Papua
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > INDONESIA TIMUR > Papua > PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
Total Views: 43274 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 

zenpapuanis - 30/10/2010 01:31 PM
#101
Rumah Kaki SeriBU...Seribu...Seribu....
Rumah khas manokwari (orang arfak e....) tahan gempa ni bah.......
raymand - 10/11/2010 10:06 PM
#102

ane lusa tanggal 12 november mau kesono gan ada project 2-3 mingguan..
mudah mudahaaaaan sempet deh ke raja ampat D
*ngarep
raymand - 10/11/2010 10:07 PM
#103

sory gan dobol.. :|
fadhlier - 12/11/2010 08:45 AM
#104

Quote:
Original Posted By ɐ
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Apakah ungkapan kesedihan yang dipertunjukkan oleh seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Menangis, barang kali itu yang paling sering kita jumpai. Bagi umumnya masyarakat pengunungan tengah dan khususnya masyarakat Wamena ungkapan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga tidak hanya dengan menangis saja.

Biasanya mereka akan melumuri dirinya dengan lumpur untuk jangka waktu tertentu. Namun yang membuat budaya mereka berbeda dengan budaya kebanyakan suku di daerah lain adalah memotong jari mereka.

Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras terkenal di Jepang) jika mereka telah melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau gagal dalam menjalankan misi mereka. Sebagai ungkapan penyesalannya, mereka wajib memotong salah satu jari mereka. Bagi masyarakat pengunungan tengah, pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia.
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang begitu mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting. Bagi masyarakat Balim Jayawijaya kebersamaan dalam sebuah keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri.

pemotongan jari itu umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Namun tidak menutup kemungkinan pemotongan jari dilakukan oleh anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau pun perempuan. Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah 'terulang kembali' malapetakayang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.

Seperti kisah seorang ibu asal Moni (sebuah suku di daerah Paniai), dia bercerita bahwa jari kelingkingnya digigit oleh ibunya ketika ia baru dilahirkan. Hal itu terpaksa dilakukan oleh sang ibu karena beberapa orang anakyang dilahirkan sebelumnya selalu meninggal dunia. Dengan memutuskan jari kelingking kanan anak baru saja ia lahirkan, sang ibu berharap agar kejadianyang menimpa anak-anak sebelumnya tidak terjadi pada sang bayi. Hal ini terdengar sangat eksrim, namun kenyataannya memang demikian, wanita asal Moni ini telah memberikan banyak cucu dan cicit kepada sang ibu.

Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringanyang terikat menjadi mati kemudian dipotong.

Namun kini budaya 'potong jari' sudah ditinggalkan. sekarang jarang ditemui orang yang melakukannya beberapa dekade belakangan ini. Yang masih dapat kita jumpai saat ini adalah mereka yang pernah melakukannya tempo dulu. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh agama yang telah masuk hingga ke pelosok daerah di Papua.

Thread : http://kask.us/3248307
TS : widiz1312


wow mengagumkan sekali kebersamaan keluarga di wamena, jadi inget film denias yg bokapnya denias memotong jarinya karena ibunya denias meninggal karena bajunya denias yg digantung di atas kayu bakar di dalam rumahnya jatuh ke kayu bakar hingga rumahnya terbakar padahal ibunya denias udah ngingetin untuk gak menggantung bajunya di atas kayu bakar
fadhlier - 12/11/2010 08:47 AM
#105

Quote:
Original Posted By ɐ
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Apakah ungkapan kesedihan yang dipertunjukkan oleh seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Menangis, barang kali itu yang paling sering kita jumpai. Bagi umumnya masyarakat pengunungan tengah dan khususnya masyarakat Wamena ungkapan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga tidak hanya dengan menangis saja.

Biasanya mereka akan melumuri dirinya dengan lumpur untuk jangka waktu tertentu. Namun yang membuat budaya mereka berbeda dengan budaya kebanyakan suku di daerah lain adalah memotong jari mereka.

Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras terkenal di Jepang) jika mereka telah melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau gagal dalam menjalankan misi mereka. Sebagai ungkapan penyesalannya, mereka wajib memotong salah satu jari mereka. Bagi masyarakat pengunungan tengah, pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia.
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang begitu mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting. Bagi masyarakat Balim Jayawijaya kebersamaan dalam sebuah keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri.

pemotongan jari itu umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Namun tidak menutup kemungkinan pemotongan jari dilakukan oleh anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau pun perempuan. Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah 'terulang kembali' malapetakayang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.

Seperti kisah seorang ibu asal Moni (sebuah suku di daerah Paniai), dia bercerita bahwa jari kelingkingnya digigit oleh ibunya ketika ia baru dilahirkan. Hal itu terpaksa dilakukan oleh sang ibu karena beberapa orang anakyang dilahirkan sebelumnya selalu meninggal dunia. Dengan memutuskan jari kelingking kanan anak baru saja ia lahirkan, sang ibu berharap agar kejadianyang menimpa anak-anak sebelumnya tidak terjadi pada sang bayi. Hal ini terdengar sangat eksrim, namun kenyataannya memang demikian, wanita asal Moni ini telah memberikan banyak cucu dan cicit kepada sang ibu.

Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringanyang terikat menjadi mati kemudian dipotong.

Namun kini budaya 'potong jari' sudah ditinggalkan. sekarang jarang ditemui orang yang melakukannya beberapa dekade belakangan ini. Yang masih dapat kita jumpai saat ini adalah mereka yang pernah melakukannya tempo dulu. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh agama yang telah masuk hingga ke pelosok daerah di Papua.

Thread : http://kask.us/3248307
TS : widiz1312


wow mengagumkan sekali kebersamaan keluarga di wamena, jadi inget film denias yg bokapnya denias memotong jarinya karena ibunya denias meninggal karena bajunya denias yg digantung di atas kayu bakar di dalam rumahnya jatuh ke kayu bakar hingga rumahnya terbakar padahal ibunya denias udah ngingetin untuk gak menggantung bajunya di atas kayu bakar
fadhlier - 18/11/2010 04:52 AM
#106

penyembelihan babi secara tradisional oleh suku dani di wamena

[youtube]5XbeOfG0AYQ[/youtube]
ɐnʇɐʞɐʞ² - 29/12/2010 05:05 PM
#107
Festival Bahari Raja Ampat Papua
Quote:
Original Posted By bheka
[youtube]vqYvYIN4KcI[/youtube]

Festival Bahari Raja Ampat dipusatkan di ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisasi, di Pulau Waigeo. Atraksi utama festival itu akan bersandar pada wisata bahari, di antaranya penyelaman di situs yang masuk dalam 10 besar terindah dunia.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat sepertinya ingin tetap mempertahankan pamornya sebagai kawasan bahari yang kaya akan potensi alam, budaya, dan seni. Pada ulang tahun Kabupaten Raja Ampat ke-7

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Festival Bahari digelar di sekitar ibu kota kabupaten di Waisai, sekitar 3 jam menumpang speedboat dari Kota Sorong. Festival ini mengundang kabupaten lain di Papua yang memiliki pantai untuk berpartisipasi. Selain itu, kabupaten tetangga seperti Wakatobi juga turut diminta memeriahkan kegiatan ini.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Beberapa rincian festival yaitu Lomba Foto Bawah Laut, Lomba Perahu Dayung, orientasi bawah air, olahraga pantai seperti voli dll, dan atraksi budaya lokal. Atraksi budaya lokal akan ditampilkan oleh masyarakat Raja Ampat dan peserta dari kabupaten lain.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

masyarakat setempat siap mempertontonkan perahu tradisionalnya yang digunakan nenek moyangnya untuk mengarungi lautan. Masyarakat Raja Ampat juga akan mempertontonkan kebiasaan mengonsumsi buah

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Masakan dan wisata kuliner Ulat Sagu bakar, Papeda dan seafood kuliner unik dari Papua. dalam festival Maritim ini juga ditampilkan Wisata Kuliner khas Papua, banyak macam masakan tradisional papua dihadirkan disini.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

wisatawan dapat melanjutkan kunjungan dengan mendatangi berbagai lokasi wisata alam Raja Ampat yang terkenal sebagai untaian jamrud di Papua. Ini karena Raja Ampat terdiri dari ratusan pulau-pulau kecil.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Festival Bahari Raja Ampat diagendakan menjadi kegiatan tahunan untuk meningkatkan arus wisatawan. Saat ini, di Papua terdapat Festival Lembah Baliem di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Festival Asmat, Festival Kamoro di Timika, dan Festival Danau Sentani di Jayapura.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)


source www.barrykusuma.com ( Travel Journey )

MARI BARENG2 VISIT INDONESIA


Di Repost dari Thread HT : Festival Bahari Raja Ampat Papua
wilan89 - 03/01/2011 09:17 AM
#108

nyimal dolo e kaka..
goldkidzz - 07/01/2011 08:28 AM
#109

wah gan, itu cacing apa? rasanya asin atau apa?

SALAM dari Hawaii Sports,Denpasar, BALI
http://www.facebook.com/pages/Hawaii-Sports-Denpasar-Bali/164380510260619
gama_cell99 - 03/02/2011 11:44 PM
#110

Quote:
Original Posted By ɐ
Taman Nasional Lorentz

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Balliem.

Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.
Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN.

[CENTER]PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)[/CENTER]

Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.

Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.

Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.

Musim kunjungan terbaik: bulan Agustus s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi:
Dari kota Timika ke bagian Utara kawasan menggunakan penerbangan perintis dan ke bagian Selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi.




Kantor : Jl. Raya Abepura Kotaraja PO Box 1217
Jayapura 99351, Papua Barat
Telp. (0967) 581596; Fax (0967) 585529



Dinyatakan ---
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 154/Kpts-II/1997
dengan luas 2.450.000 hektar
Ditetapkan ---
Letak Kab. Paniai, Kab. Fak-fak, dan Kab.
Merauke, Provinsi Papua/Irian Jaya
Temperatur udara 29° - 32° C di dataran rendah
Curah hujan 3.700 – 10.000 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 – 5.000 meter dpl.
Letak geografis 3°41’ - 5°30’ LS, 136°56’ - 139°09’ BT


ada gambarnya boleh nih,,,,,
owlgharacity - 23/03/2011 05:49 PM
#111

Quote:
Suku Asmat

Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.


Seorang dari suku Asmat tengah membuat ukiran kayu
Ada banyak pertentangan di antara desa berbeda Asmat. Yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai Suku Asmat untuk membunuh musuhnya. Ketika musuh dibunuh, mayatnya dibawa ke kampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk dimakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan.
Sekarang biasanya, kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Setiap kampung punya satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Hari ini, ada kira-kira 70.000 orang Asmat hidup di Indonesia. Mayoritas anak-anak Asmat sedang bersekolah.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
ZBlackList - 23/03/2011 08:43 PM
#112

Quote:
Original Posted By owlgharacity


Suku Asmat

Sa dan sapu pace pu wilayah kerja ilovekaskus
Thanks for update my thread pace D
aminley - 31/03/2011 10:54 AM
#113

ayo update terus inponya...

majukan papua
setdow - 04/04/2011 01:21 PM
#114
Goa terdalam di pegunungan Lina Manokwari
Agan2, tolong dong share info soal Goa terdalam di dunia di Pegunungan Lina Manokwari, sokur ada fotonya .......... penasaran ni masa yg tahu duluan malah orang Perancis malu ....... pingin ni kesana mo explore ...... tengkiyuiloveindonesia
kineklub - 05/04/2011 04:30 AM
#115

nice info nih tritna

bermanfaat bgt

ane pegnen kepapua
tp mahal beud ongkostnya
yudha.tigor - 19/04/2011 09:27 PM
#116

Quote:
Original Posted By ɐ
KOTEKA

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

koteka adalah : lambang atau logo dari pada orang papua, bahan dasarnya dari tumbuh-tumbuhan, nama dalam bahasa daerah suku dani disebut {horim. orang papua yang berada di pengunungan memakai koteka/horim.

Koteka, horim, atau zakar sarung secara tradisional dipakai oleh beberapa penduduk pria yang asli papua (sebagian besar highland) kelompok-kelompok new Guinea untuk menutupi kemaluan mereka. Mereka biasanya dibuat dari labu kering ke luar, walaupun lain spesies, seperti Nepenthes mirabilis, juga dipakai. Mereka dipegang di tempatnya di samping ikalan kecil serat yang disambungkan ke pangkalan koteka dan ditempatkan seputar kantung kemaluan. Ada putaran sekunder yang ditempatkan seputar dada atau perut dan lekat pada kumpulan utama koteka. Laki-laki pilih koteka mirip yang dipakai oleh laki-laki lain di kelompok kebudayaan mereka. Misalnya, laki-laki Yali mendahulukan panjang, tipis koteka, yang menolong mengangkat gelindingan rotan lipat ganda yang dipakai seputar pinggang mereka. Laki-laki dari daerah kabupaten jayawijaya distrik Tiom memakai labu ganda, yang diangkat dengan sehelai tarik kain, dan penggunaan angkasa di antara kedua labu karena memajukan barang kecil seperti uang dan tembakau.

PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Masyarakat papua new gunea dengan masyarakat papua barat yang berada di daerah pengunungan pada umumnya laki-laki memakai pakaian koteka (horim), kenapa masyarakat papua itu cenderung memakai koteka, soalnya orang papua itu sudah menjadi budaya untuk memakai dengan koteka, tidak pernah masyarakat papua itu merasa malu ketika memakai koteka (horim). masyarakat merasa nyaman memakai koteka dari pada memakai pakaian.

Sumber : Link

_________________________________________________
NB : Terjemahan Kacau.. sedang sa cari sumber yg lain





z su 3 tahun kuliah di jawa..awalnya dong tanya2 koteka z masi jawab baik2..tapi kenapa ee sampe sekarang masi ada beberapa orang yg tanya2 ke saya...padahal za su jelaskan baik2..tapi z masi syukur sebagian besar respect sama budaya Papua..

paling bikin ganas klo dong main2 saya pake barang2 ato segala hal ttg Papua..
bukan maksud bgmn..tapi lebih baik dorang hina saya daripada dong hina z pu PAPUA...
iloveindonesia
rajinmenabung - 04/05/2011 08:46 AM
#117

lanjutkan... \)

perbanyak data kita....
ZBlackList - 04/05/2011 11:52 AM
#118
Goa Terdalam di Dunia Ditemukan di Papua
Quote:
Original Posted By setdow
Agan2, tolong dong share info soal Goa terdalam di dunia di Pegunungan Lina Manokwari, sokur ada fotonya .......... penasaran ni masa yg tahu duluan malah orang Perancis malu ....... pingin ni kesana mo explore ...... tengkiyuiloveindonesia


Fotonya blm ditemukan, tapi ada beritanya D
Copas dr web ini \) http://www.grapalafv1.web.id/goa_terdalam.html

---------------------------------------------------------------------


Goa Terdalam di Dunia Ditemukan di Papua


Tim ekspedisi Speleologi (ilmu yang mempelajari goa) asal Prancis telah menemukan gua yang diduga sebagai yang terdalam di dunia, di pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari, Irian Jaya Barat.

Ketua tim ekspedisi berkebangsan Prancis, Bruno Thery, dalam laporannya kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari, Jumat lalu (9/7), mengatakan, kedalaman goa itu mencapai 2.000 meter. Dengan kedalaman tersebut, goa ini diduga sebagai yang terdalam di dunia setelah goa Lamprechtsofen-Vogelshacht di Austria (1.632 m), Mirolda/Lucien Bouclier di Prancis (1.610 m), dan Reseau Jean Bernard, juga di Prancis (1.602 m).

Adapun, keberadaan goa tersebut hingga kini belum diketahui secara umum, karena belum pernah dipublikasikan.

Sebelumnya, Tim Speleologi yang menamakan dirinya ekspedisi Irian 1993 pernah melakukan empat ekspedisi pencarian goa di daerah Merdey, Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni tahun 1988 dan 1989, namun tidak menemukan apa yang mereka cari.

Ekspedisi pada waktu itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti hasil foto satelit, yang menunjukkan bahwa di Pegunungan Lina terdapat goa alam dengan garis tengah puluhan meter dan kedalaman mencapai 2.000 meter.

Kegagalan di atas kemudian justru menjadi tantangan karena tahun 1991 tim ekspedisi kembali melakukan penelitian di Daerah Ransiki, Mamei dan Isim. Namun mereka hanya menemukan lobang kecil. Baru tahun 1994, ekspedisi menemukan goa dalam yang dinilai sangat cocok dijadikan obyek penelitian dan pariwisata.

Hasil temuan tersebut dipromosikan ke penjuru dunia khususnya Eropa dan Amerika, karena olahraga caving (menelusuri goa) sangat disukai masyarakat di sana. Tim ekspedisi Bruno Thery juga berniat mengembangkan olahraga penelusuran goa, khususnya di wilayah Kepala Burung, Irian Jaya Barat, karena wilayah itu memiliki hutan dan alam yang masih murni, bahkan kaya dengan goa alam yang penuh misteri.

Selain goa terdalam di dunia, di Papua ditemukan pula goa tempat berkembang biak puluhan jenis kelelawar di Cagar Alam Pegunungan Arfak. Goa yang panjangnya sekitar 900 meter ini ditemukan oleh tim dari WWF.

Kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak sendiri meliputi areal seluas 65.300 hektar, dan merupakan tempat koleksi biologi pertama di Tanah Papua yang dikembangkan peneliti Eropa Lesson, Beccari dan Albertis pada tahun 1824-1827 dan 1872-1875.

Kawasan ini merupakan tempat asal sejumlah besar mamalia, burung, tumbuh-tumbuhan dan berbagai tanaman yang hingga kini masih menjadi sasaran penelitian para ilmuan dalam dan luar negeri karena spesies-spesies tersebut hanya bisa dijumpai di Pegunungan Arfak. Salah satu yang menarik adalah adanya enam jenis kupu-kupu sayap burung (Ornithoptera rothschildi) di sana. (Ant/specieslist/subterra/wsn)
ZBlackList - 04/05/2011 12:00 PM
#119
Menyantap Si Buah Merah dari Papua
Copas dari : https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=8277783
TS : https://www.kaskus.co.id/member.php?u=1788739

Quote:
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
Berwisata rasanya tak lengkap bila belum mencicipi hidangan khas dari daerah tersebut. Kali ini, Berita Daerah mengajak anda untuk merasakan manisnya buah merah, makanan khas dari tanah Papua. Penasaran?

Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua, buah ini disebut kuansu. Nama ilmiahnya Pandanus Conoideus Lam karena tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
Buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang, walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan.

Di kabupaten Mimika / Timika, khususnya di daerah Kwamki Lama, ada sebagian masyarakat asli papua memiliki kebun buah merah. Biasanya kebun buah merah ini dimiliki secara perorangan, karena disetiap rumah penduduk di daerah Kwamki lama di pekarangan depan atau belakang rumahnya ditanam pohon buah merah

Bagi masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa dikawasan pegunungan Jayawijaya, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. Namun, banyak pula yang memanfaatkannya sebagai obat. Secara tradisional, Buah Merah dari zaman dahulu secara turun temurun sudah dikonsumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit, meningkatkan stamina, serta berbagai jenis penyakit lainnya.
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)
Biasanya setelah masyarakat memanen Buah Merah, maka buah merah itu bisa langsung dimakan seperti buah pada umumnya atau buah merah itu akan diolah terlebih dahulu untuk mengambil minyak sari buah merah yang berkhasiat menyembuhkan berbagai sakit penyakit.

Patut dicoba untuk mengkonsumsi buah merah supaya saudara-saudara memiliki stamina yang kuat dan tidak mudah menderita sakit penyakit.

Bagaimana, tak sabar bukan untuk menyantapnya? Kunjungi saja Papua untuk merasakan nikmatnya si buah merah

sumber
ZBlackList - 04/05/2011 12:04 PM
#120
Gua Lengguru-Kaimana (Papua)
Copas dari trit : https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=8259171
TS : https://www.kaskus.co.id/member.php?u=2690013

Quote:

Ini adalah salah satu gua yang dijelajahi peneliti Indonesia dan Prancis dalam Lengguru-Kaimana 2010, di Papua. Peneliti akan menjelajahi gua-gua untuk menemukan sumber kekayaan hayati. Berikut ini penampakannya gan ngacir2 [/COLOR][/SIZE][/FONT]

Spoiler for cara ke tkp
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ke TKPnya mesti naek perahu gan!


Spoiler for jalan masuk
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ini dia gan jalan masuknya :matabelo


Spoiler for gua
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Guanya tersembunyi di dalam tanah gan!


Spoiler for hutan belantara
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Tempatnya ada di tengah hutan belantara gan!


Spoiler for gua
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ni peneliti lagi liatin sungai bawah tanah


Spoiler for spesies
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Keren ya gan :matabelo


Spoiler for gua
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Penelitinya mau mancing gan, abis jongkok gitu malu


Spoiler for spesies
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ni gan spesies yang paling terkenal di gua itu, ikan tanpa mata. :matabelo


Spoiler for gua
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Wah tu peneliti malah renang disitu gan! D


Spoiler for fosil
PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)

Ni gan fosil di luar gua, keknya tu gua ada aura gaib gitu. Wow magic!


Page 6 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > INDONESIA TIMUR > Papua > PAPUAPEDIA | Ensiklopedia Papua !!! (Updated)