BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Asal Mula Freeport Menjarah di Papua
Total Views: 4768 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 6 |  1 2 3 4 5 6 > 

kangpran - 12/10/2012 04:55 PM
#1
Asal Mula Freeport Menjarah di Papua
Asal Mula Freeport Menjarah di Papua

LENSAINDONESIA.COM: Lisa Pease, seorang penulis asal Amerika Serikat, membuat artikel menarik berjudul “JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur”. Artikel heboh ini dimuat dalam Majalah Probe, edisi Maret-April 1996. Kemudian, artikel ini disimpan di dalam National Archive di Washington DC, Amerika Serikat.

Paling menarik, dalam artikelnya Lisa Pease menulis penjarahan Freeport atas gunung emas di Papua sudah dimulai sejak tahun 1967. Namun, kiprah Freeport sendiri di Indonesia sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun selalu pula menemui kegagalan.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Pada saat itu, Gruisen bercerita bahwa dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Mountain Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di Perpusatakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pimpinan Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia. Kandungan biji tembaga yang ada di Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.

Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survei dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi. Karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah.

Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak! luar biasa.

Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama Gold Mountain, bukan Ersberg Mountain atau Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal.

Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur menekan kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat.

Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu, sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pimpinan Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan.

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kenndey merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil siap yang bertolak-belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya.

Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C Long. Ia juga salah seorang anggota dewan direksi Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.

Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
Caltex, sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C Long juga aktif di Presbysterian Hospital, New York di mana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pimpinan Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Lisa mendapakan data jika pada Maret 1965, Augustus C Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelijen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri.

Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai “our local army friend”.

Salah satu bukti adalah sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan ada kelompok Jenderal Suharto yang akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Setelah Soeharto berkuasa, maka Freeport dengan leluasa menjarah Gunung Ersberg yang disamping terkandung tembaga juga terdapat kandungan emas dan perak, bahkan terdapat kandungan uranium.

http://www.lensaindonesia.com/2012/10/12/oh-begitu-asal-mulanya-freeport-menjarah-di-papua.html
Khoontol - 12/10/2012 04:58 PM
#2

Sejarahnya panjang juga ya ,

Dan ,

Banyak tulisannya. matabelo:
SB.Yudhoyono - 12/10/2012 05:02 PM
#3

mari kita lihat dalam beberapa tahun ke depan,
apakah SAYA akan memberikan ijin perpanjangan eksplorasi atau tidak kepada freeport cool:

kalau saya BERIKAN, berarti terbukti sudah bahwa Republik Ini merupakan termasuk negara bagian yg kesekian dari AMERIKA SERIKAT shakehand
proudfather - 12/10/2012 05:07 PM
#4

serem yah gan...

berasa Indonesia sama sekali belum merdeka
kasian juga rakyat Papua, sampai sekarang masih serba kekurangan

cuman ane gak tau ngelawannya bgmn? pake kekuatan jelas kalah, kalo pesawat-pesawat tempur amerika masuk ke papua, habislah kita

pake apa dong? agan di bawah ane mungkin tau...
..BAGONG.. - 12/10/2012 05:12 PM
#5

coba bung karno masih berkuasa, gak bakal berani tuh amrik obrak-abrik papua berbusa:
kyowawawawa - 12/10/2012 05:12 PM
#6

Quote:
Original Posted By SB.Yudhoyono
mari kita lihat dalam beberapa tahun ke depan,
apakah SAYA akan memberikan ijin perpanjangan eksplorasi atau tidak kepada freeport cool:

kalau saya BERIKAN, berarti terbukti sudah bahwa Republik Ini merupakan termasuk negara bagian yg kesekian dari AMERIKA SERIKAT shakehand


presiden palsu ama presiden asli komentarnya sama2 gk jelas, ngambang kayak tai kebo di sungai
ngakak
kangpran - 12/10/2012 05:38 PM
#7

Quote:
Original Posted By Khoontol
Sejarahnya panjang juga ya ,

Dan ,

Banyak tulisannya. matabelo:


namanya juga asal mula gan.. mesti panjang lebar.. \)
-AchtungPanzer- - 12/10/2012 05:49 PM
#8

terlihat sangat jelas,memang kematian JFK (dibunuh) adalah konspirasi besar, dan lyndon B johnson adalah presiden yang dipersiapkan utk mengoal kan smua keinginan pebisnis kelas kakap CMIIW
not4given - 12/10/2012 05:49 PM
#9

Quote:
Original Posted By kangpran
[

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.



adakah hubungannya antara forbes wilson ini sama majalah forbes..? bingung

kenapa nasib bangsa ini sedemikian sial.. nohope:
punya kekayaan tapi tak bisa mengelola batas

harusnya koteka saudara2 di papua itu terbuat dari emas.. kalo pengelolaan freeport memang benar untuk kemakmuran bangsa ini batas
cewexxx - 12/10/2012 06:04 PM
#10

beuhmatabelo:
lama juga yak kekayaaniloveindonesiasdi ambil oleh negara luarberdukas
mukidivanbekasi - 12/10/2012 06:25 PM
#11
Suku Amungme
Suharto diuntungkan tujuh turunan karena Freeport ini, sementara Suku Amungme yang berdiam di sekitar Tembagapura tidak sadar kalau kekayaan alam di wilayahnya dialirkan lewat pipa bawah tanah, langsung ke pelabuhan, dan menjadi emas di Amerika.
verhoeven - 12/10/2012 07:05 PM
#12


sedih emg kalo ngeliat org2 papua dsana, daerah kaya emas, di laut msh byk lagi potensinya , belum lg daerah2 wisatanya...
ah jgn heran lah kalo sekelompok org dsana minta merdeka. walaupun gw ngga setuju mrk lepas dr NKRI
Punkeren1.3 - 12/10/2012 07:09 PM
#13

Coba kalau PKI masih ada, Amerika gk bakal brani macam2 menjarah di tanah indonesia \)b
uneg2 - 12/10/2012 07:14 PM
#14

karena itu... konflik terjadi.
masuk akal juga ya...
wahyubison - 12/10/2012 07:18 PM
#15

sudah jelas kok masalah papua pasti akan terus diambangin sebab daerah tsb kaya SDA
tapi pembagiannya ke negara kita kecil banget
macmania - 12/10/2012 07:28 PM
#16

gw sedih membaca tulisan tentang keindahan alam papua,
hamparan kekayaan alam nya yang bertebaran dan berkilauan diterpa
sinar mentari

kalau gw jadi presiden nya di masa itu,
sekalipun begitu banyak kekayaan alam terhampar,
gw akan membuat undang undang dasar yang menyatakan papua
sebagai tanah suaka milik negara
dan membangun jaringan pagar listrik dan keamanan ketat
untuk menjaga dan melestarikan keindahan nya
ferriargentum - 13/10/2012 10:24 AM
#17

Quote:
Original Posted By macmania
gw sedih membaca tulisan tentang keindahan alam papua,
hamparan kekayaan alam nya yang bertebaran dan berkilauan diterpa
sinar mentari

kalau gw jadi presiden nya di masa itu,
sekalipun begitu banyak kekayaan alam terhampar,
gw akan membuat undang undang dasar yang menyatakan papua
sebagai tanah suaka milik negara
dan membangun jaringan pagar listrik dan keamanan ketat
untuk menjaga dan melestarikan keindahan nya


ASK: UU yang begituan masi bisa diamandemen gak ya gan?? kalo bisa, why not in 2014?? setelah kebo lengser...ngakak
wiki5000 - 13/10/2012 10:36 AM
#18

Kasihan rakyat papua ....tetap terbelakang sudah hampir setengah abad freeport beroperasi.berdukas

atau memang disengaja supaya freeport tetap bercokol di sana
citox - 13/10/2012 10:46 AM
#19

Bicara soal Freeport, kemarin berhasil lepas jeratan hukum salah satunya oleh jasa kantor pengacara milik Munarman. malu

Quote:
Elite FPI juga tergolong semakin mapan. Peneliti itu menganggap penting masuknya Munarman. Memiliki kantor pengacara Munarman, Do'ak, and Partners, bekas Ketua Lembaga Bantuan Hukum Palembang itu memegang klien penting. Di antaranya PT Indocopper Investama ketika menghadapi gugatan masyarakat Amungme, Papua, Desember lalu.

Indocopper merupakan perusahaan yang dulu dimiliki Grup Bakrie, yang kemudian menjualnya ke Nusamba milik pengusaha Bob Hasan. Belakangan Bob menjualnya kembali ke PT Freeport Indonesia. Bersama Freeport McMoran, induk perusahaan tambang emas ini, Indocopper dan Freeport Indonesia digugat penduduk asli Papua itu. Belakangan, Mahkamah Agung memenangkan Freeport dan Indocopper.

Dihubungi untuk diwawancarai, Munarman mengatakan tidak ingat menangani perusahaan asal Amerika Serikat itu. "Saya sudah lama tidak aktif di kantor hukum," katanya. Adapun soal perkembangan organisasi, Rizieq Shihab menolak menerima wawancara.

Bual Revolusi dari Petamburan (2)
revanraffa - 13/10/2012 10:54 AM
#20

indonesia merindukan sosok seperti SOEKARNO...
beda banget ya gan, antara SOEKARNO ma SiBeYe...
Soekarno tegAS,
SiBeYe lemAS...
MAU DIBAWA KEMANA INDONESIA?berdukas
Page 1 of 6 |  1 2 3 4 5 6 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Asal Mula Freeport Menjarah di Papua