BERITA DAN POLITIK
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia
Total Views: 2190 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 4 |  < 1 2 3 4 > 

333555 - 19/10/2012 12:06 PM
#21

kalau gw orang malaysia jadi pencuri aja ah D dilindungi hukum dan korban ga boleh ngelawan kalau ga mau dipenjara D
.co.cc17bangsat - 19/10/2012 12:08 PM
#22

Parah hukumnya ga adil!
carlanox - 19/10/2012 12:11 PM
#23

kasihan gan \(. mana kerjaan kedubes ri di malaysia?
darkguest - 19/10/2012 12:11 PM
#24

Quote:
Original Posted By 333555
kalau gw orang malaysia jadi pencuri aja ah D dilindungi hukum dan korban ga boleh ngelawan kalau ga mau dipenjara D


Betul gan. jd pencuri aja dilindungin terus lebih aman juga gan. oiya, kalau WNI jd pencuri juga kena hukuman mati gan. hahah.. :sorry hukum ditempat kita aja masih lemah terhadap WNA gan. WNA aja hukumannnya lebih ringan. hammer
hansa. - 19/10/2012 12:11 PM
#25

adakah perlindungan dari KBRI Malaysia? Tanggung jawab Pemerintah Indonesia jg untuk mengawal kasus ini...
Jangan sampai kita dirugikan terus...
darkguest - 19/10/2012 12:18 PM
#26

Quote:
Original Posted By carlanox
kasihan gan \(. mana kerjaan kedubes ri di malaysia?


dubes kita disana seperti boneka gan. hanya aktif kalau ada fulus yang berkerja gan. mari bantuin saudara2 kita dinegeri jiran yang divonis hukuman mati. sampai saat ini sekitar 400 WNI telah divonis mati gan tapi belum dieksekusi gan.

Quote:

Sebanyak 400 TKI Di Malaysia Terancam Hukuman Mati
Selasa, 16 Oktober 2012 | 20:35

[JAKARTA] Anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie mengatakan , pemerintah lalai melindungi warganya, karena saat ini ada ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendapat ancaman hukuman mati di Malaysia.
"Ini jelas pemerintah sangat lalai melindungi warganya," kata anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie di Jakarta, Selasa (16/10) malam.

Lebih lanjut Gus Choie menjelakan, data dari Migrant Care mencatat terdapat 354 orang TKI yang terancam hukuman mati, sementara data dari Kemlu menyebutkan ada sekitar 400 orang.

Gus Choie menjelaskan, TKI di Malaysia saat ini tidak mendapatkan pembelaan dari pemerintah. Para TKI tersebut berjuang sendiri untuk melakukan pembelaan. "Ini saya sangat marah. Ini luar biasa kelalaian pemerintah. Komisi I DPR RI sudah sampaikan ke Kemlu," katanya.

Dari informasi yang didapat, TKI yang mendapatkan ancaman hukuman mati umumnya terkait kasus pembunuhan dan narkoba.

"Kami, beberapa orang anggota komisi I akan berangkat ke Malaysia untuk melihat langsung kondisi mereka di sana," katanya.

Rombongan anggota Komis I DPR RI akan berangkat ke Malaysia tanggal 21 Oktober 2012.[L-8]

sumber : http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/sebanyak-400-tki-di-malaysia-terancam-hukuman-mati/2587 6
FB1 - 19/10/2012 12:19 PM
#27

Bantu UP. Semoga ada pihak yg tergerak hatinya dalam membantu mereka.

beer:
kacang_polong - 19/10/2012 12:22 PM
#28

Quote:
Original Posted By darkguest
Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia





Sumber : Liputan6

BERITA TERKAIT






COMMENTAR :
Baru ane tau gan, di malaysia maling/pencuri gak boleh dibunuh. kalau dibunuh malah kena hukuman mati seperti kejadian tersebut. kebetulan ane sekarang ada di pontianak. terlalu gak masuk akal kalau sampai kena hukumanan mati. ayo,,sup2: sup2: thread ini biar dibantu oleh pemerintah indonesia. shakehands


apaa nunggu dibantu pemerintah Indonesia, gak salah ?
darkguest - 19/10/2012 12:25 PM
#29

Quote:
Original Posted By FB1
Bantu UP. Semoga ada pihak yg tergerak hatinya dalam membantu mereka.

beer:


thanks gan shakehand

Quote:
Original Posted By kacang_polong
apaa nunggu dibantu pemerintah Indonesia, gak salah ?


setidaknya pemerintah harus peduli gan ma rakyatnya. kalau kita yang urus atau lembaga yang urus gak akan berpengaruh besar terhadap hukuman tersebut gan.
darkguest - 19/10/2012 12:27 PM
#30

Update berita terkait

Quote:
300 TKI Terancam Hukuman Mati, Menlu Klaim Lakukan Pencegahan
Penulis : Sabrina Asril | Rabu, 10 Oktober 2012 | 12:31 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengklaim telah berhasil menekan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diproses hukum saat bekerja di luar negeri melalui upaya pencegahan. Padahal, saat bersamaan, ada sekitar 300 orang TKI yang tengah menghadapi hukuman mati.

"Kalau dibandingkan data saat ini, bulan Januari 2012 sampai Oktober dibandingkan tahun lalu, kasus secara umum bukan hanya terkena hukuman mati menurun 40 persen. Mudah-mudahan ini hasil dari upaya-upaya pencegahan," ujar Marty, Rabu (10/10/2012), sebelum melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan.

Upaya pencegahan yang dilakukan, sebut Marty, dengan deteksi dini persoalan TKI yang ada di luar negeri. Selain melakukan upaya pencegahan, Menlu juga menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pendampingan hukum terhadap para TKI yang terancam hukuman kurungan hingga hukuman mati. Menurutnya, dari tahun 2011 hingga kini, ada seratus TKI yang berhasil dibebaskan dari hukuman mati. Namun, untuk kasus pidana berat, Menlu mengaku memang sulit membebaskan TKI dari ancaman hukuman mati. Kendati demikian, bantuan hukum tetap akan diberikan.

"Jenis kasusnya sebagian besar kasus narkoba, pembunuhan, yang terakhir membunuh anak 4 tahun. Memang beragam (kasus), kita tidak bisa bedakan satu sama lain. Namun, kita tetap berikan bantuan hukum. Hukuman pidana mati tentu sangat serius dan tidak jarang korban orang Indonesia juga," kata Marty.

Berdasarkan data Migrant Care Indonesia, saat ini ada lebih dari 6.000 tenaga kerja Indonesia ditahan di Malaysia. Sebanyak 300 orang di antaranya terancam hukuman mati. Jumlah TKI di Malaysia secara resmi yang terdaftar adalah 1,2 juta orang. TKI yang terakhir harus menghadapi ancaman hukuman mati adalah Haryanto Azlan (37) dan Effendi. (Baca: Dua TKI Terancam Hukuman Mati)

Haryanto saat ini ditahan di penjara Kluang, Johor, Malaysia, karena dituduh terlibat perkelahian yang mengakibatkan kematian empat tahun lalu. Haryanto kini sedang mengajukan banding di Mahkamah Tinggi atau banding tingkat tiga. Sementara itu, Effendi yang saat ini ditahan di penjara Sungai Buloh, Selangor, dituduh memiliki narkotika. Ia sekarang sedang mempersiapkan upaya banding tingkat dua.

sumber : Kompas
dataman - 19/10/2012 12:30 PM
#31

Quote:
Original Posted By darkguest
Update berita terkait


ah menteri cuma bisa berwacana...

punya kuasa koq cuma berwacana...
Diana91 - 19/10/2012 12:31 PM
#32

Mungkin nunggu kita di bacoj dulu x ya ama pencurinya
rorogogo - 19/10/2012 12:34 PM
#33

namanya jg malingsia gan
mgkn satu-satunya negara yg melindungi maling
Zhevazz - 19/10/2012 12:34 PM
#34

Mahkamah rayuan??? ngakaks
darkguest - 19/10/2012 12:37 PM
#35

Quote:
Original Posted By dataman
ah menteri cuma bisa berwacana...

punya kuasa koq cuma berwacana...


iya gan. kayaknya kita gak punya pemerintahan. :s

Quote:
Original Posted By Diana91
Mungkin nunggu kita di bacoj dulu x ya ama pencurinya


ganyang malaysia cuma pada zaman Bung karno aja. sekarang kita benar2 di permalukan, di ganyang oleh malaysia, pemerintahan yang lemah. Negara kita seperti di cabik2 oleh negara tetangga, entah mulai dari patok batas negara yang terus berubah setiap tahun ( ini di ceritakan sendiri ma teman ane yang diperbatasan), trus masalah pencurian pulau, ikan, sda, dan segala jenis kekayaan hayati dinegara kita, ampek masalah HAM dan seperti ini aja kita dipermalukan ma malaysh*t..uda keterlaluan ini gan.

Quote:
Update lagi

Selasa, 09/10/2012 11:27 WIB
Harapan Keluarga TKI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Lamongan - Keluarga Marianto, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lamongan yang terancam hukuman mati di Malaysia merasa resah. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan agar Marianto tidak dihukum mati.

Ibu kandung Marianto, Mar'atun warga Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Lamongan terlihat termenung di rumahnya. Mar'atun resah setelah mendengar kabar jika anaknya terancam hukuman mati. Bahkan, Mar'atun mengaku sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur karena memikirkan nasib anaknya tersebut.

"Sejak mendengar kabar itu, saya tidak bisa tidur memikirkan nasib anak saya," kata Mar'atun, saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Selasa (9/10/2012).

Pihak keluarga ujar Mar'atun, tidak mengetahui secara pasti penyebab Marianto sampai terancam hukuman mati di Malaysia. Menurut Mar'atun, anaknya sudah 15 tahun bekerja di Malaysia sebagai kuli bangunan.

"Marianto mengadu nasib ke Malaysia untuk memperbaiki nasib karena keluarganya yang tak mampu," katanya.

Pihak keluarga hanya berharap kepada pemerintah agar segera turun tangan membebaskan Marianto agar bisa kembali pulang ke Lamongan.

"Marianto selama ini menjadi tulang punggung keluarga," jelas Mar'atun dengan menitikan air mata.


sedih ya dipihak keluarga yang mesti melihat kematian yang tak adil begini.
Swordz - 19/10/2012 12:39 PM
#36

Pantesan namanya MALINGsya, ternyata Maling di lindungi sekali disana....

Maling Kebudayaan, Maling teritori, Maling Ikan, Maling Adat, sekarang Maling umum pun di lindungi..... Luar biasa ini Malingsya....
yuyun69 - 19/10/2012 12:40 PM
#37

Kalo ngebunuh pencuri dihukum mati menurut ane seh kebangetan..
Walaupun perbuatan membunuh adalah tindakan yang salah..
Mestinya cukup dihukum berat tetapi bukan hukuman mati capedes
darkguest - 19/10/2012 12:46 PM
#38

Quote:
Original Posted By Swordz
Pantesan namanya MALINGsya, ternyata Maling di lindungi sekali disana....

Maling Kebudayaan, Maling teritori, Maling Ikan, Maling Adat, sekarang Maling umum pun di lindungi..... Luar biasa ini Malingsya....


iya gan. emang keterlaluan itu negara. Harusnya pemerintah berani tegas juga. masa seenaknya aja dihukum mati, kelihatan dengan jelas melindungi maling. harga maling berapa ya disana?

Quote:
Original Posted By yuyun69
Kalo ngebunuh pencuri dihukum mati menurut ane seh kebangetan..
Walaupun perbuatan membunuh adalah tindakan yang salah..
Mestinya cukup dihukum berat tetapi bukan hukuman mati capedes


gak masuk akal gan. pencuri itu uda berbuat salah, lagipula membunuh kan karena membela diri, kalaupun dihukum setidaknya gak sampai hukuman mati. wong orang masuk kerumah itu tanpa diundang. nah, kalau kejadian diubah..misal pencuri yang membunuh? gw rasa pemerintah malingsh*t gak akan kasih hukuman mati ke warganya?

Quote:
Original Posted By rorogogo
namanya jg malingsia gan
mgkn satu-satunya negara yg melindungi maling


negara yang berani menginjak2 harga diri kita gan. negara terkutuk.

Quote:
Original Posted By Zhevazz
Mahkamah rayuan??? ngakaks


kwkwkw.. ngakak
joseharlin - 19/10/2012 12:50 PM
#39

negara maling itu ternyata sensi dengan orang indonesia ya? ngiri karena kekayaan kita gk bisa dipatenkan semua oleh negara maling. adat kita gak bisa dicaplok semua. emanglah maling
killbyword - 19/10/2012 12:51 PM
#40

capedes malingshit lg ini bata terdakwadsna kgk dpt pengacara ap y? dubes ny dsna ngapain sih?
Page 2 of 4 |  < 1 2 3 4 > 
Home > CASCISCUS > BERITA DAN POLITIK > Tewaskan Pencuri, 2 WNI Divonis Mati di Malaysia