BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia
Total Views: 2190 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

leafclan - 18/10/2012 11:02 PM
#1
Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia
Quote:
Kuala Lumpur, GATRAnews - Dua WNI bersaudara asal Pontianak, Frans Hiu, 22 tahun, dan Dharry Frully Hiu, divonis mati oleh Mahkamah Tinggi di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (18/10), karena dinyatakan terbukti mengakibatkan tewasnya seorang pencuri.

Pencuri yang tewas dalam perkelahian tersebut bernama Kharti Raja, seorang warga Malaysia. Dia pada 3 Desember 2010 menerobos masuk rumah yang ditempati kedua WNI tersebut, melalui atap untuk melakukan pencurian.

Atas keputusan ini, keduanya langsung mengajukan banding ke mahkamah rayuan (mahkamah banding) karena merasa tidak bersalah dalam kasus meninggalnya warga Malaysia tersebut, saat memasuki rumah mereka melalui atap untuk melakukan pencurian.

Pengajuan banding tersebut disampaikan dua WNI yang bekerja sebagai penjaga kedai Play Station di Malaysia, melalui pengacara Yusuf Rahman.

Dalam pembelaannya, Frans Hiu dan Dharry Frully Hiu menjelaskan bahwa pada saat kejadian awal Desember 2010 tersebut keduanya sedang tidur di rumahnya, nomor 34 Jalan 4, Taman Sri Sungai Pelek, Sepang, Selangor. Tiba-tiba mereka dikejutkan seseorang yang masuk kerumah mereka melalui atap.

Frans berusaha menangkap lelaki berpostur tinggi besar yang masuk ke rumahnya hingga terjadilah perkelahian satu lawan satu. Sementara Dharry kabur karena ketakutan melihat pencuri tersebut.

Setelah beberapa lama bergelut, Frans berhasil memiting dan mengunci si pencuri dari belakang, hingga si pencuri itu kehabisan napas dan mati.

Namun dalam sidang putusan yang digelar pada Kamis (18/10), Hakim tunggal Nur Cahaya Rashad mengabulkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Zainal Azwar, yang menjerat keduanya dengan pasal 302 Undang-undang pidana Malaysia dengan hukuman maksimal gantung sampai mati. (TMA)

SOURCE: http://www.gatra.com/internasional/asia-oseania/19474-tewaskan-pencuri-wni-divonis-mati-di-malaysia.h tml


Sungguh keterlaluan negara maling ini. Menewaskan pencuri malah dihukum mati.

Pemerintah harus segera bertindak!!
randyarmy - 18/10/2012 11:06 PM
#2

gw jadi inget kasus TKI yg nyolong di tembak mati sama polisi sono capedes
pakmomon - 18/10/2012 11:08 PM
#3

kalo kasusnya dibalik n tu maling yg newasin orang kita ane yakin pasti kagag sampe kena hukuman mati,
malah bisa2 bebas pakek jaminan.
yah emang gitulah dukanya merantau di negri orang.
sanobayu - 18/10/2012 11:08 PM
#4

pasti hakim malaysia mengidolakan andre ovj
masa' mahkamahnya bernama mahkamah rayuan? bingungs

membela hak, kok dihukum mati... capedes
Failsafat - 18/10/2012 11:09 PM
#5

namanya juga budak, bung karno seneng kali liat warga negaranya jadi kacung di negeri tetangga yang konon serumpun
yeu11 - 18/10/2012 11:56 PM
#6

bangsat memang negara gila tu di sebrang

jadi TKI lebih ga penting daripada maling

inget2 ya pakcik, dengan membantai itu maling,
makin sedikit malay bajingan yg idup dan nyusain orang
harusnya terima kasi ama tKI2 kita
ndutzy - 19/10/2012 12:06 AM
#7

berita cuman secuil....

musti lebih detail....



atau emang mindset orang malay sono... apapun hukuman nya orang kita harus mati!
ihariyadi - 19/10/2012 12:08 AM
#8

Ane kok ngerasa aneh yah!?
Emang negara tujuan TKI tuh selain ke negara ini ga ada yah!?
priyatin - 19/10/2012 07:43 AM
#9

gajah.tewur - 19/10/2012 08:34 AM
#10

Quote:
Original Posted By Failsafat
namanya juga budak, bung karno seneng kali liat warga negaranya jadi kacung di negeri tetangga yang konon serumpun


tolol akut ya ccyynntttt.... apa hubungannya ama bung karno??? miara kok miara tolol... kambing noh dipiara biar gemuk n saat musim haji bisa di jual... labanya buat beli obat anti tolol
Hydrophobic - 19/10/2012 11:09 AM
#11

walaupun pencuri tetep aja hukumnya menghilangkan nyawa orang lain pasti kena jerat hukum lah capedes
felix.vendition - 19/10/2012 11:22 AM
#12

Quote:
Original Posted By pakmomon
kalo kasusnya dibalik n tu maling yg newasin orang kita ane yakin pasti kagag sampe kena hukuman mati,
malah bisa2 bebas pakek jaminan.
yah emang gitulah dukanya merantau di negri orang.


bs jd tuh gan
ad2 aj si malay marah
Samsung.EZon - 19/10/2012 11:32 AM
#13

- Di negri maling, jika maling dibunuh maka yang bunuh maling yang salah
- Di negri koruptor, jika koruptor membunuh maka akan disebut bela diri
- Di negri barbar, jika perempuan dibunuh maka yang salah adalah yang terbunuh

Semua hukum relatif dimana kita berada gan malus


_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com
Spoiler for Link Lapak
faruq.abidin - 19/10/2012 11:35 AM
#14

Masya Allah....

Malaysia ini gak ada hukum untuk pembelaan diri di rumah kita karena dimasuki penjahat apa..???
ithil.hunter - 19/10/2012 11:44 AM
#15

mahkamah rayuan nohope: ....... boso opooooo iku, bosone ae wis jancukan opo maneh peraturane


wis...wis.... negoro maling iki ancene juancokan puolllll tai:
gimmeluck - 19/10/2012 11:49 AM
#16

Quote:
Original Posted By Hydrophobic
walaupun pencuri tetep aja hukumnya menghilangkan nyawa orang lain pasti kena jerat hukum lah capedes


Lha kalo udah ketemu muka ama pencuri, emang pencuri nya bakal minta ijin permisi gitu?
Ya gak lah, kalo ga kabur, ya matiin yang punya rumah.
Kalo ente dalam posisi itu mending ente matiin tuh pencuri? Ato pasrah aja ente dimatiin pencuri dan diabisin isi rumahnya?
Robinjack2098 - 19/10/2012 11:54 AM
#17

Malaysia brengsek...
mereka berdua WNI itu kn ngebela diri juga harta bnda yg mereka punya.
gk beres kl kyk gini. makin ngelunjak aja tuch malingshit.
marah marah
1ung - 19/10/2012 11:58 AM
#18

NEGARA MALINGSIA KAN JURAGANNYA MALING YA PASTI MELINDUNGI MALING berdukascapedes
darkguest - 19/10/2012 12:02 PM
#19
Membunuh Pencuri, Dua WNI di Vonis Mati di Malaysia
Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia

Quote:
:hn:hnDua TKI Asal Pontianak Divonis Mati di Malaysia:hn:hn


Quote:
Liputan6.com, Kuala Lumpur: Kakak beradik, Frans Hiu (22) dan Dharry Frully Hiu (20) tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pontianak, Kalimantan Barat, divonis hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (18/10).

Kedua TKI itu divonis mati karena menewaskan seorang pencuri berkewarganegaraan Malaysia, Kharti Raja, saat hendak mencuri di rumahnya pada 3 Desember 2010 lalu.

Pengacara keduanya, Yusuf Rahman, mengatakan, kejadian bermula saat korban hendak mencuri di rumah kakak beradik yang bekerja sebagai penjaga Play Station di Malaysia itu.

Sempat terjadi perkelahian saat Frans sempat berusaha menangkap pencuri berpostur tinggi besar itu. Sementara Dharry berusaha lari menyelamatkan diri karena takut. Setelah beberapa lama bergelut, Frans berhasil menangkap si pencuri dan menguncinya dari belakang hingga yang bersangkutan kehabisan napas dan meninggal.

Atas vonis mati kedua TKI tersebut, keduanya langsung mengajukan banding ke Mahkamah Banding (Mahkamah Rayuan) karena merasa tidak bersalah. Sayangnya, permintaan banding tersebut tidak dikabulkan dalam sidang putusan yang digelar hari ini.

Hakim tunggal, Nur Cahaya Rashad, tetap mengabulkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Zainal Azwar yang menjerat kedua TKI tersebut dengan Pasal 302 Undang-Undang Pidana Malaysia dengan hukuman maksimal digantung sampai mati. (FRD/ANT)


Sumber : Liputan6

berduka BERITA TERKAIT berduka

Quote:
KUALA LUMPUR: Dua bersaudara asal Pontianak, Kalimantan Barat divonis hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi, Shah Alam, Selangor, Kamis (18/10) karena didakwa mengakibatkan meninggalnya Kharti Raja, seorang warga Malaysia, pada 3 Desember 2010 lalu yang menerobos masuk rumah mereka melalui atap untuk melakukan pencurian.

Dua WNI tersebut adalah Frans Hiu (22) dan Dharry Frully Hiu Atas keputusan ini, keduanya langsung mengajukan banding ke mahkamah banding (mahkamah rayuan) karena merasa tidak bersalah dalam kasus meninggalnya warga Malaysia tersebut yang memasuki rumah mereka melalui atap untuk melakukan pencurian.

Pengajuan banding tersebut disampaikan dua WNI yang bekerja sebagai penjaga Play Station di Malaysia melalui pengacara Yusuf Rahman.

Dalam pembelaannya, Frans Hiu dan Dharry Frully Hiu menjelaskan pada saat kejadian awal Desember 2010 tersebut keduanya sedang tidur di rumahnya, nomor 34 Jalan 4, Taman Sri Sungai Pelek, Sepang, Selangor. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seseorang yang masuk kerumah mereka melalui atap.

Frans berusaha menangkap lelaki berpostur tinggi besar yang masuk kerumahnya hingga sempat terjadi perkelahian, Sementara Dharry berusaha lari karena takut melihat pencuri tersebut.

Setelah beberapa lama bergelut, Frans berhasil menangkap si pencuri dan menguncinya dari belakang hingga yang bersangkutan kehabisan napas dan meninggal.

Namun dalam sidang putusan yang digelar hari Kamis (18/10), Hakim tunggal Nur Cahaya Rashad mengabulkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Zainal Azwar yang menjerat keduanya dengan pasal 302 Undang-undang pidana Malaysia dengan hukuman maksimal gantung sampai mati. (Antara/Bsi)

Sumber : Klik


Quote:


TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Frans Hiu, 22 tahun, dan Dharry Frully Hiu, 20 tahun, dua WNI asal Pontianak, Kalimantan Barat divonis hukuman gantung sampai mati oleh Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Keduanya didakwa membunuh Kharti Raja, warga Negara Malaysia beretnis India pada 3 Desember 2010 lalu.

Sidang putusan kedua WNI ini berlangsung pada Kamis 18 Oktober 2012 hari ini. Hakim tunggal Nur Cahaya Rashad mengabulkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Zainal Azwar. Mereka dijerat dengan pasal 302 Undang-undang pidana Malaysia dengan hukuman maksimal gantung sampai mati.

Kasus Frans dan Dharry menambah panjang jumlah tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang diancam hukuman mati. Migrant Care sebelumnya menyebut ada sekitar 300 tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati di Malaysia. Mereka dituduh melakukan kejahatan pembunuhan dan pemerkosaan. Ratusan TKI tersebut berada di sejumlah penjara di Kuala Lumpur, Sabah, dan Serawak.

Sumber Klik



COMMENTAR :
Baru ane tau gan, di malaysia maling/pencuri gak boleh dibunuh. kalau dibunuh malah kena hukuman mati seperti kejadian tersebut. jangan2 nama malingsia diambil karena banyak maling yang dilindungi. ohh..pantes aja gan, kan negara maling (maling adat, maling tanah, maling ikan, maling caplok tanah, maling pulau, maling kebudayaan dll). pemerintahan dan rakyat emg sama2 maling ya saling melindungi ya..kebetulan ane sekarang ada di pontianak. terlalu gak masuk akal kalau sampai kena hukumanan mati. ayo,,sup2: sup2: thread ini biar dibantu oleh pemerintah indonesia. shakehand (bdw, menlu atau dubes disana mau ngurusin yang seperti ini gak ya? berduka untuk TKI kita.


Quote:
sebagai bentuk kepedulian kita terhadap saudara2 kita, TOLONG di RATE :rate5 :rate5 :rate5 gan
kepahiangcurup - 19/10/2012 12:02 PM
#20

lain padang lain belalang....iloveindonesias

matiin pencuri, malah dihukum (ini hukum Malaysia....mo ngomong apa???)

penjahat narkoba di beri grasi (hukum Indonesia...mo ngomong apa???)

silakan mikir pake dengkul....:berbusas
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia