BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Asal Mula Freeport Menjarah di Papua
Total Views: 4768 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 

yusran23 - 13/10/2012 10:56 AM
#21

"Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari"
ga kebayang betapa kaya nya Negara indonesia. jika hasil tambang yg sejak dulu di kelola anak negeri sendiri.
S.Arsy - 13/10/2012 11:04 AM
#22

sedih jadi orang Indonesia yang cuma bisa melihat kekayaan alam dirampok dan gak bisa ngapa2in berdukas
mukidivanbekasi - 13/10/2012 11:29 AM
#23
Tak Ada Political Will
De facto, setelah Suharto (yang bisa dikatakan mengkudeta Sukarno), tak pernah ada political will dari pemerintahan yang menyusul jatuhnya Suharto, sampai sekarang.

Jangan-jangan semua pemerintahan pasca Suharto juga diuntungkan oleh Freeport ini.
Cakopit - 13/10/2012 11:47 AM
#24

budak amerika akan menurut ke pada majikan amerika.itu sudah
NdulNdil - 13/10/2012 11:50 AM
#25

dan pemerintah Indonesia saat itu, mengijinkan penjajahan lagi cd
sununet - 13/10/2012 11:54 AM
#26

sekarang lbh baek mikirin gimana menjajah USA n memberantas pengkhianat bangsa sendiri (anggota hewan n koruptor) yang merupakan musuh dlm selimut bangsa sendiri hammer
Kangguruu - 13/10/2012 12:06 PM
#27

miris ane bacanya gan berdukas
Axanthic - 13/10/2012 12:44 PM
#28

sedih ya gan klo negara kita di eksplor ma negara lain, malah freeport pingin memperpanjang kontrak sampe 2041, gmn amrik ga keblinger klo bisa produksi 220.000 ton biji per hari.
cozymind - 13/10/2012 12:51 PM
#29

freeport merupakan PR besar bagi pemimpin bangsa Indonesia ke depan...:sorry
kontrak yang membelenggu Indonesia...semoga nantinya lepas...
mukidivanbekasi - 13/10/2012 12:53 PM
#30
Freeport itu Cuma Ujung Gunung Es
Selain Freeport, baik juga diketahui kasus-kasus bagaimana kekayaan perut bumi ini dieksplotasi: batu bara di Kaltim (dan bagian lain Kalimantan), minyak di Riau, gas bumi, emas (dengan Newmont di Sulut dan NTT).

Juga lahan kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan.


Semua untuk keuntungan pihak asing, dan penduduk lokal hanya menjadi penonton raibnya kekayaan alam bumi mereka.
darkguest - 13/10/2012 01:25 PM
#31

Quote:
Original Posted By kangpran


Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
Caltex, sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.


Setelah Soeharto berkuasa, maka Freeport dengan leluasa menjarah Gunung Ersberg yang disamping terkandung tembaga juga terdapat kandungan emas dan perak, bahkan terdapat kandungan uranium.

http://www.lensaindonesia..com/2012/10/12/oh-begitu-asal-mulanya-freeport-menjarah-di-papua.html



Sudah jelas gan siapa yang antek barat (soeharto). coba pak soekarno masih mimpin negeri ini pasti jaya dah. 60% buat indonesia, sekarang gak ampek 10% gan yang buat pemerintah, belum lagi kena korup. paling sisa 5%. 5% buat apa lah.?? pembangunan daerah aja gak bisa.

Lihat lebih jauh ke papua, kehidupannya makin tragis aja gan. gunung emas malah dikelola negara lain. ini 2014 kita harus memilih presiden yang berani lawan negara barat. setidaknya kalau perusahaan lain gk mau memberikan hasil yang besar kepada indonesia bagus dinasionalisasikan aja.
meutuah - 13/10/2012 01:41 PM
#32

Anjrit ngeri bener sejarahnya kalau itu benar. 2 presiden sampai jadi korban Freeport. Belum lagi rakyat Indonesia yang terampas hak-haknya, khususnya rakyat di Papua sana. linux2:
wiseguy93 - 13/10/2012 01:45 PM
#33
Cruel World
Kejamnya Dunia, Persaingan, sikut sana-sini, curi sana-sini, kompetisi...
uketsuke - 13/10/2012 01:46 PM
#34

marah, sedih, takut jadi satu..
itulah reaksi bangsa ini tentang freeport
tapi ya udah brhenti di situ tanpa solusi capedes
Dhika4 - 13/10/2012 01:50 PM
#35

dulu pemerintah kta minta bagian 60% keuntungan freeport..

tapi kalo sekarang, lebih baik usir saja lah najiss. biar 100% dikelola bangsa kita sendiri iloveindonesias


coba seandainya bung karno masih ada rose: berharap punya pemimpin tegas seperti bung karno
mukidivanbekasi - 13/10/2012 01:56 PM
#36
Masih Ingat, Demo Karyawan Freeport Beberapa Bulan Lalu?
Quote:
Original Posted By mr.iy
itu sudah pasti gan, dan jangan terlalu naif kalau menyangka freeport tidak didukung pemerintah usa


Demo karyawan Freeport beberapa bulan lalu dimenangkan oleh karyawan, sehingga gaji mereka dinaikkan. Masuk akal, sebab di semua pertambangan milik Freeport di beberapa negara, karyawan Freeport ini gajinya termasuk yang paling rendah (paling murah).

Diskusi waktu itu berjalan agak alot, sehingga ada tengara bahwa Freeport ini memakai militer untuk meredam kerusuhan dan kekerasan.

Preseden ini dipakai oleh beberapa lawyer Indonesia yang masih nasionalis untuk mengadu ke pemerintah AS, kalau Freeport memakai militer untuk melancarkan kegiatan operasionalnya - sesuatu yang tabu menurut hukum Amerika. Baru kalau ada bukti, pemerintah AS bisa bertindak terhadap Freeport.

Tidak jelas sampai hari ini, kelanjutan berita para lawyer Indonesia itu.
calpseo - 14/10/2012 03:07 PM
#37

gua sih anti teori konspirasi..tapi yg ini bagi ane make sense apalagi ini menyangkut negara ane sendiri (klo menyangkut bangsa lain mah sebodo amat)

alur ceritanya hampir sejalan dan terbukti sampai sekarang freeport seolah2 mutlak tidak bisa di singkirkan..klo gak ada "utang" yg mencengkram kuat gak mungkin susah di lepas..

sayangnya dalam proses itu bangsa kita juga ambil bagian dalam sejarah kelam dan berdarah..dan yg sampai sekarang kita pun dihantui..dan takut menerima kenyataan klo kita pernah bertindak sadis..tumbalnya benar2 pas, mungkin gak sadar juga mereka dijadiin tumbal tapi 32 tahun berhasil membentuk opini di generasi muda mereka itu pantas mati dan tidak ada ruang utk mendapatkan keadilan..
SuperAzzura - 14/10/2012 03:20 PM
#38

nggak pemerintah, TNI sama aja. sama2 gila duit, sama2 dibodohi capedes
selama isi pemerintahan dan TNI diisi orang kagak becus kek gitu, gw yakin selamanya tambangpura dikuasai oleh2 bangsa2 barat shakehand
okiehokie - 14/10/2012 03:22 PM
#39

Quote:
Original Posted By kangpran
Asal Mula Freeport Menjarah di Papua

LENSAINDONESIA.COM: Lisa Pease, seorang penulis asal Amerika Serikat, membuat artikel menarik berjudul “JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur”. Artikel heboh ini dimuat dalam Majalah Probe, edisi Maret-April 1996. Kemudian, artikel ini disimpan di dalam National Archive di Washington DC, Amerika Serikat.

Paling menarik, dalam artikelnya Lisa Pease menulis penjarahan Freeport atas gunung emas di Papua sudah dimulai sejak tahun 1967. Namun, kiprah Freeport sendiri di Indonesia sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun selalu pula menemui kegagalan.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Pada saat itu, Gruisen bercerita bahwa dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Mountain Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di Perpusatakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pimpinan Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia. Kandungan biji tembaga yang ada di Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.

Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survei dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi. Karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah.

Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak! luar biasa.

Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama Gold Mountain, bukan Ersberg Mountain atau Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal.

Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur menekan kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat.

Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu, sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pimpinan Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan.

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kenndey merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil siap yang bertolak-belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya.

Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C Long. Ia juga salah seorang anggota dewan direksi Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.

Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
Caltex, sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C Long juga aktif di Presbysterian Hospital, New York di mana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pimpinan Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Lisa mendapakan data jika pada Maret 1965, Augustus C Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelijen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri.

Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai “our local army friend”.

Salah satu bukti adalah sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan ada kelompok Jenderal Suharto yang akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Setelah Soeharto berkuasa, maka Freeport dengan leluasa menjarah Gunung Ersberg yang disamping terkandung tembaga juga terdapat kandungan emas dan perak, bahkan terdapat kandungan uranium.

http://www.lensaindonesia.com/2012/10/12/oh-begitu-asal-mulanya-freeport-menjarah-di-papua.html


Terima kasih yandro informasinya
Barestoo - 14/10/2012 03:51 PM
#40

sayang, sekarang sudah tidak ada pemimpin yg "world-class" seperti pak karno lagi...
Page 2 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Asal Mula Freeport Menjarah di Papua