astrapia nigra is a large, approximately 76cm long, black bird of paradise with an iridescent purple, green and bronze plumage. The male has a very long broad tail, velvety black breast feathers and extremely complex head plumage. The female is a blackish brown with pale barring on its abdomen.

Levaillant of France described this bird as L’Incomparable or Incomparable Bird of Paradise.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

link

Spoiler for contoh Dodonia Viscosa ; gbr diambil dari internet
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Spoiler for kayu masohi
kayu Masohi yang rasanya pedas seperti permen menthol, berguna untuk penambah selera makan.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Menurut data pemerintah kabupaten Manokwari, pegunungan Arfak ini memiliki tidak kurang 110 jenis mamalia, 333 jenis burung, yang beberapa jenis merupakan endemik, pegunungan Arfak. Salah satunya adalah burung Namdur Polos (Bowerd Bird). Burung ini, oleh suku Arfak Moley dinamai burung Mbrecew, yang berarti pintar atau pandai berkicau, oleh karena bisa menirukan suara-suara lain dan bunyi apa saja. Burung ini juga mampu membuat sarang (bower) dari dedaunan, rumput kering, dan tangkai anggrek hutan, yang dibuat menyerupai rumah dan meletakkannya di atas pohon maupun di tanah.

>>>> end of part 1
jamzaja - 13/07/2009 04:21 AM
#45
Pegunungan Arfak dan Harta terpendamnya (part 2 - end)
Spoiler for Namdur Polos - Bowerd Bird
Burung ini, oleh suku Arfak Moley dinamai burung Mbrecew, yang berarti pintar atau pandai berkicau, oleh karena bisa menirukan suara-suara lain dan bunyi apa saja. Burung ini juga mampu membuat sarang (bower) dari dedaunan, rumput kering, dan tangkai anggrek hutan, yang dibuat menyerupai rumah dan meletakkannya di atas pohon maupun di tanah.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
cek link ini

Tidaklah heran jika sejumlah ahli yang pernah datang meneliti di kawasan ini menyatakan bahwa sejarah telah mencatat pegunungan Arfak punya arti penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di masa mendatang dan sangat layak dijadikan perpustakan data genetik yang bisa diolah untuk aneka jenis obat dan ramuan tradisional. Data etno-botani menyebutkan cagar alam pegunungan Arfak juga kaya akan aneka jenis tumbuhan yang bisa diolah menjadi obat bius dan obat perangsang, namun sejauh ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Salah seorang mahasiswa peneliti S2 Botani IPB Bogor, Hengky Wambraw, ketika sempat bertemu dengan Penulis di hutan lindung Gunung Meja Manokwari, mengatakan kehidupan keanekragaman hayati di kawasan pegunungan Arfak menjadi incaran para peneliti biologi, botani, geologi, ekologi, tidak terkecuai peneliti serangga dan burung baik dari luar negeri maupun local. Mereka ingin sekali berkunjung ke sana. Hengky juga sempat menginformasikan kepada E-I untuk berhati-hati menyentuh tumbuhan liar saat berkunjung ke wilayah pegunungan “misterius” itu karena beberapa di antaranya ada yang mengandung racun, ada pula yang bisa dijadikan obat.

Suhu sekitar danau sangat dingin. Apalagi di bukit Kobrey yang bisa mencapai 6 derajat celsius. Oleh masyarakat suku Sough di kampung Iray, bercocok tanam hortikultura seperti kentang, wortel, daun bawang, seledri, berbagai jenis bunga antara lain Gladiol Anggi, Rhododenrum, merupakan pilihan tepat. Mereka belum mengenal pestisida. Tanaman tumbuh subur terhindar dari zat-zat kimia dan toxic yang berbahaya. Sayang sekali, hasil panen mereka masih sulit untuk dipasarkan keluar areal perkampungan mereka karena biaya pengangkutan yang tinggi, tidak menutupi ongkos pergi-pulang seperti ke Ransiki atau kota Manokwari. Mereka masih sangat berharap jika pedagang dari luar datang membeli hasil panen mereka.

Keunikan lain yang dapat dijumpai di pegunungan Arfak adalah kehidupan sosial masyarakat asli Mandacan yang terdiri dari beberapa suku seperti suku Meyakh, suku Sough, suku Hatam dengan beragam bahasa serta tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini. Di antaranya, seorang lelaki wajib berjalan di belakang perempuan baik anaknya maupun istrinya. Kita juga dapat menjumpai budaya Arfak yang berkenaan dengan prosesi ritual pengucapan syukur yang disimbolkan dengan tarian Magasa, sejenis tari ular. Biasanya, hampir setiap musim panen, perkimpoian atau menyambut tamu, tarian ini dipertunjukkan.

Spoiler for Rhododendron
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

cek link ini

Spoiler for Tarian Magasa
Gerakan berirama ini memang merupakan tarian khas dari masyarakat Arfak. Komunitas asli terbesar yang mendiami daerah Manokwari, Papua Barat. Tarian tersebut dinamakan Tari Magasa atau lazim disebut dengan Tari Ular.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Penyebutan ini disebabkan oleh gerak dan formasi tari yang menyerupai liukan ular mengikuti irama lagu yang dinyanyikan. Magasa atau Tari Ular digelar pada acara ulang tahun, perkimpoian, panen raya, penyambutan tamu dan acara-acara lain. Tari ini digelar secara kelompok oleh semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda. Sedangkan alat musik yang digunakan hanyalah Tifa.

cek juga link ini dan itu D

Rumah tradisional Arfak disebut Igkojei, yang oleh suku Sough disebut Tumisen, terkenal dengan tahan lama dan kokoh, karena tiang yang banyak terbuat dari jenis kayu bua yang tidak mudah patah meskipun hanya berdiameter 5-10 cm. Rumah Tumisen ini juga sering disebut rumah kaki seribu karena tiangnya yang banyak. Saat ini keaslian rumah Igkojei atau Tumisen sudah mulai langkah apalagi atap yang asli dari rumput ilalang rat-rata sudah diganti menggunakan seng.

Spoiler for Rumah Igkojei - Tumisen
Disebut juga rumah kaki seribu

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Masih tersimpan banyak keunikan dan keindahan lainnya lagi yang bisa kita dapatkan di kawasan pegunungan Arfak. Sungguh, waktu 2-3 hari di sana adalah waktu yang begitu singkat.

Jika Anda peneliti atau mahasiswa, petualang, professional ataupun hobbies fotografi flora-fauna, ataupun Anda tergolong “wisatawan modern/minat khusus”, segera datang di Papua Barat. Jelajahi pegunungan Arfak, telusuri goa terdalam di dunia, berkeliling di dua danau Anggi dan buktikan kepada dunia bahwa Anda-pun turut serta berperan “menyelamatkan” hutan Papua. (Fredy Tewu)

oleh Fredy Tewu explore-indo.com


==================================

Beberapa artikel/tulisan tentang pegunungan Arfak ini ;
Spoiler for Ditemukan 2.770 Jenis Anggrek di Cagar Alam Pegunungan Arfak
Ditemukan 2.770 Jenis Anggrek di Cagar Alam Pegunungan Arfak

Kapanlagi.com - Para peneliti Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food And Agriculture Organization Of United Nations (FAO) yang melakukan survei di kabupaten Manokwari, Irian Jaya Barat menemukan 2.770 jenis anggrek di cagar alam pegunungan arfak.

Peneliti FAO berkebangsaan Belanda, Millar dalam laporannya kepada Pemkab Manokwari seperti dikutip ANTARA, selasa menyebutkan, 2.770 jenis anggrek itu berkualitas tinggi yang tumbuh subur di kawasan hutan pegunungan Arfak harus dilindungi dari upaya pemilikan oleh masyarakat secara tidak terkendali.

baca lengkap di link ini

Menurut Millar berdasarkan hasil identifikasi anggrek tersebut terindah di dunia dan dapat dikomersialkan. Sementara jenis yang menarik dan paling indah yakni jenis, Flame Of Irian (Mucuna Novaeguinea) berwarna khas merah merona dan hitam.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ia mengatakan, jenis tersebut merupakan spesies yang langka di dunia dan hanya bisa ditemukan di cagar alam pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari.

Spoiler for Lidah Api Irian - BungaTerindah di Dunia
Manokwari, 22 Desember 2000 17:28
Para petualang dan ilmuwan kini mulai menjelajahi pegunungan Arfak di Kabupaten Manokwari, Irian Jaya. Mereka sedang bersemangat meneliti Lidah Api Irian (Flame of Irian--Mucuna novaeguinea) jenis bunga langka yang konon terindah di dunia.

Mereka menyigi jenis cendawan aneh (mycena) yang subur di hutan setempat. Cendawan itu dianggap aneh karena mengeluarkan cahaya berpendar di kegelapan malam, bagaikan nyala api.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Bunga asli Irian ini hanya bisa tumbuh subur di pegunungan Arfak, kata Miller A, peneliti berkebangsaan Belanda dalam laporannya kepada Pemda Irian Jaya. Digolongkan sebagai spesies berkualitas tinggi, seperti aneka jenis anggrek hutan lainnya.

baca lengkapnya di link ini

Spoiler for Atraksi Alam dan Budaya Arfak
link ke website pemerintah Kabupaten Manokwari

Spoiler for Manokwari-Pegunungan Arfak
Tujuh jam perjalanan mobil hartop dari kota manokwari untuk sampai di kampung yang bernama AGGRA. kampung ini merupakan kampung terakhir kalo kita mau sampai ke puncak Arfak. kondisi jalan sangat parah sekali, karena masih tanah liat warna kuning, belum ada pengerasan, dan kalau hujan, akan berlendir dan berlumpur. dan sesekali menyebrangi anakan sungai yang berbatu dan ini memberi kesempatan untuk berhenti dan mengisi air di kabulator mobil. dan ini juga bisa dijadikan moment untuk ambil poto serta melepaskan dahaga, sambil minum air pegunungan yang langsung dari mata air, segar banget.

lanjut baca di link ini

Spoiler for Mengunjungi Suku Arfak di Belakang Gunung Meja Manokwari
kisah ekspedisi Alfred Russel Wallace ke New Guinea. cek di link ini

>>>> end
jamzaja - 13/07/2009 12:53 PM
#46

kk (tua) \),
ada acara bakar cendol juga? sa baru tau eee.

thanks brat neh o
segar alee
ɐnʇɐʞɐʞ² - 13/07/2009 01:02 PM
#47

Quote:
Original Posted By jamzaja
kk (tua) \),
ada acara bakar cendol juga? sa baru tau eee.

thanks brat neh o
segar alee


wkwkwk.. panggil sahaja saya nubi ;)
Kalo ada artikel menarik bagi2 disini yah D
Nanti sa beri lagi o o

Sama2 kasih... kk tulis biodata dulu di thread yg disticky boleh biar kita lebih akrab kk o
Biar nanti klo ada acara apa2 kita bisa gampang saling menghubungi o o
jamzaja - 13/07/2009 03:21 PM
#48

kk (tua) D,

sesuai anjuran di page 1, sa ada bikin thread Pegunungan Arfak di Forum >TravellersDomestik.

silahkan cek di https://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=101828955#post101828955

klo bikin di lounge pasti penuh dengan junk post. tapi semoga viewernya tetap banyak \)

Spoiler for isi biodata
kk, isi yang mana kah? ade tra tau nihhh D
ɐnʇɐʞɐʞ² - 13/07/2009 03:30 PM
#49

Quote:
Original Posted By jamzaja
kk (tua) D,

sesuai anjuran di page 1, sa ada bikin thread Pegunungan Arfak di Forum >TravellersDomestik.

silahkan cek di https://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=101828955#post101828955

klo bikin di lounge pasti penuh dengan junk post. tapi semoga viewernya tetap banyak \)

Spoiler for isi biodata
kk, isi yang mana kah? ade tra tau nihhh D


Oks kk mantab thumbup:
Saia ke TKP linux1:

Isi Biodata yang ini kaka : *Biodata Kaskuser Regional Papua*
Sua da formatnya diatas tinggal diikuti sahaja D
etex_pedrosa - 14/07/2009 01:43 AM
#50

Quote:
Original Posted By ɐ
PAPEDA

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Papeda atau bubur sagu, merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua.

Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang.

Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.

Sumber : Wikipedia


bro kirim lain kemari ka.... kelap bunu ni....
jamzaja - 14/07/2009 02:37 AM
#51
Kepulauan Raja Ampat dan pesona alam bawah airnya
kk, sa tambah lagi nehhh. mumpung lagi rajin D

===================

Coba ketik 'Raja Ampat' di search engine internet kamu, maka akan keluar begitu banyak link yang menjelasan/menerangkan/menggambarkan betapa indahnya dan agungnya karunia Tuhan buat alam Papua.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ketika saya mencoba untuk mencari info lebih dalam tentang Raja Ampat ini ternyata di Kaskus sendiri sudah ada yang mem-post artikel/tulisan tentang keindahan alam di Raja Ampat. Dan untuk menghindari repost yang tidak perlu maka link2 tersebut akan saya tampilkan juga disini. Tujuan saya hanyalah agar Kepulauan Raja Ampat dan pesona alam bawah airnya bisa ter-index juga di Papuapedia yang ada di Regional Papua ini \)

Spoiler for ini keindahan laut dari Kepulau Raja Ampat - Papua serta beberapa resort yang bisa jadi referensi untuk dikunjung
[QUOTE=konslet;85462063]menyusul thread tentang keindahan danau di Serui .....
ini keindahan laut dari Kepulau Raja Ampat - Papua serta beberapa resort yang bisa jadi referensi untuk dikunjung .... hati2 .. cukup high cost neh....

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

baca lebih lanjut di thread kaskus ini


Spoiler for Tanah Papua Sungguh Sangat Indah
[QUOTE=wikar II;80064383]The Raja Ampat Islands
In the Heart of the Coral Triangle

The Raja Ampat, or “Four Kings,” archipelago encompasses more than 9.8 million acres of land and sea off the northwestern tip of Indonesia’s West Papua Province. Located in the Coral Triangle, the heart of the world’s coral reef biodiversity, the seas around Raja Ampat possibly hold the richest variety of species in the world.

[spoiler=more]The area’s massive coral colonies show that its reefs are resistant to threats like coral bleaching and disease —threats that now jeopardize the survival of corals around the world. In addition, Raja Ampat’s strong ocean currents sweep coral larvae across the Indian and Pacific Oceans to replenish other reef ecosystems. Raja Ampat’s coral diversity, resilience to threats, and ability to replenish reefs make it a global priority for marine protection.

Survey Confirms Highest Marine Biodiversity on Earth
In 2002, The Nature Conservancy and its partners conducted a scientific survey of the Raja Ampat Islands to collect information on its marine ecosystems, mangroves, and forests. The survey brought Raja Ampat’s total number of confirmed corals to 537 species— an incredible 75% of all known coral species. In addition, 899 fish species were recorded, raising the known total for Raja Ampat to an amazing 1,074. On land, the survey found lush forests, rare plants, limestone outcroppings, and nesting beachesfor thousands of sea turtles.

Though human impacts here are less severe than elsewhere in Indonesia, Raja Ampat’s natural resources are endangered by over fishing and destructive fishing, turtle poaching, and unsustainable logging. The Indonesian government recently established Raja Ampat as a separate administrative unit, which will give communities a greater say in managing the natural resources upon which their livelihoods depend. This structure also offers an important opportunity to include conservation in the spatial planning of the newly formed local government.

Ensuring Conservation through Partnerships
To address these issues, the Conservancy launched a new project to protect Raja Ampat, working in close partnership with the government and communities to: 1) contribute to a comprehensive conservation action plan to protect Raja Ampat’s reefs and forests; 2) help incorporate marine protected area management into long-term planning and policy; and, 3) establish a network of marine protected areas for Raja Ampat.

The Conservancy’s ultimate goal is to protect Raja Ampat’s magnificent reefs while sustaining the livelihoods of local people. Raja Ampat includes the four large islands of Waigeo, Batanta, Salawati, and Misool, plus hundreds of smaller islands. The archipelago is part of an area known as the Bird’s Head functional seascape, which also contains Cenderawasih Bay, the largest marine national park in Indonesia.


ini gambar-gambar kepulauan raja ampat

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

baca lanjut di thread kaskus ini [/spoiler]
>>> part 1 of 2
jamzaja - 14/07/2009 03:01 AM
#52
Kepulauan Raja Ampat dan pesona alam bawah airnya - part 2 (end)
masih ada lanjutannya gan D

Spoiler for “Betapa kayanya alam dan pemandangan yang Tuhan berikan bagi Negara kita Indonesia tercinta.”
[QUOTE=freshwind;71729613]
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

“Betapa kayanya alam dan pemandangan yang Tuhan berikan bagi Negara kita Indonesia tercinta.” Mungkin begitulah kata pujian yang keluar dari mulut kita ketika kita bisa pergi dan mengunjungi berbagai tempat yang benar-benar indah yang dapat kita temui di antara ribuan pulau di Nusantara ini seperti yang salah satunya berada di Kabupaten Raja Ampat yang terletak di Propinsi Papua Barat.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)


Orang Papua sering juga menyebutnya sebagai kabupaten kepulauan karena memiliki banyak pulau yaitu 610 pulau. Diantaranya hanya 35 pulau yang ada penduduknya dan diantaranya hanya 4 pulau besar yang paling banyak penduduknya yaitu Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo dimana terdapat kota Waisai sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Keindahan alamnya yang karena posisinya diindikasikan sebagai laut yang paling kaya keragaman hayati lautnya didunia. Kepulauan yang masih sangat asli ini begitu menakjubkan sekali apalagi laut di kepulauan ini sudah sangat terkenal dengan kekayaannya dimana menurut hasil survey dan penelitian lembaga ekosistem kelautan internasional disinilah terdapat 537 jenis karang yaitu sudah mewakili 75% karang dunia belum lagi ditemukannya 828 jenis ikan dari sejumlah 1074 yang diperkirakan tersebar dikepulauan Raja Ampat ini.

baca lanjut di thread kaskus ini

Spoiler for katanya seeh indah banget dan bisa dibilang sebagai surganya para penyelam dunia...
[QUOTE=kaluna01;91288703]
juragan tau Raja Ampat katanya seeh indah banget dan bisa dibilang sebagai surganya para penyelam dunia...indah gan. letaknya ada di papua barat, tempat ini sangat terkenal di kalangan penyelam dunia, sebenarnya Raja Ampat sendiri sudah terkenal sejak puluhan tauhun yang lalu tapi sayangnya dan faka yang terjadi tidak ada satupun pengembang dari indonesia yang tertarik untuk mengembangkannya... dan malah orang berkebangsaan jerman dan belanda yang tertarik untuk mengembangkannya Max Ammer namanya di telah membangun sebuah resort di raja ampat dan mungkin satu2nya resort yang ada disana...menyedihkan...

[spoiler=raja ampat]PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

itu baru kulit depannya gan... di dalemnye lebih dashyat lagi

Spoiler for daleman raja ampat
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

sadis gak tuh gan....

sayang ya pulau cantik kek gitu gak dilirik sama investor dalam dalam negri sendiri....

cek infonya di thread kaskus ini[/spoiler]
ada juga info dari forum tetangga o
Spoiler for numpang copas dari forum sebelah--BW Killer!!!
[quote name='kribowkribow']
Raja Ampat cocok untuk alternative tourism kepulauan. Raja Ampat termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Raja Ampat terkenal kaya akan jenis ikan karena terletak di ujung pulau Papua sehingga banyak jenis ikan hidup di perairannya.
letaknya gak terlalu jauh dari kota sorong,papua. hanya menggunakan speed boat, atau kapal, memerlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

sumber

beberapa link menarik lain,
- wikipedia
- indobackpacker
- asri
- indonesia.go.id
- misteriintim.blogspot.com
- rajaampat
- divetheworldindonesia
- diverajaampat

dan tentu masih banyak sumber lain di internet sana yang bisa anda temukan.

seandainya anda berkesempatan berkunjung ke Kepulauan Raja Ampat, jangan lupa oleh2 fotonya yahhh \)

PS: Credit goes to all TS' whom their articles or pictures posted here. rose:rose:rose:rose:

ilovekaskus ilovekaskus

>>> part 2 of 2
ɐnʇɐʞɐʞ² - 19/07/2009 10:08 AM
#53

Wah.. matabelo:
Ternyata su ada update Artikel yah hammer:
Sa tra perhatikan sob.. DD
Nanti sa updat ke Depan \)

Terus Berkarya beer:
ɐnʇɐʞɐʞ² - 19/07/2009 10:15 AM
#54
Kapak Batu, Mas k a w i n Wajib Suku Sentani
Kapak Batu, Mas k a w i n Wajib Suku Sentani


Quote:
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)



Pada suatu petang, kehebohan kecil terjadi di Danau Sentani. Teriakan khas orang Sentani--salah satu suku yang ada di Papua--di atas perahu yang menyanyikan lagu kemenangan menggema. Itu tanda bahwa perburuan yang dilakukan berhasil. Dan yang berhasil menjadi tangkapan mereka adalah seekor buaya yang cukup besar. Binatang yang hidup di dua alam ini berhasil ditangkap di pinggir danau yang terletak sekitar 30 kilometer dari arah barat Kota Jayapura itu

Ondoafie (penguasa) Pulau Asei, Nomansen Ongge, adalah orang yang paling gembira dengan keberhasilan perburuan kali ini. Sebab, sebagai kepala suku, Nomanse Ongge akan memperoleh bagian yang cukup besar dari hasil penjualan kulit dan daging buaya. Maklum, saat itu bapak tiga anak ini sedang membutuhkan duit untuk membeli maskimpoi berupa kapak batu bagi putranya.

Di Sentani, pernikahan bukanlah urusan yang mudah. Dalam prosesnya banyak negosiasi yang harus dilakukan. Tak hanya itu, duit untuk biaya pernikahan, terutama untuk maskimpoi, juga banyak dikeluarkan. Sedikitnya sekitar Rp 5 juta dikeluarkan hanya untuk membeli alat-alat perkimpoian yang mulai langka.

Quote:
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)


Perlengkapan perkimpoian, seperti kapak batu dan manik-manik sebagai maskimpoi harus ada. Sebab, jika persyaratan tersebut tak dipenuhi, sebuah pernikahan tak akan sah secara adat. Nah, hal ini yang sedang dialami putra Nomensen Ongge. Dia sudah menikah di gereja. Namun, dia belum bisa membawa pulang sang istri. Sebab, dia belum memberikan maskimpoi berupa 10 buah kapak batu dan manik-manik, sesuai permintaan keluarga besan.

Saat ini, keluarga Nomensen telah terkumpul sebanyak sembilan kapak batu. Namun, mereka harus menambah sedikitnya empat kapak batu lagi. Keempat kapak batu itu diperlukan sebagai cadangan kalau-kalau ada beberapa dari sepuluh kapak batu yang ditolak sang besan. Itulah sebabnya, Nomensen dan istri, serta seorang abuahouw (juru taksir kapak batu) sibuk mengunjungi sejumlah tetangga mereka untuk membeli kapak batu. Untungnya, Nomensen punya uang tambahan dari hasil penjualan kulit dan daging buaya. Dengan demikian, ia mampu mengeluarkan duit sebanyak Rp 600 ribu untuk membeli keempat kapak batu itu.

Pulau Asei adalah salah satu pulau yang terletak di tengah Danau Sentani yang termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Cyclops. Danau Sentani yang letaknya tak jauh dari pusat Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua memiliki luas 9.630 hektare. Di danau inilah orang Sentani yang berjumlah sekitar lima ribu jiwa, termasuk yang tinggal di Pulau Asei, mencari makan. Ikan mujair, mas, dan gabus menjadi tangkapan mereka sehari-hari.

Bagi para wisatawan, Pulau Asei yang menjadi wilayah kekuasaan adat Nomensen Ongge dikenal sebagai salah satu desa di Sentani yang masih mempertahankan tradisi pembuatan lukisan kulit kayu kabouw. Di masa lampau, kulit kayu kabouw digunakan sebagai pakaian dan pembungkus mayat. Lukisan-lukisan di atasnya menceritakan soal mitologi kehidupan orang Sentani, nilai-nilai sakral tentang kematian, dan simbol-simbol kelompok kekerabatan atau marga.

Sayangnya, nilai sakral dan sosial kayu ini, kini sudah mulai luntur. Warga di sana sekadar membuat lukisan kayu untuk konsumsi para wisatawan. Namun, ada satu hal yang dari dulu hingga sekarang tak berubah, yaitu fungsi kulit kayu. Kulit kayu ini biasanya digunakan sebagai alas tempat menaruh kapak batu pada perundingan pembayaran maskimpoi. Nah, perundingan pembayaran maskimpoi inilah yang sedang terjadi di kediaman Nomensen.

Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, Nomensen telah mengabarkan kepada keluarga besan, keluarga Hengki Asabo Pepuhe, untuk merundingkan pembayaran maskimpoi. Sebanyak, 14 kapak batu telah Nomensen siapkan untuk dilihat aboahouw yang dikirim keluarga Hengki.

Dalam tradisi Sentani, abuahouw sebagai juru taksir dan kualitas kapak batu mempunyai kekuasaan penuh untuk menentukan maskimpoi mana yang bisa diterima. Dari sepuluh yang ditaruh Nomensen di atas kulit kayu kabouw, dua kapak batu ditolak. Nomensen kemudian segera menyodorkan penggantinya, hingga akhirnya disetujui abuahouw.

Setelah abuahouw selesai menaksir, lengkap sudahlah jumlah maskimpoi yang telah disepakati. Saat akan mengambil pengantin wanita, keluarga Nomensen harus menyerahkan sebanyak tiga buah kapak batu rela besar dan sepuluh kapak batu mofoli yang ukurannya lebih kecil kepada pihak besan.

Dua hari setelah kesepakatan itu, Nomensen memenuhi janjinya untuk segera membawa menantunya, Agustina, ke rumah. Maka, dikirimlah sepasang utusan untuk menjemput pengantin perempuan di rumah Hengki Pepuhe.

Melalui sebuah manik-manik yang menjadi bukti kepemilikan dari keluarga Ongge, kedua utusan meminta kepada ayah Agustina untuk melepaskan anak perempuannya. Dengan demikian dia bisa diperistri oleh putra Nomensen Ongge.

Saat Agustina akan dilepas, beberapa teman sebaya dan kerabat mengiringinya dengan sebuah lagu ratapan. Lagu yang disenandungkan itu menggambarkan kesedihan atas kepergian seorang teman. Sementara itu, sebuah perahu baru telah disiapkan di depan rumah Hendri Pepuhe. Perahu ini nantinya akan menjadi milik Agustina dan suami sebagai modal hidup mereka dalam berumah tangga.

Agustina akhirnya pergi dengan menggunakan perahu pemberian orang tuanya. Sementara itu, sang suami telah menunggu di seberang danau. Tak lama kemudian, Agustina tiba. Tak ada ritual yang rumit untuk menerima pengantin perempuan. Satu-satunya syarat adalah pengantin dan penyambut harus menggenakan busana dari kulit kayu kabouw.

Setelah acara penyambutan yang singkat dan sederhana itu selesai, Agustina kini resmi menjadi anggota keluarga Ondoafie Nomensen Ongge. Pesta akhirnya ditutup dengan tarian anak-anak muda yang menggambarkan kegembiraan atas pernikahan itu.

SUMBER


Tambahan : Budaya potong jari dengan kapak batu

Bagi orang suku dani, setiap kali ada saudara atau kerabat dekat yang meninggal, mereka akan memotong satu ruas jari atau sebagian dari daun telinga sebagai tanda berduka.

Gambar :

Spoiler for PIC!!!


PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)






NB : kimpoi = k a w i n nohope:
jamzaja - 19/07/2009 12:15 PM
#55

^^^^
sa baru tau kk (tua) \), ternyata suku di Sentani juga begitu. sa kira cuma suku di timika dan sekitarnya yang suka potong jari klo ada anggota keluarga yang meninggal, soalnya waktu kerja disana dulu sering liat yang begitu.

kasian o
ɐnʇɐʞɐʞ¹ - 21/08/2009 02:11 AM
#56

Sundul dulu o
Besok baru di Updet DDD
kiss
ariaudο - 21/08/2009 02:37 AM
#57

keren bener TSnya,lengkap thumbup:
wipi - 14/09/2009 09:14 AM
#58

bantu up gan, sup2: sup2: sup2: kalo di merauke kayaknya gak ada deh yang menarik \(
jamzaja - 15/09/2009 02:31 PM
#59

Quote:
Original Posted By wipi
bantu up gan, sup2: sup2: sup2: kalo di merauke kayaknya gak ada deh yang menarik \(


wahh.....masa' di merauke tidak ada yang menarik??

kejar ISO kah?

ngakak
ɐnʇɐʞɐʞ¹ - 15/09/2009 05:57 PM
#60

Quote:
Original Posted By jamzaja
wahh.....masa' di merauke tidak ada yang menarik??

kejar ISO kah?

ngakak


Kalo di Merauke keknya banyak deh yang menarik seperti acara sagu sep, budaya2 asmat, marind, muyu dan suku2 yang lain di Merauke malu:
Cuma masalahnya susah sekali cari literaturnya di Internet \( \(
Itu yang bikin bahan tulisan mentok D

Angkt 06 baru mau kejar iso matabelo:
Terlambat tralala trilili hammer: Peace:

Lanjutgan army:
Sa mo Cari2 dulu yang mantab untuk di posting dimari o
Page 3 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > INDONESIA TIMUR > Papua > PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)