Militer
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Pengakuan Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI
Total Views: 9175 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 

edy tansil - 18/10/2012 12:34 AM
#61

Quote:
Original Posted By sikancill
itu tentang dasar - dasar penghapus pidana (DP4) pasal 40-an sampe 50-an KUHP terutama tentang alasan pembenar dan alasan pemaaf (alasan yang menghapuskan kesalahan pelaku perbuatan pidana = salah satunya yaitu untuk menjalankan Undang-undang) D


kereen mesti banyak buka buku lg gw D

minta link hirarkie UU dong gan D
edy tansil - 18/10/2012 12:42 AM
#62

Quote:
Original Posted By wekaweka
terlepas dari masalah gontok2an, nubie pengen sumbang pendapat aja

masalahnya delik pidana di KUHP sama UU 14/2008 sifatnya delik aduan, kalo udah settle secara kekeluargaan ya case closed tapi kalo emang pihak TNI AU merasa dirugikan oleh si bapak wartawan ini sih ya silahkan dilaporkan D

asas lex posterior derogat legi priori juga bisa dipake menguatkan UU 14/2008 v UU 40/1999, karena di Pasal 63 UU 14/2008 menyatakan:



lebih lanjut, apakah TNI AU sebagai badan publik telah melanggar kewajibannya memberikan informasi publik dengan menghalang-halangi wartawan meliput jatuhnya pesawat Hawk ini? belum tentu, karena pasal 7 (1) UU No. 14/2008 menyatakan:



dan lebih lanjut pasal 7 (4) dan (5) UU No.14/2008 menyatakan bahwa:



dimana, sebenarnya bisa diargumentasikan bahwa sepanjang ada laporan resmi dari TNI AU atas peristiwa ini yang telah disusun dengan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan di atas, maka TNI AU sebagai badan publik telah memenuhi kewajibannya


penganiayaan bukannya delik DOLUS dan delik UMUM karna dilakukan dengan sengaja oleh siapa aja secara umum om D
sikancill - 18/10/2012 12:48 AM
#63

Quote:
Original Posted By edy tansil
kereen mesti banyak buka buku lg gw D

minta link hirarkie UU dong gan D


ya itulah gan, masalahnya yg dibaca banyaaaaak banget ginian doank blom yg laen ngakak

gak pake link gan : PANCASILA - UUD45 - KUHP - UU - PERPU - PP (SEMA dan sejenisnya) - PERMEN - PERKA - PERTA/BUP D
edy tansil - 18/10/2012 12:55 AM
#64

Quote:
Original Posted By sikancill
ya itulah gan, masalahnya yg dibaca banyaaaaak banget ginian doank blom yg laen ngakak

gak pake link gan : PANCASILA - UUD45 - KUHP - UU - PERPU - PP (SEMA dan sejenisnya) - PERMEN - PERKA - PERTA/BUP D


ntar dulu gaan ngakak


UU 10 Tahun 2004 tentang Peraturan Perundang-undangan


Pasal 7

”Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan terdiri atas:
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang;
c. Peraturan Pemerintah;
d. Peraturan Presiden;
e. Peraturan Daerah


KUHP posisinya dimana gaan??

ngakak

penasaran ane

jangaaan bobo dulu luuuh ngakak
wekaweka - 18/10/2012 12:59 AM
#65

Quote:
Original Posted By edy tansil
penganiayaan bukannya delik DOLUS dan delik UMUM karna dilakukan dengan sengaja oleh siapa aja secara umum om D


iya deng om, wah pidana ane rusty D
sikancill - 18/10/2012 01:07 AM
#66

Quote:
Original Posted By edy tansil
ntar dulu gaan ngakak


UU 10 Tahun 2004 tentang Peraturan Perundang-undangan


Pasal 7

”Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan terdiri atas:
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang;
c. Peraturan Pemerintah;
d. Peraturan Presiden;
e. Peraturan Daerah


KUHP posisinya dimana gaan??

ngakak

penasaran ane

jangaaan bobo dulu luuuh ngakak


udeeeeh D besok aja lagi buat ngelempengin udah nanggung ni posisi gw gan ngakak males brosing2 lagi hahahahah ngakak
wekaweka - 18/10/2012 01:12 AM
#67

gheg - 18/10/2012 01:21 AM
#68

Quote:
Original Posted By
RABU, 17 OKTOBER 2012 | 13:19 WIB

TEMPO.CO, Pekanbaru - Didik Hermanto, fotografer Riau Pos, menceritakan kronologi peristiwa pemukulan dirinya oleh seorang anggota TNI Angkatan Udara saat hendak meliput jatuhnya pesawat latih Hawk 200 pada Selasa, 16 Oktober 2012. Menurut Didik, sekitar pukul 10.00 WIB, dia mendengar teriakan pesawat jatuh dari warga di Dusun 03 Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, di Kabupaten Kampar, Riau.

"Dengan terburu-buru saya langsung ke lokasi kejadian," ujarnya kepada wartawan, Rabu, 17 Oktober 2012. Sesampainya di lokasi kejadian, Didik mengakui dirinya kemudian langsung melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan kamera yang dibawanya.

"Saya sempat mengambil gambar beberapa kali. Jaraknya juga cukup jauh, sekitar 30 meter. Namun, tiba-tiba ada seorang anggota berpakaian lengkap mendatangi saya dan tanpa kompromi langsung main pukul," katanya.

Didik menjelaskan pemukulan yang dilakukan anggota berpangkat perwira menengah itu membuatnya tersungkur. Kejadian itu kemudian memicu emosi sejumlah anggota TNI lainnya, termasuk beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.

Dia juga mengakui, selain mendapat bogem di bagian wajah sebelah kiri yang membuat telinganya memar, Didik juga sempat ditendang beberapa kali oleh anggota Paskhas hingga punggungnya memar.

"Saya juga dicekik. Pertama, saya mau dipukul di bagian wajah depan. Saya mengelak, jadi yang kena bagian kuping sebelah kiri," katanya.

Pewarta foto ini juga mengakui dirinya sudah berulang kali mengatakan dengan nada keras bahwa dirinya adalah seorang pewarta resmi. "Tapi tetap saja anggota-anggota TNI itu tidak peduli dan terus memukul saya," katanya.

Selain menganiaya Didik, pada saat yang bersamaan anggota TNI tersebut juga merampas kamera inventaris kantor yang dibawanya. Kemudian, ujar dia, anggota TNI juga menganiaya sejumlah wartawan lainnya di lokasi insiden.

Atas tindak penganiayaan itu, Didik dan sejumlah wartawan lainnya melaporkan secara resmi kasus kekerasan terhadap dirinya itu ke POM AU di kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru.

http://www.tempo.co/read/news/2012/10/17/058436216/Pengakuan-Wartawan-Korban-Pemukulan-Anggota-TNI


YA pantesan di tabok loe maen ngambil gambar secara lansung tanpa izin dulu,inikan barang TNI ,jadi klk barang TNI harus izin dulu boleh apa kagak,,,ini WARTAWAN kayak nya kagak perna sekolah mungkin,,,cuman dia ngerti bahwa ada UU KEBEBASAN PERS ....klk menurut ane sih cuman segitu belon cukup ,,baru cuman di gaplok..bigimana klk nanti TNI MARAH bisa bisa HILANG RUPA TINGGAL NAMA deh ntu WAR TAWAN(TAWANAN PERANG)ngacir2ngacir2
edy tansil - 18/10/2012 01:26 AM
#69

Quote:


thank you D
Quote:

Pasal II Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD”) yang menyatakan bahwa: “Segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini.” Maka KUHP dan KUHPer sebagai Undang-Undang sampai saat ini masih berlaku di Indonesia, selama belum digantikan oleh undang-undang baru. Hal tersebut juga dijelaskan Abdulkadir (hlm. 6).



Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa KUHP dan KUHPer merupakan suatu undang-undang yang dikitabkan (dikodifikasikan)


mengacu pada UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan pasal 7 jadi KUHP sederajat dengan UU ngakak

JADI

jadi asas dalam berita acara penuntutannya memakai Asas lex posterior derogat legi priori. Aturan hukum yang lebih baru mengesampingkan atau meniadakan aturan hukum yang lama. Asas lex posterior derogat legi priori mewajibkan menggunakan hukum yang baru.

which is UU Pers No 40/1999 pasal 4 & 18 mengesampingkan atau meniadakan aturan hukum yang lama 112`113 KUHP demi menjalankan perintah UU, pasal 40-an sampe 50-an KUHP


ngakak


nite nite NCIL
not_adriano - 18/10/2012 02:12 AM
#70

nobody innocence dalam kejadian ini, apalagi mengingat pelaku punya hubungan emosional dengan pilot yang eject

tapi kalau meleber sampai ke copot panglima TNI dan jadi alasan penolakan RUU Kamnas ya hammer:
darwis1983 - 18/10/2012 02:32 AM
#71
sama sama salah gan.....
1.wartawankan lansung terobos aja ngga minta izin dulu kepada tni soalnya itukan rahasia negara apa lagi pesawat itu menbawa senjata lengkap kan paling dilarang dimiliter ambil gambar klau pesawat jatuh trus lengkap dengan senjatanya

2.TNI seharusnya jangan main pukul aja nasihati dulu bahwa itu dilarang
101_Abn - 18/10/2012 03:02 AM
#72

klo wartawan nya ngeyel gak mau di bilangin yah wajar di hajar apalagi ampe provokasi n bilang I AM RAMBO. mang dasar wartawan lebay yg suka cari muka aja tuh

ane dukung TNI AU yee
gheg - 18/10/2012 04:51 AM
#73

OK begini aza pertanyaan yang harus kita jawab bersama [COLOR="Red"]WARTAWAN marah ??? KERJA BUAT SIAPA,,,? dan TNI :thumbup KERJA UNTUK SIAPA....tuooooolooong agan2 beri saya PENCERAHAN :berbusas:berbusas:berbusas [/COLOR]
AKFreak69 - 18/10/2012 08:54 AM
#74

sebenarnya TNI dah bikin SOPnya blm tuk urusan2 begini dan disosialisai ama orang2 wartawan n media? Kalo blm bakal terulang trus, buat agan2 n teman2 pendapat gw tetap itu "oknum" pamen n anggota tetap salah coba melakukan kekekerasan di depan umum + anak2 tetap tidak dibenarkan..
Java.Blues - 18/10/2012 09:23 AM
#75

Quote:
Original Posted By darwis1983
1.wartawankan lansung terobos aja ngga minta izin dulu kepada tni soalnya itukan rahasia negara apa lagi pesawat itu menbawa senjata lengkap kan paling dilarang dimiliter ambil gambar klau pesawat jatuh trus lengkap dengan senjatanya

2.TNI seharusnya jangan main pukul aja nasihati dulu bahwa itu dilarang


demen ane ama logika sederhana ente....... (tak perlu mencari pembenaran yg akhirnya menyalahkan.....)
frankmuller - 18/10/2012 09:36 AM
#76

Quote:
Original Posted By edy tansil
kereen mesti banyak buka buku lg gw D

minta link hirarkie UU dong gan D


beli bukunye hakim MK Maria Farida gan judulnye Ilmu Perundang-undangan
jejaka2000 - 18/10/2012 09:50 AM
#77

heheh setuju..baru kasus sperti ini perwira lapangan mudah sekali terpancing emosinya.
gmana menghadapi musuh di era digital skarang.. wah bakal jadi bulan2 an musuh tuh. bisa2 semua anak buahnya jadi korban

Quote:
Original Posted By cyberatkasus
ini oknum pamen juga koplak emosi ngga bisa dikendalikan bahaya juga kalo perwira gampang kepancing emosinya apalagi di medan perang
akhirnya jadi bikin repot satu institusi

wartawan juga kadang2 suka ngeyel kalo dibilangin akhirnya kena batunya
Metroplex - 18/10/2012 10:14 AM
#78

seharusnya wartawannya jangan dipukul , tapi kameranya yang disita untuk diperiksa memory-nya dan yang ngambil pun bukan si letkol tapi cukup POM AU atau Paskhas

pun kalau misalnya ga ada rekaman yang sensitif kamera harus dikembalikan secara utuh , tapi kalo misalnya ada gambar sensitif yang sempet ke ambil ya gambar tersebut harus dihapus sama petugas disana.

tapi ane tetep ga setuju wartawan seenaknya aja ngambil gambar , dalam kecelakaan militer gak semua pemandangan itu layak liput.

akibatnya dihajar sama tentara ? yaaa itu risiko, siapa suruh ga tau diri plus nekad D ...
otoy_banget - 18/10/2012 10:55 AM
#79

Quote:
Original Posted By frankmuller
beli bukunye hakim MK Maria Farida gan judulnye Ilmu Perundang-undangan


Dan belinya yg jilid I, soalnya Prof Maria ngeluarin 2 jilid.
untuk hierarki ada di Jilid I.
Jilid II isinya tentang teknik pembuatan peraturan perundang2an.

Jadi inget pas kuliah matkul ini, momok yg menakutkan.
kesannya gampang, tapi ane ampe gak lulus 1 x. Temen ane ada yg ampe gak lulus 3x hammer:
mudride - 18/10/2012 11:09 AM
#80

hahahhaa
mewek smua wartawannya
ngakak
Page 4 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Militer > Pengakuan Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI