BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Subsidi BBM Dikelola Asing > PENJAJAHAN BARU
Total Views: 1196 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 

kabei - 18/10/2012 05:27 PM
#21

Quote:
Original Posted By rusty1980
Kenapa gitu, gan? Bukannya nanti malah kita tergantung sama mereka?
Kalau swasta/asing ngambek, terus nggak nyalurin BBM, bagaimana?





justru selama ini kita di bego begoin pertamini dan hasilnya kita tergantung sama tuh perusahaan brengsek D

swasta ngambek/asing? mudah tinggal cari kontraktor lain yang mau dan mampu nyalurin tuh bbm bersubsidi....

lagian liat realita aja, pertamini dapet kewajiban nyalurin bbm bersubsidi ke seluruh negeri, kenyataannya gimana???BBM cuma membanjiri pulau jawa doang, luar jawa???
cavaliers - 19/10/2012 02:04 AM
#22

beginilah pemerintah babu dan kacung asing

tolak subsidi rakyat
tetapi rakyat dimintai subsidi SHELL

monyooonnnggg marah
primula - 19/10/2012 02:24 AM
#23

Quote:
Original Posted By cavaliers
beginilah pemerintah babu dan kacung asing

tolak subsidi rakyat
tetapi rakyat dimintai subsidi SHELL

monyooonnnggg marah

om cava msh betah dgn alur pemikiran "subsidi" ?
sepertinya layer buat mempertahankan kepentingan para petambang asibg,
kita "dipaksa" mikut cara perhitungan mereka aja
dgn alasan itu kita musti beli BBM berapa..

anggeplah kita agak berani berbeda dikit aja dari pemikiran mereka2 itu,
dari perhitungan, pasti pemerintah punya hitung2an berapa biaya produksi sampe jadi BBM siap pakai. kita semestinya bs nekan agar mereka g bs jual mahal2 krn kita juga punya dasar2 perhitungan biaya produksi.

mungkin om cava ada datanya?
monggo share dimari.

sementara ini, istilah subsidi cuman manipulasi yg bs kita hilangkan, seandainya kepentingan nasional diutamakan.

cmiiw Peace:
pokergila - 19/10/2012 02:26 AM
#24
tareeekkkk gannnnnnnn
Silahkan teman2 yang hobi poker bergabung bersama elangpoker.net

Spoiler for "do not open"
"TKP"
cavaliers - 19/10/2012 02:43 AM
#25

Quote:
Original Posted By primula
om cava msh betah dgn alur pemikiran "subsidi" ?
sepertinya layer buat mempertahankan kepentingan para petambang asibg,
kita "dipaksa" mikut cara perhitungan mereka aja
dgn alasan itu kita musti beli BBM berapa..

anggeplah kita agak berani berbeda dikit aja dari pemikiran mereka2 itu,
dari perhitungan, pasti pemerintah punya hitung2an berapa biaya produksi sampe jadi BBM siap pakai. kita semestinya bs nekan agar mereka g bs jual mahal2 krn kita juga punya dasar2 perhitungan biaya produksi.

mungkin om cava ada datanya?
monggo share dimari.

sementara ini, istilah subsidi cuman manipulasi yg bs kita hilangkan, seandainya kepentingan nasional diutamakan.

cmiiw Peace:
susah mulai darimana bicara ttg pemerintah ini om D

rakyat cuma diberikan impian kosong tentang pembangunan yang akan akan akan bila subsidi dihapus.

bandingkan dengan Jepang yang akan diberikan kebijakan mobil murah green atau economy yang realistis bila subsidi bbm dihapus.

intinya sebelum ada energi alternatif bensin atau MRT, pemerintah jangan bicara hapus subsidi BBM.

---

benar kata om kabei, pertamina itu goblokin kita luar biasa.
nggk becus tekan ongkos, kita yang nanggung.

pencurian minyak pipa plaju dibesar2kan dibandingkan dengan pencurian minyak mentah yang melibatkan militer laut, polisi air dan oknum2 besar lainnya. kapal2 tanker segede gunung bisa bertransaksi di tengah laut. batas

ane nggk tahu data2, cuma liat simpang siur kebijakan pemerintah aja D
ajacid - 19/10/2012 02:55 AM
#26

Quote:
Original Posted By cavaliers
susah mulai darimana bicara ttg pemerintah ini om D

rakyat cuma diberikan impian kosong tentang pembangunan yang akan akan akan bila subsidi dihapus.

bandingkan dengan Jepang yang akan diberikan kebijakan mobil murah green atau economy yang realistis bila subsidi bbm dihapus.

intinya sebelum ada energi alternatif bensin atau MRT, pemerintah jangan bicara hapus subsidi BBM.

---

benar kata om kabei, pertamina itu goblokin kita luar biasa.
nggk becus tekan ongkos, kita yang nanggung.

pencurian minyak pipa plaju dibesar2kan dibandingkan dengan pencurian minyak mentah yang melibatkan militer laut, polisi air dan oknum2 besar lainnya. kapal2 tanker segede gunung bisa bertransaksi di tengah laut. batas

ane nggk tahu data2, cuma liat simpang siur kebijakan pemerintah aja D


sebenernya udah pas juga sih jalannya...udah gak bisa neken cost...mending kasi ke swasta aja yang mau jadi rekanan untuk distribusiin tuh BBM...^^^
cavaliers - 19/10/2012 03:01 AM
#27

Quote:
Original Posted By ajacid
sebenernya udah pas juga sih jalannya...udah gak bisa neken cost...mending kasi ke swasta aja yang mau jadi rekanan untuk distribusiin tuh BBM...^^^


distribusi lancar, subsidi BBM makin membengkak D
nambah lagi PR baru.

beresin dulu kebijakan MRT di pulau Jawa baru bicara distribusi.
ajacid - 19/10/2012 03:17 AM
#28

Quote:
Original Posted By cavaliers
distribusi lancar, subsidi BBM makin membengkak D
nambah lagi PR baru.

beresin dulu kebijakan MRT di pulau Jawa baru bicara distribusi.


setidaknya daerah2 luar jawa pasokan BBM-nya lancar dan murah...^^
primula - 19/10/2012 03:29 AM
#29

Quote:
Original Posted By cavaliers
susah mulai darimana bicara ttg pemerintah ini om D

rakyat cuma diberikan impian kosong tentang pembangunan yang akan akan akan bila subsidi dihapus.

bandingkan dengan Jepang yang akan diberikan kebijakan mobil murah green atau economy yang realistis bila subsidi bbm dihapus.

intinya sebelum ada energi alternatif bensin atau MRT, pemerintah jangan bicara hapus subsidi BBM.

---

benar kata om kabei, pertamina itu goblokin kita luar biasa.
nggk becus tekan ongkos, kita yang nanggung.

pencurian minyak pipa plaju dibesar2kan dibandingkan dengan pencurian minyak mentah yang melibatkan militer laut, polisi air dan oknum2 besar lainnya. kapal2 tanker segede gunung bisa bertransaksi di tengah laut. batas

ane nggk tahu data2, cuma liat simpang siur kebijakan pemerintah aja D


sepanjang ini, istilah SUBSIDI = akal2an aja
pemerintah sebagai regulator punya wewenang MENEKAN rekanan untuk membantu kepentingan bangsa ini (meski dalam bisnis tentu ada perhitungan ambil untung, tp ya mbok jgn byk2 gitu). seolah-olah pemerintah kita selama ini "dipaksa" dgn harga yg mengikuti permainan mereka2 aja. sampe2 harga minyak di new york sana musti jd acuan. klo kita mo jual sih gpp juga, tp kita kan pada posisi beli, apalagi skrg udh jd status nett importir & keluar dari opec.

solusinya bener kata om cava, kedepankan alat transportasi massal dulu, sambil lalu sediain sumber energi alternatif jg, biar ada semacam produk substitusi - komplementer juga buat transportasi.

isu BBM naik, pasti bakal sensitif banget ditengah ketidaksiapan masyarakat melepaskan diri dari ketergantungan bahan bakar fosil. ribut2 premium mo jd 6000 perak aja, harga2 barang lain udh balapan dulu2an. pasar panik, krn ketergantungan transpor yg belum siap dgn pilihan2.

para OKNUM aparat juga ikut2an berkhianat jd backing2 para penyelendup. mupeng aja mereka pake seragam dinas & jabatan yg sok gagah2an. mustahil muspida g tau ada kegiatan ilegal itu, secara mental korup msh kuat jd budaya & masyarakat juga tidak berdaya. \(

***
pemerintah simpang-siur?
saat ini blm bs tegas, blm bs berani tegas, krn tersandera di level politik (kekuasaan). hukum blm bs tegak secara tegas, krn klo pun mo tegas2an, pastinya kepentingan istana bakal kena duluan. makanya penindakan di kanal distribusi susah juga diterapkan, orang2nya (baca: kroni) byk bermain di sektor tambang & migas. banyak bermain disitu, agak senyap juga permainan di dunia tambang & migas. jendela "peluang" alias "celah" kebijakan bs di intip di jurnas milik r.pohan.

publik sudah pada tau semua, napa pemangku kebijakan kmrn2 rada ngotot nyabut subsidi & kampanyein pertamax (secara marjin keuntungan pastinya lbh gede ketimbang jualan premium). kroni wajib setor, celah kebijakan dibuka biar pada masuk.

makanya, agak heran juga napa sebagian masyarakat ada yg "berbahagia" rela BBM mo dinaikkan, sampe aksi street shot di spbu pun pada marak. (maaf2) latah aja mereka, mengikuti tren yg sengaja di rekayasa sebagai penghukuman sosial (publik).

kepentingan masyarakat ≠ kepentingan pengelola negara

kenapa bisa begitu?
apa orientasi kebangsaan sisi publik itu berbeda dgn sisi pemerintah?
berbeda sisi, bahkan terkesan ada garis pembatas secara diametral..
tanya kenapa ?

mungkin krn pemerintah sibuk mengurusi dirinya sendiri
sedangkan masyarakat sibuk dgn urusannya sendiri juga & menganggap kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada mereka. pemerintah hidup di dunia lain, masyarakat pun menganggap tidak adanya pemerintah sama saja. bahkan yg lebih parah, bila publik cuman dianggap jadi sapi perahan buat minum susu pejabat pemerintah.

repot kan?

pangkalnya versi nubi ini, cuman atu: pemerintah harus jujur & jelas keberpihakannya kepada bangsa & negara ini, bukan cuman slogan tapi harus masuk kepada kebijakan.

makanya klo pihak swasta mo nyalurin BBM, biarin aja.
toh hiswana migas bakal merasa rugi sendiri krn bakal terbuka persaingan yg ujung2nya mengntungkan publik. ketika enak, nina bobo aja nyanyiannya, skrg malah sambat macem2. D

sory agak panjang dikit, moga2 g bosan bacanya, cmiiw Yb
ajacid - 19/10/2012 03:33 AM
#30

Quote:
Original Posted By primula
sepanjang ini, istilah SUBSIDI = akal2an aja
pemerintah sebagai regulator punya wewenang MENEKAN rekanan untuk membantu kepentingan bangsa ini (meski dalam bisnis tentu ada perhitungan ambil untung, tp ya mbok jgn byk2 gitu). seolah-olah pemerintah kita selama ini "dipaksa" dgn harga yg mengikuti permainan mereka2 aja. sampe2 harga minyak di new york sana musti jd acuan. klo kita mo jual sih gpp juga, tp kita kan pada posisi beli, apalagi skrg udh jd status nett importir & keluar dari opec.

solusinya bener kata om cava, kedepankan alat transportasi massal dulu, sambil lalu sediain sumber energi alternatif jg, biar ada semacam produk substitusi - komplementer juga buat transportasi.

isu BBM naik, pasti bakal sensitif banget ditengah ketidaksiapan masyarakat melepaskan diri dari ketergantungan bahan bakar fosil. ribut2 premium mo jd 6000 perak aja, harga2 barang lain udh balapan dulu2an. pasar panik, krn ketergantungan transpor yg belum siap dgn pilihan2.

para OKNUM aparat juga ikut2an berkhianat jd backing2 para penyelendup. mupeng aja mereka pake seragam dinas & jabatan yg sok gagah2an. mustahil muspida g tau ada kegiatan ilegal itu, secara mental korup msh kuat jd budaya & masyarakat juga tidak berdaya. \(

***
pemerintah simpang-siur?
saat ini blm bs tegas, blm bs berani tegas, krn tersandera di level politik (kekuasaan). hukum blm bs tegak secara tegas, krn klo pun mo tegas2an, pastinya kepentingan istana bakal kena duluan. makanya penindakan di kanal distribusi susah juga diterapkan, orang2nya (baca: kroni) byk bermain di sektor tambang & migas. banyak bermain disitu, agak senyap juga permainan di dunia tambang & migas. jendela "peluang" alias "celah" kebijakan bs di intip di jurnas milik r.pohan.

publik sudah pada tau semua, napa pemangku kebijakan kmrn2 rada ngotot nyabut subsidi & kampanyein pertamax (secara marjin keuntungan pastinya lbh gede ketimbang jualan premium). kroni wajib setor, celah kebijakan dibuka biar pada masuk.

makanya, agak heran juga napa sebagian masyarakat ada yg "berbahagia" rela BBM mo dinaikkan, sampe aksi street shot di spbu pun pada marak. (maaf2) latah aja mereka, mengikuti tren yg sengaja di rekayasa sebagai penghukuman sosial (publik).

kepentingan masyarakat ≠ kepentingan pengelola negara

kenapa bisa begitu?
apa orientasi kebangsaan sisi publik itu berbeda dgn sisi pemerintah?
berbeda sisi, bahkan terkesan ada garis pembatas secara diametral..
tanya kenapa ?

mungkin krn pemerintah sibuk mengurusi dirinya sendiri
sedangkan masyarakat sibuk dgn urusannya sendiri juga & menganggap kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada mereka. pemerintah hidup di dunia lain, masyarakat pun menganggap tidak adanya pemerintah sama saja. bahkan yg lebih parah, bila publik cuman dianggap jadi sapi perahan buat minum susu pejabat pemerintah.

repot kan?

pangkalnya versi nubi ini, cuman atu: pemerintah harus jujur & jelas keberpihakannya kepada bangsa & negara ini, bukan cuman slogan tapi harus masuk kepada kebijakan.

makanya klo pihak swasta mo nyalurin BBM, biarin aja.
toh hiswana migas bakal merasa rugi sendiri krn bakal terbuka persaingan yg ujung2nya mengntungkan publik. ketika enak, nina bobo aja nyanyiannya, skrg malah sambat macem2. D

sory agak panjang dikit, moga2 g bosan bacanya, cmiiw Yb


artinya daerah luar jawa masih harus menunggu lagi untuk mendapatkan pasokan BBM murah dan tersedia...^^^
rusty1980 - 19/10/2012 11:38 AM
#31

Quote:
Original Posted By chezo
berita lama gan.. memang banyak yang g sadar.. dikiranya itu suatu kemajuan, malah bangga.. cd
banyak UU sekarang yg pro asing, jadi itu bukan hal yang aneh. UU Migas, UU Penanaman Modal, dan lainnya, yang terbaru malah UU keamana nasional.. masa waktu merancangnya malah preentasi ke australia.. yang punya keamanan kita, kok malah minta persetujuan australia dulu.. ckckck.. cd

Wah, agan ini lebih pinter dari ane... \)
Mungkin dianggapnya kalau ngikut luar negeri itu, pasti modern dan bener ya, gan?...

Quote:
Original Posted By emberplastik
Setau gw gak segampang itu mereka mau jadi distributor bbm bersubsidi. gw pernah baca bahwa yang mau jadi distributor itu harus sdh punya infrastruktur sendiri. minyaknya jg harus ngolah sendiri dan punya reserve yang cukup.

Kl gak punya trus mereka mau ambil dari mana tuh bbm bersubsidi, masa beli dari pertamina, kl gitu mah sama aja boong, gak ada bedanya ma pengecer yang jual literan.

Tp emang di undang2nya terbuka buat BPH Migas buat merealisasi itu, makanya sekarang kan lagi rame tuh revisi terhadap UU no. 22/2001...

Tapi ane belum pernah dengar, ada kilang pengolahan minyak selain punya Pertamina. Setahu ane sih, perusahaan swasta/asing itu impor/beli dari luar negeri..

Kalau di link yang ane baca, sebenarnya pemerintah juga bisa tunjuk langsung, gan. Nggak harus tender.

Quote:
Original Posted By nauseavomit
bullshit. pemerintah butuh swasta, ya karena ada permintaan dari masyarakat sendiri yang nggak bisa dipenuhi pemerintah. kenyataan bahwa ada swasta masuk justru berita bagus dari sisi kompetisi. biar pertamina belajar mengubah paradigma jadi mesin pencetak duit. kaga malu sama petronas yang skalanya jauh lebih besar?

Ini ane setuju, gan...

Quote:
Original Posted By primula
subsidi dicabut, biar seolah-olah di neraca "ada" kebijakan yg bijaksana dari pengelola negara. selain memanjakan para pengebor asing di dalem negeri sih..

kedua, pembenaran aja biar beli pertamax, mayan margin profitnya lebih gede dari premium. kelas super, murni bisnis (ambil untung)

wajar aja, bila anak bangsa SELALU bertanya: "apa itu subsidi" ?
mengapa harus ada?
apa benar istilah subsidi harus ada?
atas kepentingan siapa istilah subsidi itu harus ada? :cystg

Terus, kalau ada tender BBM Subsidi, itu yang ditender apanya ya, kalau nggak ada subsidi?
kabei - 19/10/2012 11:50 AM
#32

Quote:
Original Posted By rusty1980


Terus, kalau ada tender BBM Subsidi, itu yang ditender apanya ya, kalau nggak ada subsidi?


tender panyaluran/distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri ini yang selama ini oleh pertamini telah gagal total dalam penyalurannya o
rusty1980 - 19/10/2012 11:53 AM
#33

Quote:
Original Posted By kabei
justru selama ini kita di bego begoin pertamini dan hasilnya kita tergantung sama tuh perusahaan brengsek D

swasta ngambek/asing? mudah tinggal cari kontraktor lain yang mau dan mampu nyalurin tuh bbm bersubsidi....

lagian liat realita aja, pertamini dapet kewajiban nyalurin bbm bersubsidi ke seluruh negeri, kenyataannya gimana???BBM cuma membanjiri pulau jawa doang, luar jawa???

Kembali lagi, gan. Masih mending di Indonesia timur, ada yang mau nyalurin BBM.
Kalau swasta/asing, apa mau mereka nyalurin ke sana-sana?
Udah jauh, ongkosnya mahal, yang beli dikit.

Quote:
Original Posted By primula
om cava msh betah dgn alur pemikiran "subsidi" ?
sepertinya layer buat mempertahankan kepentingan para petambang asibg,
kita "dipaksa" mikut cara perhitungan mereka aja
dgn alasan itu kita musti beli BBM berapa..

anggeplah kita agak berani berbeda dikit aja dari pemikiran mereka2 itu,
dari perhitungan, pasti pemerintah punya hitung2an berapa biaya produksi sampe jadi BBM siap pakai. kita semestinya bs nekan agar mereka g bs jual mahal2 krn kita juga punya dasar2 perhitungan biaya produksi.

mungkin om cava ada datanya?
monggo share dimari.

sementara ini, istilah subsidi cuman manipulasi yg bs kita hilangkan, seandainya kepentingan nasional diutamakan.

cmiiw Peace:

Ane sependapat, gan.
Kalau dari hulu sampai hilir, memang migas ini bener-bener dikelola sesuai pasal 33 UUD 45, sepertinya gak akan ada kata SUBSIDI.

Quote:
Original Posted By cavaliers
distribusi lancar, subsidi BBM makin membengkak D
nambah lagi PR baru.

beresin dulu kebijakan MRT di pulau Jawa baru bicara distribusi.

Biar nggak bergantung sama BBM terus ya, gan?..
MRT, pembatasan usia kendaraan, subsidi untuk energi alternatif (listrik, biofuel, panas bumi, dll).

Quote:
Original Posted By ajacid
setidaknya daerah2 luar jawa pasokan BBM-nya lancar dan murah...^^


Pernah lihat SPBU swasta/asing di luar Jawa, gan?
Khususnya Indonesia Timur. Cuma BUMN yang bisa dipaksa pemerintah jualan di sana, dengan harga yang sama dengan SPBU di Jawa.
Swasta/asing, mana mau kalau harganya nggak lebih mahal...
kabei - 19/10/2012 11:57 AM
#34

Quote:
Original Posted By rusty1980
Kembali lagi, gan. Masih mending di Indonesia timur, ada yang mau nyalurin BBM.
Kalau swasta/asing, apa mau mereka nyalurin ke sana-sana?
Udah jauh, ongkosnya mahal, yang beli dikit.




mau lah, ongkir ditanggung pemerintah kok kenapa pusing???

yang jadi pertanyaan, kemana pertamini selama ini???udah dikasih monopoli nyalurin, udah dikasih ongkir kok cuma pinter nyalurin bbm di pulo jawa doang???
rusty1980 - 19/10/2012 11:58 AM
#35

Quote:
Original Posted By kabei
tender panyaluran/distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri ini yang selama ini oleh pertamini telah gagal total dalam penyalurannya o


Ah, agan lebay... \)
Kalau gagal total, masa sampai sekarang masih ada premium sama solar di seluruh Indonesia...
Paling gagal dikit-dikit... Sempat ada yang kosong di sana-sini..

Kalau diserahin swasta/asing, malah bisa kosong dimana-mana. Lha mereka infrastrukturnya cuma di Jawa...
unowmesowell - 19/10/2012 12:01 PM
#36

Sebelum ke Distribusi-nya, ane lebih dahulu menyatakan, kalaupun ada yg namanya subsidi itu sebaiknya dihilangkan untuk SDA yg tidak dapat diperbaharui. Apalagi BBM, klo bisa harganya dimahalin, klo BBM murah, kendaraan bermotor murah, pajak-ny jg murah. Maka niscaya itu BBM ga bakal cukup sampe mampus, dan juga ga akan lama lagi riwayat hidupny.

Saat BBM dan kilang2-nya depleted, mo gimana..? naik kuda..? atau naik elang..? ngakak

BUt, ane juga setuju sama beebrapa agan diatas yg bilang, transportasi massal yg perlu diperbaharui terlebih dahulu. Mumpung BBM masi ada, jadi konsep green car dan sejenisnya sudah mulai bisa dirintis.
Juga Good Government, dan transparansi.

Yang paling meragukan kan itu, ntar katakanlah harga minyak digedekan ngikut harga dunia. Tapi efek langsungnya ga ada. Ya itu namanya suicide.capedes

Asliny BBM it kan dah jadi sumber masalah, macetlah, polusilah, demolah, bla..bla..
BBM harga segini aj motor-mobil baru makin banyak seliweran, gimana kuota bisa cukup.

Belum lagi distribusi, klo pertambahan kendaraan bermotor masih gila-gilaan, mo yg distribusikan itu malaikat juga bakal sakit kepala klo harga masih segini. Trus apa yg di distribusikan ntar klo kuota udah abis..berdukas

Tapi, klo harga kita ikut internasional, trus distribusinya bagus, ga hanya oleh Pertaminta, untuk beberapa waktu kedepan ane sih yakin bakal oke oke aja. Tapi paling banter 15-20tahun aja.

Katakanlah ada 4-5 distributor selain Pertaminta di seluruh Indo, dengan harga standar Internasional, ane rasa masyarakat di luar jawa juga terima, terutama di Indo bagian Timur yg harga BBM-nya paling serem se Indonesia. 30-40rb seliter aj klo ada bakal dibeli.
kabei - 19/10/2012 12:07 PM
#37

Quote:
Original Posted By rusty1980
Ah, agan lebay... \)
Kalau gagal total, masa sampai sekarang masih ada premium sama solar di seluruh Indonesia...
Paling gagal dikit-dikit... Sempat ada yang kosong di sana-sini..

Kalau diserahin swasta/asing, malah bisa kosong dimana-mana. Lha mereka infrastrukturnya cuma di Jawa...


coba gugling aja di pedalaman sono, harga bbm sampe puluhan ribu o

kalo cuma pinter nyalurin di jawa mah bocah juga bisa kalee o
kabei - 19/10/2012 12:10 PM
#38

Quote:
Original Posted By unowmesowell


Katakanlah ada 4-5 distributor selain Pertaminta di seluruh Indo, dengan harga standar Internasional, ane rasa masyarakat di luar jawa juga terima, terutama di Indo bagian Timur yg harga BBM-nya paling serem se Indonesia. 30-40rb seliter aj klo ada bakal dibeli.


setubuh gan, subsidi emang harus dipangkas, biarkan mekanisme ekonomi menyeimbangkannya \)
banyak pemain berarti pelayanan semakin bagus
banyak pemain artinya ketersediaan barang akan lebih terjaga \)

hentikan isu "kapitalisme, liberalisme dan tetek bengeknya" yang ternyata hanya untuk menguntungkan penduduk pulo jawa dengan BBM murah dan pasokan lancar beer:
ez.lockers - 19/10/2012 12:20 PM
#39

di sinilah dahulu mafia bersarang
-a|DriN- - 19/10/2012 12:35 PM
#40

aneh..

kl asing masuk jualan bensin subsidi, itu artinya dia udah ngitung bahwa bensin yg katanya bersubsidi ini MENGUNTUNGKAN alias PROFIT!

lah, kl gitu pemerintah dr kmaren PROFIT mulu dong dari rakyat?
gimana subsidinya itu yak? siapa yg disubsidi kalo bgitu yak?

DDD


makasih TS, udah mencerahkan..
semoga para SPBU ASING itu cepet jual BBM BERSUBSIDI, karena ane yakin mereka lebih jujur dan profesional.. dan kualitasnya juga pasti lebih bagus DDD
Page 2 of 3 |  < 1 2 3 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Subsidi BBM Dikelola Asing > PENJAJAHAN BARU