BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > MRT Ditunda, DKI Didenda Rp 292 Miliar, Pemprov DKI Jakarta membayar denda Rp 800 jut
Total Views: 3583 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 4 |  < 1 2 3 4

susunade - 19/10/2012 11:14 AM
#61

wadu jadi ketiban utang dong sekarang cd
mayela08 - 19/10/2012 11:15 AM
#62

mudah2an ga lah bro, biar uangnya buat rakyak kecil, atau diberikan buat merenovasi sekolah2 yang rusak
rorogogo - 19/10/2012 11:17 AM
#63

padahal masyarakat udah terlanjur bermimpi bakal ada mrt di jkt.
bagi jokowi dan ahok mertomini dan kopaja lbh nyaman daripada mrt.
Everslow - 19/10/2012 11:30 AM
#64

Agak dalem juga ya dendanya. Tapi ya harus dicek dulu anggarannya jangan ampe denda 200m tp klu dilanjutin musti bayar hasil mark up 1T. Klu hasil mark up nya gede ya mending sekalian dibatalin aja da.
WAMIN - 19/10/2012 06:53 PM
#65

PT MRT Jakarta Tunggu Arahan Jokowi
Pada akhirnya Gubernur yang menetapkan pemenang.

Kelanjutan transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, PT MRT Jakarta menunggu arahan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Saat ini, perusahaan milik Pemprov DKI itu sudah mempersiapkan paparan yang dipresentasikan di depan kepala daerah Jakarta yang baru.

Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta Manpalagupta Sitorus menegaskan seluruh bahan dan data pelaksanaan pembangunan MRT telah disiapkannya. Sehingga saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memanggil, PT MRT Jakarta siap untuk mempresentasikan MRT mulai dari tahap persiapan, penyusunan basic design hingga pinjaman dana untuk pembangunan MRT.

“Kami akan memparkan mengenai biaya proyek yang dianggap mahal oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Intinya, kami masih menunggu arahan dari Pemprov DKI, terutama Gubernur DKI. Kami siap memaparkan terkait proyek dan progress MRT Jakarta,” kata Gupta di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (19/10).

Dia menjelaskan data yang disampaikan MTI kepada Gubernur DKI tidaklah tepat. Sebab kajian yang dilakukan MTI berdasarkan harga tahun 1998, sementara MRT Jakarta akan dibangun pada awal 2013. Sehingga harga harus ditentukan dengan satuan harga yang saat ini, tidak bisa pada 1998. Kalau pakai harga tahun 1998, maka sudah melakukan pelanggaran hukum dan akan mengakibatkan pembiayaan pembangunan semakin tinggi.

Pihaknya yakin Jokowi akan mengambil kebijakan yang tepat dan bermanfaat bagi seluruh warga Jakarta. Apalagi pembangunan MRT di ibu kota sangat dibutuhkan masyarakat, karena dapat mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi yang cepat, aman dan nyaman seperti MRT.

Terkait pengumuman pemenang tender kontraktor sipil MRT, Gupta menegaskan belum dapat diumumkan. Hingga hari ini PT MRT Jakarta belum menerima persetujuan dari Japan International Corporation Agency (JICA). Bila sudah ada, maka akan segera diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta.

“Pada akhirnya Gubernur yang menetapkan pemenang. Tetapi sampai kemarin, kami belum terima persetujuan dari JICA,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gupta menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta. Mulai besok, Sabtu (20/10), dia sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta. Saat ditanya alasan pengunduran dirinya, Gupta hanya menjawab singkat.

“Tidak ada masalah apa-apa. Hanya saya mendapat tawaran kerja yang lebih baik saja,” tuturnya.

Dia membantah pengunduran dirinya karena rencana kajian ulang terhadap MRT yang akan dilakukan Gubernur Joko Widodo.

“Nggak, gak ada alasan seperti itu. Sama sekali bukan karena itu,” tegasnya.http://www.beritasatu.com/pilkada-dki/78647-pt-mrt-jakarta-tunggu-arahan-jokowi.html


mhhhhhhhhhhhhh
dotag - 19/10/2012 07:17 PM
#66

Quote:
Original Posted By WAMIN

Dalam kesempatan yang sama, Gupta menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta. Mulai besok, Sabtu (20/10), dia sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta. Saat ditanya alasan pengunduran dirinya, Gupta hanya menjawab singkat.

“Tidak ada masalah apa-apa. Hanya saya mendapat tawaran kerja yang lebih baik saja,” tuturnya.

Dia membantah pengunduran dirinya karena rencana kajian ulang terhadap MRT yang akan dilakukan Gubernur Joko Widodo.

“Nggak, gak ada alasan seperti itu. Sama sekali bukan karena itu,” tegasnya.[/SIZE][/B]http://www.beritasatu.com/pilkada-dki/78647-pt-mrt-jakarta-tunggu-arahan-jokowi.html


mhhhhhhhhhhhhh


KABOERR sebelum diusut, dari nama2nya kalo ga kabur ke singapore ya balik ke india capedescapedes
Page 4 of 4 |  < 1 2 3 4
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > MRT Ditunda, DKI Didenda Rp 292 Miliar, Pemprov DKI Jakarta membayar denda Rp 800 jut