BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Asal Mula Freeport Menjarah di Papua
Total Views: 4768 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 

antiduwa - 14/10/2012 11:05 PM
#61

Jika hal itu terjadi kepada agan2 sekalian, apa yang akan dilakukan ???

Belum lagi gunungnya rusak, sungai tercemar, hutan yang rusak serta masyarakat yang belum mengenyam pendidikan secara baik....

padahal tanah mereka itu kaya raya dengan SDAnya... namun hanya karena kekuasaan, akhirnya Soekarno digulingkan dan naiklah Seoharto menjadi presiden Indonesia...

anggota Hewan di DPR juga gak bisa berbuat apa2.... tidak berguna sama sekali....
mukidivanbekasi - 15/10/2012 03:23 AM
#62
Apa untuk Tahu Harus Pernah ke Sana?
Quote:
Original Posted By HonGisFirE
Sotoy,
keliatan lu gak pernah disana


Meskipun masih ada gunung-gunung yang kelihatannya masih utuh, di dalamnya sudah keropos dengan adanya terowongan-terowongan besar yang berlapis-lapis. Ditambah penjagaan militer yang ketat setiap harinya, membuat orang Amungme sama sekali tidak bisa mendekati dan menyentuh wilayah keramat mereka. Terlebih semua daerah konsesi Freeport saat ini dipagari kawat berduri dan penjagaan militer bersenjata lengkap, seperti di pos mile 64 sampai 78. Bahkan untuk masuk wilayah Tembagapura diperlukan surat izin khusus dari kantor Freeport di Jakarta.

Belum lagi kawasan keramat yang lainnya disekitar freeport sudah berubah menjadi kawasan pemukiman pekerja freeport dan kawasan transmigrasi program pemerintah. Daerah ini sudah menjadi infrastruktur kota Freeport. Dengan demikian tanah-tanah suci dan dikeramatkan oleh orang suku Amungme sudah berpindah menjadi tanah-tanah milik Freeport.

Jadi jangan terkejut bila ibu Amungme selalu menangis dan sakit hati bila melihat orang Freeport yang bekerja di atas tanah keramat mereka.

Ditambah sakit hati mereka, keadaan ekonomi yang harusnya mereka ikut merasakan manisnya tembaga, emas, nikel, tapi tidak mereka rasakan.

Sumber: http://sejarah.kompasiana.com/2011/11/22/duka-hilangnya-dua-gunung-suci-suku-amungme-papua/
.MnNm - 15/10/2012 03:31 AM
#63

baca dulu gan, panjang soalnya D







—.MnNm™ post ©2012
Follow @mnnm_shop "Better Place for Shopping"
fadhlierlanda - 15/10/2012 03:47 AM
#64

Quote:
Original Posted By Punkeren1.3
Coba kalau PKI masih ada, Amerika gk bakal brani macam2 menjarah di tanah indonesia \)b


PKI masih ada, jangan harap rakyat Indonesia bisa hidup tenang dan rakyat tak berdosa bisa dibunuh ama PKI. bersyukur PKI udah gak ada lagi meskipun sebenernya G30S itu sebenernya kerjaan Soeharto dan CIA untuk menggulingkan Soekarno.

karena Freeport dan perusahaan asing lainnya udah lama beroperasi di Indonesia sejak orde baru, nasionalisasi gak akan gampang dilakukan, meskipun oleh pemimpin yg sangat pro rakyat. kita harus mikirin iklim investasi di Indonesia klo perusahaan pertambangan asing di Indonesia dinasionalisasi, blum lagi lapangan pekerjaan yg berasal dari perusahaan multinasional itu bisa ilang, sekarang nyari kerja susah banget lho. trus gimana dgn SDM di Indonesia?
mukidivanbekasi - 15/10/2012 04:06 PM
#65
Nasionalisasi Bukan Solusi
Benar, tampaknya nasionalisasi sulit menjadi solusi, sebab akan berdampak buruk untuk Indonesia di mata internasional. Itulah sebabnya pula, pemerintah (Presiden RI) manapun harus pikir dua atau tiga kali untuk membuatnya.

Tapi, kalau ditanya, "so what?", kelihatannya ada banyak hal yang bisa dibuat agar Freeport ini mendatangkan berkah untuk Indonesia, khususnya teman-teman Papua di seputaran Freeport ini, termasuk Suku Amungme yang menjadi orang asing di tanah tumpah darahnya sendiri.
cinnamon.rose - 15/10/2012 04:31 PM
#66

baca berita model gini, pasti teringat akan Presiden Soekarno.
karena cuma beliaulah yang bisa galak terhadap kapitalisme.

sekarang, pemimpin indonesia mana yang berani teriak "GO TO HELL WITH YOUR AID!"
selain beliau?
mr.iy - 15/10/2012 05:20 PM
#67

Quote:
Original Posted By mukidivanbekasi
Meskipun masih ada gunung-gunung yang kelihatannya masih utuh, di dalamnya sudah keropos dengan adanya terowongan-terowongan besar yang berlapis-lapis. Ditambah penjagaan militer yang ketat setiap harinya, membuat orang Amungme sama sekali tidak bisa mendekati dan menyentuh wilayah keramat mereka. Terlebih semua daerah konsesi Freeport saat ini dipagari kawat berduri dan penjagaan militer bersenjata lengkap, seperti di pos mile 64 sampai 78. Bahkan untuk masuk wilayah Tembagapura diperlukan surat izin khusus dari kantor Freeport di Jakarta.

Belum lagi kawasan keramat yang lainnya disekitar freeport sudah berubah menjadi kawasan pemukiman pekerja freeport dan kawasan transmigrasi program pemerintah. Daerah ini sudah menjadi infrastruktur kota Freeport. Dengan demikian tanah-tanah suci dan dikeramatkan oleh orang suku Amungme sudah berpindah menjadi tanah-tanah milik Freeport.

Jadi jangan terkejut bila ibu Amungme selalu menangis dan sakit hati bila melihat orang Freeport yang bekerja di atas tanah keramat mereka.

Ditambah sakit hati mereka, keadaan ekonomi yang harusnya mereka ikut merasakan manisnya tembaga, emas, nikel, tapi tidak mereka rasakan.

Sumber: http://sejarah.kompasiana.com/2011/11/22/duka-hilangnya-dua-gunung-suci-suku-amungme-papua/

rakyat papua jadi tamu di kampung halamannya sehingga perlu ijin freeport, dan pemerintah pusat berdiam diri melihat penjajahan freeport atas tanah papua
mukidivanbekasi - 15/10/2012 05:59 PM
#68
Kalau Menunggu Munculnya orang Seperti Soekarno, ...lalu kapan?
Quote:
Original Posted By cinnamon.rose
baca berita model gini, pasti teringat akan Presiden Soekarno.
karena cuma beliaulah yang bisa galak terhadap kapitalisme.

sekarang, pemimpin indonesia mana yang berani teriak "GO TO HELL WITH YOUR AID!"
selain beliau?


Soekarno memang fenomenal, dan belum tahu dalam 100 tahun muncul pemimpin seperti ini.

Lalu bisa tanya, misalnya sampai kapan hal Freeport ini akan mendapatkan solusi? Solusi aja mungkin masih jauh dari panggang api. Bisa mengajukan pertanyaan lain, apakah hal Freeport ini menjadi concern para wakil rakyat?

Walahualam!!!
tawarterus - 15/10/2012 06:21 PM
#69

IBARAT CEWE, INDONESIA ITU UDAH SEKSI, CANTIK, SEMAMPAI TAPI LUGU dan BODOH, "DIOBOK-OBOK, DIPOROTIN" tetep aja MAU...

HABISLAH SAMA PERAMPOK-PERAMPOK
abienenk - 16/10/2012 04:29 AM
#70

rata2 hasil bumi di papua,kalimantan,dan beberapa hasil kekayaan alam di indonesia TIMUR,,,berputarnya di jakarta
so...jakarta tanpa papua dan kalimantan lum tentu bsa kokoh

emank di pulau jawa ada tambang apa,untuk menghidupi puluhan penduduk jawa itu sendiri

yg dijakarta harus banyak bersyukur,ga semua APBD jakarta dari pajak cukup tuk jakarta,ada juga APBN yg berasal dari persenan hasil bumi di papua dan daerah lain...

generasi yg akan datang yg bisa menetukan nasib freeport,karna kontrak indonesia dan freeport blum lama ni kan diperpanjang tuk beberapa puluh tahun kedepan,so....terima aja yg udah di teken,kan yg diatas atas tuh yg neken perjanjian

lagyan klo kita mengolah sendiri tambang di papua,lum tentu bisa coz,SDM lum tentu juga ada yg memadai,lom lgy orang2 indonesia banyak yg korup

jadinya ada nilai plus nya juga klo di explor sama freeport coz,ga mungkin ada korupsi besar2an,kecuali persenan bagian indonesia yg udah ditetapakan mungkin iya di korup

jgn di bata ya gan,silahkan koreksi klo ane slaah ngomong hwhhheheiloveindonesiailoveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
akh.fakhrurrozi - 16/10/2012 05:04 AM
#71

Kalau boLeh berpendapat gan,
sebenarnya kata kunci ada di leader Indonesia....
Sehebat apapun mereka melakukan konspirasi,
toh kalaupun pemimpin kita tidak mau sedikitpun tunduk dan berlutut menghamba ke kaum kapitalis tentu hal itu tidak akan terjadi....

Maka dari itu,
seperti kata Gus Dur duLu,
Soeharto memang membangun Indonesia tetapi
dosanya juga tidak habis habis...
Kalaupun korupsinya mau diusut dan orangnya dipenjara,
kasihan juga bakal busuk di sel dia...
Mending harta-harta dan perusahaan miLik kLan Cendana,
diambiL untuk dijadikan BUMN saja....

Semoga bangsa kembali tegak berdiri untuk mengolah SDAnya agar dapat dimanfaatkan oleh rakyatny kembali demi tegak berdirinya bangsa layaknya cita-cita luhur para pendiri bangsa...

iloveindonesiailoveindonesia
wahyu27 - 16/10/2012 10:04 AM
#72

wah menyedihkan yah
padahal dari gunung itu bisa jadi "the real macan asia"
sipasan87 - 16/10/2012 11:01 AM
#73

skrg mental2 pejabat Indonesia,,mna mau mikirin yg susah n rumit ke' bgni gan...
teken kontrak,,pembagian jelas,,(yg masuk kantong pribadi jg harus jelas)..mslh yg akan dtg dkemudian hri,,dpikirin bsk2 jg,,khan bkn dya lg yg mnjabat...
mukidivanbekasi - 16/10/2012 04:47 PM
#74
Tak Cukup Leader Hebat .....
Quote:
Original Posted By akh.fakhrurrozi
Kalau boLeh berpendapat gan,
sebenarnya kata kunci ada di leader Indonesia....
Sehebat apapun mereka melakukan konspirasi,
toh kalaupun pemimpin kita tidak mau sedikitpun tunduk dan berlutut menghamba ke kaum kapitalis tentu hal itu tidak akan terjadi....


Perlu juga menteri-menteri yang hebat, anggota DPR yang hebat, dan jauh lebih penting ...... rakyat yang kompak dan hebat.

iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
mr.iy - 16/10/2012 04:49 PM
#75

Quote:
Original Posted By mukidivanbekasi
Perlu juga menteri-menteri yang hebat, anggota DPR yang hebat, dan jauh lebih penting ...... rakyat yang kompak dan hebat.

iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias

apakah mungkin di adakan referendum dari seluruh rakyat indonesia yang bertujuan untuk menghentikan kontrak freeport sekarang dan menuntut 60% hasil freeport diberikan ke indonesia
mukidivanbekasi - 16/10/2012 04:54 PM
#76
Soalnya: apakah hasilnya akan diakui sah secara internasional
Quote:
Original Posted By mr.iy
apakah mungkin di adakan referendum dari seluruh rakyat indonesia yang bertujuan untuk menghentikan kontrak freeport sekarang dan menuntut 60% hasil freeport diberikan ke indonesia


Referendum bisa saja diadakan, dan hasilnya akan jelas, kalau seluruh rakyat Indonesia mengetahui duduk persoalan ini.

Soal berikut: apakah referendum itu akan diakui secara sah di kancah internasional, yang sering kali mempunyai standard ganda.
mr.iy - 16/10/2012 05:06 PM
#77

Quote:
Original Posted By mukidivanbekasi
Referendum bisa saja diadakan, dan hasilnya akan jelas, kalau seluruh rakyat Indonesia mengetahui duduk persoalan ini.

Soal berikut: apakah referendum itu akan diakui secara sah di kancah internasional, yang sering kali mempunyai standard ganda.


nah disinilah peran pemimpin yang berkarakter kuat diperlukan untuk menghadapi intimidasi international(jika ada) dan memperjuangkan hak indonesia untuk menikmati hasil alamnya sendiri.
mukidivanbekasi - 16/10/2012 05:21 PM
#78
Setuju dengan Agan: Perlu Pemimpin Kuat
Quote:
Original Posted By mr.iy
nah disinilah peran pemimpin yang berkarakter kuat diperlukan untuk menghadapi intimidasi international(jika ada) dan memperjuangkan hak indonesia untuk menikmati hasil alamnya sendiri.



Tapi kalau pemimpin kuat itu sendirian, dia akan gampang jadi sasaran tembak. Ingat di internal kita (termasuk di antara pembantu Presiden) ada banyak yang punya "vested interest". Maka sasaran tembak tak selalu berasal dari luar, tapi juga dari dalam (antek-antek penjajah).

Maka selain pemimpin yang kuat, perlu juga menteri yang kuat, DPR yang bermutu dan rakyat yang kompak.

Lawan yang dihadapi berkekuatan sangat besar, jauh lebih besar daripada yang bisa dihadapi "Indonesia" sendirian. Maka, selain kuat harus cerdas dan cerdik.
kumemo - 16/10/2012 05:24 PM
#79

iloveindonesiaINDONESIA oh INDONESIAiloveindonesia nasib mu kini:matabelo
alex.punk - 16/10/2012 05:53 PM
#80

yang disalahkan itu pemerintahnya bukan Amerika, bukan zionis, bukan perusahaannya, kenapa perpanjang kontrak dg freeport capedes
percuma demo anti amerika, lha wong pemerintah kita masih culun mengurusi papua capedes
Page 4 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Asal Mula Freeport Menjarah di Papua