BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur
Total Views: 22482 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 15 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

ptekasetia - 16/10/2012 09:17 AM
#1
Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur
terimakasih Mod sudah menjadikan Thread ini menjadi HT

Spoiler for HT
Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur


Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

Pernahkan terbayangkan, bagaimana nenek moyang Indonesia pada masa membangun salah satu keajaiban dunia, yakni Borobudur. Sebuah bangunan yang demikian berat dan dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya. Tidak terbayangkan bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.

Ternyata Tim Katastropik Purba menemukan jawabannya. Tim yang dibentuk untuk meneliti bencana purba yang bersifat katastropik itu mendapatkannya dari kelompok peneliti muda Bandung Fe Institute. Mereka melakukan riset di 10 tempat peninggalan peradaban masa lalu.

Diceritakan Ketua Tim Katastropik Purba, Erick Ridzky, beberapa bulan lalu tim yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana itu mendengarkan paparan dari peneliti muda Bandung Fe Institut yang sedang melakukan riset di 10 tempat peninggalan peradaban masa lalu.

Sekedar catatan, Bandung Fe institute menjadi mentor resmi untuk International Conference of Young Scientist. Mereka juga telah masuk dalam First Step to Novel Prize. Adapun nama-nama peneliti muda itu adalah Hokky Situngkir, 32, Rolan Mauludy Dahlan, 29 dan Ardian Maulana, 29.

Salah satu yang sedang diteliti oleh peneliti muda BFI itu adalah candi Borobudur. Mereka berhasil buktikan bahwa penguasaan teknologi berbasis geometri fraktal sudah dikenal oleh nenek moyang kita saat membangun Candi Borobudur di atas ketinggian bukit.

Sedikit tentang sejarah Borobudur, adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 Masehi oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra, yang menganut agama Budha Mahayana.

Candi yang memiliki 2.672 panel relief, serta 504 patung Buddha, itu sempat terkubur oleh lapisan vulkanik selama beberapa abad dan dikelilingi oleh rerimbunan hutan, sebelum akhirnya ditemukan kembali pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles.

BFI meyakini teknologi fraktal digunakan para arstitek Kerajaan Mataram yang diperintah Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra untuk membangun Borobudur di tahun 824. Hasilnya adalah sebuah tempat ibadah yang begitu megah.

“Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit,” ujar Erick.

Bahkan, dengan kecanggihan teknologi yang ada pada masa kini pun, masih sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur.

Apa itu Fraktal?

Fraktal dalam bahasa Inggris adalah ‘fractal’ dari kata Latin fractus yang artinya "patah", "rusak", atau "tidak teratur". Istilah itu dipopulerkan oleh Benoît Mandelbrot pada tahun 1975 Sebelum Mandelbrot memperkenalkan istilah tersebut, nama umum untuk struktur semacamnya (misalnya bunga salju Koch) adalah kurva monster. Berbagai jenis fraktal pada awalnya dipelajari sebagai benda-benda matematis.

Geometri fraktal adalah cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat dan perilaku fraktal. Fraktal bisa membantu menjelaskan banyak situasi yang sulit dideskripsikan menggunakan geometri klasik, dan sudah cukup banyak diaplikasikan dalam sains, teknologi, dan seni karya komputer.

Konsep Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Itulah yang diterapkan arsitek mataram atas Borobudur. Itu terlihat dari stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. “Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa,” ujar Erick.

Fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat "dibagi-bagi" dengan cara yang radikal. Beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang semuanya mirip dengan fraktal aslinya. Fraktal dikatakan memiliki detil yang tak hingga dan dapat memiliki struktur serupa diri pada tingkat perbesaran yang berbeda.

Pada banyak kasus, sebuah fraktal bisa dihasilkan dengan cara mengulang suatu pola, biasanya dalam proses rekursif atau iteratif.

Dikatakan Erick, pertanyaan yang memerlukan penelitian lebih lanjut adalah, dengan fakta bahwa Candi Borobudur ternyata dibangun dengan prinsip-prinsip fraktal, adalah apakah teori fraktal pada masa lalu telah ditemukan dan di implementasikan?

“Ini tentunya memerlukan riset yang lebih komprehensif oleh BFI dan para peneliti lain terhadap situs-situs lainya di Indonesia, baik yang telah ditemukan ataupun yang masih terkubur seperti yang sedang ditemukan atau diteliti serius oleh Tim Katastropik Purba,” pungkas Erick.

sumber
ptekasetia - 17/10/2012 03:55 PM
#2

bangga jadi bangsa Indonesia iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
krofz - 17/10/2012 04:08 PM
#3

Luar biasa gan, nenek moyang kita dulu... :matabelo

konsepnya sederhana kayak gambar berikut :

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

http://en.wikipedia.org/wiki/Fractal

tambahan yg bahasa indonesianya.. D

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

http://id.wikipedia.org/wiki/Fraktal

Spoiler for image

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur


bah, ternyata fractal banyak contohnya wakakaka ngakak

http://en.wikipedia.org/wiki/Koch_snowflake
Spoiler for Koch_snowflake

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur


Quote:


Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur
Numpang Nitip Lapak Ya Gan

Anda ingin tinggi? pengen yang cepat dan simple tanpa efek samping?
HARI INI HARI TERAKHIR PROMO !!
[COLOR="red"][B]PIN BB : 21FD2F94 | Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur | SMS : 0819691676
*Klik gambar dibawah ini[/COLOR][/B]
Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur
nubisenior - 17/10/2012 04:24 PM
#4

Quote:
Original Posted By ptekasetia
bangga jadi bangsa Indonesia iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias


Dilemma gan. Sebagian Sara sebagian bangga buta
Redkeq - 17/10/2012 04:27 PM
#5

Borubudur memang masih menjadi misteri hingga saaat ini..

sama seperti hilangnya kerajaan Majapahit di nusantara.
arviarvi - 17/10/2012 06:12 PM
#6

saya ijin nyimak dulu ya gan
dataman - 17/10/2012 06:19 PM
#7

Quote:
Original Posted By Redkeq
Borubudur memang masih menjadi misteri hingga saaat ini..

sama seperti hilangnya kerajaan Majapahit di nusantara.


gw juga pernah denger konspirasi: apakah bener pernah ada kerajaan Majapahit? atau minimal bukti fisik sisa Majapahit di luar jawa timur?
ptekasetia - 18/10/2012 04:53 PM
#8

Quote:
Original Posted By krofz
Luar biasa gan, nenek moyang kita dulu... :matabelo

konsepnya sederhana kayak gambar berikut :

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

http://en.wikipedia.org/wiki/Fractal


bener gan ternyata nenek moyang kita sudah mengenal lebih dulu konsep fractal

Quote:
Original Posted By nubisenior
Dilemma gan. Sebagian Sara sebagian bangga buta


emang seperti itu gan realitanya.. iloveindonesiasiloveindonesias
primula - 18/10/2012 05:08 PM
#9

dgn teknologi yg untuk saat ini mungkin terkesan sederhana,
mereka sudah memikirkan daya tahan terhadap bencana iloveindonesias
GustoSign - 18/10/2012 07:16 PM
#10

Quote:
Original Posted By nubisenior
Dilemma gan. Sebagian Sara sebagian bangga buta


bangga buta?
seharusnya bangga, namun mengetahui sejarahnya ya gan?
meutuah - 18/10/2012 07:23 PM
#11

Kalau memahami hipotesa bencana dan peradaban, seharusnya hal-hal seperti itu nggak perlu kaget lagi.

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

Penduduk bumi sudah berkali kali mencapai peradaban tinggi. Namun hancur berkeping-keping karena bencana alam. Borobudur, piramida, bisa jadi bekas/sisa-sisa peradaban tinggi pada masa lampau yang selamat yang dipugar kembali.
ptekasetia - 19/10/2012 10:54 AM
#12

Quote:
Original Posted By GustoSign
bangga buta?
seharusnya bangga, namun mengetahui sejarahnya ya gan?


betul gan dari sejarah kita mengetahui nenek moyang kita sudah mengenal teknologi tinggi pada jamannya iloveindonesias

Quote:
Original Posted By meutuah
Kalau memahami hipotesa bencana dan peradaban, seharusnya hal-hal seperti itu nggak perlu kaget lagi.

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur

Penduduk bumi sudah berkali kali mencapai peradaban tinggi. Namun hancur berkeping-keping karena bencana alam. Borobudur, piramida, bisa jadi bekas/sisa-sisa peradaban tinggi pada masa lampau yang selamat yang dipugar kembali.


dan saat ini kita beruntung masih bisa menyaksikan peradaban tinggi yg pernah dibuat di bumi iloveindonesias
hezztee - 19/10/2012 11:06 AM
#13

ts nya gak kasih komen tu??

yah pasti dibangun nya dipisah bagian2 kecil dulu lah.. waktu dulu kan belom ada alat berat
Everslow - 19/10/2012 11:12 AM
#14

Ngeliat desainnya yang lumayan bagus sih emang bisa dipertanyakan teknologi jaman dulu itu udah sejauh mana. Belum lagi cara ngebangun batu" candi yang berat-beratnya itu. Salah satu kebanggaan Indonesia juga nih iloveindonesias
ModeratorBOCAH - 19/10/2012 11:19 AM
#15

hebat ya Jawa Tengah,,,, artinya jauh sblm daerah lain maju orang jawa tengah sudah maju,

JANGAN MANGANGGAP ORANG JAWA ITU UDIK YA,
Uthe18 - 19/10/2012 11:19 AM
#16

Quote:
Original Posted By dataman
gw juga pernah denger konspirasi: apakah bener pernah ada kerajaan Majapahit? atau minimal bukti fisik sisa Majapahit di luar jawa timur?


gw pernah baca literatur, klau IMPERIUM Majapahit dimasa lalu terhadap puluhan-ratusan kerajaan kecil lainnya di seluruh Nusantara bukan dengan penguasaan fisik melainkan hanya dengan penyerahan upeti dr kerajaan2 kecil dalam naungannya ke pusat (majapahit) saja. Sedangkan urusan sehari2 kerajaan2 tersebut TETAP saja dikendalikan oleh masing2 kerajaan tersebut \)

So klau gak menemukan bukti2 fisik Majapahit diluar wilayah kekuasaan asli Majapahit masih masuk akal juga D
haloss - 19/10/2012 11:26 AM
#17

Quote:
Original Posted By dataman
gw juga pernah denger konspirasi: apakah bener pernah ada kerajaan Majapahit? atau minimal bukti fisik sisa Majapahit di luar jawa timur?


sejarah kerajaan majapahit sudah di bumi hanguskan oleh bangsa pendatang yang membawa agama baru pada saat itu. coba anda pergi ke cilacap, jawa tenggah dan bertanya tanya kepada sesepuh disana, pasti anda akan menemukan cerita bagaimana masuknya agama tsb ke bumi nusantara dan memulai perang antara Raja dan pangeran. Dimana Raja yang bijaksana memilih untuk meninggalkan kerajaan, demi menghindarin pertumpahan darah. Coba ikutin cerita SEMAR.... pasti anda akan terkaget-kaget.. dan Semar pernah bersumpah hanya akan membiarkan agama tsb bertahan dalam jangka waktu tertentu, dan akan dikembalikan ke agama asal seperti yang dipercayain oleh sang Raja pada saat itu dimana rakyat sangat sejahtera, aman dan sentosa.
khan10 - 19/10/2012 11:28 AM
#18

orang indian juga mengenal bangunan berbasis fractal system

Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur
lau.rens. - 19/10/2012 01:18 PM
#19

kotendaici - 19/10/2012 01:23 PM
#20

ane masih heran nyampe sekarang itu nyusun batunya gimana biar kenceng gitu, ternyata basis fractal
Page 1 of 15 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Jejak Teknologi Fraktal di Candi Borobudur