Militer
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Pengakuan Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI
Total Views: 9175 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 8 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

fadhlierlanda - 17/10/2012 06:08 PM
#1
Pengakuan Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI
RABU, 17 OKTOBER 2012 | 13:19 WIB

TEMPO.CO, Pekanbaru - Didik Hermanto, fotografer Riau Pos, menceritakan kronologi peristiwa pemukulan dirinya oleh seorang anggota TNI Angkatan Udara saat hendak meliput jatuhnya pesawat latih Hawk 200 pada Selasa, 16 Oktober 2012. Menurut Didik, sekitar pukul 10.00 WIB, dia mendengar teriakan pesawat jatuh dari warga di Dusun 03 Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, di Kabupaten Kampar, Riau.

"Dengan terburu-buru saya langsung ke lokasi kejadian," ujarnya kepada wartawan, Rabu, 17 Oktober 2012. Sesampainya di lokasi kejadian, Didik mengakui dirinya kemudian langsung melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan kamera yang dibawanya.

"Saya sempat mengambil gambar beberapa kali. Jaraknya juga cukup jauh, sekitar 30 meter. Namun, tiba-tiba ada seorang anggota berpakaian lengkap mendatangi saya dan tanpa kompromi langsung main pukul," katanya.

Didik menjelaskan pemukulan yang dilakukan anggota berpangkat perwira menengah itu membuatnya tersungkur. Kejadian itu kemudian memicu emosi sejumlah anggota TNI lainnya, termasuk beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.

Dia juga mengakui, selain mendapat bogem di bagian wajah sebelah kiri yang membuat telinganya memar, Didik juga sempat ditendang beberapa kali oleh anggota Paskhas hingga punggungnya memar.

"Saya juga dicekik. Pertama, saya mau dipukul di bagian wajah depan. Saya mengelak, jadi yang kena bagian kuping sebelah kiri," katanya.

Pewarta foto ini juga mengakui dirinya sudah berulang kali mengatakan dengan nada keras bahwa dirinya adalah seorang pewarta resmi. "Tapi tetap saja anggota-anggota TNI itu tidak peduli dan terus memukul saya," katanya.

Selain menganiaya Didik, pada saat yang bersamaan anggota TNI tersebut juga merampas kamera inventaris kantor yang dibawanya. Kemudian, ujar dia, anggota TNI juga menganiaya sejumlah wartawan lainnya di lokasi insiden.

Atas tindak penganiayaan itu, Didik dan sejumlah wartawan lainnya melaporkan secara resmi kasus kekerasan terhadap dirinya itu ke POM AU di kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru.

http://www.tempo.co/read/news/2012/10/17/058436216/Pengakuan-Wartawan-Korban-Pemukulan-Anggota-TNI
kenyot10 - 17/10/2012 06:04 PM
#2
AJI Ambon Tuntut SBY Copot Panglima TNI
AMBON--MICOM: Puluhan wartawan di Ambon, Maluku, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencopot Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, jika tidak memroses perwira TNI AU yang menganiaya jurnalis di Riau, Selasa (16/10).

Tuntutan tersebut mereka sampaikan dalam unjuk rasa yang dimotori Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Persimpangan Gong Perdamaian Dunia (GPD) di pusat Kota Ambon, Rabu (17/10).

"Presiden SBY harus mencopot Panglima TNI dari jabatannya jika tidak secepatnya memroses hukum perwira TNI AU yang menganiaya wartawan saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU di Riau. Tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan. Jangan hanya berhenti sampai pada permintaan maaf dan kasusnya hilang begitu saja. Harus ada proses hukum yang tegas," kata Ketua AJI Ambon Insany Syahbarwaty saat menyampaikan orasinya.

Menurutnya, tindakan brutal yang dilakukan Perwira TNI AU di sekitar lokasi jatuhnya pesawat di Jalan Amal, Dusun Bencah Limbad, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, tersebut melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40/1999. Ia juga menyesalkan tindakan tersebut yang disebutnya sebagai aksi premanisme.

"Kami mengutuk keras tindakan premanisme yang dilakukan aparat TNI AU terhadap jurnalis. Ini tindakan melanggar hukum yang dilakukan aparat negara. Pelaku harus dihukum berat dengan mencopotnya, karena melanggar aturan yang dibuat negara," ujar Insany. (HJ/OL-01)

http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/10/17/356393/290/101/AJI_Ambon_Tuntut_SBY_Copot_Pangl ima_TNI?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed
Grun - 17/10/2012 06:04 PM
#3

Quote:
Pewarta foto ini juga mengakui dirinya sudah berulang kali mengatakan dengan nada keras bahwa dirinya adalah seorang pewarta resmi. "Tapi tetap saja anggota-anggota TNI itu tidak peduli dan terus memukul saya," katanya.


Heh ???

Quote:
"Kami mengutuk keras tindakan premanisme yang dilakukan aparat TNI AU terhadap jurnalis. Ini tindakan melanggar hukum yang dilakukan aparat negara. Pelaku harus dihukum berat dengan mencopotnya, karena melanggar aturan yang dibuat negara," ujar Insany.


wah bakat jadi Hakim
Bigjet - 17/10/2012 06:06 PM
#4

Sepertinya pemberitaan penganiyaan wartawan oleh personel TNI AU sudah mulai lebay.

Padahal seharusnya sudah ada titik temu di antara keduanya, sebab masing-masing sudah ada penjelasannya. Dan pihak TNI sudah meminta maaf.

Untuk berita satu ini, harus diakui, media sudah terlalu memojokkan TNI, hanya karena insiden kecil, bukan fokus pada bagaimana kondisi pertahanan udara negara ini setelah 1 hawk 200 jatuh dan sisanya harus grounded karena menunggu penyelidikan.

Inilah jeleknya media di Indonesia, terlalu cepat beralih isu
kenyot10 - 17/10/2012 06:08 PM
#5
Tabur Bunga di Lanud Medan, Jurnalis Ancam Boikot Pemberitaan TNI AU
Seratusan jurnalis dari berbagai media organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa di bundaran Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan perwira TNI AU Letkol Robert Simanjuntak terhadap sejumlah jurnalis di Riau.

Dalam aksinya, jurnalis menggelar konvoi di jalan protokol di Medan sambil membawa poster kecaman menuju Bundaran Bandara Polonia, Jl. Imam Bonjol, Rabu (17/10/2012) siang.

Selain berorasi, jurnalis juga mengumpulkan kartu pers dan alat liputan sebagai bentuk solidaritas kepada jurnalis yang mengalami tindak penganiayaan.

Usai menggelar aksi di Polonia, massa kemudian mendatangi rumah dinas Pangkosek Hanudnas III, Jl. Imam Bonjol, kemudian menabur bunga di depan markas Pangkalan TNI AU Soewondo Medan, dan berorasi juga di Pancuran Mandiri Medan.

Koordinator aksi, Ahmad Zulfikar Sagala mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kecaman atas lemahnya pemahaman anggota TNI AU terhadap tugas dan tanggung jawab jurnalis dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Mereka juga mengecam tindakan penganiayaan yang dilakukan Letkol Robert Simanjuntak terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan.

Para jurnalis juga mendesak Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Letkol Robert Simanjuntak karena telah menganiaya jurnalis.

"Segera kembalikan alat liputan dan hasil liputan jurnalis yang dirampas, karena hasil liputan tersebut merupakan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi," sebut Sagala.

Dalam tuntutannya, jurnalis di Medan juga mendesak Kasau dan pelaku Letkol Robert Simanjuntak meminta maaf secara terbuka atas kekerasan yang dialami jurnalis. Jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons, jurnalis di Medan sepakat memboikot pemberitaan seluruh kegiatan di lingkungan TNI AU.

http://news.detik.com/read/2012/10/17/155527/2065180/10/tabur-bunga-di-lanud-medan-jurnalis-ancam-boi kot-pemberitaan-tni-au
jembarsut - 17/10/2012 06:09 PM
#6

setuju ane dengan tentara itu...biar ga belagu wartawan-wartawan itu....
Dankomar - 17/10/2012 06:15 PM
#7

emang wartawan sekarang lebay,,berlindung dibalik kebebasan pers,,
hidup TNI iloveindonesias
Bigjet - 17/10/2012 06:15 PM
#8

Quote:
Original Posted By Dankomar
emang wartawan sekarang lebay,,berlindung dibalik kebebasan pers,,
hidup TNI iloveindonesias


TNI juga ga lepas dari kesalahan. yang penting dua2nya sadar
edy tansil - 17/10/2012 06:17 PM
#9

Lemah nih posisi pak pamen, udah ane ubek ubek gak ada dasar hukum tentang rahasia alutsista negara

Sedangkan dari pihak jurnalis mereka memakai uu pers tahun 99 dan uu KIP tahun 2008 tentang hak masyarakat untuk mengetahui informasi dan keterbukaan informasi publik yg dilindungi oleh konstitusi tuk menyerang oknum TNI AU tersebut

Sedangkan

RUU rahasia negara baru rancangan belum berupa UU, di UU TNI tahun 2004 sendiri, tidak ada tentang alustsita merupakan bagian rahasia negara yg harus ditutupi

Intinya system PERS liberal seperti sekarng emng >TA^€*^
Grun - 17/10/2012 06:18 PM
#10

Quote:
Original Posted By Dankomar
emang wartawan sekarang lebay,,berlindung dibalik kebebasan pers,,
hidup TNI iloveindonesias


kalo dari pandangan ane, 2-2nya ada kesalahan
b2819286 - 17/10/2012 06:21 PM
#11

Quote:
Original Posted By
RABU, 17 OKTOBER 2012 | 13:19 WIB

TEMPO.CO, Pekanbaru - Didik Hermanto, fotografer Riau Pos, menceritakan kronologi peristiwa pemukulan dirinya oleh seorang anggota TNI Angkatan Udara saat hendak meliput jatuhnya pesawat latih Hawk 200 pada Selasa, 16 Oktober 2012. Menurut Didik, sekitar pukul 10.00 WIB, dia mendengar teriakan pesawat jatuh dari warga di Dusun 03 Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, di Kabupaten Kampar, Riau.

"Dengan terburu-buru saya langsung ke lokasi kejadian," ujarnya kepada wartawan, Rabu, 17 Oktober 2012. Sesampainya di lokasi kejadian, Didik mengakui dirinya kemudian langsung melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan kamera yang dibawanya.

"Saya sempat mengambil gambar beberapa kali. Jaraknya juga cukup jauh, sekitar 30 meter. Namun, tiba-tiba ada seorang anggota berpakaian lengkap mendatangi saya dan tanpa kompromi langsung main pukul," katanya.

Didik menjelaskan pemukulan yang dilakukan anggota berpangkat perwira menengah itu membuatnya tersungkur. Kejadian itu kemudian memicu emosi sejumlah anggota TNI lainnya, termasuk beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.

Dia juga mengakui, selain mendapat bogem di bagian wajah sebelah kiri yang membuat telinganya memar, Didik juga sempat ditendang beberapa kali oleh anggota Paskhas hingga punggungnya memar.

"Saya juga dicekik. Pertama, saya mau dipukul di bagian wajah depan. Saya mengelak, jadi yang kena bagian kuping sebelah kiri," katanya.

Pewarta foto ini juga mengakui dirinya sudah berulang kali mengatakan dengan nada keras bahwa dirinya adalah seorang pewarta resmi. "Tapi tetap saja anggota-anggota TNI itu tidak peduli dan terus memukul saya," katanya.

Selain menganiaya Didik, pada saat yang bersamaan anggota TNI tersebut juga merampas kamera inventaris kantor yang dibawanya. Kemudian, ujar dia, anggota TNI juga menganiaya sejumlah wartawan lainnya di lokasi insiden.

Atas tindak penganiayaan itu, Didik dan sejumlah wartawan lainnya melaporkan secara resmi kasus kekerasan terhadap dirinya itu ke POM AU di kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru.

http://www.tempo.co/read/news/2012/10/17/058436216/Pengakuan-Wartawan-Korban-Pemukulan-Anggota-TNI


ah, kronologis yang aneh.. mosok tiba2 main mukul? di video juga nda kelihatan kalau si wartawan ada memakai atau berusaha menunjukkin kartu pers...
kenyot10 - 17/10/2012 06:25 PM
#12
Kekerasan TNI, Buktikan RUU Kamnas Beresiko Tinggi
JAKARTA, KOMPAS.com - Tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI kepada wartawan seharusnya membuat pemerintah berpikir dua kali terhadap Rancangan Undang-undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas). Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Usman Hamid mengatakan, tindak kekerasan oknum TNI itu pun semakin meyakinkan lapisan masyarakat untuk menolak RUU Kamnas.

"Hal itu semakin meneguhkan penolakan RUU Kamnas, baik itu dari kalangan masyarakat, organisasi HAM, pegiat anti korupsi, lingkungan sampai dengan elemen-elemen yang ada di jajaran penegak hukum seperti Polri," ucap Usman saat dihubungi, Rabu (17/10/2012).

RUU Kamnas banyak menuai protes. RUU Kamnas dinilai akan mengurangi hak warga sipil atau kembali pada masa orde baru. TNI disebut akan memiliki kewenangan lebih, seperti diperkenankan melakukan penangkapan dan penyadapan. Hal tersebut dianggap bukan sebagai upaya meningkatkan keamanan nasional, melainkan menjadi ancaman demokrasi di Indonesia.

Sebelumnya, Usman mengatakan, kasus kekerasan TNI pada wartawan yang ingin meliput pesawat Hawk milik TNI AU yang jatuh di Riau, Selasa (16/10/2012) harus diusut tuntas. Pada kejadian itu personel TNI melakukan penganiayaan dengan memukul, mencekik dan merampas kamera milik Didik, wartawan Riau Pos.

Peristiwa kekerasan oleh TNI ini beredar cepat di kalangan masyarakat lewat video dan foto. Selain Didik, setidaknya ada lima wartawan dan dua warga sipil yang dianiaya anggota TNI AU itu Menurut Usman, kasus itu memperlihatkan, jika kewenangan berlebih untuk TNI dalam RUU Kamnas justru mengancam situasi keamanan nasional.

"RUU Kamnas itu salah satunya, kan mau memberikan kuasa khusus berupa wewenang tindakan paksa kepada unsur keamanan nasional TNI. Kasus ini membuktikan betapa pemberian wewenang itu beresiko tinggi," terang Usman.

http://nasional.kompas.com/read/2012/10/17/17194860/Kekerasan.TNI..Buktikan.RUU.Kamnas.Beresiko.Tingg i
gayus.kristus - 17/10/2012 06:34 PM
#13

Wartawan Punya kebebasan Pers
TNI punya kewajiban menjaga aset dan rahasia negara.

Wartawan ngejar berita demi rupiah
TNI menjaga aset dan rahasia demi menjaga kedaulatan dan rupiah yang dibayarkan rakyat.
dr.retro26 - 17/10/2012 06:40 PM
#14

tunggu...

1. jelas pemukulan tidak dibenarkan
2. tuntutan panglima TNI mundur ? gila:

heran gw, dah berapa kali media kadang ada bikin berita salah juga ngga minta maaf ke masyarakat.
papina - 17/10/2012 06:41 PM
#15

Sekarang saatnya kontras - komnasham - lsm anti tni yang lainnya lagi dapet angin segar dengan kejadian itu . . . Semalam gw liat wakil kontras tereak supaya mereka di adili dan di ekspos sampe ke luar negeri . . . Dan kalo ga salah mereka akan mengajukan hukum ke pengadilan militer


sudah se begitu parahnya kebebasan berekspresi di indonesia . . . Setau gw di us sendiri kalo masuk area militer pers juga ga sembarangan masuk.
jokokembar - 17/10/2012 06:45 PM
#16

Quote:
Original Posted By papina
Sekarang saatnya kontras - komnasham - lsm anti tni yang lainnya lagi dapet angin segar dengan kejadian itu . . . Semalam gw liat wakil kontras tereak supaya mereka di adili dan di ekspos sampe ke luar negeri . . . Dan kalo ga salah mereka akan mengajukan hukum ke pengadilan militer


sudah se begitu parahnya kebebasan berekspresi di indonesia . . . Setau gw di us sendiri kalo masuk area militer pers juga ga sembarangan masuk.


sekarang kita itu lebih bebas dari amerika yg katanya raja demokrasi,
Grun - 17/10/2012 06:45 PM
#17

Quote:
Original Posted By papina
Sekarang saatnya kontras - komnasham - lsm anti tni yang lainnya lagi dapet angin segar dengan kejadian itu . . . Semalam gw liat wakil kontras tereak supaya mereka di adili dan di ekspos sampe ke luar negeri . . . Dan kalo ga salah mereka akan mengajukan hukum ke pengadilan militer


sudah se begitu parahnya kebebasan berekspresi di indonesia . . . Setau gw di us sendiri kalo masuk area militer pers juga ga sembarangan masuk.


karena mungkin sudah ada UU yg mengatur ttg ini ?

Jika mungkin tidak punya
mungkin sudah waktunya TNI bikin protap atau UU atau apapun itulah yg mengatur ttg ini, sehingga tidak terulang lagi.
papina - 17/10/2012 06:46 PM
#18

Quote:
Original Posted By dr.retro26
tunggu...

1. jelas pemukulan tidak dibenarkan
2. tuntutan panglima TNI mundur ? gila:

heran gw, dah berapa kali media kadang ada bikin berita salah juga ngga minta maaf ke masyarakat.


kaya kasus wartawan masuk maksa ke SMA 70 tahun lalu . . . di situ ketauan bahwa biang keladi awal adalah wartawan . . . lalu rumah ahmad dhani yang di pantau terus wartawan Glob*l TV . . . di situ dhani marah karena privasinya merasa terusik tapi dengan UU Pers dhani di tuntut untuk minta maaf . . . kadang² Wartawan juga nyebelin
nylekamin - 17/10/2012 06:48 PM
#19

dan sekarang isunya malah dibelokin ke RUU Kamnas...itu lsm hamburger sama asosiasi wartawan lebay kompornya..capedes


takutnya lama2 gw jadi antipati nih ke wartawan kalo sikapnya gini terus...capedes

merasa ga pernah salah, selalu dibawah jargon sakti "kebebasan pers" capedes
papina - 17/10/2012 06:48 PM
#20

Quote:
Original Posted By Grun
karena mungkin sudah ada UU yg mengatur ttg ini ?

mungkin sudah waktunya TNI bikin protap dan UU yg mengatur ttg ini, sehingga tidak terulang lagi.


bener gan . . . tapi di sini mantan anggota tni yang jadi anggota dHEWAN terkadang munafik dan bermuka 2 . . . contohnya itu lho yang bilang Leopard Ambles masuk ke Indonesia . . . emang bangs*t tuh orang
Page 1 of 8 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Pengakuan Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI