BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Dirjen Pajak: Warga Negara yang Tak Bayar Pajak, Kita Usir Saja!
Total Views: 7934 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 20 of 20 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20

Kamen-x - 18/10/2012 04:44 AM
#381

Quote:
"Kalau naik motor, itu sudah menikmati pajak melalui subsidi BBM, jadi banyak yang menerima. Sekitar Rp 180 ribu mereka nikmati tiap hari, kalau dia jalan juga tandanya sudah menikmati uang pajak," ungkapnya dalam seminar pajak di Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu (10/10/2012)


Orang yg naik motor itu juga udah bayar pajak pak, saat beli motor aja udah dipajekin puluhan persen. Belum lagi yg tiap tahun...
Masalah BBM itu kan sudah sesuai dengan UUD pasal 33

Quote:
"Banyak yang tidak sadar sudah menikmati tapi nggak bayar pajak, nggak ikut urunan. Orang yang kayak gini tidak pantas jadi warga negara, kita usir saja, minimal nggak boleh ikut pemilu," tegasnya.


yg bapak singgung ini tidak jelas. Kan di negara kita memang ada yg gak wajib bayar pajak...silahkan bapak usir, emang enak ngusir jutaan orang? negara ini punya nenekmu apa?

Quote:

"Di negara-negara yang sudah maju, mereka ini justru yang diborgol. Saking takutnya masuk penjara, ada orang Italia meminta penjelasan tentang bayar pajak ke pegawai kami, dia bilang "I don't want to go to jail". Mana ada orang Indonesia ngomong gitu, paling bilang nggak tahu, nggak pernah diajarin," keluhnya.


Tapi di negara Indonesia tahanan polisi bisa nonton tenis lho pak? hahaha...kampret emang!!! fuck2:

Quote:
"Tahu lagu The Beatles yang Taxman, intinya orang Inggris itu sebel banget sama Taxman. Taxman bisa bawa polisi untuk bayar pajak," tandasnya.


Beda kasus pak, di Indonesia penjahat pajak macam gayus bisa suap polisi....gimana masyarakat Indonesia gak ngeri...hahaha....sialan lu!!!
Viria - 18/10/2012 06:52 AM
#382

Inilah negara kita, penjahat besar korup seperti Fuad Rahmany, yang mantan ketua BAPEPAM dan jago korupsi pada masanya, DIANGKAT jadi dirjen pajak !!

Revolusi is the ONLY salvation for this country !!

HARAM bayar pajak !!

Mending uang pajak rakyat, dikumpulkan oleh rakyat sendiri, untuk membiayai gerakan revolusi !!

Hewan2 gendut seperti si fuad ini bisa langsung dipanggang massa iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
NeOqzruh - 18/10/2012 08:49 AM
#383

Korupsi Tertinggi Ada di Ditjen Pajak, Bukan di Departemen
Rabu, 10 Oktober 2012 17:00 Noer|Red|
Jakarta, POL
Dirjen Pajak, Fuad Rahmany boleh saja berkilah dan mengatakan: “Tindak korupsi adalah permasalahan bangsa, tidak hanya terjadi di Ditjen Pajak tapi terjadi di departemen lain, tergantung moral individunya”. Tetapi yang terjadi dilapangan membuktikan hal yang mengejutkan dan nyaris luput dari perhatian publik. Seorang mantan ‘orang pajak’ yang dahulu pernah menjadi petugas pajak yang mengaudit pajak perusahaan, sebut saja Pak Kino (nama samaran), yang membeberkan kepada wartawan POL, bagaimana penghasilan negara di curi sebelum masuk ke kas negara (1/10/2012).
“Selama ini masyarakat terkecoh, sebenarnya korupsi tertinggi ada di Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai, bukan di departemen. Sebab yang diperebutkan oleh para koruptor adalah uang APBN. Padahal sebelum uang masuk ke kas negara dan ditetapkan di APBN, sudah di korupsi oleh oknum-oknum Ditjen Pajak dan Bea Cukai.”
Modus operandi oknum petugas pajak adalah dengan memberikan layanan pengisian perhitungan setoran pajak perusahaan yang dibuat seperti keinginan pihak wajib pajak. Biasanya hal itu terjadi karena ‘pesanan’ direksi atau orang-orang perusahaan yang bersangkutan. Yang tentu saja pelayanan oknum petugas pajak itu menguntungkan perusahaan wajib pajak, karena bisa menghemat pengeluaran pajak mereka.
Petugas pajak lapangan yang mengaudit setoran pajak perusahaan, biasanya mengecek ulang laporan setoran pajak perusahaan yang memang sebelumnya telah diisi oleh manajemen perusahaan itu sendiri, atau laporan setoran pajak yang diisi oleh pihak lain – jasa konsultan pajak. Dalam hal ini oknum petugas pajak mengincar perusahaan dengan kewajiban pajak diatas Rp 1 milyar. Untuk urusan ‘pembagian job’ pelayanan pajak perusahaan sudah ada pimpinan petugas pajak yang mengaturnya.
Pak Kino mengatakan, misalnya perusahaan A terkena wajib pajak sebesar Rp 2 Milyar, maka si oknum petugas pajak membuat laporan wajib pajak tadi menjadi Rp 500 juta. Tentu dengan imbalan Rp 200 juta untuk si oknum, alias 10% dari nilai pajak yang seharusnya dibayar. Dan uang Rp 200 juta tersebut harus dibagi-bagi lagi dengan orang-orang pajak lainnya. Maka dengan ‘pelayanan’ oknum petugas pajak tadi, pihak perusahaan A hanya diwajibkan membayar Rp 700 juta saja. Yaitu Rp 500 juta disetorkan ke kas negara, dan Rp 200 juta untuk ‘sajen’ pelayanan jasa orang pajak. Tapi pihak perusahaan justru diuntungkan dengan selisih pembayaran pajak yang jauh lebih murah tersebut.
Dengan modus seperti ini saja, negara telah dirugikan Rp 1,3 milyar dari yang seharusnya masuk ke kas negara sebesar Rp 2 milyar. Bila dihitung ulang secara benar dan jujur, target penerimaan pajak negara kita bisa mencapai 2-3 kali lipat dari target APBN. Namun karena kebocoran uang rakyat terjadi sebelum uang masuk ke kas negara, maka angkanya seperti yang kita dapat lihat pada APBN saat ini. Belum lagi yang terjadi di lingkungan Bea & Cukai. Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian para pejoang pemberantas korupsi.
Maka pantas saja, oknum-oknum petugas pajak koruptor populer seperti Gayus Tambun dan Dana bisa cepat menjadi milyuner. Sedangkan okum-oknum seperti itu masih banyak berkeliaran dan belum tersentuh hukum. Karena UU Korupsi hanya membatasi ruang lingkup per-Korupsi-an sebatas wilayah APBN dan suap saja. Itupun tindak korupsi harus terjadi dulu, menjarah uang rakyat dulu, bila “ketahuan” baru ditangkap dan tidak ada pencegahan bagi calon koruptor. Tidak ada satu pun politikus kita yang sudi diterapkannya UU pembuktian terbalik.

http://nusantara.pelitaonline.com/news/2012/10/10/korupsi-tertinggi-ada-di-ditjen-pajak-bukan-di-depa rtemen#.TNtYq9Xgi00
stoving - 18/10/2012 08:51 AM
#384

MARI KITA BAYAR PAJAK DENGAN BAIK & BENAR UNTUK KESEJAHTERAAN GEROMBOLAN GAYUS & BIANG BIANGNYAiloveindonesias
pendek.akal - 18/10/2012 09:58 AM
#385

Quote:
Original Posted By stoving
MARI KITA BAYAR PAJAK DENGAN BAIK & BENAR UNTUK KESEJAHTERAAN GEROMBOLAN GAYUS & BIANG BIANGNYAiloveindonesias


[COLOR="Blue"]salah gan

klo agan bayar pajak dengan baik dan bener gerombolan gayus bakal melarat kan bayarnya ke Bank

tapi klo agan bayarnya ga bener itu berarti mengundang gerombolan gayus itulah yang bikin mereka sejahtera.


capedes[/COLOR]
asaljak - 18/10/2012 10:11 AM
#386

waduhhhh ampuuuuun pak ane cuman telat byar,,,,, jngan diusir pak takut
anggiev - 18/10/2012 11:26 AM
#387

Quote:
Original Posted By stoving
MARI KITA BAYAR PAJAK DENGAN BAIK & BENAR UNTUK KESEJAHTERAAN GEROMBOLAN GAYUS & BIANG BIANGNYAiloveindonesias


Perlu di baca baik baik biar ga salah arti... D
ajacid - 18/10/2012 11:36 AM
#388

gak bayar pajak mending di usir aja...gak malu apa pake fasilitas umum tapi gak mau bayar pajak dan retribusi...^^^
anggiev - 18/10/2012 12:35 PM
#389

Quote:
Original Posted By asaljak
waduhhhh ampuuuuun pak ane cuman telat byar,,,,, jngan diusir pak takut


Klo telat gak di usir masbro... paling di banned D
JinFeng - 18/10/2012 12:46 PM
#390

"Dirjen Pajak: Warga Negara yang Tak Bayar Pajak, Kita Usir Saja!"

"Rakyat: Para koruptor pajak dan duit rakyat, yang diusir duluan dong!"

ngakak
Kamen-x - 18/10/2012 01:16 PM
#391

Quote:
Original Posted By JinFeng

"Rakyat: Para koruptor pajak dan duit rakyat, yang diusir duluan dong!"

ngakak


tanpa diusir juga mereka udah ngacir duluan....
anggiev - 20/10/2012 12:04 AM
#392

Quote:
Original Posted By JinFeng
"Dirjen Pajak: Warga Negara yang Tak Bayar Pajak, Kita Usir Saja!"

"Rakyat: Para koruptor pajak dan duit rakyat, yang diusir duluan dong!"

ngakak


Masalahya siapa duluan yang terusir...biasa pejabt lebih kuat tuh \)
simple999 - 20/10/2012 12:08 AM
#393

ga bayar pajak diusir... lah yang ngemplang ama ngorup pajak ampe milyaran ratus milyaran diapain dong ? gorok? pancung?
ga pada ngaca..


posted by simple999
komunisjaya - 20/10/2012 12:11 AM
#394

yang koruptor ngemplang pajak di usir dulu donk pak dhe ngakak yang pehjahbat pehjabat dulu yang duwet gede gede dulu
Guti88 - 20/10/2012 07:16 AM
#395

nah kl kl pegawai pajak yang suka ngutil duit pajak, diapain pak?

atuak - 20/10/2012 08:13 AM
#396

tu org mikir dlu ga ya se blm ngomong..
km_ok - 20/10/2012 08:20 AM
#397

trus kalo yg korupsi diusir kemana? ke cina atau singapore, tanpa proses, enaknya di negeri ini, surganya para setan koruptor, giliran gak bayar diusir, yg korupsi hanya cuma disindir. Rakyat pada nyengir.....!!!
Page 20 of 20 | ‹ First  < 15 16 17 18 19 20
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Dirjen Pajak: Warga Negara yang Tak Bayar Pajak, Kita Usir Saja!